Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKONTAN SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIK LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN ATTACHMENT STYLES DALAM MENJALANI HUBUNGAN PADA INDIVIDU DEWASA A SYSTEMATIC REVIEW OF LITERATURE REVIEW: ATTACHMENT STYLES IN RELATIONSHIPS IN ADULT INDIVIDUALS Shabrina Zulia Muhtar1. Dewi Retno Suminar2 Universitas Airlangga Email: shabrinazm25@gmail. ABSTRAK Gaya kelekatan pada individu dapat menjadi faktor penting dalam kepuasan seseorang untuk menjalani suatu hubungan karena dapat memprediksikan ekspektasi individu terhadap hubungan yang sedang dijalani (Marchand, 2. Attachment itu sendiri merupakan keinginan manusia untuk menjalin hubungan yang memiliki kasih sayang bersama dengan individu lain, serta menentukan arah hubungan. Individu yang menjalani suatu hubungan, baik dalam berpacaran maupun pernikahan tentunya memiliki tipe kelekatan yang berbeda. Studi ini merupakan tinjauan literatur dengan pendekatan sistematis yang bertujuan untuk mengetahui hubungan attachment style yang dimiliki individu usia dewasa dalam menjalani hubungan Jumlah artikel keseluruhan yaitu 11 artikel dari pangkalan data Google scholar dan SAGE Journal. Dalam hal ini, hipotesis dari penelitian ini yaitu terdapat korelasi antara gaya kelekatan dengan kepuasan individu menjalani hubungan. Kata kunci: gaya kelekatan, kepuasan hubungan, hubungan romantis ABSTRACT The style of attachment to the individual can be an important factor in a person's satisfaction to undergo a relationship because it can predict individual expectations of the relationship that is being lived (Marchand, 2. Attachment itself is a human desire to establish a relationship that has mutual affection with other individuals, and determines the direction of the relationship. Individuals who undergo a relationship, both in dating and marriage, of course have a different type of attachment. This study is a literature review with a systematic approach that aims to determine the attachment style relationship that adults have in their romantic relationship. The total number of articles is 11 articles from the Google scholar database and the SAGE Journal. In this case, the hypothesis of this study is that there is a correlation between attachment style and individual satisfaction with relationships. Keywords: attachment style, relationship satisfaction, romantic relationship. PENDAHULUAN Dalam rentang bulan Januari hingga Oktober di tahun 2018, angka perceraian telah 728 kasus. (Umar, 2. mengemukakan bahwa tingkat perceraian di Indonesia sudah melewati jangka 10% dari peristiwa pernikahan setiap tahun, atau mencapai 354 ribu kasus, dan 80% dari perceraian yang terjadi berasal dari pasangan muda yang baru 2-5 tahun berumah tangga (Azhar, dkk. Dari beberapa data DOI: https://doi. org/10. 47353/sikontan. menggambarkan adanya berbagai aspek kebutuhan dalam kehidupan pernikahan yang tidak tercapai sehingga kedua pasangan memilih untuk berpisah. DeGenova dan Rice . mengemukakan bahwa setiap mengharapkan pemenuhan kebutuhan secara psikologis, sosial, seksual dan materi dari pasangan mereka. Salah satu kebutuhan psikologis yang dimaksud yaitu terkait kelekatan terhadap pasangan yang dikenal dengan istilah attachment atau gaya Sikontan Journal Volume 2 Nomor 3 . Bowlby dan Ainsworth (Rahma & Prasetyaningrum, 2. mendefinisikan gaya kelekatan sebagai suatu ikatan emosional yang dibentuk, dan akan semakin berkembang dengan adanya proses interaksi dengan orang lain yang memiliki peran khusus dalam kehidupan individu tersebut. Sedangkan Baron dan Byrne . mendefinisikan kelekatan sebagai derajat keamanan yang dialami dalam hubungan interpersonal. Gaya kelekatan menurut Bowlby dan Ainsworth dapat dikonsepsikan