Ekuivalensi J u r n a l Eko nom i B i s n i s Studi Kasus Pengelolaan Keuangan UMKM Komditas Rumput Laut Latifa Indriani . Krismi Budi Sienatra Program Studi Kewirausahaan. Binus Business School. Universitas Bina Nusantara Korespondensi Email: krismi. budi@binus. Abstrak Manajemen keuangan yang efektif merupakan faktor kunci dalam kesuksesan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pada sektor berbasis rumput laut yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sumber daya finansial pada UMKM rumput laut dengan fokus pada tantangan dan peluang yang ada dalam praktik manajemennya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen untuk memperoleh data yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM masih bergantung pada pencatatan manual yang menghambat efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan keuangan. Selain itu, terbatasnya pengetahuan tentang penggunaan teknologi juga menjadi faktor yang menghalangi optimalisasi manajemen keuangan. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan integrasi aplikasi pencatatan digital yang dapat mempermudah proses administrasi, meningkatkan akurasi data keuangan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis data. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan praktik manajemen keuangan pada UMKM rumput laut agar lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing dalam pasar yang Kata kunci: Manajemen Keuangan. UMKM. Pengelolaan Modal Kerja. Rumut Laut Abstract Effective financial management is a key factor in the success of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. , particularly in the seaweed-based sector, which has significant potential for growth and development. This study aims to analyze financial resource management in seaweed MSMEs, focusing on the challenges and opportunities inherent in Latifa Indriani dan Krismi Budi Sienatra their management practices. This study employed a qualitative approach with in-depth interviews, direct observation, and document analysis to obtain comprehensive data. The results indicate that most MSMEs still rely on manual record-keeping, which hinders efficiency, accuracy, and transparency in financial management. Furthermore, limited knowledge of technology usage also hinders the optimization of financial management. As a recommendation, this study suggests the integration of digital record-keeping applications that can simplify administrative processes, improve financial data accuracy, and support more data-driven decision-making. This research is expected to make a significant contribution to the development of financial management practices in seaweed MSMEs, making them more efficient, sustainable, and able to increase competitiveness in a competitive market. Keywords: Financial Management. MSMEs. Working Capital Management. Seaweed PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia, berperan signifikan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor-sektor yang berpotensi besar namun kurang mendapat perhatian utama (Sitepu et al. , 2. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk berkembang adalah industri rumput laut. UMKM di bidang rumput laut tidak hanya memiliki kontribusi terhadap perekonomian lokal, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan alam dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat pesisir. UMKM perekonomian Indonesia, terutama di daerah. Mereka berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan diversifikasi ekonomi lokal. Namun, banyak UMKM rumput laut menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan mereka secara efektif (Lisnawati, 2. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kesulitan dalam membayar tagihan, melakukan investasi, dan mengembangkan usaha. Keterbatasan dalam akses . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Studi Kasus Pengelolaan Keuangan UMKM Komditas Rumput Laut terhadap pembiayaan, kurangnya pemahaman dalam perencanaan keuangan, dan ketergantungan pada sistem pembiayaan yang tidak terstruktur menjadi beberapa faktor yang menghambat keberlanjutan dan perkembangan UMKM. Hal ini menyebabkan rendahnya daya saing dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan pengelolaan UMKM negara-negara berkembang adalah dengan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk menerapkan Praktik Manajemen Keuangan (PMK). PMK didefinisikan sebagai serangkaian meningkatkan implementasi yang tepat dari aspek keuangan seperti akuntansi, pelaporan, penganggaran, dan tugas terkait lainnya (MangAoana et al. , 2. Kegagalan dalam hal praktik manajemen keuangan, terutama dari pemilik bisnis atau kurangnya manajemen keuangan sama sekali, seringkali menjadi penyebab utama masalah dalam manajemen keuangan usaha kecil dan menengah (Jindrichovska, 2. (Jindrichovska, 2. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana cara UMKM rumput laut dalam mengelola keuangannya terkhusus pada pencatatan, pengelolaan modal kerja, dan pengelolaan keuntungan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (Sugiyono, 2. Penelitian ini akan dilakukan di lokasi usaha rumput laut di Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Kecamatan Jerowaru merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 230 Latifa Indriani dan Krismi Budi Sienatra terbesar di Lombok Timur dan terdapat banyak UMKM rumput laut yang beroperasi di daerah ini. UMKM rumput laut di Jerowaru dipilih sebagai studi kasus karena mereka mewakili karakteristik UMKM rumput laut di daerah pesisir dan dapat memberikan wawasan berharga tentang pengelolaan modal kerja dalam konteks lokal. Narasumber dalam penelitian merupakan UMKM yang berada di wilayah Kabupaten Rohan meliputi 1 orang petani rumput laut, 1 orang pengusaha dodol rumput laut, 1 orang pengusaha pencok rumput laut dan 1 orang pengepul rumput laut. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan, mulai dari bulan Juni hingga Agustus 2024. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara semi terstruktur. Untuk memastikan keabsahan data yang diambil dari narasumber, penelitian ini melakukan triangulasi data dengan membandingkan data yang diperoleh dari berbagai sumber dan metode pengumpulan data untuk memastikan konsistensi dan keakuratan informasi. Setelah melakukan triangulasi data kemudian dilanjutkan dengan melakukan member checking untuk memastikan keabsahan data yaitu mengonfirmasi hasil analisis data dengan informan untuk memastikan bahwa interpretasi peneliti sesuai dengan pengalaman dan pandangan mereka. Selanjutnya dilakukan transkrip data dari hasil wawancaran yang selanjutnya transkrip tersebut dilakukan pengolahan data dengan bantuan alat NVivo untuk melakukan tahapan pertama yaitu reduksi data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi akan direduksi dengan cara mengorganisasikan, memilih, dan merangkum data yang relevan dengan fokus penelitian (Alam, 2. Proses berikutnya adalah penyajian data yang telah direduksi akan disajikan dalam bentuk narasi, tabel, bagan, atau grafik untuk mempermudah pemahaman dan interpretasi. Pada tahap akhir analisis, yaitu penarikan . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Studi Kasus Pengelolaan Keuangan UMKM Komditas Rumput Laut kesimpulan. NVivo mempermudah identifikasi pola dalam data dengan fitur "Text Search Query" (Alam, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil NVivo Proses kerja NVivo dimulai dengan mengimpor data penelitian dalam berbagai format yang didukung, seperti file dokumen (. docx, . audio (. , atau video (. Setelah data diimpor, peneliti dapat mulai melakukan coding, yaitu memberikan label pada bagian-bagian tertentu dari data untuk menandai tema atau subtema yang relevan. Tema-tema tersebut dapat divisualisasikan melalui fitur hierarchy chart, yang memudahkan pemahaman tentang struktur data dan hubungan antar tema. Selain itu, fitur text search query memberikan kemampuan untuk menemukan pola atau kata kunci tertentu dalam dokumen besar dengan lebih efisien. Untuk mempermudah pelaporan, hasil analisis dapat diekspor dalam format yang mudah dipahami, seperti Excel atau Word. Serta fitur seperti word frequency query dapat memberikan wawasan tentang fokus utama dari data wawancara, sementara hierarchy chart dapat memvisualisasikan hubungan antara tema dan subtema yang ditemukan. Indikator Keuangan Kendala Solusi Tabel 1. Hasil Olah Nvivo Frekuensi Kata Kunci Frekuensi Interprestasi Kemunculan Pemasukan. Fokus utama pengeluaran, laba, penelitian adalah pengelolaan dana Dokumentasi. Masalah utama keterbatasan modal, dalam pengelolaan pencatatan manual Pencatatan sistematis. Menunjukkan laba ditahan, upaya perbaikan perencanaan kas yang dilakukan Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 232 Latifa Indriani dan Krismi Budi Sienatra Word Cloud Analisis word query pada sub-bab untuk mengidentifikasi frekuensi kata yang paling sering muncul dalam konteks pengelolaan keuangan pada UMKM rumput laut. Hasil word query divisualisasikan dalam bentuk word cloud, yang memberikan gambaran kata-kata kunci yang dominan dalam penelitian ini (Alam, 2. Berdasarkan tampilan word cloud dapat diamati bahwa kata-kata seperti Auusaha,Ay Aukeuangan,Ay dan AumodalAy memiliki ukuran relatif besar, menandakan bahwa topik seputar pengelolaan keuangan dan permodalan menjadi fokus utama bagi para narasumber. Terlihat pula kemunculan kata Aumencatat,Ay Aupembayaran,Ay Aulaporan,Ay dan Aupiutang,Ay yang merefleksikan betapa pentingnya proses pencatatan, pengelolaan arus kas, serta manajemen kewajiban finansial dalam keseharian UMKM Gambar 1. Word Cloud . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Studi Kasus Pengelolaan Keuangan UMKM Komditas Rumput Laut Selanjutnya, topik pengelolaan modal kerja terwakili oleh kata-kata seperti Aumodal,Ay Auutang,Ay Aumembayar,Ay dan Aukesulitan. Ay Hal ini menegaskan bahwa banyak pelaku usaha mengalami tantangan dalam menjaga kestabilan kas dan memenuhi kewajiban jangka pendek, terutama ketika penjualan menurun atau terjadi keterlambatan pembayaran dari pelanggan. Pengelolaan modal kerja yang tepat menjadi krusial untuk memastikan kelancaran produksi dan menghindari defisit arus kas. Hierarchy Chart Dalam penelitian kualitatif, hierarchy chart adalah salah satu metode visualisasi yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar tema atau kategori dalam data (Alam, 2. Gambar 2. Hierarchy Chart Berdasarkan hierarchy chart di atas, tampak bahwa topik-topik yang muncul dari wawancara atau coding penelitian terbagi ke dalam beberapa kategori besar, seperti Pengelolaan Modal Kerja. Pencatatan Transaksi Keuangan. Struktur Modal Usaha, dan lain-lain. Masing-masing kategori tersebut Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 234 Latifa Indriani dan Krismi Budi Sienatra memiliki sub-pembahasan yang menunjukkan isu-isu spesifik yang sering dibahas oleh narasumber. Jika dikaitkan dengan tiga topik utama pencatatan digital vs manual, pengelolaan modal kerja, dan pengelolaan keuntungan maka kita dapat melihat bagaimana tema-tema itu terstruktur dan saling berkaitan dalam hierarchy chart. Dari hierarchy chart, dapat diamati bahwa pencatatan manual keterlambatan pembuatan laporan. Kedua, pengelolaan modal kerja mencuat dalam kategori besar AuPengelolaan Modal Kerja,Ay yang dipecah lagi ke dalam topik AuPersediaan,Ay AuPiutang,Ay dan AuStrategi. Ay Hal ini menunjukkan bahwa manajemen modal kerja tidak hanya sekadar mengatur kas, tetapi juga berkaitan erat dengan seberapa efisien UMKM mengendalikan stok . , menagih piutang, serta menerapkan strategi operasional harian. pengelolaan keuntungan terungkap di subbagian seperti AuPenggunaan LabaAy atau AuStrategi Bisnis dan Reinvestasi. Ay Bagian ini memaparkan bagaimana pemilik UMKM membagi hasil usaha, apakah digunakan untuk kebutuhan pribadi, modal ekspansi, atau dana darurat. Ketika topik AuKeterbatasan LiterasiAy dan AuPelatihan atau PendampinganAy muncul, itu menandakan bahwa banyak pelaku UMKM belum sepenuhnya memahami pentingnya memisahkan keuangan pribadi dari keuangan bisnis. Dengan demikian, keuntungan sering habis untuk keperluan rumah tangga, dan dana untuk pengembangan usaha menjadi minim. Melalui hierarchy chart, kita melihat bahwa pembahasan soal AuPenggunaan LabaAy juga bersinggungan dengan isu AuStruktur Modal Usaha,Ay sebab pemilihan sumber pendanaan . isalnya, menahan laba vs pinjama. turut memengaruhi bagaimana laba dialokasikan. Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Studi Kasus Pengelolaan Keuangan UMKM Komditas Rumput Laut Project Map Project Map merupakan salah satu fitur di Nvivo yang memungkinkan visualisasi hasil penelitian dalam bentuk peta (Alam, 2. Visualisasi ini berasal dari koding yang telah dibuat sebelumnya, sehingga hasil koding tersebut dapat divisualisasikan secara lebih terstruktur. Peta proyek digunakan untuk mengeksplorasi atau menyajikan data secara visual dalam sebuah proyek penelitian. Peta ini terdiri dari berbagai bentuk yang merepresentasikan objek tertentu, serta tautan yang menunjukkan hubungan antar objek tersebut. Untuk membuat peta proyek, diperlukan data proyek yang sudah ada sebelumnya. Proses ini sangat membantu dalam menganalisis data, mengembangkan teori, serta menyajikan hasil penelitian secara visual. Gambar 3. Project Map Pengelolaan Arus Kas Pencatatan manual digunakan oleh pelaku usaha yang masih mengandalkan metode tradisional dalam mencatat transaksi keuangan. Pelaku usaha yang Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 236 Latifa Indriani dan Krismi Budi Sienatra termasuk dalam kategori ini adalah petani rumput laut yang mencatat hasil panen, pengeluaran, dan pemasukan secara sederhana menggunakan kertas atau buku catatan. Selain itu, terdapat penjual pencok rumput laut yang mengelola transaksi dari penjualan produk olahan pencok, serta penjual dodol rumput laut yang menjual makanan khas berbahan dasar rumput laut, keduanya juga menggunakan metode pencatatan yang serupa. Di sisi lain, pencatatan digital dilakukan oleh pelaku usaha yang lebih modern, seperti pengepul rumput laut. Kelompok ini memanfaatkan teknologi untuk mencatat arus kas secara lebih akurat dan efisien, mengingat peran mereka sebagai perantara yang mengumpulkan hasil panen dari para petani sebelum Perbedaan metode pencatatan ini mencerminkan tingkat adopsi teknologi yang bervariasi di antara pelaku usaha, tergantung pada posisi mereka dalam rantai bisnis rumput laut Gambar 4. Project Map Pencatatan Transaksi Keuangan . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Studi Kasus Pengelolaan Keuangan UMKM Komditas Rumput Laut Pencatatan manual digunakan oleh pelaku usaha yang masih mengandalkan metode tradisional dalam mencatat transaksi keuangan. Pelaku usaha yang termasuk dalam kategori ini adalah petani rumput laut yang mencatat hasil panen, pengeluaran, dan pemasukan secara sederhana menggunakan kertas atau buku catatan. Selain itu, terdapat penjual pencok rumput laut yang mengelola transaksi dari penjualan produk olahan pencok, serta penjual dodol rumput laut yang menjual makanan khas berbahan dasar rumput laut, keduanya juga menggunakan metode pencatatan yang serupa. Di sisi lain, pencatatan digital dilakukan oleh pelaku usaha yang lebih modern, seperti pengepul rumput laut. Kelompok ini memanfaatkan teknologi untuk mencatat arus kas secara lebih akurat dan efisien, mengingat peran mereka sebagai perantara yang mengumpulkan hasil panen dari para petani sebelum Gambar 5. Project Map Permodalan Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 238 Latifa Indriani dan Krismi Budi Sienatra Merujuk hasil wawancara keterkaitan antara penganggaran modal kerja dan struktur modal usaha yang merujuk pada pengelolaan modal kerja sangat erat kaitannya dengan pencatatan yang terstruktur. Pengepul rumput laut memiliki metode yang konservatif dalam menentukan modal kerja dan melakukan diversifikasi dalam struktur modalnya dengan modal pinjaman dari bank dan investor. Merujuk dari hasil wawancara yang mempengaruhi pengelolaan keuntungan ada dua yaitu reinvestasi keuntungan dan alokasi keuntungan. Peta tersebut menunjukkan bagaimana keuntungan dari rantai nilai rumput laut dialokasikan ke berbagai kebutuhan dan reinvestasi. Alokasi keuntungan ini menunjukkan adanya strategi diversifikasi dalam pengelolaan keuangan yang disesuaikan dengan posisi dan peran masing-masing pelaku usaha di sepanjang rantai nilai rumput laut. Gambar 6. Project Map Alokasi Keuntungan . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Studi Kasus Pengelolaan Keuangan UMKM Komditas Rumput Laut Struktur ini juga mencerminkan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek, seperti kebutuhan pokok, dan keberlanjutan jangka panjang melalui investasi pada alat produksi dan tabungan. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat pelaku usaha memiliki metode tersendiri dalam mencatat keuangan dengan menggunakan aplikasi digital seperti AuBuku WarungAy dan pencatatan manual dengan Hal ini menandakan bahwa UMKM usaha rumput laut lebih menyukai dengan pencatatan secara manual seperti yang terjadi di UMKM lain yang skalanya masih kecil (Sienatra et al. , 2. Dalam hal memuat perencanaan keuangan jangka panjang, pelaku usaha rumput laut belum pernah membuat anggaran tahunan atau rencana keuangan jangka panjang. Fokus utamanya adalah memastikan pengeluaran tidak melebihi pemasukan. Dalam penelitian ditemukan bahwa hanya pengepul rumput laut yang menggunakan kombinasi antara modal eksternal dan internal. Namun, sebagian besar pelaku usaha cenderung menghindari penggunaan modal eksternal, terutama karena keberatan terhadap beban utang dan bunga yang menyertainya. Struktur modal mengacu pada kombinasi antara ekuitas dan utang yang digunakan perusahaan untuk mendanai operasionalnya. Teori struktur modal, seperti trade-off theory dan pecking order theory, memberikan panduan dalam menentukan komposisi modal yang optimal (Park & Jang, 2. Trade-off theory menekankan pentingnya keseimbangan antara manfaat pajak yang diperoleh dari utang dengan risiko kebangkrutan yang disebabkan oleh beban utang yang tinggi. Di sisi lain, pecking order theory menjelaskan bahwa perusahaan cenderung lebih mengutamakan pendanaan internal, seperti laba ditahan. Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 240 Latifa Indriani dan Krismi Budi Sienatra dibandingkan dengan pendanaan eksternal, seperti penerbitan saham atau utang (Bhama et al. , 2. Keputusan struktur modal perusahaan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk biaya modal, tingkat risiko bisnis, dan kondisi pasar keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa preferensi terhadap pendanaan internal oleh pelaku usaha kecil, termasuk pengepul rumput laut, sejalan dengan pandangan teori pecking order yang mengutamakan stabilitas dan meminimalkan risiko finansial jangka panjang (Aljamaan, 2. Modal kerja merupakan komponen yang sangat penting dalam menjaga kelancaran aktivitas operasional perusahaan sehari-hari. Modal kerja yang cukup memungkinkan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya sekaligus mendukung operasional harian tanpa gangguan. Penentuan kebutuhan modal kerja dilakukan dengan mempertimbangkan siklus operasi, termasuk durasi penyimpanan persediaan, waktu penagihan piutang, serta periode pembayaran utang kepada pemasok. Pendekatan ini membantu perusahaan menghindari risiko likuiditas yang dapat memengaruhi stabilitas operasional (Banerjee & Deb, 2. Sebagai contoh, perusahaan dengan siklus operasi yang lebih pendek cenderung membutuhkan modal kerja lebih rendah, sehingga memungkinkan alokasi sumber daya ke aktivitas yang lebih produktif. Namun, dalam praktiknya, pelaku usaha kecil dan menengah seperti petani rumput laut, penjual pencok dan penjual dodol sering kali menentukan kebutuhan modal kerja mereka berdasarkan pengalaman dan intuisi daripada analisis yang terstruktur. Pendekatan ini, meskipun umum, dapat meningkatkan risiko salah perhitungan yang dapat berdampak pada kelancaran operasional. Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Studi Kasus Pengelolaan Keuangan UMKM Komditas Rumput Laut Oleh karena itu, penerapan metode yang lebih sistematis, termasuk rekayasa keuangan atau konsultan bisnis, dapat membantu pelaku usaha mengoptimalkan pengelolaan modal kerja mereka (Sienatra & Kumalasari, 2. Contoh nyata yang dilakukan oleh pengepul rumput laut yang menyesesuaikan jumlah modal berdasarkan permintaan dan tren pasar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa beberapa pelaku usaha memiliki pendekatan konservatif dalam mengelola keuntungan, seperti yang dilakukan oleh penjual pencok dengan strategi alokasi keuntungan 60% dialokasikan untuk pengembangan usaha, seperti membeli peralatan baru atau menambah kapasitas produksi. Sisanya, yaitu 40% di simpan sebagai cadangan untuk kebutuhan mendesak mengalokasikan sebagian besar keuntungannya untuk meningkatkan kapasitas produksi seperti membeli mesin baru atau memperluas area Strategi keseimbangan antara kebutuhan operasional dan investasi masa depan. Alokasi keuntungan adalah proses strategis yang menentukan bagaimana laba perusahaan digunakan untuk mencapai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang (Ramirez & Lim, 2. Keputusan terkait alokasi keuntungan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, seperti tingkat pertumbuhan perusahaan dan kebutuhan pendanaan, serta faktor eksternal, seperti kondisi pasar dan preferensi investor (Khan & Quaddus, 2. Alokasi keuntungan yang tepat tidak hanya meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, tetapi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuvalensi | 242 Latifa Indriani dan Krismi Budi Sienatra Reinvestasi keuntungan memiliki peran penting dalam ekspansi bisnis, seperti pengembangan produk baru, pembelian aset, dan peningkatan kapasitas produksi. Studi yang dilaporkan dalam berbagai jurnal pertumbuhan yang lebih tinggi dan posisi pasar yang lebih kuat dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukannya. Oleh karena itu, strategi reinvestasi keuntungan harus direncanakan secara matang untuk memastikan manfaat jangka panjang yang maksimal bagi perusahaan. PENUTUP Simpulan dan Saran Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengelolaan sumber daya finansial pada UMKM rumput laut dengan menyoroti tiga aspek utama, yaitu pencatatan keuangan, pengelolaan modal kerja, dan pengelolaan keuntungan. Pertama. UMKM yang masih menggunakan pencatatan keuangan manual cenderung mengalami keterbatasan dalam akurasi dan efisiensi pengelolaan keuangan. Pencatatan manual sering kali rentan terhadap kelupaan transaksi, kesalahan kalkulasi, dan keterlambatan dalam pembuatan laporan. Kondisi ini menghambat kemampuan UMKM untuk memantau arus kas secara real-time dan mempersulit akses pendanaan eksternal karena dokumentasi keuangan yang kurang rapi. Sebaliknya. UMKM yang telah beralih ke pencatatan digital menunjukkan peningkatan efisiensi dalam memantau arus kas, inventaris, serta penyusunan laporan berkala. Transisi ke digital . Ekuivalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Studi Kasus Pengelolaan Keuangan UMKM Komditas Rumput Laut terbukti mempermudah pengambilan keputusan karena pemilik usaha dapat memperoleh data keuangan secara cepat dan lebih akurat. Kedua, dalam hal pengelolaan modal kerja, penelitian ini menemukan bahwa UMKM rumput laut masih menghadapi tantangan dalam menjaga kestabilan kas, mengatur persediaan, dan menagih piutang tepat waktu seperti yang umumnya terjadi skala industri kecil yang terjadi (Sienatra & Nainggolan, 2. Pelaku UMKM yang telah menerapkan sistem akuntansi digital mampu mengidentifikasi potensi kekurangan dana lebih awal dan menyesuaikan strategi operasional untuk meminimalkan gangguan arus kas. UMKM yang bergantung pada metode manual cenderung bersikap reaktif, misalnya mengurangi pembelian bahan baku secara drastis saat penjualan menurun atau kesulitan menagih piutang Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman mengenai perencanaan modal kerja, termasuk analisis kebutuhan stok dan strategi pengelolaan utang-piutang, masih perlu ditingkatkan. Ketiga, dalam aspek pengelolaan keuntungan, penelitian ini mengungkapkan bahwa pemisahan keuangan pribadi dan usaha belum Banyak UMKM keuntungan usaha dengan kebutuhan rumah tangga, sehingga sulit memetakan seberapa besar dana yang dapat direinvestasikan untuk pengembangan bisnis. Meskipun ada beberapa narasumber yang menetapkan gaji. DAFTAR PUSTAKA