Andharupa. Vol. 03 No. 02 Tahun 2017 PERANCANGAN FOTOGRAFI ESAI AuSEMARANG CITY BY THE SEAAy DENGAN PENDEKATAN EDFAT Muhammad Taufik1. Daniar Wikan Setyanto2 Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Dian Nuswantoro Semarang taufikmohamad79@yahoo. com1, daniarwikan@dsn. Abstrak Pelabuhan Tanjung Mas Semarang merupakan pelabuhan yang terbesar di Jawa Tengah dan menjadi pusat segala kegiatan ekonomi seperti impor dan ekspor barang dari dalam dan luar Selain berbagai macam perusahaan berada di situ, pelabuhan Tanjung Mas juga menyediakan berbagai macam fasilitas untuk bisnis niaga seperti gudang peti kemas, alat-alat bongkar muat, kapal tandu. Aktifitas buruh yang kompleks itulah yang disajikan dalam karyakarya foto Semarang City by the Sea, fotografi esai nantinya akan menghadirkan dinamika buruh pelabuhan bersama dengan liku-liku yang dihadapinya setiap hari seperti pekerjaan bongkar muat, saat istirahat, saat berkumpul dengan rekan-rekan sesama buruh, rob, dan lainlain. Berbagai macam fenomena tersebut akan direkam dalam sebuah Karya essai fotografi dengan metode EDFAT yang merupakan metode dasar dalam pengkaryaan fotografi Kata kunci : Fotografi Esai. Tanjung Mas Semarang. EDFAT Abstract The Port of Tanjung Mas Semarang is the largest port in Central Java and the center of all economic activities such as import and export of goods from within and abroad. Various companies are located there, the port of Tanjung Mas also provides various facilities for commercial business such as container warehouses, loading and unloading equipment, and The complex worker activity that is presented in the photographs of Semarang City by the Sea. Essay photography will present the dynamics of the harbor worker along with the twists and turns that he faces every day such as loading and unloading work, during breaks, while gathering with fellow workers, floods, etc. Various kinds of phenomena will be recorded in a work of photography essay with EDFAT method which is the basic method in photography Keyword : Essay photography. Tanjung Mas Semarang. EDFAT PENDAHULUAN Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah, dikenal sebagai kota industri. kota tersebut perdagangan berkembang dengan pesat. Perkembangan kota semarang sebagai kota industri tidak lepas dari peranan geografis kota tersebut dimana Semarang merupakan kota yang letaknya di pesisir pantai utara (PANTURA). Di kota Semarang terdapat sebuah pelabuhan yang menjadi pusat kegiatan industri Jawa Tengah. Pelabuhan Tanjung Mas merupakan pelabuhan yang terbesar di Jawa Tengah dan menjadi pusat segala kegiatan ekonomi seperti impor dan ekspor barang dari Available online at: do/andharupa Muhammad & Daniar. Perancangan Fotografi Esai . dalam dan luar negeri. Pelabuhan Tanjung Mas, dikelola oleh PT. Pelabuhan Indonesia i (PERSERO), diresmikan pada tahun 1985 oleh Presiden Bapak Soeharto. Letak Pelabuhan Tanjung Mas sangatlah strategis, karena tidak jauh dari pusat kota Semarang, kurang lebih 5 KM ke utara Tugu Muda atau sekitar 15-20 menit perjalanan dari jantung kota Semarang tersebut. Sebelum diresmikan oleh presiden Soeharto tahun 1985. Pelabuhan Tanjung Mas sebelumnya bernama pelabuhan Semarang, yang dahulu merupakan pelabuhan yang kecil dan satu-satunya, meski kecil Pelabuhan semarang menjadi urat nadi pengangkutan barang antar pulau. Setiap kapal dari luar Jawa selalu berlabuh di Pelabuhan Semarang dan membuat pelabuhan tersebut makin ramai dikunjungi para pedagang dari luar Semarang. Pelabuhan Semarang berdiri pada tahun 1874 . idapatkan dari angka yang tertera di mercusuar pelabuha. Pada masa itu hanya kapal-kapal berukuran besarlah yang dapat merapat ke pelabuhan, oleh karena itu pada tahun 1970 diadakan penambahan