KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 https://bestjournal. id/index. php/kovalen Aplikasi Edible Coating Albedo Semangka dengan Penambahan Ekstrak Etanol Daun Bandotan pada Tomat Napu [Application of Edible Coating of Watermelon Albedo with the Addition of Ethanol Extract of Bandotan Leaves on Napu Tomat. Mohammad LutfiA. Asri Wulandari. Fito. Hizra Nur Rahmadina. Nur Chaedar. Nurhaeni. Aini Auliana Amar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Tadulako. Jalan Soekarno-hatta Km 9. Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu. Indonesia Abstract. One of the causes of food waste is due to the lack of post-harvest handling of fruits or vegetables, therefore, an innovation is needed to overcome this problem, one of which is with edible coating. This study aimed to determine the characteristics of edible coatings from watermelon albedo pectin with the addition of Bandotan leaf extract as an antibacterial against Napu tomatoes. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments, namely tomatoes . dible coatin. , tomatoes . dible coating 12. 5% bandotan leaf ethanol extrac. , tomatoes . dible coating 25% bandotan leaf ethanol extrac. , and tomatoes . dible coating 50% bandotan leaf ethanol extrac. The watermelon albedo pectin characterization test results were the equivalent weight of 558. 3 mg, methoxyl content of 6. 1%, galacturonic acid content of 32. 1%, moisture content of 11. and ash content of 9. From the results of tomato characterization tests for weight loss, moisture content, and microbial tests, the best treatment was produced by tomatoes . dible coating 50% antibacteria. , with consecutive results of 7. 90%, 53. 18%, 16. 6 colonies . -4 dilutio. , and 5. 6 colonies . -5 dilutio. Keywords: watermelon albedo, edible coating, food waste, pectin, tomato. Abstrak. Salah satu penyebab sampah makanan adalah karena kurangnya penanganan buah atau sayuran pasca panen, sehingga dibutuhkan suatu inovasi untuk mengatasi masalah ini salah satunya adalah dengan edible Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik edible coating dari pektin albedo semangka dengan penambahan ekstrak daun bandotan sebagai antibakteri terhadap tomat Napu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu tomat . dible coatin. , tomat . dible coating ekstrak etanol daun bandotan 12,5%), tomat . dible coating ekstrak etanol daun bandotan 25%), dan tomat . dible coating ekstrak etanol daun bandotan 50%). Hasil uji karakterisasi pektin albedo semangka yaitu berat ekivalen 558,3 mg. kadar metoksil 6,1%. kadar asam galakturonat 32,1%. kadar air 11,469% dan kadar abu 9,378%. Dan hasil uji karakterisasi tomat untuk susut bobot, kadar air dan uji mikroba perlakuan terbaik dihasilkan oleh tomat . dible coating antibakteri 50%), dengan hasil berturut-turut adalah 7,90%. 53,18%. 16,6 koloni . engenceran 10-. dan 5,6 koloni . engenceran 10-. Kata kunci: Albedo semangka, edible coating, sampah makanan, pektin, tomat Diterima: 12 September 2024. Disetujui: 28 Desember 2024 Sitasi: Lutfi. Wulandari. Fito. Rahmadina. Chaedar. Nurhaeni, dan Amar. Aplikasi Edible Coating Albedo Semangka dengan Penambahan Ekstrak Etanol Daun Bandotan pada Tomat Napu. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. : 204215. Corresponding author E-mail: pilupul8@gmail. https://doi. org/10. 22487/kovalen. 