E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 20/06/2022. Revised: 30/06/2022. Publish: 23/07/2022 PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI INDAHNYA KERAGAMAN DI NEGERIKU SUB TEMA INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA NEGERIKU MELALUI MODEL MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV UPT. SD NEGERI 20 BARINGIN Arbaidah UPT. SD Negeri 20 Baringin Email: adbaidah1967@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menegtahui peningkatan hasil belajar materi Indahnya Kergaman di Negriku Sub Tema Indanya Keragaman Budaya Negriku Melalui Model Make A Match Pada Siswa Kelas IV UPT. SD Negeri 20 Baringin. Tahun Pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 27 siswa yaitu 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi , dan refleksi. Adapun Analisis data yang di lakukan adalah pengumpulan semua data kemudian dianalisis yang disajikan dalam bentuk tabel selanjutnya menguji keberhasilan penelitian dengan membandingkan hasil pengelolaan data dengan indikator keberhasilan setiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Make A Macth dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV UPT. SD Negeri 20 Baringin. Tahun Pelajaran 2021/2022. Peningkatan siswa yang tuntas belajar dari Siklus I ke Siklus II 29,62%. Hal ini dapat dilihat dari perolehan ketuntasan siswa pada Siklus I 62,97% siswa tuntas belajar. Siklus II 92,59% siswa tuntas belajar. Hasil tes akhir siklus 1 siswa memperoleh nilai rata-rata menjadi 73,70. Dan tes akhir siklus II rata-rata siswa meningkat menjadi 83,33 Kata kunci : Hasil Belajar. IPS. Model Pembelajaran. Make A Macth. PENDAHULUAN Pembelajaran adalah suatu teknik dimana terdapat interaksi antara pendidik dengan peserta didik yang berlangsung dalam dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang prilaku, yaitu pendidik adalah mengajar dan peserta didik adalah belajar. Perilaku mengajar dan perilaku belajar tersebut berkaitan dengan bahan pembelajaran. Bahan E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 pembelajaran dapat berupa ilmu, budi pekerti, kesenian, keagama, sikap, dan keahlian. Penelitian para ahli tentang guru dan siswa dalam hakikatnya dengan bahan pengajaran adalah model belajar. (Rusman, 2011: . Maka disini ketrampilan guru sangatlah berperan dengan hasil belajar siswa. Apabila ketrampilan guru baik maka akan baik pula hasil yang di peroleh siswa. Hasil yang di peroleh dari belajar sangat penting karena keberhasilan pembelajaran yang di peroleh dalam kegiatan belajar mengajar dapat dilihat dari hasilnya. Hasil dalam belajar merupakan hasil yang dipeoleh siswa atau seseorang setelah melakukan kegiatan Cara membuktikan bahwa seseorang telah belajar akan terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak faham menjadi faham, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Menurut Degeng . dalam buku Made Wena . 1 :. Hasil pembelajaran merupakan semua dasar yang dapat di jadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan strategi pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda-beda. Di lihat dari sekolah peserta didik memiliki kemampuan mamahami materi pelajaran yang di pelajari. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu program pendidikan dari disiplin ilmuilmu sosial humanitiens yang di dalamnya di organisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologi agar mengetahaui tujuan pendidikan sebagai bidang pengetahuan. Ruang lingkup ilmu pengetahuan sosial sendiri merupakan kehidupan manusia dalam bermasyarakat atau manusia sebagai anggota masyarakat Sardiyo (Rasimin, 2012: . Prosesnya kehidupan manusia tidak pernah lepas dari hubungan dengan sesama manusia serta mahluk hidup lainya, dikarenakan manusia hakekatnya sebagai mahluk sosial. Manusia sejak lahir langsung berhubungan sosial itu telah terjadi sejak dalam keluarga, meskipun hubungan tersebut terjadi secara sepihak. Tanpa adanya hubungan sosial seorang anak kecil sulit mengalami perkembangan menjadi manusia dewasa yang sempurna. (Rasimin, 2012 : . Pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial adalah metode ceramah saja . Metode ceramah dilakukan dengan penyajian materi melalui penjelasan lisan guru kepada peserta didiknya sehingga membuat murid menjadi bosan selain itu metode ceramah kurang menarik perhatian siswa, siswa kurang semangat, dan kurang termotivasi mengikuti pembelajaran. Demi tercapainya tujuan pembelajaran IPS diharapkan pendidik dapat memahami dan menguasai pembelajaran. Selain itu pendidik di tuntut untuk mampu menguasai materi yang nantinya akan di ajarkan, mampu menerapkan model yang tepat. Demi tercapainya tujuan pembelajaran guru di harapkan mengunakan model pembelajarn yang sesuai dengan materi yang di ajarkan. Model pembelajaran adalah suatu desain yang digunakan sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Atau bisa juga model pembelajaran merupakan suatu rencanaan yang dapat di gunakan untuk mengajar di dalam kelas dan untuk menentukan materi pembelajaran termasuk di dalamnya buku, media , tipe-tipe, program-program media komputer, dan kurikulum sebagai khusus untuk belajar ( Ngalimun, 2017 : . Model Make A Match merupakan solusi yang penelitian tawarkan kepada pendidik. Media ini merupakan salah satu alternative model pemebelajaran dengan potensi yang dimilikinya untuk menarik perhatian siswa. Model Make A Match atau membuat pasangan E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 merupakan dalam satu tipe pembelajaran kooperatif. Jadi model Cooperaatif Learning Type Make A Match . embuat pasanga. adalah model pembelajaran kooperatif dengan cara mencari pasangan soal/jawaban yang tepat. (Rusman, 2011: . Model Make A Match digunakan untuk membuat siswa aktif sehingga siswa tidak merasakan kejenuhan saat pembelajaran. Dalam hal ini model Make A Match bisa digunakan sebagai salah satu alternative peningkatan hasil belajar siswa. Dalam model ini siswa di tuntut aktif saat pembelajaran berlagsung dikarenakan siswa mencari dan mencocokan jawaban pertanyaan yang sesuai dengan dimilikinya. Mengunakan model Make A Match telah sesuai dengan kurikulum 2013 yang dimana siswa dituntut aktif dan siswa dalam subjek pembelajaran di dalam kelas maupun luar kelas dan guru di kurikulum 2013 hanya sebagai Dari faktor penyebab rendahnya belajar siswa, penilitian mengajukan mengenai model yang tepat dan mudah untuk memudahkan siswa untuk meningkatkan hasil belajar, mengunakan model Make A Match untuk mengatasi permasalahan pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di UPT. SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Penerapan model Make A Match di harapkan siswa dapat mengikuti proses belajar dengan antusias Model Make A Match bisa digunakan untuk berbagai macam materi. Dalam hal ini penelitian merasa cocok bawasanya model Make A Match digunakan dalam materi indahnya keragaman di negeriku sub tema indahnya keragaman budaya pada kelas IV Sekolah Dasar, bawasanya penelitian tidak memutuskan sendiri akan mengunakan sendiri akan menggunakan model tersebut akan tetapi dengan konsultasi dengan guru kelas yang bersangkutan dalam peneliti ini. Terdapat banyak alasan dipilihnya UPT. SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar, dalam kajian ini di antaranya . Nilai IPS anak siswa kelas IV masih banyak yang di bawah KKM. Metode Pengajaran yang digunakan guru masih mengunakan metode ceramah Berdasarkan uraian di atas peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tindakan kelas, penulis mengangkat judul: AuPeningkatan Hasil Belajar IPS Materi Indahnya Keragaman di Negeriku Sub Tema Indahnya Keragaman Budaya Negeriku Melalui Model Make A Match Pada Siswa Kelas IV UPT. SD Negeri 20 BaringinAy. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dalam pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Istilah dalam bahasa Inggris adalah Classromm Action Research, yang berarti action research ( penilitian dengan tindaka. yang di lakukan di dalam kelas. Arikunto . menjelaskan pengertian PTK secara sistematis. Pertama, penelitian ialah kegiatan mengamati suatu objek dengan cara dan aturan metodologi yang di pilih untuk menentukan data yang akurat tentang hal-hal yang dapat menimgkatkan mutu objek yang akan diamati. Kedua, tindakan ialah pelaksanaan yang dilakukan secara sengaja dan terencana dengan tujuan penelitian tersebut. Dalam PTK, tindakan tersebut dinamakan dengan siklus-siklus kegiatan untuk peserta didik. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Ketiga, kelas ialah tempat yang didalamnya terdapat sekelompok peserta didik yang dalam waktu bersamaan dapat menerima pelajaran dari pendidik yang sama. Dalam penjelasan dapat di simpulkan bahwa yang di maksud dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu rencana dalam bentuk tindakan nyata terhadap kegiatan belajar yang sengaja dimuculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. (Suyadi, 2010 : . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitan ini mengunakan PTK (Penelitian Tindakan Kela. di UPT. SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Pada siswa kelas IV melalui Model Make A Match. Model tersebut dengan tujuan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi tentang keragaman budaya di negeriku. Penelitian menggunakan acuan KKM dalam menentukan tingkat keberhasilan pada maeri indahnya keragaman budaya di negeriku pada siswa kelas IV UPT. Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Penelitan siklus I dan II. Penelitian memberikan soal evaluasi setiap akhir pembelajaran, sedangkan untuk pra siklus penelitan menggunakan nilai ulangan harian mata pelajaran IPS. Penelitian Prasiklus di lakukan pada tanggal maret 9 Februari 2022. Berikut adalah nilai ulangan murni pelajaran IPS siswa kelas IV UPT. SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten sebelum menggunakan model pembelajaran Model Make A Match Tabel Kondisi Awal /Pra Siklus Hasil Belajar Siswa Nama Peserta Didik 1 Adina Ratu Deza 2 Adzan Asyari 3 Aisyah Henef 4 Alvin Nazwar Pratama 5 Amelia Putri 6 Arya Satya Novery 7 Asyraf Viel Samuel Ayari 8 Azzahra Dwi Argya 9 Chiko Farras Danish 10 Daffa Al Luthfi 11 Dwi Anugrah Meiyudi 12 Fahiza Rahmi 13 Farras Naufal 14 Fitria Novel Amanda 15 Ghatan Maulana 16 Guntur Raditya 17 Marwa 18 Mizha Ananda Putri 19 Muhammad Al Khairi 20 Muhammad Anugrah Lathief KKM Nilai Keterangan Tuntas Belum Tuntas Oo E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 21 Muhammad Razzaq Oo 22 Muhammad Rifqi Hamzah Oo 23 Nada Putri Alna Oo 24 Qhayano Aldrige Oo 25 Salsabila Dwi Maharani Oo 26 Shintia Qisty Rahayu Oo 27 Faizan Hadaya Pulungan Oo Jumlah Nilai rata-rata kelas 67,78 48,15% 51,85% Presentase Dari tabel diatas terlihat bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Karena siswa yang tuntas dalam belajar hanya 13 orang siswa atau hanya 48,15%, sedangkan jumlah siswa yang tidak tuntas dalam belajar berjumlah 14 orang siswa atau sekitar 51,85%, selain itu nilai ratarata siswa 67,78 sedangkan KKM yang telah ditentukan oleh guru adalah 80 artinya Hasil presentase belum mencapai indikator keberhasilan secara klasikal yaitu 85% dari jumlah seluruh siswa. Siklus 1 Dari hasil evaluasi berupa tes tertulis yang dilakukan pada akhir pembelajaran pada siklus I mengunakan model Make A Match pada mata pelajaran IPS materi Indahnya Keragaman di Negeriku diperoleh nilai hasil belajar yang dapat dilihat pada tabel sebagai Tabel Hasil Evaluasi Peserta Didik Siklus I Nama Peserta Didik 1 Adina Ratu Deza 2 Adzan Asyari 3 Aisyah Henef 4 Alvin Nazwar Pratama 5 Amelia Putri 6 Arya Satya Novery 7 Asyraf Viel Samuel Ayari 8 Azzahra Dwi Argya 9 Chiko Farras Danish 10 Daffa Al Luthfi 11 Dwi Anugrah Meiyudi 12 Fahiza Rahmi 13 Farras Naufal 14 Fitria Novel Amanda 15 Ghatan Maulana 16 Guntur Raditya KKM Nilai Keterangan Tuntas Belum Tuntas Oo E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 17 Marwa Oo 18 Mizha Ananda Putri Oo 19 Muhammad Al Khairi Oo 20 Muhammad Anugrah Lathief Oo 21 Muhammad Razzaq Oo 22 Muhammad Rifqi Hamzah Oo 23 Nada Putri Alna Oo 24 Qhayano Aldrige Oo 25 Salsabila Dwi Maharani Oo 26 Shintia Qisty Rahayu Oo 27 Faizan Hadaya Pulungan Oo Jumlah Nilai rata-rata kelas 73,70 Presentase 62,96% 37,04% Berdasarkan data di atas nilai rata-rata siswa pada siklus I mencapai 73,70. Hasil pengamatan yang peneliti lakukan pada siklus I siswa terlihat bersemanggat dalam mengikuti pembelajaran dengan melalui model pembelajaran Make A Match, meskipun belum semua siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Siswa yang tuntas belajar . encapai KKM) terdapat 17 orang siswa . ,96%) siswa tuntas belajar mengalami peninggkatan dari nilai pra Siswa yang sudah mendapatkan nilai tuntas belajar menyatakan bahwa siswa memahami alur pembelajaran dan dapat memahami cara guru menyampaikan pembelajaran. Sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar . ibawah KKM) 10 orang siswa . ,04%). Hasil belajar pada sikulus I secara klasikal belum berhasil karena siswa yang memperoleh Ou 80 (Nilai KKM) hanya mencapai 85% dari jumlah siswa keseluruhan. Hasil presentase belum mencapai indikator keberhasilan secara klasikal yaitu 85% dari jumlah seluruh siswa, jadi harus dilakukan siklus selanjutnya yaitu siklus II. Peneliti melakukan refleksi terhadap hasil pelaksanaan pembelajaran guru dan siswa pada Siklus I untuk mengetahui kendala dan faktor keberhasilan kegiatan pembelajaran sehingga dapat digunakan sebagai acuan perbaikan pada siklus berikutnya untuk mencapai indikator kendala yang dihadapi pada Siklus I sebagai berikut : Guru belum mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Guru kurang memberikan pemahaman konsep sehingga saat mencari jawaban dan pertanyaan siswa ramai. Ada beberapa siswa yang ngobrol sendiri saat pembelajaran. Penelitian bersama dengan guru melakukan diskusi untuk mengatasi kendala yang terjadi saat pelaksanaan pembelajaran mengunakan model pembelajaran Make A Match pada siklus I. Faktor keberhasilan dalam siklus I ini adalah sebagai berikut : Pembelajaran yang disampaikan guru secara keseluruhan pengunaan model Make A Match sudah menarik perhatian siswa. Dengan belajar menyenangkan menggunakan model Make A Match siswa antusiasnya E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Kendala-kendala yang telah peneliti paparkan merupakan salah satu menyebabkan indikator keberhasilan yang belum tercapai. Pada siklus II diharapkan melalui model Make A Match pada mata pelajaran IPS materi indahnya keragaman di negeriku pada tema Indanya Keragaman budaya Negeriku hasil belajar siswa dapat meningkat. Siklus II Setelah kegiatan pembelajaran pada RPP II berlangsung, guru memberikan soal post test yang diikuti oleh 27 orang peserta didik. Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan di UPT. SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum adalah 80. Skor hasil belajar Post test peserta didik pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel Hasil Evaluasi Peserta Didik Siklus II Nama Peserta Didik 1 Adina Ratu Deza 2 Adzan Asyari 3 Aisyah Henef 4 Alvin Nazwar Pratama 5 Amelia Putri 6 Arya Satya Novery 7 Asyraf Viel Samuel Ayari 8 Azzahra Dwi Argya 9 Chiko Farras Danish 10 Daffa Al Luthfi 11 Dwi Anugrah Meiyudi 12 Fahiza Rahmi 13 Farras Naufal 14 Fitria Novel Amanda 15 Ghatan Maulana 16 Guntur Raditya 17 Marwa 18 Mizha Ananda Putri 19 Muhammad Al Khairi 20 Muhammad Anugrah Lathief 21 Muhammad Razzaq 22 Muhammad Rifqi Hamzah 23 Nada Putri Alna 24 Qhayano Aldrige 25 Salsabila Dwi Maharani 26 Shintia Qisty Rahayu 27 Faizan Hadaya Pulungan KKM Nilai Keterangan Tuntas Belum Tuntas Oo E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Jumlah Nilai rata-rata kelas Presentase 83,33 92,59% 7,41% Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa pada siklus II menunjukkan jumlah peserta didik mencapai ketuntasan secara individu sebanyak 25 siswa . ,59%). Sedangkan 2 siswa . ,41%) belum mencapai ketuntasan belajar. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh peserta didik adalah 83,33 dan sudah mencapai KKM yang ditentukan oleh UPT. SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum yaitu minimal 80. Oleh karena itu persentase 92,59 ketuntasan belajar berada di atas 85%. Maka hasil belajar siswa pada siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari siklus II tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui model Make A Match dapat meningkat dari siklus I hasil belajar hanya mendapat 62,96%, dan pada siklus II lebih meningkat lagi menjadi 92,59%. Refleksi yang dilakukan pada peneliti hasil pelaksanaan penelitian Siklus II menunjukan bahwa pada Siklus II sudah tidak ditemukan lagi kelemahan dalam proses Kendala pada siklus I dapat di atasi pada siklus II karena hasil belajar siswa menunjukkan indikator kentuntasan klasikal yang di harapkan yaitu 85% siswa tuntas belajar: Faktor keberhasilan pada siklus II ini adalah sebagai berikut : Pembelajaran yang disampaikan guru secara keseluruhan mengunakan model Make A Match menarik perhatian siswa sehingga siswa bersemagat. Guru sudah menguasai model Make A Match sehingga pembelajaran menjadi Pembahasan Untuk melihat hasil belajar siswa pada pembelajaran melalui model Make A Match, maka peneliti mengadakan tes pada setiap akhir pembelajaran. Tes yang dilakukan setelah pembelajaran berlangsung bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dan kemampuan peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Setelah hasil tes terkumpul maka data tersebut diolah dengan melihat kriteria ketuntasan minimal yang berlaku di UPT. SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum yaitu secara individu 80 dan 85% siswa tuntas klasikal. Hasil belajar pembelajaran melalui model Make A Match menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar untuk setiap siklusnya. Peserta didik yang tuntas pada siklus I berdasarkan hasil tes 10 peserta didik . ,04%) dari 27 peserta didik belum tuntas hasil belajarnya, dan yang tuntas belajarnya 17 peserta didik . ,96%). Kategori ketuntasan siswa dalam pembelajaran secara klasikal adalah jika mencapai 85% sehingga ketuntasan siswa secara klasikal pada siklus I belum tercapai. Hal ini terjadi karena kurangnya kemampuan konsentrasi dan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dibelajarkan sehingga hasil belajar peserta didik ketuntasan peserta didik secara klasikal belum tercapai. Jadi untuk mengatasi hal ini, guru harus mampu meningkatkan aktivitas belajar peserta didik sehingga peserta didik selalu aktif, kreatif dan mandiri dalam mengikuti proses pembelajaran. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Pada siklus II hanya 2 peserta didik . ,41%) yang tidak tuntas belajarnya, peserta didik tuntas belajar 25 peserta didik . ,59%). Kategori ketuntasan dalam pembelajaran secara klasikal adalah jika mencapai 85%. Pada siklus II guru mampu memberikan motivasi belajar peserta didik sehingga peserta didik aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat merubah hasil belajar menjadi lebih baik. Berikut ini adalah perbandingan hasil belajar peserta didik selama mengikuti pembelajaran pada siklus I dan siklus II disajikan dalam bentuk diagram dibawah ini. Gambar Diagram Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui model Make A Match ini dapat meningkatkan hasil belajar IPS Materi Indahnya Keragaman di Negeriku Sub Tema Indahnya Keragaman Budaya Negeriku peserta didik kelas IV UPT. SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas pada peserta didik kelas IV UPT. Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar mengunakan Model Pembelajaran Make A Match diamana setiap peserta didik nantinya akan mendapatkan kartu soal maupun jawaban dan memikirkanya, kemudian peserta didik mencari pasangan yang cocok . artu soal yang coco. Kemudian menunjukan hasil kerjanya kepada peserta didik lainya di depan kelas ketika sudah mendapatkan pasanganya dengan ditentukan waktunya. Sehingga terbukti bahwa model Make A Match ini sangat menarik bagi peserta didik karena E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 ada unsur bermain, disiplin dan menyenangkan. Hal ini terbukti bahwa model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar materi Indahnya Keragaman di Negriku dan Indanya Keragaman Budaya Negriku pada pada peserta didik kelas IV UPT. SD Negeri 20 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar tahun pelajaran 2021/2022. Peningkatan peserta didik yang tuntas belajar dari Siklus I ke Siklus II 29,90%. Hal ini dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar peserta didik pada siklus I 62,69%, peserta didik yang tuntas belajar. Siklus II 92,59% peserta didik tuntas belajar. Dilihat dari hasil tes akhir siklus 1, peserta didik memperoleh nilai rata-rata menjadi 73,70. Dan tes akhir siklus II rata-rata peserta didik meningkat menjadi 83,33. Jadi dilihat dari rata-rata yang diperoleh peserta didik dengan model Make A Match hasil pembelajaran peserta didik dapat ditingkatkan. Saran Siswa Diharapkan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan model Make A Match. Siswa seharusnya terlibat secara penuh dalam proses percobaan mengunakan model Make A Match. Guru Dalam proses pembelajaran ditunjang dengan penggunaan model pembelajaran dan yang kreatif sehingga siswa lebih semanggat dalam proses pembelajaran. Guru harusnya memancing siwa agar aktif saat pembelajaran berlagsung. Sekolah Diharapkan menjadi masukan pemikiran untuk untuk lebih baik lagi dalam DAFTAR PUSTAKA Afandi. Muhammad, dkk. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: Sultan Agung Press. Ahmad Susanto. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group Alwi. Hasan, dkk. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia . disi ketig. Jakarta: Balai Pustaka M. Sardiman, 2004. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT Raja. Grafindo Persada Anurrahman. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabet. Baharruddin dan Esa Nur Wahyuni. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Cronbach. Educational Psychology. New York : Harcourt Book and Company Dimyati dan Mudjion. 2002 Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Asdi Mahasatya. Fathurrohman. Muhammad. & Sulistyorini. Belajar & Pembelajaran Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar Nasional. Yogyakarta: Kalimedia Handayani. Isriani dan Dewi Puspitasari. Strategi Pembelajaran Terpadu. Yogyakarta: Familia. Hobri. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Jember: Center for Society Studies. Mappeasse. Yusuf. Pengruh Cara Motivasi Belajar dan Hasil belajar. Jakarta : PLC. Ngalimun. Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Yogyakarta: PT Pustaka Baru Pers. Purwanto. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Putro Widyoko. Eko. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Belajar. http://wyw1d. com/2009/11/06 Rusman. Model-model Jakarta :Rajawali Press Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme guru. Rasimin. Pembelajaran IPS. Salatiga : STAIN Salatiga Press. Saepudi. Edi dan Rusbandi, adi. Pedoman Guru mata Pelajaran Pendidikan IPS di Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta : Ciputat Press. Sudjana. Nana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung :Sinar Baru Algensido Offset. Nana Sudjana 2010. Dasar-dasar Proses Belajar. Sinar Baru Bandung Sukmadinata, 2004. Belajar dan pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Sumantri. Numan. Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung : Rosda Karya Suyadi. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Banguntapan. Jogjakarata: Diva Press. Suyono dan Hariyanto. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Berkarya Offset E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Trianto. Model Pembelajaran Inovatif Berorintasi Konstruktivistik. Jakarta : Prestasi Pustaka.