fasilitas dermaga NUSANTARA. Menurut data dari Dermaga NUSANTARA aktifitas pelabuhan Semarang selalu meningkat tiap tahunnya, tahun 1970-1983 saja rata-rata peningkatan adalah 10% pertahun, oleh karena itulah pemerintah daerah memutuskan untuk terus mengembangkan kawasan pelabuhan Semarang dan akhirnya pada tahun 1985 menjadi Pelabuhan Tanjung Mas. Berbagai macam perusahanaan multinasional berada di pelabuhan Tanjung Mas seperti Nusantara. Sriboga. DUKS PLTU. DUKS PERTAMINA. Pelabuhan Dalam. Indonesia Power dan banyak lagi, selain berbagai macam perusahaan berada di situ, pelabuhan Tanjung Mas juga menyediakan berbagai macam fasilitas untuk bisnis niaga seperti gudang peti kemas, alat-alat bongkar muat, kapal tandu, dan lain-lain Meski sebenarnya adalah pusat kegiatan bisnis perdagangan, pelabuhan Tanjung Mas juga digunakan untuk wisata oleh warga Semarang dan sekitarnya karena di pelabuhan tersebut tersedia juga berbagai macam fasilitas rekreasi seperti sewa kapal, taman bermain, mercusuar, dan lain-lain. Oleh fotografer, aktifitas buruh yang kompleks itulah yang disajikan dalam karya-karya foto Semarang City by the Sea, fotografi dengan pendekatan esai mencoba menghadirkan dinamika buruh pelabuhan bersama dengan liku-liku yang dihadapinya setiap hari seperti pekerjaan bongkar muat, saat istirahat, saat berkumpul dengan rekan-rekan sesama buruh, rob, dan lain-lain. Menurut McCurry . esai foto sendiri memiliki definisi sebagai berikut: "A photo essay. r "photographic essay") is a set or series of photographs that are intended to tell a story or evoke a series of emotions in the viewer. Photo essays range from purely photographic works to photographs with captions or small notes to full text essays with a few or many accompanying photograph. (McCurry, 2. (Foto esai merupakan set foto atau foto berseri yang bertujuan untuk menerangkan cerita atau memancing emosi dari yang melihat. Foto esai disusun dari karya fotografi murni menjadi foto yang memiliki tulisan atau catatan kecil sampai tulisan esai penuh yang disertai beberapa atau banyak foto yang berhubungan dengan tulisan tersebu. (McCurry, 2. Andharupa. Vol. 03 No. 02 Tahun 2017 Dari definisi di atas, bisa diambil bahwa esai foto, selain harus mempunyai tulisan atau teks esai yang menjelaskan foto-foto tersebut, esai foto haruslah menyampaikan suatu cerita yang kuat dan mampu membawa emosi dari yang melihat. Hal ini dikarenakan dalam esai foto yang fotografer akan menyampaikan pandangannya mengenai hal yang diangkat menjadi esai foto tersebut. Sehingga foto-foto tersebut menjadi sebuah rangkaian cerita yang kuat. Arbain Rambey (Fotografer Senior Harian Kompa. menyampaikan definisi esai foto dalam salah satu tulisannya yaitu : "Menceritakan sesuatu dengan beberapa foto serta esai punya ikatan antar foto yang Ibarat novel, satu foto dengan foto yang lain punya ikatan alur dan urutan seperti bab-bab dalam sebuah buku. Ada cerita yang mengalir dalam sebuah esai foto. " (Arbain Rambe. Dari definisi itu bisa ditemukan bahwa dalam sebuah esai foto, ikatan antar foto haruslah sangat kuat, sehingga alur cerita esai foto itu tetap fokus dan tidak melebar kemana-mana. Dalam menyusun esai foto, yang ada adalah kekuatan kolektivitas dari foto-foto yang tersebut. Tujuan dari pengkaryaan ini agar para penikmat foto juga bisa ikut merasakan dinamika kehidupan para pekerja di sekitar pelabuhan Tanjung Mas lewat visualisasi fotografi. METODE PENELITIAN Dalam menangkap momen-momen buruh pelabuhan, fotografer menggunakan dua metode yaitu: Incidental Photography Beberapa foto yang diambil pada fotografi Semarang City by the Sea merupakan bidikan secara spontan dan tiba-tiba. Incidental photography merupakan cara fotografer mengabadikan moment-moment