Ni Ketut Vira Yunita. Ni Made Liza Anggara Dewi Diterima Pada 1 Mei 20212021 29 Desember Disetujui Pada 15 September 3 Mei 20212022 Vol. No. 2, 2022 E-ISSN : Halaman P-ISSN : E-ISSN ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DARING MASA COVID-19 PADA GURU SENI BUDAYA DI SMP 8 DENPASAR Ni Ketut Vira Yunita1. Ni Made Liza Anggara Dewi2 Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Fakultas Seni Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Denpasar Virayunita43@gmail. com1, nimadelizaanggaradewi@gmail. Abstrak Corona Virus Disease (Covid-. merupakan virus yang sedang menyerang dunia dan dan juga Indonesia sehingga membawa dampak bagi semua kehidupan manusia. Bidang Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang juga terkena dampak dari serangan virus ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 dan juga factor pendukung serta penghambat pendidik dalam melaksanakan pembelajaran daring. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 8 Denpasar, dimana penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik SMP Negeri 8 Denpasar. Teknik pengumpulan data yakni berupa angket terbuka, wawancara, pengamatan dan penelusuran pustaka daring dengan analisis data kualitatif deskriptif. Kata Kunci: covid-19, pembelajaran daring, factor pendukung, factor penghambat PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 penyebaran penyakit koronavirus yang mulai muncul pada tahun 2019. Wabah penyakit ini telah menimpa kehidupan manusia disegala bidang. Seperti pada bidang pendidikan, yaitu dari awal diberitakannya virus ini, pemerintah mengeluarkan peraturan untuk belajar dari rumah dalam jaringan atau yang biasa disebut BDR/daring. Dimana kondisi ini secara tidak langsung menuntut segala memanfaatkan teknologi sebagai media Jadi hal tersebut memberikan dampak bagi dunia pendidikan, khususnya guru secara tidak langsung dituntut untuk bisa memanfaatkan teknologi sebagai media dalam proses pembelajaran selama kegiatan pembelajaran dilakukan jarak jauh dalam SMP Negeri 8 Denpasar di bawah pimpinan I Wayan Murah. S,pd merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama di Denpasar Bali yang terdampak akan pandemi covid-19 ini. Sejak 16 Maret 2020 lalu sesuai dengan kebijakan pemerintah, pembelajaran daring. Proses pembelajaran diberlakukannya kebijakan belajar dari rumah tersebut hingga sekarang, dapat dikatakan sudah cukup lama. Pemberlakuan peraturan tersebut ternyata membuat beberapa pihak mengalami kesulitan, baik dari guru, siswa dan juga orang tua murid. Proses menggunakan media teknologi, seperti handphone, laptop dan kuota untuk dapat mengakses jaringan internet. Dari keadaan tersebut masih banyak pihak yang sepertinya belum siap, dikarenakan semua ini terjadi Ni Ketut Vira Yunita. Ni Made Liza Anggara Dewi secara tiba-tiba dan menjadi hal baru khususnya dalam proses pembelajaran. Berbanding lurus dengan hal tersebut, pada era industri 4. 0 atau yang sering disebut industri keempat dengan perkembangan teknologi digital yang semakin canggih. Semua bidang kehidupan seperti dituntut untuk bisa menyesuaikan diri atas perkembangan tersebut, khususnya dalam bidang pendidikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dalam proses Seperti yang disampaikan oleh Iwan Pranoto dalam bukunya Paradigma Pendidikan Seni, mengatakan bahwa kemajuan teknologi dan komunikasi yang telah merubah gaya hidup manusia dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan seni. Guru dan peserta didik di tuntut untuk lebih kreatif dan inovatif dengan tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan local (Suherman, 2017:vi. Selain siswa seorang guru juga dituntut untuk bisa mengerti dan menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran agar tidak tertinggal. Dalam memberikan pembelajaran, guru harus bisa membuka wawasan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Kegiatan pembelajaran yang biasanya dilakukan di Sekolah dengan bimbingan yang diberikan secara langsung oleh sekolah dan guru. Materi dan tujuan pembelajaran dapat dikendalikan sepenuhnya dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa. Sehingga pada proses pembelajaran daring ini diperlukan cara atau metode yang tepat untuk memberikan dan menyampaikan materi pembelajaran agar siswa pada saat menerima pembelajaran tidak mengalami menerima materi pembelajaran dengan baik. Karena dalam proses pembelajaran harus adanya interaksi antara guru dan siswa. Interaksi yang dimaksud adalah komunikasi antara guru dan siswa yang memiliki pengaruh timbal balik dan mempengaruhi satu sama lain. Dalam proses inteksi tersebut kedinamisan suasana, menghasilkan suatu perubahan, melibatkan komunikasi timbal balik antara guru dan siswa, dan melibatkan suatu kelompok kelas (Suwarna. Sehingga untuk meningkatkan respons siswa dalam proses pembelajaran jarak jauh dibutuhkan sebuah model atau metode pengajaran khusus. Proses pembelajaran adalah kegiatan interaksi antara pendidik dan peserta didik di dalam kelas. Dimana proses pembelajaran akan melibatkan kegiatan belajar dan keberhasilan siswa untuk mencapai hasil yang baik dalam pendidikan. Marquis & Hilgard . alam Suyono & Hariyanto, 2016: menyatakan bahwa Aubelajar merupakan suatu proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang, melalui pembelajaran, dan lain-lain sehingga terjadi perubahan dalam diriAy. Pada dasarnya belajar merupakan bagian dari proses terjadinya perubahan sesuai dengan tujuan Serta manfaat yang bisa diambil menurut Suyono & Haryanto . yaitu memperoleh pengetahuan yang dikembangkan melalui pengalaman yang dikembangkan melalui saling berbagi, sehingga memberikan keuntungan bagi yang Menurut (Joyce dan Weil dalam Rusman 2012:. model atau metode pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk rencana Metode yang baik akan menghasilkan pembelajaran yang kreatif dan Sehingga pembelajaran seorang guru harus memiliki menyampaikan materi pembelajaran, agar materi atau pembelajaran dapat diterima Ni Ketut Vira Yunita. Ni Made Liza Anggara Dewi dengan baik. Seperti dalam mata pelajaran Seni Budaya yang lebih menekankan pada pengalaman kreatif dan apresiatif siswa dalam menumbuhkembangkan potensi estetisnya mengenai wawasan pengetahuan tentang seni (Iriaji, 2011:. Mata pelajaran seni budaya adalah mata pelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengapresiasi dan berkreasi untuk menghasilkan sebuah produk nyata yang bermanfaat bagi Seperti mata pelajaran seni budaya pada pendidikan Sekolah Menengah Pertama dengan empat materi seni di dalamnya, yaitu seni drama, tari, musik, dan Masing-masing materi mengacu pada pola seni tradisi, seni nusantara dan seni mancanegara yang disesuaikan dengan tingkatan kognitif siswanya. Guru seni budaya dalam hal ini dituntut untuk menghasilkan pengalaman kreatif dan menumbuhkembangkan potensi estetisnya mengenai wawasan pengetahuan tentang Sehingga di tengah kondisi pandemi covid-19 dengan proses pembelajaran jarak jauh dalam jaringan ini dari pihak guru, siswa, maupun orang tua siswa mengalami perubahan yang terjadi secara tiba-tiba Berdasarkan masalah di atas, maka perlu untuk membuat kajian mengenai proses pembelajaran daring di masa Covid-19 terhadap guru seni budaya di SMP Negeri 8 Denpasar, yaitu mengenai faktor pendukung Sehingga diharapkan nanti, kajian ini dapat menjadi acuan khususnya dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan diri, khususnya dalam situasi sulit yang tidak dapat kita prediksi. Serta mampu menghadapi tantangan dalam perkembangan era digital dikemudian hari. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang merupakan pendekatan alamiah yang digunakan untuk memahami pandangan individu dan menjelaskan proses mengenai objek, subjek, dan latar penelitian (Putra,2013:. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 8 Denpasar yang merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang terdampak akan pandemi Covid-19. Subjek penelitian ini adalah guru seni budaya di SMP Negeri 8 Denpasar, dengan objeknya adalah mata pelajaran seni budaya sebagai materi ajar yang membutuhkan interaksi khusus antara guru dengan siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data purposive sampling non random dengan teknik wawancara semi terstruktur. Pengambilan sampel ditentukan dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai diharapkan dapat menjawab permasalahan (Sugioyo,2015:. Tujuan menganalisis proses pembelajaran daring serta faktor pendukung dan penghambat yang dialami oleh guru seni budaya di SMP Negeri 8 Denpasar selama pandemi Covid19. Instrumen yang digunakan berupa pedoman dokumentasi yang diperoleh dari guru seni budaya di SMP Negeri 8 Denpasar. Di dalam pemberian angket terbuka tersebut berisi pertanyan atau pernyataan yang dapat diisi secara bebas oleh responden. Dokumen berupa catatan peristiwa yang sudah tejadi baik berupa gambar taupun tulisan (Muri Yusuf, 2017:. Miles dan Huberman . alam Muri Yusuf,2017:. menjelaskan teknik pengumpulan data dapat dilakukan Ni Ketut Vira Yunita. Ni Made Liza Anggara Dewi dengan berbagai teknik yang berbeda-beda. Penelitian ini melakukan tiga kegiatan analisis data secara serempak yaitu . reduksi data, . data display, dan . penarikan kesimpulan. Kemudian data yang deskriftif, sebagai berikut: . Data mengenai proses pembelajaran seni budaya di SMP Negeri 8 Denpasar . Data mengenai factor pendukung pembelajaran daring pada masa Covid-19 . Data mengenai factor penghambat pembelajaran daring pada masa Covid-19. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan dari hasil penelitian yang didapatkan dari hasil angket dan wawancara yang dilakukan secara daring. Angket diberikan pertanyyan melalui Google form, sedangkan wawancara menggunakan media Whatsapp. Adapun hasil penelitian yang diperoleh delapan pengerjaan lapangan Angket Angket diberikan kepada guru seni budaya di SMP Negeri 8 Denpasar. Angket yang diberikan berupa angekt terbuka dimana jawaban diisi langsung oleh responden. Pengisian angket ini bertujuan untuk mendapatkan informasi berupa pelaksaan proses pembelajaran dari selama pandemi covid-19. Adapun hasil yang diperoleh dari angket tersebut dapat dikatakan ada beberapa hal yang terjadi diantaranya 1. Siswa kesulitan jaringan, 2. orang tua tidak mengawasi dan ditinggal bekerja, 3. siswa tidak semua memiliki alat atau media pembelajaran baik berupa handphone atau laptop. Wawancara Wawancara penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur terhadap 2 responden utama yaitu guru seni budaya di SMP Negeri 8 Denpasar. Wawancara informasi yang didapatkan dari angket. Adapun hasil wawancara yang telah dilakukan kepada guru seni budaya. selama proses pembelajaran di masa Covid-19 ini menggunkan proses pembelajaran daring dan mengetahui, bagaimana proses pembelajarannya yang terlah terlaksana selama pandemic Covid-19 menghimbau untuk seluruh kegiatan pembelajaran tidak terkecuali seni budaya melakukan pembelajaran secara daring/online dimana itu bertujuan untuk memutus rantai dari virus Covid19 ini. Prosedur yang dilakukan selama proses pembelajaran seni budaya mengikuti pembagain yang telah ditentukan dimana kelas seni budaya terlaksana pada hari selasa pada jam 00 Wita dan medianya menggunakan Whatsapp penghubung antara guru dengan peserta Kami dari pihak guru pengajar akan membuatkan grup untuk para pesrta didik mengumpulkan materi dan juga bagi pendidik untuk memberikan materi pembelajaran. Pada pemberian tugas guru akan menyesuaian dengan materi yang telah diberikan, biasanya tugas akan langsung diberikan di akhhir pembahasan materi. Tugas yang diberikan kadang berupa jawaban soal, juga berupa menggambar dan bernyanyi, tugas tersebut dibuat sesuai materi yang didapatkan. Selama pengerjan tugas peserta didik diwajibkan untuk menulis data diri agar pada saat mendatanya denganbaik, dikarenkan tugas-tugas diberikan terkadang mengisi google Untuk sistem tugas yang diberikan berupan esey sedangakn untuk ulangan harian dan juga uts memberikan soal Ni Ketut Vira Yunita. Ni Made Liza Anggara Dewi berupa pilihan ganda. uru seni budaya kelas 7&. Selain mengenai proses pembelajaran yang berlangsung saat pandemi covid-19 ini penelitian ini juga mencari mengenai faktor pendukung