Cara Mengutip (Gaya APA): YZ Bella . Matsuri, dan Roy Ardiansyah. Hubungan Internal Locus Of Control dengan Hasil Belajar Kognitif Materi Cahaya Peserta didik Kelas V SDN di Kecamatan Laweyan. Didaktika Dwija Indria, 14 . , 481-488. : https://doi. org/10. 20961/ddi. Hubungan Internal Locus Of Control dengan Hasil Belajar Kognitif Materi Cahaya Peserta Didik Kelas V SDN di Kecamatan Laweyan 1,2,3 Yulvia Zalza Bella1. Matsuri2, dan Roy Ardiansyah3 PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Email penulis korespondensi: yulviabella9@student. Dikirim: 1 Januari 2026 Direvisi: 1 Maret 2026 Diterima: 1 April 2026 Kata Kunci: internal locus of cognitive learning elementary school DOI: https://doi. org/10. 20961/ddi. Abstrak This research aims to determine the relationship between internal locus of control and cognitive learning outcomes regarding light material in class V students at elementary schools in Laweyan District. The cognitive domains in this research are analyzing, evaluating, and creating which are the domains of high order thinking skills. This research uses quantitative methods with a correlational research design. Research data collection uses tests and scales, with a cluster random sampling method for sampling. The analysis was carried out using a simple correlation coefficient. From the analysis carried out it can be concluded that there is a positive and significant relationship between internal locus of control and cognitive learning outcomes as indicated by the acquisition of a significance value of 221<4. 07 with a Pearson correlation of 0. PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Jurnal Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. doi: : https://doi. org/10. 20961/ddi. A Penulis. Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons - Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Proses yang terjadi antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar dalam mencapai suatu kompetensi melalui kegiatan belajar baik secara langsung ataupun tidak disebut sebagai pembelajaran (Wahyuningsih, 2. Keseluruhan proses ini tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan (Qudduus et al. , tanpa tahu. Tiga domain perubahan perilaku yang dipengaruhi oleh pembelajaran terbagi menjadi 3 yaitu kognitif, afektif dan psikomotor (Nabillah & Abadi, 2. Dalam proses belajarnya dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu sikap belajar, motivasi, pengolahan bahan ajar, faktor guru, lingkungan dan masih banyak lagi (Setiawan, 2. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar terdiri dari faktor yang berasal dari luar . dan dari dalam seseorang . (Leni & Sholehun, 2. Hasil belajar merupakan suatu pengetahuan, sikap, dan keterampilan didukung dengan adanya prestasi akademik dan keaktifan saat adanya pembelajaran yang dinyatakan pada nilai akhir pembelajaran peserta didik (Leni & Sholehun, 2021. Windiyani et al. Dakhi, 2. Hasil belajar kognitif menunjukkan kemampuan peserta didik untuk memahami suatu konsep dalam bentuk skor tes (Susanto, 2. Masalah Penelitian Sangat disayangkan saat ini masih banyak kendala dalam proses pembelajaran yang membuat hasil belajar khususnya ranah kognitif pada peserta didik rendah (Astuti et al. , 2. Kemampuan sains siswa di Indonesia masih di bawah rata-rata yang ditunjukkan dengan peringkat 60 dari 65 negara dalam survei yang dilakukan oleh PISA (McConney et al. , 2. Keterampilan proses IPA yang diberikan pada peserta didik harusnya dimodifikasi agar sesuai dengan tahapan kognitif peserta didik. Pengembangan pada keterampilan proses sains sangat diperlukan untuk menunjang proses berpikir kritis tingkat tinggi pada anak khususnya ranah kognitif (Setyaningrum et al. , tanpa tahu. Pada temuan di lapangan yang dijelaskan oleh guru sekolah dasar SD Setono Laweyan menguraikan bahwa masih adanya peserta didik kelas V ketika berada di pembelajaran IPA memiliki hasil belajar kurang dari KKM sehingga masih perlu bimbingan dalam penyelesaian proyek yang dilakukan. Dijelaskan juga bahwa dalam suatu pembelajaran pada peserta didik yang berusaha dan belajar sebelum melakukan tes serta yakin bahwa usahanya tidak akan menghianati hasil. Namun juga ada peserta didik yang acuh terhadap usaha dalam mencapai hasil yang baik. mereka berpikir bahwa nilai tes hanya bagian dari keberuntungan dan takdir. Keadaan Terkini Penelitian Locus of control sendiri dibagi menjadi 2 jenis yaitu internal locus of control