Open Access Bunyan al-Ulum. Page 71 Ae 89. Vol. 1 No. DOI : x E-ISSN x P-ISSN x id/index. php/bunyanal-ulum Helping in Kindness in the Qur'an (Study of the Interpretation of Ta'awun Verses in Tafsir Al-Muni. Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam Al-QurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. Zendi Ahmad Maghrobi. Ipmawan Muhammad Iqbal. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar. Jawa Tengah. e-mail: zendiahmad8@gmail. e-mail: ipmawanmuhammadiqbal@stiqisykarima. e-mail: murdianto@stiqisykarima. Received: 20 Ae 05 Ae 2024 Accepted: 15 Ae 06 Ae 2024 Published: 31 Ae 07 Ae 2024 Abstract Helping one another is one of the fundamental principles in Islamic teachings that emphasizes the importance of cooperation and solidarity among human beings. This research examines the concept of mutual assistance . aAoawu. in Islam based on Sheikh Wahbah Az-Zuhaili's interpretation in Tafsir Al-Munir. Using the library research method with a thematic approach, this study aims to understand the interpretation of taAoawun verses and their implementation. The main source is Tafsir Al-Munir, supported by other tafsir books, journals, and related books. Descriptive analysis is used to examine the interpretation and its implications. The results show that Sheikh Wahbah Az-Zuhaili interprets taAoawun as helping one another in goodness and obedience to sharia, not in sin. This concept is closely related to piety and obedience to Allah. The interpretation includes the historical context and social impact of taAoawun in strengthening the unity of the ummah. The implementation of taAoawun includes helping each other in goodness, avoiding cooperation in evil, encouraging community participation, helping sincerely, cooperating, providing moral and practical assistance, building unity, sharing knowledge, reconciling disputes, and strengthening Muslim brotherhood. Keywords: TaAoawun. Mutual assistance. Quran. Tafsir Al-Munir. Wahbah Az-Zuhaili. Abstrak Tolong menolong merupakan salah satu prinsip dasar dalam ajaran Islam yang menekankan pentingnya kerjasama dan solidaritas antar sesama manusia. Penelitian ini mengkaji konsep tolong-menolong . aAoawu. dalam Islam berdasarkan penafsiran Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir. Menggunakan metode library research dengan pendekatan tematik, penelitian ini bertujuan memahami penafsiran ayat-ayat taAoawun dan Sumber utama adalah Tafsir Al-Munir, didukung kitab tafsir lain, jurnal, dan buku terkait. Analisis deskriptif digunakan untuk mengkaji penafsiran dan Hasil menunjukkan bahwa Syekh Wahbah Az-Zuhaili menafsirkan taAoawun 71 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2019 Some rights reserved Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam AlQurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. __________________________________________________________________ sebagai tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaatan pada syariat, bukan dalam dosa. Konsep ini terkait erat dengan takwa dan ketaatan kepada Allah. Penafsiran mencakup konteks historis dan dampak sosial taAoawun dalam memperkuat persatuan umat. Implementasi taAoawun meliputi saling membantu dalam kebaikan, menghindari kerjasama dalam keburukan, mengajak partisipasi masyarakat, membantu dengan ikhlas, bekerja sama, memberi bantuan moral dan praktis, membangun persatuan, berbagi ilmu, mendamaikan perselisihan, dan memperkuat persaudaraan Muslim. Kata Kunci: TaAoawun. Tolong-menolong. Al-Qur'an. Tafsir Al-Munir. Wahbah AzZuhaili. Pendahuluan Secara alamiah, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri. Sejak lahir, mereka bergantung pada bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan Pada masa awal kehidupan, keluarga, terutama orang tua, menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan ini. Seiring bertambahnya usia, lingkup interaksi sosial manusia meluas, mencakup teman-teman dan lingkungan Dalam proses ini, mereka mulai memahami bahwa setiap kelompok sosial memiliki aturan dan norma tertentu. Kesadaran akan pentingnya mematuhi aturan dan norma ini secara sukarela tumbuh, karena hal tersebut diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan kelancaran hubungan sosial mereka. Agama Islam menekankan pentingnya sikap saling membantu taAoawun