DIMENSI. VOL. NO. 3 : 505-515 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN INFLUENCE OF LEADERSHIP AND MOTIVATION ON EMPLOYEE SATISFACTION AND ITS IMPACT ON EMPLOYEE PERFORMANCE Yandra Rivaldo 1. Sri Langgeng Ratnasari2 (Magister Manajemen. Pascasarjana. Universitas Riau Kepulauan. Indonesi. (Magister Manajemen. Pascasarjana. Universitas Riau Kepulauan. Indonesi. yandra_rivaldo@yahoo. com,2sarisucahyo@yahoo. Abstrak Keterlibatan emosional karyawan dapat memberi ruang positif bagi kepuasan dan kinerja. Penel it ian i n i bertujuan untuk mengkonfirmasi model teoritis dengan data empiris. Penelitian ini menggunakan met ode survei model kausal menggunakan teknik analisis jalur. Penelitian ini menguji hipotesis yang d i gun aka n. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Ca bang N ag oya Ba tam yang berjumlah 46 orang, sampel diambil dengan metode sensus. Hasil penel it ia n i n i t erda pat b ahw a secara langsung kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. secara l an gsung motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepemimpinan, motivasi dan kep uasan kerja secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kepemimpinan dan Motivasi mela lui kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Kinerja Karyawan. Kepemimpinan. Motivasi. Kepuasan Kerja Abstract Emotional involvement of employees can provide positive space for satisfaction a n d p erfo rma nce. Th i s study aims to confirm the theoretical model with empirical data. This study uses a ca u sal mo del su rvey method using path analysis techniques. This research examines the hypothesis used. The population in th is study is PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Nagoya Batam Branch totaling 46 people, samples taken by census method. The results of this study found that directly leadership had no significant ef f ec t o n j o b motivation directly has a significant effect on job satisfaction. Leadership, motivation and j o b satisfaction directly have a significant effect on employee performance. Leadership and Motivation through job satisfaction does not affect employee performance. Keywords. Employee Performance. Leadership. Motivation. Job Satisfaction PENDAHULUAN Sumber daya manusia adalah salah satu komponen penting, sumber daya manusia harus dikelola dengan baik sehingga pekerjaan yang dilakukan menghasilkan keluaran sesuai dengan rencana, karena sumber daya manusia adalah kunci dalam mencapai tujuan dan keberhasilan perusahaan jasa keuangan. Perkembangan perbankan tidak terlepas dari kinerja, suatu keharusan bagi setiap karyawan untuk mencapai kinerja yang baik sehingga DIMENSI. VOL. NO. 3 : 505-515 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 tujuan utama perusahaan dapat tercapai, hal ini tentunya tidak terlepas dari adanya factor kepemimpinan dan motivasi sehingga menghasilkan kepuasan kerja yang baik. Proses melaksanakan pekerjaan yang dapat dilakukan oleh karyawan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan adalah ukuran karyawan yang memiliki kinerja yang baik. penilaian kinerja adalah alat yang berguna tidak hanya untuk mengevaluasi pekerjaan karyawan, tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi karyawan (Palinggi, 2. Keterlibatan emosional seorang karyawan dengan pekerjaannya akan mengarah pada kebahagiaan dan aktif perilaku dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang diberikan kepada karyawan, itu akan merangsang dan mengarah pada peningkatan kinerja positif dan dampak yang baik pada organisasi dan pencapaian hasil kerja (Purwadi, 2. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini nampak dalam sikap positif pegawai terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang d ihadapi dilingkungan kerjanya. Meningkatkan kepuasaan kerja, perusahaan harus merespon kebutuhan pegawai, dan hal ini sekali lagi secara tidak langsung telah dilakukan berbagai kegiatan manajemen sumber daya manusia seperti dijelaskan sebelumnya. Kepuasan kerja sering dipandang sebagai kombinasi beragam emosi, nilai-nilai, dan persepsi yang dimiliki seseorang tentang tugas-tugasnya terkait dengan pekerjaan mereka (Barnett. Kepemimpinan seorang pemimpin harus mampu membangun hubungan pribadi yang baik antara mereka yang dipimpin dan mereka yang memimpin, sehingga rasa saling menghormati, saling percaya, saling membantu dan rasa persatuan bisa timbul. Seorang pemimpin harus dapat berpikir secara sistematis dan