yang tidak terduga yang bisa terjadi setiap saat dan kapanpun. Dengan selalu membawa kamera maka diharapkan ketika mengadapi moment tersebut fotografer sudah siap memotret. Metode EDFAT Metode EDFAT (Entire. Detail. Frame. Angle. Tim. yang diperkenalkan oleh AuWalter Cronkite School of Journalism and Telecommunication Arizona State University, merupakan konsep pengembangan fotografi pribadi. EDFAT adalah suatu metode pemotretan untuk melatih optis melihat sesuatu dengan detil yang tajam (Berutu dan Isnaini, 2. EDFAT merupakan suatu pembiasaan dalam fotografi spontan, maka setidaknya membantu proses percepatan pengambilan keputusan terhadap suatu even atau kondisi visual bercerita dan bernilai berita dengan cepat dan lugas. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada setiap unsur dari metode itu adalah suatu proses dalam mengincar suatu bentuk visual atas peristiwa bernilai berita. Unsur pertama dalam metode tersebut adalah: Entire : Dikenal juga sebagai Aoestablished shotAo, suatu keseluruhan pemotretan yang dilakukan begitu melihat suatu peristiwa atau bentuk event lain. Untuk mengincar atau mengintai bagian-bagian untuk dipilih sebagai obyek. Entire adalah tahap awal pemotretan dimana fotografer menentukan lokasi hunting atau lokasi pemotretan. Muhammad & Daniar. Perancangan Fotografi Esai . Detail : Suatu pilihan atas bagian tertentu dari keseluruhan pandangan terdahulu . Tahap ini adalah suatu pilihan pengambilan keputusan atas sesuatu yang dinilai paling tepat sebagai Aopoint of interestAo. Detail merupakan tahap pada saat fotografer menentukan pemilihan POI atau memilih obyek yang dipotret yang ada di lokasi pemotretan. Frame : Suatu tahapan dimana kita mulai membingkai suatu detil yang telah Fase ini mengantar seorang calon foto jurnalis mengenal arti suatu komposisi, pola, tekstur dan bentuk subyek pemotretan dengan akurat. Rasa artistik semakin penting dalam tahap ini. Pada tahap setelah memilih obyek fotografer akan menentukan komposisi yang akan dipakai. Angle : tahap dimana sudut pandang menjadi dominan pada fase sebagai pilihan untuk posisi dalam pengambilan gambar. Apakah itu dengan memilih sudut pengambilan dari ketinggian, kerendahan, level mata, kidal, kanan dan cara lain dalam melihat sudut pandang. Pada fase ini seorang foto jurnalis menjadi penting untuk mengkonsepsikan visual apa yang diinginkannya. Time : tahapan penentuan penyiaran dengan kombinasi yang tepa antara diafragma, kecepatan . hutter spee. dan ISO. Pengetahuan teknis atas keinginan pembekuan gerak atau memilih ketajaman ruang adalah satu prasyarat dasar yang sangat diperlukan. Pada tahap ini fotografer menentukan teknis yang digunakan pada saat memotret seperti menentukan kompensasi eksposur, white balance dan teknis lainnya. (Berutu dan Isnaini, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Ide dasar dari penciptaan fotografi esai Semarang City by the Sea adalah mengenai representasi kekuatan manusia dalam bekerja dan berjuang demi hari depan. Sedangkan untuk metode perancangan dengan menggunakan pendekatan EDFAT karena EDFAT merupakan metode dasar untuk pemotretan jurnalistik. Dengan mengadaptasi kekuatan dan mental para buruh pelabuhan yang pekerja keras tersebut diharapkan dapat menularkan spirit daya juang terhadap para penikmat fotografi. Selain konsep AuSpirit of CrisisAy dan AuSpirit of FightingAy konsep lain yang mendasari penciptaan ini adalah citarasa lokal . ocal Conten. yaitu daya tarik kota Semarang sebagai pusat industri dan wisata bahari di Jawa Tengah. Gambar 1. foto AuMeski Rob. Tetap KerjaAy dan . foto AuTukang Las KapalAy dengan konsep Spirit of Fighting (Sumber: Dokumentasi penuli. Andharupa. Vol. 03 No. 02 Tahun 2017 Sebagai pusat kegiatan ekonomi, tentunya