MAKNA FILOSOFIS DAN FUNGSI SOSIAL KESENIAN TRADISIONAL KOROMONG DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BADUY LUAR DI KANEKES LEBAK BANTEN Hudaepah Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 93 PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai Oleh karena itu, negara ini memiliki beragam suku, budaya, serta tradisi yang berbeda-beda di tiap daerah. Setiap wilayah memiliki keunikan tersendiri dalam aspek budaya dan Salah satunya adalah kehidupan masyarakat Baduy, yang memiliki budaya, aturan, dan tradisi yang berbeda dari daerah lain. Suku Baduy dikenal karena kuatnya mereka dalam memegang adat istiadat dan tradisi yang berlaku di wilayahnya. Mereka juga tidak menggunakan peralatan modern dalam kehidupan sehari-hari, sehingga gaya hidup mereka masih sangat tradisional, termasuk dalam bidang keseniannya (Nicky Nurcahyani, 2. Masyarakat adat didefinisikan sebagai kelompok etnis atau penduduk asli di suatu wilayah yang berbeda dengan kelompok yang telah menetap dan menduduki, wilayah. Masyarakat adat mempertahankan tradisi atau aspek lain dari budaya awal yang mereka miliki. Masyarakat adat telah mampu menerapkan dan mengadaptasi pengetahuan dan lembaga adat mereka untuk mengatur dan mengelola lingkungan, seringkali bekerja sama dengan aktor lain. Nilai-nilai lingkungan mengacu pada persepsi hubungan seseorang dengan alam yang tercermin dalam mengenali saling ketergantungan antara alam dan diri kita sendiri (Ardiyansah & Robby, 2. Masyarakat Baduy menjalani kehidupan dengan prinsip kesederhanaan dan ketergantungan pada alam. Mereka masih memegang teguh ajaran Sunda Wiwitan, sebuah sistem kepercayaan tradisional yang menekankan pada keharmonisan antara manusia dan alam. Ajaran ini tercermin dalam kehidupan 94 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan sehari-hari mereka, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi hutan yang dianggap sebagai warisan leluhur. Kesadaran ekologis ini menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri mereka. (Putri Yuono, 2. Keunikan pola hidup masyarakat Baduy dalam mempertahankan adat istiadat secara ketat menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi Keteguhan masyarakat Baduy dalam menolak modernisasi menjadi bukti bahwa nilai-nilai tradisi masih dapat bertahan di tengah arus globalisasi, termasuk salah satunya adalah kesenian tradisional Koromong Baduy. Kesenian Koromong Baduy Luar merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang mencerminkan identitas, kearifan lokal, dan pandangan hidup suatu masyarakat. Di Indonesia kesenian tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi nilai-nilai luhur, spiritualitas, dan solidaritas sosial. Kesenian Koromong Baduy yang ada di Baduy Luar Kanekekes Lebak. Banten adalah salah satu kesenian tradisiona yang memiliki dimensi filosofis yang mendalam dan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakatnya. Kesenian ini sering di kaitkan dengan spiritual dan ritual budaya yang melibatkan masyarakat secara kolektif, sehingga berfungsi sebagai alat untuk enjaga harmoni antara manusia, alam dan sang pencipta. Kesenian tradisional Koromong Baduy, sebagai instrumen musik tradisional khas masyarakat Baduy Luar, bukan hanya sekadar alat bunyi, melainkan juga penuh dengan makna filosofis dan fungsi sosial yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dalam tradisi Baduy Luar yang menjunjung tinggi keselarasan dengan alam, kesederhanaan, dan adat leluhur, kesenian tradisional Koromong Baduy memiliki posisi Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 95 penting sebagai ekspresi budaya yang merefleksikan pandangan