teratur, memiliki pengalaman dan pengetahuan dan dapat menyusun rencana tentang apa yang akan Kepemimpinan yang lemah tentu bias menghambat kegiatan operasional, dan sebaliknya kepemimpinan yang kuat mendorong pencapaian bawahan dan kegiatan dalam mencapai tujuan (Muafi, 2. Motivasi karyawan dengan pola pikir melakukan pekerjaan karena mereka diperintahkan oleh atasan dan mau melakukan pekerjaan jika terus dimonitor atau dipantau oleh pimpinan saat bekerja karena kesadaran diri atau atas inisiatif sendiri juga masih merupakan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas sehari-hari Motivasi disajikan dengan kekuatan yang menyebabkan perilaku yang mengarah pada pemenuhan DIMENSI. VOL. NO. 3 : 505-515 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 tujuan yang ditetapkan (Krstic, 2. Manfaat lain yang dihasilkan dari karyawan yang termotivasi adalah kepuasan kerja yang lebih tinggi (Saragih, 2. Strategi utama untuk meningkatkan motivasi seseorang adalah dengan uang (Lily, 2. Penelitian ini merumuskan permasalahan sebagai berikut: . Apakah kepemimpinan dan motivasi mempengaruhi kepuasan kerja? . Apakah kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja mempengaruhi kinerja? . Apakah kepemimpinan dan motivasi melalui kepuasan kerja mempengaruhi kinerja? Kinerja digunakan oleh manajemen untuk melakukan penilaian berkala operasional efektivitas organisasi dan karyawan berdasarkan standar, target dan target yang tela h ditentukan kriteria (Muizu, 2. Kinerja karyawan dalam suatu organisasi ditentukan oleh sikap dan perilaku karyawan untuk pekerjaan mereka dan orientasi karyawan dalam melaksanakan pekerjaan (Nizamuddin, 2. Kinerja adalah hasil atau keseluruhan tingkat kesuksesan seseorang selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar kerja, target atau kriteria target (Purwadi, 2. Kinerja sebagai hasil dari pekerjaan yang terkait dengan tujuan organisasi seperti kualitas, efisiensi, dan kriteria efektivitas lainnya (Muafi, 2. itu penilaian kinerja adalah alat yang berguna tidak hanya untuk mengevaluasi pekerjaan karyawan, tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi karyawan (Palinggi, 2. Pendapat Irwandy . memberikan batasan bahwa kinerja adalah kuantitas dan kualitas pekerjaan atau layanan yang diberikan oleh unit kerja secara keseluruhan . Kepuasan kerja juga digambarkan sebagai ungkapan individu mengenai tingkat kesejahteraan mereka terkait dengan beban kerja dan aktivitas mereka (Saragih, 2. kepuasan kerja adalah campuran dari karakteristik pekerjaan, lingkungan, dan sif at dan perasaan pribadi yang dinamis dan, bergantung pada unsur-unsur seperti perubahan rekan kerja, pengawasan, atau struktur organisasi, dapat berubah seiring waktu (Barnett, 2. Kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang yang menunjukkan perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima oleh pekerja dan jumlah yang mereka percaya harus mereka terima (Muafi, 2. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagaimana para karyawan memandang pekerjaan mereka (Winarsih, 2. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 505-515 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Kepemimpinan adalah seseorang yang dapat menentukan strategi, mampu membuat rencana, dan bias menjadi motivator bagi bawahan sehingga mereka dapat menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien (Purwadi, 2. Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain dalam suatu kelompok guna mencapai tujuan tertentu (Widodo. Kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadi conform dengan keinginan pemimpin (Syaleh, 2. Pemimpin berperan dalam meningkatkan kemampuan, komitmen, keterampilan pemahaman nilai-nilai pada organisasi serta kerjasama tim untuk memperbaiki kinerja dalam organisasi apabila pimpinan mampu menerapkan kepemimpinan yang tepat, maka karyawan akan merasa puas yang pada akhirnya mampu memperbaiki kinerjanya (Utama, 2. Motivasi didefinisikan sebagai seperangkat kekuatan energik yang datang dari dalam dan luar diri pekerja, memprakarsai pekerjaan terkait bisnis, dan menentukan arah, intensitas, dan kepastian (Nizamuddin, 2. Motivasi kerja adalah proses psikologis yang menentukan . tau memberi energ. arah, intensitas, dan kegigihan tindakan dalam aliran pengalaman yang berkelanjutan yang mencirikan orang tersebut tentang dirinya kerja (Saragih, 2. Proses aktivitas manusia yang menginspirasi, diarahkan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu disebut motivasi (Krstic, 2. Motivasi kerja adalah serangkaian kekuatan internal dan eksternal yang menyebabkan pekerja memilih cara tindakan dan mengarahkan ke tertentu perilaku (Irwandy, 2. Motivasi sering dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi perilaku dan sangat bervariasi di antaranya individu, harus sering digabungkan dengan kemampuan dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kinerja dan perilaku karyawan (Lily, 2. METODOLOGI (Material dan Metod. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode survei model kausal menggunakan teknik analisis jalur. Berdasarkan alasan penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi model teoritis dengan data empiris. Penelitian ini mencoba menguji hipotesis yang digunakan di mana penelitian ini akan mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan ku esioner DIMENSI. VOL. NO. 3 : 505-515 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 sebagai pengumpul data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Nagoya Batam. Karena keterbatasan populasi, semua anggota populasi dijadikan sampel sehingga penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan statistik parametrik menggunakan SPSS versi 23. PEMBAHASAN Pengujian instrumen penelitian dilakukan melalui uji reliabilitas dan uji validitas dengan bantuan perangkat lunak SPSS 23. Seperti yang disyaratkan oleh Ghozali . instrumen penelitian dinyatakan dapat diandalkan jika memiliki nilai Alpha Cronbach dari 0,60, sedangkan validitas instrumen menurut Sugiyono . dinyatakan valid jika koefisien korelasi untuk setiap item instrumen Ou 0,30. Seluruh data dalam penelitian ini memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan perhitungan uji Kolmogorov Smirnov. Pedoman untuk pengambilan keputusan dengan tes Kolmogorov -Smirnov tentang data yang mendekati atau memiliki distribusi normal dapat dilihat dari Asymp Sig. -taile. , yaitu jika Asymp Sig. -taile. > 0,05, maka distribusi datanya normal. Jika Asymp Sig. -taile. <0,05 maka distribusi data tidak normal. Hasil uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Tabel 1 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kepemimpinan Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Motivasi Kepuasan Kerja Kinerja Sumber: Hasil Penelitian, 2020 Berdasarkan hasil uji normalitas nampak bahwa nilai Asymp Sig. -taile. pada semua kelompok desain penelitian ternyata lebih besar dari nilai probabilitas . 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data sampel penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 505-515 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Tabel. Hasil Analisis Koefisien Jalur Variabel Koefisien Beta Sig. X1IeY X2IeY X1IeZ X2IeZ YIeZ X1IeYIeZ X2IeYIeZ Langsung Tidak Langsung Pengaruh Total Sumber: Hasil Penelitian, 2020 Berdasarkan yang telah disajikan pada Tabel 2 maka dapat diperoleh digram jalur dengan model struktur sebagai berikut: e2= 0. e1= 0 . P3 = 0. P1 = 0. P2 = 0. P5 = 0. P4 = 0. Gambar 1. Struktur Diagram Jalur Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dalam menjawab hipotesis penelitian perlu dijelaskan dalam bentuk analisis, yakni sebagai berikut: Nilai signifikansi kepemimpinan terhadap kepuasan kerja sebesar 0. 082>0. 05, maka disimpulkan bahwa secara langsung kepemimpinan berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai signifikansi motivasi terhadap kepuasan kerja sebesar 0. 000<0. 05, maka disimpulkan bahwa secara langsung motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 505-515 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Nilai signifikansi kepemimpinan terhadap kinerja sebesar 0. 000<0. 05, maka disimpulkan bahwa secara langsung kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai signifikansi motivasi terhadap kinerja sebesar 0. 009<0. 05, maka disimpulkan bahwa secara langsung motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai signifikansi kepuasan kerja terhadap kinerja sebesar 0. 008<0. 05, maka disimpulkan bahwa secara langsung kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh tidak langsung kepemimpinan melalui kepuasan kerja terhadap kinerja adalah perkalian nilai Beta kepemimpinan terhadap kepuasan kerja dengan nilai Beta kepuasan kerja terhadap kinerja, yaitu 0. 253 x 0. 200 = 0. Pengaruh total yang diberikan kepemimpinan terhadap kinerja ditambah dengan pengaruh tidak langsung 253 0. 