Transekonomika Ae Akuntansi Bisnis dan Keuangan Vol 1 No 2. Maret 2021 Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi Bunga Rosario Hutabarat, 2Evy Aryanti, 3Heriati, 4Khairil Efendi Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Sumatera Utara Article history Received: 2 Jan 2021 Revised: 22 Feb 2021 Accepted: 02 Mar 2021 *Corresponding Author: Bunga Rosario Hutabarat. Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Sumatera Utara Email: bungarosarihtb@gmail. Abstrak: Penting untuk mengungkapkan bagaimana pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan di UPTD Puskesmas Kentara Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, daftar pertanyaan (Quisione. dan studi dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung > t tabel . 354 > 1. dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh variabel kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara. Besarnya pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai sebesar 0. Maka variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai UPTD. Puskesmas Kentara Kata Kunci : Kepemimpinan. Kinerja pegawai. Sumber Daya Manusia PENDAHULUAN Pembangunan suatu bangsa memerlukan modal utama yaitu sumber daya manusia. Sudah sejak lama dimaklumi bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor pertama dan terutama dalam memajukan kesejahteraan suatu bangsa. Pengalaman banyak negara sudah membuktikan kebenaran pendapat tersebut. Berbagai negara di dunia yang meskipun tidak memiliki sumber daya alam, akan tetapi jika mempunyai sumber daya manusia yang terdidik, terampil, berdisiplin, tekun, mau bekerja keras dan setia kepada cita-cita perjuangan bangsanya, ternyata berhasil meraih kemajuan yang sangat besar bahkan kadang-kadang membuat negara lain kagum terhadapnya. Menurut Mangkunegara . manajemen sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan Di Indonesia, aspek sumber daya manusia mendapatkan perhatian yang cukup besar dalam strategi pembangunan. Hal itu tentu saja tidak terlepas dari akibat terjadinya pergeseran orientasi dan strategi pembangunan nasional. Menurut MaAoarif . Audalam era globalisasi dan sejalan pula dengan diberlakukannya Undang-Undang yang berlakuAy. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, penyelenggaraan pemerintahan yang baik . ood governanc. menuntut adanya keterbukaan, demokratisasi, partisipasi dan pelayanan prima kepada masyarakat, sebagai akibat semakin tingginya kesadaran masyarakat bahwa mereka mempunyai hak untuk memperoleh pelayanan yang semakin baik dari Pemerintah. Menurut Wibowo . bahwa Aukinerja adalah tentang Bunga Rosario Hutabarat et al, 2021 melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut, kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannyaAy. Dalam organisasi pemerintahan, tuntutan akan pelayanan menjadi semakin besar bersamaan dengan perkembangan masyarakat. Aparatur pemerintah dalam lembaga birokrasi dituntut untuk mampu mengaktualisasikan dirinya sebagai sumber daya manusia yang Hal ini sangat diperlukan mengingat aparatur pemerintah adalah abdi negara dan abdi masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang prima kepada Peningkatan pelayanan dan tuntutan masyarakat merupakan kondisi yang tidak dapat dielakkan. Pemimpin akan memberikan pengaruh yang berarti terhadap kinerja karyawan karena pemimpin yang merencanakan, menginformasikan, membuat, dan mengevaluasi setiap keputusan yang harus dilaksanakan dalam instansi tersebut. Faktor Ae faktor yang berhubungan dengan sikap, gaya dan perilaku kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Setiap Pegawai akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda - beda sesuai dengan sistem penilaian yang berlaku. Kepuasan kerja dapat mengarahkan pegawai untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik dan ketidakpuasan akan menurunkan kinerja Pegawai. Pencapaian kinerja yang baik dapat diperoleh melalui kekuatan sumber daya Apakah kepemimpinan, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai, dan faktor manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja pegawai. Konsep Gaya Kepemimpinan Thoha . 0: . menyatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah suatu pola perilaku yang konsisten yang kita tunjukkan dan diketahui oleh pihak lain ketika kita berusaha memengaruhi kegiatan-kegiatan orang lain. Dari hasil jawaban atas pertanyaan tersebut, diharapkan pimpinan instansi dapat membuat program yang tepat untuk meningkatkan kinerja pegawai, karena peningkatan kinerja pegawai menjadi harapan baik bagi pimpinan instansi seperti Kepala UPTD. Puskesmas Kentara Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi yang mempunyai posisi atau peran yang sangat penting dan strategis dalam rangka melakukan peran pemerintah daerah guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Berdasarkan uraian yang telah kami kemukakan di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: AuPengaruh Kepemimpinan. Terhadap Kinerja Pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi Au. METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian dilakukan di UPTD. Puskesmas Kentara Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi yang beralamat di jalan Sidikalang Parongil Desa Kentara Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi. Objek penelitian ini adalah Pegawai Puskesmas Kentara. Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dimana penelitian ini merupakan penelitian sebab akibat yaitu penelitian yang tujuannya untuk menganalisa pengaruh tiga variabel bebas . terhadap satu variabel terikat . Adapun variabel bebas yang dimakud dalam Penelitian ini adalah kepemimpinan sebagai Variabel X, dan kinerja Pegawai sebagai Variabel Y yang merupakan variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Bunga Rosario Hutabarat et al, 2021 Identitas responden Identitas responden berdasarkan usia Tabel 1. Identitas responden berdasarkan Usia Usia Jumlah 1 Orang Persentase 2,6 % >40 Total 12 Orang 10 Orang 16 Orang 30,8 % 25,6 % Sumber : UPTD. Puskesmas Kentara Dari Tabel 1 di atas dapat dijelaskan bahwa responden usia 26 - 30 tahun berjumlah 1 orang . ,6%), usia 31 Ae 35 berjumlah 12 orang . ,8%), usia 36 Ae 40 tahun berjumlah 10 orang . 6%) dan diatas >41 berjumlah 16 orang . %). Identitas responden berdasarkan jenis kelamin Tabel 2. Identitas responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Laki laki Perempuan Total Jumlah 3 Orang 36 Orang Persentase 7,7 % 92,3 % Sumber : UPTD. Puskesmas Kentara Dari Tabel 2 diatas dapat dijelaskan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki adalah berjumlah 3 orang . ,7%), perempuan berjumlah 39 orang . ,3%). Identitas responden berdasarkan jenjang Masa Kerja Tabel 3. Identitas responden berdasarkan masa kerja Total Pendidikan 1-5 Tahun 6-10 Tahun 11 Ae 15 Tahun > 16 Tahun Jumlah 8 Orang 6 Orang 12 Orang 13 Orang Persentase 20,5 % 15,5 % 30,7 % 33,3 % Sumber : UPTD. Puskesmas Kentara Dari Tabel 5. diatas dapat dijelaskan bahwa responden dengan masa kerja 1Ae5 tahun berjumlah 8 orang . ,5%), masa kerja 6-10 tahun berjumlah 6 orang . ,5%), masa kerja 11-15 tahun berjumlah 12 orang . ,3%). Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran tentang variabel-variabel yang diteliti dengan berdasarkan pada distribusi frekuensi jawaban responden dan tanggapan atas pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Item-item pernyataan dalam variabel-variabel yang diteliti tersebut secara keseluruhan digambarkan dalam bentuk tabel deskripsi frekuensi. Bunga Rosario Hutabarat et al, 2021 Dalam hal ini penulis melakukan dengan analisis deskriptif frekuensi, sehingga diketahui frekuensi, persen, dan nilai serta kategori lain. Analisis Deskriptif Variabel Kepemimpinan (X) Rekapitulasi distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap item-item pernyataan variabel kepemimpinan adalah sebagai berikut : Tabel 4. Deskripsi tanggapan responden terhadap variabel kepemimpinan Item PernyaTaan SS . Tanggapan Responden S . KS . TS . % f STS . Total Sumber : Hasil Pengolahan Data-2020 Berdasarkan tabel 5. 5 di atas dapat dideskripsikan tanggapan responden terhadap itemitem variabel kepemimpinan yaitu : Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 18 orang . 2%), setuju 16 orang . 0%) dan kurang setuju 5 orang . 8%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 16 orang . 0%), setuju 18 orang . 2%) dan kurang setuju 5 orang . 8%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 14 orang . 9%), setuju 17 orang . 6%) dan kurang setuju 8 orang . 