2477-5398/ A 2024 Lutfi et al. This is an open-access article under the CC BY-SA license. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 Lutfi et al. LATAR BELAKANG terdapat potensi limbah albedo semangka yaitu Indonesia, menurut data AuFood Waste 36% dari total berat semangka (Rizaty, 2. Index Report 2021Ay menjadi negara dengan Ada beberapa sektor penyumbang sampah peringkat pertama dengan kategori penghasil makanan seperti sektor rumah tangga, sektor sampah makanan terbesar di Asia Tenggara industri dan sektor pertanian . kemudian disusul Filipina di posisi kedua dan Tomat merupakan salah satu tanaman Vietnam di posisi ketiga (UNEP, 2. Salah hortikultura yang mudah mengalami kerusakan satu penyebab terjadinya adalah kurangnya pasca panen (Simamora dkk. , 2. Tingginya penanganan buah atau sayuran pasca panen, kandungan air . -95%) pada tomat, membuat hingga pendistribusian dan konsumsi. Oleh tomat banyak mengalami perubahan baik dari karena itu, dibutuhkan suatu metode yang dapat menangani fisiologi buah atau sayuran pengaruh fisiologis, mekanis, enzimatis dan pasca panen sehingga dapat memiliki masa mikrobiologis (Wisudawaty dkk. , 2. simpan yang lama. Salah satu metode untuk Sulawesi Tengah tomat yang banyak beredar memperpanjang masa simpan produk pasca adalah tomat Napu Hampir sebagian wilayah panen adalah dengan menggunakan edible mendapat pasukan tomat dari dari wilayah ini apalagi tomat Napu merupakan salah satu Edible coating merupakan lapisan tipis komoditi basis penggerak perekonomian di yang fleksibel serta bersifat biodegradable dan Kabupaten Poso (Mardial dapat dikonsumsi langsung bersama produk. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, akan Edible coating bertujuan untuk memberikan membantu para petani tomat Napu ketika penahanan yang efektif terhadap perpindahan mengirim produk pertanian mereka ke berbagai massa, sehingga produk memiliki masa simpan yang tahan lama (Adam dkk. , 2. Ada tiga Penggunaan edible coating saja tidak komponen senyawa yang sering dijadikan cukup untuk mempertahankan tomat Napu sebagai bahan utama edible coating, yaitu pasca panen sehingga diperlukan penambahan hidrokoloid . olisakarida, protei. , lipid . Salah satu antibakteri alami adalah paraffin, acetoglycerides, resi. dan komposit . enggabungan dua atau lebih kompone. Penelitian mengenai ekstrak daun bandotan (Quluby dkk. , 2. Pada penelitian ini, edible sebagai antibakteri sudah dilakukan seperti coating akan dibuat dari kelompok hidrokoloid dalam penelitian Astuti . dimana ekstrak karbohidrat yaitu pektin. Salah satu limbah antibakteri terhadap Staphylococcus aureus mengandung pektin adalah limbah albedo dan Escherichia coli dengan nilai KHM 50 mg/mL Albedo (Ageratum mg/mL. Penelitian dikonsumsi karena memiliki rasa asam dan dilakukan oleh Hasyim . dimana zona tekstur keras sehingga sering dibuang dan hambat paling besar terdapat pada konsentrasi menjadi limbah. Menurut Badan Pusat Statistik 35% ekstrak etanol daun bandotan dengan produksi nasional buah semangka di Indonesia ukuran 26,94 mm. Sejauh ini penelitian tentang pada tahun 2022 mencapai 367. 816 ton dan daun bandotan berfokus pada sifat farmokologi. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 Lutfi et al. antimikroba atau penggunaan langsung dalam dilanjutkan dengan pengovenan pada suhu bentuk ektrak murni. Sehingga keterbaharuan penelitian ini terletak pada penggunaan ekstrak daun bandotan ke dalam bidang teknologi menggunakan ayakan 50 mesh (Modifikasi metode Yuniar, 2. Kemudian, memperpanjang masa simpan tomat Napu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun bandotan simpan tomat Napu. Kabupaten Poso. METODE PENELITIAN Bahan dan Peralatan Bahan penelitian ini adalah limbah albedo semangka . iperoleh di wilayah Tondo kota Pal. , daun bandotan . iperoleh di kebun kopi Pal. Gambar 1. Bagan alir penelitian asam sitrat (Merc. , etanol 96% (Merc. NaCl (Merc. , aquades (Bratac. NaOH Ekstraksi pektin (Merc. HCl (Merc. , indikator fenol merah Serbuk (Merc. , whatman 41 (Cytiva Whatma. , ditambahkan 500 mL asam sitrat 5% kemudian gliserol (Merc. NaHCO3 (Merc. CaCl2 di ekstrak dalam penangas dengan suhu 85EE (Merc. NaCl fisiologis (Otsuk. selama 90 menit dengan pengadukan 600 rpm. Alat yang digunakan dalam penelitian Selanjutnya disaring untuk diambil filtratnya. ini adalah alat dasar penunjang yang ada di Filtrat kemudian dipanaskan pada suhu 90 EE oven (Memmer. , vakum buchner, hot plate (IKA C-MAG HS. , neraca Selanjutnya analitik (Ker. , desikator ditambahkan etanol 96% dan didiamkan 24 (Dura. , tanur (Muffl. , rotary evaporator (Yamat. , hair dryer (Philip. , colony counter (Funke Gerber menggunakan vakum buchner untuk diambil 8. , laminar air flow (Opticlean 1. Residu yang telah diperoleh di oven Preparasi limbah albedo semangka Albedo yang telah dipisahkan dari kulit luarnya dicuci dengan air mengalir kemudian dipotong kecil dan tipis. Selanjutnya albedo pada suhu 50EE selama 48 jam (Nurhaeni dkk. Prosedur Penelitian Selanjutnya. Karakterisasi pektin albedo semangka Berat ekivalen Sebanyak 0,5 g pektin dibasahi dengan 5 mL etanol 96% dan dilarutkan KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 Lutfi et al. dalam 100 mL aquades yang berisi 1 g di tanur pada suhu 600oC selama 6 jam NaCL. Larutan dititrasi dengan NaOH 0,1 N dengan indikator fenol merah (Picauly & Telepte, 2. Berat ekivalen . dihitung Kadar abu (%) = dengan menggunakan Persamaan 1. = berat sampel . y 1000 Volume NaOH . L)y N NaOH AA. (Bobot ab. (Berat pekti. y 100 A. Pembuatan ekstrak daun bandotan Daun bandotan150 g , dicuci kemudian Kadar metoksil diangin-anginkan hingga kering dan dihaluskan Larutan netral dari penentuan BE ditambah 25 mL larutan NaOH 0,25 N dan dikocok serta dibiarkan selama 30 menit Selanjutnya ditambahkan 25 mL HCl 0,25 N dan dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N dengan indikator fenol merah sampai titik akhir (Picauly & Telepte, 2. Volume NaOH y N NaOH y31 Kadar metoksil (%) = Berat sampel . Serbuk sebanyak 500 mL di dalam toples yang telah dilapisi lakban selama 3 hari sambil sesekali digoyang-goyangkan. Selanjutnya dilakukan penyaringan untuk diambil filtratnya. Kemudian, . murninya (Safridah & Rahmah, 2. Pembuatan edible coating Kadar asam galakturonat Dihitung dari mek . NaOH Pektin aquades sebanyak 20 mL sambil diaduk ekivalen dan kandungan metoksil (Fauzan menggunakan magnetik stirrer. Kemudian, , 2. ditambahkan 1 mL gliserol dan diaduk hingga KAG(%) = 176 y0,1 Z y100 Berat sampel . 