Analisis Tindak Tutur Ekspresif para Tokoh dalam Film Jembatan Pensil (Analysis of Expressive Speech Acts of the Characters in the Pencil Bridge Movi. 1Fitri Hidayanti *, 2Agus Setyonegoro, 3Lusia Oktri Wini Corresponding Author: * hidayantifitri348@gmail. 1Universitas Jambi. Jambi. Indonesia 2 Universitas Jambi. Jambi. Indonesia 3Universitas Jambi. Jambi. Indonesia Article history Received 11 Mei 2025 Revised 26 Mei 2025 Accepted 31 Mei 2025 Abstract This study aims to identify and analyze the forms and functions of expressive speech acts in the Jembatan Pensil film based on a pragmatic approach. Expressive speech acts are one type of speech act used by speakers to express psychological or emotional conditions towards a situation. This study is important because films as an audiovisual communication media often reflect cultural, social, and emotional expressions through the dialogues of their characters. This study uses a qualitative descriptive method with the technique of free listening and conversation (SBLC) as a data collection The research data are in the form of character speech in the Jembatan Pensil film containing expressive speech acts. The results of the analysis show that there are seven types of expressive speech acts found in the film, namely: thanking, apologizing, congratulating, praising, expressing condolences, blaming, and being angry, with a total of 29 data. The expressive speech act of anger is the most dominant type. These findings indicate that the Jembatan Pensil film not only conveys a social message about education, but also depicts the emotional expression of the characters in real terms through language. This study is expected to contribute to pragmatic studies, especially in understanding the use of expressive language in film media. Keywords: pragmatics, illocutionary speech acts, expressive speech acts Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk serta fungsi tindak tutur ekspresif dalam film Jembatan Pensil berdasarkan pendekatan pragmatik. Tindak tutur ekspresif merupakan salah satu jenis tindak tutur yang digunakan penutur untuk mengungkapkan kondisi psikologis atau emosional terhadap suatu situasi. Kajian ini penting dilakukan karena film sebagai media komunikasi audiovisual kerap merefleksikan ekspresi budaya, sosial, dan JLA Vol. No. Mei 2025, p. emosional melalui dialog tokoh-tokohnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) sebagai teknik pengumpulan data. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam film Jembatan Pensil yang mengandung tindak tutur ekspresif. Hasil analisis menunjukkan terdapat tujuh jenis tindak tutur ekspresif yang ditemukan dalam film, yaitu: berterima kasih, meminta maaf, memberi selamat, memuji, menyampaikan belasungkawa, menyalahkan, dan marah, dengan total 29 data. Tindak tutur ekspresif marah merupakan jenis yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa film Jembatan Pensil tidak hanya menyampaikan pesan sosial tentang pendidikan, tetapi juga menggambarkan ekspresi emosional karakter secara nyata melalui bahasa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik, khususnya dalam memahami penggunaan bahasa ekspresif dalam media film. Kata Kunci: pragmatik, tindak tutur ilokusi, tindak tutur PENDAHULUAN Pragmatik merupakan salah satu cabang penting dalam linguistik, berfokus pada makna yang berhubungan dengan konteks. Hal ini mengartikan bahwa pragmatik merupakan ilmu yang mempelajari pemahaman makna suatu ujaran dengan melihat situasi dan waktu ujaran tersebut. Dapat kita simpulkan bahwa pragmatik merupakan salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari struktur bahasa dari luar, yaitu kaitannya dengan cara penggunaan bahasa dalam komunikasi (Purba, 2022. Andiopenta et al. , 2. Tindak tutur merupakan tindakan yang dilakukan oleh