JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 POLA KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MULTIPLIKASI KETUA FAMILY CARE MASA KINI Suhendra1. Yohanes Aloysius Da2 Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam 1 2 suhendra@st3b. id 1, yohanesaloysius@gmail. Abstract This writing aims to examine Effective Leadership Patterns, which aims to find out the direct implications for the leadership of today's Family Care Chairs in the process of development and multiplication of both groups and also the leaders who will become the new Family Care Chairs. Becoming an effective leader in the Family Care group is very important so that each congregation can be shepherded well, at the same time the existing congregation is directed and prepared to become an effective leader in this current era. In writing this scientific work, appropriate research methods are needed, so the author uses qualitative research methods. By using basic theory from various book sources. The author also collected data in the field using interview methods with participants who were in direct contact with the current head of Family Care. Keywords: Leadership. Multiplication. Family Care. Abstrak Penulisan ini bertujuan untuk mengupas mengenai Pola Kepemimpinan Yang Efektif, yang bertujuan untuk mengetahui Implikasinya secara langsung terhadap kepemimpinan Ketua Family Care masa kini dalam proses pengembangan dan multiplikasi baik itu kelompok dan juga para pemimpin yang akan menjadi ketua - ketua Family Care yang baru. Menjadi pemimpin yang efektif dalam kelompok Family Care sangat penting agar setiap jemaat dapat tergembalakan dengan baik, pada saat yang sama jemaat yang ada diarahkan dan dipersiapkan menjadi pemimpin yang efektif di masa sekarang ini. Dalam penulisan karya ilmiah ini di perlukan metode penelitian yang tepat, maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan menggunakan dasar teori dari berbagai sumber Penulis juga melakukan pengambilan data di lapangan dengan metode wawancara kepada partisipan yang berhubungan langsung dengan ketua Family Care masa kini. Kata-kata Kunci : Kepemimpinan. Multiplikasi. Family Care. PENDAHULUAN Multiplikasi sel jemaat dalam sebuah gereja Tuhan adalah suatu keharusan dan Tuhan memberikan pada segala sesuatu kemampuan pada gereja-Nya melalui komunitas kecil pertumbuhan rohani yang maksimal. Sel adalah organisme hidup yang memiliki kapasitas untuk bereproduksi dan gembala distrik mengajarkan bahwa ini adalah dasar yang benar dari sel sebuah (Comiskey 1. Multiplikasi sel ini sangat terkait erat dengan Family Care, yang mutlak gereja perlu melihat ini sebagai hal yang mendesak agar dapat melakukan pembinaan-pembinaan terhadap para pemimpin ketua Family Care sehingga termotivasi kembali dalam mengemban kepemimpinan dalam kelompok yang Family Care melainkan juga memperhatikan kebutuhan jasmani umat Tuhan. Kristus mengutus para rasul sebagaimana dahulu Ia diutus oleh Bapa-Nya . Yoh 20:. Para Rasul memilih tujuh diakon untuk tujuan pelayanan . Kis 6:. Mereka dipilih oleh para rasul agar semakin banyak orang bisa Family Care dipanggil untuk menjadi sarana keselamatan, baik secara jasmani maupun rohani. Sebagai contoh, dapat diihat dari rekam jejak dari pada gereja yang dipimpin oleh Yonggi Cho di Korea Selatan, dengan jumlah jemaat yang begitu banyak. Penulis menyelidiki bahwa ternyata salah satu faktor yang sangat esensial dalam pelipatgandaan jemaat atau mulitiplikasi kata kuncinya adalah Family Care. Pemimpin Family Care yang berperan aktif dalam menjalankan tugas dan fungsinya maka mereka sudah menjadi para pemimpin yang visioner, mereka telah mengerjakan apa yang JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 menjadi visi dari pada Family Care itu Bagi orang-orang yang melihat visi, maka visi itu nyata, meskipun visi ini masih sebuah perspektif dari kenyataan atau realita yang belum ada, visi sangatlah jelas dalam pikiran bagi seorang visioner sehingga akan menjadikannya sebagai gambaran yang memberi motivasi dan menggerakan pelayanan, serta berfungsi sebagai pedoman dalam mengambil kepetusan serta mengukur kemajuan. Dalam melakukan pelayanan sebagai salah satu dari pemimpin dikelompok Family Care di salah satu gereja besar di batam, penulis mendapati bahwa peran gereja kurang memprioritaskan kelompok Family Care sebagai ujung tombak dari sebuah pelayanan atau yang lebih familiar dengan istilah menjadi gereja sel. Joel berkata,karena itu apa sebenarnya gereja? Dalam istilah sehariAehari , menempatkan kelompok selnya yang evangelistik pada pusat pelayanannya. Pelayanan sel bukanlah Auprogram lainAy sendiriAy. (Comiskey 1. Berbicara