dalam hal-hal yang baik. Dalam konteks kehidupan sosial, praktik tolong-menolong atau taAoawun menjadi sangat esensial. Hal ini dikarenakan sikap taAoawun merupakan karakteristik yang seharusnya melekat pada setiap individu. Mengingat manusia adalah makhluk sosial, keberadaan dan bantuan orang lain menjadi hal yang tak terhindarkan dalam menjalani kehidupan. Kita sebagai manusia hidup berdampingan dengan orang lain. Hidup kita akan lebih berarti jika kita saling membantu, terutama dalam masyarakat yang Bayangkan jika kita hidup sendirian tanpa orang lain - hidup kita akan terasa hampa dan sulit berkembang. Luthfi Raziq. Elikatus Sukma, and Abd Aziz. AuAnalisis Konsep TaAoawun Pada Kegiatan Hajatan Dan Lalabet Di Desa Karang Sokon Sumenep,Ay Jurnal Pemikiran Dan Ilmu Keislaman 5, no. : 476Ae98. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Zendi Ahmad Maghrobi. Ipmawan Muhammad Iqbal. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Kewajiban manusia terhadap masyarakat didasarkan pada pemahaman bahwa umat manusia adalah satu keluarga besar, yang berasal dari keturunan yang sama, yaitu Adam dan Hawa. Allah subhanahu wa taAoala kemudian menciptakan mereka menjadi berbagai bangsa dan suku agar dapat berinteraksi, saling mengenal, dan membantu satu sama lain dalam melakukan kebaikan dan meningkatkan Di antara sesama manusia, tidak ada perbedaan dalam hal derajat atau martabat kemanusiaan. Yang membedakan manusia satu dengan yang lainnya hanyalah amal perbuatan mereka dan tingkat ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taAoala. Firman Allah dalam surat al-Hujarat ayat 13 telah menegaskan hal ini: acEEA a AaOOac N EIA ca AIA AOU OCa E Ea AaOo ua acI eEI aE eI a A Aac uacI E eCI aEI II E s OaI O O EeI aE eI aa A AA a ca Ae C aEIo ua acIA UAOI aOA U AacEE EA AuHai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Ay Itulah mengapa agama Islam mengajarkan pentingnya saling tolongmenolong. Dengan membantu sesama, kita bisa menjalani hidup yang lebih baik. Tentu saja, untuk bisa saling membantu dengan baik, kita perlu berkomunikasi dan menjalin hubungan yang erat dengan orang-orang di sekitar kita. Hidup akan lebih bermakna jika kita peduli dan membantu sesama, bukan hanya memikirkan diri Dengan begitu, kita bisa sama-sama tumbuh dan berkembang dalam Ketika kita sudah saling memahami, maka akan muncul keinginan untuk saling menolong. Tolong-menolong bisa dilakukan dalam berbagai bentuk yaitu M Mujiono. AuManusia Berkualitas Menurut Al-QurAoan,Ay Hermeneutik: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 7, no. : 357Ae88. Irfan Irfan. AuKONSEP AL-MUAoAWANAH DALAM AL-QURAoAN (Suatu Kajian Tafsir Temati. ,Ay Al-Tadabbur 6, no. : 279Ae91. 73 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam AlQurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. __________________________________________________________________ secara batin . endoakan satu sama lai. , secara intelektual . erdiskusi dan memberi nasiha. , dan secara fisik . embantu dalam tindakan nyat. Membantu orang lain dalam hal-hal baik memberikan kepuasan tersendiri. Di dalam al-QurAoan banyak bahan renungan bagi orang yang mau menggunakan akalnya untuk berpikir. Di dalamnya pula banyak dijumpai kisahkisah kaum dan bangsa-bangsa terdahulu. Kitab ini memisahkan yang halal dan yang haram, serta memisahkan yang hak dari yang bathil. Dengan bantuan alQurAoan, manusia dapat berjalan di jalan yang lurus dengan mudah, karena perintah maupun larangan diungkapkan didalam al-QurAoan dalam bahasa yang jelas dan Allah subhanahu wa taAoala memerintahkan manusia untuk saling tolongmenolong dalam kebaikan sejalan dengan ketaatan kepada-Nya. Ketaatan kepada Allah mengandung keridhaan-Nya, sementara perbuatan baik cenderung mendapatkan apresiasi dari sesama manusia. Individu yang mampu menyelaraskan keridhaan Allah dan sesama manusia dapat mencapai kesempurnaan kebahagiaan dan mendapat nikmat yang melimpah. Salah satu manifestasi konsep taAoawun dalam Islam adalah kerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan. Hal ini mencakup kebaikan universal yang dilandasi ketaatan penuh kepada Allah subhanahu wa taAoala. Praktik ini berpotensi menghasilkan dampak positif bagi masyarakat Muslim secara luas, sekaligus melindungi dari keburukan. Lebih lanjut, konsep ini menekankan