Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 ANALISIS PENERAPAN METODE MUROTTAL MAQAM KURDI DALAM MENGHAFAL AL QURAN JUZ 30 DI DTA MIFTAHUL FALAH DESA SINARTANJUNG KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR Diki Riyanto1. Aan Alamsyah2. Agus Nurdin3. Zaenal Abidin4 STIT Muhammadiyah email: dikiriyanto141@gmail. Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui proses penerapan Metode Murottal Maqam Kurdi, serta untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat peserta didik dalam menghafal Al Quran Juz 30 dalam menghafal Al Quran Juz 30 di DTA Miftahul Falah Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Untuk mengidentifikasi permasalah diatas Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan . ield Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu observasi, wawancara, dan Pengecekan keabsahan data pada penelitian kali ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Serta analisis data pada penelitian kali ini menggunakan teknik analisis data Miles. Huberman dan Saldana 2014. Hasil penelitian ini menujukan bahwa: . proses penerapan Metode Murottal Maqam Kurdi dalam Menghafal Al Quran Juz 30 di DTA Miftahul Falahdibagi kedalam 3 tahapan antara lain: Tahap Persiapan. Tahap pelaksanaan meliputi: Kegiatan Semaan. Kegiatan tanya jawab. Tahap akhir meliputi: Evaluasi langsung dan Evaluasi tidak . faktor pendukung dan penghambat dalam menghafal Al Quran antara lain: faktor pendukung meliputi:Motivasi peserta didik, motivasi pengajar. Orang Tua. Metode. Target Hafalan. Inovasi Pembelajaran. Murojaah di Kelas. Faktor penghambat meliputi: Peserta didik. Orang tua, terdapat ayat yang sama. Kata Kunci: Hafalan Juz 30. Metode Murottal Maqam Kurdi. DTA Miftahul Falah Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar Abstract This research aims to determine the application of the Kurdish Murottal Maqam Method, as well as to determine the supporting and inhibiting factors for students in memorizing Al-Quran Juz 30 in Miftahul Falah DTA. Sinartanjung Village. Pataruman District. Banjar City. To identify the problems above, the research uses qualitative research methods with the type of field research . ield researc. Data collection was carried out through several stages, namely observation, interviews and Checking the validity of the data in this research used source triangulation and technical triangulation techniques. And data analysis in this research uses data analysis techniques from Miles. Huberman and Saldana 2014. The results of this research show that: . the process of implementing the Kurdish Murottal Maqam Method in Memorizing Al-Quran Juz 30 in the Miftahul Falah DTA is divided into 3 stages, including: Preparation Stage. Implementation Stage including: Semaan Activities. Question and Answer Activities. The final stage includes: Direct evaluation and indirect evaluation. supporting and inhibiting factors in memorizing the Al Quran include: supporting factors include: Student motivation, teacher motivation, parents, methods, memorization targets, learning innovations. Murojaah in the classroom. The inhibiting factors include: Students, parents, there are the same verses. Keywords: Memorizing Juz 30. Kurdish Maqam Murottal Method. Miftahul Falah DTA. Sinartanjung Village. Pataruman District. Banjar City. PENDAHULUAN Penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi dalam menghafal Al Quran juz30 di DTA Miftahul dinilai harus dilakukan. Hal ini guna menarik perhatian anak-anak agar lebih senang berinteraksi dengan Al Quran. Dikarenakan permasalahan yang terjadi sebelumnya dilapangan yaitu kurangnya pengamalan dan interaksi dengan Al Quran terutama dalam Kebanyakn anak-anak khususnya di DTA Miftahul Falah, minat untuk berinteraksi dengan Al Quran sangatlah minim. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya penguatan serta metode penyampaian yang dinilai terlalu monoton. Penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi ini dipercaya dapat memberikan peningkatan yang bisa dirasakan terutama dalam menghafal Al Quran. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 Pembelajaran menghafal Al Quran juz 30 dengan Metode Murottal Maqam Kurdi sangat bagus diajarkan sejak usia dini. Anak merupakan aset penting yang harus dijaga. Pada masa ini juga anak berada pada masa emas, yakni masa ketika anak peka terhadap berbagai macam rangsangan. 