INFOKES, VOL 8 NO 2, September 2018 ISSN : 2086 - 2628 PENINGKATAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG IVA TEST UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN 1 Fitria Ika Wulandari, 2Lina Wahyu Susanti Diploma III Kebidanan, AKBID Citra Medika Surakarta, ria_mail@ymail.com 2 Diploma III Kebidanan, AKBID Citra Medika Surakarta, lien_ndhut@yahoo.co.id 1 Abstrak Kanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang wanita di dunia dan urutan pertama di negara berkembang. Data badan kesehatan dunia terdapat 493.243 jiwa pertahun penderita kanker serviks dengan angka kematian sebanyak 273.505 jiwa. Kesadaran perempuan Indonesia untuk mendeteksi dini secara teratur masih rendah yaitu kurang dari 5 % sehingga banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut. Tujuan penelitian untuk mengetahuan pengaruh penyuluhan terhadap sikap wanita usia subur yang sudah menikah tentang deteksi dini kanker serviks. Penelitian dilaksanakan di desa Toriyo Sukoharjo. Desain penelitian menggunakan Quasy Experimental. Variabel independen adalah Penyuluhan, variabel dependen adalah Sikap Wanita Usia Subur. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur di desa Toriyo. Sampel penelitian adalah Wanita yang sudah menikah usia 2049 tahun. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis melalui 2 tahap. Tahap I Uji Normalitas untuk menguji kenormalan data dengan interpretasi apabila nilai p > 0,05 maka berdistribusi normal dan apabila nilai p < 0,05 maka berdistribusi tidak normal. Tahap II Uji beda dengan menggunakan T-Test. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan sikap antara sebelum dan setelah penyuluhan sebesar 12,02 yaitu dari 66,75 menjadi 78,77, dan ada pengaruh signifikan penyuluhan terhadap sikap wanita usia subur di desa Toriyo dengan interpretasi p-value = 0,000 < 0,05 dan t hitung (11,750)> t tabel 1,6599. Kata Kunci: kanker serviks, sikap, penyuluhan,wanita Abstract Cervical cancer is a second cancers that affect women in the world and first in developing countries. Based on world health agency report, there is 493.243 people a year with cervical cancer and 273.505 people deaths from cervical cancer. Indonesian women's awareness to detect early regularly is low. Less than 5% cervical cancer detect early in Indonesia so many cases are found in final stage that causing death. The aim of research was to find out the influence of counseling on attitudes, especially women of childbearing age who were married about early detection of cervical cancer. The research was held in Toriyo’s district Sukoharjo. Design of research using Quasy Experimental. Independent variable is health education, the dependent variable is the attitude of women of childbearing age. The study population was all women of childbearing age in Toriyo’s district. Samples of research were married women aged 20-49 years. The instrument is used an observation sheet. analysis through 2 stages. First stage is the normality test to test the normality of data if the value of p> 0.05 meaning distribution of data is normal and if the value of p <0.05 meaning distribution of data is not normal. Second stage is a different test using t-test. The results showed that there was an increase in attitudes between before and after health education(from 66.75 to 78.77), and there was a significant effect of health education on the attitudes of women of childbearing age in Toriyo’s district(p-value = 0.000 <0.05). Keywords: cervical cancer, attitudes, health education, women PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang wanita. Saat ini kanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang wanita di dunia dan urutan pertama untuk wanita di negara berkembang. Data badan kesehatan dunia terdapat 493.243 jiwa pertahun penderita kanker serviks dengan angka kematian sebanyak 273.505 jiwa pertahun (Putri, 2012). Angka kejadian di negara berkembang diperkirakan tiga kali lipat dari negara maju. Menurut WHO diperkirakan terdapat 460.000 kasus di seluruh dunia dimana sebanyak 75 % berada di negara berkembang. Berbeda dengan Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan negara – negara maju, dimana angka kejadian maupun angka kematian karena kanker serviks sudah menurun karena adanya program skrining (Saraswati, 2011). Di Indonesia kanker serviks menduduki peringkat kedua dalam urutan keganasan pada wanita, pada tahun 2011 mencapai angka 100 per 100.000 penduduk pertahun, dan penyebarannya terakumulasi di Pulau Jawa dan Bali. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat 25 % dalam kurun waktu 10 tahun mendatang jika tidak dilakukan upaya pencegahan (Sumastri, 2013). Berdasarkan laporan penyakit tidak menular dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 16 INFOKES, VOL 8 NO 2, September 2018 tahun 2008 ditemukan kasus kanker serviks 8568 kasus (31,58% ), tahun 2009 mengalami peningkatan menjadi 9113 kasus (37,65%), tahun 2010 mengalami peningkatan menjadi 11.454 kasus (37,85%), dan tahun 2011 mengalami peningkatan kembali menjadi 19.637 kasus. Hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) dari tahun 2005-2010 menyebutkan bahwa kasus kanker serviks senantiasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2010). Kesadaran perempuan Indonesia untuk melakukan deteksi dini kanker serviks secara teratur masih rendah. Cakupan deteksi dini kanker serviks di Indonesia kurang dari 5 % sehingga banyak kasus kanker serviks ditemukan pada stadium lanjut yang seringkali menyebabkan kematian (Rahma dan Prabandari, 2012). Seperti yang terjadi pada artis ternama di Indonesia “Julia Perez” meninggal pada tanggal 10 Juni 2017 lalu akibat Kanker Serviks Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman wanita usia subur adalah dengan penyuluhan. Dalam penyuluhan ada suatu diskusi menggunakan komunikasi dua arah. Dengan metode ini proses penerimaan masyarakat terhadap materi yang disampaikan akan lebih berkesan secara mendalam karena mendorong masyarakat terlibat secara aktif bertanya, mengemukakan gagasan suatu materi, pemikiran, informasi atau pengalaman diantara mahasiswa, sehingga dicapai kesepakatan pokok-pokok pikiran (gagasan, kesimpulan). Penelitian ini dilakukan di desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dan belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan data awal untuk melakukan penelitian serupa selanjutnya. Desa Toriyo merupakan salah satu desa yang terdiri dari 10 RW dan 26 RT. Desa Toriyo memiliki wanita usia subur usia antara 20-49 tahun dalam jumlah banyak yaitu sebanyak 1367 orang. Dari 1367 tersebut, yang sudah menikah ada 1107 orang (Data Primer, 2015) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuan Pengaruh penyuluhan terhadap sikap masyarakat terutama wanita usia subur yang sudah menikah tentang deteksi dini kanker serviks. TINJAUAN PUSTAKA Kanker leher rahim (kanker serviks) ialah tumor ganas yang tumbuh didalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina). Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35 – 55 tahun. 90% dari kanker serviks berasal dari sel skoumosa yang melapisi serviks dan 100% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan ISSN : 2086 - 2628 pada saluran serviks yang menuju ke dalam rahim (Pudjiastuti, 2010). Lebih dari 95% kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual Kanker serviks pada stadium dini biasanya tidak menimbulkan tanda dan gejala yang khas bahkan tidak ada gejala sama sekali sampai kanker tersebut telah menyebar dan sukar untuk diobati Roumali dan Vindari (2012). Kanker serviks terbagi menjadi 5 stadium yaitu stadium 0, I, II, III, IV. Pada suatu penelitian cara pencegahan kanker leher Rahim dengan vaksin Human Papilloma Virus (HPV). Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) yang bisa melawan HPV tipe 16 dan 18. Vaksin HPV dapat melindungi tubuh dalam melawan kanker (Aminati, 2013). Salah satu cara untuk deteksi dini kanker serviks yaitu dengan IVA Test . Inspeksi Visual Asam Asetat ( IVA ) test adalah pemeriksaan dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 – 5 %. Bila setelah pulasan asam asetat 3 – 5 % ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker serviks ( Romauli dan Vindari, 2012). Untuk masyarakat luas di programkan 1 kali dalam 1 tahun, kecuali ada kecurigaan lain. IVA test dapat dilakukan setiap saat, tidak dalam