P - ISSN E - ISSN Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 : 2503-4413 : 2654-5837. Hal 504 Ae 511 ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING DITINJAU DARI PROFITABILITAS DAN CORPORATE SOCIAL RESPONBILITY (CSR) PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Energi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. Oleh : Citra Puspa Salira. Ekonomi/Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Email : b200180456@student. Fauzan Ekonomi/Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract The purpose of this study was to identify and analyze the application of green accounting in terms of Corporate Social Responsibility (CSR) and profitability, and the profitability variable was measured using ROA. There are two variables in this study which are thought to affect green accounting in energy sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The population of this study is the energy sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) 2018-2020. This study uses a sample of 102 energy sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) which were selected using the purposive sampling The data of this study were analyzed using the multiple linear regression analysis method in this study. The results of this study indicate that the profitability variable has an effect on the green accounting of a Meanwhile. Corporate Social Responsibility (CSR) has no effect on the green accounting of company. Keywords : Green Accounting. Profitability. Corporate Social Responbility dan atau penghindaran dampak terhadap lingkungan, bergerak dari beberapa kesempatan, dimulai dari perbaikan kembali kejadian-kejadian yang menimbulkan bencana atas kegiatankegiatan tersebut (Ikhsan, 2. PENDAHULUAN Konsep akuntansi lingkungan . reen accountin. mulai berkembang sejak tahun 1970 di Eropa. Pesatnya perkembangan konsep ini disdasarkan pada banyaknya tekanan dari lembaga-lembaga bukan pemerintahan . serta memingkatnya kesadaran masyarakat luas yang mendesak agar perusahaanperusahaan menerapkan pengelolaan lingkungan bukan hanya kegiatan industry demi bisnis saja. (W. Sri. Zamzami, dan Yudi 2. Penerapan konsep akuntansi lingkungan . reen accountin. brlum banyak diterapkan oleh perusahaan Indonesia karena minimnya rasa empati terhadap Rendahnya kesadaran perusahaan untuk menerapkan green accounting menjadi hal merugikan untuk perusahaan. Jika perusahan tidak menerapkan konsep akuntansi lingkungan perusahaan memiliki kerugian besar, jika dilihat penerapan ini memilki dua sisi keuntungan dan kerugian karena seolah akan menimbulkan potensi munculnya biaya tambahan melalui biaya lingkungan yang diterapkan perusahaan. Pada kenyataanya jika ditinjau adanya penerapan green accounting memberikan dampak positif jangka panjang yang mampu meingkatkan Akuntansi lingkungan . reen accountin. didefinisikan sebagai pencegahan, pengurangan profitabilitas peusahaan juga citra perusahaan terhadap para investor di masa mendatang. Beberapa perusahaan maju mengerti keuntungan, masalah sosial dan lingkungan adalah bidang utama pada bisnis (Sulistiawati dan Dirgantri. Perusahaan yang menerapkan akuntansi lingkungan dapat melakukan efisiensi dan yang menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan yang direfleksikan dalam kondisi kuangan saja. Tapi tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines yaitu juga memperhatikan masalah sosial dan lingkungan. (Daniri, 2. Corporate social responbility (CSR) merupakan salah satu bentuk upaya pembenahan tanggung jawab sosial perusahaan kepada Hal ini juga salah satu upaya meminimalisir adanya dampak negatif dari kegiatan operasi perusahaan untuk selauruh pemangku kepentingan yang dapat ditinjau dari segala aspek baik ekonomi, lingkungan maupun Mariana . menyatakan hal yang melakukan tanggung jawab sosial, hal itu akan perusahaan, akses moda dan citra positif Hal ini tentu sangat berkaitan erat dengan penerapan konsep green accounting. Dimana jika perusahan mau dan mampu menambahkan biaya lingkungan sebagai bentuk upaya tanggung jawab lingkungan maka akan terjadi keseimbangan yang efektif dari aspek ekonomi dan sosial. Penerapan green accounting untuk profitabilitas dan corporate social responbility (CSR) sangat terkait antar satu sama Semua perusahaan selalu mengutamakan profitabilitas untuk kesejahteraan perusahaan namun lupa memperhatikan lingkungan yang ada dalam sekitar perusahaan. Green accounting memiliki pengaruh besar terhadap hubungan profitabilitas dengan perusahaan. Dimana profitabilitas merupakan faktor yang mendapat perhatian penting karena untuk dapat melangsungkan hidup suatu perusahaan harus berada dalam kondisi menguntungkan agar investor yang sudah menanamkan modalnya di perusahaan tersebut tidak menarik modalnya kembali dan investor yang belum menanamkan modal pada perusahaan akan tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan yang Dalam Subramanyam . Profitabilitas suatu perusahan sangat berkaitan erat dengan tanggung jawab lingkungan yang dilakukan oleh perusahan atau yang biasa disebut CSR (Corporate Social Responbilit. yang merupakan sebuah gagasan Penelitian ini merupakan pengembangan penelitian sebelumnya oleh Desi Mariana . , yang menggunakan variabel Green Accounting. Kepemilikan Saham Publik. Publikasi Corporate social responbility (CSR). Sedangkan perbedaan ini dengan penelitian sebelumnya adanya pengukuran pada variable perusahaan dan jenis Pada penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. kompetitif dan memperkuat hubungannya dengn pihak eskternal (Mardikanto, 2. Teori Legitimasi Menurut (Ghozali, 2. dalam Hayu. Wikan dan Tita . teori yang diungkapkan oleh Lindblom pada tahun 1994 merupakan sebuah teori yang menggagas mengenai adanya kontrak sosial antara perusahaan dengan Teori legitimasi memiliki strategi untuk perusahaan dalam mengembangkan perbaikan aktifitas operas dengan tujuan utama mengenalkan perusahaan di tengah lingkungan masyarakat yang memiliki kemajuan. Teori legitimasi juga merupakan sebuah pandangan yang memiliki orientasi kedepannya untuk perkembangan perusahaan dan masyarakat yang hanya berfokus terhadap informasi dan pengungkapan hubungan yang ada diantara perusahaan, negara, kelompok maupun individu dari perusahaan. Apakah terdapat pengaruh dari penerapan Green Accounting yang ditinjau dari profitabilitas dan Corporate Social Responbility (CSR) merupakan masalah dalam penelitian ini yang dapat dijelaskan, adapun tujuan penelitian ini juga mengacu pada penerapan Green Accounting sebuah perusahaan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat membantu Bagi perusahaan diharapkan dapat menjadi alat pengambil keputusan sehingga dapat memaksimalkan laba yang ada. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi terbaik dalam mengatasi berbagai ancaman yang timbul. Sedangkan bagi peneliti bisa dijadikan acuan ataupun ilmu pengetahuan bagi penelitian selanjutnya serta para pelajar, untuk mendapatkan gambaran ketika melakukan Green Accounting perusahaan, serta menambah wawasan baru serta pengalaman yang lebih luas. Penerapan Teori Legitimasi perkembangan perusahaan untuk masyarakat dengan memberikan keyakinan penuh mengenai aktifitas operasi perusahaan yang tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Penggunaan teori ini sangat seimbang dengan penerapan green accounting bahwa masyarakat berkaitan erat dengan lingkungan yang baik disekitarnya, pelaksanaan program yang sesuai dengan harapan masyrakat akan membangun citra perusahaan dengan baik serta memiliki keterkaitan dengan profitabilitas perusahaan dalam penerapan green accounting. KAJIAN PUSTAKA DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS Akuntansi Hijau (Green Accountin. Akuntansi merupakan proses pencatatan laporan keuangan yang ada dalam sebuah perusahaan yang digunakan untuk kepentingan Seiring berjalannya waktu akuntansi semakin berkembang hingga adanya akuntansi hijau . reen accountin. dimana penerapan akuntansi hijau berorintasi kepada lingkungan. Menurut (Arfan Ikhsan, 2. dalam (Eka dan Novi, 2. akuntansi lingkungan didefinisikan sebagai pencegahan, pengurangan, dan atau penghindaran dampak terhadap lingkungan, bergerak dari beberapa kesempatan, dimulai dari Teori Stakeholder Teori Stakeholder menyatakan bahwa setiap komponen perusahaan yang mempunyai kepentingan dalam sebuah perusahaan wajib perkembangan perusahaan juga memberikan manfaat dengan adanya aktifitas operasi sebuah perusahaan yang dapat memberikan pengaruh untuk pengambilan keputusan dalam sebuah Teori stakeholder adalah konsep manajemen strategis bertujuan untuk membantu perbaikan kembali kejadian-kejadian yang menimbulkan bencana atas kegiatan-kegiatan Saat ini banyak perusahaan yang melupakan tangung jawab sosial untuk lingkungan, mengabaikan dampak negatif yang terjadi untuk lingkungan yang menyebabkan banyak ekosistem rusak karena ulah operasi aktifitas perusahaan. Jika perusahaan mampu dengan perusahaan untuk tetap menjamin keberadaan dan kelangsungan . perusahaan tersebut. Kerangka Teoritis Dalam penelitian ini,variabel diukur menggunakan metode Kerangka Teori dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: reen accountin. maka pengelolaan biaya lingkungan akan berjalan baik, dalam penerapan akuntansi hijau peursahaan memerlukan biaya untuk mengatasi berbagai permasalahan aktifitas operasi yang dilakukan perushan. Profitabilitas Corporate (CSR) Profitabilitas Profitabilitas merupakan suatu keinginan dan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dari aktifitas operasi perusahaan. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk meraup laba dalam hal penjualan, total aset dan modal swasta (Muhammad dan Syamsuri. Jika perushan memiliki laba dari aktivitas operasi perusahaan yang mencukupi kegiatan perusahaan maka perusahaan itu memiliki kinerja yang baik dan sebaliknya jika perushan memiliki laba yang kurang mencukupi aktifitas operasi perusahaan akan meinmbulkan kerugian dan memiliki kinerja yang cukup buruk. Green Accounting Hipotesis Penelitian Hipotesis merupakan sebuah pernyataan bersifat praduga serta masih memerlukan data untuk menguji kebenaran tersebut. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: H1: Penerapan Green Accounting berpengaruh terhadap profitabilitas. H2: Penerapan Green Accounting berpengaruh terhadap corporate social responbility (CSR). METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu penelitan yang menggunakan alat uji statistic untuk menemukan hipotesis yang digambarkan dari objek penelitian. Pada penelitian ini penerapan green accounting yang ditinjau dari profitabilitas dan corporate social responbility (CSR) pada perusahaan sub sektor energy yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20182020. Pengumpulan data dilakukan dengan mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari sumber data buku, referensi jurnal dan situs web. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan tahunan dari masingmasing perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Corporate social responbility Banyaknya aktifitas operasi perusahaan tidak luput dari dampak buruk rusaknya lingkungan akibat penggunaan bahan sumber daya alam yang tidak disertai dengan perbaikan Jika perusahaan semakin acuh keberlangsungan hajat hidup banyak orang maka akan terjadi kerusakan secara menyeluruh. Karena banyaknya permasalahan lingkungan yang tidak menemukan titik terang maka muncul konsep corporate social responbility (CSR), dimana konsep ini mengutamakan tanggung jawab sosial dibandingkan hanya profitabilitas Menurut (Widjaja dan Yeremia, 2. CSR merupakan bentuk kerjasama antara perusahaan . idak hanya Perseroan Terbata. dengan segala hal . take-holde. yang secara langsung maupun tidak langsung berinteraksi Indonesia periode 2018-2020. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020. Pengujian yang dilakukan selanjutnya adalah uji asumsi klasik sebagai berikut: Uji Normalitas Tabel 3. Uji Normalitas Variabel Pengambilan sampel yang dilakukan dengan mengunakan metode purposive sampling, dimana perushaan memenuhi kritertia: . perusahaan sektor energi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020, . Perusahaan sektor energi yang menyajikan laporan keuangan berturut turut antara tahun 2018-2020, . perusahaan sektor energi yang accounting, . perusahaan sektor energi yang menyajikan variabel dalam penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Terdapat 32 perusahaan yang memenuhi kriteria dari 69 perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efeki Indonesia periode 2018-2020. Tabel 1. Hasil Pemilihan Sampel Kriteria Perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI antara tahun 2018-2020. Perusahaan sektor energi yang tidak menyajikan laporan secara berturut antara tahun 2018-2020. Perusahaan sektor energi yang tidak memaparkan informasi mengenai green Perusahaan sektor energi yang tidak menyajikan variabel dalam penelitian. Jumlah sampel perusahaan sub sektor energi yang memenuhi kriteria Total perusahaan yang memenuhi kriteria awal x 3 tahun Total perusahaan yang memenuhi kriteria akhir Asymp. Sig. -taile. 0,200 Unstandardized Residual Keterangan Terdistribusi Secara Normal Dapat diketahui bahwa hasil Sig. 0,200. Data dikatakan normal jika hasil signifikansinya lebih besar dari pada 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai probabilitas 0,200 > 0,05 sehingga data dapat dikatakan bahwa data terdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Tabel 4. Analisis Statistik Deskriptif Variabel Jumlah Tolerance VIF Kesimpulan 0,998 1,002 Tidak Terjadi Multikoliearitas CSR 0,998 1,002 Tidak Terjadi Multikoliearitas Hasil uji multikolinearitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh variabel dari independen memiliki Tolerance Value (TV) lebih besar dari 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih kecil dari 10. Uji Heteroskedastisitas Tabel 5. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistic deskriptif menjelaskan deskripsi data dari semua variabel dalam penelitian ini. Tabel 2. Analisis Statistik Deskriptif Varibel Min Max Mean Std. Deviation -153,829 122,746 4,37472 22,707045 CSR 6,000 39,000 16,74510 6,257963 1,000 4,000 2,57843 1,047735 Valid N Variabel Signifikansi 0,713 CSR 0,922 Kesimpulan Tidak Terjadi Heterokedastisitas Tidak Terjadi Heterokedastisitas Berdasarkan tabel IV. 6 di atas dapat diketahui bahwa semua variabel independen menunjukkan nilai sig > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen tidak terjadi masalah Nilai thitung variabel Corporate social responbility (CSR) sebesar 6,279 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05 . ,000 < 0,. Sehingga H2 diterima, yang artinya Uji Auto Korelasi Tabel 6. Analisis Statistik Deskriptif Berdasarkan tabel diatas diketahui nilai DW sebesar 2,074. Menurut Singgih Santoso . , jika nilai DW terletak diantara -2 sampai 2 berarti tidak terjadi autokorelasi. Hal ini berarti -2 < 2,074 < 2, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari masalah autokorelasi. Hasil Uji t P. CSR Fhitung 19,901 Sign Kesimpulan 0,000 Model fit Uji Statistik Koefisien Determinasi (R. Tabel 8. Tabel Uji R2 0,535 Squar 0,287 Adj R Square Std Error of the Estimate 0,272 0,893748 Kesimpulan 0,720 Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda oleh variabel profitabilitas (P) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Sign Tidak Signifikan CSR 6,279 0,000 Signifikan Corporate social responbility (CSR) berpengaruh terhadap green accounting sebuah perusahaan. Uji Statistik (Uji F) Tabel 7. Tabel Uji F Tabel di atas menunjukkan nilai signifikan 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Dapat didimpulkan bahwa secara simultan variabel green accounting (GA) dapat dijelaskan Variabel Variab Thitun 0,360 Variabel Coefficient (Constan. 0,254 Beta Thitung 4,240 0,004 0,031 0,360 CSR 0,014 0,533 6,279 Adj R2 Fhitung 0,272 19,901 Berdasarkan Tabel IV. 9 di atas, dapat di buat persamaan regresi sebagai berikut: GA = 0,254 0,004 P 0,014 CSR e Berdasarkan persamaan regresi di atas, dapat dijelaskan dan disimpulkan bahwa: Nilai konstanta sebesar 0,254 yang berarti jika variabel profitabilitas dan Corporate social responbility (CSR) dianggap nol, maka variabel green accounting sebesar 0,254. Tabel IV. 8 di atas menunjukkan nilai Adjusted R2 sebesar 0,272 yang berarti sebesar 27,20% green accounting (GA) dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang di gunakan, yaitu Profitabilitas (P), dan Corporate social responbility(CSR). Sedangkan sebesar 72,80% dijelaskan oleh variabel lain diluar Uji Statistik (Uji T) Tabel 9. Uji T Berdasarkan hasil pengujian uji t tabel IV. 10 di atas menunjukkan bahwa: Nilai thitung variabel profitabilitas sebesar 0,360 dengan nilai signifikansi sebesar 0,720 lebih besar dari nilai signifikansi 0,05 . ,720 > 0,. Sehingga H1 ditolak, yang artinya profitabilitas tidak berpengaruh terhadap green accounting sebuah Koefisien variabel profitabilitas sebsar 0,004 dengan nilai positif. Hal ini berarti apabila profitabilitas semakin besar, maka akan menaikkan green accounting sebuah perusahaan. Sebaliknya apabila profitabilitas semakin kecil maka green accounting perusahaan akan turun. Koefisien vaiabel CSR sebesar 0,014 dengan nilai positif. Hal ini berarti apabila CSR semakin besar, maka akan menaikkan green accounting sebuah perusahaan. Sebaliknya apabila CSR semakin kecil maka green accunting sebuah perusahaan akan turun. Sig Haholongan. Kinerja Lingkungan dan Kinerja Ekonomi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. KESIMPULAN Beradasarkan penelitian yangtelah dilakukan diperoleh hasil dimana profitabilitas tidak berpengaruh sigifikan terhadap green accounting, dikarenakan sebuah perusahaan tidak selalu menggunakan biaya lingkungan sebagai beban yang ditambahkan dalam sebuah laporan Selanjutnya. Corporate Social Responbility (CSR) berpengaruh signifikan terhadap green accounting karena hal ini saling berkaitan antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan adanya biaya lingkungan, dimana setiap perusahaan melakukan program tanggung jawab sosial sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. REFERENSI