dalam 3 dimensi, yaitu secure, anxious/ambivalent, dan avoidant. Individu dengan kelekatan cemas akan mengartikan hubungannya dengan rasa cemburu, ketidakstabilan emosi, dan adanya rasa ingin diberikan timbal balik (Hazan & Shaver, 1. Individu tersebut ketidakpuasan, sebab akan lebih takut akan kehilangan pasangannya sehingga seringkali merasa cemas secara berlebihan akan kebenaran mengenai apakah pasangannya mencintai dirinya (Ayenew, 2. Penelitian Ainsworth dan Bowlby di tahun 1978 telah menemukan bahwa gaya kelekatan seseorang aspek-aspek romantis di masa dewasa seperti kepuasan dalam hubungan, kepercayaan, keintiman, dan self disclosure (Bilings, 2. Selain itu, menurut Hazan & Shaver . sesuai dengan teori kelekatan Bowlby tentang kelekatan pada masa kanak dengan figur lekat . hubungan romantis pada masa Teori ini dapat terbentuk atas dasar pemahaman bahwa semenjak masa remaja, figur lekat seseorang mulai ditransfer kepada teman maupun pasangan, dan pada masa AutransferAy inilah perilaku akan muncul sesuai dengan kelekatan yang dimilikinya, apakah aman ataukah tidak. Shabrina Zulia Muhtar et al Gaya kelekatan pada individu dapat menjadi faktor penting dalam kepuasan seseorang untuk menjalani suatu hubungan karena dapat memprediksikan ekspektasi individu terhadap hubungan yang sedang dijalani (Marchand, 2. Lebih lanjut. Hendrick dkk. menyatakan kepuasan hubungan merupakan evaluasi subjektif individu atas hubungannya, sehingga kepuasan hubungan akan meningkat jika ekspektasi-ekspektasi yang dimiliki oleh individu dapat terpenuhi. Hal ini didukung Riza membuktikan adanya hubungan yang signifikan dengan arah positif antara attachment styles dengan kepuasan menjalani Beberapa penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi gaya kelekatan orang dewasa sebagai prediktor penting dalam kepuasan individu menjalani hubungan, hal ini dibuktikan oleh penelitian Vollman dkk. menemukan kelekatan dengan tipe avoidance dan anxiety yang lebih tinggi berkaitan dengan kepuasan hubungan yang lebih rendah. Kepuasan hubungan yang rendah juga memiliki korelasi dengan dengan rasa terima kasih atau syukur kepada pasangan, semakin rendah rasa terimakasih kepada pasangan, maka semakin rendah juga kepuasan hubungan yang dimiliki individu. Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa kelekatan berperan dalam hubungan cinta romantis orang dewasa seperti pacaran hingga pernikahan, diantaranya penelitian Greeff dan Malherbe . mengemukakan bahwa kelekatan merupakan salah satu faktor prediktif yang berperan dalam kepuasan Lebih lanjut, gaya kelekatan yang dimiliki individu juga memiliki keterkaitan dengan kepercayaan seseorang dalam pasangannya (Renanda, 2. Selain kepercayaan dan kepuasan menjalani Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKONTAN hubungan, penelitian lain oleh Izza & Andromeda . menambahkan kesiapan menjadi orang tua pada individu dewasa awal dipengaruhi oleh berbagai hal, dimana salah satu faktor yang diprediksi mempengaruhi kesiapan individu menjadi orang tua adalah attachment style. Hal ini dibuktikan dengan penelitiannya yang telah dilakukan dimana terdapat hubungan antara adult attachment style dan kesiapan menjadi orangtua, yaitu pada tipe avoidant dan ambivalent. Tidak hanya dalam hubungan pernikahan, gaya kelekatan juga berkaitan dengan bagaimana individu menjalani hubungan berpacaran, seperti dalam penelitian oleh Ariela . yang meneliti pengaruh dimensi attachment terhadap kualitas hubungan berpacaran menghasilkan suatu temuan dimana pada dimensi attachment mempengaruhi kualitas hubungan secara signifikan. Jika dimensi attachment memiliki tingkat yang tinggi dalam diri individu, baik dimensi attachment avoidance maupun anxiety maka dapat membuat kualitas hubungan individu dengan pasangannya menurun. Lebih lanjut, kualitas hubungan yang buruk berkorelasi sangat kuat dengan kemungkinan terjadinya kekerasan dalam berpacaran ((Viejo dkk, 2016 (Ariela, 2. Seperti yang dipaparkan penelitianpenelitian di atas, individu yang menjalani suatu hubungan, baik dalam berpacaran maupun pernikahan tentunya memiliki gaya kelekatan yang berbeda. Dalam hal ini, tujuan dalam studi ini yaitu untuk mengetahui hubungan attachment style yang dimiliki individu usia dewasa dalam menjalani hubungan romantis METODE Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) DOI: https://doi. org/10. 47353/sikontan. milik Kitchenham & Charters . 7, dalam Wahyuningrum Suminar, 2. yang merupakan metode peninjauan kembali mengevaluasi, dan menginterpretasikan seluruh temuan dalam topik penelitian untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Pencarian dilaksanakan pada 3 Juli 2022 dibatasi pada penelitian-penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2019-2022. Pencarian dilakukan secara daring hanya dengan menggunakan kata kunci "attachment styles in romantic relationship adults" pada basis data yang diperoleh diantaranya SAGE, springer. dan publikasi lainnya yang terdapat di google Artikel-artikel penelitian yang telah mempermudah peninjauan secara menyeluruh sehingga dapat diperoleh informasi yang komprehensif mengenai attachment styles hubungan romantis pada individu dewasa Metode yang digunakan berasal dari artikel yang berhasil melalui proses seleksi dan peninjauan kembali, serta disimpulkan berdasarkan tujuan, nama penulis, tahun publikasi, jumlah responden, instrumen yang digunakan, hasil penelitian, serta saran penelitian berikutnya. Dalam hal ini metode yang digunakan yaitu Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and MetaAnalytic (PRISMA). Kriteria inklusi artikel penelitian ini merupakan . penelitian mengenai attachment styles secara umum . Sementara itu untuk kriteria eksklusi yang diambil merupakan . penelitian mengenai attachment styles hubungan romantis pada individu dewasa. penelitian kuantitatif. pengembangan atau uji validitas alat ukur attachment styles. Sikontan Journal Volume 2 Nomor 3 . menggunakan variabel sub kategori attachment styles. Proses pencarian dimulai dengan meninjau judul dan abstrak dari membandingkannya dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pencarian penelitian dengan kata kunci yang telah ditentukan menunjukan adanya 222 artikel penelitian berbahasa Indonesia dan 780 artikel berbahasa Inggris dari seluruh pangkalan data yang digunakan, yaitu google scholar. SAGE Journal sebanyak Terdapat banyak artikel yang muncul di pangkalan data yang sama, sehingga penulis menyortir artikel melalui kombinasi dan penambahan kata kunci kemudian disaring kembali secara manual dengan membaca masing-masing abstrak dalam artikel tersebut untuk menemukan artikel yang memang relevan dengan tujuan dalam studi ini. Kata kunci yang digunakan dalam tinjauan literatur ini menghasilkan kata kunci "attachment styles for adults" "romantic relationship" "attachment in adulthood". Sehingga jumlah artikel penelitian yang digunakan sebanyak 11 buah, 8 artikel berbahasa Indonesia dan 3 artikel berbahasa Inggris. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian oleh Septiani & Cahyanti . pada hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya . =0,730. p=0,. Hubungan kedua variabel cenderung kuat dan berkorelasi positif, sehingga jika dianalisis terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kelekatan dengan kepuasan hubungan pada wanita usia dewasa awal yang sedang menjalani pacaran jarak jauh. Hubungan ini memiliki arah positif di mana semakin tinggi gaya kelekatan, maka semakin tinggi pula. Selain itu, pada penelitian penelitian Renanda Shabrina Zulia Muhtar et al . dalam analisis regresi kelekatan dan kepuasan hubungan menghasilkan nilai p. ,039<0,. , pada hubungan kelekatan dengan kepercayaan menghasilkan nilai p . ,025< 0,. , serta analisis regresi hubungan kelekatan, kepercayaan dengan kepuasan hubungan romantis menghasilkan nilai p . ,003 < 0,. Dari hasil penelitian Riza . menggunakan analisis korelasi multivariat dengan program SPSS 24 menghasilkan nilai signifikan sebesar 0,009 dengan probabilitas . 0,000. p <0. 05, yang maka menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah positif antara attachment styles dengan relationship satisfaction. Penelitian lain yang mendukung yaitu penelitian oleh Angela & Ariela . menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan oleh dimensi attachment terhadap kualitas hubungan berpacaran dewasa muda 44,8% (R2=. Namun, pengaruh attachment anxiety (R2=. sangat kecil dibandingkan dengan attachment avoidance (R2=. , sehingga ketika keduanya diuji menggunakan regresi berganda, attachment anxiety . mage of sel. tidak memberikan pengaruh yang signifikan kepada kualitas hubungan . Lebih lanjut. Nikola dkk. menghasilkan temuan individu dengan kelekatan cemas yang tinggi melaporkan tingkat keparahan masalah yang lebih besar ketika mengalami stres yang tinggi, kualitas hubungan yang lebih rendah, dan lingkungan keluarga yang kurang stabil. Sedangkan pada individu dengan kelekatan menghindar lebih dapat memecahkan masalah. Penelitian oleh Vollman dkk. meneliti mengenai hubungan dengan kelekatan menghindar dan cemas dengan rasa syukur terhadap pasangan dan kepuasan hubungan romantis, dimana analisis regresi berganda menghasilkan adanya pengaruh Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKONTAN negatif yang signifikan dari gaya kelekatan avoidance dan efek yang tidak signifikan dari kelekatan anxiety terhadap rasa syukur terhadap pasangan yang dijelaskan dalam data sebagai berikut F. 1AE4 113,79, p < . Seperti dengan hipotesis dari penulis, dimana terdapat hubungan kelekatan menghindar dan kecemasan yang lebih tinggi dengan kepuasan menjalani hubungan romantis yang rendah. Pada penelitian Fitrizia . signifikan antara gaya lampiran dan gaya cinta sempurna dengan kepuasan pernikahan dengan nilai f> f tabel . ,243> 3,. dan nilai p = 0,000 . <0,. terdapat hubungan negatif dan signifikan antara gaya attachment dengan kepuasan pernikahan dengan koefisien beta () = -0. 342, nilai t> t tabel . ,436> 2. dan nilai p = 0,001 . <0,. terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya cinta sempurna dengan kepuasan pernikahan dengan koefisien beta () = 0,606, nilai t> t tabel . ,092> 2,. dan nilai p = 0,000 . <0,. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi kepuasan pernikahan maka semakin rendah kemungkinan seseorang memiliki gaya kelekatan insecure . aya kelekatan takut-menghindar, terpreokupasi, dan menola. Penelitian lain yang serupa yang menggunakan uji korelasi Spearman Rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelekatan pada pasangan dengan kepuasan pernikahan pada dewasa awal di kota Makassar i. i= i0,. (Azhar dkk. , 2. Penelitian Izza & Andromeda . memperoleh hasil uji secure attachment style dan kesiapan menjadi orangtua menghasilkan nilai rs 0,089 dengan taraf signifikansi p=0,279 dimana p>0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara secure attachment style dan kesiapan DOI: https://doi. org/10. 47353/sikontan. menjadi orang tua. Hasil uji korelasi avoidant attachment style dan kesiapan menjadi orangtua menghasilkan nilai rs -0,225 dengan taraf signifikansi p=0,006 dimana p<0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara avoidant attachment style dan kesiapan menjadi orangtua. Hasil uji korelasi ambivalent attachment style dan kesiapan menjadi orangtua menghasilkan nilai rs -0,248 dengan taraf signifikansi p=0,002 dimana p<0,05, hal ini memberi arti bahwa terdapat hubungan negatif antara ambivalent attachment style dan kesiapan menjadi Keseluruhan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa terdapat hubungan antara adult attachment style dan kesiapan menjadi orangtua, yaitu pada tipe avoidant dan ambivalent, namun tidak dengan tipe secure. Hasil uji korelasi dalam penelitian oleh Mutiara & Ariana . menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara kelekatan menghindar dan ide bunuh diri . Sedangkan hasil korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kelekatan cemas dan ide bunuh diri . =0. p=<. Arah hubungan positif memberikan arti semakin tinggi kelekatan cemas maka semakin tinggi pula ide bunuh diri. Penelitian Muetzefeld dkk. meneliti mengenai analisis utama untuk memberikan hasil pengujian signifikan terhadap proporsi varian yang dijelaskan melalui hubungan keseluruhan antara dua variabel yang melibatkan penghindaran, kecemasan, dan gender pada satu sisi persamaan, dengan skor skala MSI-R di sisi lain persamaan. Pada hasil analisis tersebut menunjukkan uji multivariat yang signifikan yang mana mengacu pada jumlah korelasi Sikontan Journal Volume 2 Nomor 3 . kanonik kuadrat . aitu, aka. Jejak Pillai V = 0,793, p <0,001, dan ukuran efek . uadrat korelasi kanonik rata-rat. Dengan kata lain, lebih dari seperempat varian dalam area masalah relasional yang dirasakan disebabkan oleh dua dimensi keterikatan serta Seperti dengan hipotesis dari penulis bahwa apabila pelaporan oleh wanita yang memiliki kecemasan tinggi dan penghindaran rendah, cenderung memiliki kesulitan yang rendah dengan komunikasi pemecahan masalah serta ketidaksepakatan keuangan namun cenderung memiliki kesulitan lebih tinggi dalam hubungan umum dan keluarga asal sedangkan pada pelaporan oleh pria yang penghindaran tinggi, cenderung memiliki kesulitan yang tinggi dengan komunikasi ketidaksepakatan keuangan namun hanya memiliki sedikit kesulitan dari hubungan umum serta keluarga asal. Kelekatan tidak hanya berbicara mengenai hubungan antara orang tua dan anak, tetapi kelekatan juga bisa dikaitkan dengan hubungan antar orang dewasa yang romantis (Bowlby, 1. Hasil analisis yang telah ditemukan di beberapa literatur menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kelekatan dengan kepuasan hubungan pada individu dewasa yang sedang menjalin hubungan, baik dalam berpacaran maupun pernikahan. Individu dengan kelekatan menghindar berpotensi mengalami ketidakpuasan. Individu tersebut cenderung lebih mudah merasa curiga terhadap pasangannya, yang mana reaksi yang diberikan berbeda dengan individu dengan kelekatan cemas (Septiani, 2. Pada penelitian Izza dan Andromeda . juga ditemukan individu dengan kelekatan menghindar memiliki kepercayaan terhadap dirinya, namun sulit ketika mempercayai Shabrina Zulia Muhtar et al pasangannya, sehingga ketika terjadi permasalahan dalam hubungan terutama ketika mempersiapkan untuk berperan menjadi orang tua mereka cenderung saling menutup diri dan sulit untuk terbuka dengan pasangannya, bahkan hanya menyelesaikan masalahnya sendiri dan merasa tertekan. Sedangkan pada kelekatan secure. Kane, dkk. mengungkapkan bahwa individu dengan gaya kelekatan aman memiliki tingkat kepuasan hubungan yang lebih baik dibandingkan dengan seseorang dengan gaya kelekatan menghindar. Selain itu, mereka juga dianggap sebagai pendamping yang lebih Hal ini juga sejalan dengan penelitian baru-baru ini yang mengemukakan bahwa orang yang memiliki attachment yang secure relationship satisfaction pada hubungan romantis (Riza, 2. Dalam hubungan pernikahan, gaya kelekatan dengan kepuasan dalam pernikahan berkaitan dengan bagaimana seseorang mendampingi pasangannya. Sebagaimana pula dengan cinta sempurna yang juga memiliki hubungan dengan kepuasan pernikahan jika dilihat dari aspek pada cinta sempurna itu sendiri. Jika gaya kelekatan memiliki hubungan yang negatif dan signifikan, berbeda dengan cinta sempurna yang memiliki hubungan yang positif dan signifikan (Fitrizia, 2. Hasil ini juga ditemukan pada penelitian Azhar dkk. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Monteoliva . yang meneliti kelekatan pada pasangan dan efeknya pada kualitas hubungan romantis di Spanyol, hasilnya menjelaskan bahwa individu dengan kelekatan yang baik atau secure merasa lebih puas dengan hubungan yang mereka miliki, lebih seimbang dan rukun dengan Sehingga individu lebih Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKONTAN romantis dalam menjalankan hubungannya (Azhar dkk. , 2. Gaya kelekatan secure tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kesiapan menjadi orangtua. Hal ini berarti bahwa tidak ada pengaruh dari tipe kelekatan secure terhadap kesiapan menjadi orangtua. Namun berdasarkan hasil penelitian yang telah hubungan antara adult attachment style dan kesiapan menjadi orangtua, yaitu pada tipe avoidant dan ambivalent (Izza dan Andromeda. Penelitian mengungkapkan kelekatan berhubungan dengan kepercayaan karena ketika seseorang mengalami kelekatan dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pasangan, maka seseorang itu akan merasa tertarik dan menaruh kepercayaan dengan pasangannya. Hal ini juga disebutkan dalam Kauffman . yang berpendapat bahwa kepercayaan atau trust adalah aspek yang tertinggi dalam menjalin sebuah hubungan. Lebih lanjut, kepercayaan dapat memediasi hubungan antara kelekatan dan kepuasan hubungan romantis (Renanda, 2. Dimensi attachment mempengaruhi kualitas hubungan secara signifikan. Jika dimensi attachment memiliki tingkat yang tinggi dalam diri individu, baik dimensi attachment avoidance maupun anxiety maka dapat membuat kualitas hubungan individu dengan pasangannya menurun. Namun, dimensi attachment avoidance memberikan pengaruh yang lebih besar. Artinya, evaluasi individu terhadap orang lain, cara pandangnya individu terhadap pasangannya memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kualitas hubungan dibandingkan dengan dimensi attachment anxiety yang merupakan evaluasi individu terhadap dirinya sendiri (Angela dan Ariela, 2. Kualitas hubungan sendiri DOI: https://doi. org/10. 47353/sikontan. merupakan suatu evaluasi negatif atau positif dari individu yang sedang menjalani hubungan romantis yang bersifat subjektif (Fletcher dkk. , 2. Dari beberapa hasil penelitianpenelitian sebelumnya, dapat dikatakan bahwa bahwa gaya kelekatan seseorang dapat mempengaruhi persepsi seseorang terutama dalam kedekatan dan hubungan romantis dengan pasangannya. Dengan didasari attachment seseorang yang didapatkan di masa kanak-kanak maka dapat diprediksi bagaimana kepuasan seseorang dengan pasangannya (Riza, 2. SIMPULAN Hasil penelitian ini mengkaji berbagai penelitian yang telah dilakukan terkait gaya Dari berbagai artikel penelitian ditemukan di beberapa literatur menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kelekatan dengan kepuasan hubungan pada individu dewasa yang sedang menjalin hubungan, baik dalam berpacaran maupun Individu dengan kelekatan Variabel lain yang berkorelasi dengan kelekatan dalam menjalani hubungan yaitu kepercayaan, komitmen, adanya rasa terimakasih, dan kualitas dari hubungan itu Telaah literatur yang digunakan memiliki keterbatasan dalam pencarian jurnal rentang tahun 2018-2022. Hasil telaah ini diharapkan dapat bermanfaat untuk penelitian lain yang tertarik ingin meneliti gaya kelekatan, khususnya gaya kelekatan individu dewasa yang menjalani hubungan romantic DAFTAR PUSTAKA