kepemimpinan tentu bukanlah hanya sekedar identitas ataupun jabatan, namun juga terkait pada pola Pola kepemimpinan secara umum bisa dimaknai sebagai Sehingga, berlebihan bila penulis menyebutkan pola kepemimpinan menjadi sebagai pokok central dalam sebuah organisasi. Maxwell kapalnya, namun hanya pemimpinlah yang menentukan arahnya. (Maxwell 2. Pernyataan ini tentu memberikan pengertian yang cukup jelas dan mudah Ted W. Engstrom & Edward R. Dayton menuliskan sebagai berikut: Pola kepemimpinan merupakan posisi, perusahaan mempunyai para pemimpin. Organisasi mempunyai para pemimpin. Kepemimpinan adalah suatu hubungan. Mungkin orang Ae orang E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 mengikuti karena inspirasi, kepentingan pribadi, atau karena struktur organisasi, adaAy. (Engstrom. and Dayton 2. Pemimpin dan pola kepemimpinan kekuasaannya untuk memengaruhi orang lain agar melaksanakan aktifitas tertentu yang di arahkan pada tujuan yang telah di Sebagaimana diungkapkan oleh Bennie E. Goodwin II,(II, s. ) Pemimpin Ae pemimpin yang efektif adalah orang yang suka bertindak. Mereka bermimpi dan melihat pengelihatan. Mereka memiliki cita Ae cita, pengharapan dan sasaran. Tetapi keefektifan mereka bukan diukur dari hal Ae hal yang tidak dapat di rabah ini. Kepemimipnan yang efektif dinilai dari apa yang dihasilkannya. Untuk menjadi pemimpin yang berhasil, seseorang harus menyebabkan sesuatu terlaksana. Ay Salah satu ukuran keefektifan seorang pemimpin dalam menjalankan organisasi adalah bagaimana pemimpin bisa melahirkan pemimpin berikutnya . danya kaderisasi pemimpi. Pola kaderisasi dalam kelompok sangat penting untuk sebuah pengembangan organisasi apapun termasuk di dalamnya organisasi gereja khususnya dalam lingkup organisasi Maxwell berkata. AuUntuk menambah pertumbuan pimpinlah para pimpinlah para pemimpinAy. (Maxwell 2. Pada tulisan ini, penulis memiliki pemahaman bahwa kaderisasi adalah salah satu aspek yang sangat penting dan berdampak dari praktek pelayanan kelompok sel atau yang disebut juga dengan FAMILY CARE (Family Car. yang dipimpin oleh seorang ketua FAMILY CARE, sasaran dari setiap kelompok FAMILY CARE adalah untuk mencapai Apresiasi kelompok yang berhasil bukan harus berorientasi kepada uang atau materi tetapi diwakili dengan ucapan kata AuselamatAy atas prestasi dan keberhasilan dalam mejalankan Family Care sebagai bentuk pengakuan. AuJika seseorang telah berhasil mencapai ini dan sedang melatih pemimpin, orang tersebut menerima promosi di dalam gereja. Namun bila hal itu tidak segera terjadi orang tersebut paling JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 tidak akan menerima penghargaan yang jelas dan positif dari dalam gerejaAy. Berdasarkan permasalahan serta data-data yang dipaparkan pada paragraph-paragraph di atas maka penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian lebih mendalam sehingga penulis mengangkat judul AuPola Kepemimpinan Yang Efektif Dan Implikasinya Terhadap Multiplikasi ketua Family Care masa kini. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 yang menyebut dengan Cool, istilah kelompok sel yang dipakai oleh Gereja Bethel Indonesia (GBI) di bawah gereja menyebutnya KESAN, singkatan dari Kelompok Saling Memerhatikan, yang dikenal di kalangan Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan Masa Depan Cerah. Ada juga yang mengenal kelompok sel dengan sebutan Gol, yaitu kalangan Gereja IFGF GISI. Ada juga yang memakai sebutan Komsel Berkat, yaitu Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bethel yang digembalakan oleh Pdt. DR. Julius Ishak Abraham. MSC dan Pdt. Rubin Adi Abraham. Th. Ph. Ada juga yang menyebut Perak, di kalangan Gereja Utusan Pentakosta (GUP) Bandung Sedangkan GBI ROCK yang digembalakan oleh Pdr Ir Timotius Arifin Tedjakusuma Komunitas Sel Mesianik (KM). Gereja Bethany di bawah penggembalaan Pdt. Dr. Abraham Alex Tanuseputra menyebut kelompok selnya dengan sebutan Family Altar (FA). Pdt. Ir. Eddy Leo. MTh. Abbalove Ministry menerapkan gereja sel yang jumlahnya sudah delapan ribu jemaat gereja sel. Gereja Abbalove menyebut kelompok sel sebagai Komunitas Sel (KOMSEL). Gereja Injili Indonesia (GII) Hok Im Tong Bandung menyebut kelompok sel dengan Care Group. Berbeda dengan semuanya. Gereja Mawar Sharon Surabaya mengunakan nama Connect Group (CG) untuk mengganti nama kelompok sel. Dan dalam Gereja Bethel Indonesia Gedung Tabgha menggunakan istilah Family Care. Meskipun dalam penyebutan dan pemaikaian istilah dalam gereja-gereja di Indonesia berbeda-beda. Namun secara berkembang saat ini mempunyai garis besar yang sama, yakni mencakup pengenalan arti kelompok sel, agenda kepemimpinan, dan seberapa