31 y0,1 ycU y100 Berat sampel . Larutan selanjutnya dipanaskan pada suhu 40oC selama 15 menit sambil Kadar air (AOAC, 2. Larutan didinginkan dan ditambahkan Pektin 1 g ditimbang setelah cawan NaHCO3 . onsentrasi 0,5% b/. aluminium dikeringkan dalam oven selama ditambahkan garam CaCl2 sebanyak 0,5% 15 menit lalu didinginkan dalam desikator. dari bahan dan ditambahkan antibakteri Cawan homogen (Khairiyah dkk. , 2. dikeringkan pada oven di suhu selama 2 jam. Cawan didinginkan dan ditimbang kembali. Kadar air (%) = berat ycyyceycoycycnycu ycoyceycycnycuyci berat pektin basah Pelapisan buah tomat napu Tomat Napu diperoleh dari Pasar Inpres y 100 A. Kadar abu (AOAC, 2. Manonda. Tomat yang sudah disortir sesuai ukuran dan warna dicuci dan dianginkan Cawan porselin dikeringkan di oven sampai kering, kemudian tomat dilapisi edible pada suhu 100oC selama 3 jam. Lalu, coating dengan menggunakan teknik oles didinginkan dalam desikator kemudian Pektin ditimbang 1 g kemudian menggunakan kuas (Gambar . Buah tomat ditaruh di atas wadah pada temperatur ruang diletakan dalam cawan porselin kemudian KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 Lutfi et al. Perlakuan berdasrkan pada Gambar 3. Susut bobot(%) = berat bahan awal . Oeberat bahan akhir . berat bahan awal . y 100 . Kadar air Sebanyak 0,5 g sampel dikeringkan dalam oven pada suhu 150EE selama 4 jam diketahui bobot kosongnya. Selanjutnya didinginkan dalam desikator dan ditimbang sampai diperoleh bobot tetap (Febriyanti Gambar 2. Teknik oles edible coating , 2. Kadar air (%) = berat sampel kering berat sampel basah A. y 100 Total mikroba Sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 mL garam fisiologis dan dikocok Kemudian pengenceran dibuat dengan kelipatan 10-1 hingga 10-5. Cawan petri yang berisi media nutrien agar (NA) disiapkan sebanyak 8 mL dan masing-masing cawan petri diberi label untuk pengenceran 10-4, dan 10-5. Masingmasing diinokulasikan sebanyak 0,1 mL pada cawan petri yang berisi media NA. Inkubasi Gambar 3. Tampilan (A) Tomat edible coating, (B) Tomat edible coating ekstrak etanol daun bandotan 12,5%, (C) Tomat edible coating ekstrak etanol daun bandotan 25%, (D) Tomat edible coating ekstrak etanol daun bandotan 50%. dilakukan selama 24 jam pada suhu 37CC kemudian dihitung jumlah mikroba yang menggunakan colony counter (Ayu dkk. Karakterisasi tomat HASIL DAN PEMBAHASAN Susut bobot Karakteristik pektin albedo semangka Sampel yang belum diberi perlakuan Pektin merupakan komponen serat yang ditimbang sebagai berat awal dan tomat terdapat pada dinding sel primer dan lapisan yang sudah diberi perlakuan sebagai berat lamella tengah pada tanaman. Pektin tersusun dari tiga senyawa yaitu, protopektin yang berdasarkan persentase penurunan berat merupakan senyawa pektin yang tidak larut air. bahan awal hingga akhir penyimpanan (Ayu Asam pektinat . yang mengandung , 2. sejumlah metil ester. Asam pektat yang Perhitungan KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 Lutfi et al. merupakan senyawa asam galakturonat yang Kadar metoksil bersifat koloid dan bebas dari kandungan metil Kadar ester (Hidayah dkk. , 2. Pektin yang baik metanol yang terdapat dalam pektin (Aisyah umumnya sesuai dengan standar IPPA. , 2. Kadar metoksil berperan dalam mempengaruhi sifat fungsional larutan pektin . Tabel 1. Karakteristik pektin albedo semangka struktur dan tekstur pembentukan gel pektin. Aisyah dkk Karakterisasi Pektin Berat Ekivalen Penelitian 558,3 mg Berdasarkan standar mutu IPPA bahwa kadar IPPA metoksil pektin dibedakan menjadi dua yaitu 600-800 mg pektin bermetoksil