hidup kolektif masyarakat. Kesenain tradisional ini dimainkan pada acara ritual pernikahan dan khitanan, hingga perayaan adat yang menjadikan sebagai simbol keterikatan spiritual antara manusia, leluhur, dan alam. Kesenian tradisional Koromong Baduy juga berperan dalam memperkuat solidaritas sosial, menjaga identitas budaya, serta menjadi sarana pendidikan nilai-nilai adat kepada generasi Namun, di tengah arus modernisasi dan pengaruh eksternal yang mulai memasuki wilayah Baduy Luar, eksistensi dan pemaknaan kesenian tradisional koromong menghadapi tantangan, sehingga penting untuk diteliti lebih dalam Baduy Luar kesenian Koromong Baduy dalam kehidupan sosial dan spiritual Dari latar Belakang di atas, penulis tertarik melakukan kajian yang mendalam tentang Makna Filosfis dan Fungsi Sosial Kesenian Tradisional Koromong Baduy dalam kehidupan masyarakat Baduy Luar di Kanekes Baduy Luar di Lebak Banten. Manfaat Penelitian ini dapat memeberikan khasazah khususnya kesenian masyarakat adat Baduy Luar. Metode Dalam penelitian ini menggunakan metode Etnografi dengan pendekatan holistik, untuk memahami tentang makna filosofis dan fungsi sosial kesenian tradisional masyarakat Baduy luar yang ada di Kanekes Lebak Banten. Penelitian yang menggunakan metode Etnografi menurut Heddy bahwa dalam 96 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan memusatkan pada suatu fenomena social, poltik, seni, agama, organisasi, kekerabatan atau yang lainnya. Dalam proses pengkajiannya dapat menjelaskan suatu gejala social dalam masyarakat yang dapat di hubungkan pada gejala social lainnya, sehingga mendapatkan interpretasi yang jelas dan akurat (Ahimsa Putra, 2. Menurut Spradley Penelitian etnografi dapat dipahami sebagai upaya untuk menggambarkan kebudayaan suatu kelompok Tujuannya adalah untuk memahami cara pandang hidup mereka dari perspektif orang-orang yang menjadi bagian dari kelompok tersebut. Etnografi bertujuan menangkap pandangan masyarakat asli, memahami makna kehidupan mereka, serta cara mereka memandang dunia. Dengan kata lain, etnografi merupakan proses mempelajari masyarakat sekaligus belajar langsung dari mereka (Sari et al. , 2. Dalam penelitian ini, pendekatan etnografi dipilih untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Metode etnografi bertujuan untuk menggambarkan dan merumuskan struktur sosial dan budaya suatu komunitas, serta kehidupan masyarakat. Dalam pendekatan etnografi modern, bentuk budaya dan sistem sosial masyarakat dibangun serta dijelaskan melalui analisis yang dilakukan oleh peneliti. Dengan kata lain, struktur sosial dan budaya diinterpretasikan (Koeswinarno, 2. ISI Masyarakat Baduy Luar Di Kanekes Lebak Banten Suku Baduy adalah salah satu suku yang berada di wilayah propinsi Banten, dengan posisi geografis dan administratif Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 97 berada di sekitar pegunungan kendeng di desa Kanekes, kecamatan leuwidamar, kabupaten Lebak Provinsi Banten. Mereka bukanlah merupakan suku terasing, akan tetapi suatu suku yang sengaja Aumengasingkan diriAy dari kehidupan dunia luar, menetap dan menutup dirinya dari pengaruh kultur luar yang dianggap negatif dengan satu tujuan untuk menunaikan amanat para leluhurnya. Masyarakat suku Baduy juga adalah sosok masyarakat yang dari waktu ke waktu tidak mengenal perubahan seperti masyarakat pada umumnya yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Uniknya suku Baduy ada ditengah-tengah masyarakat modern yang seiring dengan perkembangan zaman bertambah pula gaya hidup praktisnya. Suku Baduy kesederhanaan, ketaatan, keikhlasan dalam mempertahankan dan melaksanakan tradisi serta amanat leluhurnya. Suku Baduy menyadari demi tetap tegak berdirinya kesukuan mereka maka adat istiadat dan pusaka leluhur harus tetap dijaga dan dilestarikan dengan diwariskan secara berkesinambungan kepada anak cucunya secara tegas dan mengikat. (Muhibah & Rt. Bai Rohimah, 2. Suku Baduy merupakan masyarakat adat Sunda yang menetap di Provinsi Banten, tepatnya di Desa Kanekes. Kecamatan Leuwidamar. Kabupaten Lebak. Keberadaan mereka di wilayah tersebut bersifat eksklusif, tidak bercampur dengan kelompok etnis lain. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka menggunakan bahasa Sunda, khususnya dialek Sunda Banten, untuk berkomunikasi. Namun, sebagian anggota Baduy Luar sudah mampu berbahasa Indonesia saat berbicara dengan orang dari luar daerah. Pada mulanya, seluruh masyarakat Baduy merupakan bagian dari kelompok Baduy Dalam. Seiring berjalannya waktu, komunitas ini terbagi menjadi dua 98 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan kelompok, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Kelompok Baduy Luar terdiri dari individu yang telah keluar dari tatanan tradisional Baduy Sementara itu. Baduy Dalam adalah kelompok yang masih mempertahankan dan menjalankan adat istiadat leluhur secara ketat (Nurfalah, 2. Secara wilayah, komunitas Baduy terbagi menjadi tiga Baduy Tangtu Baduy Dala. Baduy Panamping (Baduy Lua. , dan Baduy Dangka . Komunitas Baduy Tangtu, yang lebih dikenal sebagai Baduy Dalam, merupakan komunitas yang paling ketat dalam menjaga tradisi. Mereka tinggal di tiga kampung terpencil yaitu Cibeo. Cikertawana. Cikeusik. Kehidupan tradisional dan jauh dari hiruk-pikuk dunia perkotaan. Baduy Tangtu sehari-hari menggunakan pakaian adat berwarna hitam dan putih, ditandai dengan ikat kepala berwarna putih (Yona et , 2025. Gambar 1. Dokumentasi Penulis Masyarakat Baduy nilai-nilai diturunkan terus-menerus dari nenek moyangnya. Pengetahuan yang mereka peroleh dalam menjalani hidup, diberikan oleh orang tua sebagai keterampilan yang dipelajari sejak dini dan Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 99 tertanam kuat di setiap individu. Salah satu keterampilan yang dimiliki yaitu berladang. Berladang menjadi sebuah tradisi yang dipertahankan masyarakat baduy untuk bertahan hidup dan tradisi secara bersamaan. Meskipun pemahaman atau wawasan pengetahuan mengenai bertani tidak mereka peroleh secara formal di sekolah, penanaman nilai yang diturunkan oleh orang tua merekalah yang menjadi sumber pengetahuan pertama kalinya (Firdaus et al. , 2. Pertanian merupakan kehidupan utama masyarakat Baduy. Secara umum, mata pencaharian Suku Baduy adalah bercocok tanam, bertenun dan berdagang. Beberapa Suku Baduy ada juga yang bekerja sebagai guru, buruh dan ibu rumah tangga (Anwar & Riyadi. Dalam hal mata pencaharian. Suku Baduy Dalam yang masih memegang teguh adatistiadat, mereka menolak segala bentuk perilaku dan pola hidup yang berbau modern. Mereka bergantung dengan apa yang tersedia di alam lingkungan Fenomena yang sering dilihat adalah Suku Baduy Luar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu dengan cara menjual hasil bumi berupa buah-buahan, madu, coklat, pisang dan lainnya, hal tersebut dilakukan oleh Suku Baduy Luar karena hukum adat bagi masyarakat Baduy Dalam sudah mulai longgar dan terbuka. Suku Baduy Luar sudah terbuka terhadap modernisasi dan mengadopsi pola hidup masyarakat Baduy ke sehari-hari menampilkan ciri suku mereka (Nurfalah, 2. Bahasa yang digunakan oleh mereka adalah bahasa Sunda Banten. Dalam berkomunikasi dengan orang dari luar komunitas, mereka fasih menggunakan bahasa Indonesia meskipun tidak mempelajarinya di sekolah. Suku