seorang penutur untuk berkomunikasi dengan pendengar atau mitra tutur, berkaitan dengan situasi dan konteks di mana tuturan tersebut diujarkan (Sukmawati & Fatmawati, 2. Pada konteks pragmatik, film sebagai media audiovisual memuat dialog yang menampilkan berbagai bentuk tindak tutur, salah satunya yakni tindak tutur ekspresif. Film merupakan sebuah karya audiovisual yang memerlukan karakterisasi tokoh dengan mengutamakan dialog dan visualisasi yang baik. Penting untuk memahami tindak tutur ekspresif dalam sebuah film, terutama dalam menganalisis karakter atau tokoh yang memiliki cara penyampaian emosi dan perasaan yang khas. Film seringkali menjadi cerminan budaya dan ekspresi sosial yang beragam. Ekspresi emosional dalam film mengacu pada cara aktor dan pembuat film membuat kata-kata, nada dan bahasa tubuh untuk menyampaikan emosi karakter kepada penonton, termasuk dialog, intonasi, dan bagaimana karakter berinteraksi secara verbal dengan karakter lain. Bahasa verbal dan nonverbal berkaitan untuk memiliki dampak emosional yang kuat pada penonton. Tindak tutur terbagi menjadi tiga jenis, yakni lokusi, ilokusi dan perlokusi. Tindak tutur lokusi ialah tindak tutur yang digunakan untuk menyatakan sesuatu, dapat disebut juga sebagai the act of saying something. Pada tindak tutur lokusi, tidak terdapat maksud dan fungsi tuturan yang dikemukakan oleh penutur, hanya dimaksudkan untuk memberitahu mitra tutur tanpa mengandung unsur spesifik (Purba, 2. Selanjutnya tindak tutur ilokusi ditujukan untuk menyatakan sesuatu dan melakukan sesuatu. Tindak tutur ilokusi perlu penafsiran dalam memahami situasi tutur, tuturan yang dinyatakan oleh penutur yang seringkali memiliki pengaruh atau efek pada pendengar. Menurut (Mintarsih et al. , 2. tindak tutur perlokusi adalah tuturan yang dinyatakan oleh penutur yang seringkali memiliki pengaruh atau efek pada pendengar. Dalam ilmu pragmatik, terdapat istilah tindak tutur adalah gejala individual yang sifatnya psikologis dan keberlangsungannya dipengaruhi kemampuan bahasa si penutur JLA Vol. No. Mei 2025, p. saat menemui keadaan tertentu (Gusbella et al. , 2. Penulis meneliti berdasarkan ilokusi dalam tuturan dan fokus dalam tindak tutur ilokusi ekspresif. Searle . alam Ekawati, 2. menjelaskan bahwa tindak tutur ekspresif digunakan ketika penutur ingin mengungkapkan keadaan batinnya mengenai suatu hal. Searle mengklasifikasikan tindak tutur ekspresif menjadi 7 golongan yang meliputi thanking atau berterima kasih, pardoning atau meminta maaf, congratulating atau memberi selamat, praising atau memuji, condoling atau berbelasungkawa, blaming atau menyalahkan, dan marah. Tuturan ekspresif atau tindak tutur ekspresif ialah tuturan yang diucapkan dengan sengaja oleh orang yang berbicara. Hal ini dilakukan agar perkataannya dapat dipahami sebagai pertimbangan atas hal-hal yang disebutkan dalam tuturannya (Nadirah, 2. Menurut Almaqqi et al . & Apriastuti . , tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang digunakan oleh penutur dalam menyampaikan sesuatu kepada mitra tutur. Studi tentang tindak tutur ekspresif penting dalam linguistik pragmatik, yang meneliti bagaimana konteks sosial mempengaruhi cara orang menyampaikan emosi melalui kata-kata. Hasil analisis ini bisa digunakan untuk memahami lebih dalam penggunaan bahasa di kehidupan nyata, terutama dalam komunikasi sehari-hari yang melibatkan ekspresi emosi atau sikap pribadi. Tuturan ekspresif berterima kasih dapat digunakan untuk menyatakan terima kasih kepada mitra tutur setelah penutur mendapat bantuan atau sebagai bentuk kesopanan untuk menolak sesuatu (Astika et al. , 2021. Murti et al, 2. Tuturan Ekspresif meminta maaf dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti ketika seseorang melakukan kesalahan yang membuat seseorang merasa janggal, membuat seseorang