tinggi . igh metoxyl pecti. dan pektin bermetoksil rendah . ow metoxyl Kadar Metoksil: > 7% Apabila kadar metoksil < 7% maka Pektin Metoksil Rendah 6,1% < 7% termasuk pektin bermetoksil rendah, begitu Kadar Asam Galakturonat 32,1% Min 35% Kadar Air 11,469% Maks 12% didapatkan bahwa kadar metoksil albedo Kadar Abu 9,378% Maks 10% semangka yang diperoleh adalah sebesar 6,1% Pektin Metoksil Tinggi Berdasarkan yang artinya pektin bermetoksil rendah. Pektin Berat ekivalen Berat ekivalen pektin albedo semangka keuntungan karena pektin jenis ini dapat yang diperoleh adalah sebesar 558,3 mg. Hasil langsung diproduksi tanpa melalui proses metilasi (Hanum dkk, 2. Hasil tersebut standar mutu IPPA, yaitu berat ekivalen pektin sejalan dengan penelitian yang dilakukan berkisar antara 600-800 mg, sehingga berat Meidina . bahwa kandungan metoksil memenuhi standar. Berat ekivalen pektin meningkatnya tingkat kematangan suatu buah. adalah ukuran terhadap kandungan asam Hal tersebut dapat terjadi karena ketika terjadi galakturonat bebas yang tidak teresterifikasi di dalam rantai molekul pektin (Febriyanti dkk. Semakin tinggi kandungan asam pektat metoksil menurun (Sirisakulwat et al. , 2. asam galakturonat pada pektin, maka buah yang sudah terlalu matang sehingga berat Semakin Salah satu faktor yang menentukan mutu Asam pektat banyak ditemukan pada Kadar asam galakturonat berat ekivalen juga semakin rendah. meningkatnya tingkat kematangan. Hal ini sejalan dengan penelitian Roikah dkk . yang mengatakan nilai berat ekivalen menurun galaktosa, rhamnosa dan jenis gula lainnya (Hatimah dkk. , 2. Pada penelitian ini tercampur dengan belimbing wuluh yang sudah didapatkan kadar asam galakturonat adalah matang sehingga mengalami hidrolisis dari sebesar 32,1%. Hasil yang diperoleh dibawah senyawa pektin menjadi asam pektat. standar mutu IPPA yaitu minimal 35%. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 Lutfi et al. Rendahnya hasil asam galakturonat semakin tinggi kadar airnya maka semakin yang diperoleh disebabkan karena adanya senyawa non uronat yang ikut terekstrak ke begitupula sebaliknya semakin rendah kadar dalam pektin seperti gula netral yaitu D- airnya maka semakin sulit juga mikroorganisme galaktosa. L-arabinosa dan L-ramnosa. Pada untuk berkembangbiak (Aisyah dkk. , 2. saat ekstraksi, senyawa-senyawa tersebut dapat terbawa dan mempengaruhi komposisi senyawa pektin yang dihasilkan. Perbedaan ekstraksi yang digunakan juga mempengaruhi kadar asam galakturonat (Nurhaeni dkk 2. Sementara mempengaruhi kadar asam galakturonat. Hal ini sejalan dengan penelitian Azad . yang mendapatkan kadar asam galakturonat tertinggi pada kulit jeruk lemon yang setengah matang dan kadar asam galakturonat yang paling rendah didapatkan dari pektin kulit lemon matang. Kadar abu Kadar abu merupakan bahan anorganik yang diperoleh akibat pembakaran dengan suhu tinggi sehingga diperoleh residu atau sisa pembakaran (Randa dkk. , 2. Uji kadar abu mengenai kandungan senyawa anorganik dan unsur mineral yang terkandung dalam pektin. Penetapan kadar abu menunjukan kadar mineral dan kemurnian dari pektin (Riferty dkk. Kandungan mineral yang terkandung pada buah berbeda tergantung dari jenis buah dan beberapa faktor seperti curah hujan. Kadar air Kadar air menjadi salah satu parameter tanah, kematangan Albedo yang sangat penting sebab kadar air