050 = 0. Berdasarkan hasil penjumlahan maka dapat diketahui bahwa nilai pengaruh tidak langsung lebih kecil dari nilai pengaruh langsung, artinya adalah secara tidak langsung kepemimpinan melalui kepuasan kerja tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh tidak langsung motivasi melalui kepuasan kerja terhadap kinerja adalah perkalian nilai Beta motivasi terhadap kepuasan kerja dengan nilai Beta kepuasan kerja terhadap kinerja, yaitu 0. 574 x 0. 200 = 0. Pengaruh total yang diberikan motivasi terhadap kinerja ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu 0. 114 = 0. Berdasarkan hasil penjumlahan maka dapat diketahui bahwa nilai pengaruh tidak langsung lebih kecil dari nilai pengaruh langsung, artinya adalah secara tidak langsung motivasi melalui kepuasan kerja tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan ouput determinasi (R. variable kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja diperoleh nilai sebesar 0. Artinya sumbangan pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja sebesar 60. 7%, sedangkan 3% dipengaruhi oleh variable yang tidak diteliti. Nilai e1 diperoleh dengan rumus e1= Oo. -R. , berarti e1= Oo. = 0. Berdasarkan ouput determinasi (R. variable kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai sebesar 0. Artinya sumbangan DIMENSI. VOL. NO. 3 : 505-515 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 pengaruh kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan 8%, sedangkan sisanya 8. 2% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti. Nilai e2 diperoleh dengan rumus e2= Oo. -R. , berarti e2= Oo. = 0. Karyawan yang dapat merasakan kepemimpinan yang baik dari kepemimpinan. Pemimpin mampu memberikan kejelasan kepada karyawan, masukan dari bawahan dapat diserap dan dipertimbangkan untuk membuat keputusan. Gairah atau dorongan yang diberikan oleh pemimpin dapat berkontribusi pada kinerja yang efektif dan produktif. karyawan memiliki motivasi yang baik dalam bekerja. Ada keadilan dalam distribusi gaji dan penghargaan dari institusi untuk mencapai kinerja yang baik. Adanya kepastian dalam keamanan ketika karyawan bekerja, semua ini tentunya akan meningkatkan nilai positif dalam mendorong karyawan untuk bekerja lebih aktif, praktis, taktis, inovatif dan Kontinuitas kepemimpinan dalam menanggapi keinginan bawahannya, aliran motivasi yang terus menerus disalurkan kepada karyawan sehingga semua hal ini mampu menciptakan kinerja yang stabil dalam sebuah perusahaan perbankan . Karyawan yang merasakan keseimbangan dalam melakukan pekerjaan dari apa yang mereka Karyawan memiliki peluang yang sama dalam melakukan lompatan karir sehingga kinerja dengan sendirinya akan mencapai standar yang baik. Dengan manajemen yang selalu aktif dalam melihat pergerakan karyawan tentunya menjadi sebuah keuntungan sendiri bagi karyawan untuk dapat menunjukkan performa yang baik. Kesimpulannya adalah semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan maka akan memicu kinerja menjadi lebih produktif Pemimpin harus memperhatikan aspek kepemimpinan, motivasi, dan kepuasan kerja, karena akan berdampak pada kinerja karyawan, pemimpin dalam membimbing, memberi arahan kepada karyawan harus memiliki kecerdasan dan kemampuan dalam melakukan hubungan antar karyawan akan menciptakan sikap karyawan yang kredibel dalam menangani tugas dan tanggung jawab yang diberikan sehingga menciptakan perilaku positif seperti etika yang baik, moral sehingga akan memicu terciptanya kinerja yang Model kinerja organisasi akan melibatkan aspek kepemimpinan, motivasi, dalam mengembangkan konsep berorientasi dan insentif yang memiliki efek langsung pada kinerja karyawan. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 505-515 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 KESIMPULAN Mengacu hasil dari kajian yang telah dilakukan, maka diperoleh simpulan sebagai Kepemimpinan secara langsung berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Nagoya Batam. Motivasi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Nagoya Batam. Kepemimpinan secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Nagoya Batam. Motivasi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Nagoya Batam. Kepuasan kerja secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Nagoya Batam. Kepemimpinan melalui kepuasan kerja tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Nagoya Batam. Motivasi melalui kepuasan kerja tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Nagoya Batam. REFERENSI