Baduy tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat, kepercayaan atau agama, serta cerita leluhur hanya diwariskan secara lisan. Cara 100 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan berpakaian suku Baduy mencerminkan identitas mereka. Baduy luar memakai pakaian berwarna gelap, sedangkan Baduy dalam menggunakan pakaian berwarna putih alami. Suku Baduy dalam mengenakan celana yang tidak dijahit dan hanya diperkuat dengan kait pengikat putih sebagai penanda. Sebaliknya. Baduy luar sudah memakai pakaian yang dijahit dan bahkan membeli pakaian jadi (Dedeh et al. , 2. Struktur sosial Komunitas Baduy Tangtu bersifat egaliter dan homogen. Tidak ada perbedaan kelas atau status sosial yang Masyarakat menganut sistem kekerabatan bilateral, di mana garis keturunan ibu dan ayah memiliki kedudukan Sistem ini tercermin dari pembagian warisan yang adil dan pengambilan keputusan keluarga yang melibatkan kedua pihak (Koentjaraningrat, 2. Kepercayaan suku Baduy menganut ajaran Sunda Wiwitan, kepercayaan Sunda Wiwitan merupakan landasan fundamental yang mengatur seluruh aspek kehidupan religius, sosial, dan kultural masyarakat Baduy Tangtu, tercermin melalui praktik ritual, sistem nilai, dan kearifan lokal yang terjaga secara ketat dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai penjaga tanah leluhur atau kabuyutan. Berbeda dengan penganut Sunda Wiwitan di komunitas Cigugur yang lebih adaptif terhadap modernitas (Yona et al. , 2025. Masyarakat Baduy dikenal karena komitmennya dalam menjaga kelestarian alam. Bagi mereka, alam bukan sekadar lingkungan tempat tinggal, melainkan bagian penting dari kehidupan yang dipercayakan oleh Tuhan. Masyarakat Baduy menganut filosofi hidup yang sederhana dan memilih untuk menjauh dari arus modernisasi. Mereka sengaja mengisolasi diri dari kemajuan peradaban yang dianggap bisa membawa dampak negatif bagi kehidupan mereka. Mereka menutup diri Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 101 dari pengaruh luar dan mematuhi aturan adat merupakan kewajiban yang dijalankan untuk menjaga warisan leluhur dan melindungi diri dari dampak buruk dunia luar. Warisan leluhur yang disebut "pusaka karuhun" menjadi pedoman yang mengatur keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dan alam (Nadroh, 2. Masyarakat Baduy meyakini bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari alam. Bagi mereka, merawat dan melestarikan alam adalah wujud rasa memiliki serta bentuk syukur atas anugerah Tuhan. Keyakinan inilah yang menjadi dasar bagi mereka untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari penggunaan bahan bahan yang dapat merusak ekosistem. Oleh karena itu, mereka menghindari penggunaan produk kimia seperti sampo, sabun, pasta gigi, dan Selain itu, masyarakat Baduy Dalam juga menjauhi bentuk modernisasi, termasuk penggunaan kendaraan bermotor seperti mobil (Aprilia, 2. Keterikatan yang erat antara alam dan manusiasangat terlihat jelas pada bagaimana masyarakat Baduy memaknai lingkungannya. Bagi masyarakat Baduy, hutan dan kekayaan yang ada di dalamnya merupakan anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Fungsi utama hutan Pengelolaan Pemanfaatan dilakukan sejak manusia membutuhkan kayu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Spesifik pada konteks masyarakat Baduy mereka merupakan kelompok masyarakat yang telah banyak diakui oleh berbagai pihak terkait keberhasilannya dalam menjaga kelestarian hutan. Di dalam masyarakat suku Baduy, kehidupan suku Baduy kini masih bergantung pada alam dan senantiasa menjaga 102 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan keseimbangan alam. Peranan masyarakat suku Baduy dalam mengelola sumber daya alam terlihat dari beberapa zona dalam pembagian pembagian di wilayahnya yang menjadi ciri khas diantaranya, zona heuma . egalan dan tanah gerapan, zona reuma . , dan zona leuweung kolot . utan tu. Didalam masyarakat suku Baduy juga adat istiadat nya masih dipegang sangat kukuh oleh masyarakat Baduy. Kearifan lokal menjadi sebuah pengetahuan yang akan muncul dari masa ke masa dalam sistem lokal yang ada di lingkungan masyarakat dan di jadikan sebagai sumber energi potensial dari sistem pengetahuan masyarakat untuk mengatur kehidupan masyarakat secara Kesadaran masyarakat untuk mengembangkan nilai kearifan lokal dapat di tumbuhkan secara efektif melalui pengembangan budaya budaya (Mas Fierna et al, 2. Makna Filosofis dan Fungsi Sosial Kesenian Koromong Baduy Luar di Kanekes Lebak Banten Makna Filosofis Kesenian Koromong Baduy Masyarakat Baduy sebagai salah satu masyarakat adat di Banten, menunjukkan komitmen yang kuat dalam melestarikan tradisi serta adat istiadat yang diwariskan secara turuntemurun. Kepercayaan dan tata kehidupan mereka saling terkait erat, membentuk satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Meskipun sering kali dipersepsikan sebagai kelompok yang terisolasi. Suku Baduy sejatinya merupakan komunitas yang secara sadar memilih untuk menjaga kemurnian warisan budaya Sikap ini dilandasi oleh amanat nenek moyang yang dikenal sebagai pusaka karuhun untuk senantiasa menjaga keseimbangan serta keharmonisan dengan alam semesta, khususnya wilayah Kanekes yang mereka yakini sebagai pusat atau titik awal mula dunia (Hariri & Ribawati, 2. Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 103 Dalam Baduy lingkungan dalam pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat adat Baduy menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Mayoritas responden telah memperhatikan kondisi dan kelestarian hutan saat melakukan pemanfaatan. Mereka menganggap bahwa hutan di kawasan adat Baduy masih lestari, dan dalam memanfaatkan sumber daya alam, mereka mempertimbangkan ekosistem, keanekaragaman hayati, serta melakukan pemanfaatan yang tidak berlebihan. Selain itu, mereka juga menerapkan tindakan penanaman kembali sebagai pengganti yang diambil dari hutan. Kesadaran akan kelestarian hutan menjadi kunci dalam menjaga sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Bagi masyarakat adat Baduy, menjaga kondisi hutan adalah penting agar tidak hanya mereka yang mendapat manfaat, tetapi juga kemaslahatan hidup orang banyak dan kelangsungan sumber daya air yang bergantung pada kelestarian hutan (Jasmine et al. , 2. Masyarakat Baduy dalam hal berkesenian memiliki alat musik tradisional yang beragam seperti Angklung. Karinding. Suling, dan Koromong. Sebagain besar alat musiknya terbuat dari bambu dan kayu. Alat musik yang ada di masyarakat Baduy memiliki fungsi khas dalam ritual adat. Salah satu yang digunakan untuk upacara adat pernikahan dan khitanan adalah Koromong Baduy. Kesenian Koromong Baduy yang digunakan masyarakat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam masayarakatnya. Instrumen utama dalam koromong berupa seperangkat gamelan sederhana yang terdiri dari gong, bonang, kendang, dan beberapa alat tabuh lain yang dimainkan secara harmonis. Dahulu, koromong bukanlah pertunjukan untuk hiburan semata, melainkan sarana ritual yang berhubungan dengan 104 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan upacara adat, seperti syukuran panen, khitanan, pernikahan, dan hajatan penting lainnya. Dalam konteks religi dan sosial, koromong dipercaya sebagai media penghubung antara manusia dengan kekuatan alam serta leluhur. Seiring perkembangan zaman, kesenian ini kemudian juga difungsikan sebagai hiburan rakyat yang ditampilkan dalam berbagai acara masyarakat, namun tetap mempertahankan nuansa sakral dan nilai-nilai tradisinya. Dengan demikian, asal muasal koromong tidak bisa dilepaskan dari kehidupan spiritual, adat, dan pola sosial masyarakat Baduy, yang menjadikan kesenian ini bukan hanya sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Kesenian Koromong Baduy masyarakat Baduy Luar di wilayah Kabupaten Lebak. Banten. Kesenian ini lahir dari tradisi agraris masyarakat yang sangat erat kaitannya dengan alam, kepercayaan, serta sistem adat yang dijunjung tinggi. Tradisi adalah kesamaan material dan gagasan yang berasal dari masa lalu, namun hingga kini masih ada atau masih dijalankan serta dijadikan sebagai warisan turuntemurun, terjadi secara berulangulang, dan bukan secara kebetulan atau disengaja (Prabowo & Sudrajat, 2. Kesenian dalam masyarakat Baduy memiliki berbagai fungsi penting, yaitu sebagai sarana spiritual. Kesenian tradisional digunakan dalam ritual keagamaan untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang Tunggal (Putri et al. , 2. Kesenian tradisional Koromong Baduy sering dimainkan dalam upacara pernikahan adat Baduy, sebagai bentuk simbolis dalam menjaga keharmonisan antara manusia, leluhur, dan alam semesta sesuai ajaran adat Sunda Wiwitan yang dianut masyarakat Baduy. Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 105 Kesenian Koromong Baduy Luar merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya masyarakat Baduy yang sangat kaya akan nilai-nilai filosofis, spiritual, dan ekologis. Makna Filosofis yang terkandung dalam kesenian tradisional Koromong adalah sebagai simbol keselarasan alam dan spiritual. Dalam kehidupan masyarakat Baduy, budaya, religi, dan hubungan dengan alam merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dan membentuk pola hidup yang harmonis dan berkelanjutan. Dalam kehidupan budaya masyarakat Baduy sangat mempertahankan tradisi turun-temurun terpengaruh oleh modernisasi, seperti dalam cara berpakaian, berbahasa, membangun rumah, hingga sistem sosial yang ada dalam masyarakatnya. Dalam hal berkesenian, pertunjukan Koromong Baduy mereka masih menggunakan baju adat, menggunakan panggung yang terbuat dari kayu dan bambu sebagai pemanfaatan sumber daya alam, dalam pementasanya ada beberapa yang menggunakan alat tradisional, seperti mic dan speaker, namun tidak menghilangkan nilai tradisinya. Masyarakat Baduy menganut kepercayaan Sunda Wiwitan yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, kesucian, dan keseimbangan hidup. Kepercayaan ini diwujudkan dalam berbagai ritual adat yang sakral, seperti Seba dan Kawalu, yang berfungsi sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan kepada Sang Hyang Kersa, kekuatan ilahi tertinggi dalam ajaran mereka (Setiawan et al. , 2. Sementara itu, hubungan manusia dengan alam menempati posisi sentral dalam kehidupan masyarakat Baduy, yang terlihat dari larangan keras untuk mengeksploitasi alam secara berlebihan. Begitupun dalam hal berkesenian menggunakan kesenian tradisional Koromong Baduy di gunakan untuk acara sakral dalam pernikahan adat Baduy. Dalam 106 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan kebahagian mempelai pengantin Baduy, agar kehidupannya selalu di rahmati Sang Hyang Kersa. Dalam kehidupannya sebagai pasangan suami istri harus saling menghormati, mencintai, dan saling menjaga sesuai dengan ajaran leluhur masyarakat Baduy. Gambar 2 Pernikahan Adat Baduy Dokumentasi Hudaepah 2025 Pertunjukan kesenian Koromong Baduy dalam tradisi masyarakat Baduy