guru dalam melaksanakan proses pembelajaran daring dimasa Covid-19 ini faktor yang sangat mendukung proses pembelajaran ini adalah paket data/pulsa dan juga alat elektronik baik hp/laptop, tetapi paket data/pulsa adalah faktor utama dimana untuk mendapatkan jaringan internet itu merupakan sebagai penghubung antara guru dan peserta didik. Jika terkendala dalam sistem jaringan maka proses pembelajaran tidak akan terganggu. Selian factor pendukung penelitian ini pasti mencari tentang faktor penghambat guru dalam melaksanakan proses pembelajaran daring dimasa Covid-19 agar mengetahui baik dari segi positif maupun negatif. Adapun faktor penggambat yang terjadi selama proses pembelajaran daring ini berlangsung terletak pada, pertama siswa tidak semua memahami cara penggunaan TIK dan juga tidak semua siswa memilih hp secara pribadi, ada beberapa siswa yang menggunakan milik orang tua. Kedua peserta didik malas dalam pengumpulan tugas-tugas yang diberikan, dimana guru pengumpulan selama 2 hati setelah kelas berlangsung, tetapi masih saja da siswa yang mengumpulkanya di pertemuan minggu depnnya, terkadang itu membuat guru sulit dalam menentukan kehadiran siswa. Ketiga disini guru diharuskan untuk mengunduh semua tugas-tugas peserta didik jadi kadangkadang memori hp dan flasdisk kami juga penuh sehingga tidak dapat mendownload tugas dari peserta didik sehingga kami harus melilah file yang telah dikirimkan. Pada saat pemberiam materi tidak dapat secara maksiamal seperti pada pertemuan tatap muka langsung sebelumnya dimana guru dapat menjelaskannya secara langsung dan dilihat langsung oleh peserta didik, tetapi pada saat daring guru tidak bisa melakukan hal tersebut sehingga agak sulit dalam pemmberian materi. Terkadang ada siswa yang sama sekali tidak mengumpulkan tugas dari pertemuan awal hingga UTS itu membuat guru sedikit bingung dalam memberikan penilaian . uru seni budaya kelas 7 dan . Berdasarkan hasil penelitian tersebut dengan metode kualitatif deskrptif yang melalui pengumpulan data melakukan teknik angket dan wawancara dilakukan pada guru seni budaya di SMP Negeri 8 Denpasar tentang proses pembelajaran daring dan juga faktor penghambat serta pendukung dalam proses pembelajaran selama daring ini berlangsung dapat ditarik kesimpulan bahwa. Covid-19 ini sangat berdampak pada bidang Pandemi virus ini menyebabkan proses pembelajaran yang sebelumnya berlangsung dengan cara tatap muka dimana guru dapat melihat dan memantau siswa pembelajran secara daring sehingga itu membuat adanya jarak antara guru dan peserta didik dalam memantau kegiatan Keikutsertaan pembelajaran daring di SMP bisa dibilang kurang dari 100% dimana masih ada peserta didik yang jarang mengumpulkan tugas dan ada juga yang sama sekali tidak mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru sehingga itu membuat guru bingung dalam memberikan penilaian dikelas. Pembelajaran seni budaya ini sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan baik Pembelajaean daring ini menggunakan media berupa Whatsapp untuk grup kelas sebagai tempat untuk pemberian dan pengumpulan materi serta Google form untuk mengabsen peserta didik. Ni Ketut Vira Yunita. Ni Made Liza Anggara Dewi Dari pembelajaran daring ini membawa dampak untuk peserta didik, dampak yang dialami peserta didik adalah mengalami kejenuhan dan juga bosan. Dimana kegiatan belajar hanya dilakukan di rumah saja sehingga tidak ada interaksi antara temanteman di kelas tidak seperti pelaksaan pembelajaran yang secara tatap muka siswa dapat berinteraksi sepeti bermain bersama, melakukan tugas secara berkelompok, bersosialisasi antar sesame kelas lain. Disini juga guru menilai rasa tanggung jawab dan disiplin peserta didik untuk mengisi daftar kehadiran dalam pembelajaran kelas daring. Peserta didik sedikit mengeluh mengenai diberikan dengan jangka waktu yang lama dan terus menerus, begitu pula juga dengan guru merasa tidak nyaman dalam proses pembelajaran hanya dilakukan secarara daring sehingga dalam penjelasan dan pemberian materi tidak dapat secara Penilaian yang diberikan guru