pelabuhan Tanjung Mas dijadikan sandaran hidup oleh banyak orang, terutama adalah para buruh pelabuhan. Aktivitas para buruh di pelabuhan Tanjung Mas bisa dilihat setiap hari selama 24 jam karena aktifitas bongkar muat di pelabuhan tersebut bisa terjadi kapanpun. Para buruh pelabuhan yang terlihat di lapangan kebanyakan merupakan buruh kasar yang bekerja sebagai tukang bongkar muat kapal, namun ada juga yang berprofesi sebagai mandor, juru parkir kapal dan nelayan. Dinamika para buruh tersebutlah yang dijadikan oleh fotografer sebagai obyek fotografi esai bertajuk AuSemarang City by the SeaAy. Gambar 2. foto AuMandor MemantauAy dan . foto AuMandor Memantau IIAy (Sumber: Dokumentasi penuli. Aktifitas yang dijalani oleh para buruh pelabuhan merupakan aktifitas yang berat, selain pekerjaannya yang menuntut energi ekstra keras para buruh juga menghadapi tantangan lain seperti panasnya matahari dan rob . ir pasan. Perlu diketahui semarang merupakan salah satu wilayah terpanas di Jawa Tengan, dengan posisinya yang berdekatan dengan laut suhu di kota semarang pada siang ahri rata-rata 36-40 derajat celcius. Sedangkan tantangan lain yaitu rob, yaitu fenomena air laut pasang yang mencapai daratan dan pemukiman. Rob merupakan tantangan terbesar bagi pemerintah daerah Semarang, karena rob tersebut bakan hanya dapat ditemui di kawasan seputar pelabuhan saja namun juga kawasan lain seperti kota lama dan stasiun Tawang. Sedangkan di pelabuhan Tanjung Mas, rob merupakan pemandangan sehari-hari karena hampir dapat ditemukan di setiap sudut kawasan pelabuhan. Muhammad & Daniar. Perancangan Fotografi Esai . Gambar 3. Beberapa foto esay aktifitas di kawasan pelabuhan di Semarang (Sumber: Dokumentasi penuli. Setiap harinya para buruh pelabuhan harus bekerja di tengah-tengah genangan air rob, karena mengandung garam tidak jarang air rob merusak benda-benda yang digenanginya seperti ban mobil, tembok bahkan sepatu para buruh. Apabila genangan air rob sangat tinggi . iasanya pada saat purnam. , tidak jarang kegiatan di pelabuhan jadi terganggu karena para buruh menjadi terlambat atau bahkan tidak masuk Foto-foto dalam AuSemarang City by the SeaAy juga menampilkan sisi-sisi manusiawi yang ada pada para buruh seperti penggambaran mereka pada saat bekerja, beristirahat dan berkumpul bersama dengan rekan-rekan buruh. Foto-foto pada gambar 1, 2, dan 3 diambil secara insidental yaitu fotografer mengabadikan momen-momen yang tidak terduga yang bisa terjadi setiap saat dan kapanpun, penyajian foto juga ditampilkan dalam format hitam putih untuk kesan timeless, format hitam putih juga akan menguatkan karakteristik human interest pada fotografi esai tersebut karena dengan format hitam putih akan meleburkan POI obyek manusia dengan latar belakangnya. Agar mendapatkan pembiasaan dalam fotografi spontan, maka perlunya proses percepatan pengambilan keputusan terhadap suatu event atau kondisi visual bercerita dan bernilai berita dengan cepat dan lugas dengan metode EDFAT. Berikut adalah penerapan metode EDFAT pada foto esay yang dibuat. Andharupa. Vol. 03 No. 02 Tahun 2017 Tabel 1. Penerapan EDFAT pada karya foto Esai Semarang City by the Sea. (Sumber: Dokumentasi penuli. Foto Analisis EDFAT Entire . Detail . emilihan obyek/POI) Frame . Angle Foto AuDi Antara Kayu-kayu RaksasaAy (Sudut Time . eknis Entire . Detail . emilihan obyek/POI) Frame . Angle Foto AuDi Antara Kayu-kayu Raksasa IIAy (Sudut Time . eknis Tempat pembongkaran kayu Pelabuhan Tanjung Mas Semarang POI ada pada 2 orang pekerja pelabuhan yang berada disebelah kiri dengan latar belakan bangunan pabrik Boga Sari dan Foreground tumpukan Komposisi repetisi pada jendela pabrik, oposisi pada tumpukan kayu Normal angle, sudut pengambilan sejajar dengan mata fotografer/sejajar dengan obyek F:8, speed:1/125. ISO: 200, exposure compensation: 0. Tempat pembongkaran kayu Pelabuhan Tanjung Mas Semarang POI pada seorang pekerja yang ada diatas timpukan kayu, dengan background awan dan foreground 2 kayu besar sebagai perbandingan ukuran dengan obyek Komposisi repetisi unsur garis dan tekstur pada tumpukan kayu lowangle, sudut pengambilan ada di bawah obyek yang difoto F:5. 