menunggu, atau mungkin karena ingin menjaga perasaan orang yang mereka ajak bicara. Tuturan ekspresif selamat biasanya digunakan dalam doa, tetapi juga bisa digunakan untuk mengucapkan selamat saat seseorang merayakan hari baik, menerima penghargaan, atau menerima sesuatu yang baru, dalam kasus di mana seseorang ingin menyapa, istilah formal dan hangat digunakan (Maharani, 2. Tuturan ekspresif memuji merupakan tuturan ekspresif yang digunakan untuk menyatakan keheranan dan penghargaan terhadap sesuatu yang menarik, baik, berani dan sebagainya. Tindak tutur memuji biasanya dilakukan karena penutur kagum atau menyukai sesuatu yang dimiliki mitra Tuturan ekpresif belasungkawa dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan refleksi kepada lawan bicara. Tindak tutur ini berfungsi untuk mengungkapkan kesetaraan emosional dalam konteks percakapan. Tindak tutur ekspresif menyalahkan merupakan bentuk tindak tutur yang diucapkan bermaksud untuk menyalahkan tentang hal yang dirasa oleh penutur kurang baik. Tuturan ekspresif menyalahkan terjadi karena berbagai alasan, terutama karena lawan bicara melakukan kesalahan, tidak mengambil tanggung jawab, atau berusaha melarikan diri (Hedrianti, 2024. Rahmadani, 2. Bentuk dari tuturan ini ialah tuturan yang mengekspresikan ungkapan tidak suka, marah, dan jengkel atas situasi yang tidak sesuai dengan keinginan. Adapun penelitian yang relevan sebagai sumber referensi penulis dalam penulisan ilmiah ini, yaitu penelitian mengenai Tindak Tutur Ekspresif Warganet dalam Akun Instagram @Kompascom AuPKS Deklarasi Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden 2024Ay oleh Rina Sukmawati & Fatmawati. Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 2023. Ditemukan 17 data tuturan memuji, 14 data tuturan menyalahkan, 2 data tuturan berterima kasih serta menemukan 1 data tuturan dukungan yang terdapat dalam tuturan memuji. Penelitian ini berfokus pada tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Jembatan Pensil, hasil dari penelitian ini dapat menambah kajian mengenai tindak tutur ekspresif dalam konteks pragmatik dan diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai bagaimana perasaan dan emosi diungkapkan dalam dialog film, serta bagaimana hal tersebut berkontribusi terhadap pengembangan narasi dan karakterisasi. Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya, yaitu. penelitian terdahulu meneliti pada akun sosial media, yang mana data diperoleh dengan membaca tulisan yang ada pada kolom komentar akun media sosial, sedangkan data dari penelitian ini bersumber dari film yang mana diperoleh dengan cara menonton film. Penelitian sebelumnya meneliti tindak tutur ekspresif dengan tiga jenis saja, sedangkan peneliti memperoleh data dengan 7 jenis tuturan ekspresif. JLA Vol. No. Mei 2025, p. Peneliti memilih film Jembatan Pensil dikarenakan tokoh dalam film tersebut memiliki pola tutur atau cara berkomunikasi yang ekspresif dan menarik. Film Jembatan Pensil memberikan warna bagi industri perfilman Indonesia dengan kisah dan alur yang menyentuh. Film ini menceritakan tentang kesederhanaan walaupun dikuatkan dengan beberapa adegan yang tragis. Film ini menampilkan sebuah bentuk film anak Indonesia yang memiliki sentuhan drama yang menginspirasi akan nilai pendidikan karakter yang terdapat di dalamnya. Film yang berdurasi 1 jam 31 menit ini tayang pada 7 September 2017 dan sebelumnya ditayangkan secara khusus di hadapan puluhan anak-anak penyandang disabilitas di Gedung Krida Bhakti. Jakarta Pusat pada 23 Agustus 2017, memperingati hari anak pada 23 Juli 2017. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Menurut (Murdiyanto, 2020. Moleong, 2. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedurprosedur statistik atau dengan cara kuantifikasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil penelitian secara objektif apa adanya, tanpa menggunakan angkaangka. Data dari penelitian ini mencakup seluruh tuturan para tokoh dalam film Jembatan Pensil yang merupakan tuturan ekspresif. Sumber data penelitian ini adalah seluruh tuturan tokoh dalam film. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak, karena metode yang digunakan untuk mengumpulkan data melibatkan pengamatan penggunaan bahasa. Teknik menyimak dapat digambarkan sebagai teknik yang sesuai dengan alat identifikasi, khususnya teknik simak bebas libat cakap (SBLC), yang artinya peneliti hanya berperan sebagai pengamat. Dalam memperoleh data, peneliti juga mendengarkan audio film tersebut, kemudian membandingkan data tersebut dengan transkrip film yang telah ditetapkan (Sudaryanto, 2001. Creswell, 2013. Yin, 2. Instrumen tambahan diperlukan dalam penelitian ini untuk mempermudah peneliti dalam memperolah data. Instrumen tambahan yang digunakan yakni berupa indikator tindak tutur ekspresif yang terdiri dari 7 golongan yaitu: Tuturan ekspresif berterima kasih, meminta maaf, memberi selamat, memuji, belasungkawa, menyalahkan, dan Tindak tutur ekspresif marah. Uji validitas data dilakukan dalam penelitian ini, bertujuan supaya hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dan dapat diperoleh keabsahan data. Hal ini sejalan dengan pendapat Arikunto . yang menyatakan bahwa validitas merupakan ukuran yang menunjukkan sejauh mana suatu instrumen dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Selanjutnya, analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles. et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan berbagai bentuk dan fungsi tuturan ekspresif yang muncul dalam film Jembatan Pensil, antara lain: ungkapan terima kasih, permintaan maaf, pujian, belasungkawa, ucapan selamat, penyalahgunaan, dan kemarahan. Data hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel Jenis Tuturan Ekspresif No. Jenis Tuturan Ekspresif Tindak tutur ekspresif berterima kasih Tindak tutur ekspresif meminta maaf Tindak tutur ekspresif memberi selamat Tindak tutur ekspresif memuji Tindak tutur ekspresif belasungkawa Tindak tutur ekspresif menyalahkan Tindak tutur ekspresif marah Jumlah Data Jumlah Data Untuk memberi gambaran yang komprehensif dibawah ini akan disajikan beberapa contoh atau cuplikan data dari tuturan ekspresif yang diperoleh dalam penelitian ini. JLA Vol. No. Mei 2025, p. Berterima Kasih Tindak tutur ekspresif berterima kasih merupakan tindak tutur yang terjadi karena beberapa faktor, salah satunya yaitu dikarenakan mitra tutur bersedia melakukan apa yang diminta oleh penutur. Bisa jadi karena penutur mendapatkan hal yang diinginkan, mendapatkan perlakuan baik seperti pujian dan pertolongan. Konteks: Pada salah satu adegan dalam film Jembatan Pensil, tokoh Aida mengalami musibah yakni tas yang ia bawa tanpa sengaja jatuh ke dalam air di dermaga. Tak lama kemudian Aida melihat sosok pria yang ia kenal, yaitu Pak Mone. Aida meminta tolong Pak Mone untuk mengambilkan tasnya yang terjatuh. Pak Mone pun menyuruh Gading . ekan melautny. untuk mengambilkan tas tersebut, kemudian Aida mengucapkan terima kasih atas bantuan Gading. Tuturan tersebut terjadi di film Jembatan Pensil pada menit ke . Aida : AuTerima kasih, ya. Ay . Pada tuturan data . terdapat tuturan ekspresif berterima kasih. Terlihat pada ujaran AuTerima kasih, ya. Ay yang digunakan oleh penutur ketika penutur mendapatkan perilaku baik dari mitra tutur. Tuturan ekspresif berterima kasih dapat digunakan untuk menyatakan terima kasih kepada mitra tutur setelah penutur mendapat bantuan atau sebagai bentuk kesopanan untuk menolak sesuatu (Rochmah, 2016. Kadir, 2. Pada konteks dialog pada film di atas, ungkapan ekspresif terima kasih tersebut disampaikan ketika Gading membantu Aida untuk mengambilkan