kesadaran individu akan tanggung jawab yang diemban sebagai seorang Muslim. Implementasi taAoawun dalam kebaikan dan ketakwaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, antara lain meringankan kesulitan sesama Muslim, menjaga privasi mereka, memfasilitasi urusan mereka, membela mereka dari ketidakadilan, meningkatkan kecerdasan mereka, mengingatkan mereka yang lalai, membimbing mereka yang tersesat, menghibur mereka yang berduka, meringankan Hamidah Hamidah. AuAl-Ukhuwah al-IjtimaAoiyah Wa al-Insaniyah: Kajian Terhadap Pluralisme Agama dan Kerjasama Kemanusiaan,Ay Intizar 21, no. : 321Ae Imam Al-Ghazali. Ihya Ulumiddin Menghidupkan Kembali Ilmu-Ilmu Agama. Jakarta: Republika Penerbit, 2011. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Zendi Ahmad Maghrobi. Ipmawan Muhammad Iqbal. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ beban mereka yang tertimpa musibah, serta mendukung mereka dalam segala bentuk kebaikan. Dalam al-QurAoan sendiri Allah subhanahu wa taAoala memerintahkan kepada umat Islam untuk senantiasa bersatu dan saling tolong menolong demi kokoh dan jayanya umat Islam. Dengan demikian Islam akan lebih berwibawa, disegani, disenangi, serta dihormati oleh umat atau golongan lainnya. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa taAoala dalam al-Maidah ayat 2: aca AaOOacN Eac aOI IIaO aE aaEacO aA A e IA AO OaE Ee C aE OaE I A AIO Ee eO A e AacEE OaE EA A A A A AacN e I OaE e A A A acOaE eI aIA e AOe aO I AA e A aE aII accaa eI OaA a a e A O acIo Oua ea eI AA AOo OaE eaO aIIac aE eI I aI C eOI I A a AEeI e a a eaI I e aOo O OIaO EO Eea a OEac eCO Oo OaE OIaO EOA AeE ae OEea e O aIo Oac aCOA A A A A a AO Eea CA ca AacEEo ua acIA ca a AacEE aA AuWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan . elanggar kehormata. bulan-bulan haram, jangan . ewan-hewan kurba. dan qalAAoid . ewan-hewan kurban yang diberi tand. , dan jangan . ula menggangg. para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! Apabila kamu telah bertahalul . enyelesaikan ihra. , berburulah . ika ma. Janganlah sekali-kali kebencian. kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas . epada merek. Tolongmenolonglah kamu dalam . kebajikan dan takwa, dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-NyaAy. Ayat diatas dipahami oleh sebagian ulama bahwa sikap saling tolong menolong adalah salah satu dari bentuk kebaikan yang akan meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taAoala. Sikap tersebut bukan hanya terbatas Galuh Widitya Qomaro. AuManisfestasi Konsep TaAoywun Dalam Zaakwaarneming perspektif Hukum Perikatan,Ay Et-Tijarie: Jurnal Hukum Dan Bisnis Syariah 5, no. 75 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam AlQurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. __________________________________________________________________ pada persoalan yang bersifat meteril, akan tetapi dapat pula mencakup pada persoalan yang bersifat non-materil. Misalnya, ketika seseorang ditimpa kekusahan berupa kerisauan, maka pertolongan yang dapat kita berikan adalah pertolongan yang bersifat non-materi dalam artian memberikan nasehat serta motivasi untuk menghibur atau menggembirakan hatinya. Ayat itu juga memberikan sebuah tuntunan bahwa pelaku atau orang yang dapat melakukan pertolongan tidak terbatas pada orang-orang tertentu, terutama pada pertolongan yang bersifat non-materi, oleh karena itu orang yang dapat melakukannya hanyalah orang yang memiliki kesadaran diri terlepas dari apa yang ia miliki, maka dengan ikhlas ia akan membantu secara totalitas. Ditengah hiruk pikuk dunia sering dijumpai disekitar kita minimnya rasa sosial diantara manusia, minimnya moral yang disebabkan kurang terjalinnya hubungan sosial yang baik diantara masyarakat. Masyarakat yang hidup pada zaman saat ini banyak menyampingkan hubungan sosial diantara masyarakat akhirnya setiap orang disibukkan dengan urusan pribadinya, sehingga muncul kecenderungan pada diri kaum muslimin tidak begitu mempedulikan urusan kaum muslimin yang lain. Masalah kemiskinan terkadang menjadi keterkaitan erat dengan kebijakan sosial yang dibuat dan dijalankan oleh negara ini. Sistem sosial yang rusak akan berdampak pada struktur sosial yang berlaku di masyarakat, dan juga berpengaruh pada aspek-aspek lainnya. Kemiskinan yang semakin merajalela dan pengangguran