6, speed:1/125. ISO: 200, exposure compensation: 0. Muhammad & Daniar. Perancangan Fotografi Esai . Foto Analisis EDFAT Entire . Detail . emilihan obyek/POI) Frame . Angle (Sudut Time . eknis Foto AuDuo TambunAy Entire . Detail . emilihan obyek/POI) Frame . Angle (Sudut Time . eknis Foto AuBukan Lautan tapi RobAy Dermaga Pelabuhan Tanjung Mas POI pada 2 orang . apak dan ana. yang berdiri berada di samping kapal Komposisi kontras discord . yaitu menonjolkan POI obyek 2 orang dengan latar belakang Normal angle, sudut pengambilan sejajar dengan mata fotografer/sejajar dengan obyek F:4, speed:1/125. ISO: 400, exposure compensation: 0. Dermaga Pelabuhan Tanjung Mas POI pada 2 orang pekerja yang berdiri berada di tepi Komposisi kontras discord . yaitu menonjolkan POI obyek 2 orang dengan latar belakang kapal dan Foreground lautan rob lowangle, sudut pengambilan ada dibawah obyek yang difoto F:5. 6, speed:1/125. ISO: 400, exposure compensation: 0. KESIMPULAN Proses berkarya fotografi secara khusus jurnalistik ternyata memerlukan metode yang sama sekali berbeda dengan pemotretan komersial fotografi. Dalam fotografi jurnalistik, fotografer perlu melakukan metode AuincidentalAy atau tiba-tiba karena momen jurnalistik bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu fotografer harus menyediakan kamera setiap saat untuk merekam moment-moment tersebut. Meski bersifat AuincidentalAy seorang fotografer harus mau bergerak mencari dan Andharupa. Vol. 03 No. 02 Tahun 2017 menunggu sampai obyek tersebut ditemukan dan dipotret. Karena tanpa adanya sebuah tindakan mencari dan menunggu maka obyek tersebut tidak akan kunjung Meski bersifat tiba-tiba. , saat memotret fotografer perlu menggunakan metode yang mudah/praktis untuk pertimbangan dalam pengambilan foto, oleh karena itu fotografer harus memahami metode EDFAT karena merupakan metode dasar pemotretan jurnalistik. Dengan metode EDFAT fotografer akan mempertimbangkan 5 aspek penting dalam pemotretan yaitu Entire. Detail. Frame. Angle dan Time. Saat memotret untuk keperluan dokumentasi seringkali fotografer mengabaikan faktor estetis teknis dan lebih mengutamakan konteks jurnalistik seperti momentum dan Padahal faktor estetis merupakan hal yang cukup penting dalam praktek fotografi dokumentasi termasuk di dalamnya esai foto, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan estetis teknis seperti komposisi, eksposur, ketajaman dan lain-lain tetap harus menjadi pertimbangan dalam memotret karena aspek estetis dapat memperkuat impresi dan penghayatan bagi penikmat foto dokumentasi. Dalam penyajian foto esai, orisinilitas ide haruslah tetap dijaga sebagai sebuah kekuatan fotografi dalam pengungkapan pesan lewat bahasa visual dan tetap berpegang teguh pada etika jurnalistik, meski aspek estetis penting sebagai penunjang obyek foto-fotonya tidak boleh direkayasa sekalipun untuk kepentingan estetika sehingga sama sekali tidak menyimpang dari kenyataan dan kebenaran tetap terjaga dan akurat. Untuk selanjutnya diharapkan akan ada lagi fotografi esai seperti ini, yang dapat lebih memberikan foto-foto dan ulasan yang terbaik kepada para penikmat fotografi, terutama fotografi jurnalistik, karena fotografi bukan sekedar sebagai pelengkap berita saja namun juga sebagai bagian yang penting untuk diinterpertasikan oleh pembaca DAFTAR PUSTAKA