tetap sama dengan penilain yang sebulmnya berlaku untuk kelas tatap muka langsung. Penilaian diberikan kepada pesrta didik langsung pada saat pengumpulan tugas yang diberikan. Pembelajaran daring ini dapat terlaksana karena ada beberapa faktor pendukung berupa laptop, hp, paket data dengan jaringan yang baik dan juga pulsa. Paket dana dan hp merupakan faktor pendukung utama yang harus dimili dalam proses pembeljaran secara daring ini dimana itu akan memudahkan guru pada saat mengajar. Faktor pendukung dalam pembelajaran daring ini dalah memanfaatkannya secara maksimal fitur-fitur yang tersedia. Cara guru perkembangan jaman saat ini dengan cara mencari media pembelajaran yang dapat mendukung proses pembelajaran menjadi Selain faktor pendukung pasti berkain dengan faktor penghambat. Dalam proses pembelajaran daring di SMP Negeri 8 Denpasar juga mengalami hambatan selama proses pembelajaran. Yang sering terjadi ketersedian media berupa hp dan Juga jaringan internet untuk proses pembelajran. Tidak semua peserta didik memiliki hp yang dipegang secara pribadi melainkan dipakai bersamaan dengan orang tua. Ini juga jadi penghambat dalam proses pembelajaran dimana pada saat orang tua bekerja pasti akan membara hp tersebut, sehingga peserta pembelajaran daring tersebut. Selain itu juga kendala sering terjadi pada jaringan internet dimana, buruknya sinyal sehinga pada saat pengupulan tugas terhambat dan juga habisnya paket data sehingga harus membeli kembali tetapi bagi pesrta didik yang hidupnya pas-pasan dikarenakan ada beberapa orang tuga yang berhenti bekerja sehingga untuk membeli paket data sedikit kesusahan. Selain dari kedua kedua faktor tersebut, ada faktor lain yang menghambat pembelajaran daring yaitu kemalasan siswa dalam mengikuti Rasa jenuh dan bosan menumbulkan kemalsan pada peserta didik dikarekan pembelajaran dilakukan di rumah dan pembelajaran ini berlangsung sangat lama. Meskipun suda didukung dengan fasilitas yang menunjang pembelajaran. Kemudian masih banyak orang tua yang tidak dapat membimbing peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dari dikarenakan bekerja. Ada beberapa cara agar dapat mengatasi hambatan yang terjadi, antaranya dengan melakukan pengarahan kepada pesrta didik sebelum pembelajaran berlangsung untuk mempersiapkan agar pada saat kelas Selanjutnya guru memperbolehkan siswa yang kedaan rumahnya berdekatan untuk Ni Ketut Vira Yunita. Ni Made Liza Anggara Dewi bisa bergabung Bersama dalam kelas tetapi seatas izin orang tua peserta didik. Selain itu pengumpulan tugas bagi peserta didik yang menggunkana HP dari orang tuanya yang sibuk bekerja. Pembelajaran daring juga tidak akan lpeas dari sebuah peran orang tua peserta didik, walaupun peserta didik sudah menduduki pendidikan tingkat SMP orang tua harus Sehingga orang tua tahu perkembangan peserta didik dalam proses dan menerima pembelajaran daring dari Selain pengawasan orang tua guru memberikan motivasi untuk tetap semangat belajat walaupun proses pembelajaran dilakukan secara daring. Cara guru memberikan motivasi kepada peserta didik adalah dengan cara pada saat memberian materi buatlah semenarik mungkin agar peserta didik tetap semangat dalam belajar walaupun pembelajaran dilakukan secara daring dan dikerjakan dari rumah. PENUTUP Pemilihan tersebut dikarenkan tujuan penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran daring serta faktor-faktor pendukung dan penghabat apa saja yang Instrumen menghasilkan data-data yang baik dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara, angket dan dokumentasi diberikan pada guru seni budaya di SMP negeri 8 Denpasar. Dan ditahapan terakir pada penarikan kesimpulan dimana peneliti sudah sejak awal pengumpulan data, peneliti telah mencatat dan dikihat pada wawancara serta memo-memo telah ditulis di rangkum menjad kesimpulan untuk menjawab atau tidak masalah yang dinahas sebelumnya, karean penelitian kualitatif akan selalu berkembang pada saat peoses penelitian berada dilapangan. Data yang didapat berupa angket dan wawancara yang dilakukan pada guru seni budaya ditempat penelitian. Peneliti membuat sebuah analysis mengenai proses pembelajaran daring oleh guru di masa covid-19 serta faktor apa saja yang mendukung dan menghambat proses Prosedur yang dilakukan selama proses pembelajaran seni budaya mengikuti pembagain yang telah ditentukan dimana kelas seni budaya terlaksana pada hari selasa pada jam 10. 