yang semakin banyak, mengakibatkan struktur sosial tidak bisa menjaga eksis di dalam kehidupan bermasyarakat. Saat ini prilaku individu lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompoknya karena sistem sosial yang dibangun cenderung mendekati arah individualisme. Disisi lain, ada orang-orang yang justru gigih bahu-membahu dalam kebatilan, entah mereka sadar ataupun tidak. Pada akhirnya mereka sedikit atau Lukman Fauroni. AuRekonstruksi Etika Bisnis: Perspektif Al-QurAoan,Ay Jurnal Iqtisad 4, no. Rima Puspitasari. AuPemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Sosial,Ay Lembaran Masyarakat: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 2, no. : 59Ae74. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Zendi Ahmad Maghrobi. Ipmawan Muhammad Iqbal. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ banyak menghantarkan dirinya dan orang lain pada maksiat kepada Allah subhanahu wa taAoala. Beginilah ketika kehidupan kaum muslimin dijauhkan dari nilai-nilai Islam. Standar perbuatan bukan lagi pada aturan Allah subhanahu wa taAoala, namun lebih pada standar manfaat dan keuntungan duniawi. Sadar saudaranya yang lain, tidak hanya memperhatikan diri sendiri tetapi mengikuti apa yang telah dikonsepkan sesuai dengan isi al-QurAoan. Berdasarkan ayat-ayat dan atsar yang tersebut di atas, peneliti menganggap pembahasan tentang taAoawun sangatlah penting. Sebagaimana yang telah disebutkan bahwa taAoawun merupakan perintah Allah subhanahu wa taAoala bagi kaum muslimin, maka pemahaman serta pengamalanya adalah sebuah keharusan. Penelitian ini memfokuskan pada makna taAoawun dari mufassir Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dengan karya tafsirnya Tafsir Al-Munir. Syekh Wahbah Az-Zuhaili adalah seorang tokoh agama kenamaan asal Syiria ia dilahirkan di desa Dir Athiyah, daerah Qalmun. Damaskus. Syiria pada 6 maret 1932 M/1351 H9 dengan nama Wahbah Ibnu al-Syekh Musthafa al-Zuhaili. Ayahnya adalah seorang petani sekaligus penghafal Al-Quran dan ahli ibadah bernama Musthafa alZuhali. Tafsir Al-Munir adalah hasil karya tafsir terbaik yang pernah dimiliki umat lstam di era modern ini. Buku ini sangat taris di Timur Tengah dan negara-negara di Jazirah Arab. Karya ini hadir sebagai rujukan utama di setiap kajian tafsir di setiap majelis ilmu. Secara bobot dan kuatitas, buku ini jelas memenuhi hal Dalam karya fenomenal Prof. Dr. Wahbah Zuhaili ini, terdapat pembahasan Aepembahasan penting dalam mengkaji al-Qur'an yaitu metode penyusunan tafsir ini berdasar pada metode tafsir bil-ma'tsur dan tafsir bir-ra'yi. Ada pejelasan MuhammadAoArif Ahmad Fari. AuManhaj Wahbah Al-Zuhaili Fi Tafsirihi Li AlQurAoan Al-Karim Al-Tafsir Al-Munir,Ay Universitas Ahl Al-Bait, 1998. Andy Hariyono. AuAnalisis Metode Tafsir Wahbah Zuhaili Dalam Kitab AlMunir,Ay Jurnal Al-Dirayah 1, no. : 4. Wahbah az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir (Jakarta: Gema Insani, 2. 77 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam AlQurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. __________________________________________________________________ kandungan ayat secara terperinci dan menyeluruh, dijelaskan sebab turunnya ayat . sbabun nuzul aya. di setiap pembahasan ayat, diperincikan penjelasan dari segi qira'at, i'roab, baloghah, dan mufradat lughawiyyah. Tafsir ini berpedoman pada kitab-kitab induk tafsir dengan berbagai manhajnya, tafsir ini menghapus riwayat Ae riwayat lsrailiyat. Penelitian ini akan berfokus pada dua hal. Pertama. Bagaimana penafsiran Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili terhadap ayat-ayat terkait taAoawun dalam Tafsir Tafsir Al-Munir. Kedua. Bagaimana implementasi taAoawun berdasarkan Tafsir Al-Munir. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode library research yang bersifat deskriptif analitis13 dengan pendekatan maudhuAoi, atau kajian tematik. Dilihat dari sumber penelitian yang diambil, penelitian ini termasuk penelitian tokoh, yaitu sebuah penelitian yang dilakukan untuk mencapai sebuah pemahaman yang komprehensif tentang pemikiran, gagasan, konsep dan teori dari seorang tokoh. Penelitian ini mengambil sosok Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili sebagai objek peneliatiannya, dengan sumber data primer yang dibatasi pada karya beliau Tafsir Al-Munir. Sedangkan sumber data sekunder atau pendukung adalah berupa kitab tafsir lain, jurnal ilmiah, buku-buku, maupun sumber-sumber lain yang memiliki kesesuaian dengan penelitian ini. Dengan menggunakan metode yang telah dijelaskan di atas, langkah-langkah penelitian ini diacu oleh Prof. Dr. Abdul Mustaqim dalam Metode Penelitian AlQurAoan dan Tafsir15, serta metode penelitian tematik yang dipaparkan oleh Dr. Wahbah az-Zuhaili. Nurul Zuriah. Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan. Teori-Aplikasi, 2nd (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Abdul Mustaqim. Metodologi Penelitian Al-QurAoan Dan Tafsir, 1st ed. (Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2. Abdul Mustaqim. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Zendi Ahmad Maghrobi. Ipmawan Muhammad Iqbal. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Musthafa Muslim dalam karya tulisnya Mabahits fii at-Tafsir al-MaudhuAoI16, dengan penyesuaian. Langkah pertama, menentukan masalah yang akan dikaji . alam pnelitian ini, masalah yang akan dikaji bertemakan ayat-ayat taAoawun dalam al-QurAoa. Kedua, mengumpulkan ayat-ayat al-QurAoan terkait dengan masalah tersebut . enulis merujuk pada al-MuAojam al-MaudhuAoi Li Ayati al-QurAoan al-Karim karya Shubhi Abd ar-RaAouf Asha. Ketiga, memahami korelasi ayat-ayat tersebut dalam suratnya masing-masing. Keempat, menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna, yaitu dengan memaparkan penafsiran ayat-ayat yang telah ditentukan merujuk pada kitab tafsir tahlili . alam hal ini, penulis merujuk pada kitab Tafsir Al-Munir. Kelima, menganalisa hasil penafsiran dengan mencatat unsur-unsur penting. Keenam, mengambil kesimpulan dari hasil penelitian terhadap tafsir ayat-ayat Hasil Penelitian dan Pembahasan Ayat-Ayat TaAoawun Ayat-ayat tentang tolong-menolong dalam kebaikan terkandung dalam beberapa surat dalam al-Qur'an namun memiliki keterkaitan bentuk serta memiliki konsep yang sama. Untuk pemilihan ayat yang berkaitan dengan pokok bahasan taAoawun, peneliti merujuk pada kitab karya Subhi AoAbdurrauf yang berjudul al-MuAojam al-MaudhuAoi Li Ayat al-QurAoan al-Karim. Dalam bukunya, beliau mengelompokkan ayat-ayat al-QurAoan menjadi tiga tema utama, yaitu: Rukun iman dan Islam. Takwa. Kafir, fasiq, dan kemaksiatan. Musthafa Muslim. Mabahits Fii At-Tafsir al-MaudhuAoi, 3rd ed. (Damaskus: Dar al-Qalam, 2. Subhi Abdur Rouf. Al-MuAojam al-MaudhuAoi Li Ayat al-QurAoan al-Karim (Kairo: Darul Fadhilah, 2. 79 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam AlQurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. __________________________________________________________________ Subhi Abdur Rouf memasukkan pokok bahasan taAoawun ke dalam kategori Menurut Subhi Abdur Rouf, ada 6 ayat dalam al-Qur'an yang berkaitan dengan pokok bahasan taAoawun. Ke-6 ayat tersebut terbagi menjadi 5 surat. Berikut daftar surat yang mengandung ayat taAoawun dalam al-Qur'an: NAMA SURAT AYAT Al-Maidah Al-Kahfi Al-Qasas Al-Fath Al-Hujurat ayat 9 dan 10 Dari tabel sebaran ayat taAoawun dalam al-Qur'an di atas, kajian ayat taAoawun disesuaikan dengan pengelompokan ayat-ayat yang ditulis oleh Subhi 'Abdurrauf dalam kitabnya. Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Munir Berikut telaah penafsiran ayat-ayat taAoawun dalam Tafsir Al-Munir: Al-Maidah ayat 218 aca AaOOacN Eac aOI IIaO aE aaEacO aA AIOA AO OaE Ee C aE OaE I A e AacEE OaE EA A A A A AacN e I OaE e A A A o a aa a AO OaE eaO aIIac aE eI I aI C eOsIA a AIA AEA AEA AuA AOA AacIA e A e I Oe aO I AA e A aE II acc eI OA a a e e A O A AEe eO A n acOaE eI aI Ee I e a a eaI I e aO O OIaO EO Eea a OEac eC O O OaE OIaO EOA AI A n AeE ae OEO oaI OacCOA a AO Eea CA ca AacEE ua acIA ca a Aa e a e A a AacEE aA AuHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'arsyi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan . binatang-binatang had-ya, dan binatangbinatang qalaa-id, dan jangan . mengganggu orang-orang yang Wahbah az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir Jilid 3 (Jakarta: Gema Insani, 2. , hlm. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Zendi Ahmad Maghrobi. Ipmawan Muhammad Iqbal. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian. kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya . epada merek. Dan tolong-menolonglah kamu dalam . kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya. Ay Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan makna taAoawun dalam ayat ini yaitu tolong-menolonglah dalam kebaikan dan ketaatan pada syariat. Jangan saling membantu dalam dosa, maksiat, dan pelanggaran hak orang lain. Bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah akan memberikan siksa pedih bagi orang yang bermaksiat dan melanggar aturan-Nya. Al-Kahfi ayat 9519 aa A eE eO I aE eI OeO I aN eI e IA AC A e AE I I acE acI AON ac eOU AOIa aOaI a aC acO A AuDzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan . anusia dan alat-ala. , agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,Ay Dalam ayat ini isyarat tentang taAoawun ada dalam pertengahan ayat a aA )Aa aaOIAyang memiliki arti . aka tolonglah ak. Syekh Prof. Dr. yaitu (AOIOA Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan ayat ini yaitu ketika Dzulqarnain menyampaikan bahwa kekuasaan, kerajaan, dan kekayaan yang telah dianugerahkan Allah kepadanya jauh lebih berharga dibandingkan Wahbah az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir Jilid 8 (Jakarta: Gema Insani, 2. , hlm. 81 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam AlQurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. __________________________________________________________________ imbalan apa pun yang dapat diberikan oleh masyarakat setempat. Pernyataan ini mirip dengan sikap yang pernah ditunjukkan oleh Nabi Sulaiman. Meskipun demikian. Dzulqarnain tidak menolak bantuan mereka sepenuhnya. Ia meminta bantuan dalam bentuk tenaga kerja, khususnya para pekerja laki-laki yang kuat, serta peralatan konstruksi. Dengan bantuan ini. Dzulqarnain berencana untuk membangun sebuah benteng yang kokoh dan tangguh, yang akan berfungsi sebagai penghalang untuk melindungi masyarakat dari ancaman invasi oleh Ya'juj dan Ma'juj. Al-Qasas ayat 3520 a AacI A aE OA AAEaO I uaEeO aE I aa aOaI Ia I OI aIA AC A A E aa a A a AE I a ac A AOE OeaI aE E aE I aEe A Aac aE I eaaO IA AuAllah berfirman: "Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu. erangkatlah kamu berdu. dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang. Ay Dalam ayat ini isyarat tentang taAoawun ada dalam pertengahan ayat yaitu (AOA a aA ) aIAyang memiliki arti . aka akan Kami kuatkan/beri Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan ayat ini tentang Allah mengabulkan permintaan Nabi Musa untuk menjadikan saudaranya. Harun, sebagai nabi bersamanya. Allah menjanjikan kekuatan dan kemenangan bagi keduanya dalam menyampaikan risalahNya. Tindakan Nabi Musa meminta Harun sebagai pendampingnya dianggap sebagai bentuk syafaat terbesar seorang saudara. Wahbah az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir Jilid 10 (Jakarta: Gema Insani, 2. , hlm. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Zendi Ahmad Maghrobi. Ipmawan Muhammad Iqbal. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Dalam tafsir ini menggambarkan pentingnya tolong menolong dalam kebaikan, terutama dalam menjalankan tugas berat seperti menyampaikan risalah Allah. Nabi Musa meminta bantuan saudaranya Harun, dan Allah mengabulkannya karena melihat manfaat dari kerjasama mereka. Ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi tantangan besar, kita dianjurkan untuk saling membantu dan mendukung dalam kebaikan. Kerjasama antara Musa dan Harun menjadi teladan menegakkan kebenaran dan menghadapi kesulitan. Al-Fath ayat 2921 n a ca ao ca AOEA AOI I Na aaca EO Ee aEAac a a aa eO I aN eI aN eI aacE a ac Oe aO IA a AacI acI U ac aA AacEE OE A a ao ca AON aNI aII aA a AO nacI aOINI aA OA a aca A aE aIIA AE IEa aN eI aA E eacOa OIEa aN eIA AE aO E A a a ea AA AA e A AacEE O e A a aa a a a AA ca AA A EaOaO A A eE A A eNa A A e AeEaI aOE Ees A AEac A e A AA e ANa AA a A O O E O aOCN Oa eA a AcaaI EEAA a AEAA a AeEA a A aIeI NI acI e aA O A a AacEE Eac aOI IIaO OA AOIA AOA AEA AIA AOA AacA A A Aa ea A AuMuhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir . engan kekuatan orangorang mukmi. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman Wahbah az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir Jilid 13 (Jakarta: Gema Insani, 2. , hlm. 83 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam AlQurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. __________________________________________________________________ dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Ay Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan dalam ayat ini isyarat tentang taAoawun ada dalam perumpamaan para sahabat yang telah tercantum dalam Taurat dan Injil. Awalnya, mereka adalah kelompok yang lemah dan minoritas, kemudian mereka terus bertambah banyak dan Perumpamaan mereka seperti tanaman yang menumbuhkan tunas dan dahan di sekelilingnya, lalu tanaman itu menjadi semakin keras, kuat, dan menopang pertumbuhan tunas dan dahan-dahannya. Dalam konteks para sahabat Nabi, mereka awalnya adalah kelompok yang lemah dan minoritas. Namun, melalui semangat persatuan dan saling membantu, iman mereka bertambah kuat dan jumlahnya semakin banyak. Ini mencerminkan bagaimana tolongmenolong dalam kebaikan dapat memperkuat sebuah komunitas dan membuatnya lebih tangguh menghadapi tantangan. Al-Hujurat ayat 9 dan 1022 n a AI aII EeIaIIaIO Ce EaO AA Aa O A CaEaOA a A ua e A AOuaI aA a a e A e AAE aO eO I aN I AuaI A e AaN EO eEA n ao ca AEaca aO ac aAO ua aE I aA AacEEA caEa aO eO I aN I aUEe e aE OCe aaO ua acI A e AacEE AuaI AA e A AA Ae A a A) uaacI EeIaIIO I uaOU AA( A EeI eC a aIOA AacEE E Eac aE eI a e aaO IA ca A OOe aE eI Oac aCOA AAE aO e A AA e Aae a eA AIO A a ca AaOA AuDan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya Wahbah az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir Jilid 13 (Jakarta: Gema Insani, 2. , hlm. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Zendi Ahmad Maghrobi. Ipmawan Muhammad Iqbal. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil. Allah mencintai orang-orang yang berlaku adilAy. AuOrang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah . erbaikilah hubunga. antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Ay Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan dalam ayat ini jika terjadi perselisihan antara umat Muslim, pemimpin wajib mendamaikan dengan nasihat dan bimbingan sesuai hukum Allah. Jika salah satu pihak melanggar, kaum Muslimin harus memerangi mereka hingga kembali pada hukum Allah, menggunakan cara yang sesuai untuk mencapai kemaslahatan. Tolong menolong dalam kebaikan memiliki peran penting dalam menyelesaikan perselisihan antar umat Muslim. Pemimpin memiliki kewajiban untuk mendamaikan pihak-pihak yang berselisih dengan memberikan nasihat dan bimbingan sesuai hukum Allah. Jika salah satu pihak melanggar, kaum Muslimin harus bekerja sama untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar, menggunakan cara-cara yang sesuai demi kemaslahatan bersama. Setelah konflik mereda, penting bagi seluruh umat untuk bersatu dalam menegakkan keadilan dan mencegah terulangnya perselisihan. Allah memerintahkan perdamaian bahkan dalam perselisihan kecil, menekankan bahwa orang-orang Mukmin adalah saudara seagama. Dengan saling membantu dalam kebaikan, berkomitmen pada kebenaran dan keadilan tanpa diskriminasi, serta bertakwa kepada Allah, umat Muslim dapat menciptakan persatuan yang kuat dan mendapatkan rahmat dari-Nya. Analisa Penafsiran Ayat-Ayat TaAoawun Berdasarkan Tafsir Al-Munir Berikut analisa penafsiran ayat-ayat taAoawun berdasarkan Tafsir Al-Munir: Metode Penafsiran Metode penafsiran Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir AlMunir untuk ayat-ayat ta'awun menggabungkan pendekatan tafsir bil 85 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam AlQurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. __________________________________________________________________ ma'tsur dan bir ra'yi. Beliau menjelaskan makna linguistik, kontekstualisasi, relevansi dengan kehidupan kontemporer dan implikasi Metodenya mencakup perbandingan dengan kisah nabi, serta metafora dan perumpamaan. Penekanan diberikan pada aspek hukum dan etika Islam, dengan pendekatan tematik yang mengaitkan ayat-ayat Syekh Wahbah az-Zuhaili terkadang mengaitkan penafsirannya dengan sumber lain seperti Taurat dan Injil. Metode komprehensif ini membantu pembaca memahami makna literal ayat serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Isi Penafsiran Penafsiran ayat-ayat ta'awun dalam Tafsir Al-Munir karya Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menekankan pentingnya tolong-menolong dalam Islam. Konsep ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mendorong kerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan, namun melarang tolong-menolong dalam dosa. Melalui contoh-contoh seperti kisah Dzulqarnain, kerjasama Nabi Musa dan Harun, serta perumpamaan para sahabat Nabi, tafsir ini mengilustrasikan bagaimana ta'awun dapat memperkuat umat Muslim, membantu menyelesaikan konflik, dan mendukung pelaksanaan tugas-tugas berat, termasuk dalam konteks dakwah dan penegakan keadilan. Ta'awun dipandang sebagai sarana membangun masyarakat yang kuat, adil, dan sesuai ajaran Allah. Implementasi Tolong Menolong dalam Kebaikan Berdasarkan Tafsir Al-Munir Berikut ini bentuk implementasi tolong mendolong dalam kebaikan dalam alQurAoan berdasarkan Tafsir Al-Munir: Implementasi tolong-menolong dalam kebaikan meliputi saling membantu dalam ketaatan kepada Allah, menjalankan syariat Islam, dan menghindari kerjasama dalam keburukan. Dengan demikian, setiap individu berperan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kebaikan dan BUNYAN AL-ULUM. Vol. 1 No. Zendi Ahmad Maghrobi. Ipmawan Muhammad Iqbal. Murdianto Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Dalam masyarakat, ini berarti berpartisipasi aktif untuk kepentingan umum dan pemimpin menggunakan posisinya untuk membantu orang lain serta mendamaikan perselisihan. Kerjasama dalam menghadapi tugas berat, seperti contoh Nabi Musa dan Harun. Umat Islam didorong untuk saling memberi dukungan moral dan praktis dalam menghadapi berbagai tantangan sehingga tercipta persatuan umat Muslim yang kuat. Berbagi ilmu dan bantuan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan diri dan pertumbuhan spiritual. Dengan saling menguatkan iman, umat Muslim dapat terus berkembang dan memperkuat fondasi Memperkuat ikatan persaudaraan sesama Muslim dengan saling membantu menegakkan keadilan dan mendamaikan perselisihan sesuai hukum Islam. Dengan memprioritaskan persaudaraan dan keadilan, umat Islam dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan, dimana setiap individu merasa terlindungi dan dihargai. Kesimpulan Berdasarkan data dan analisis yang telah dilakukan, maka peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut: Penafsiran Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili tentang ayat-ayat taAoawun Peneliti melihat pembahasan Syekh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menafsirkan taAoawun dengan menggabungkan pendekatan tafsir bil ma'tsur dan bir ra'yi. Beliau menjelaskan makna bahasa, konteks, dan Metodenya perbandingan dengan kisah nabi dan penggunaan perumpamaan. Syekh Wahbah az-Zuhaili menekankan aspek hukum dan etika Islam, serta mengaitkan ayat-ayat serupa dalam pendekatannya. Terkadang, beliau juga merujuk pada sumber lain seperti Taurat dan Injil dalam 87 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Tolong-menolong dalam Kebaikan dalam AlQurAoan (Studi Penafsiran Ayat-ayat TaAoawun dalam Tafsir Al-Muni. __________________________________________________________________ Penafsiran ayat-ayat ta'awun dalam Tafsir Al-Munir menekankan pentingnya tolong-menolong dalam Islam. Konsep ini mendorong kerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan, namun melarang tolongmenolong dalam kemaksiatan. Tafsir ini memberikan contoh-contoh seperti kisah Dzulqarnain dan kerjasama antara Nabi Musa dan Harun untuk mengilustrasikan konsep ta'awun. Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa ta'awun dapat memperkuat umat Muslim, membantu menyelesaikan konflik, dan mendukung pelaksanaan tugastugas berat. Beliau memandang ta'awun sebagai sarana untuk membangun masyarakat yang kuat, adil, dan sesuai dengan ajaran Allah. Implementasi tolong menolong dalam kebaikan . aAoawu. yang terkandung dalam Tafsir Al-Munir sebagaimana berikut: Implementasi tolong-menolong dalam kebaikan meliputi saling membantu dalam ketaatan pada Allah dan menghindari kemaksiatan. Berpartisipasi aktif untuk kepentingan umum dan mendamaikan Kerjasama dalam menghadapi tantangan dan tugas berat, seperti contoh Nabi Musa dan Harun. Berbagi ilmu dan bantuan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan diri dan pertumbuhan spiritual. Memperkuat ikatan persaudaraan sesama Muslim dengan saling membantu menegakkan keadilan dan mendamaikan perselisihan sesuai hukum Islam. Daftar Pustaka