Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 Available online at http://jurnal2. stkip-andi-matappa. id/index. php/poligon Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit Halaman 64-73 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DENGAN METODE RESITASI TERHADAP HASIL BELAJAR Nurhikma1*. Rahmat Kamaruddin2 . Herman Alimuddin3 1, 2, 3 STKIP Andi Matappa * Email: nurcimma7@gmail. Received:16 Desember 2024. Revised:8 April 2025. Accepted: Tanggal Pusblish 9 juli 2025 ABSTRAK Nurhikma, 920842020002. Rahmat kamaruddin,S. Pd. ,M. Pd Ir. Herman Alimuddin,S. Pd. ,M. AuPenerapan Model Pembelajaran Flipped Classroom Dengan Metode Resitasi Tehradap Hasil Belajar Matematika Siswa SMA Negeri 10 MarosAy. Skripsi Jurusan/Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Andi Matappa Pangkep,2024. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas XII IIS 1 SMA Negeri 10 Maros pada tahun pelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian ini adalah kelas kelas XII IIS 1 SMA Negeri 10 Maros pada tahun pelajaran 2024/2025, yang berjumlah 24 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar matematika siswa menggunakan model pemeblajaran flipped classroom dengan metode resitasi. Proses pembelajaran flipped classroom dengan metode resitasi adalah di mana guru memberikan materi pembelajaran dalam bentuk vidio yang harus dipelajari di rumah, di sekolah guru memberikan LKS dikerjakan dalam bentuk kelompok dan salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Dan teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif dan teknik inferensial yang meliputi uji normalitas,uji hipotesis, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa yang dapat di lihat pada tes awal . skor rata-rata yang diperoleh siswa adalah 35,79 dan meningkat setelah penerapan model pembelajaran flipped classroom dengan metode resitasi yang dapan di lihat pada tes akhir . skor rata-rata siswa adalah 78,58. Kata kunci: hasil belajar matematika siswa, flipped classroom, metode resitasi. This is open access article under the CC-BY-SA-licens Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak besar pada berbagai kehidupan, begitupun dalam bidang pendidikan. Kualitas pendidikan secara umum merupakan faktor penting yang berpengaruh pada kualitas pembelajaran di sekolah, hal ini menuntut para guru untuk lebih kreatif, inovatif dalam proses pembelajaran dikelas. Berdasarkan proses pengamatan yang di lakukan di Indonesia, peserta didik masih cenderung pasif dikarenakan beberapa dari guru matematika masih terbiasa menggunakan metode ceramah yang penyampainnya masih cenderung monoton dalam proses mengajar (Septian & Ramadhanty, 2. Dalam memenuhi tuntutan perkembangan zaman. Upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada era perkembangan teknologi ini salah satunya dengan mengembangkan Kurikulum 2013. Dimana pada pelaksanaan kurikulum 2013 guru bukan lagi sebagai pusat pembelajaran malainkan siswa yang dijadikan pusat pembelajaran. Guru tetap menyiapakan bahan-bahan sebelum pembelajaran dikelas dan guru diberi kebebasan menggunakan model, metode, strategi asalakan sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran dan siswa berperan aktif selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi bahwa hasil belajar siswa SMA Negeri 10 Maros khususnya mata pelajaran matematika berpariasi dalam setiap kelas, ada yang kurang hasil belajarnya mencapai 50%, 55%, dan 60%, bahkan ada yang mencapai 70%. Karena kurangnya hasil belajar yang seperti ini. Sehingga proses pelaksanaan pembelajaran yang seperti itu perlu mengalami perubahan, dimana siswa tidak boleh lagi dianggap sebagi objek pembelajaran sementara, tetapi harus berperan aktif dalam proses pembelajaran sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator dan mediator yang kreatif, . bu Rasnah S. Pd, guru matematka wajib SMA Negeri 10 Maro. Model pembelajaran alternatif yang dapat digunakan adalah Flipped Classroom dengan mengunakan media pembelajaran berupa video. Hal ini didukung dengan hasil survey yang ditulis oleh Panji tentang pemakaian internet remaja Indonesia. Hasil penelitian terbaru mencatat pengguna internet di Indonesia yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja dipresiksi mencapai 30 juta. Penelitian juga mencatat ada kesenjangan digital kuat antara anak dan remaja yang tinggal di perkotaan dengan yang tinggal di desa. Data tersebut merupakan hasil penelitian berjudul Aukeamanan penggunaan media digital pada anak dan remaja di indonesiaAy yang dilakukan lembaga PBB untuk anak-anak. UNICEF, bersama para mitra, termasuk kementrian komunikasi dan informatika dan