akan semangka mengandung mineral meliputi fosfor dan zat besi serta yang paling dominan adalah dikarenakan tingkat kelembapan yang tinggi kalium dengan kandungan sebesar 82 mg /100 dapat memudahkan terkontaminasi oleh bakteri g bahan (Junior dkk. , 2. (Rahmayulis dkk. , 2. Dalam upaya untuk Hasil pada penelitian ini diperoleh kadar memperpanjang masa dari produk, biasanya abu yaitu sebesar 9,37%. Hal ini sesuai dengan akan dilakukan pengeringan hingga kadar standar mutu IPPA, bahwa kadar abu maksimum tertentu, karena produk yang memiliki kadar air Apabila kadar abu yang diperoleh semakin rendah bersifat lebih stabil dalam penyimpanan tinggi melebihi standar maka bisa dilihat bahwa jangka panjang dibandingkan produk yang pektin tersebut memiliki tingkat kemurniannya sangat rendah (Aisyah dkk. , 2. Sebaliknya, (Tumangger dkk. , 2. Berdasarkan hasil semakin rendah kadar abu yang diperoleh maka penelitian, diperoleh kadar air sebesar 11,46%. semakin murni pektin tersebut, sehingga pektin Menurut standar mutu IPPA, syarat kadar air dengan mutu terbaik adalah yang memiliki kadar untuk pektin adalah maksimum 12%, sehingga abu 0% (Castillo-israel et al. , 2. dalam penelitian ini kadar air pektin yang Apabila kadar air yang diperoleh melebihi ambang batas, pektin tersebut tidak memiliki masa simpan yang lama sebab Karakteristik tomat napu Susut bobot Susut bobot pada buah hortikultura dapat terjadi sejak panen hingga saat dikonsumsi. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 Lutfi et al. memiliki visual yang jelek yaitu menjadi keriput. pada jenis komoditi dan cara penanganan. Laju transpirasi yang cepat, berbanding lurus Susut bobot adalah kehilangan air dari dalam dengan kecepatan buah kehilangan susut buah diakibatkan oleh proses respirasi dan bobot (Kusumiyati dkk. , 2. Hal ini sesuai transpirasi pada proses tersebut, sehingga penelitian yang dilakukan Triardianto dkk . bahwa pisang kepok yang disimpan mengalami penyusutan (Arti dkk. , 2. Hasil pada suhu ruang terus mengalami penyusutan pengamatan susut bobot dilakukan pada tomat bobot mulai dari hari ke-0 hingga hari ke-12 di hari ke-10 dan pada temperatur ruang . EE yang menandakan bahwa buah pisang tersebut - 25EE). menggunakan cadangan makanannya untuk Susut bobot Besarnya susut bobot buah sangat tergantung proses metabolisme. Kadar air Kadar air merupakan kandungan air yang terdapat dalam suatu buah dan menentukan tingkat kesegaran dan masa simpan buah. Pembusukan lebih sering terjadi pada bahan yang basah atau lembab. Nilai kadar air penting Edible coating Edible coating Edible coating Edible coating ekstrak ekstrak ekstrak etanol daun etanol daun etanol daun bandotan bandotan 25% bandotan 50% 12,5% Variasi perlakuan Gambar 4. Susut bobot tomat penyimpanan 10 hari untuk diketahui untuk menentukan penanganan yang tepat bagi buah tersebut (Hadiwijaya dkk. Komponen yang paling tinggi dalam buah tomat adalah air . -95%), sehingga menyebabkan tomat sangat cepat mengalami kerusakan (Arti dkk. , 2. Pada Gambar 5 Berdasarkan dapat dilihat bahwa kadar air tertinggi diperoleh diketahui bahwa tomat yang dilapisi edible oleh tomat yang hanya teraplikasi edible coating memiliki susut bobot terbesar yaitu 16,46% dan yang terendah yaitu tomat yang dilapisi edible coating dengan penambahan penambahan ekstrak etanol daun bandotan ekstrak etanol daun bandotan 