3 Pada usia ini anak akan dapat dengan mudah mengingat segala macam bentuk peristiwa. Baik peristiwa yang bersifat positif maupun peristiwa yang bersifat negatif dalam jangka waktu yang panjang. Maka mengajarkan Al Quran dengan Metode Murottal akan memberikan kesan yang lebih mendalam ketika membaca Al Quran. Adapun jaminan Allah SWT dalam Q. S Fatir ayat 29 Allah berfirman: METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian field Penelitian lapangan . ield researc. juga, dapat dipandang sebagai pendekatan yang lebih luas dalam penelitian kualitatif, atau sebagai metode pengumpulan data kualitatif. 1 Penelitian kualitatif merupakan sebuah usaha ilmiah atau cara memahami fenomena makhluk hidup secara sosial, melalui tahapan memberikan gambaran yang kompleks, disampaikan dengan bentuk tulisan, serta informasi yang didapatkan berasal dari informan yang dilakukan secara ilmiah. Alasan Penggunaan Jenis penelitian ini, difokuskan pada sebuah fenomena yang kompleks. Diantaranya ingin mengetahui lebih mendalam tentang bagaimana menjawab rumusan masalah yang diangkat untuk diteliti, terkait dengan bagaimana penerapan Metode Murottal Maqam Kurdi dalam menghafal Al Quran juz 30 di DTA Miftahul Falah serta mengetahui apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat Metode Murottal Maqam Kurdi dalam Menghafal Al Quran Juz 30 di DTA Miftahul Falah. Penggunaan jenis penelitian ini juga disesuaikan dengan hasil yang nanti didapatkan berupa penjelasan mendalam secara deskriptif. caAcEEaac O C aI O ac EA E OA caA aIac E a O eIac O e E a eO Iac aE A caA eO IA AA AOA AaOA AIA AaEA AOA A UcA a caAO I e A C a eO ac aI I ac C e I Na eIA a e caA a ac E eIac a eO A AuSesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah danmendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Ay Dari pemaparan diatas membuat peneliti tertarik untuk mengangkat lebih mendalam lagi terkait dengan pembahasan dan akan melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Penerapan Metode Murottal Maqam Kurdi Dalam Menghafal Al Quran Juz 30 di DTA Miftahul Falah Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Ay Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Metode Murottal adalah kegiatan membacakan ayat suci Al Quran berdasarkan kaidah yang berlaku sesuai dengan tuntunan. Sedangkan Maqam atau Irama Kurdi merupakan cara membaca Al Quran dengan irama yang mengayun-ngayun. Metode Murottal Maqam Kurdi juga harus senantiasa memperhatikan aturan yang digunakan dalam memperindah bacaan Al Quran tanpa merubah kaidah- kaidah yang berlaku. Anjuran memperindah bacaan Al Quran diterangkan dalam sebuah hadits: HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Metode Murottal Maqam Kurdi Dalam Menghafal Al Quran Juz 30 Di DTA Miftahul Falah Desa SinartanjungKecamatan Pataruman Kota Banjar. Metode Murottal Maqam Kurdi di DTA Miftahul Falah dimulai sejak tahun 2017. Alasan penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi karena metode ini mempunyai irama yang khas, serta dinilai bisa memberikan kemudahan kepada para penghafal Al Quran dalam penerapan ilmu tajwidnya, serta membuat para penghafal Al Quran lebih bersemangat dalam menghafal Al Quran. Yusup Kamil mengatakan bahwa alasan penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi karena. Metode Murottal Maqam Kurdi mempunyai irama khas, yang bisa memberikan kemudahan kepada para penghafal Al Quran terutama dalam penerapan ilmu Selain itu, karena iramanya yang khas membuat para penghafal Al Quran lebih bersemangat dalam menghafalkan Al Quran. Keberhasilan menghafal Al Quran sebagian besar ditentukan oleh Metode yang digunakan. Penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi di DTA Miftahul Falah bertujuan untuk membantu mempercepat menghafal Al Quran serta memberikan pengetahuan baru terkait dengan lagam Murottal. Yusup Kamil mengatakan tujuan penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi adalah untuk mempercepat menghafal Al Quran. Kemudian agar AI aAeO aE eacaIA ca AO eE aC eA ca A aO aIA: "AOEIA ca AEONA ca AEEA ca AAEOA ca AEEA ca AOEA ACEA ca Artinya: AyRasulullah shallAllahu wa alaihi wa sallam bersabda: "Perindahlah Al Qur'an dengan suara kalian. Memperindah bacaan Al Quran sangat dianjurkan asalkan sesuai dengan ketentuan yang Salah satu cara memperindah bacaan Al Quran dengan menggunakan Murottal Maqam Kurdi. Kelebihan dari Metode Murottal Maqam Kurdi yaitu menggunakan irama yang mengayun-ayun baik dalam membaca maupun menghafalkan al quran. dengan menggunakan irama dalam menghafalkanAl Quran menjadikan orang yang belajar Al Quran akan semakin antusias terutamadalam menghafalkannya. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 anak mengenal yang namanya lagam. Karena ketika awal saya kesini, anak itu belum menggunakan aturan dalam membaca dan menghafal Al Quran terutama dalam ilmu tajwidnya. Metode Murottal Maqam Kurdi di DTA Miftahul Falah dimulai sejak tahun 2017. Alasan penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi karena metode ini mempunyai irama yang khas, serta dinilai bisa memberikan kemudahan kepada para penghafal Al Quran dalam penerapan ilmu tajwidnya, serta membuat para penghafal Al Quran lebih bersemangat dalam menghafal Al Quran. Yusup Kamil mengatakan bahwa alasan penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi karena. Metode Murottal Maqam Kurdi mempunyai irama khas, yang bisa memberikan kemudahan kepada parapenghafal Al Quran terutama dalam penerapan ilmu tajwid. Selain itu, karena iramanya yang khas membuat para penghafal Al Quran lebih bersemangat dalam menghafalkan Al Quran. Keberhasilan menghafal Al Quran sebagian besar ditentukan oleh Metode yang Penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi di DTA Miftahul Falah bertujuan untuk membantu mempercepat menghafal Al Quran serta memberikan pengetahuan baru terkait dengan lagam Murottal. Yusup Kamil mengatakan tujuan penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi adalah untuk mempercepat menghafal AlQuran. Kemudian agar anak mengenal yang namanya lagam. Karena ketika awal saya kesini, anak itu belum menggunakan aturan dalam membaca dan menghafal Al Quran terutama dalam ilmu tajwidnya Pada tanggal 22 Agustus tahun 2023 pukul 13. 30 peneliti melakukan kegiatan observasi serta mengikuti kegiatan menghafal Al Quran di DTA Miftahul Falah. Kegiatan menghafal Al Quran di DTA Miftahul Falah dimulai dari Pukul 15. 30 diawali dengan kegiatan semaan dan tanya jawab. untuk membaca Al Quran atau Iqra sesuai dengan jarakbacaannya masing-masing. Berdasarkan hasil wawancara diatas, bahwa dalam proses persiapan penerapan metode murottal maqam kurdi dalam menghafal Al Quran Juz 30, waktu yang dibutuhkan untuk menghafal minimal 30 menit dan waktu maksimal 1 jam. Kegiatan menghafal dimulai dari jam 15. 30 sampai dengan Pada pukul 13. 30 Sebelum menghafal, anak terlebih dahulu masuk kalas masing-masing untuk melaksanakan serangkaian kegiatan membaca Al Quran atau Iqra dan Murojaah sesuai dengan bacaannya masing-masing, kemudian mengulang kembali hafalannya. Setelah tahap persiapan selesai, masuk pada tahap Roufurohim menyatakan proses menghafal Al Quran menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi pertama anak-anak dikumpulkan di Masjid, kemudian Bapak Kepala membacakan surat Al Quran yang akan dihafal dengan teknik semaan, setelah itu anak-anak mengulang bacaanya sesuai dengan yang dibacakan Bapak Kepala. Selanjutnya menggunakan teknik tanya jawab dalam menghafal Al Quran. Bapak Kepala terlebih dulu membacakan ayat pertama kemudian anak-anak menjawab dengan membacakan ayat kedua dan seterusnya sampai akhir. Untuk mengetahui kemampuan siswa kegiatan tanya jawab dipimpin satu anak, kemudian anak yang lainnya mengulang. Pernyataan diatas juga sejalan dengan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 24 Agustus 2023. Kegiatan dimulai dengan peserta didik dikumpulkan terlebih dahulu di dalam Masjid. Kemudian dari hasil pengamatan peneliti, kegiatan dibuka dengan semaan Al Quran yang dipimpin oleh Bapak Kepala, setelah itu dilanjut dengan kegiatan tanya jawab dan evaluasi hafalan dilakukan dengan peserta didik yang berperan sebagai penanya kemudian peserta didik yang lain berperan sebagai Gambar 2. Kegiatan Menghafal Al Quran Menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi Gambar 1. Tahap Pelaksanaan Menghafal AlqurAoan Menggunakan Metode Murottal Maqom Kurdi Sebelum melakukan proses Menghafal Al Quran, guru mengarahkan anak-anak untuk masuk kelas terlebih dahulu, untuk membaca Al Quran atau Iqra sesuai dengan bacaannya