00 wita dan medianya menggunakan aplikasi Whatapp sebagai media penghubung antara guru dengan peserta didik. Faktor yang sangat mendukung proses pembelajaran ini adalah paket data/pulsa dan juga alat elektronik baik hp/laptop, tetapi paket data/pulsa adalah faktor utama dimana untuk mendapatkan jaringan internet itu merupakan sebagai penghubung antara guru dan peserta didik. Faktor penghambat yang terjadi selama proses pembelajaran daring ini berlangsung terletak pada, pertama siswa tidak semua memahami cara penggunaan TIK dan juga tidak semua siswa memili HP secara pribadi, ada beberapa siswa yang menggunakan milik orang tua. Kedua peserta didik pengumpulan tugas-tugas yang diberikan, dimana guru sudah memberikan batas waktu pengumpulan selama 2 hati setelah kelas berlangsung, tetapi masih saja da siswa yang mengumpulkanya di pertemuan Ni Ketut Vira Yunita. Ni Made Liza Anggara Dewi minggu depnnya, terkadang itu membuat guru sulit dalam menentukan kehadiran Pada saat pemberiam materi tidak dapat secara maksiamal seperti pada pertemuan tatap muka langsung sebelumnya dimana guru dapat menjelaskannya secara langsung dan dilihat langsung oleh peserta didik, tetapi pada saat daring guru tidak bisa melakukan hal tersebut sehingga agak sulit dalam pemmberian materi. Terkadang ada siswa yang sama sekali tidak mengumpulkan tugas dari pertemuan awal hingga UTS itu membuat guru sedikit bingung dalam memberikan penilaianAy . uru seni budaya kelas 7&. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dengan metode pengumpulan data melakukan teknik angket dan wawancara dilakukan pada guru seni budaya di SMP Negeri 8 Denpasar tentang proses pembelajaran daring dan juga faktor penghambat serta pendukung dalam proses pembelajaran selama daring ini berlangsung dapat ditarik kesimpulan bahwa, covid-19 ini sangat berdampak pada bidang Pendidikan. Pandemic virus ini menyebabkan proses pembelajaran yang sebelumnya berlangsung dengan cara tatap muka dimana guru dapat melihat dan memantau siswa secara langsung berubah menjadi pembelajran secara daring sehingga itu membuat adanya jarak antara guru dan peserta didik dalam memantau kegiatan kelas. Keikutsertaan pembelajaran daring di SMP bisa dibilang kurang dari 100% dimana masih ada peserta didik yang jarang mengumpulkan tugas dan ada juga yang sama sekali tidak mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru sehingga itu membuat guru bingung dalam memberikan penilaian dikelas. Dari pembelajaran daring ini membawa dampak untuk peserta didik, dampak yang dialami peserta didik adalah mengalami kejenuhan dan juga bosan. Peserta didik sedikit mengeluh mengenai pembelajran daring ini dikarenakan diberikan dengan jangka waktu yang lama dan terus menerus, begitu pula juga dengan guru merasa tidak nyaman dalam proses pembelajaran hanya dilakukan secarara daring sehingga dalam penjelasan dan pemberian materi tidak dapat secara maksimal. Ini juga jadi penghambat dalam proses pembelajaran dimana pada saat orang tua bekerja pasti akan membara Hp tersebut, sehingga peserta didik tidak bisa mengikuti kelas pembelajaran daring tersebut. Selain itu juga kendala sering terjadi pada jaringan internet dimana, buruknya sinyal sehinga paad saat pengupulan tugas terhambat dan juga habisnya paket data sehingga harus membeli kembali tetapi bagi pesrta didik yang hidupnya pas-pasan dikarenakan ada beberapa orang tuga yang berhenti bekerja sehingga untuk membeli paket data sedikit kesusahan. Cara guru memberikan motivasi kepada peserta didik adalah dengan cara pada saat memberian materi buatlah semenarik mungkin agar peserta didik tetap semangat dalam belajar walaupun pembelajaran dilakukan secara daring dan dikerjakan dari DAFTAR RUJUKAN Daftar Pustaka