Universitas Harvard. Studi ini menelurusuri aktivitas online dari sampel anak dan remaja yang melibatkan 400 responden berusia 10 Ae 19 tahun di seluruh Indonesia dan mewakili wilayah perkotaan dan perdesaan. Sebanyak 98% dari anak dan remaja mengaku tahu internet dan 79,5% diantaranya adalah pengguna internet. Dalam penelitian ini terlihat ada sekitar 20% responden yang tidak menggunakan internet. Hasil studi juga menemukan, masih ada kesenjangan digital kuat diadaerah perkotaan dan perdesaan. Di daerah perkotaan, hanya 13% dari anak dan remaja yang tidak menggunakan internet, sementara di daerah perdesaan ada 87% anak dan remaja Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 yang tidak memakai internet. Berdasarkan temuan hasil survey penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengguna internet terbanyak adalah kaum remaja. Selain itu golongan usia remaja itu termasukan gologan pelajar. Maka berdasarkan hasil survey penelitian di atas dan hasil observasi peneliti disekolah dapat disimpulkan bahwa bagi usia remaja atau pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) menungkinkan untuk diterapkan dalam pembelajaran dengan memanfaatkan media berbasis video yang memungkinkan proses belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimanapun berada, (Mohammad Surya Guru besar UPI bandung, 2. Model pembelajaran flipped classroom adalah proses pembelajaran yang membalik aktifitas belajar disekolah dengan aktifitas belajar diluar sekolah. Aktifitas belajar yang biasanya dilakukan disekolah menjadi dilakukan dirumah. Dan sebaliknya aktifitas belajar yang dilakukan dirumah menjadi dilakukan di sekolah. Pada model pembelajaran flipped classroom guru berperan sebagai fasilitator yang membuat materi pembelajaran dalam bentuk digital, baik berupa video, maupun digital lainnya, kemudian menyebarkan kepada siswa untuk dipelajari dirumah. Beberapa penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh menggunakan model pembelajaran flipped classroom mengungkapkan adanya pengaruh saat menerapkan model pembelajaran tersebut, salah satunya hasil penelitian Annisa menyatakan bahwa menerapkan model flipped classroom dapat meningkatkan hasil Subagia . menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran flipped classroom dapat meningkatkan prestasi belajar. Sedangkan menurut Jacob Lowell pada artikelnya yang berjudul AuThe Flipped Classroom: The Survey of The ResarchAy yang menjelaskan bahwa model pembelajaran flipped classroom dapat meningkatkan interaksi antara siswa dengan guru dikelas sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik adalah pengunaan metode pembalajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Adanya guru yang masih menerapkan metode pembelajaran konvensional dalam menyampaikan materi pembelajaran mengakibatkan peserta didik kurang aktif dalam mengikuti materi pembelajaran. Keadaan demikian, dikarenakan guru belum mampu menerapkan pendekatan / strategi / metode / teknik / taktik pembelajaran yang relevan. Adapun macam-macam metode pembelajaran yaitu antara lain: Metode ceramah. Metode tanya jawab . Metode diskusi. Metode demonstrasi. Metode sosiodrama . ole-playin. Metode karya wisata . ield tri. Metode kerja kelompok. Metode latihan . Metode pemberian tugas . , dan Metode eksperimen. Berdasarkan uraian dan pemikiran tersebut, penulis bermaksud mengadakan penelitian dengan formasi judul AuPenerapan Model Pembelajaran flipped classroom Dengan Metode Resitasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMA Negeri 10 MarosAy Penelitian ini bertujuan untuk : Untuk mengetahui Apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah penerapan penggunaan model pembelajaran flipped clasroom dengan metode resitasi terhadap hasil belajar matematika siswa SMA N 10 Maros. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat untuk beberapa pihak diantaranya: Bagi Guru. Menambah informasi bagi guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika , dapat menjadi referensi bagi guru untuk meningkatkan kreatifitas dalam menggunakan model pembelajaran yang inovatif. Bagi Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 Siswa, dengan penerapan Flipped classroom di harapkan dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa , dapat menambah pengalaman belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Bagi Sekolah. Sebagai masukan dalam rangka memperbaiki kegiatan pembelajaran dan memperbaiki mutu pendidikan di sekolah. II. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah Tujuan dari penelitian ini mencari pengaruh antara dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat, sehingga pendekatan yang paling tepat adalah pendekatan Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Variabel dan Desain Penelitian Adapun variabel pada penelitian ini sebagai berikut: yn Variabel bebas (X) : Model pembelajaran Flipped classroom yn Variabel terikat (Y) :Hasil beljar matematika siswa Kemudian dalam penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimental Design dengan bentuk one-Group Pretest-posttest Design, pada desain ini terdapat pre-test sebelum diberi treatmen dan post-test setelah diberi treatmen dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat dibandingkan dengan keadaan sebelum diberi treatmen. Treatment yang diberikan yaitu pembelajaran model flipped Clasroom dengan metode resitasi terhadap kelas atau sampel peneltian, sedangkan hasil yang akan dievaluasi adalah hasil belajar siswa Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian : Kelas XII IIS 1 SMAN 10 Maros yang berlokasi di Kec. Simbang. Kab. Maros. Sulawesi selatan. Waktu penelitian : Bulan Juli 2024 semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025 Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan dari subjek dan objek yang akan menjadi sasaran penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 104 siswa yang ada di SMA Negeri 10 Maros. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh semua populasi Bila populasi besar, peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada Menurut Handayani . teknik pengambilan sampel adalah proses menyeleksi sejumlah elemen dari populasi yang diteliti untuk dijadikan sampel, dan memahami berbagai sifat atau karakter dari subjek yang dijadikan sampel, yang nantinya apat dilakukan generalisasi dari elemen populasi. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu simple random sampling. Dimana simple random sampling adalah teknik pengambilan sampel dari anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang dalam populsi itu. Simple random sampling dilakukan dengan sistem lot, sehingga terpilihlah kelas XI IIS 1 sebagai sampel penelitian. Instrumen Penelitian Tes Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen berupa tes. Soal tes yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model pembelajaran flipped Clasroom dengan metode resitasi. Soal tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal dalam bentuk uraian sebanyak 5 butir soal uraian. Dokumentasi Pada penelitian ini dimungkinkan memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat dimana responden kegiatan-kegiatanya. Peneliti memperoleh berbagai informasi atau data dari bermacammacam sumber tertulis ditempat penelitian dengan instrumen ini. Data-data tersebut berupa struktur sekolah, visi misi, program sekolah serta keadaan pegawai, peserta didik dan sarana Observasi Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakunya. Secara umum observasi adalah cara menghimpun bahanbahan data yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Teknik pengumplan data Teknik tes Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana pembelajaran, dengan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Tes awal (Pretes. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Tes ini diberikan kepada siswa sebelum proses belajar mengajar berlangsung pada materi dimensi tiga. Tes akhir (Post-tes. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan akhir siswa. Tes ini diberikan kepada sisiwa setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran flipped Clasroom dengan metode resitasi. Tes soal berbentuk uraian sebanyak 5 soal uraian untuk pre-test dam post-test. Teknik Dokumentasi Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang berasal dari catatan, arsip pendukung, atau dokumen yang berhubungan dengan masalah penelitian. Dalam penelitian ini teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa daftar nama siswa yang akan digunakan sebagai subjek penelitian bidang studi matematika. Teknik observasi Observasi dapat pula diartikan dengan pengamatan meliputi, kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Teknik ini dilakukan dalam penelitian ini untuk memperoleh data-data yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran serta untuk memperoleh data-data tambahan yang diperlukan dalam penelitian seperti keadaan lingkungan sekolah dan letak sekolah. Teknik Analisis Data Statistik Deskriptif Analisis Deskripsif dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, meliputi skor rata-rata, median, modus, standar deviasi, variansi, rentang skor, nilai maksimum, dan nilai minimum dengan masing-masing perhitungan pretest dan post test. Statistik Inferensial . Uji Normalitas Uji normalitas data dimaksudkan apakah data-data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Untuk pengujian tersebut digunakan metode Kolmogorov-Smirnov ,dengan bantuan SPSS . Uji Homogenitas Setelah data tes awal dan tes akhir siswa berdistribusi normal maka langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis dari hasil belajar dengan menggunakan teknik analisis inferensial dengan uji-t. Uji-t sering digunakan untuk menentukan ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara nilai mean. ata-rat. dari kedua test . re-test dan posttes. dengan aplikasi SPSS. Uji Gain ternormalisasi Normalized gain atau N-gain score bertujuan untuk mengetahui efektivitas atau adanya pengaruh penggunaan suatu metode atau perlakuan . tertentu dalam penelitian one group pretest Ae posttest design . ksperimen desig. maupun penelitian menggunakan kelompok kontrol . rue eksperime. Oleh karena itu uji N-gain dapat digunakan ketika ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen dengan nilai post-tets kelompok kontrol melalui uji independen sample t Adapun N-gain score dapat dihitung dengan berpedoman pada rumus di bawah ini: Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 ycycoycuyc ycyycuycycycyceycyc Oeskor pretest N gain = ycycoycuyc ycnyccyceycayco Oeskor pretest Keterangan: = skor rata-rata gain yang dinormalisasi Spost = skor rata-rata tes akhir Spre = skor rata-rata tes awal Smaks = skor maksimal ideal i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Data Deskriptif Analisis Pemahaman Konsep Hasil Analisis Statistik Deskriptif (Pretes. Apabila hasil pretest dikelompokkan kedalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan presentase hasil belajar matematika siswa pada tabel berikut Rentang Skor Kategori 0 - 20 Sangat Rendah 20 - 40 Rendah 40 - 60 Sedang 60 - 80 Tinggi 80 - 100 Sangat Tinggi Jumlah Frekuensi Persentase Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 24 siswa yang mengikuti pretest tampak bahwa 3 siswa berada dalam kategori sangat rendah dengan persentase 12%, 10 siswa berada dalam kategori rendah dengan persentase 42%, dan dalam kategori sedang terdapat 11 siswa dengan presentase 46%, kemudian dalam kategori tinggi dan sangat tinggi tidak ada siswa yang mencapai kategori tersebut. Dengan demikian hasil belajar siswa sebelum diterapkan model pembelajaran flipped classroom berada dalam ketegori sedang . Hasil Analisis Statistik Deskriptif (Posttes. Apabila posttest hasil belajar siswa dikelompokkan kedalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan presentase hasil belajar siswa pada tabel 4 berikut ini: Rentang Skor Kategori Frekuensi Persentase 0 - 20 Sangat Rendah 20 - 40 Rendah 40 - 60 Sedang 60 - 80 Tinggi 80 - 100 Sangat Tinggi Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 Jumlah Tabel 4. 4 diatas menunjukkan bahwa dari 24 siswa yang mengikuti posttest tampak bahwa tidak ada siswa yang masuk dalam kategori sangat rendah, rendah, dan kategori sedang. Sedangkan dalam kategori tinggi terdapat 13 siswa dengan presentase 87% dan 11 siswa dalam kategori sangat tinggi dengan presentase 13%. Analisis Data Aktivitas Siswa Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa bahwa pada pertemuan 1 skor total yang di peroleh adalah 70,8% dengan kategori baik. kemudian pada pertemuan ke 2 skor total yang diperoleh adalah 81,25% dengan kategori sangat baik. Pada pertemuan ke 3 skor total yang diperoleh adalah 89,5% dengan kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil observasi aktivitas siswa meningkat selama proses pembelajaran berlangsung selama 3 kali perteman. Analisis Statistik Inferensial Uji Prasyarat Analisis . Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sebaran dari data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji ini perlu dilakukan terhadap penelitian sebagai dasar dalam penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini pengujian normalitas data menggunakan uji sampel Kolmogorov-Smirnov dengan berbantuan program SPSS. Data yang dianalisis dapat dikatakan berdistribusi normal dengan syarat jika nilai ycycnyci > yu = 0,05. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk hasil nilai siswa sebelum diterapkan model pembelajaran flipped classroom dengan nilai ycycnyci = 0,165 > yu sehingga data dari pretest dinyatakan normal. Sedangkan data sesudah diterapkan model pembelajaran flipped classroom , dengan nilai ycycnyci = 0,200 > yu sehingga data dari posttest dinyatakan normal. Karena uji normalitas telah dilakukan dan data berdistribusi normal maka dapat dilanjutkan ke tahap selanjuttnya yaitu uji hipotesis. Uji Hipotesisi Setelah data tes awal dan tes akhir berdistribusi normal maka langkah selanjutnnya adalah menguji hipotesis dari hasil belajar dengan menggunakan uji t. Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara nilai hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran flipped classroom dengan metode resitasi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XII IIS 1 SMAN 10 Maros. Data hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS melalui paired sample t test diperoleh nilai sign = ya, yayaya, sementara taraf signifikan yu = ya, yayaya < ya, yaye. maka hipotesis ycyea ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran flipped classroom terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XII IIS 1 di SMA N 10 Maros. Uji Gain ternormalisasi Data peningkatan (Gai. merupakan data yang diperoleh dari selisih antara hasil belajar posttest dan pretest. Uji N-Gain digunakan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran flipped classroom dengan metode resitasi. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 Berdasarkan perolean nilai Gain sebesar 0,8. Dalam indeks uji Gain, jika 0,7 O yci Ou 1,0 maka hasil perhitungan uji gain berada pada kategori tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemahaman atau penguasaan materi siswa pada pokok bahasan dimensi tiga "meningkat" setelah diterapkan model pembelajaran flipped classroom dengan metode resitasi. Dan terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran flipped classroom dengan metode resitasi. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran flipped classroom tersebut dalam pembelajaran matematika pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran flipped classroom dengan metode Resitasi memberikan siswa lebih banyak tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri. Siswa menjadi lebih aktif dan dapat mengatur waktu ataupun tempat yang paling nyaman untuk belajar. Siswa juga dapat mengulang materi jika ada materi yang masih belum dipahamai. Dengan demikian, berhasil tidaknya suatu kegiatan pembelajaran dalam hal ini kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran flipped clasroom, tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam be lajar. Bukan hanya guru yang mempengaruhi tetapi ada faktor lain. Faktor tersebut antara lain siswa dan kenyaman siswa dengan lingkungan belajarnya sendiri. Faktor-faktor tersebut saling mendukung dan saling mempengaruhi hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis inferensial diperoleh bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran flipped classroom dengan metode resitasi terhadap hasil belajar matemtaika siswa kelas XII IIS 1 di SMAN 10 Maros. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini sesuai dengan hasil yang diperoleh pada penelitian Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nola Meliasni, 2023 mengenai Implementasi Model Pembelajaran Flipped Classroom Dan Pengaruhnya Terhadap Creative Thinking Terintegrasi Essay. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil analisis deskriptif dan inferensial yang menunjukkan bahwa hasil belajar biologi siswa kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran flipped classroom lebih baik dari pad kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional IV. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasrakan rumusan masalah, hipotesisi penelitian ini dapat dilihat data hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS melalui paired sample t test diperoleh nilai sign = 0,000, sementara taraf signifikan yu = 0,000 < 0,05 , maka hipotesis yaycu ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran flipped classroom dengan metode resitasi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XII IIS 1 di SMA N 10 Maros. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas, hal-hal yang perlu diperhatikan untuk penerapan model pembelajaran flipped classroom dengan metode resitasi adalah sebagai berikut: Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 64-73 Nurhikma 1*. Rahmat Kamaruddin 2. Herman Alimuddin 3 Model pembelajaran ini bisa digunakan pada semua mata pelajaran dan juga bisa digunakan untuk mengulang materi yang telah dipelajari yang berpotensi meningkatkan hasil belajar siswa. Sebaiknya peneliti selanjutnya bisa mengkondisikan waktu saat penerapan model pembelajaran ini karena model pembelajaran ini memerlukan waktu yang cukup optimal, agar saat proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan dan lebih baik dari penelitian ini. Peneliti selanjutnya juga dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel ataupun sampel sehingga hasil dan pembahasan bisa lebih banyak dan luas. DAFTAR PUSTAKA