Jurnal RIlmu Kesehatan Masyarakat. :13 Wardani TL. Fajariani R, & Qadrijati / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. : 175-181 Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journa. Journal Homepage: http://journals. id/index. php/jikm Hubungan Perilaku Penggunaan Laptop dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSD. pada Dosen Tyas Lilia Wardani1*. Ratna Fajariani2. Isna Qadrijati3 Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Abstrak Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia mengharuskan adanya physical distancing dan pengurangan kegiatan di luar Hal ini mendorong masyarakat untuk mengubah gaya hidup di berbagai bidang termasuk pada bidang pendidikan. Pendidik termasuk dosen, melakukan e-learning yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik akibat perilaku penggunaan laptop saat Work from Home (WFH). Salah satu dampak negatif pengunaan laptop yang buruk adalah Musculoskeletal Disorders (MSD. Pada penelitian ini parameter perilaku penggunaan laptop adalah ukuran laptop, durasi dan frekuensi penggunaan laptop serta postur tubuh saat menggunakan laptop. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku penggunaan laptop dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSD. pada dosen. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik melalui cross sectional approach. Sampel penelitian ini sebanyak 175 dosen yang dipilih secara simple random sampling. Kuesioner perilaku penggunaan laptop yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta kuesioner Nordic Body Map yang dibagikan melalui Google form digunakan sebagai instrumen Sebagai teknik analisis data digunakan uji korelasi SomersAod. Hasil uji korelasi SomersAod menunjukkan bahwa variabel ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop memiliki nilai p = 0,003 dan 0,022, sedangkan variabel durasi dan frekuensi penggunaan laptop memiliki nilai p = 0,971 dan 0,732. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku penggunaan laptop yang berkorelasi signifikan dengan keluhan MSDs adalah ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop. Kata Kunci: Dosen. Musculoskeletal Disorders. Perilaku penggunaan laptop Abstract The COVID-19 pandemic that hit Indonesia requires physical distancing and a reduction in activities outside the home. This encourages people to change their lifestyles in various fields, including the field of education. Educators, including lecturers, carry out e-learning which can harm physical health due to the behavior of using laptops during WFH. One of the negative impacts of bad laptop use is Musculoskeletal Disorders (MSD. In this study, the parameters of laptop use behavior were laptop size, duration and frequency of laptop use, and body posture when using a laptop. This study aims to analyze the relationship between laptop use behavior and Musculoskeletal Disorders (MSD. complaints among lecturers. This research includes analytic observational research through a cross-sectional approach. The sample of this research was 175 lecturers selected by simple random sampling. The laptop usage behavior questionnaire that has been tested for validity and reliability as well as the Nordic Body Map questionnaire distributed through the Google form is used as a research instrument. As a data analysis technique, the Somers correlation test was used. The results of the Somers correlation test showed that the variables of laptop size and posture when using a laptop had p-value = 0. 003 and 0. 022, while the variables of duration and frequency of laptop use had p-value = 0. 971 and 0. The conclusion of this study shows that the behavior of using a laptop that is significantly correlated with MSDs complaints is laptop size and posture when using a laptop. Keywords: Lecturers. Musculoskeletal Disorders. Complaints. Laptop usage behavior Korespondensi*: Tyas Lilia Wardani, 1Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 Kentingan Jebres Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia. E-mail: tyasliliaw@staff. https://doi. org/10. 33221/jikm. Received : 13 Juli 2023 / Revised : 23 Desember 2023 / Accepted : 10 Januari 2024 175 2252-4134, e-ISSN: 2354-8185 Copyright @ 2024. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, p-ISSN: Wardani TL. Fajariani R, & Qadrijati R / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. : 175-181 Pendahuluan COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2. COVID-19 adalah virus baru yang menyerang sistem pernapasan dengan gejala demam, batuk, pilek, sesak napas, kelelahan, anosmia, dan ageusia yang dapat menyebabkan kematian pada individu yang 1 Masa inkubasi virus ini kurang lebih 2 minggu dan dapat menyebar melalui 2 Status COVID-19 sebagai pandemi global pertama kali ditetapkan oleh WHO pada pertengahan Maret 2020 karena sifatnya yang menular dan cepat menyebar ke negara-negara di seluruh dunia. 2 Pandemi COVID-19 di Indonesia mulai terjadi pada Maret 2020. Indonesia merupakan salah satu negara dengan penularan tercepat virus COVID-19 dengan lebih dari 100 kasus baru setiap harinya. 3 Berdasarkan laporan kasus global COVID-19, pada 18 Juni 2021, 695 kasus COVID-19 dan 223 kematian di 222 negara yang terkena COVID-19 dan 149 negara tempat terjadinya transmisi lokal COVID-19. Indonesia per 18 Juni 2021, terdapat 266 kasus konfirmasi COVID-19 dari 025 spesimen yang diperiksa, dan 043 kasus kematian telah terjadi. Pandemi ini telah mengubah gaya hidup masyarakat dalam berbagai aspek, salah satunya adalah pendidikan. Sejak awal pandemi COVID-19 di Indonesia, strategi pemerintah adalah melakukan physical distancing dan memberlakukan aktivitas online atau bekerja dari rumah, baik di kantor maupun di institusi pendidikan. 3 Di Indonesia, melakukan berbagai aktivitas, baik bekerja maupun belajar, dari rumah karena pandemi. Penggunaan laptop sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas saat work from home (WFH) sehingga terjadi peningkatan Indonesia. Pembelajaran daring dan bekerja dari rumah bagi dosen merupakan perubahan yang diperlukan untuk menunjang proses Selain mengubah sistem pembelajaran. Work From Home pada dosen juga mengubah gaya hidup seperti meningkatnya frekuensi penggunaan laptop, waktu duduk lebih banyak daripada berdiri, dan mengganti aktivitas fisik dengan aktivitas digital. Shareena et al. , menjelaskan bahwa aktivitas bekerja dari rumah dapat meminimalkan risiko tatap muka dan penularan COVID-19 tetapi meningkatkan fleksibilitas dalam bekerja. Aktivitas bekerja dari rumah memiliki dampak negatif seperti menyebabkan kelelahan dan kebosanan akibat banyaknya aktivitas online, stres, dan keluhan musculoskeletal. 6 Kebanyakan orang belum bisa menyeimbangkan durasi work from home dan pekerjaan rumah penggunaan laptop mereka sudah melebihi durasi normal bekerja. 7 Penggunaan laptop terus menerus selama work from home dengan postur tubuh yang buruk dengan waktu tertentu dapat menimbulkan berbagai keluhan musculoskeletal. Muskuloskeletal adalah salah satu sistem organ pada tubuh manusia yang terdiri dari tulang, otot, dan jaringan ikat yang meliputi tulang rawan, tendon, dan Sistem ini berfungsi dalam memberikan bentuk dan stabilitas pada tubuh serta membantu proses pergerakan Keluhan merupakan kondisi yang dapat terjadi akibat gangguan atau cedera pada sistem Kondisi ini dapat terjadi ketika salah satu bagian tubuh dipaksa bekerja lebih keras, terlalu banyak bekerja, atau digunakan melebihi batas fungsinya. Sebagian besar gejala tidak diperhatikan, karena kebanyakan orang mengira itu adalah kelelahan biasa, padahal itu adalah awal dari penyakit akibat kerja. Meningkatnya smartphone, laptop, dan komputer selama work from home pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia dengan postur ergonomis yang salah meningkatkan risiko keluhan muskuloskeletal seperti nyeri pada leher, bahu, punggung, dan pergelangan 12 Beberapa penyebab gangguan MSDs antara lain duduk dalam waktu lama, bekerja di depan komputer, pekerjaan Wardani TL. Fajariani R, & Qadrijati R / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. : 175-181 berulang, postur kerja statis, dan kondisi lingkungan yang buruk. Penyebab gangguan muskuloskeletal terjadi pada tangan, leher, lengan, bahu, dan pergelangan tangan Dosen merupakan pekerjaan yang memiliki risiko musculoskeletal disorders karena selama pandemi COVID-19 mereka melakukan proses pembelajaran dan pekerjaannya secara daring, sehingga aktivitas sehariharinya hanya mengandalkan laptop. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan laptop terhadap keluhan MSDs. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perilaku penggunaan laptop . kuran laptop, durasi penggunaan laptop, frekuensi penggunaan laptop, dan postur tubuh pengguna saat menggunakan lapto. sedangkan variabel terikatnya adalah keluhan muskuloskeletal disorders (MSDS). Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner perilaku penggunaan laptop dan kuesioner Nordic Body Map (NBM) terkait keluhan Musculoskeletal Disorders (MSD. selama bekerja. Kuesioner yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum diterapkan. Kuesioner dibagikan kepada responden melalui Google Form Analisis univariat dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase penggunaan laptop . kuran laptop, durasi penggunaan laptop, frekuensi penggunaan laptop, dan postur tubuh saat menggunakan lapto. , dan Keluhan MSDs. Analisis bivariat menggunakan uji Somers'd. Metode Studi observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah dosen yang melakukan WFH, baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Teknik random sampling digunakan untuk menentukan Mereka terdiri dari 175 Hasil Tabel 1. Distribusi Frekuensi Variabel Penelitian Variabel Ukuran laptop Durasi penggunaan laptop Frekuensi penggunaan laptop Postur tubuh saat menggunakan laptop Keluhan MSDs Kategori Kecil Besar Rendah Tinggi Rendah Tinggi Buruk Baik Rendah Sedang Tinggi 0, 6 Tabel 2. Hasil Analisis Bivariat Perilaku Penggunaan Laptop Ukuran laptop Durasi penggunaan laptop Frekuensi penggunaan laptop Postur tubuh saat menggunakan laptop Kategori Kecil Besar Rendah Tinggi Rendah Tinggi Buruk Baik Keluhan MSDs Rendah Sedang Tinggi Nilai p 0,003 -0,158 0,971 -0,003 0,732 0,018 0,022 -0,095 Wardani TL. Fajariani R, & Qadrijati R / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. : 175-181 Tabel mayoritas responden yaitu sebanyak 109 orang . ,3%) menggunakan laptop ukuran besar (Ou 14 inc. Mayoritas responden sebanyak 155 orang . ,6%) memiliki durasi penggunaan laptop yang tinggi yaitu > 2 jam dalam sekali penggunaan. Sebagian besar responden yaitu sebanyak 139 orang . ,4%) memiliki frekuensi penggunaan laptop yang tinggi yaitu > 5 hari dalam Mayoritas responden sebanyak 103 orang . ,9%) memiliki postur tubuh yang buruk saat menggunakan laptop. Sebagian besar responden yaitu sebanyak 158 orang . ,3%) memiliki risiko rendah terhadap Keluhan MSDs. Tabel 2 menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Keluhan MSDs adalah ukuran laptop dengan nilai p 0,003. Hubungan kedua variabel sangat lemah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,158 dengan arah negatif. Dengan demikian, semakin kecil ukuran laptop, semakin tinggi pula risiko keluhan MSDs. Variabel postur tubuh saat menggunakan laptop juga berhubungan signifikan dengan keluhan MSDs dengan nilai p 0,022. Korelasi antara kedua variabel sangat lemah dengan koefisien korelasi sebesar 0,095 dengan arah Dengan demikian, semakin buruk kualitas postur maka semakin tinggi risiko keluhan MSDs. menggunakan laptop, individu harus Saat menyesuaikan keyboard ke ketinggian siku, leher akan menekuk saat melihat layar. Sementara itu, meninggikan monitor untuk mengakomodasi ketinggian mata menghasilkan lengan yang kaku. Saat posisi bagian atas monitor lebih tinggi atau lebih rendah dari level horizontal mata, maka kelopak mata akan terbuka terlalu lebar sehingga mata menjadi kering, sedangkan posisi kepala akan disesuaikan dengan monitor dan menyebabkan gangguan otot rangka yang berhubungan dengan pekerjaan. Sebagai solusinya, posisi atas monitor bisa diatur ke atas atau ke bawah dan diletakkan sejajar dengan mata. Disarankan sudut pandang mata komputer sekitar 100-200A agar pengguna tidak perlu terlalu banyak melihat ke bawah jika posisi monitor di bawah, atau terlalu banyak melihat ke atas jika di posisi lebih tinggi karena ini akan mengakibatkan rasa sakit di leher, bahu, dan Meregangkan leher, bahu, dan punggung setiap 1 jam sekali dapat mencegah