JURNAL APTEK Vol. No. Artikel Ilmiah Aplikasi Teknologi homepage: http://journal. id/index. php/aptek p-ISSN 2085-2630 e-ISSN 2655-9897 Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Pada Proyek Pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba Zainal Abidinsyah1*. Arifal Hidayat2. Harriad Akbar Syarif2 Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasir Penaraian Jl. Tuanku Tambusai. Rambah. Kec. Rambah Hilir. Kabupaten Rokan Hulu. Riau 28558 Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasir Penaraian Jl. Tuanku Tambusai. Rambah. Kec. Rambah Hilir. Kabupaten Rokan Hulu. Riau 28558 ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada proyek pembangunan Puskesmas di Kecamatan Bangun Purba. Rokan Hulu, sesuai Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yaitu metode yang didasarkan pada data hasil pengukuran variabel penelitian melalui studi pustaka dan penyebaran angket kepada 10 Kemudian data kuesioner yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen keselamatan kerja pada proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu didapatkan hasil persentase sebesar = 81%, artinya masuk dalam kategori AusedangAy. Tahapan yang paling dominan pada evaluasi penerapan SMKK yaitu Tahapan pra-konstruksi sebesar = . %), dan tahapan pelaksanaan konstruksi sebesar = . %). Kata kunci: Sistem Manajemen. Keselamatan Konstruksi. evaluasi keselamatan ABSTRACT This study evaluates the implementation of the Construction Safety Management System (SMKK) in the Community Health Center construction project in Bangun Purba District. Rokan Hulu, in accordance with PUPR Ministerial Regulation No. This type of research is a quantitative research method, namely a method based on data from the results of measuring research variables through literature studies and distributing questionnaires to 10 respondents. Then the questionnaire data obtained was analyzed using the univariate analysis method. The results of the study showed that the implementation of the occupational safety management system in the Bangun Purba District Health Center construction project in Rokan Hulu Regency obtained a percentage result of = 81%. This means it falls into the "moderate" category. The most dominant stages in the evaluation of SMKK implementation are the pre-construction stage at = . %), and the construction implementation stage at = . %). Keywords: Construction Safety. Management System. occupational safety evaluation. PENDAHULUAN Corresponding Author: uO Zainal Abidinsyah Accepted on: 2025-12-20 Di Indonesia, laporan dari BPJS Ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa sektor konstruksi menyumbang sekitar 30% dari total kecelakaan kerja yang dilaporkan, dengan sebagian besar disebabkan oleh kegagalan dalam mematuhi standar keselamatan . Proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Sebagai proyek yang melibatkan pekerjaan struktur, penggunaan alat berat, serta pemasangan sistem mekanik dan elektrikal. DOI: 10. 30606/aptek. Abidinsyah et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 119-129, 2025 proyek ini memiliki tingkat risiko keselamatan kerja yang cukup tinggi. Potensi bahaya seperti kecelakaan alat berat, jatuh dari ketinggian, serta paparan material berbahaya dapat berdampak pada keselamatan pekerja maupun kelancaran proyek secara keseluruhan. Selain itu, keterlambatan akibat kecelakaan kerja dapat menghambat waktu penyelesaian proyek dan menimbulkan biaya tambahan yang tidak terduga. Pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) di proyek ini menjadi krusial untuk menjaga keselamatan pekerja dan memastikan bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah Berdasarkan Permenaker No. 5 Tahun 2018, setiap proyek konstruksi diwajibkan menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai untuk mencegah kecelakaan kerja. Dengan tingkat risiko yang signifikan, evaluasi terhadap penerapan SMKK di proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba penting dilakukan guna memastikan bahwa prosedur keselamatan telah diterapkan secara efektif dan optimal . Oleh karena itu, analisis penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi sangat penting untuk dilakukan, guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja serta mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan pada proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba. 1 Proyek Proyek merupakan upaya mengerahkan sumber daya yang tersedia yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran dan harapan penting tertentu serta harus diselesaikan dalam jangka waktu terbatas sesuai kesepakatan . Ketentuan mengenai biaya, mutu, dan waktu penyelesaian konstruksi sudah diikat dalam kontrak dan ditetapkan sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai. Apabila dalam proses konstruksi terjadi penyimpangan kualitas hasil pekerjaan, baik disengaja atau tidak, risiko yang harus ditanggung tidak kecil. 2 Manajemen Proyek Manajemen proyek adalah sebagai suatu metode atau proses utnuk mencapai suatu tujuan tertentu secara sistematis dan efektif, melalui tindakantindakan perencanaan . , pengorganisasian . , pelaksanaan . , pengendalian . dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara efisien . Manajemen proyek adalah semua perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan koordinasi suatu proyek dari awal sampai selesainya proyek untuk menjamin bahwa proyek dilaksanakan tepat waktu, tepat biaya, tepat mutu. Dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengawasan mutu . uality contro. , pengawasan waktu pelaksanaan . ime contro. dan pengawasan penggunaan biaya . ost contro. Ketiga kegiatan pengawasan ini harus dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan . 3 Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) SMKK adalah segala kegiatan keteknikan untuk mendukung pekerjaan konstruksi dalam mewujudkan pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan yang menjamin keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, keselamatan public dan lingkungan. Sistem manajemen keselamatan konstruksi yang selanjutnya yang disebut SMKK merupakan bagian dari sistem manajemen pelaksanaan pekerjaan konstruksi dalam rangka menjamin terwujudnya keselamatan konstruksi . Penerapan penyelenggaraan SMKK konstruksi bidang pekerjaan umum menurut Abidinsyah et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 119-129, 2025 Permen PUPR No 10 Tahun 2021 ditinjau dari aspek kinerja terbagi menjadi 3 kategori, yaitu: Baik, bila mencapai hasil penilaian > 85%. Sedang, bila mencapai hasil penilaian 60% - 85%. Kurang, bila mencapai hasil penilaian < 60%. Dalam SMKK tahapan pra-konstruksi mencakup persiapan dokumen keselamatan, penilaian risiko, serta pelatihan sebelum proyek dimulai, terbagi dalam 10 item seperti pada tabel berikut: Tabel 1. Tahapan pra-konstruksi Item Evaluasi Pra-Konstruksi Dokumen SMKK telah disusun sebelum pekerjaan dimulai Telah dilakukan identifikasi potensi bahaya awal Telah dilakukan penilaian risiko dan mitigasi Koordinator K3 telah ditunjuk secara resmi Tenaga kerja telah menerima pelatihan awal K3 Telah tersedia anggaran khusus untuk K3 Dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi telah diajukan ke PU Alat pelindung diri (APD) tersedia sejak mobilisasi Telah dilakukan sosialisasi prosedur K3 sebelum pelaksanaan Telah dilakukan simulasi atau drill K3 Pada tahapan pelaksanaan konstruksi fase ini mengevaluasi implementasi teknis SMKK di lapangan, seperti penggunaan APD, pelaporan insiden, dan pengawasan berkala, terbagi dalam 10 item seperti pada tabel berikut: Tabel 2. Tahapan pelaksanaan konstruksi Item Evaluasi Pelaksanaan Konstruksi Seluruh pekerja menggunakan APD secara konsisten Tersedia sistem pelaporan kecelakaan kerja Dilakukan inspeksi K3 secara rutin Adanya petugas K3 yang aktif mengawasi Pekerja memahami prosedur evakuasi dan darurat Dilakukan toolbox meeting secara berkala Tersedia papan informasi dan rambu keselamatan yang memadai Pengawasan terhadap pelaksanaan K3 dilakukan oleh pihak Owner Dilakukan audit internal terhadap sistem K3 Tersedia prosedur tertulis untuk penanganan insiden 4 Validitas Penelitian Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian mampu mengukur apa yang ingin diukur dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat . Dengan kata lain bahwa hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Dasar pengambilan keputusan penelitian untuk memeriksa keakuratan item kuesioner adalah: Jika r hitung > r tabel, dinyatakan valid. Jika r hitung < r tabel, dinyatakan tidak valid. Abidinsyah et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 119-129, 2025 Dengan taraf signifikansi sebesar 5%, berikut untuk menentukan nilai t = koefisien antara variabel X dan variabel Y = nilai data untuk kelompok variabel X = nilai data untuk kelompok variabel Y = banyak data. 5 Reliabilitas Penelitian Pengukuran reliabilitas adalah pengukuran tentang stabilitas dan konsintensi dari alat pengukuran. Reabilitas menunjukkan pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen reliabel sebenarnya yang mengandung arti bahwa instrumen tersebut cukup baik sehingga mampu mengungkapkan data yang bisa dipercaya. Dalam pengujian ini perhitungan uji reliabilitas dibantu dengan menggunakan program Microsoft excel. Reliabilitas CronbanchAos Alpha Digunakan untuk menemukan keandalan instrumen yang nilainya tidak 1 dan 0, seperti kuesioner atau pertanyaan deskriptif . Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: Keterangan: = koefisien reliabilitas Oc yuaycn = jumlah varian skor tiap-tiap item yuayc = varians total k . umlah item pertanyaa. Hasil dari perhitungan tersebut, suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai alpha yang dihasilkan lebih besar dari 0,61. Tingkatakan reliabilitas suatu angket dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 3. Nilai Interval Cronbach's Alpha Besar nilai Interpretasi Hasil 0,8 O < 1,00 0,60 O < 0,80 0,40 O < 0,60 0,20 O < 0,40 0,00 O < 0,20 Reliabilitas sangat tinggi Reliabilitas tinggi Reliabilitas sedang Reliabilitas rendah Reliabilitas sangat rendah 6 Skala Gutman Adalah skala yang membutuhkan jawaban ketat, seperti jawaban benarsalah, ya-tidak, tidak pernah-tidak. Untuk jawaban afirmatif, seperti setuju, benar, sekali, dll, diberikan skor = 1. Untuk jawaban negatif . isalnya, tidak setuju, salah, tidak, tidak pernah, dl. diberikan skor . = 0. Dengan menggunakan skala ini, anda akan mendapatkan jawaban afirmatif, ya-tidak, benar-salah. Skala juga dapat dibentuk dalam bentuk daftar atau pilihan ganda. Skor tertinggi adalah 1 dan skor terendah adalah 0 . Abidinsyah et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 119-129, 2025 7 Analisis Univariat Penganalisiasan data merupakan suatu proses lanjutan dari proses pengolahan data untuk melihat bagaimana menginterpretasikan data, kemudian menganalisis data dari hasil yang sudah ada pada tahap hasil pengolahan data. Analisis univariat adalah analisis tehadap suatu variabel . Untuk mengetahui keberhasilan penerapan SMKK dipakai rumus ukuran Dalam hal ini ukuran pemusatan yang dipakai adalah nilai rata-rata Untuk menentukan nilai rata-rata hitung dapat dilakukan tergantung dari sekumpulan data yang dipunyai, atau dengan kata lain apakah data-data itu masih merupakan kumpulan data yang belum disusun ke dalam tabel frekuensi ataukah data-data yang dipunyai telah disusun menjadi suatu daftar tabel frekuensi, sehingga perhitungan nilai rata-ratanya dikategorikan ke dalam model. MATERIAL DAN METODE 1 Tahapan Penelitian Secara garis besar tahapan penelitian adalah sebagai berikut: Mulai Studi Pustaka Penyebaran Kuesioner Pengumpulan Data Data Primer (Data Kuesione. Pengolahan Data Data Sekunder (Jurna & foto Dokumentas. Analisis & Pembahasan Kesimpulan & Saran Selesai Gambar 1. Tahapan penelitian 2 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba yang berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu. Provinsi Riau. 3 Sasaran Penelitian Kuesioner pada penelitian ini diperoleh dari individu yang bekerja pada proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba. Responden dalam penelitian ini adalah individu yang pengalaman langsung dalam implementasi SMKK yang memiliki jabatan manajer proyek, pengawas lapangan, petugas K3 dan pekerja konstruksi berjumlah 10 responden. 4 Alat Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini menggunakan alat bantu berupa : Abidinsyah et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 119-129, 2025 Daftar pertanyaan . yang ditujukan kepada responden secara Alat tulis untuk membuat catatan, tulisan yang membantu dalam proses pengumpulan data di lapangan. 4 Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dan informasi tentang bahan penelitian ini, peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: Studi Literatur Penulis mengumpulkan serta mempelajari referensi yang berbentuk makalah, jurnal, artikel dan lain-lain yang dapat di ambil dan berkaitan dengan judul penelitian yang diambil. Observasi Observasi adalah penelitian yang secara langsung mengakses objek penelitian untuk memperoleh data yang dibutuhkan untuk penelitian ini. Dalam penelitian ini observasi digunakan sebagai data pengamatan dalam penerapan SMKK. Kuesioner Kuesioner mencakup pertanyaan untuk mengukur tahapan pra-konstruksi dan tahapan pelaksanaan konstruksi penerapan SMKK. Kemudian skor semua variabel penelitian. Penelitian bertujuan untuk menilai jawaban responden atas beberapa pertanyaan dalam kuesioner sehingga dapat digabungkan menjadi satu variabel. 5 Teknik Pengumpulan Data Pengambilan data dilakukan dengan cara : Menggunakan kuesioner kepada pihak yang memiliki jabatan manajer proyek, pengawas lapangan, petugas K3 dan pekerja konstruksi. Daftar pertanyaan telah disusun sesuai dengan tujuan penelitian. Pertanyaan pada proses wawancara disusun sesuai dengan tujuan Hasil wawancara dijadikan pembanding dari hasil data yang didapatkan melalui kuesioner. Studi kepustakaan Mengumpulkan data dan informasi sebagai landasan teori dan acuan dalam mengolah data, dengan cara mengkaji literatur berupa jurnal, penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 6 Teknik Analisis Data Metode analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : Analisis profil responden Maksud dari analisis ini adalah untuk mendapatkan gambaran secara umum tentang profil responden. Hasil analisis disajikan dalam bentuk Menentukan skor dengan skala Guttman Analisis Validitas dan reliabilitas Metode analisis univariat HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian dan Analisis Terhadap Profil Responden Berikut ini adalah hasil keseluruhan persentase setiap kategori pada profil responden: Abidinsyah et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 119-129, 2025 Tabel 4. Profil Responden Profil Responden Keterangan Manajer proyek Pengawas lapangan Petugas K3 Pekerja konstruksi Jumlah Responden Persentase (%) Jabatan Pendidikan SMA/SMK D-3 S-1 Pengalaman 5 Ae 10 Tahun > 10 Tahun Dari 10 kuesioner hasil data responden, terlihat bahwa 10% responden memiliki jabatan manajer proyek, 10% sebagai pengawas lapangan, 20% sebagai petugas K3, dan 60% sebagai pekerja konstruksi. Artinya responden yang ada terdiri dari beragam profesi sesuai dengan bidangnya masing-masing, sehingga diharapkan jawaban yang dihasilkan lebih akurat dalam menemukan solusi Hasil rangkuman penelitian berdasarkan tingkat pendidikan responden, data menunjukan bahwa responden untuk pendidikan setingkat SMA/SMK sederajat sebesar 40%, pendidikan D3 sebesar 10% dan pendidikan S1 sebesar Artinya pendidikan responden juga sangat beragam dengan berbagai tingkatan pendidikannya. Hasil penelitian berdasarkan pengalaman responden pada proyek konstruksi menunjukkan bahwa dari 10 responden terdapat 40 % responden mempunyai pengalaman bekerja di bidang konstruksi antara 5-10 tahun, sedangkan 60% mempunyai pengalaman lebih dari 10 tahun. Dengan demikian responden telah mempunyai pengalaman cukup matang, sehingga keakuratan dan kebenaran jawaban yang diberikan lebih realistis. 2 Evaluasi Penerapan SMKK Pada Proyek Pembangunan Puskesmas Berikut adalah hasil tabulasi data kuesioner menggunakan skala Guttman : Tabel 5. Jawaban responden terhadap evaluasi penerapan SMKK Penilaian Evaluasi Penerapan SMKK Ya Tdk Jml Tahapan Pra-Konstruksi Dokumen SMKK telah disusun sebelum pekerjaan dimulai Telah dilakukan identifikasi potensi bahaya awal Telah dilakukan penilaian risiko dan mitigasi Koordinator K3 telah ditunjuk secara resmi Tenaga kerja telah menerima pelatihan awal K3 Telah tersedia anggaran khusus untuk K3 Dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi telah diajukan ke PU Alat pelindung diri (APD) tersedia sejak Abidinsyah et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 119-129, 2025 Telah dilakukan sosialisasi prosedur K3 sebelum Telah dilakukan simulasi atau drill K3 Tahapan Pelaksanaan Konstruksi Seluruh pekerja menggunakan APD secara Tersedia sistem pelaporan kecelakaan kerja Dilakukan inspeksi K3 secara rutin Adanya petugas K3 yang aktif mengawasi Pekerja memahami prosedur evakuasi dan Dilakukan toolbox meeting secara berkala Tersedia papan informasi dan rambu keselamatan yang memadai Pengawasan terhadap pelaksanaan K3 dilakukan oleh pihak Owner Dilakukan audit internal terhadap sistem K3 Tersedia prosedur tertulis untuk penanganan 3 Analisis Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian mampu mengukur apa yang ingin diukur dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat . Hasil Uji Validitas data responden dengan taraf signifikan sebesar 5 % disajikan dalam tabel berikut: Tabel 6. Hasil uji validitas Variabel r Ae Hitung r - Tabel Tahapan Pra-Konstruksi 0,896 0,497 0,896 0,497 0,896 0,497 0,896 0,497 0,896 0,497 0,887 0,497 0,887 0,497 0,896 0,497 0,896 0,497 A10 0,515 0,497 Tahapan Pelaksanaan Konstruksi 0,896 0,497 0,887 0,497 0,896 0,497 0,896 0,497 0,782 0,497 0,887 0,497 0,707 0,497 0,887 0,497 0,704 0,497 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Abidinsyah et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 119-129, 2025 B10 0,704 0,497 Valid Pada penelitian ini uji validitas dilakukan pada 10 responden, dimana nilai rtabel . orelasi product momen. dengan taraf signifikan 5% yaitu sebesar 0,497. Hasil uji validitas instrumen didapat seluruh pertanyaan mempunyai nilai rhitung lebih besar dari angka kritik tabel . -tabel = 0,. artinya seluruh pertanyaan memiliki validitas yang baik dan layak digunakan untuk menjawab hasil 4 Analisis Reliabilitas Reliabilitas merujuk kepada konsistensi hasil perekaman data . kalau instrumen itu digunakan oleh kelompok orang atau orang yang sama dalam waktu berlainan atau kalau instrumen digunakan oleh orang yang berbeda dalam waktu yang sama atau waktu yang berlainan. Jika hasilnya konsisten, maka instrumen dapat dipercaya . atau dapat di andalkan . Hasil pengujian reliabilitas data 10 kuesioner didapatkan nilai ri = 0,919. Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa pengukuran terhadap evaluasi penerapan SMKK pada proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba memiliki nilai interpretasi yang sangat tinggi. Nilai interpretasi ini menunjukkan bahwa jawaban yang diberikan oleh responden memiliki tingkat konsistensi yang baik atau realibel karena berada pada rentang nilai 0,80 O 0,919 < 1,00. 5 Analisis Univariat Untuk menentukan nilai keberhasilan penerapan sistem manajemen keselamatan kerja pada proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba di Kabupaten Rokan Hulu disajikan dalam tabel berikut: Tabel 7. Hasil tabulasi penilaian univariat Responden Persentase Variabel Kategori (%) Tidak Tahapan Pra-Konstruksi A10 Tahapan Pelaksanaan Konstruksi B10 Abidinsyah et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 119-129, 2025 Rata-rata Berdasarkan hasil uji univariat data rata-rata seluruh tahapan pada SMKK pada pada proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba di Kabupaten Rokan Hulu sebesar 81%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan SMKK termasuk dalam kategori AusedangAy berdasarkan tabel presentase nilai bahwa nilai 81% termasuk pada range nilai presentase 60% - 85% termasuk dalam kategori AusedangAy. KESIMPULAN Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Pada proyek pembangunan Puskesmas Kecamatan Bangun Purba didapatkan hasil presentase sebesar = 81%, artinya masuk dalam kategori AusedangAy. Tahapan yang paling dominan pada evaluasi penerapan SMKK yaitu Tahapan pra-konstruksi sebesar = . %), dan tahapan pelaksanaan konstruksi sebesar = . %). UCAPAN ERIMAKASIH Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam penyusunan artikel jurnal ini: Rektor UPP. Dekan Fakultas Teknik UPP. Kaprodi Teknik Sipil atas arahan dan bimbingan yang diberikan selama proses penelitian ini. Bapak dan Ibu dosen Pembimbing skripsi dan dosen penguji skripsi. Semua pihak yang turut membantu dan tidak dapat disebutkan satu persatu DAFTAR PUSTAKA