masing. Roufurohim menjelaskan proses sebelum menghafal Al Quran yaitu Anak-anak masuk ke kelas terlebih dahulu Hafalan menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi dimulai darisurat An-Naba sampai dengan surat An-Nas. Yusup Kamil mengatakan bahwa. Hafalan al quran menggunakan metode Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 ini dimulai dari Juz 30 dari surat An-Naba sampai dengan surat An-Nas. Menghafal Al Quran menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi, mempunyai target per Yusup Kamil mengatakan target dalam menghafal Al Quran yaitu dalam satu hari minimalnya anak menghafalAl Quran 1 blok, dan dalam satu blok terdiri dari 3 sampai 5 ayat Berdasarkan data wawancara diatas, pada tahap pelaksanaan penerapan menghafal Al Quran menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi, dimulai dengan peserta didik dikumpulkan di Masjid, setelah semua anak berkumpul, selanjutnya mengaplikasikan teknik semaan dan tanya jawab. Hafalan juga dimulai dari surat AnNaba sampai dengan surat An-Nas. Target hafalan anak-anak per harinya 1 blok atausetara dengan 3 sampai dengan 5 ayat. Untuk membantu memperhatikan hafalan peserta didik, diadakan sebuah evaluasi. Evaluasi di DTA Miftahul Falah menggunakan kartu haflalan atau catatan wali Roufurohim menyatakan bahwa cara untuk mengetahui ketuntasan hafalan adalah dengan memeriksa kartu hafalan atau catatan wali kelas. yang penting dia ulet atau rajin insyaallah Niat yang kuat didampingi dengan dukungan orang tua dan penggunaan metode yang tepat merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan seorang anak dalam menghafal Al Quran. Roufurohim pendukung menghafal Al Quran antara lain, karena anaknya memang niat ingin bisa menghafal al quran. kemudian orang tua juga ikut berperan memberikan dukungan bahkan ada juga Terus metode yang digunakan juga berpengaruh pada keberhasilan hafalan anakanak. Dengan menggunakan metode murottal maqam kurdi itu, menjadikan anak-anak di DTA Miftahul Falah lebih semangat dalam menghafal Al Quran, berbeda dengan tidak menggunakan Metode yang sesuai akan membuat peserta didik nyaman dan senangberinterasksi dengan Al Quran. Queenza peserta didik DTA Miftahul Falah menyatakan bahwa, saya senang belajar membaca dan menghafal Al Quran menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi, karena di Sekolah Madrasah yang lain di Sinartanjung belum ada yang menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi15 Keberhasilan seorang anak tidak lepas dari dukungan dan motivasi orang tua kepada Avita sebagai santri DTA Miftahul Falah menyampaikan. Orang tua saya sangat mendukung saya menghafal AlQuran, alasannya supaya nanti bisa menolong orang tua di akhirat. Menjaga hafalan merupakan hal yang semestinya harus dilakukan. salah satunya dengan mengulang hafalan yang sudah kita hafal di kelas. Tating Ratnasari menyampaikan bahhwa. Kalau di kelas, saya lebih menekankan anak-anak untuk mengulang-ulang hafalan di juz 30, supaya hafalannya tidak mudah lupa. Membaca hafalan secara berulang-ulang baik diluar sholat ataupun ketika sholat, serta mengurangi bermain hp akan membantu dalam Quran. Avita menyampaikan cara untuk menjaga hafalan Al Quran yaitu, dengan cara dibaca secara berulang-ulang. Ketika melaksanakan sholat dibaca, terus kurangi bermain terutama bermain hp, karena hp bisa berpengaruh pada hafalan. Manusia diberikan indra yang harus senantiasa dimanfaatkan untuk kebaikan salah satunya mendengarkan bacaan Al Quran. mendengarkan Murottal Maqam Kurdi melalui alat elektronik seperti hp akan membantu kita dalam menghafal dan menjaga hafalan. Queenza menyampaikan cara untuk menjaga hafalan yaitu, bisa dengan mendengarkan murottal melalui hp. Gambar 3 Kartu Hafalan Memahami permasalahan lapangan, merupakan hal yang dapat membantu proses Les Privat merupakan upaya yang dilakukan pengajar untuk mengejar target hafalan yang tertinggal. Yusup kamil menyampaikan ketika anak yang tidak mencapai target hal yang kami lakukan adalah mengadakan les kembali seperti les privat diluar dari jam pembelajaran. Faktor-Faktor Pendukung Dan Penghambat Peserta Didik Dalam Menghafal Al Quran Juz 30 Di Dta Miftahul Falah Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar Proses menghafal Al Quran merupakan kegiatan yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, baik berupa waktu, tenaga, ataupun Dalam menghafal Al Quran Juz 30. Keberhasilan seseorang ituditentukan atas dasar kerajinan dan keuletan dari individu itu sendiri. Kerajinan serta keuletan dalam menghafal menghafal Al Quran. Tating Ratnasari menyampaikan faktor pendukung menghafal Al Quran di DTA Miftahul Falah yaitu, kerajinan Karena kalau kepintaran anak itu relatif. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 Disamping faktor pendukung tidak akan terlepas dengan Faktor penghambat. Faktor penghambat dalam menghafal al quran juz 30 diantaranya, karena kurangnya dukungan dari orang tua dan kurangnyakomunikasi berkesinambungan dengan Tating Ratnasari menyampaikan bahwa. Kurangnya dukungan dari orang tua dirumah berpengaruh kepada keberhasilan seorang anak dalam menghafal Al Quran. Keberhasilan seorang anak harus adanya kesinambungan antaraorang tua dan guru. anak dibiarkan dirumah akan berpengaruh pada hafalan anak. Roufurohim memberikan pernyataan yang serupa yaitu Kalau penghambat itu kebalikan dari yang disebutkan tadi. Sebagian ada jugaorang tua yang kurang mendorong anaknya untuk belajar, kemudian anaknya kurang serius, sering bermainmain ketika proses menghafal alquran. Tating Ratnasari menyampaikan solusi untuk menyikapi permasalahan diatas yaitu, kita harus mencoba berbagai cara, salah satunya dengan mengikuti kebiasaan anak itu seperti apa, kemudian dengan mengadakan les privat. Kalau les privat itu berasal dari permintaan orang tua yang didukung dengan program semesta hafalan dari sekolah dasar SDN Sinartanjung yang mewajibkan anak hafal juz 30. Ayat yang hampir sama menjadi salah satu faktor penghambat proses menghafal Al Quran. Avita myampaikan Kesulitannya itu adalahketika menghafal Al Quran terdapat ayat yang hampir sama misal di surat Al Muthaffifin. At Takwir. Motivasi sangat diperlukan oleh peserta didik ketika menghadapi sebuah kesulitan. Roufurohim menyampaikan ketika ada anak yang kesusahan hal yang harus dilakukan adalah memberikan motivasi kepada anak kemudian menekankan pada kehadiran agar semakin rajinsekolahnya. Murottal Maqam Kurdi merupakan strategi yang dilakukan olehdewan guru DTA Miftahul Falah untuk memperbaiki bacaan dalam menerapkan kaidah-kaidah ilmu tajwid. Penggunaan irama Murottal Maqam Kurdi juga menjadi salah satu pemicu dukungan orang tua kepada anaknya, ketika anak membacaAl Quran dengan suara yang bagus, serta sesuai dengan aturan yang berlaku, menjadikan motivasi tersendiri bagi orang tua untuk mendukung anaknya menghafal Al Quran. Peneliti menemukan 3 tahapan dalam menghafal Al Quran menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Tahap Persiapan Persiapan sebelum Kegiatan menghafal Al Quran menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi, dimulai dari pukul 13. Semua peserta didik masuk terlebih dahulu di kelas untuk melaksanakan proses membaca Al Quran. Murojaah sesuai dengan kelas masing-masing. Setelah selesai, peserta didik melaksanakan sholat Ashar terlebih dahulu di dalam Masjid, kemudian dilanjutkan dengan proses penerapan metode murottal maqam Kurdi. Tahap Pelaksanaan Kegiatan Quran menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi memerlukan waktu minimalnya 30 menit dan maksimal sampai dengan 1 jam. Di DTA Mifahul Falah kegiatan tersebut dimulai dari pukul 15. sampai dengan pukul 16. Waktu yang digunakan disesuaikan dengan kegiatan madrasah yang dilaksanakan di sore hari. Pelaksanaan menghafal Al Quran menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi di DTA Miftahul Falah dibagi dalam tahapan kegiatan sebagai berikut: Kegiatan Semaan Al Quran Setelah anak dikumpulkan di Masjid kemudian masuk dalam kegiatan semaan Al Quran. kegiatan semaan Al Quran sama dengan kegiatan membaca dan mendengarkan ayat Al Quran. kegiatan semaan ini bertujuan agar peserta didik di DTA Miftahul Falah dapat menyimak terlebih dahulu surat ataupun ayat yang akan Semaan adalah tradisi membaca dan mendengarkan Al Quran. Kata "semaan" berasal dari bahasa Arab sami'a-yasma'u, yang berarti Kata itu diserap ke dalam bahasa Indonesia dan menjadi "simaan"atau "simak", dan dalam bahasaJawa disebut "semaan"25 Kegiatan semaan di DTA Miftahul Falah dipimpin oleh 1 orang pengajar dan bisa juga dipimpin oleh satu orang peserta didik yang dianggap sudah