gangguan otot rangka akibat kerja. Kemudian disarankan untuk menggunakan tempat dokumen yang sejajar dengan penglihatan dan mengatur jarak komputer agar tidak terlalu jauh dari komputer saat 15 Posisi monitor di meja kerja harus disesuaikan dengan posisi tubuh pengguna. Ketinggian meja dari lantai umumnya 64-86 cm, sedangkan kursi juga harus disesuaikan dengan postur tubuh pengguna dan tinggi Kemudian, kursi kerja harus ergonomis . andaran disesuaikan dengan lekuk tulang belakang, sandaran tangan tersedia, dan kursi disesuaikan dengan ketinggian yang tepa. Pada penelitian ini, 140 responden dengan durasi penggunaan laptop yang tinggi yaitu > 2 jam setiap penggunaan memiliki risiko rendah terhadap Keluhan MSDs. Berdasarkan hasil uji korelasi Somers'd didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama penggunaan laptop dengan Keluhan MSDs. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Wicaksono yang menyatakan bahwa ada hubungan antara Pembahasan Responden yang menggunakan laptop berukuran besar (Ou 14 inc. cenderung memiliki risiko rendah terhadap Keluhan MSDs. Berdasarkan hasil uji korelasi Somers'd, terdapat korelasi yang signifikan antara ukuran laptop dengan Keluhan MSDs dengan korelasi sangat lemah dan arah korelasi negatif yang artinya semakin kecil ukuran laptop maka semakin tinggi resiko terjadinya keluhan MSDs. Dilihat dari desainnya, laptop tidak dimaksudkan sebagai pengganti komputer desktop penggunaan sesekali. 14 Laptop tidak didesain untuk penggunaan 8 jam sehari dan Saat Wardani TL. Fajariani R, & Qadrijati R / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. : 175-181 lama kerja dengan keluhan MSDs. 14 Durasi penggunaan laptop menunjukkan bahwa laptop merupakan salah satu alat yang sangat responden di kampus maupun di rumah. Beban tugas yang besar dengan batas waktu yang singkat menjadi alasan responden rela berjam-jam di depan laptop. Otot yang statis dapat menyebabkan aliran darah berkurang, sehingga asam laktat menumpuk dan menyebabkan kelelahan pada otot setempat. Selain itu, otot yang tidak seimbang pada beberapa bagian tubuh akan memperparah keluhan muskuloskeletal yang dirasakan pengguna laptop yang pada akhirnya akan Asumsi peneliti mengapa tidak ada korelasi antara lama penggunaan laptop dengan keluhan MSDs adalah karena mayoritas responden memiliki masa kerja < 5 tahun. Semakin lama masa kerja individu maka semakin lama paparan akan meningkatkan risiko penyakit akibat kerja, seperti gangguan Dari hasil penelitian, 125 responden dengan frekuensi penggunaan laptop yang tinggi yaitu > 5 hari dalam seminggu memiliki risiko rendah terhadap Keluhan MSDs. Berdasarkan hasil uji korelasi Somers'd didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekuensi penggunaan laptop dengan Keluhan MSDs. Hal ini sejalan dengan penelitian Wicaksono yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi penggunaan laptop dengan keluhan MSDs. 14 Hal ini dikarenakan mayoritas responden menggunakan laptop selama bekerja dari rumah di meja kerja dengan kursi dengan sandaran punggung. Dengan adanya tempat kerja ini dapat MSDs Complaints, menggunakan laptop dan meningkatkan produktivitas kerja bagi dosen. Karena laptop banyak digunakan dalam posisi duduk, desain tempat kerja harus sesuai dengan desain tempat kerja duduk. tempat kerja duduk, kursi yang tersedia harus memungkinkan pengguna untuk mengubah posisi secara aktif. Berdasarkan hasil penelitian, 89 responden dengan postur tubuh yang buruk saat menggunakan laptop berisiko rendah mengalami keluhan MSDs. Berdasarkan hasil uji korelasi Somers'd diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara postur tubuh selama penggunaan laptop dengan keluhan MSDs dengan korelasi sangat lemah dan arah korelasi negatif. Artinya, semakin buruk postur tubuh saat menggunakan laptop, maka semakin tinggi risiko keluhan MSDs. Postur kerja adalah posisi tubuh yang dilakukan saat bekerja. Postur kerja yang buruk dapat menimbulkan Musculoskeletal Complaints. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Djaali dan Utami berdasarkan hasil uji statistik dengan uji chi-square didapatkan bahwa ada hubungan postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal disorders pada karyawan PT. Sistem Kendali Arena Para Nusa dengan nilai p 0,008. 