50%. Hal ini 50% dengan nilai 53,18%. dengan nilai 82,64%, dan yang sejalan dengan penelitian Putri dkk . pada Hal ini karena edible coating dengan ekstrak 0,5% dan 1,5% memperlihatkan laju penambahan ekstrak etanol daun bandotan peningkatan susut bobot yang lebih tinggi 50% lebih mampu mempertahankan kadar air dibandingkan dengan ekstrak hanya 0% dan Hal ini menunjukan bahwa terdapat . serta penambahan interaksi edible coating dengan ekstrak daun menghambat proses respirasi pada buah mempengaruhi permeabilitas dan laju respirasi Hal ini sesuai penelitian Rukhana . Selain itu, semakin lama buah disimpan yang menyatakan edible coating maka semakin tinggi pula susut bobot yang akan terjadi. Buah yang mengalami susut bobot mempertahankan kadar air sebesar 84,91%. ekstrak daun KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 Lutfi et al. lurus dengan kadar air karena tingginya dkk . dimana kadar air manisan tomat aktivitas kadar air menyebabkan kerentanan cherry dengan penggunaan edible coating terhadap aktivitas mikroba (Meidina, 2. Edible coating dengan penambahan ekstrak dibandingkan perlakuan lainnya yaitu tanpa etanol daun bandotan 50% memiliki jumlah edible coating dan edible coating tanpa koloni mikroba paling sedikit hal ini sesuai dengan penelitian Winarti dkk . yang Kadar air Hasil yang sama juga diperoleh Wisudawaty . ,80%) menyatakan bahwa salah satu keuntungan penambahan antibakteri adalah meningkatkan daya simpan, sifat penghalang lapisan film bakteri pembusuk. Edible Edible Edible Edible etanol daun etanol daun etanol daun 12,5% Tabel 2. Jumlah koloni mikroba tomat Jumlah koloni Perlakuan Pengenceran Pengenceran >300 >300 Variasi perlakuan Edible coating Gambar 5. Kadar penyimpanan 10 hari Total mikroba Kerusakan yang paling umum terjadi Edible coating antibakteri 12,5% Edible coating antibakteri 25% Edible coating antibakteri 50% disebabkan oleh mikroba. Pembusukan akibat KESIMPULAN serangan mikroba atau mikroorganisme dapat Karakteristik pektin albedo semangka dilihat dari permukaan kulit tomat yang ditandai bercak-bercak (Alternaria Fenomena ini terjadi akibat adanya genus kapang perusak seperti phoma, alternaria, gleosporium dan physalospora (Yuniastri dkk. Penelitian Wisudawaty dkk. yang mengaplikasikan coating pada manisan tomat cherry dimana dalam uji mikroba dapat menghambat Zygosaccharomyces diperoleh meliputi berat ekivalen 558,3 mg, 6,1% . ektin renda. , kadar asam galakturonat 32,1%, kadar air 11,469%, kadar abu 9,378%. Hanya kadar metoksil, kadar air dan kadar abu yang sesuai dengan standar IPPA. Edible coating dengan penambahan ekstrak etanol daun bandotan 50% mendapatkan hasil yang terbaik memberikan susut bobot 7,90%, kadar air 53,18% dan total mikroba 16,6 Berdasarkan Tabel 2. tomat yang hanya dilapisi edible coating memiliki jumlah koloni terbanyak yaitu lebih dari 300 atau tak Jumlah koloni mikroba berbanding . engenceran 10-. 5,6 . engenceran 10-. Penelitian menghasilkan pektin dengan kadar metoksil rendah yang cocok dalam pembentukan gel dalam kondisi rendah gula atau asam. Lutfi et al. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 204-215 UCAPAN TERIMAKASIH From Lemon Pomace During Ripening. Journal Of Food And Nutrition Sciences. , 30-35. Kami mengucapkan terima kasih kepada BELMAWA DIKTI selaku penyelenggara Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA