Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 178 Ae 186 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . INDEKS PENILAIAN PETANI PADA HUTAN RAKYAT DI KECAMATAN JABIREN RAYA KALIMANTAN TENGAH (Index Forest Farmer People's Judgment In District Jabiren Raya Of Central Kalimanta. ISE AFITAH Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Jl. RTA Milono Km. 1,5 Palangka Raya. Kalimantan Tengah. e-mail : afitah78@yahoo. ABSTRACT This study aims to conduct quantitative assessment of farmers' performance in building community forests in terms of physical aspects of the plant . on the land in community forestry programs and assessing the socio-economic aspects of farmers . n this case the increase of farmer's resources. Acceptance of development funds for community forests and labo. This research was conducted in 2 . villages, namely Jabiren village and Garung village. Both villages are in Jabiren Raya District. Pulang Pisau Regency. Central Kalimantan Province. The time required in the implementation of this research is effectively carried out for 4 . months is from March to June The general assessment of the farmer's performance success on the physical aspects of the plant is the failing classification . he result of poor judgmen. In Jabiren village there are 12 farmers categorized as failing from 20 existing farmers . %) while in Garung village there are 10 farmers fall into the failed category of 15 existing farmers . 7%). Distribution, distribution and employment in general assist household farmers in forest community programs in general research in both locations are classified . ood assessment result. The value of success of socio-economic aspects of high classification in Jabiren village is 9 farmers from 20 farmers . %) and Garung has 7 farmers from 15 farmers . 7%). The success of the land part generally leads to the gardens even though the average land area is O 2 ha and there are plant crops intercropping . an be for sal. so that more people conserve the forest plant. Key word : ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian secara kuantitatif terhadap keberhasilan kinerja petani dalam membangun hutan rakyat ditinjau dari aspek fisik tanaman . di lahan dalam program kegiatan hutan rakyat serta melakukan penilaian ditinjau dari aspek sosial ekonomi petani . alam hal ini adalah peningkatan sumber daya petani, penerimaan dana pembangunan hutan rakyat dan tenaga kerj. Penelitian ini dilaksanakan di 2 . desa, yaitu desa Jabiren dan desa Garung. Kedua desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Jabiren Raya. Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian ini secara efektif dilaksanakan selama 4 . bulan yaitu pada bulan Maret sampai bulan Juni 2017. Penilaian umum keberhasilan kinerja petani terhadap aspek fisik tanaman adalah pada klasifikasi gagal . asil penilaian yang buru. Di desa Jabien ada 12 petani berkategori gagal dari 20 petani yang ada . %) sedangkan di desa Garung ada 10 petani masuk dalam kategori gagal dari 15 petani yang ada . ,7%). Penyebaran, pendistribusian dan penyerapan tenaga kerja secara umum membantu petani keluarga dalam program masyarakat hutan pada penelitian umum di kedua lokasi tersebut berklasifikasi . asil penilaian yang bai. Nilai keberhasilan aspek sosial Ekonomi pada klasifikasi tinggi di desa Jabiren ada 9 petani dari 20 petani . %) dan di Garung ada 7 petani dari 15 petani . ,7%). Keberhasilan bagian lahan pada umumnya menyebabkan kebun meskipun rata-rata luas lahan O 2 ha dan telah ada tanaman tumpangsari tanaman . isa untuk dijua. sehingga lebih banyak orang melestarikan tanaman hutan. Kata Kunci : Kinerja Petani dan Hutan Rakyat Ise Afitah. Indeks Penilaian Petani Pada Hutan Rakyat Di Kecamatan Jabiren Raya Kalimantan Tengah PENDAHULUAN Pentingnya pertanian miliknya, terbangunnya pasar kayu sumberdaya alam yang ada didalamnya dalam rakyat juga menjadi insentif yang penting yang rangka mengurangi efek perubahan iklim dan peran penting lainya dalam sistem kehidupan, melestarikan hutan rakyat. Ketiga, hutan rakyat menimbulkan emisi lebih banyak, jelas bahwa kita perlu memperlambat deforestasi dan degradasi hutan dan memelihara kesehatan Penelitian ini bertujuan untuk: Melakukan sistem hutan yang telah tumbuh lama. Ini terhadap keberhasilan kinerja petani dalam menimbulkan ide untuk mengurangi emisi dari membangun hutan rakyat ditinjau dari aspek deforestasi dan degradasi hutan, yaitu ide yang fisik tanaman . di lahan dalam program kegiatan hutan rakyat pengerusakan hutan. Pemerintah Melakukan penilaian ditinjau dari aspek sosial ekonomi petani . alam hal ini adalah penghijauan melalui pembangunan hutan rakyat yang didasarkan pada inisiatif masyarakat yang rakyat dan tenaga kerj. perencana, pengambil keputusan dan pengelola. METODOLOGI sementara pemerintah lebih berperan sebagai fasilitator untuk mendampingi dan mengarahkan Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di 2 . berkelanjutan, kebersamaan dan keterpaduan desa, yaitu desa Jabiren dan desa Garung. serta yang terpenting memiliki nilai finansial Kedua desa tersebut masuk wilayah Kecamatan yang maksimum bagi masyarakat luas. Jabiren Raya. Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Hutan rakyat mempunyai keunggulan Kalimantan Tengah. dalam berbagai hal. Pertama, hutan rakyat Waktu dapat mendukung perekonomian pedesaan dan dilaksanakan selama 4 . bulan yaitu pada ekonomi masyarakat pada saat krisis sekalipun, bulan Maret sampai bulan Juni 2017. hal ini didukung oleh pola agroforestry yang Bahan. Peralatan, dan Objek Penelitian memungkinkan adanya bermacam hasil selain Bahan kayu, hutan rakyat juga dimaknai sebagai digunakan adalah: tali nilon, digunakan untuk Kedua, pembuatan petak ukur. microcliper, digunakan untuk mengukur diameter pohon dan tongkat Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 178 Ae 186 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . digunakan untuk mendokumentasikan objek-objek Data Analisis penting yang terkait dalam penelitian ini. peta dan Untuk masing-masing dokumen, digunakan sebagai sumber informasi menggunakan penilaian skala akan dilakukan serta alat dan bahan tulis menulis. perhitungan dengan cara berikut (Hadi, 1. Adapun objek pada penelitian ini adalah . Menentukan rentang nilai dengan rumus tanaman pokok yang di tanam pada kegiatan Rentang = Nilai Tertinggi Ae Nilai terendah hutan rakyat. Menentukan jumlah interval. Jumlah interval Teknik Pengumpulan Data Data ditentukan sesuai dengan kategori/batasan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai . Menentukan panjang interval dengan rumus sebagai berikut. Observasi. merupakan kegiatan pengamatan Pengukuran . anaman tahuna. dilakukan dengan pembuatan plot berbentuk lingkaran dengan jari-jari 17,8 m. Plot dibuat sebanyak 2 . plot pada lahan yang memiliki luasan Ou 1 hektar. Penempatan plot ditentukan sedemikian rupa . iusahakan berada di bagian tengah dari luasan lahan garapa. sehingga dapat mewakili kondisi luasan lahan tersebut. Adapun pengukuran tanaman meliputi: kesehatan tanaman. Keterangan : = lebar interval = rentang pengukuran = jumlah interval Analisis Penilaian Aspek Fisik Tanaman Indikator belukar/ilalang. Wawancara. pengumpulan data dilakukan kepada responden menggunakan kuesioner yang telah disiapkan. Studi Dokumentasi. Persen hidup tanaman Perhitungan persen hidup tanaman dengan menggunakan rumus berikut: Pi = x 100% Di mana. Persen tumbuh tanaman Jumlah tanaman hidup di lapangan hasil sensus Jumlah tanaman yang seharusnya ada . esuai jarak tana. Untuk penilaian pembobotan persen dilakukan untuk memperoleh data tertulis dengan skoring sebagai berikut : sejenisnya guna mendukung data-data yang diperoleh melalui observasi dan kuesioner. penampakan dari fisik tanaman, yaitu berupa. persen hidup tanaman. dan luasan penilaian keberhasilan kinerja petani adalah diameter tanaman. jumlah tanaman = -----K . Persen hidup tanaman pokok < 55% = Ise Afitah. Indeks Penilaian Petani Pada Hutan Rakyat Di Kecamatan Jabiren Raya Kalimantan Tengah Persen hidup tanaman pokok 55 - 76% = Skor 1. cukup berhasil >66% Persen hidup tanaman pokok > 76 100% = berhasil . Kualitas tanaman hutan rakyat Skor 3. <34% elukar/ilalan. masing-masing . elukar/ilalan. kesehatan, diameter dan tinggi tanaman. Adapun 34 - 66% luasan lahan ditumbuhi Nilai kualitas tanaman hutan rakyat akan . elukar/ilalan. Skor 2. diperoleh dari hasil penilaian terhadap variabel Tabel 1. Berdasarkan perhitungan dari 3 . peubah Penilaian tinggi rendahnya kualitas tanaman diatas akan diperoleh nilai fisik tanaman didasarkan pada skor indikator penilaiannya dengan model matematis dengan rumus berikut. penjumlahan hasil perkalian antara Kt = . st x . matematis berikut. NFt = (PH x . (Kt x . (Ppl x . Dimana. NFt = Nilai aspek fisik tanaman PH = Nilai skor persen hidup tanaman Kt = Nilai skor kualitas tanaman hutan rakyat Ppl = Nilai skor persentase luasan penutupan lahan oleh belukar/ilalang. Berdasarkan nilai aspek fisik tanaman Berdasarkan rumus di atas akan diperoleh nilai diklasifikasikan dalam 3 . penilaian dengan yang diperoleh akan diklasifikasikan ke dalam 3 . penilaian, yaitu. Nilai > 233 - 300 skoring berikut : Skor 1. Nilai - <167 = kualitas tanaman hutan Skor 2. Nilai 167-233 = kualitas tanaman hutan Skor 3. Nilai >233-300 = kualitas tanaman hutan Keberhasilan aspek Keberhasilan aspek fisik tanaman rendah (C). Analisis Penilaian Aspek Sosial Ekonomi rakyat baik. Persentase luasan penutupan lahan hutan Petani Indikator keberhasilan kinerja petani dari rakyat oleh belukar/ilalang. belukar/ilalang diberi bobot 30 dan diklasifikasikan dalam 3 . penilaian dengan skoring sebagai Keberhasilan aspek fisik tanaman sedang (B). Nilai - 167 rakyat cukup baik. fisik tanaman tinggi (A). Nilai 167 - 233 rakyat rendah. Penilaian dengan bobot yang diberikan dengan model Dimana. Kt = Nilai kualitas tanaman yang diperoleh berdasarkan bobot dan skor nilai setiap kst = Nilai skor kesehatan tanaman berdasarkan kondisi tanaman dilihat dari intensitas serangan . ama dan/penyaki. = Nilai skor dari tinggi tanaman = Nilai skor dari diameter tanaman aspek sosial ekonomi adalah keterlibatan petani dalam kegiatan hutan rakyat. Peningkatan (SDM Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 178 Ae 186 Kegiatan peningkatan SDM petani diberi ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . Skor 1. bobot 30 dan diklasifikasikan dalam 3 . keluarga petani sebanyak 1 . penilaian dengan skoring sebagai berikut : Skor 1. Tidak penyuluhan/sosialisasi Skor 2. Skor 2. Skor 3. penyuluhan/sosialisasi Penyerapan Mengikuti Berdasarkan perhitungan dari 3 . peubah penyuluhan/sosialisasi hutan rakyat. penjumlahan hasil perkalian antara skor dengan dalam pembangunan hutan rakyat, karena itu bobot yang diberikan dengan model matematis diberi bobot 40 dan diklasifikasikan dalam 3 . cuma-cuma berdasarkan aspek sosial ekonomi petani dengan . Bantuan dana pembangunan hutan rakyat. Bantuan keluarga petani lebih dari 2 . kegiatan hutan rakyat. Skor 3. Dilaksanakan dan tidak mengikuti Penyerapan keluarga petani sebanyak 2 . hutan rakyat. Skor 1. Mendapatkan bantuan bibit tanaman pokok dari proyek hutan rakyat. Skor 2. Mendapatkan . ibit hama/penyakit, alat pertanian dan hutan rakyat. Skor 3. Jumlah angkatan kerja dalam keluarga yang terserap dalam kegiatan hutan rakyat. Keberhasilan kegiatan pembangunan hutan rakyat pada tingkat penyerapan tenaga kerja . enaga petani/pesert. diberikan bobot 30 dan diklasifikasikan dalam 3 . penilaian dengan skoring sebagai NSe = . sdm x . dhr x . tk x . Dimana. NSe = Nilai aspek sosial ekonomi psdm = Nilai skor peningkatan sumberdaya = Nilai skor dana pembangunan hutan Ppl = Nilai skor penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan nilai aspek sosial ekonomi yang diperoleh selanjutnya diklasifikasikan ke dalam 3 . penilaian, yaitu. Nilai > 233 - 300 Mendapatkan bantuan secara penuh dari proyek hutan rakyat. Penyerapan Keberhasilan aspek Keberhasilan aspek sosial ekonomi tinggi (A). Nilai 167 - 233 sosial ekonomi sedang (B). Nilai - 167 sosial ekonomi rendah (C). Keberhasilan aspek Ise Afitah. Indeks Penilaian Petani Pada Hutan Rakyat Di Kecamatan Jabiren Raya Kalimantan Tengah HASIL DAN PEMBAHASAN berupa tanaman. Aspek fisik tanaman sebagai Penilaian Keberhasilan Kinerja Petani dari Aspek Fisik Tanaman Secara administratif Kecamatan Jabiren Raya termasuk dalam Pemerintahan Kabupaten Pulang Pisau. Provinsi Kalimantan ditentukan oleh tiga variabel, yaitu persen hidup tanaman, kualitas tanaman dan luasan penutupan lahan hutan rakyat oleh belukar/ilalang. Tengah. Persentase penilaian pada persen hidup Jumlah Penduduk di Kecamatan Jabiren Raya tanaman yang dicapai ke dua lokasi penelitian 099 jiwa, dengan Luas wilayah 1. tampak pada Tabel 2. Km dan terdapat delapan . desa yang terdiri Pada Tabel dari desa Garung. Henda. Simpur. Sakakajang, bahwa persen hidup tanaman di dua lokasi Jabiren. Pilang. Tumbang Nusa, dan Tanjung penelitian umumnya gagal. Di Jabiren secara Taruna, dengan batas-batas wilayah: Sebelah Utara Kecamatan Kahayan Tengah & Kabupaten klasifikasi gagal, yakni 12 petani dalam kategori Kapuas. Hilir, gagal dari 20 petani yang ada . %). Tidak jauh Sebelah Barat Kecamatan Sebangau Kuala & beda dengan di Desa Garung persentase Kota Palangka Raya. Sebelah Timur Kabupaten penilaian persen hidup tanaman umumnya gagal Kapuas yakni 10 petani masuk dalam kategori gagal dari . ttps://jv. org/wiki/Jabiren_Raya,_Pulan 15 petani yang ada . ,7 %). Sebelah Selatan Kecamatan g_Pisa. Secara Keberhasilan hutan rakyat erat kaitannya antara lain. penanaman pada luasan areal lebih dengan penampakan fisik . danya tanama. di dari 1 ha menyebabkan responden tidak sanggup areal hutan rakyat. Sasaran utama program hutan untuk melakukan pemeliharaan seluruh tanaman, rakyat adalah lahan kritis yang dibebani hak milik untuk meningkatkan produktivitas lahan tersebut. sementara tidak dapat memberikan hasil untuk Lahan memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta akses menghasilkan secara ekonomi, tetapi penting yang mudah untuk mencari sumber pendapatan lain dimanfaatkan oleh sebagian petani untuk . ebagian tumbuhan . enampakan dari kerapatan tegakan banguna. yang mengharuskan meninggalkan penyusun huta. Keberadaan vegetasi . anaman pertanian dengan alasan tanaman hutan rakyat hutan dan tumbuhan lainny. memiliki fungsi tidak memberikan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. terjadinya erosi tanah baik yang disebabkan oleh air . ir hujan dan aliran ai. maupun yang disebabkan oleh angin (Awang dkk. , 2. Berdasarkan keberhasilan kinerja petani dilihat dari hasil yang Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 178 Ae 186 Penilaian Keberhasilan Kinerja Petani Berdasarkan Keterlibatan dalam Kegiatan Hutan Rakyat Ditinjau dari Aspek Sosial Ekonomi ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . Pada Tabel 3 terlihat bahwa tingkat penilaian keberhasilan kinerja petani