18 Duduk di depan komputer dalam waktu lama, membentuk postur statis saat melihat layar monitor dalam waktu lama, dan tidak adanya sandaran sehingga pengguna harus duduk tegak dalam waktu lama merupakan faktor Laptop support membantu pengguna laptop dalam mengatasi masalah postur kerja yang buruk akibat laptop yang tidak Setelah menggunakan laptop yang dilengkapi dengan penyangga laptop, responden merasa nyaman saat mengetik dengan laptop, tidak pusing saat mengetik dan tidak nyeri punggung. Dukungan laptop membantu membentuk postur yang tepat saat bekerja dengan laptop. Dengan bertambahnya tinggi layar laptop karena dukungan laptop, pengguna tidak perlu menekuk leher dan mencondongkan tubuh ke depan untuk melihat layar dengan jelas. Pengguna meluruskan punggung ke sandaran sehingga membentuk postur duduk yang baik. Mengurangi keluhan MSDs dapat dilakukan dengan peregangan. Peregangan adalah peregangan otot yang diperlukan dan digunakan baik bagi orang sehat maupun Wardani TL. Fajariani R, & Qadrijati R / Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. : 175-181 https://infeksiemerging. id/situasiinfeksi-emerging/situasi-terkiniperkembangan-coronavirus-disease-COVID19-19-juni-2021 Dampati PS. Kadek N. Dwi S. Veronica E. Home WF. Pengaruh Penggunaan Smartphone Dan Laptop Terhadap Muskuloskeletal Penduduk Indonesia Pada Pandemi COVID-19 [Interne. Vol. Jurnal Gema Kesehatan. ited 2023 Apr . 57Ae67. Available https://gk. com/gk/artic le/view/135/pdf Shareena. Shahid M. Work from home during COVID-19 : Employees perception and experiences [Interne. Vol. Gjra - Global Journal for Research Analysis. ited 2023 Apr . 7Ae10. Available from: https://w. net/publication/3414 59773_Work_from_home_during_COVID19_Employees_perception_and_experiences Marimuthu P. Vasudevan H. The Psychological Impact Of Working From Home During Coronavirus (COVID . Pandemic: A Case Study [Interne. Vol. CnRAos International Journal of Social & Scientific Research. ited 2023 Apr . Available from: https://myrepositori. my/bitstream/123 456789/4739/1/Paper 02. Phansopkar P. Naqvi WM. Kumar K. Musculoskeletal check in smartphone overuse in covid 19 lockdown phase [Interne. Vol. International Journal of Research in Pharmaceutical Sciences. ited 2023 Apr 438Ae41. Available https://ijrps. com/index. php/home/article/view/1 519/5809 Peate I. Anatomy and physiology, 5. The musculoskeletal system [Interne. Vol. British Journal of Healthcare Assistants. Mark Allen Group. ited 2023 Apr . 6Ae9. Available https://doi. org/10. 12968/bjha. Darmawan AP. Doda DVD. Sapulete IM. Musculoskeletal Disorder pada Ekstremitas Atas akibat Penggunaan Telepon Cerdas secara Aktif pada Remaja Pelajar SMA [Interne. Vol. Medical Scope Journal. ited 2023 Apr 86Ae93. Available https://w. com/url?sa=i&rct=j&q=& esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&v ed=0CAIQw7AJahcKEwjYtM2mxMmBAxU aHQaQAg&url=https:/ /ejournal. id/v3/index. /msj/article/view/28005&psig= AOvVaw3YEHj48htTn9tmYrTMUNTC&ust= Aziz BA. Handoko L. Juniani AI. Analisis Risiko Keluhan Musculoskeletal dengan sakit untuk meregangkan, melenturkan atau meningkatkan kelenturan otot yang bermasalah, sedangkan di kantor atau bekerja dari rumah, peregangan bisa sangat bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh atau kelenturan otot. 21 Melalui peregangan, otot kembali ke panjang istirahatnya dan mendapatkan sirkulasi darah yang optimal. Semakin optimal aliran darah dalam tubuh, semakin kecil risiko sendi bengkak dan cedera otot. Peregangan otot secara teratur dapat mengurangi nyeri akibat gangguan Kesimpulan Perilaku penggunaan laptop yang berhubungan dengan keluhan MSDs adalah ukuran laptop dan postur tubuh. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan ukuran laptop standar, menggunakan laptop support saat mengoperasikan laptop, dan melakukan peregangan tubuh setiap istirahat kerja. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada LPPM UNS yang telah mendanai penelitian ini dan kepada seluruh dosen yang telah bersedia menjadi responden penelitian. Daftar Pustaka