ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan http://jurnal. id/index. php/elastisitas PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PQ4R BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP SOFT SKILL MAHASISWA MATA KULIAH EKONOMI IPS TERPADU Siti Suprihatin Universitas Muhammadiyah Metro Sitisuprihatin43@yahoo. ABSTRAK Penerapan metode merupakan cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Secara harfiah metode berarti cara dalam pemakaian yang umum, metode diartika sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari. Kemampuan soft skill sangat penting diberikan pada proses pembelajaran. Sehingga lulusan yang dihasilkan dapat menjadi lulusan yang siap pakai di dunia kerja yang tidak hanya mempunyai kemampuan hard skill tetapi juga soft skill. Beberapa kemampuan soft skill, antara lain. kejujuran, bekerjasama, interpersonal, etos kerja, disiplin, motivasi, beradaptasi, berorganisasi, percaya diri, beretika, bijaksana, kreatif, humoris, entrepreunership. Artikel ini bertujuan untuk: untuk mengetahui pengaruh metode PQ4R (Preview Question Read Reflect Recite Revie. Berbasis Lesson Study terhadap soft skill mahasiswa mata kuliah ekonomi IPS terpadu di Universitas Muhammadiyah Metro Tahun Ajaran 2017/2018. Kata Kunci: Metode PQ4R. Lesson Study, soft skill hal yang sifatnya teknis-operasional. Sebagian besar pembicaraan tentang pendidikan terutama bagaimana upaya untuk menemukan cara yang terbaik guna mencapai pendidikan yang bermutu dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang handal, baik dalam bidang akademis, sosio-personal, maupun vokasional. PENDAHULUAN Selama pendidikan masih ada, maka selama itu pula masalah-masalah tentang pendidikan akan selalu muncul dan orang pun tak akan henti-hentinya memperdebatkan tentang keberadaannya, mulai dari hal-hal yang bersifat fundamental-filsafiah sampai dengan halAe Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R Berbasis Lessonstudy Terhadap Soft Skill Mahasiswa Mata Kuliah Ekonomi IPS Terpadu Salah satu masalah atau topik pendidikan yang belakangan ini menarik tentang Lesson Study, yang sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Seperti dimaklumi, bahwa sudah sejak lama praktik pembelajaran di Indonesia pada umumnya cenderung dilakukan secara konvensional yaitu melalui teknik komunikasi oral. Praktik pembelajaran konvesional semacam ini lebih cenderung menekankan pada bagaimana guru mengajar . eacher-centere. dari pada bagaimana siswa belajar . , dan secara keseluruhan hasilnya dapat kita maklumi yang ternyata tidak banyak memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran siswa. Untuk merubah kebiasaan praktik pembelajaran dari pembelajaran yang berpusat kepada siswa memang tidak mudah, terutama di kalangan guru yang tergolong pada kelompok laggard . enolak perubahan/inovas. Dalam hal ini. Lesson Study tampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mendorong terjadinya perubahan dalam praktik pembelajaran di Indonesia menuju ke arah yang jauh lebih efektif. Metode PQ4R (Preview. Question. Read. Reflect. Recite. Revie. Metode merupakan salah satu strategi atau cara yang didigunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang hendak dicapai, semakin tepat metode yang digunakan oleh seorang guru maka pembelajaran akan semakin baik. Metode berasal dari kata methodos dalam bahasa yunani memiliki arti cara atau jalan. Kamus Besar Bahasa Insonesia . mengartikan bahwa metode merupakan cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Secara harfiah metode berarti cara dalam pemakaian yang umum, metode diartika sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Metode PQ4R digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Menurut Trianto . , pengejaran yang baik meliputi pengajaran siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berfikir dan bagaimana memotivasi diri mereka Hal inilah yang menjadikan strategi pembelajaran mutlak untuk diterapkan dari kelas enam SD dan terus berlanjut sampai sekolah dan pendidikan Menurut Sapriya . PQ4R (Preview. Quention. Read. Reflect. Recite and Revie. adalah suatu metode pembelajaran yang merupakan bagian dari metode kooperatif learning yang bertujuan untuk meningkatkan daya paham dan daya ingat siswa tentang materi yang mereka baca dengan cara membaca dan menulis. Menurut Trianto . metode pembelajaran PQ4R adalah salah satu bagian dari startegi elaboratif. Metode pembelajaran PQ4R dapat digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang siswa baca dan dapat membantu proses pembelajaran kelas yang dilaksanakan dengan membaca buku Siti Suprihatin ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Vol. 1 No. pelajaran secara berkelompok. Siswa berpikir sebelum membaca dengan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang menjadi acuan bagi siswa untuk menggali informasi yang dibutuhkan dari teks Kemudian siswa secara mandiri membaca teks sambil mencari jawaban dari pertanyaa yang telah dibuatnya. Langkah-langkah pembelajaran PQ4R, yaitu sebagai Preview Langkah pertama, siswa membaca silintas dengan cepat bahan bacaan. Fokus preview adalah menemukan ide-ide pokok yang kembangkan dalam bahan bacaan. Bagian-bagian yang bisa dibaca misalkan bab pengatar, daftar isi, topik, judul, sub judul atau ringkasan akhir pada suatu bab. Memalui preview peserta didik telah mempunyai gambaran mengenai hal yang Quiestion Langkah kedua, mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada diri sendiri dengan menggunakan kata 5w H . hat, where, who, when, why and ho. Pengalaman telah menunjukkan bahwa seseorang membaca untuk menjawab sejumlah pertanyaan maka akan membuat dia membaca lebih hati-hati serta seksama agar dpaat mengingat apa yang dibaca dengan baik Read Langkah ketiga, siswa membaca secara detail bahan bacaan yang dipelajari. Pada tahap ini siswa diharapkan mencari jawaban terhadap semua pertanyaan yang telah dirumuskan. Reflect Langkah keempat, bukanlah suatu langkah terpisah dari langkah ketiga, tetapi merupakan suatu komponen esensial dari langkah ketiga. Selama membaca siswa tidak hanya cukup mengingat atau menghafal tetapi cobalah dipresentasikan dengan cara: Menghubungkan dengan hal-hal yang telah diketahui . Mengaitkan sub topik didalam teks dengan konsep atau prinsip utama. Cobalah kontribusi didalam informasi yang . Cobalah untuk menggunakan materi itu untuk memecahkan masalah Recite Langkah kelima, pada tahap ini peserta didik diminta untuk merenungkan kembali informasi yang telah dipelajari. Siswa dapat melihat kembali catatan yang telah mereka buat. Siswa diminta untuk membuat inti sar dari materi bacaan dengan redaksinya sendiri. Akan lebih baik jika peserta didik tidak hanya menyampaikan secara lisan, namun juga dalam bentuk tulisan Review Langkah akhir, peserta didik diminta membuat rangkuman atau merumuskan inti dari bahan yang telah dibacanya. Siswa mampu merupakan kesimpulan dari pertanyaan-pertanyaan Lesson Study Pengertian lesson study menurut bahasa berasal dari bahasa jepang AujugyokenyuAy, yang merupakan gabungan dari dua kata yaitu AujugyoAy berarti Lesson atau pembelajaran, dan AukenkyuAy yang berarti study atau research atau Dengan demikian lesson study merupakan study atau pengkajian Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R Berbasis Lessonstudy Terhadap Soft Skill Mahasiswa Mata Kuliah Ekonomi IPS Terpadu terhadap pembelajaran. Sedang menurut istilah yaitu: Mulyana . memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsippsrinsip learninguntuk membangun komunitas Menurut Styler dan Hiebert. Lesson Study merupakan suatu proses kolaboratif pada kelompok guru ketika mengidentifikasi masalah pembelajaran, pembelajaran . ang meliputi kegiatab mencaru buku dan artikel mengenai topik yang akan dibelajarka. , membelajarkan peserta didik sesuai skenario . alah seorang guru melaksanakan pembeljaaran sementara yang lain mengamat. , mengevaluasi dan merevisi skenario pembelajaran, memberikan lagi skenario pembelajaran yang telah direvisi, mengevaluasi lagi pembelajaran dan membagikan hasilnya dnegan guru-guru Menurut walker, lesson study merupakan suatu kegiatan pengkajian terhadap proses pembelajaran di kelas nyata yang dilakukan oleh sekelompok guru secara berkolaboratif dalam jangka waktu lama dan terus menerus untuk meningkatkan keprofesionalannya. Mulyana . dan konsep Plan-DoCheck-Act (PDCA), di bawah ini akan diuraikan secara ringkas tentang empat tahapan dalam penyelengaraan Lesson Study . Tahapan Perencanaan (Pla. Dalam tahap perencanaan, para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran, seperti tentang: kompetensi dasar, cara membelajarkan siswa, mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar, dan sebagainya, sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan Selanjutnya, bersama-sama pula dicarikan solusi untuk Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam RPP. RPP menjadi sebuah perencanaan yang benarbenar sangat matang, yang didalamnya kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, baik pada tahap awal, tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran. Tahapan Pelaksanaan (D. Pada tahapan yang kedua, terdapat dua kegiatan utama yaitu: . kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama, dan . kegiatan komunitas Lesson Study yang lainnya . aca: guru, kepala sekolah, atau pengawas sekolah, atau undangan lainnya Siti Suprihatin ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Vol. 1 No. pengamat/observe. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama. Siswa menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa, siswa-bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan lainnya, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disusun bersama-sama. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi Pengamat melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa berlangsung, misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan, aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP. Tahapan Refleksi (Chec. Tahapan tahapan yang sangat penting karena upaya selanjutnya akan bergantung dari pelaksanaan pembelajaran yang telah Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang Diskusi penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran, dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun. Selanjutnya, semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan . ukan terhadap guru yang bersangkuta. Dalam menyampaikan saran-saranya, pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan, tidak Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses Oleh karena itu, sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatancatatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi. Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R Berbasis Lessonstudy Terhadap Soft Skill Mahasiswa Mata Kuliah Ekonomi IPS Terpadu IPS Terpadu Menurut Nasution, (Sudrajad, 2. IPS adalah sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi social. Sudrajad, . berpendapat bahwa IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari. Menurut Sumantri, . IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD. SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan disini mengandung arti menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan dan mempertautkan serta memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang mudah dicerna. Berdasarkan beberapa teori di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS dapat membahas manusia dengan lingkungnnya dari berbagai sudut ilmu sosial. IPS dapat membahas pada masa lampau, sekarang dan masa mendapat, baik pada lingkungan yang deat maupyn lingkungan yang jauh dari siswa. Soft Skill Soft skill diartikan sebagai keterampilan dan kecakapan yang dimiliki seseorang, baik untuk diri sendiri, kolompok, atau bermasyarakat, serta dengan sang pencipta Elfindri dkk. Dengan kemampuan soft skill yang dimiliki membuat keberadaan seseorang akan semakin terasa ditengah Soft skill dapat menentukan arah pemanfatan hard skill seseorang. Apabila seseorang yang tidak memiliki ketrampilan soft skill yang baik maka hard skill dapat membahayakan diri dan orang lain, begitu juga sebaliknya. Soft skill merupakan bagian dari kecerdasan dijadikan syarat untuk memperoleh jabatan atau pekerjaan tertentu. Kemampuan soft skill sangat Sehingga lulusan yang dihasilkan dapat menjadi lulusan yang siap pakai di dunia kerja yang tidak hanya mempunyai kemampuan hard skill tetapi juga soft skill. Beberapa kemampuan soft skill, antara lain. kominikasi, kejujuran, bekerjasama, interpersonal, etos kerja, berorganisasi, percaya diri, beretika, entrepreunership (Elfindri,dkk:2011. Soft skill bukanlah materi terpisah yang harus diberikan kepada peserta didik. Tetapi soft skill merupakan kemampuan non teknis yang harus dikembangkan pada setiap materi. Diharapkan bagi guru dan dosen dapan Siti Suprihatin ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Vol. 1 No. mengintegerasikan kemampun soft skill ke dalam setiap materi yang diberikannya. Adanya pengintegerasian ini diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan hard dan soft skill yang seimbang. Dalam penelitian ini fokus kemampuan soft skill adalah kemampuan Komunikasi sebagai proses sharing diantara pihakpihak komunikasi tersebut . Komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang komunikasi meliputi suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tandatanda atau tingkah laku. Kemampuan komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masingmasing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna perkembangan ilmu komunikasi. Setiap dengan demikian akan melakukan empat menyampaikan, menerima, dan mengolah pesan Keempat tindakan tersebut lazimnya terjadi secara berurutan. Membentuk pesan artinya menciptakan sesuatu ide atau gagasan. Ini terjadi dalam benak kepala seseorang melalui proses kerja sistem syaraf. Pesan yang telah terbentuk ini kemudian disampaikan kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain. Pesan yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi dari orang tersebut. Apabila ini terjadi, maka si orang tersebut kembali akan membentuk dan menyampaikan pesan Demikianlah keempat tindakan ini akan terus-menerus terjadi secara berulang-ulang. Pesan adalah produk Pesan lambang-lambang yang menjalankan ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik atau Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angkaangka, benda, gerak-gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda-tanda Komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara beberapa orang atau banyak orang. Komunikasi mempunyai tujuan tertentu, artinya komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keinginan dan kepentingan para Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa kemampuan komunikasi adalah bagian dari soft skill yang harus dimiliki seseorang, yang harus disampaikan melalui pembelajaran di sekolah dengan cara mengintegerasikan dengan materi yang diberikan guru/dosen sehingga tercipta kemampuan soft skill berupa kemampuan komunikasi yang mumpuni. METODE Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R Berbasis Lessonstudy Terhadap Soft Skill Mahasiswa Mata Kuliah Ekonomi IPS Terpadu Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif, penelitian deskriptif-kualitatif pada hakekatnya merupakan metode yang digunakan untuk menemukan data yang spesifik dan realitas yang terjadi dalam masyarakat pada waktu tertentu. Pada penelitian ini mengidentifikasi pengaruh penerapan metode pembelajaran PQ4R berbasis lesson study terhadap soft skill mahasiswa pendidikan ekonomi di Universitas Muhammadiyah Metro. Tahap-Tahap Penelitian Dalam penelitian ini tahapan Penelitiannya: Persiapan Dalam tahapan penelitian ini peneliti terlebih dulu meminta izin LPPM Universitas Muhammadiyah metro Peneliti melakukan prasurvey untuk mengetahui apakah penelitian dapat Setelah mendapat izin kemudian peneliti mempersiapkan lembar observasi yang akan digunakan 1. Lembar observasi tersebut dalam bentuk chek list, peneliti juga mempersiapkan naskah wawancara pertanyaanpertanyaan yang sudah tersusun agar lebih mudah dan terarah. Pelaksanaan Langkah-langkah yang peneliti akan lakukan adalah: Peneliti mendata Mahasiswa Kemudian Tahap akhir Data yang terkumpul kemudian diolah dengan mengunakan metode Membuat laporan penelitian Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pendidikan ekonomi semester 2 di Universitas Muhammadiyah Metro Jl. Hajar Dewantara (Lembayun. No. Kota Metro. Lampung. Subyek Penelitian Populasidalam Universitas Muhammadiyah Metro Tahun Ajaran 2017/2018. Sampel penelitian diambil dari mahasiswa semester genap, yaitu pada mahasiswa semester 4. Teknik PengumpulanData Untuk mendapatkan data-data dalam penelitian ini beberapa metode Metode pengumpulan data ini dilakukan untuk memperoleh data dari lapangan sehingga data yang diperoleh dapat dipercaya dan dapat dipertanggung jawabkan, metode yang digunakan dalam penelitian ini Metode Observasi Dalam Pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi langsung. Metode observasi dilakukan untuk mendapatkan data tentang soft skill Metode Dokumentasi Metode dokumentasi digunakan untuk mempelajari dan mencatat data-data verbal yang berbentuk tulisan. Metode dokumentasi adalah kumpulan data-data verbal yang berbentuk tulisan. Metode dokumentasi ini digunakan untuk dokumentasikan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode PQ4R berbasis lesson study di kelas. Angket Untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode pembelajaran PQ4R berbasis lesson study terhadap soft skill Siti Suprihatin ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Vol. 1 No. mahasiswa digunakan berjumlah 20 soal. Analisis Data Data post-test dengan metode pembelajaran PQ4R dianalisis melalui uji statistik, data tersebut terlebih dahulu diuji normalitas data dan homogenitas Selain itu,data juga harus ditentukan terlebih dahulu rata-rata skor serta simpangan baku untuk setiap Untuk lebih jelasnya, data pretest dan post-test diolah melalui tahaptahap sebagai berikut: Uji homogenitas varians dan uji perbedaan dua rata-rata . Peneliti jawaban siswa. Selanjutnya tahap analisis data hasil tes dilakukan untuk mengetahui perbedaan kemampuan soft skill pada kelas ekperimen. Analisis data diawali dengan melakukan uji normalitas HASIL DAN PEMBAHASAN Sebagaimana telah dikemukaan bertujuan untuk menelaah kemampuan soft skill mahsiswa melalui penerapan metode PQ4R berbasis leason study dan pembelajaran konvensional pada mata IPS Terpadu. pembahasan hasil penelitian ini akan dibahas mengenai analisis data hasil penelitian beserta pembahasan dari keseluruhan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas dengan metode PQ4R. pengolahan data hasil penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan pencapaian soft skill mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode PQ4R untuk mengukur soft skill mahasiswa, digunakan tes berbentuk uraian dan dari hasil temuan yang diperoleh observer dalam kegiatan Leason study didalam kelas. perolehan data skor hasil postes dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis untuk melihat perbedaan pengaruh pembelajaran kedua Pada tabel 1. menunjukan deskriptif data postes siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk kemampuan soft skill mahasiswa dalam bidang komunikasi. Kemampuan soft skill Mahasiswa Data kemampuan soft skill mahasiswa diperoleh dari hasil postes kelas eksperimen dan kontrol, disajikan pada tabel sebagai berikut: Tabel 1 Statistik Deskriptif Kemampuan Berpikir kritis siswa Postes Nilai Xmin Xmaks Eksperimen 71,86 9,87 Kontrol 66,25 10,50 Berdasarkan Tabel 1. Di atas Skor postes minimum dan maksismum yang diperoleh dari kelas yang menerapakan PQ4R berbasis lesson study 55 dan 90 dengan standar diviasi 9,87, sedangkan skor minumpada kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional adalah 50 dan 85 dengan standar deviasi 10,50. Adapun rataan skor postes soft skill mahasiswa pada mata kuliah ekonomi IPS terpadu kelas eksperimen yaitu 71,87 dan pada kelas kontrol yaitu 66,26. Hal ini dapat disajikan dalam ringkasan perbadingan rataan skor pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada kemampuan soft skill mahasiswa, dapat peneliti sakijan dalam tabel berikut. Tabel 2 Rataan Skor Postes Kemampuan soft skill mahasiswa Kelas Postes Ekperimen 71,86 Kontrol 66,25 Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R Berbasis Lessonstudy Terhadap Soft Skill Mahasiswa Mata Kuliah Ekonomi IPS Terpadu Untuk lebih jelasnya Tabel 2, dapat perbandingan rataan postes sebagai Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas diperoleh hasil skor postes kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat dari Tabel 3 berikut: Tabel 3 Uji Normalitas Skor Kemampuan Soft Skill Mahasiswa Setelah Pembelajaran Kolmogorov-Smirnov Kelas Keputu Kesimpulan Statistic Sig. Eksperimen 0,128 H0: Data Berdistribusi Normal Kontrol 0,125 H0: Data Berdistribusi Normal Gambar 2. Perbandingan Rataan Postes kemampuan soft skill mahasiswa Analisis Kemampuan Soft Skill Mahasiswa Setelah Pembelajaran Tahap analisis kemampuan soft skill mahasiswa dengan model pembelajaran PQ4R menggunakan uji perbedaan, hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan hasil postes kemampuan akhir setelah masingmasing kelas dilakukan pembelajaran yang berbeda dimana kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran PQ4R dan kelas kontrol diterapkan pembelajaran Terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan kemudian dilakukan uji homogenitas, berikut rangkumannya. Uji Normalitas Skor Kemampuan Sfot Skill Mahasiswa Setelah Pembelajaran Uji normalitas yang dilakukan peneliti bertujuan untuk melihat apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitin ini dilakukan dengan menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS 16. Kriteria pengujian adalah dengan = 0,05. Jika nilai Sig. > , maka H0 Berdasarkan tabel tersebut, memiliki nilai Sig. > , yaitu . sehingga diperoleh skor postes kelas ekperimen dan kontrol untuk kemampuan soft skill berdistribusi normal. Uji Homogenitas Skor Kemampuan Soft Skill Mahasiswa Setelah Pembelajaran Uji homogenitas ini bertujuan untuk menguji homogenitas varians kelas eksperimen dan kontrol dari data postes. Uji homogenitas dilakukan dengan Homogenity Variances (Levene Statisti. Berdasarkan hasil perhitungan uji eksperimen dan kontrol dapat dilihat dari Tabel 4 berikut: Siti Suprihatin ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Vol. 1 No. Tabel 4 Uji Homogenitas Varians Skor Kemampuan Soft Skill Mahasiswa Setelah Pembelajaran Levene Statistic Sig. Keputusan Simpulan 0,072 0,792 H0: Variansi H0: varians kedua kelompok homogen Berdasarkan Tabel 4 skor postes memiliki Sig. lebih besar dari = 0,05 yaitu 0,5 untuk postes yaitu 0,792, sehingga H0 diterima. Hal ini berarti, skor postes kemampuan soft skill mahasiswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berasal dari varians yang sama. Uji Perbedaan Rataan Skor Kemampuan Soft Skill Mahsiswa Setelah Pembelajaran Tahap dilakukannya uji homogenitas yaitu uji perbedaan rataan skor kemampuan soft skill mahasiswa. Uji perbedaan rataan ini mengetahui perbedaan rataan postes. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas skor postes kelas eksperimen dan kelas kontrol, diperoleh data kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan varians kedua kelas homogen, maka dapat dilanjutkan pada uji perbedaan postes Independent sample t-test. Adapun penelitian ini adalah sebagai berikut: H0 : Tidak terdapat perbedaan skor postes kemampuan Soft skill mahasiswa yang menerapkan model pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) dengan siswa yang mendapat pembelajaran H1 : Kemampuan soft skill mahasiswa yang mendapat pembelajaran modelPreview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) lebih tinggi dari pada siswa yang Hasil uji perbedaan rataan postes kemampuan soft skill mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 6 berikut: Tabel 6 Uji Perbedaan Rataan Skor Kemampuan Soft Skill Mahasiswa Setelah Pembelajaran Berdasarkan dari hasil uji perbedaan rataan skor postes kelas eksperimen dan kelas kontrol diketahui bahwa nilai Sig. -taile. yaitu 0,037 lebih kecil dari nilai = 0,05, sehingga H0 ditolak. Hasil tersebut menunjukan bahawa kedua kelas memiliki kemampuan soft skill yang berbeda secara signifikan. Kemampuan soft skill mahasiswa yang memperoleh model pembelajaranPreview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson study lebih tinggi dibandingkan dengan siswa Sehingga dari hasil uji tersbut dapat peneliti simpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson studyterhadap kemampuan soft skill mahasiswa pada mata kuliah ekonomi IPS terpadu. Penelitian ini memperolehhasil temuan yang telah dianalisis berdasarkan kelas perlakuan . odel pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson study, kemampuan soft skill mahasiswa. Berikut uraian dari masing-masing Penelitian ini menggunakan dua kelas dan dua pembelajaran yaitu model pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson study yang diterapkan pada kelas konvensional pada kelas kontrol. Secara Penerapan Metode Pembelajaran PQ4R Berbasis Lessonstudy Terhadap Soft Skill Mahasiswa Mata Kuliah Ekonomi IPS Terpadu umum pelaksanaan model pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson study berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran dengan model pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson study dapat dikatakan sebagai sebuah model pembelajaran yang mengakui dan menunjukan kondisi alamiah dari Melalui hubungan di dalam dan di luar kelas, model pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson study menjadikan pengalaman lebih relevan dan bagi mahasiswa dalam membangun Hasil menggunakan independent sample t-test kemampuan soft skill mahasiswa dengan Pembelajaran dengan model Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson study lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran Konvensional. SIMPULAN Berdasarkan dari hasil analisis data pengaruh model pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson studyt erhadap soft skill mahasiswa, dapat disimpulkan bahwa Auterperoleh pengaruh model pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson study terhadap soft skill mahasiswa mata kuliah ekonomi IPS terpadu. Pada Skor postem minimum dan maksimum untuk kelas yang menerapkan model pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R) berbasis lesson studyialah 55 dan 90 dengan standar deviasi 9,87, sedangkan skor postes minimum dan maksimum pada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional ialah 50 dan 85 dengan standar 10,50. Selanjutnya, rataan skor postes pada kemampuan soft skill mahasiswa untuk kelas eksperimen 71,86 dan pada kelas kontrol 66,25 DAFTAR PUSTAKA