digunakan secara khusus dalam upacara sakral pernikahan, sebagai bagian dari warisan budaya yang diwariskan oleh para leluhur dan dijalankan sesuai dengan ajaran adat Sunda Wiwitan. Kesenian tradisional Koromong Baduy yang khas dianggap tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengiring spiritual yang menghadirkan suasana khidmat dan sakral, sekaligus sebagai simbol keharmonisan Penggunaan Koromong dalam pernikahan menandakan bahwa Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 107 ikatan suci tersebut tidak hanya menghubungkan dua individu, tetapi juga menyatu dalam tatanan adat dan kehendak Sang Hyang Kersa, sebagaimana dipercayai oleh masyarakat Baduy. Fungsi Sosial Kesenian Koromong Baduy Masyarakat Adat Baduy adalah kelompok sosial yang memiliki sistem sosial khas yang berlandaskan pada adat dan budaya mereka. Mereka terus menjaga dan menerapkan sistem sosial serta kehidupan masyarakat yang didasarkan pada nilainilai kultural, adat istiadat, dan tradisi yang unik. Pengelolaan adat dalam masyarakat Baduy masih berlaku dalam berbagai aspek kehidupan, seperti sosial, ekonomi, dan pertanian. Sistem aturan adat dan ciri khas ini tetap eksis dan diakui secara hukum baik oleh hukum internasional maupun hukum negara. Masyarakat Baduy memiliki tradisi adat yang unik yang cara mereka menjalani kehidupan sehari-hari (Mirajiani & Widi, 2. Masyarakat Baduy memilih untuk tetap menjalani gaya hidup tradisional mereka dan menolak modernisasi. Hal ini sesuai dengan keyakinan mereka dalam agama Sunda Wiwitan. Meskipun mereka memilih gaya hidup tradisional, mereka tetap menjaga hubungan dan berinteraksi dengan masyarakat modern di sekitar mereka. Untuk menjembatani kesenjangan antara kehidupan tradisional mereka dan dunia modern, mereka mengembangkan struktur kelembagaan yang menggabungkan nilai-nilai adat dengan struktur pemerintahan nasional (Abduh et al. , 2. Dalam masyarakat Baduy Komponen keseimbangan sosial mencerminkan tingkat keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat adat Baduy. Hal ini menggambarkan interaksi antar anggota 108 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan menjaga kearifan lokal yang terus berlanjut hingga saat ini. Mayoritas responden telah melakukan pemanfaatan sumber daya alam secara seimbang sesuai dengan nilai-nilai sosial. Dalam budaya adat Baduy, gotong royong sangat penting, pembangunan rumah. Masyarakat adat Baduy juga menghargai hutan adat mereka sebagai tempat sakral yang melindungi para leluhur mereka. Pemanfaatan sumber daya alam dilakukan sesuai aturan adat yang diturunkan secara turun-temurun. Anak-anak juga diajak untuk mempelajari dan mengikuti tradisi adat sejak kecil, menjaga kelangsungan kegiatan ini hingga generasi berikutnya (Jasmine et al. , 2. Masyarakat Baduy lebih mengutamakan kepentingan umum untuk menunjang kelangsungan hidup generasinya daripada kepentingan pribadi dengan prinsip pola hidup sederhana dan kerja keras melawan kerasnya alam dan ganasnya lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia namun tidak untuk diperjual belikan secara bebas, karena semua bahan baku tidak didatangkan dari luar tetapi dari alam lingkungan yang terdapat disekitarnya (Untari, 2. Alat musik tradisional Koromng Baduy terbuat dari bahan-bahan kayu dan bambu. Kayu digunakan sebagai bagian utama tubuh alat musik ini yang berfungsi sebagai resonator suara. Proses pembuatannya pun dilakukan dengan sangat teliti dan diwariskan secara turuntemurun, lokal serta harmonis masyarakat Baduy dengan alam sekitarnya. Kesenian Koromong Baduy dalam masyarakat Baduy berfungsi sebagai media Edukasi. Kesenian menjadi sarana untuk