keadaan haid, 2 hari sebelum melakukan IVA test sebaiknya tidak menggunakan obat – obatan yang dimasukkan ke dalam vagina, 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual, tidak sedang hamil, serta di ketahui oleh suami. (Rahma dan Prabandari, 2012) IVA test bisa dilakukan di semua jenjang pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, pustu, polindes, dan klinik dokter spesialis, dokter umum, dan bidan) (Kumalasari dan Andhyantoro, 2012) METODE Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental. Penelitian akan dilaksanakan di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo yang terdiri dari 26 RT. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyuluhan dengan skala kategori, sedangkan variabel terikatnya adalah sikap tentang Iva Test untuk deteksi dini kanker serviks dengan skala ordinal. Populasi dalam penelitian ini adalah Wanita Usia Subur usia 2049 tahun, sedangkan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Wanita Usia Subur usia 20-49 tahun yang sudah menikah di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Sampel diambil perwakilan 2 orang tiap RT sehingga total ada 52 orang. Data yang digunakan dalah data 17 INFOKES, VOL 8 NO 2, September 2018 primer yang berasal dari hasil pengisian kuesioner oleh responden dan data sekunder berupa data-data jumlah wanita usia subur yang berasal dari Kantor Desa Toriyo. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data primer dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang akan diberikan pada responden sebelum dan setelah penyuluhan. Penyuluhan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan analisa univariat (distribusi frekuensi) dan analisis bivariat untuk menganalisis dua variabel yang diduga ada pengaruh dengan menggunakan rumus T-Test. Populasi = Wanita Usia Subur (WUS) desa Toriyo Sampel (n) = WUS yang sudah menikah Randomisasi Pre Test Penyuluhan Post Test Analisa Data Kesimpulan Gambar 1. Alur penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan di desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 52 wanita usia subur usia antara 20 sampai 49 tahun. Hasil penelitian diperoleh nilai sikap rata-rata pretest 66.75 Dan posttest 78.77 Ada peningkatan ratarata sebesar 12.02 poin. Uji normalitas dilakukan dengan metode Kolmogorov Smirnov, diperoleh hasil yaitu pvalue > 0,05, disimpulkan bahwa data tiap kelompok berdistribusi normal. Tabel 1. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Data F df1 df2 Sig. 1.864 1 102 0.566 Uji homogenitas dilakukan dengan metode levene’s test, diperoleh hasil yaitu nilai p-value = 0,566 > 0,05, disimpulkan bahwa kelompok memiliki varian yang sama. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan ISSN : 2086 - 2628 1. Analisis univariat Tabel 2 Karakterisik Sampel Penelitian Karakteristik Usia 20-35 tahun 36-49 tahun Frek Persen 32 61.5 % 20 38.5 % Total 52 100 % Pendidikan Dasar 17 32.7 % Menengah 35 67.3 % Total 52 100 % Paritas Belum punya anak 2 3.85 % Punya anak 50 96.15 % Total 52 100 % a. Umur Pada perhitungan sikap tentang IVA Test pada responden di desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo sebelum penyuluhan didapatkan hasil mayoritas responden bersikap negatif yaitu sebanyak 28 responden (53.84 %). Setelah dilakukan penyuluhan mayoritas responden bersikap positif sebanyak 31 Responden (59.62%). Responden mayoritas berusia antara 20-35 tahun yaitu sebanyak 32 responden (61.5 %). Sesuai dengan teori menurut Hurlock (2002) dalam Hidajati (2012) semakin meningkatnya umur dan tingkat kematangan maka kekuatan seseorang dalam berpikir dan bekerja juga akan lebih matang. Ibu yang berumur 20-35 tahun disebut sebagai “masa dewasa” dan disebut juga masa reproduksi, dimana pada masa ini diharapkan orang telah mampu untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dengan tenang secara emosional, terutama. Usia 36 – 45 tahun, yang bukan lagi usia produktif dan adanya penurunan daya ingat dan tidak dapat diajarkan kepandaian baru kepadanya karena telah mengalami kemunduran baik fisik maupun mental terutama dalam hal penerimaan pesan melalui penyuluhan kesehatan. Sehingga bisa mempengaruhi hasil penelitian. b. Pendidikan Pada perhitungan sikap tentang IVA Test pada responden di desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo sebelum penyuluhan didapatkan hasil mayoritas responden bersikap negatif yaitu sebanyak 28 responden (53.85 %). Setelah dilakukan penyuluhan mayoritas responden bersikap positif sebanyak 31 Responden (59.62%). Responden mayoritas pendidikan menengah yaitu sebanyak 35 Responden (67.3%). Pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap informasi baru yang diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin mudah seseorang menerima informasi yang didapatnya. Dalam pendidikan terdapat proses 18 INFOKES, VOL 8 NO 2, September 2018 bimbingan yang diberikan seseorang pada orang lain terhadap sesuatu hal agar mereka dapat memahami. Tidak dapat dipungkiri bahwa makin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah pula mereka menerima informasi dan makin banyak pengetahuan (Mubarak 2008) c. Paritas Pada perhitungan sikap tentang IVA Test pada responden di desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo sebelum penyuluhan didapatkan hasil mayoritas responden bersikap negatif yaitu sebanyak 28 responden (53.84 %). Setelah dilakukan penyuluhan mayoritas responden bersikap positif sebanyak 31 Responden (59.62 %). Responden mayoritas sudah memiliki anak yaitu sebanyak 50 Responden (96.15%). Paritas didefinisikan sebagai keadaan melahirkan anak baik hidup maupun mati, tetapi bukan aborsi tanpa melihat jumlah anaknya (Varney, dkk, 2016). Menurut Hidajati (2012) hal ini dihubungkan dengan pengaruh pengalaman sendiri maupun orang lain terhadap pengetahuan yang dapat mempengaruhi sikap saat ini atau kemudian. Terutama dalam penerimaan informasi baru, akan lebih cepat menerima responden yang sudah mempunyai anak karena sudah ada pengalamannya. 2. Analisa Bivariat Untuk mengetahui diterima atau tidak hipotesa yang telah ditetapkan, yaitu: “ada peningkatan sikap wanita usia subur tentang IVA Test untuk deteksi dini kanker serviks melalui penyuluhan kesehatan”, maka digunakan uji statistik T-Test. ISSN : 2086 - 2628 t df Sig. (2-tailed) -11.750 51 .000 Tabel di atas menunjukkan nilai hitung T-Test diperoleh nilai sig (0.000) <  (0,05). Sehingga disimpulkan terdapat perbedaan dan secara statistik signifikan sikap wanita usia subur antara sebelum dan setelah penyuluhan. Rangkuman hasil TTest dapat dilihat pada tabel berikut. Metode dalam penyuluhan kesehatan yang paling umum dan sering dipakai adalah ceramah dan diskusi. Metode Diskusi merupakan upaya yang dapat menciptakan komunikasi dua arah sehingga terdapat umpan balik secara langsung, para peserta diskusi terlibat secara aktif, merangsang peserta untuk berpikir kritis dan adanya saling bertukar pikiran dan pengalaman, meningkatkan peserta dalam pemahaman konsep dan berpartisipasi aktif dalam pemecahan masalah (Gagne dan Briggs dalam Darmin, 2011). Usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan (pendidikan kesehatan) kepada masyarakat, kelompok atau individu, dengan metode yang kooperatif (diskusi) dapat menjadikan sikap wanita memahami tentang IVA Test dengan lebih baik. Penyuluhan kesehatan metode ceramah dan diskusi, keduanya merupakan metode yang lebih terarah dan berjenjang, sehingga prosesnya dapat meningkatkan pembentukan sikap terhadap materi yang diberikan. Adanya pemberian penyuluhan kesehatan melalui metode ceramah dan diskusi (metode kooperatif) untuk penyampaian pesan tentang IVA Test dan kumpulan informasi yang dipahami dan diperoleh dari proses belajar sangat membantu pada pembentukan sikap Wanita Usia subur yang lebih baik. Hasil ini sesuai dengan pernyataan dari Machfoedz (2008) bahwa tujuan pendidikan kesehatan adalah terciptanya pengertian, sikap, dan norma sehingga diharapkan bisa perilaku dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Penyuluhan kesehatan berupa suatu kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat bisa melakukan anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan dari informasi baru yag diterimanya. Hovland dkk dalam Azwar (2011) mengatakan bahwa efek suatu komunikasi (penyuluhan) tertentu yang berupa perubahan pengetahuan akan tergantung pada sejauh mana komunikasi