5%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 16 orang . 0%), setuju 22 orang . 4%) dan tidak setuju 1 orang . 6%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 18 orang . 2%) dan setuju 21 orang . 8%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 24 orang . 5%), setuju 13 orang . 3%) dan kurang setuju 2 orang . 1%). Analisis Deskriptif Variabel Kinerja Pegawai (Y) Rekapitulasi distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap item-item pernyataan variabel kinerja pegawai adalah sebagai berikut : Tabel 5. Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Variabel Kinerja Pegawai Item PernyaTaan SS . Tanggapan Responden S . KS . TS . % f % STS . Total Bunga Rosario Hutabarat et al, 2021 Sumber : Hasil Pengolahan Data-2020 Berdasarkan tabel 5 di atas dapat dideskripsikan tanggapan responden terhadap itemitem variabel kinerja : Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 16 orang . 0%) dan setuju 23 orang . 0%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 28 orang . 80%) dan setuju 11 orang . 2%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 16 orang . 0%), setuju 22 orang . 4%) dan kurang setuju 1 orang . 6%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 18 orang . 2%), setuju 18 orang . 2%) dan tidak setuju 3 orang . 7%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 26 orang . 7%) dan setuju 13 orang . 3%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 25 orang . 1%) dan setuju 14 orang . 9%). Tanggapan responden terhadap pernyataan . : UPTD. Puskesmas Kentara, sebagian besar responden menjawab sangat setuju yaitu 28 orang . 8%) dan setuju 11 orang . 2%). Uji Validitas Uji validitas item adalah uji statistik yang digunakan guna menentukan seberapa valid suatu item pertanyaan mengukur variabel yang diteliti. Uji Reliabilitas item adalah uji statistik yang digunakan guna menentukan reliabilitas serangkaian item pertanyaan dalam kehandalannya mengukur suatu variabel. Pengukuran valid atau tidaknya kuesioner ditentukan oleh uji validitas. Kuesioner dikatakan valid jika data yang sesungguhnya terjadi pada objek dapat mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti (Sugiyono, 2013: . Hasil Uji Validitas Variabel Kepemimpinan (X). Tabel 6. Output Uji Validitas Variabel Kepemimpinan Angket Signifikansi 012 < 0. 002 < 0. Keterangan Valid Valid Bunga Rosario Hutabarat et al, 2021 000 < 0. 000 < 0. 000 < 0. 000 < 0. Valid Valid Valid Valid Sumber : Hasil pengolahan data-2020 Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa nilai signifikansi butir-butir pertanyaan untuk variabel kepemimpinan keseluruhannya dinyatakan valid, karena nilai signifikansinya di bawah nilai = 0. Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja (Y). Tabel 7. Output Uji Validitas Variabel Kinerja Angket Signifikansi 000 < 0. 044 < 0. 000 < 0. 004 < 0. 000 < 0. 000 < 0. 001 < 0. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Hasil pengolahan data-2020 Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa nilai signifikansi butir-butir pertanyaan untuk variabel kinerja keseluruhannya dinyatakan valid, karena nilai signifikansinya di bawah nilai = 0. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban responden terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke SPSS yang memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. Dalam penelitian ini menggunakan one shot supaya lebih efisien dalam waktu penyelesaian penelitian. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan (X) Tabel 8. Output Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KP6 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Item-Total Alpha if Item Correlation Deleted Reliability Statistics Bunga Rosario Hutabarat et al, 2021 Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Hasil Pengolahan Data-Tahun 2020 Diketahui nilai rtabel untuk uji dua sisi pada tingkat signifikan 5% ( = 0,. , dengan jumlah sample N = 39, maka derajat bebasnya adalah N Ae 2 = 39 Ae 2 = 37, dan diketahui nilai r-tabel = 0. Dari hasil tabel di atas dapat terlihat bahwa nilai rhitung pada kolom cronbachAos alpha if item deleted semua lebih besar dari nilai rtabel, maka seluruh butir pernyataan untuk variabel kepemimpinan dinyatakan reliabel, begitu juga halnya pada tabel reliability statistics diketahui nilai Alpha Cronbach sebesar 0. Karena nilai Alpha Cronbach > rtabel maka angket yang digunakan reliabel. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Tabel 9. Output Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Item Deleted if Item Deleted KJ1 KJ2 KJ3 KJ4 KJ5 KJ6 KJ7 Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Hasil Pengolahan Data-Tahun 2020 Diketahui nilai rtabel untuk uji dua sisi pada tingkat signifikan 5% ( = 0,. , dengan jumlah sample N = 39, maka derajat bebasnya adalah N Ae 2 = 39 Ae 2 = 37, dan diketahui nilai r-tabel = 0. Dari hasil tabel di atas dapat terlihat bahwa nilai rhitung pada kolom cronbachAos alpha if item deleted semua lebih besar dari nilai rtabel, maka seluruh butir pernyataan untuk variabel kinerja dinyatakan reliabel, begitu juga halnya pada tabel reliability statistics diketahui nilai Alpha Cronbach sebesar 0. Karena nilai Alpha Cronbach > rtabel maka angket yang digunakan reliabel. Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis regresi linier berganda antara variabel kepemimpian, motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara, maka dapat dilihat dari persamaan regresinya, dan dari output SPSS diperoleh data sebagai berikut: Bunga Rosario Hutabarat et al, 2021 Tabel 10. Hasil uji statistik koefisien regresi pengaruh kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai Model (Constan. KEPEMIMPINAN Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: KINERJA Sumber: Hasil pengolahan data 2020 Berdasarkan Tabel di atas dapat dibuat persamaan regresi sebagai berikut Y = 4. 518X1 0. 119X2 0. Nilai kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara, sebesar 4. 649, yang mana nilai dari variabel kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja diabaikan. Persamaan di atas menjelaskan bahwa koefisien regresi X1 . mempunyai nilai positif yaitu 518, hal ini menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara. Hal bila kepemimpinan meningkat 1%, maka kinerja pegawai akan bertambah 5. Koefisien regresi X2 . juga mempunyai nilai positif yaitu 0. 119, hal ini menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara. Hal bila motivasi meningkat 1%, maka kinerja pegawai akan bertambah 1. Koefisien regresi X3 . epuasan kerj. juga mempunyai nilai positif yaitu 0. 412, hal ini menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara. Hal bila kepuasan kerja meningkat 1%, maka kinerja pegawai akan bertambah 4. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara digunakan uji-t, sedangkan untuk melihat besarnya pengaruh digunakan angka Beta atau Standardized Coefficient. Tabel 11. Coeficientsa Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients (Constan. KEPEMIMPINAN Dependent Variable: KINERJA Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Hasil pengolahan data 2020 Dari tabel di atas diperoleh nilai thitung sebesar 5. Penelitian ini menggunakan taraf signifikansi ( . dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n Ae 2, atau 39 Ae 2 Bunga Rosario Hutabarat et al, 2021 = 37. Dengan ketentuan tersebut, diperoleh nilai ttabel sebesar 1. Dengan kriteria hipotesis sebagai berikut : Jika thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jika thitung < ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung > t tabel . 354 > 1. dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh variabel kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara. Besarnya pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai sebesar 0. KESIMPULAN Nilai thitung sebesar 5. Penelitian ini menggunakan taraf signifikansi ( . dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n Ae 2, atau 39 Ae 2 = 37. Dengan ketentuan tersebut, diperoleh nilai ttabel sebesar 1. Dengan kriteria hipotesis sebagai berikut : Jika thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jika thitung < ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung > t tabel . 354 > 1. dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh variabel kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di UPTD. Puskesmas Kentara. Besarnya pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai sebesar 0. Maka variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai UPTD. Puskesmas Kentara. DAFTAR PUSTAKA