tasnya yang tenggelam di dermaga. Aida pun merasa senang atas bantuan Gading, terlihat dari raut wajahnya yang menampilkan senyum sumringah. Kata AuTerima kasih yaAy yang disampaikan penutur merupakan ungkapan perasaan atas kebaikan dari mitra tutur yang telah membantu penutur dalam mengatasi Tuturan tersebut diungkapkan dengan mimik wajah gembira. Sehingga data . termasuk ke dalam tindak tutur ekspresif berterima kasih. Meminta Maaf Konteks: Adegan terjadi di pelabuhan Raha, yang mana tokoh Gading hendak pergi melaut bersama Pak Mone. Tiba-tiba Aida menghampiri Gading. Ia ingin mengembalikan jaket milik Gading sekaligus meminta maaf atas sikap ibunya yang kurang sopan terhadap Gading. Tuturan tersebut terjadi pada durasi film ke . Aida: AuMaaf ya, jaket kamu terbawa dan saya juga mau minta maaf atas sikap ibu Ay . Pada data tuturan . tersebut merupakan tindak tutur ekspresif meminta maaf, terdapat dua tuturan yang menyatakan permintaan maaf yang terjadi pada data tuturan . Pertama, tokoh Aida meminta maaf karena telah membawa pulang jaket Gading dan lupa mengembalikan, terlihat pada kalimat Aumaaf ya, jaket kamu terbawaAy. Kata Aumaaf yaAy merupakan tuturan ekspresif meminta maaf yang mana diungkapkan oleh penutur karena merasa melakukan suatu kesalahan atau hal yang tidak mengenakkan. Tindak tutur ekspresif meminta maaf merupakan suatu tindak tutur yang disebabkan oleh faktor kesalahan dari penutur kepada mitra tutur. Yang mana kesalahan tersebut dapat berupa kesalahan secara verbal ataupun nonverbal. Penutur mengungkapkan permintaan maaf apabila terdapat hal yang menyinggung mitra tutur. Dalam konteks tuturan, tindak tutur ekspresif meminta maaf sangat diperlukan untuk mengungkapkan pribadi seorang penutur, apakah penutur merupakan sosok yang rendah hati atau tidak (Anshori, 2. Dalam konteks tuturan pada data . , penutur meminta maaf atas kesalahannya yang lalai sehingga lupa mengembalikan jaket yang telah ia pinjam, dan juga penutur meminta maaf atas sikap yang tidak mengenakkan dari ibunya. Kata maaf tersebut juga disampaikan dengan nada yang ramah. JLA Vol. No. Mei 2025, p. Memberi Selamat Konteks: SD Towea kedatangan seorang guru baru yang merupakan anak dari Bapak guru yang bernama Aida. Pada pagi itu kebetulan Aida sudah sampai di SD Towea kemudian Pak Guru memperkenalkan Aida kepada para siswa, bahwa Aida merupakan guru baru yang akan membantunya mengajar di sekolah tersebut. Para siswa menyambut Aida dengan antusias. Bapak guru meminta para siswa untuk menyapa Aida. Tuturan tersebut terjadi pada menit ke . Para siswa: AuSelamat pagi Bu Guru Aida. Ay . Pada data tuturan . merupakan tindak tutur ekspresif memberi selamat. Kalimat AuSelamat pagi Bu Guru Aida. Ay merupakan tuturan ekspresif memberi selamat. Penutur menyampaikan tuturan tersebut sebagai bentuk sapaan kepada mitra tutur. Kata selamat biasanya digunakan dalam doa, tetapi juga bisa digunakan untuk mengucapkan selamat saat seseorang merayakan hari baik, menerima penghargaan, atau menerima sesuatu yang baru, dalam kasus di mana seseorang ingin menyapa, istilah formal dan hangat digunakan (Maharani, 2. Pada konteks ini, kalimat tuturan selamat digunakan sebagai kata sapaan, yang mana penutur menyapa mitra tutur dengan kalimat Auselamat pagi. Maka data . merupakan tindak tutur ekspresif memberi selamat. Memuji Konteks: Aida yang baru saja sampai di kampung halamannya ikut serta dengan mobil bak terbuka bersama dengan seorang siswa yang bernama Ondeng. Ondeng hendak berangkat ke sekolah, namun ternyata ia malah berhenti dan masuk ke dalam hutan. Aida pun mengikuti Ondeng yang ternyata menunggu di pinggiran sebuah telaga, terlihat beberapa siswa lain melintasi jembatan yang hampir runtuh itu. Ondeng rupanya menjemput temanteman supaya berangkat ke sekolah bersama-sama. Ketika Nia. Yanti. Inal dan Azka sampai di seberang mereka tidak kenal dengan Aida. Ondeng pun menjelaskan bahwa Aida merupakan putri Pak Guru mereka. Inal yang merupakan penderita tunanetra memegang bahu Aida dan memuji Aida. Tuturan tersebut terjadi pada menit ke . Inal: AuBu Guru. Inal tidak bisa melihat, tapi hati Inal bisa melihat. Bu Guru cantik. Ay . Pada data . , tuturan tersebut merupakan tuturan ekspresif memuji. Penutur menyampaikan ungkapan pujian kepada mitra tutur, sehingga mitra tutur merasa senang atas tindakan penutur. Memuji merupakan tuturan ekspresif yang digunakan untuk menyatakan keheranan dan penghargaan terhadap sesuatu yang menarik, baik, berani dan sebagainya (Cahyo et al. , 2024. Irma, 2. Tindak tutur memuji biasanya dilakukan karena penutur kagum atau menyukai sesuatu yang dimiliki mitra tutur. Pada data . tuturan yang disampaikan sesuai dengan konteks yang terjadi, yakni penutur menyampaikan kekaguman yang dimiliki mitra tutur. Kalimat pujian yang disampaikan seperti Aubu guru cantikAy termasuk ke dalam tindak tutur ekspresif memuji. Belasungkawa Konteks: Dalam film tersebut tokoh Pak Kades datang ke SD Towea dan memberitahu pak guru bahwa Pak Mone . yah Onden. telah meninggal dunia. Pak guru pun merasa terpukul dan dengan berat hati harus menyampaikan kepada para siswa. Mereka turut berduka atas kepergian ayahnya Ondeng. Teman-teman Ondeng menyadari bahwa, penyebab Ondeng tidak hadir ke sekolah pada hari itu tak lain ialah karena Ondeng sedang berduka atas kepergian ayahandanya. Tuturan tersebut terjadi dalam film pada durasi ke . Pak Guru: AyInnalillahiAy . JLA Vol. No. Mei 2025, p. Pada data . di atas, merupakan tuturan ekspresif belasungkawa yang mana mengungkapkan rasa duka cita atas situasi yang terjadi. Penutur menyampaikan ungkapan duka tersebut sebagai rasa simpati kepada keluarga korban. Tuturan ekpresif belasungkawa dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan refleksi kepada lawan bicara (Handayani et , 2. Tindak tutur ini berfungsi untuk mengungkapkan kesetaraan emosional dalam konteks percakapan. Tuturan AuInnalillahiAy yang disampaikan penutur merupakan ungkapan dalam bahasa asing yakni bahasa Arab yang memiliki arti Ausesungguhnya kami adalah milik Allah. Ay Dalam agama islam ucapan ini disampaikan sebagai ungkapan belasungkawa atas meninggalnya seseorang, atau sebagai ungkapan kesedihan dan menerima takdih Allah ketika seseorang mengalami musibah. Menyalahkan Konteks: Tindak tutur ekspresif menyalahkan dalam film Jembatan Pensil terdapat pada data . yang mana seorang nelayan memberitahu Gading bahwa Ondeng pergi ke laut seorang diri untuk menjadi ayahnya dengan menggunakan perahu kecil. Gading menyalahkan sang nelayan mengapa tidak mencegah Ondeng. Dengan perasaan panik. Gading pun segera bergegas menyusul Ondeng. Tuturan tersebut terjadi pada waktu ke . :22:. Gading: Aukenapa dibiarkan?!Ay . Pada data . tuturan ekspresif menyalahkan dilakukan oleh tokoh Gading. Gading menyalahkan nelayan yang membiarkan Ondeng ke laut sendirian untuk mencari ayahnya, padahal nelayan tersebut seharusnya mencegah atau menyusul Ondeng supaya tidak pergi ke laut sendirian. Tindak tutur ekspresif menyalahkan merupakan bentuk tindak tutur yang diucapkan dengan tujuan untuk menyalahkan tentang hal yang dirasa oleh penutur kurang baik (Pratama et al. , 2020. Rihanah, 2. Tuturan ekspresif menyalahkan terjadi karena berbagai alasan, terutama karena lawan bicara melakukan kesalahan, tidak mengambil tanggung jawab, atau berusaha melarikan diri. Ungkapan menyalahkan yang disampaikan penutur dalam konteks ini yaitu pada kalimat Aukenapa dibiarkan? Penutur menyalahkan mitra tutur akan situasi kurang baik yang dilakukan oleh mitra tutur, sehingga penutur mengutarakan kalimat tersebut dengan nada kesal terhadap mitra tutur. Marah Konteks: Dalam film Jembatan Pensil terdapat satu adegan di mana tokoh Ondeng senang mendengar kabar dari Pak Guru, bahwa mereka akan mendapatkan guru baru, yaitu Bu Aida. Pak Guru memberitahu bahwa Bu Aida sedang dalam perjalanan menuju ke Muna menggunakan kapal ferri. Ondeng sangat senang dan girang sampai-sampai ia berjalan sambil meneriakkan Aukapal lau! kapal besar!Ay. Attar yang duduk di dekat Ondeng pun marah dan kesal melihat tingkah Ondeng yang demikian. Tuturan tersebut terjadi pada durasi ke . Attar: AuOndeng! Berisikk!Ay . Pada data . , tokoh Attar kesal melihat tingkah Ondeng karena menurutnya Ondeng berlebihan dalam mengekspresikan kesenangan. Ondeng berbicara sambil berjalan ke sana sini dan mengucapkan kalimat dengan nada yang mengganggu. Attar yang berada di dekat Ondeng pun merasa emosi dan melontarkan kalimat AuOndeng! Berisikk!Ay. Berdasarkan data . penutur mengungkapkan emosi terhadap situasi yang tidak sesuai dengan harapan, penutur marah karena situasi berisik yang mengganggunya sehingga penutur menyampaikan kalimat tersebut dengan nada tinggi dan raut wajah marah. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa data . merupakan tindak tutur ekspresif marah. Penelitian mengenai analisis tindak tutur ekspresif para tokoh dalam film Jembatan Pensil ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif apa saja yang dituturkan oleh para tokoh dalam film Jembatan Pensil. Penelitian ini merupakan JLA Vol. No. Mei 2025, p. penelitian deskriptif kualitatif karena meneliti dan menganalisis tuturan tuturan para tokoh yang terdapat dalam film Jembatan Pensil berdasarkan data yang sebenarnya, nyata dan tanpa ada perubahan maupun manipulasi data yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan ekspresif para tokoh yang terdapat dalam film Jembatan Pensil. Sumber data dalam penelitian ini yaitu film Jembatan Pensil. Menurut Searle . alam Ekawati, 2. menjelaskan bahwa tindak tutur ekspresif digunakan ketika penutur ingin mengungkapkan keadaan batinnya mengenai suatu hal. Searle mengklasifikasikan bentuk tindak tutur ekspresif menjadi tujuh yaitu, thanking atau berterima kasih, pardoning atau meminta maaf, congratulating atau memberi selamat, praising atau memuji, condoling atau berbelasungkawa, blaming atau menyalahkan, dan marah (Ekawati, 2. Hasil analisis dan data yang diperoleh menunjukkan bahwa jenis tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Jembatan Pensil adalah sejumlah 7 jenis tindak tutur ekspresif beserta fungsinya dengan 29 bentuk tuturan yang meliputi tindak tutur berterima kasih sebanyak 4 data, meminta maaf sebanyak 2 data, memberi selamat sebanyak 2 data, memuji sebanyak 6 data, berbelasungkawa sebanyak 4 data, menyalahkan sebanyak 1 data, dan tuturan ekspresif marah sebanyak 10 data. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa fungsi dari ketujuh tuturan ekspresif tersebut ialah sebagai berikut. Film Jembatan Pensil mengandung berbagai ungkapan ekspresif yang merangkum emosi dan reaksi karakter. Terdapat empat ungkapan terima kasih yang berfungsi sebagai bentuk penghargaan atas perbuatan baik lawan tutur. Dua data tuturan meminta maaf, yang mana ungkapan tersebut berfungsi untuk mengungkapkan kesalahan yang dilakukan oleh penutur. Ada dua data tuturan selamat yang berfungsi sebagai ungkapan salam/sapaan. Enam data tuturan memuji yang berfungsi mengekspresikan kekaguman penutur terhadap sesuatu. Empat data tuturan belasungkawa yang berfungsi untuk menyampaikan simpati atas musibah yang menimpa seseorang. Satu data tuturan menyalahkan, tindak tutur ekspresif menyalahkan merupakan bentuk tindak tutur yang diucapkan berfungsi untuk menyalahkan tentang hal yang dirasa oleh penutur kurang baik dan yang terakhir yakni terdapat sepuluh tuturan ekspresif marah yang menunjukan ketidakpuasan/ketidaksukaan penutur terhadap