berdasarkan keterlibatannya dalam pembangunan hutan rakyat ditinjau dari aspek sosial ekonomi di dua lokasi Berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa keberhasilan berdasarkan keterlibatan petani dalam kegiatan hutan rakyat ditinjau pada aspek sosial ekonomi sesungguhnya sangat (B). Hal program hutan rakyat yang dilaksanakan dalam klasifikasi sedang. ontribusi yang diberikan dari kegiatan hutan rakya. akan memberikan motivasi dalam pengelolaan dan pengembangan hutan rakyat ke Adapun keberhasilannya tampak pada Tabel 3. Tabel 1. Parameter. Bobot dan Skor Kualitas Tanaman No. Peubah Kesehatan tanaman Tinggi tanaman Diameter tanaman Bobot Skor Rendah . anaman rusak sedang-bera. Sedang . anaman rusak ringa. Tinggi . anaman seha. Rendah . -33% dari rentang nilai rataan tinggi pohon keseluruha. Sedang . -66% dari rentang nilai rataan tinggi pohon keseluruha. Tinggi . -100% dari rentang nilai rataan tinggi pohon keseluruha. Rendah . -33% dari rentang nilai rataan diameter pohon keseluruha. Sedang . -66% dari rentang nilai rataan diameter pohon keseluruha. Tinggi . -100% dari rentang nilai rataan Diameter pohon keseluruha. Tabel 2. Persentase Penilaian Persen Hidup Tanaman Pada Kegiatan Hutan Rakyat Desa Jabiren Garung Penilaian Persen Hidup < 55 % 55 % - 76 % > 76 % - 100 % > 0 % - < 55 % 55 % - 76 % > 76 % - 100 % Klasifikasi Penilaian Gagal Sedang Tinggi Gagal Sedang Tinggi Skor Jumlah . Persentase (%) Ise Afitah. Indeks Penilaian Petani Pada Hutan Rakyat Di Kecamatan Jabiren Raya Kalimantan Tengah dalam Pembangunan Hutan Rakyat Ditinjau Tabel 3. Persentase Penilaian Keberhasilan Kinerja Petani dari Aspek Sosial Ekonomi Petani Desa Klasifikasi 6. Penilaian 7. Rendah A Sedang (B) 8. Tinggi (A) 9. Rendah A Sedang (B) 10. Tinggi (A) 11. Tingkat Penilaian Jabiren - < 167 167 Ae 233 > 233 Ae 300 - < 167 167 Ae 233 > 233 Ae 300 Garung Skor Jumlah . Persentase (%) KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ditarik beberapa kesimpulan, antara lain: Secara . isa dijua. sehingga tanaman hutan rakyat lebih Berdasarkan hasil 185ela had data dan Belum dicapai disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, yaitu pola pemanfaatan lahan kinerja petani pada aspek fisik tanaman oleh petani lebih dititik beratkan pada hasil . asil pertanian yang lebih cepat mendatangkan penilaian buru. Di Desa Jabiren terdapat keuntungan, sehingga waktu, biaya dan 12 petani masuk dalam kategori gagal dari tenaga yang ada lebih banyak digunakan 20 petani yang ada . %), di Desa Garung terdapat 10 petani masuk dalam kategori banyak bibit dari proyek tidak ditanam gagal dari 15 petani yang ada . ,7 %). karena kurangnya tenaga yang tersedia Kegiatan penyuluhan/ sosialisasi, distribusi yang umumnya lahan untuk hutan rakyat bantuan dan penyerapan tenaga kerja cukup luas . ebih dari 1 hekta. keluarga petani dari program hutan rakyat secara umum di dua lokasi penelitian berklasifikasi sedang . asil penilaian bai. Saran Penilaian Nilai keberhasilan aspek sosial ekonomi ditinjau dari aspek fisik tanaman dan sosial pada klasifikasi tinggi di Desa Jabiren ekonomi petani dinilai dapat mewakili untuk terdapat 9 petani dari 20 petani . %) dan pencapaian tujuan pembangunan hutan rakyat. di Garung terdapat 7 petani dari 15 petani Karena itu sebaiknya pihak-pihak terkait bekerja . ,7 %). keras untuk terus melakukan yang terbaik bagi Secara umum penilaian keberhasilan petani pada dua aspek penilaian umumnya baik, sehingga keberhasilan rehabilitasi hutan dan hal ini disebabkan sebagian lahan berupa lahan dapat tercapai dengan baik di masa yang tanaman kebun walaupun luasan lahan akan datang. rata-rata O 2 ha dan telah ada tanaman Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 178 Ae 186 DAFTAR PUSTAKA