mampu. HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti akan membahas terlebih dahulu terkait dengan proses penerapan Metode Murottal Maqam Kurdi dalam menghafal Al Quran Juz 30 di DTA Miftahul Falah Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Proses Penerapan Metode Murottal Maqam Kurdi Dalam Menghafal Al Quran Juz 30 Di Dta Miftahul Falah Desa Sinartanjung Metode Murottal Maqam Kurdi merupakan teknik membaca Al Quran menggunakan irama tertentu, tanpa merubah kaidah-kaidah yang berlaku serta memiliki irama yang khas. Penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi membantu para peserta didik untuk senantiasa mengingat hafalan yang dihafalkan. Kegiatan menghafal Al Quran menggunakan Metode . Kegiatan Tanya Jawab/Sambung Ayat Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 Kegiatan ini dilakukan dengan cara membacakan ayat demi ayat secara bergantian, pengajar membacakan ayat pertama, dilanjut dengan peserta didik membacakan ayat kedua, sampai akhir surat atau ayat yang dihafal. Pengajar berperan sebagai penanya dan peserta didik berperan sebagai penjawab. Di DTA Miftahul Falah kegiatan ini merupakan kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan ketika akan menghafal ayat Al Quran menggunakan Metode Murottal Maqam kurdi. kegiatan tanya jawab ini merupakan strategi mengajar agar peserta didik mampu menghafal Al Quran dengan baik. Kegiatan Tanya jawab serupa dengan kegiatan sambung ayat. Anindya Diah Hartanti dkk mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sudah terbukti menjadi faktor yang memicu keberhasilan dalam kegiatan menghafal Al Quran Miftahul Falah, peserta didik yang mempunyai motivasi tinggi akan cenderung mempunyai niat belajar yang tinggi, serta berdampak kepada kerajinan dan keuletan dalam menghafal Al Quran. Motivasi peserta didik di DTA Miftahul Falah muncul karena keinginan untuk berprestasi. Pernyataan diatas didukung dengan pernyataan Amna Emda yang mendefinisikan Motivasi adalah kekuatan yang dapat mempengaruhi perilaku mencapai sebuah tujuan. Motivasi Guru Selain dari motivasi peserta didik, faktor pendorong selanjutnya merupakan motivasi dari pengajar itu sendiri. Pengajar berperan penting dalam sebuah proses pembelajaran. Pengajar merupakan contoh yang akan ditiru dan di turuti oleh peserta didik. Pengajar sudah sepantasnya senantiasa memberikan motivasi kepada peserta didik dalam proses menghafal Al Quran. yang diterapkan pengajar di DTA Miftahul Falah, dalam membantu proses menghafal Al Quran menggunakan Metode Murottal Maqam Kurdi. Hal tersebut dibuktikan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa semakin tinggi motivasi pengajar maka keberhasilan peserta didik akan meningkat. Orang tua Orang tua merupakan orang yang senantiasa memberikan didikan kepada anak sejak kecil. Keberhasilan seorang anak dipengaruhi oleh orang tua yang senantiasa mendukung anaknya untuk berproses dengan baik. dukungan orang tua di DTA. Miftahul Falah sangat terlihat dari awal kegiatan dimulai sampai dengan kegiatan akhir. Sebagian orang tua di DTA Miftahul Falah ikut berperan mendampingi anaknya. Orang tua mempunyai peran yang sangat Karena dalam kehidupan anak, sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan Metode Murottal Metode Murottal Maqam Kurdi menjadi salah satu faktor pendukung menghafal Al Quran. Penggunaan Metode Murottal Maqam Kurdi memberikan kesan tersendiri bagi pembacanya serta memberikan semangat kepada peserta didik dalam menghafal Al Quran di DTA Miftahul Falah. Metode Murottal sangat berpengaruh hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang mengatakan karena metode murottal yang digunakan untuk menghafal memiliki pengaruh Alquran. 30Dengan memilihmetode Murottal yang tepat akan memberikan dampak yang baik bagi proses menghafal Al Quran. Target hafalan . Tahap Akhir Tahap akhir ini merupakan serangkaian bagian dari kegiatan evaluasi. Evaluasi di DTA Miftahul Falah dilaksanakan melalui 2 tahapan yaitu, evaluasi langsung ketika pembelajaran selesai dan juga dilaksanakan secara tidak langsung di hari berikutnya. Evaluasi langsung Evaluasi langsung dilakukan setelah pembelajaran selesai di hari yang sama, dengan cara melakukan teknik tanya jawab yang dipimpin oleh satu peserta didik sebagai penanya, dan peserta didik yang lain berperan sebagai Evaluasi Tidak langsung Evaluasi tidak langsung dilakukan oleh pengajar di hari. berikutnya, menggunakan kertas hafalan atau catatan wali kelas. Dalam kertas hafalan atau catatan wali kelas, akan terlihat perkembangan anak secara perorangan dalam Menghafal Al Quran. Faktor Pendukung Penghambat Peserta Didik dalam Menghafal Al Quran Juz 30 Di Dta Miftahul Falah Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar Pada bagian ini peneliti akan menjabarkan data yang berkaitan dengan faktor pendukung dan faktor penghambat penggunaan metode murottal maqam kurdi dalam menghafal Al Quran juz 30 di dta Motivasi peserta didik Motivasi Peserta Didik. Motivasi peserta didik menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada proses menghafal Al Quran khususnya di DTA Miftahul Falah. Motivasi peserta didik, mendorong dirinya sendiri untuk lebih serius dalam menghafal Al Quran. DiDTA Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 DTA Miftahul Falah mempunyai target dalam menghafal Al Quran. Target yang ditetapkan merupakan target harian. Dalamsatu hari anak diwajibkan untuk menghafal Al Quran 1 blok yang terdiri dari 3 sampai dengan 5 ayat. Target ini menjadikan peserta didik lebih bersemangat lagi dalam mengahafal Al Qurandi DTA Miftahul Falah. Inovasi pembelajaran Setiap pengajar dituntut harus mempunyai cara tersendiri dalam menghadapi persoalan yang dihadapi di lapangan. Inovasipembelajaran yang dilakukan pengajar di DTA Miftahul falah, salah satunya dengan memasukan pembelajaran dalam permainan anak. Hal tersebut dilakukan ketika anak susah memahami pembelajaran secara Hal ini sejalan dengan pernyataan Inovasi pembelajaran dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan agar tercapainya sebuah proses Faktor penghambat menghafal Al Quran Juz 30 adanya ayat yang hampir sama bahkan sama di Seperti di Al Quran surat Al Infitar ayat 13 dan Al Quran surat Al Muthaffifin ayat 22 sebagai AaOIA ca AaO IA ca A EAA ca AI eA ca AauA Artinya: AuSesungguhnya orang-orang yang berbakti benar- benar berada dalam . urga yang penu. Ay Kutipan dan Acuan Salah satu ciri artikel ilmiah adalah menyajikan gagasan orang lain untuk memperkuat dan memperkaya gagasan penulisnya. Gagasan yang telah lebih dulu diungkapkan orang lain ini diacu . , dan sumber acuannya dimasukkan dalam Daftar Pustaka. Daftar Pustaka harus lengkap dan sesuai dengan acuan yang disajikan dalam batang tubuh artikel. Artinya, sumber yang ditulis dalam Daftar Pustaka benar-benar dirujuk dalam tubuh artikel. Sebaliknya, semua acuan yang telah disebutkan dalam artikel harus dicantumkan dalam Daftar Pustaka. Untuk menunjukkan kaulitas artikel ilmiah, daftar yang dimasukkan dalam Daftar Pustaka harus cukup Daftar Pustaka disusun secara alfabetis dan cara penulisannya disesuaikan dengan aturan yang ditentukan dalam jurnal. Kaidah penulisan kutipan, acuan, dan Daftar Pustaka mengikuti buku pedoman Penyajian gagasan orang lain di dalam artikel dilakukan secara tidak langsung. Gagasan yang dikutip tidak dituliskan seperti teks asli, tetapi dibuatkan ringkasan atau simpulannya. Sebagai contoh. Suharno . menyatakan bahwa kecepatan terdiri dari gerakan ke depan sekuat tenaga dan semaksimal mungkin, kemampuan gerakan kontraksi putus-putus otot atau segerombolan otot, kemampuan reaksi otot atau segerombolan otot dalam tempo cepat karena rangsangan. Acuan adalah penyebutan sumber gagasan yang dituliskan di dalam teks sebagai . pengakuan kepada pemilik gagasan bahwa penulis telah melakukan AupeminjamanAy bukan penjiplakan, dan . pemberitahuan kepada pembacanya siapa dan darimana gagasan tersebut diambil. Acuan memuat nama pengarang yang pendapatnya dikutip, tahun sumber informasi ditulis, dan/tanpa nomor halaman tempat informasi yang dirujuk diambil. Nama pengarang yang digunakan dalam acuan hanya nama Acuan dapat dituliskan di tengah kalimat atau di akhir kalimat kutipan. Acuan ditulis dan dipisahkan dari kalimat kutipan dengan kurung buka dan kurung tutup . eriksa contoh-contoh di bawa. Acuan yang dituliskan di tengah kalimat dipisahkan dengan kata yang mendahului dan kata yang mengikutinya dengan jarak. Acuan yang dituliskan diakhir kalimat dipisahkan dari kata terakhir kalimat kutipan dengan diberi jarak, namun tidak dipisahkan dengan titik. Murojaah di Kelas Kegiatan Murojaah di DTA Miftahul Falah dilakukan satu hari