dan eksternal locus of control (Wiriani et al. , 2. Internal locus of control merupakan suatu aspek dalam diri seseorang yang meyakini suatu keberhasilan dalam melakukan sesuatu adalah hasil dari usaha yang dilakukannya sendiri. Hal ini terbalik dengan eksternal yang meyakini bahwa keberhasilan yang seseorang dapatkan adalah hasil dari keberuntungan ataupun takdir. Seseorang yang terindikasi memiliki internal locus of control tinggi akan bertanggungjawab terhadap kesalahannya sedangkan seorang yang eksternal locus of control-nya tinggi akan menganggap semua hal yang terjadi merupakan faktor dari luar yang tidak dapat dikendalikan (Adinda & Rahmat, 2. Kebaruan,Kesenjangan Penelitian & Tujuan Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Locus of control sendiri masih jarang diminati untuk dibahas. Selama tahun 2018Ae2022 saja hanya terlacak 100 pencarian yang terekam dalam Google Trends sedangkan topik ini sangatlah penting untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara internal locus of control . ariabel X) dengan hasil belajar kognitif . ariabel Y) pada materi cahaya pada peserta didik kelas V SDN se-Kecamatan Laweyan. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan jenis desain korelasional dan model hubungan sederhana yaitu penelitian yang terdiri dari satu variabel dependen dan independen. Penelitian ini dilakukan di dua sekolah yaitu SDN Karangasem II dan SDN Totosari no 102. Populasi dari penelitian ini adalah peserta didik se Kecamatan Laweyan. Kota Surakarta. Sampel dari penelitian ini merupakan peserta didik kelas V SDN Karangasem II dan SDN Totosari no 102 yang berjumlah 45 peserta didik yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Tujuan pada penelitian yang dibuat peneliti yaitu agar mengetahui adakah hubungan antara internal locus of control . ariabel X) dengan hasil belajar kognitif . ariabel Y) pada materi cahaya pada peserta didik kelas V SDN se-Kecamatan Laweyan. pengumpulan data berupa skala dengan 34 jumlah pernyataan untuk variabel X dan tes uraian sejumlah 12 soal untuk variabel Y. Teknik analisis dari penelitian ini memiliki dua langkah yaitu uji prasyarat dan uji hipotesis penelitian. Pada uji prasyarat menggunakan dua uji yaitu uji normalitas dan linearitas sedangkan uji hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi sederhana yang dibantu aplikasi SPSS HASIL Data hasil analisis pada variabel x yaitu internal locus of control yang didapatkan dari kuesioner adalah rerata 82, median 82, modus 83, nilai tertinggi 98 dan nilai terendah 66 sedangkan standar deviasi sebesar 7 dan varian sebesar 55. Berikut ini adalah histogram dari data yang ditemukan dari analisis variabel X Gambar 1. Gambar histogram data distribusi frekuensi pada internal locus of control Analisis pada data yang dilakukan terhadap variabel Y yaitu hasil belajar kognitif yang didapatkan dari tes adalah rerata 72, median 71, modus 67, nilai Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi tertinggi 92 dan nilai terendah 33 sedangkan standar deviasi sebesar 14 dan varian sebesar 201. Berikut ini adalah histogram dari data yang ditemukan dari analisis variabel Y Gambar 2. Gambar histogram data distribusi frekuensi hasil belajar Uji normalitas yang dilakukan pada data dalam penelitian ini ialah uji Kolmogorov-Smirnov dengan tabel sebagai berikut Tabel 1. Data Hasil Uji Normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov Test Locus Hasil Belajar Kognitif Control Mean Normal Parameters a,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal Calculated from data Lilliefors Significance Correction This is a lower bound of the true significance Hasil uji normalitas diatas menunjukkan nilai signifikansinya sebesar 0,200 yang nilainya lebih besar dari taraf yaitu 0,05. Dari hal itu dapat dinyatakan bahwa nilai yang didapat terdistribusi normal. Untuk uji linearitas yang dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansinya dari deviation from linearitynya > . disajikan dalam tabel berikut ini Tabel 2. Data Hasil Uji Linearitas Sum Mean Sig. Squar Squar Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Hasil Belajar Kognitif Locus of Between Groups (Combin Linearity Deviation Linearity Within Groups Total Berdasarkan tabel diatas nilai dinyatakan memiliki hubungan yang linear karena nilai signifikansi pada deviation from linearity nya bernilai 0,099 yang lebih dari 0,05. Keputusan tersebut juga didasari dari penghitungan f hitung