itu diperhatikan, dipahami, dan diterima. Perhatian dan pemahaman subjek terhadap komunikasi atau pesan yang disampaikan akan menentukan apa yang akan dipelajari oleh subjek mengenai isi pesan tersebut, sedangkan proses-proses lain dianggap menentukan apakah isi yang dipelajari itu akan diterima diadopsi subjek ataukah tidak. Secara singkat, adanya penyampaian informasi tentang IVA Test sebagai upaya untuk deteksi dini kanker payudara dapat menimbulkan suatu perhatian, pemahaman, serta penerimaan dari wanita usia subur. Adanya perhatian, pemahaman, serta penerimaan itu menyebabkan perubahan respon dalam kognitifnya atau dengan kata lain terjadinya perubahan pengetahuan. Pengetahuan dapat menentukan sikap seseorang positif sehingga dapat mendorong mereka untuk berperilaku positif. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 19 Tabel 3 Hasil Uji T-Test Pair 1 pretest-postest Paired Differences 95% CI of the Difference Upper -9.966 INFOKES, VOL 8 NO 2, September 2018 KESIMPULAN Kesimpulan penelitian adalah : 1. Sikap wanita usia subur tentang IVA Test memiliki hasil rata-rata (mean) pretest 66.75 sedangkan untuk posttest 78.77 2. Ada pengaruh positif pemberian penyuluhan kesehatan tentang IVA Test untuk deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur di desa Toriyo, kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo dengan hasil nilai p (0.000) < 0.05 Saran penelitian adalah : 1. Agar penelitian selanjutnya dalam memberikan penyuluhan tentang IVA Test tidak hanya menggunakan metode ceramahdiskusi tetapi juga menggunakan metode lainny seperti role play, ataupun curah pendapat. 2. Agar penelitian selanjutnya meneliti dengan variable yang lebih luas yaitu perilaku 3. Perlu dilakukan penelitian sejenis dengan populasi yang lebih luas, dan ukuran sampel yang lebih besar DAFTAR PUSTAKA Aminati.D. 2013. Cara bijak menghadapi dan mencegah kanker leher rahim (serviks). Yogyakarta: Brilliant Books. Azwar. 2011. Sikap manusia teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Darmin. 2011. Penggunaan metode diskusi. J Universitas Pendidikan Indonesia. Repository.upi.edu. Bandung :Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia Dinas Kesehatan Jawa Tengah. 2010. Profil Kesehatan Jawa Tengah 2010. [diakses pada tanggal 25 April 2017] diambil dari http://www.dinkesjatengprov.go.id Hidajati A. 2012. Mengapa seorang ibu harus menyusui?. Jogjakarta: Flashbook Kumalasari dan Andhyantoro. 2012. Kesehatan Reproduksi untuk mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. Machfoedz, I. 2008. Pendidikan kesehatan bagian dari promosi kesehatan. Yogyakarta: Fitramaya Mubarak, I. 2008. Promosi kesehatan: Sebuah pengantar proses mengajar dalam pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Pudiastuti,R.S. 2012. Pentingnya menjaga organ kewanitaan.Jakarta: PT Indeks Putri.T. 2012. Tingkat pengetahuan Ibu wanita usia subur tentang pemeriksaan inspeksi visual asam asetat di Desa Jatimulyo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Tahun. [diakses pada tanggal 7 September 2017]. diambil dari: http://digilib. stikes kusuma husada.ac.id. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan ISSN : 2086 - 2628 Rahma dan Prabandari. 2012. Beberapa faktor yang mempengaruhi minat WUS (Wanita Usia Subur) dalam melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Dengan Pulasan Asam Asetat) di Desa Pangebatan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas Tahun 2011. Jurnal Ilmiah Kebidanan. Vol 3 No 1 edisi Juni 2012 Romauli dan Vindari. 2012. Kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Nuha Medika. Saraswati l. 2011 Pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan tentang kanker serviks dan partisipasi wanita dalam deteksi dini kanker serviks di Mojosongo RW 22 Surakarta. [diakses tanggal 1 maret 2017] diambil dari : http://eprints.uns.ac.id Sumastri H. Hubungan antara perilaku ibu dengan deteksi dini Ca Cerviks menggunakan IVA test di Puskesmas Basuki Rahma Palembang Tahun 2013. [diakses pada tanggal 9 April 2015] diambil dari http://poltekkespalembang.ac.id. Varney H, Kriebs JM, Gegor CL. 2016. Buku ajar asuhan kebidanan edisi 4. Volume 1. ECG: Jakarta 20