jauh peran seorang pemimpin dalam perkembangan kelompok sel untuk menuju pertumbuhan gereja dan pertambahan jemaat. Multiplikasi Ketua Family Care Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Familiy Care merupakan istilah untuk menyebutkan Kelompok Sel di salah satu Gereja Bethel Indonesia, yang dimaksud dengan Kelompol Sel? Kelompok sel adalah komunitas hidup bersama dalam kelompok kecil yang disebut keluarga Allah (Oiko. (Tarigan 2. Setiap anggota ada relasi dan komunikasi dan saling berinteraksi satu sama lain (Ef. 2:18-22. Kis. 2:42-47. Ibr 10:24-. Kelompok sel seperti tubuh, sel merupakan bagian tubuh yang . Kelompok sel yang sudah diterapkan dalam jemaat mula-mula merupakan dasar Alkitabiah bagi gerejagereja yang menerapkan system kelompok sel pada masa kini. Dalam banyak teori yang membahas seputar kelompok sel. Teori-teori inilah yang kemudian menjadi dasar bagi praktek kelompok sel. Kelompok sel merupakan bagian terkecil gereja, yang hidup dan terus bermultiplikasi. Dalam bukunya Tedjo mengutip Setiawan, kelompok sel adalah keluarga Kristus atau keluarga rohani yang merupakan cara efektif agar gereja dapat menggembalakan umat Allah dengan baik. (Tedjo 2. Dalam konsep tentang kelompok sel ini dipelopori oleh seorang pendeta David Yonggi Cho dari Korea Selatan dan Penggembalaan Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo. Ada Gereja-gereja di indonesia menyebut kelompok sel dengan sebutan berbeda-beda. Ada Dasar Firman Tuhan Multiplikasi Seorang Kristen pertama-tama perlu memiliki kesadaran JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 akan siapa yang telah memanggil dia dan siapa yang dia layani. Sebab setiap orang yang dipanggil oleh Allah harus pegang setiap janji-Nya, sebab tanpa Allah kepemimpinannya tidak dapat mencapai hasil yang diharapkan (Yohanes 15:. Oleh karena itu iman seorang pemimpin Kristen harus sepenuhnya berharap dan bergantung kepada Tuhan agar melalui keteguhan imannya para pengikut-Nya pun tetap berkobar dalam pertandingan mengiring Kristus, sebab seorang pemimpin dalam kepemimpinannya harus dapat menjadi teladan dalam Dalam Perjanjian Lama ditemukan model kepemimpinan yang mengikuti pola Allah. Istilah ini dikenal dengan AuTheokrasiAy, di mana Allah langsung menuntun, membimbing, melindungi dan menjamin kehidupan umat. dalam konteks Perjanjian Lama sangat keberhasilan seorang pemimpin yang optimal dengan penyertaan Allah yang Penyimpangan Saul dengan melakukan yang jahat di mata Tuhan . Sam. , menyebabkan Allah murka sehingga Ia mengganti Saul sebagai pemimpin seluruh bangsa Israel. Dengan demikian Allah melihat bahwa seorang pemimpin yang baik bukan lagi tergantung dari rupa dan penampilan melainkan dari hati yang Maxwel menuturkan: AuSegala sesuatu, jatuh bangunnya tergantung pada pemimpin. (Maxwell 1. Dalam Allkitab, khususnya Perjanjian Lama. Sanders mengatakan, bahwa ketika Allah benarbenar menemukan seseorang yang sesuai dengan tuntutan kerohanianNya, yang rela memenuhi segala tuntutan kepemimpinan. Ia memakainya tanpa memedulikan segala kelemahan (Sanders 1. Kehidupan pribadi, yaitu apa yang dilakukan pemimpin saat ia tidak menentukan apa yang harus muncul di Apa yang terjadi dalam kehidupan berpengaruh pada apa yang E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 terjadi di depan umum. Menjadi pemimpin harus menjaga kehidupan rohaninya dengan baik. Kehidupan sosial, ia harus memiliki karakter yang baik dalam Kehidupan pernikahan dan keluarga, syarat untuk menjadi pemimpin harus memiliki karakter yang baik dalam pernikahan dan Kehidupan keuangan, harus memiliki karakter yang baik dengan Daud memiliki karakter yang Dia penggubah lagu-lagu yang paling disukai oleh bangsa Israel dalam Mazmur. Daud menjadi raja atas pilihan Allah sendiri atau Allah sendiri. Allah memilihnya karena dia adalah seorang yang tulus hati dalam mengerjakan pekerjaan atau dalam melaksanakan tugas yang telah diberikan kepadanya . Sam. 16:1-. Allah memilih Daud sebagai raja atau pemimpin bagi bangsa Israel bukan karena parasnya yang elok karena bukan tampangnya yang dilihat Allah kepada seorang pemimpin. Artinya, untuk menjadi seorang pemimpin bukan fisiknya yang bagus dan materi atau kekayaannya yang Allah mengatakan bahwa yang dilihat kepada seorang pemimpin adalah hatinya. Allah memilih Daud sebagai raja atau menjadi pemimpin kepada bangsa Israel bukan . a kemerahmerahan, matanya indah dan parasnya elo. , tetapi karena Allah melihat Daud seorang manusia biasa yang memiliki keberanian. Sehingga, pada akhirnya Tuhan berfirman kepada Samuel untuk mengurapi Daud sebagai raja atau sebagai pemimpin bangsa Israel. Kelompok sel sangat relevan dengan pertumbuhan gereja, karena pertumbuhan gereja itu adalah sebuah menggabungkan prinsip-prinsip kekal Firman Allah dengan ilmu perilaku sosial. Penulis menggunakan istilah kelompok sel sebagai mesin pertumbuhan rohani dan penginjilan yang efektif. Untuk kepemimpinan bekerja dan seperti apa pola yang diterapkan merupakan hal yang benar-benar penting. Tidak cukup hanya mengamati sifat-sifat, atau perilaku saja, atau hanya konteks situasi semata. Karakter dasar seseorang memang JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 relevan untuk kepemimpinan. Namun, sifat kepribadian saja tidak cukup untuk menjelaskan atau memahami sifat dasar Perilaku- perilaku yang diperlukan bagi kepemimpinan yang efektif bukan sekadar keterampilanketerampilan semata, perilaku-perilaku itu sangat kompleks dan seringkali hampir tidak kentara. Tambahan lagi, perilaku-perilaku tersebut ditentukan secara bersama oleh karakter pemimpin dan konteks situasional. Oleh karena itu dalam bukunya Marshall dan Molly berpendapat, harus diakui bahwa tidak mudah membangun sebuah pendekatan (Sashkin. Marshall 2. Kepemimpinan elemen yang penting dalam suatu termasuk organisasi-organisasi kecil di dalamya seperti kelompok Family Care. Kepemimpinan memberikan kontribusi yang vital bagi kemajuan organisasi. Kepemimpinan memiliki pengaruh baik kemunduran, kepemimpinan sangat menentukan maju atau mundurnya, sukses atau tidaknya suatu organisasi atau lembaga. Dari berbagai corak dan kepemimpinan yang ada, kepemimpinan yang sehat dan efektif adalah kepemimpinan yang biblikal. Karena semakin dekat prinsip, pola dan praktek kepemimpinan suatu organisasi pada nilai-nilai Alkitab, semakin besar kemungkinan prinsip, pola dan praktek kepemimpinan tersebut menghasilkan sistem yang transparan dan bertahan Termasuk dalam regenerasi tampuk kepemimpinan. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Namun demikian, ada kekurangan akan orang yang diurapi dan dikuasai Allah, yang lebih besar daripada sekarang untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak ini. Memang dalam naturnya manusia tidaklah sempurna, termasuk dalam aspek-aspek pola kepemimpinannya. Dengan demikian tetaplah akan ditemukan kekurangan dan kelemahan dalam kepemimpinan Kristen Apakah artinya menjadi seorang pemimpin, apa yang perlu dilakukan seorang pemimpin untuk menjadi seperti yang Allah kehendaki? Apakah artinya menjadi seorang pemimpin seperti yang Allah kepemimpinan yang efektif? Untuk memberikan jawaban penulis akan kepemimpinan dalam sudut padang ke Kristenan yang tentu berpondasi kepada nilai-nilai Alkitab. Pada dasarnya memang kepemimpinan Kristen berbeda dari bentuk-bentuk kepemimpinan yang lain dalam hal motivasinya, yaitu alasan dari tindakan-tindakannya. Dalam bagian ini penulis akan menguraikan beberapa tokoh Alkitab pola-pola kepemimpinan dalam Alkitab. Hal ini bukan untuk mengkotak-kotakkan melainkan penulis hendak menyuguhkan kepada pembaca bahwa ragam kepemimpinan itu memiliki daya tarik yang berbeda bagi pengikut-pengikutnya Memahami kepemimpinan Musa. Musa adalah salah seorang pemimpin besar dalam Perjanjian Lama. Sepak terjangnya dalam dunia kepemimpinan diperolehnya dari setiap pengalaman hidup yang menuntutnya untuk selalu belajar. Pengalaman hidup Musa menjadi alat Tuhan untuk membentuk dan menyatakan rencana-Nya kepada Musa, bahwa Ia bermaksud menjadikan Musa seorang pemimpin besar yang mengantarkan Israel Allah memilih Musa menjadi Allah juga bermaksud memperlengkapi Musa dengan semangat tidak mudah menyerah, syarat penting yang dibutuhkan olehsetiap pemimpin Saat memimpin umat Allah keluar dari perhambaan di Mesir, kitab Keluaran Kepemimpinan Kristen Istilah kepemimpinan dipakai oleh orang Kristen maupun non Kristen, tetapi hal ini tidak berarti mereka mempunyai konsep kepemimpinan yang Agak sedikit berbeda dalam Kristenan Yesus memperkenalkan gaya kepemimpinan yang baru kepada dunia, sebagaimana yang tersurat dalam injil (Markus 10:4. (LAI 2. Sifat ilahi gereja adalah menghendaki kepemimpinan yang lebih tinggi daripada kepemimpinan manusia. JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 dan Bilangan mencatat bahwa ada tiga peristiwa dalam kepemimpinan Musa di mana Musa membutuhkan bantuan sebagai pendamping atau pemimpin yaitu, pertama, ketika Musa diberikan Harun oleh Allah untuk membantunya mendatangi Firaun. Karena Musa keterbatasannya dalam hal kemampuan alami (Kel. Kedua, peristiwa perselisihan selaku seorang hakim menjadi terlampau berat. Musa akhirnya menuruti nasehat ayah mertuanya dan menetapkan orang orang lain untuk membantu Musa (Kel. 18:14-. Ketiga, beban rohaninya dalam berdoa syafaat untuk umat Israel sambil berupaya mengembangkan karakter mereka telah menjadikan Musa kewalahan dan jawaban Allah menunjukkan 70 tua-tua Israel Musa (Bil. 11:14-. Hati seorang Daud. Daud adalah raja yang mampu merubah orang-orang yang dianggap sampah masyarakat menjadi orang-orang yang dihormati masyarakat. Alkitab dengan jelas mencatat latar belakang pengikut Daud di 1 Samuel 22:2. Mereka adalah orang-orang yang dipenuhi masalah, orang-orang yang dikejar debt collector, orang-orang yang sakit hati, dan orangorangyang dibuang masyarakat. Saat mereka mendengar bahwa Daud, hamba Allah itu masuk ke dalam Gua Adulam, maka berkumpullah seluruh keluarganya dan juga orang - orang yang sakit hati, yang dalam kesukaran dan yang dikejar tukang piutang berkumpul bersama dia. Maka Daud memimpin mereka yang jumlahnya sekitar 400 orang. Setelah dipimpin dan dihajar oleh Daud, orang-orang ini akhirnya menjadi tangan kanan Daud, pemimpin dari seluruh pasukan dan tentara Daud . Sam. 23:8-39. 1 Taw. 10:10-47. 1 Taw. Alasan yang membuat Daud menjadi pemimpin besar adalah sudut pandangnya yang unik. Daud adalah seorang yang lurus hati dan setia. Tidak mengherankan jika Yonathan tertarik bersahabat dengannya. Daud melihat segala sesuatu dari kacamata Allah-nya E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 yang besar. Allah yang memungkinkan segala sesuatu. Allah yang membuat yang tidak ada menjadi ada. Allah yang adil. Allah yang benar. Allah yang setia dengan janjinya. Allah yang mencintai manusia dan Allah yang memilih bangsa Israel untuk menjadi umat pilihan-Nya Dasar inilah yang dipegang teguh oleh Daud di setiap Kita, manusia yang hidup saat ini menyebut ini semua dengan kata idealisme, prinsip, atau integritas. (Adi Mengenal Kepemimpinan Nehemia. Kitab Nehemia mencatat bahwa Nehemia membangun kembali tembok Yerusalem. Hidup kerohanian Nehemia sebagai orang yang mengandalkan doa selain itu ia juga seorang pemimpin yang tegas, bijaksana, dan tabah dalam mengerahkan penduduk Yerusalem untuk membangun kembali temboknya yang hancur hanya dalam 52 hari sekalipun terjadi perlawanan berat dari dalam dan dari luar kota itu. Meneladani Kepemimpinan Daniel. Daniel memberi teladan praktis dan bersifat pribadi bagi pergumulan kita. adalah contoh dari orang yang karirnya mencapai posisi dengan kekuasaan dan prestise besar dalam sistem dunia, namun yang tidak pernah mengkompromikan prinsip-prinsip Alkitab. menunjukkan kepada kita cara menjalani hidup rohani yang utuh di bawah tekanan dunia sekuler. Mereka yang mengalami godaan untuk menyerah terhadap tekanan semacam itu akan banyak belajar dari Daniel. Hakikat Kepemimpinan Untuk memperoleh pengertian yang benar terhadap sesuatu maka hal pertama yang harus pahami dan dikuasai adalah tentang hakikat. Orang-orang dalam berada dalam sebuah zona kepemimpinan adalah manusia baik dalam pemimpin maupun dalam posisi sebagai yang dipimpin. Ini hal yang sangat penting Tanpa pemahaman yang benar dan menyeluruh tentang hakikat dan martabat manusia maka penulis tidak akan mungkin mampu menjadi seorang pemimpin, yang baik dan mampu melahirkan pemimpin yang baru. JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 Kepemimpinan telah menjadi subjek dari banyak penelitian sejak Hal ini dapat dilihat pada literatur kuno baik Mesir. Cina maupun literatur kuno India yang menyoroti pentingnya kepemimpinan dan peran dari seorang Literatur India seperu Mahabhrata dan Ramayana juga penuh (I. Simarmata 2. Kepemimpinan didefenisikan orang sesuai sudut pandang masingmasing, meskipun sudah banyak defenisi kepemimpinan tetapi tidak satupun yang memuaskan semua Sejauh mendefenisikan kepemimpinan pada akhirnya kembali kepada apa yang menjadi hakikat dari kepemimpinan itu Kepemimpinan Sehingga tidaklah heran, seni atau pola-pola teori-teori Baik dalam dunia kepemimpinan secara umum maupun secara khusus seperti dalam perspektif ke Kristenan. Namun, perkembangannya kepemimpinan yang efektif menjadi penting karena akan membuat suatu perbedaan. Perbedan ini muncul dalam kehidupan para pengikut, di dalam suatu kelompok atau Terdapat juga perbedaan dalam kinerja kelompok atau organisasi, dan sudahlah pasti akan timbul suatu perbedaan penting dalam organisasi itu sendiri sebagai hasil dari kepemimpinan yang efektif dan komprehensif. Secara umum memang sebagian besar teori tentang kepemimpinan berfokus pada seperangkat perilaku atau keterampilan tertentu, pada karakteristik-karakteristik pribadi tertentu dari para pemimpin, atau pada konteks organisasional dari (Sashkin 2. Sebagai sebuah tahap awal dalam penelitian ini penulis berusaha untuk membaca dan membandingkan beberapa literatur berkenaan dengan Dan menemukan bahwa sebagain besar peneliti dan orang-orang akademis di bidang kepemimpinan menyatakan E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 bahwa kepemimpinan berbicara tentang memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan yang dijabarkan oleh pemimpin. Dan ada juga yang berpandangan bahwa peran pemimpin adalah untuk membuat suatu makna bagi para Tentu kedua pandangan tersebut tidak salah dan dapat diterima secara umum. Karena hemat penulis, dalam realisasinya kepemimpinan akan di golongkan dalam dua kategori yaitu kepemimpinan yang berhasil menjalankan tugas kepemimpinannya dengan baik dan dapat mengakhirnya dengan baik pula . inishing-wel. Dan kepemimpinan yang kepemimpinannya dengan baik, serta tidak ada pemimpin baru yang dihasilkan untuk meneruskan karyanya, dan pada akhirnya berakhir dengan menyedihkan. Inilah yang penulis maksudkan sebagai hakekat Dengan menyimpulkan bahwa pada hakikatnya kepemimpinan bukanlah ditentukan oleh besarnya lembaga yang dipimpin dan tingginya posisi atau jabatan yang kekuasaan yang ada di dalam genggaman seseorang, namun ditentukan oleh seberapa besar pengaruh yang dapat diberikan kepada orang-orang yang dipimpin dan bagaimana ia membangun hubungan yang berkualitas dengan orangorang yang ada di sekitarnya. Hakekat kepemimpinan secara sederhana akan penulis buat dalam mempermudah para pembaca mengerti dari buah pikiran penulis. Table SEQ Table \* ARABIC 1. Hakekat Kepemimpinan JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Kepemimpinan karismatik . harismatic leadershi. yang dimaksud bisa dipahami sebagai kondisi ataupun bakat yang dihubungkan dengan keahlian yang luar biasa dalam perihal kepemimpinan seorang buat membangkitkan pemujaan serta rasa kagum dari warga terhadap dirinya ataupun atribut kepemimpinan yang didasarkan atas mutu karakter orang. Alasan mengapa kepemimpinan karismatik sering membingungkan ialah karena baik transformasional maupun karismatik kelihatannya sering bertindak dalam cara yang mirip. Kedua tipe tersebut mengomunikasikan apa yang tampak sebagai suatu visi yang jelas. Keduanya konsistensi dalam tindakannya, sehingga para pengikut mengembangkan rasa percaya terhadapnya. Kedua tipe tersebut terhadap para pengikutnya. Kedua tipe ini memberitahu para pengikutnya bahwa karismatik adalah bagian dari suatu rencana jangka-panjang yang lebih besar. Namun, perbedaannya melakukan hal itu hanya di permukaan Pemimpin transformasional lebih peduli dengan substansi, bukan pada Tujuan transformasional adalah memberdayakan para pengikut: sementara tujuan akhir pemimpin karismatik adalah melemahkan para pengikutnya dan menciptakan Ketika pengikut merasa seorang pemimpin memiliki karisma yang besar, hal ini bisa berarti tidak lebih dari bahwa pemimpin tersebut menggunakan banyak perilaku yang menghasilkan Pola Kepemimpinan Karismatik Sashkin menyatakan adanya pola hubungan pemimpin dan pengikut kepemimpinan karismatik di mana pengikut di sini adalah orang-orang yang mempunyai ketergantungan dengan seorang pemimpin. Para pengikut kepemimpinan karismatik ini akan memposisikan sendiri dirinya untuk menuruti keinginan-keinginan pemimpin dalam segala hal. Sementara seorang pemimpin dalam kepemimpinan karismatik ini didorong adanya kebutuhan akan kekuasaan yang ditunjukkan melalui Pemimpin karismatik mengontrol orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menciptakan hubungan antar personal yang bertujuan agar orang sehingga orang tersebut menjadi pengikut yang patuh dan memiliki ketergantungan dengannya. Seorang pemimpin karismatik mengubah para pengikutnya dengan perubahan tujuan, kepercayaan, dan harapan pengikut. Pemimpin karismatik ini mengubahnya dengan menampilkan karisma yang ada di dalam pribadinya. Berdasarkan model kepemimpinan karismatik di atas dapat dijelaskan bahwa suatu budaya organisasi adalah kunci dalam kepemimpinan karismatik. Dimana kinerja tinggi pengikut dapat diperoleh dari budaya organisasi yang adaptif, yaitu penyesuaian terhadap Sehingga mendapatkan budaya organisasi yang kepemimpinan karismatik. Seseorang karismatik merupakan orang yang penuh tenaga natural serta positif Bila seorang secara natural karismatik, ia jadi sangat Ini merupakan sesuatu watak yang tidak begitu gampang Pemimpin mendesak mereka buat jadi yang Pemimpin tipe ini selayaknya terencana diturunkan di alam ini serta kerap kali dibanding dengan pahlawan. Pola Kepemimpinan Transformasional Bila kepemimpinan transaksional memusatkan perhatiannya pada transaksi karyawan yang melibatkan hubungan Pertukaran didasarkan pada kesepakatan mengenai tugas yang harus dilaksanakan dan penghargaan atas pemenuhan tugas tersebut . Sedangkan dengan kepemimpinan transformasional, atau JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 sering juga disebut kepemimpinanan kharismatik, pemimpin menciptakan visi dan lingkungan yang memotivasi para karyawan untuk berprestasi melampaui Dalam hal ini para karyawan merasa percaya, kagum, dan hormat kepada pemimpinnya sehingga mereka termotivasi untuk melakukan lebih apa yang diharapkan dari mereka. Bahkan Mereka jarang melampaui apa yang mereka perkirakan dapat mereka Model pemimpinan yang berkembang pesat dalam dua dekade terakhir ini didasarkan lebih pada upaya pemimpin untuk mengubah berbagai keyakinan, dan kebutuhan para Kepemimpinan transformasional didefinisikan sebagai kepemimpinan yang mencakup upaya perubahan organisasi . ebagai lawan kepemimpinan yang dirancang untuk mempertahankan status qu. (Handoko and Tjiptono 1. Diyakini bahwa gaya ini akan mengarahkan pada kinerja superior dalam organisasi yang sedang menghadapi tuntutan pembaharuan dan E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 berhak menjadi yang terbesar di bumi, khususnya dalam sistem pemerintahan. Awal pertengkaran mereka berasal dari permintaan ibu Yohanes dan Yakobus agar Yesus berkenan untuk menempatkan mereka berdua, kelak, duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus ketika sudah berada di dalam Kerajaan Sorga . Permintaan ini adalah permintaan yang wajar, karena hal ini sangat berkaitan dengan janji Yesus yang mengatakan bahwa siapa pun yang percaya kepada Anak akan percaya kepada Bapa, dan barang siapa hidup di dalam Anak akan hidup pula di dalam Bapa. Jadi jika Anak, suatu saat, pergi ke rumah Bapa, maka setiap orang yang percaya juga akan pergi dan hidup di rumah Bapa . Yoh. 14:1-. Jadi tidaklah berlebihan jika ibu dari kedua murid tersebut meminta dan mencoba mengingatkan Yesus anaknya duduk bersama dengan Yesus ketika sudah berada di rumah Bapa. Permasalahan muncul ketika para murid yang lain menangkap permintaan ibu Yohanes dan Yakobus ini dalam perspektif yang berbeda. Mereka melihat dan menduga bahwa permintaan ibu Yohanes dan Yakobus ini sangat berkaitan masalah kekuasaan Mereka menduga bahwa permintaan ini erat dengan keinginan untuk menjadi AowakilAo dari Yesus yang berkaitan dengan dimilikinya kekuasaan memerintah bagi kedua anaknya sebagai konsekuensi dari penempatan mereka di sisi kanan dan kiri Yesus. Inilah yang menjadi pangkal pertengkaran mereka, karena pada dasarnya para murid yang lain pun sangat menginginkan jabatan dan kuasa tersebut. Jadi pertengkaran ini kuasa dan jabatan untuk memerintah dunia. Terjadi pergeseran pemahaman, yang semula Yohanes dan Yakobus meminta agar anak-anaknya dapat duduk di sisi kanan dan kiri Yesus ketika di rumah Bapa, namun pemahaman ini digeser oleh para murid lainnya menjadi kecurigaan bahwa ibu Yohanes dan Yakobus meminta agar kedua anaknya itu diangkat menjadi wakil Yesus untuk memerintah dunia. Yesus melerai pertengkaran mereka dengan menjabarkan satu Landasan Teologis Dalam pengamatan penulis, salah satu yang dapat dijadikan dasar Alkitabiah kepemimpinan Kristen adalah Matius 20:20-28. Memang ada Alkitabiah dari kepemimpinan Kristen, tetapi sengaja penulis menggunakan perikop di atas dengan alasan bahwa melalui perikop ini Yesus meletakkan sendi-sendi kepemimpinan yang sangat khas, yaitu kepemimpinan yang didasarkan atas kesediaan untuk melayani, dan hal inidikontraskan dengan model-model Melalui peletakan sendi-sendi kepemimpinan ini. Yesus sekaligus memproklamirkan model kepemimpinan yang dibangunNya melalui dilakukan-Nya selama berkarya di Kisah dalam Matius 20:20-28 menceritakan tentang pertengkaran yang terjadi di antara para murid tentang siapa yang terbesar di antara (Maiaweng 2. Pertengkaran tersebut berkisar tentang siapa yang JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 kepemimpinan dunia. E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 mengenai rancangan penelitian yang meliputi prosedur dan langkah-langkah, waktu penelitian, sumber data, dan metode analisis yang digunakan. (Sugiyono Penelitian pengetahuan memainkan peran penting dalam pembangunan ilmu pengetahuan, penelitian menempatkan posisi yang paling urgen dalam ilmu pengetahuan, yaitu untuk mengembangkan dan melindunginya dari Dalam posisi fungsi ini, penelitian memiliki kemampuan untuk meng-upgrade ilmu pengetahuan sehingga tetap up-to-date, canggih, aplicated, dan Pada dasarnya ilmu pengetahuan itu terus berkembang dan bersifat dinamis, sejalan Selama manusia itu hidup dan berkembang di muka bumi ini, maka beragam fenomena baru akan terjadi. Untuk memahi berbagai fenomena baru tersebut diperlukan ilmu pengetahuan baru yang dilahirkan melalui penelitian dengan menggunakan metodologi yang tepat. Dari pemaparan diatas dan dengan berbagai tahapan yang harus dilewati, dapat dikatakan bahwa penelitian merupakan suatu usaha sistematis yang dilakukan peneliti untuk . tujuan meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan yang dapat dikomunikasikan dan diuji oleh peneliti lain pada waktu yang lebih kemudian. Topik dalam penelitian ini adalah AuPola Kepemimpinan Yang Efektif Implikasinya Terhadap Multiplikasi Ketua Family Care masa kiniAy. Penelitian ini berusaha untuk merumuskan bagaimana memberikan implikasi bagi para pemimpin khususnya ketua-ketua Family Care. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan penedekatan kualitatif kepemimpinan yang efektif terhadap multiplikasi ketua Family Care di dalam Gereja. Pengambilan Simple Random Sampling merupakan cara pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Kerangka Berpikir Berdasarkan kajian teori di atas, maka penulis membangun kerangka berpikir dalam penelitian ini. Adapun kerangka berpikirnya, sebagai Djasmany dalam tulisannya mengutip Sugiyono AuKerangka berpikir adalah sintesa yang mencerminkan keterkaitan antara Variable yang diteliti memecahkan masalah penelitian serta merumuskan hipotesis penelitian yang berbentuk bagan alur yang dilengkapi penjelasan kualitatifAy. (Djasmany 2. Dalam pemahaman penulis kerangka berpikir merupakan pondasi dasar yang sangat penting dalam proses rangkaian METODE PENELITIAN Secara penelitian pada dasarnya dipahami sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan Dalam bukunya Sugiyono mendefenisikan bahwa. Metodologi penelitian, yaitu urutan kerja atau alat-alat . apa saja yang digunakan mengumpulkan dan selanjutnya tehnik penelitian tersebut. Jadi, metode JURNAL TABGHA Volume 4 No. 2 Oktober 2023 Metode yang digunakan dalam metode kualitatif, metode kuantitatif, metode studi pustaka, maupun metode Metode yang digunakan untuk tersebut harus dijelaskan secara terperinci disertai dengan tahapantahapan E-ISSN 2830-5299 P-ISSN 2722-6190 Christianity:Perjanjian Lama. YOGYAKARTA: andi. Comiskey. Joel. Ledakan Kelompok Sel. Jakarta: Meta Noia. Djasmany. AuPengaruh Promosi Dan Pengembangan Produk Terhadap Peningkatan Hasil Penjualan. Ay Jurnal Semarak 1 . : 146. Engstrom. Ted W. , and Edward R. Dayton. Seni Manajemen Bagi Pemimpin Kristen. Bandung: Kalam Hidup. Handoko, hany, and Fandy Tjiptono. AuJurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia. Ay Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia 11 . Simarmata. Nenny. Kepemimpin Dan Pengambilan Keputusan. medan: Yayasan Kita Menulis Anggota IKAPI. LAI. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan. Jakarta: Gandum Mas. Maiaweng. Peniel S D. Kebesaran Seorang Pemimpin. Suatu Refleksi Terhadap Matius 20:20-28Ay,Ay in Kepemimpinan Kristen Yang Membumi. Ed. Nasokhili Giawa. Jakarta: YT Leadership Foundation. Maxwell. John C. Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda. Georgia: Equip. Injoy. Inc. AiAiAi. 21 Hukum Kepemimpinan Sejati. batam: Interaksara. Sanders. Oswald. Spritual Leadership. Chicago: Moody. Sashkin. Marshall. Molly G. Prinsip Prinsip Kepemimpinan. Jakarta: Penerbit Erlangga. Sashkin. Molly G. Prinsip Prinsip Kepemimpinan. Jakarta: Penerbit Erlangga. Sugiyono. Metodde Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Tarigan. Samuel. Generasi Pembawa Perubahan. Bandung: PT. Visi Anugerah Indonesia. Tedjo. Tony. Church Growth Trough Cell Group. YOGYAKARTA: andi. KESIMPULAN Secara garis besar sifatAesifat yang harus dimiliki oleh seorang ketua FC yaitu energi secara fisik dan mental. Skill, kemampuan berkomunikasi, kestabilan emosional, human relationship, dan Mampu juga berorientasi kepada hubungan manusia yaitu mampu memotivasi, bekerjasama, dan bergaul dengan anggota FC nya. Pertumbuhan percaya tidak dapat dipisahkan dari usaha untuk mengasihi yang terhilang seperti domba tersesat. Peranan gereja dalam multiplikasi ketua Family Care ialah terciptanya anak-anak Tuhan yang akan bergerak untuk menuai jiwa-jiwa perpanjangan tangan dari Gembala senior gereja atas setiap jiwa-jiwa. Pola kepemimpanan yang efektif terhadap multiplikasi ketua Family Care dalam sebuah gereja lokal. Pola-pola kepemimpanan yang efektif dalam suatu kelompok Family Care seyogyanya bimbingan, melatih, mempersiapkan setiap anggota dalam kelompok Family Care menjadi pemimpin-pemimpin di kelompok berikutnya. Ketua Family Care orang-orang dipersiapkan untuk pengembangan Pemimpin yang efektif tantangannya ya akan terus berjuang untuk bisa menjadi berkat dan bisa untuk melahirkan ketua-ketua FC baru dari anggota FC nantinya. DAFTAR PUSTAKA