setelah kegiatan menghafal Al Quran dilaksanakan. Hal iniditerapkan bertujuan untuk, memperkuat dan menjaga hafalan yang sudah dihafalkan di hari sebelumnya. Murojaah dilaksanakan di kelas masing-masing. Kualitas dan kuantitas hafalan siswa dan santri dapat dipercepat dan ditingkatkan dengan strategi Murojaah. Faktor Penghambat: Peserta didik Faktor keterlambatan dalam hafalan Al Quran bersumber dalam diri peserta didik. DTA Miftahul Falah Peserta didik yang malas dan jarang berangkat, serta terlalu banyak bermain merupakan faktor penghambat dalam menghafal Al Quran yang bersumber dari peserta didik itu Orang Tua Orang tua mempunyai peran penting dalam keberhasilan hafalan peserta didik. Sebagian orang tua di DTA Miftahul Falah, masih ada yang kurang memperhatikan anaknya ketika anak sudah berada dirumah, dan orang tua juga kurang menjalin komunikasi dengan pengajar, sehingga hal tersebut menjadi faktor penghambat dalam menghafal Al Quran. Penelitian Haya Syatina dkk menjelaskan bahwa orang tua sangat berperan pentig terhadap keberhasilan seorang anak. Orang tua harus senantiasa memperhatikan anaknya dirumah, orang tua juga harus bisa memberikan motivasi yang baik pada anak. Terdapat Ayat Serupa Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 4 Nomor 1 Maret 2024 Nama pengarang ditulis tanpa jarak setelah tanda kurung pembuka dan diikuti koma. Tahun penerbitan dituliskan setelah koma dan diberi jarak. Halaman buku atau artikel setelah tahun penerbitan, dipisahkan dengan tanda titik dua tanpa jarak, dan ditutup dengan kurung tanpa jarak. Sebagai contoh: karya tulis ilmiah adalah tulisan faktual yang digunakan pengetahuan/informasi kepada orang lain (Riebel, 1978:. Apabila nama pengarang telah disebutkan di dalam teks, tahun penerbitan sumber informasi dituliskan segera setelah nama penulisnya. Atau, apabila nama pengarang tetap ingin disebutkan, acuan ini dituliskan di akhir teks. Contohnya: menurut Riebel . , karya tulis ilmiah adalah tulisan faktual yang digunakan penulisnya untuk memberikan suatu pengetahuan/informasi kepada orang lain. Nama dua pengarang dalam karya yang sama disambung dengan kata AodanAo. Titik koma (. digunakan untuk dua pengarang atau lebih dari dua pengarang dengan karya yang berbeda. Contohnya: karya tulis ilmiah adalah tulisan faktual yang digunakan penulisnya untuk memberikan suatu pengetahuan/informasi kepada orang lain (Riebel dan Roger, 1980:. Jika melibatkan dua pengarang dalam dua karya yang berbeda, contoh penulisannya: karya tulis ilmiah adalah tulisan faktual yang digunakan penulisnya untuk memberikan suatu pengetahuan/informasu kepada orang lain (Riebel, 1978:4. Roger, 1981:. Apabila pengarang lebih dari dua orang, hanya nama pengarang pertama yang dituliskan. Nama pengarang selebihnya digantikan dengan AodkkAo . an kawan-kawa. Tulisan AodkkAo dipisahkan dari nama pengarang, yang disebutkan dengan jarak, diikuti titik, dan diakhiri dengan koma. Contohnya: membaca adalah kegiatan interakasi antara pembaca dan penulis yang kehadirannya diwakili oleh teks (Susanto dkk. , 1994: . tanya jawab. Pada tahap akhir dibagi 2 Pertama evaluasi langsung, evaluasi tidak langsung. Faktor-faktor pendukung dan penghambat peserta didik dalam menghafal Al Quran Juz 30 di DTA Miftahul Falah Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Faktor pendukung menghafal Al Quran di DTA Miftahul Falah dibagi 7 antara lain: motivasi peserta didik, motivasi guru, orang tua, metode, target hafalan, inovasi pembelajaran, murojaah. Faktor penghambat dalam menghafal Al Quran di DTA Miftahul Falah dibagi 3 antara lain: Peserta didik, orang tua, terdapat ayat Saran Berdasarkan penjelasan diatas peneliti memberikan saran sebagai berikut: Bagi pengajar Dalam proses pembelajaran pengajar sudah memberikan kontribusi terbaiknya. Tetapi pengajar tetap harus terus mengembangkan keilmuannya untuk menyikapi perkembangan yang akan dihadapi Bagi peserta didik Hafalan yang sudah dihafalkan diharapkan terus diulang serta dijaga dengan baik, kemudian tingkatkan terus hafalnya. Yang paling penting terus belajar keilmuan-keilmuan dalam membaca Al Quran. Bagi orang tua Diharapkan untuk orang tua bisa memberikan bimbingan dan perhatian yang maksimal, agar dalam menghafal Al Quran anak akan lebih semangat dan mempunyai motivasi yang tinggi. DAFTAR PUSTAKA