mentransfer nilai-nilai budaya dan tradisi kepada Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 109 generasi anak-anak Melalui Koromong Baduy sebagai alat media edukasi pelestarian kebudayaan mereka, agar kesenian Koromong Baduy ini tidak akan punah. Kesenian Koromong tidak hanya berperan sebagai hiburan dalam kehidupan masyarakat Baduy, tetapi juga menjadi media edukasi yang penting bagi anak-anak dalam mewarisi nilai-nilai budaya leluhur. Melalui proses belajar memainkan alat musik Koromong, anak-anak Baduy diajarkan untuk menghargai warisan budaya, memahami irama dan struktur musik tradisional, serta menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan, kesabaran, dan kerja sama. Selain itu, kesenian Koromong Baduy juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar generasi, di mana orang tua dan tetua adat berperan langsung dalam membimbing anak-anak, sehingga proses pewarisan budaya yang terjadi dalam masyarakat Baduy. Gambar 3 Pertunjukan Kesenian koromong Baduy Dokumentasi Hudaepah 2025 Kesenian Koromong Baduy sebagai alat musik untuk memperkuat rasa kebersamaan dan sebagai penguat identitas Melalui pertunjukan kesenian tradisional untuk acara sakral adat 110 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan pernikahan Baduy, setiap masyarakat yang tergabung dalam pertunjukan kesenian koromong Baduy tidak hanya merasakan keterikatan emosional dengan sesama masyarakat Baduy, tetapi juga menjalin hubungan spiritual dan historis dengan para leluhur masyarakat Baduy. Kegiatan pertunjukan kesenian Koromong Baduy yang dilakukan dalam upacara adat pernikahan adat Baduy menjadi momen kebersamaan yang akan memperkuat solidaritas atar masyarakat Baduy, mengamalkan nilai-nilai kebudayaan yang di junjung tinggi, serta sebagai bagian dari proses pelestarian budaya lokal masyarakat Baduy. Keterkaitan dengan Adat istiadat dan Lingkungan Sistem kesenian masyarakat Baduy tidak terpisahkan dari adat istiadat Kesenian Koromong Baduy dipandang sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari yang harus selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan. PENUTUP Penelitian ini mengungkap bahwa kesenian tradisional Koromong memiliki makna filosofis yang mendalam dan berperan penting dalam kehidupan masyarakat Baduy Luar di Kanekes Lebak Banten. Secara filosofis. Koromong tidak sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai media simbolik yang mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal, hubungan harmonis antara manusia dengan alam, serta prinsip hidup sederhana dan keseimbangan spiritual yang dianut oleh masyarakat Baduy. Kesenian ini mengandung pesan moral yang memperkuat identitas budaya dan menjaga kesinambungan nilai-nilai leluhur yang menjadi landasan kehidupan sosial mereka. Dari segi fungsi sosial. Koromong berperan sebagai alat pemersatu masyarakat yang mempererat solidaritas sosial dan memperkuat rasa kebersamaan antar anggota masyarakat. Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 111 Kesenian ini menjadi sarana komunikasi sosial dan ritual yang memperkuat ikatan adat serta menjaga kelangsungan tradisi dalam menghadapi perubahan zaman. Selain itu. Kesenian Koromong Baduy juga berfungsi sebagai media pendidikan nilai-nilai sosial dan budaya kepada generasi muda, sekaligus memperkaya dinamika kehidupan sosial masyarakat Baduy Luar. Kesenian trasisional Koromong Baduy bukan hanya bagian dari warisan budaya yang dilestarikan, melainkan juga fondasi penting yang menopang kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Baduy, sekaligus menjadi simbol keunikan dan keberlanjutan budaya lokal di tengah modernisasi. REFERENSI