situasi yang dihadapi. Berdasarkan penemuan penelitian tersebut, terdapat perbedaan hasil penelitian yang diteliti oleh penulis dengan penelitian yang dilakukan oleh Rina Sukmawati & Fatmawati pada tahun 2023 yaitu penelitian mengenai Tindak Tutur Ekspresif Warganet dalam Akun Instagram @Kompascom AuPKS Deklarasi Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden 2024Ay yang meneliti tindak tutur ekspresif dalam akun Instagram tersebut. Sedangkan penulis meneliti tindak tutur ekspresif tokoh yang terdapat dalam film Jembatan Pensil. Dalam penelitian Sinta Murniati Gea . dengan judul AuTindak Tutur Ekspresif Pada Podcast Deddy Corbuzier Tentang Komisi Penyiaran Indonesia: Kajian PragmatikAy Hasil dari penelitian ini ditemukan . bentuk tindak tutur ekspresif pada podcast Deddy Corbuzier tentang komisi penyiaran indonesia dan . fungsi tindak tutur ekspresif pada podcast Deddy Corbuzier tentang Komisi Penyiaran Indonesia. Perbedaan dengan penelitian ini yaitu terletak pada objek penelitian dan hasil penelitiannya. Dalam penelitian ini, teknik simak digunakan untuk mengumpulkan data. Ini dapat dibagi menjadi teknik simak bebas libat cakap (SBLC), yang berarti bahwa peneliti hanya berfungsi sebagai pengamat bahasa informan. Kegiatan menyimak dilakukan dengan menonton dan memperhatikan film Jembatan Pensil secara berulang-ulang untuk membuat Untuk mendapatkan data, peneliti menyimak kembali rekaman suara film tersebut dan mencocokannya dengan transkrip film yang telah dibuat sebelumnya. Peneliti menonton film berulang kali selama proses menentukan tuturan ekspresif. Kemudian pertimbangkan setiap kata-kata yang diucapkan oleh para tokoh dalam film, serta Selanjutnya, teknik catat digunakan. tuturan yang dianggap sebagai data penelitian dicatat pada lembar klasifikasi data pada komputer. Dalam kegiatan ini, ucapan JLA Vol. No. Mei 2025, p. dikelompokkan berdasarkan bentuknya dan fungsinya sebagai ekspresi lisan dalam konteks Untuk menguji validitas data yang diperoleh dari penelitian ini, dialog dalam film Jembatan Pensil dievaluasi berulang kali. Dosen pembimbing skripsi juga akan memeriksa setiap tahap penelitian ini. SIMPULAN Dalam film Jembatan Pensil, ditemukan 29 tuturan yang mengandung tuturan ekspresif beserta fungsinya diantaranya: Tindak tutur ekspresif berterima kasih berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur atas kebaikan mitra tutur terhadap penutur . Terdapat Tindak tutur ekspresif meminta maaf berfungsi sebagai ungkapan kesalahan dari penutur kepada mitra tutur . tuturan ekspresif memberi selamat sebanyak 2 tuturan ekspresif memuji sebanyak 6 tuturan. Tuturan ini berfungsi sebagai ungkapan kagum penutur atau menyukai sesuatu yang dimiliki mitra tutur. tindak tutur ekspresif belasungkawa sebanyak 4 tuturan. Tindak tutur ini berfungsi sebagai ungkapan rasa simpati, bersedih atau berduka atas musibah yang dialami lawan tutur. tuturan ekspresif menyalahkan sebanyak 1 tuturan. Tindak tutur ekspresif menyalahkan berfungsi sebagai ungkapan untuk menyalahkan tentang hal yang dirasa oleh penutur kurang baik. terdapat tuturan ekspresif marah sebanyak sepuluh tuturan. Dapat dilihat bahwa dari ketujuh bentuk tuturan ekspresif para tokoh yang terdapat dalam film Jembatan Pensil, tindak tutur ekspresif yang paling banyak ditemukan ialah tindak tutur ekspresif marah yang berjumlah 10 data tuturan. Hasil dari penelitian ini dapat diterapkan dalam pembelajaran yakni pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Untuk melatih keterampilan menyimak, pengajar dapat membuat tuturan ekspresif pada dialog film secara rumpang dan kemudian pelajar/siswa diminta untuk melengkapinya. Selain itu, pengajar dapat menggunakan tuturan ekspresif para tokoh dalam film Jembatan Pensil untuk meningkatkan keterampilan berbicara para pelajar. DAFTAR PUSTAKA