Pengembangan Panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa yang Memiliki Prokrastinasi Akademik Tinggi PENGEMBANGAN PANDUAN KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA YANG MEMILIKI PROKRASTINASI AKADEMIK TINGGI Qothrun Nadaa Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya 20060@mhs. Bambang Dibyo Wiyono Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya bambangwiyono@unesa. ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan buku panduan konseling singkat berfokus-solusi guna membantu konselor atau guru BK mengembangkan kompetensi yang dimiliki dalam memberikan layanan konseling khusunya untuk menangani permasalahan rendahnya motivasi berprestasi peserta didik yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research & Development (R&D) dengan desain penelitian Borg & Gall. Terdapat 10 tahapan dalam menggunakan desain Borg & Gall, namun peneliti hanya menggunakan 5 tahapan dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya. 5 tahapan tersebut meliputi :. Penelitian dan Pengumpulan Data . Perencanaan, . Pengembangan Poduk Awal, . Uji Coba Produk Awal, dan . Revisi Produk. Berdasarkan hasil uji validasi ahli yang telah dilakukan, buku panduan konseling singkat berfokus solusi memenuhi kriteria akseptabilitas meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Kata kunci: Panduan, konseling singkat berfokus solusi, motivasi berprestasi ABSTRACT This development research aims to produce a short solution-focused counseling guidebook to help counselors or guidance counselors develop their competencies in providing counseling services, especially to deal with the problem of low achievement motivation of students who have a high level of academic procrastination. This research uses a Research & Development (R&D) approach with a Borg & Gall research design. There are 10 stages in using the Borg & Gall design, but researchers only used 5 stages due to time and cost limitations. The 5 stages include: . Research and Data Collection . Planning, . Initial Product Development, . Initial Product Trial, and . Product Revision. Based on the results of expert validation tests that have been carried out, the short solutionfocused counseling manual meets the acceptability criteria including aspects of usability, feasibility, accuracy and appropriateness. Keywords: guide, solution-focused brief counseling, achievement motivation jawab terhadap apa yang telah dikerjakan (Purwanto. Peserta didik yang memiliki tujuan, akan meraih sukses akademik disertai usaha yang sungguh-sungguh dengan merancang sejumlah strategi dan melaksanakan strategi tersebut dengan disertai komitmen yang kuat, merupakan gambaran dari sosok peserta didik dengan kepribadian prestatif, peserta didik dengan tingkat motivasi berprestasi Namun kenyataannya, masih banyak dijumpai peserta didik ingin memperoleh nilai rapor tinggi, nilai Ujian Nasional bagus, dan ingin masuk perguruan tinggi favorit tetapi tidak memiliki PENDAHULUAN Motivasi dalam konteks pendidikan disebut dengan motivasi berprestasi yang berupa keinginan untuk menyelesaikan kegiatan akademik dengan Apabila peserta didik termotivasi untuk berprestasi, ia akan memiliki keyakinan terhadap kekuatan, kemampuan, serta keterampilan yang dimiliki dalam menyelesaikan tugas akademik yang diberikan, sehingga akan terbentuk pribadi yang optimis, ambisius, merasa tertantang, mampu mengerjakan tugas secara efektif, dan bertanggung Pengembangan Panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa yang Memiliki Prokrastinasi Akademik Tinggi kebiasaan belajar yang teratur, mudah bosan saat belajar, mudah menyerah saat menghadapi persoalan yang sulit, serta estimasi yang digunakan untuk belajar lebih sedikit dibandingkan waktu untuk melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan. Terlebih lagi, apabila memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan kesulitan belajar yang pastinya akan lebih besar, dikhawatirkan akan berujung pada terjadinya kegagalan dalam studi terlewat untuk menyerahkan tugas, cemas saat menghadapi ujian, menerima nilai mata pelajaran yang rendah, dan mencapai nilai rata-rata kumulatif yang rendah. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Ramadhan & Winata, 2. juga menyimpulkan bahwa persepsi prokrastinasi akademik di salah satu SMK swasta di Bandung secara keseluruhan dikategorikan tinggi. Perilaku prokrastinasi ini akan menjadi sebuah kebiasaan dan berakibat buruk bagi peserta didik. Bahkan, apabila perilaku menundanunda waktu dan pekerjaan ini terus dibiarkan, akan mengakibatkan dampak yang cukup serius bukan hanya pada pembelajaran saja melainkan juga pada pengembangan kepribadian antara lain mampu menurunkan produktifitas seseorang. Kesulitan dalam belajar pasti dialami oleh setiap peserta didik karena kemampuan akademik yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik tidak Peserta didik dengan kemampuan akademik di atas rata-rata pasti akan lebih mudah dalam menguasai atau menyelesaikan tugas-tugas akademik dibandingkan dengan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik di bawah rata-rata. Kesulitan dalam menyelesaikan tugas akademik merupakan salah satu hal yang memicu terjadinya penundaan penyelesaian tugas akademik yang dilakukan oleh peserta didik atau yang biasa dikenal dengan istilah Berdasarkan prokrastinasi akademik yang telah disebarkan kepada 60 peserta didik kelas X, didapatkan sebanyak 35 peserta didik berada pada kategori tinggi. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik yang melakukan prokrastinasi pada pembelajaran akademik. Apabila perilaku prokrastinasi terutama dalam bidang akademik ini dibiarkan, akan memberikan dampak negatif pada ketergantungan pada teman, mudah pesimis, terlena hingga cenderung membuang waktu untuk melakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan tugas akademik sehingga menimbulkan kecemasan berlebih, kurang optimal dalam menyelesaikan tugas akademik hingga mendapat sanksi atau hukuman dari guru, dan yang paling sering terjadi adalah prestasi belajar peserta didik menjadi rendah. Menurut (B. Tuckman, mengakibatkan dilakukannya penundaan pekerjaan yang seharusnya dapat berada di bawah kendali atau penguasaan orang tersebut. Prokrastinator . elaku prokrastinas. cenderung melakukan prokrastinasi karena adanya rasa takut akan gagal, tidak suka pada tugas yang diberikan, menentang dan melawan kontrol, mempunyai sifat ketergantungan dan kesulitan dalam membuat keputusan. Seseorang yang berkonsentrasi, rasa cemas dan takut, kepercayaan yang negatif, masalah pribadi, bosan, keinginan yang tidak realistis dan perfeksionis, dan ketakutan akan Rendahnya prestasi belajar peserta didik dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri . aktor interna. maupun luar diri . aktor eksterna. peserta didik. Faktor-faktor penyebab rendahnya prestasi belajar meliputi faktor internal yaitu faktor fisiologis dan faktor psikologis serta faktor eksternal yaitu faktor social dan faktor non social (Ansori et al. , 2. Faktor fisiologios yaitu kesehatan, peserta didik dapat belajar dengan baik jika diikuti oleh kondisi kesehatan yang baik, sedangkan faktor psikologis yaitu hal-hal yang bersifat psikis, peserta didik dapat berprestasi di sekolah dengan baik jika diikuti oleh Dalam studi empiris yang dilakukan oleh Ferarri, dkk & Rabin, dkk . alam Zacks & Hen, 2. menggambarkan bahwa 70% siswa sering menunda-nunda. Studi menunjukkan bahwa tugastugas yang biasanya ditunda dalam pengerjaanya adalah tugas menulis makalah, belajar untuk ujian, dan mengikuti tugas membaca mingguan. Penundaan akademik juga dikaitkan dengan tenggat waktu yang Pengembangan Panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa yang Memiliki Prokrastinasi Akademik Tinggi motivasi, minat, bakat, dan kemampuan kognitif yang baik pula serta aktivitas sosial yang dilakukan oleh peserta didik. Faktor social yang dimaksud disini adalah factor sesama manusia yang meliputi teman bergaul, media masa, aktivitas sosial yang dilakukan peserta didik. Faktor non sosial yang dimaksud meliputi suasana, cuaca, letak ruang belajar, dan alat bantu belajar yang seharusnya saling membantu (Suryabatra, 2. untuk berhasil, mereka akan bekerja lebih keras pada setiap tugas dan menaklukkan lebih banyak tantangan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Perilaku prokrastinasi yang ditunjukkan oleh peserta didik dapat membuktikan bahwa motivasi berprestasi peserta didik masih tergolong rendah. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh (Mariana et al. , 2. menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi berprestasi maka semakin rendah prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh peserta didik begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil instrumen skala motivasi berprestasi yang telah disebarkan oleh peneliti kepada peserta didik yang teridentifikasi memiliki tingkat prokrastinasi akademik tinggi, didapatkan sebanyak 18 orang atau sekitar 50% berada pada kategori motivasi berprestasi rendah. Peningkatan motivasi berprestasi dapat diantisipasi dengan mendorong tercapainya tujuan akademik peserta didik dengan memanfaatkan kemampuannya dalam memperoleh prestasi akademik yang baik dan lebih Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan layanan konseling individu maupun pendekatan yang lebih berfokus pada solusi agar dapat lebih efektif dan efisien. Berdasarkan teori dan penelitian yang relevan, layanan responsif yang efektif dalam menangani masalah ini mengarah kepada Solution-Focused Brief Group Counseling . onseling kelompok singkat berfokus solus. Solution-Focused Brief Counseling merupakan sebuah pendekatan yang menekankan pada potensi dan kekuatan konseli yang berfokus pada masa depan dan berorientasi pada tujuan. Solution Focused Brief Counseling tidak berpusat pada penyebab terjadinya masalah, tetapi lebih kepada solusi atas masalah tersebut (Corey, 2. Murphy (Mulawarman, 2. menguraikan bahwa pendekatan konseling singkat berfokus solusi adalah pendekatan yang terbaik untuk digunakan dalam lingkungan pendidikan karena dalam pelaksanannya, waktu implementasi yang diperlukan cukup singkat, penekanan pada solusi, dan berfokus pada kekuatan yang dimiliki siswa dibanding kelemahannya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Moore dan Hopson (Mulawarman, 2. juga menunjukkan bahwa SFBT efektif dalam menangani anak-anak yang memiliki masalah perilaku di kelas atau di Pada beberapa faktor yang telah disebutkan, yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah faktor yang ada dalam diri peserta didik . aktor interna. tersebut, yaitu faktor psikologis yang meliputi motivasi, minat, bakat, dan kemampuan kognitif peserta didik. Motivasi sangat dibutuhkan dalam melakukan suatu tugas atau menyelesaikan masalah. Motivasi melibatkan tujuan . yang memiliki fungsi memberikan dorongan dan arahan untuk bertindak (Purwanto, 2. Salah satu jenis motivasi yang dianggap memiliki peranan penting dalam perilaku peserta didik adalah motivasi berprestasi. Mendorong dan memberikan sebuah pemahaman kepada peserta didik akan pentingnya motivasi sangatlah penting. Apabila dalam diri peserta didik sudah tertanam motivasi berprestasi yang tinggi, maka peserta didik akan mengerahkan segala daya kemampuannya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Hal ini sejalan dengan penelitian (Shodiq, 2. yang menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi yang dimiliki siswa maka semakin tinggi pula pencapaian dalam prestasi belajarnya. Menurut (Purwanto, 2. , berpendapat bahwa definisi motivasi berprestasi adalah proses yang dilalui seseorang untuk mencapai standar keunggulan . ebih baik dari orang lain atau lebih baik dari pencapaiannya sendir. Menurut McClelland (Nursalim, 2. berpendapat bahwa motivasi berprestasi adalah dorongan seseorang untuk mencapai tujuan yang memberinya kekuatan untuk menyelesaikan tugas dengan lebih efektif atau lebih Karakteristik peserta didik yang memiliki motivasi berprestasi tinggi meliputi pencapaian dan umpan balik, suka tantangan pada tugas akademik untuk diselesaikan, inovatif dan kreatif dalam belajar, serta tanggungjawab terhadap tugas akademik. Prestasi belajar sangat tergantung pada motivasi siswa untuk berprestasi. Jika siswa lebih termotivasi Pengembangan Panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa yang Memiliki Prokrastinasi Akademik Tinggi lingkungan sekolah. Charlesworth dan Jackson . alam Corey, 2. memandang konseling singkat berfokus pada solusi sesuai untuk lingkungan sekolah karena lebih efektif dan praktis, membantu peserta didik dalam mengembangkan tujuan positif, membantu guru bimbingan dan konseling dalam memberikan konseling kepada lebih banyak siswa dengan waktu yang singkat, serta pendekatan SFBC didasarkan pada konsep yang jelas dan mudah Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan buku panduan konseling kelompok singkat berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik dengan tingkat akademik tinggi. pada rentang bulan Agustus sampai November 2023, sebanyak 50% peserta didik atau sekitar 18 peserta didik di dalam satu kelas menunda dalam menyelesaikan tugas pada pembelajaran P5 dan melakukan hal yang tidak tepat. Penundaan ini sengaja dilakukan oleh peserta didik karena merasa tugas tersebut mudah dan masih banyak waktu untuk mengerjakannya. Sehingga, saat mendekati waktu pelajaran berakhir dan tugas belum selesai dikerjakan sedangkan harus dikumpulkan, yang dilakukan oleh peserta didik ialah mengandalkan contekan jawaban dari Alhasil, tugas tersebut dikerjakan dengan sisa waktu yang ada secara asal-asalan. Fenomena ini menunjukkan bahwa adanya perilaku prokrastinasi akademik yang sengaja dilakukan oleh peserta didik. Apabila perilaku prokrastinasi terutama dalam bidang akademik ini dibiarkan, akan memberikan dampak negatif pada peserta didik diantaranya menjadi sering ketergantungan pada teman, mudah pesimis, terlena hingga cenderung membuang waktu untuk melakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan tugas akademik sehingga menimbulkan kecemasan berlebih, mengalami stress sebelum melakukan ujian dikarenakan tidak paham dengan materi pembelajaran, kurang optimal dalam menyelesaikan tugas akademik hingga mendapat sanksi atau hukuman dari guru, dan yang paling sering terjadi adalah prestasi belajar peserta didik menjadi rendah. Berdasarkan dilakukan dengan guru bimbingan dan konseling pada saat peneliti melakukan Kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Agustus-November pemberian layanan bimbingan dan konseling dilakukan dengan memberikan layanan konseling individu maupun konseling kelompok. Pemberian layanan ini lebih condong menggunakan pendekatan realita, sehingga diperlukan layanan bimbingan dan konseling dengan pendekatan yang lebih berfokus pada solusi agar dapat lebih efektif dan efisien. Berdasarkan teori dan penelitian yang relevan, layanan responsif yang efektif dalam menangani masalah ini mengarah kepada Solution-Focused Brief Group Counseling . onseling kelompok singkat berfokus solus. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Research & Development (R&D) dengan desain penelitian (Borg & Gall, 1. Adapun alasan peneliti menggunakan desain penelitian tersebut sebab ingin menghasilkan suatu produk yakni buku panduan konseling singkat berfokus-solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik dengan tingkat prokrastinasi akademik tinggi sesuai dengan aspek akseptabilitas, meliputi kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Selain itu, peneliti juga akan melakukan uji validasi materi. Menurut Sugiyono . terdapat sepuluh langkah langkah dalam desain penelitian Borg & Gall . , namun dalam penelitian ini hanya menggunakan lima tahapan sebab keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti, diantaranya: . Penelitian dan Pengumpulan Data . Perencanaan, . Pengembangan Poduk Awal, . Uji Coba Produk Awal, dan . Revisi Produk. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Proses pengembangan media buku panduan konseling kelompok singkat berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dengan tingkat prokrastinasi akademik tinggi akan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut: Penelitian dan Pengumpulan Data Observasi dilakukan oleh peneliti di dalam kelas X-3 SMAN 1 Driyorejo pada saat menjalankan Kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan Pengembangan Panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa yang Memiliki Prokrastinasi Akademik Tinggi Tahap Perencanaan Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tahap analisis produk di SMAN 1 Driyorejo, maka pengembangan produk/media bimbingan dan konseling merupakan solusi yang paling memungkinkan untuk memberikan tindakan perbaikan/pengentasan prokrastinasi akademik pada peserta didik. Perihal tersebut dilatarbelakangi berdasarkan wawancara yang dilakukan bersama guru bimbingan dan konseling bahwa sebagai upaya untuk menangani memberikan layanan konseling individu maupun Oleh produk/media yang dikembangkan adalah buku panduan konseling kelompok singkat berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dengan tingkat prokrastinasi akademik Berikut merupakan rencana rancangan pengembangan media buku panduan konseling kelompok singkat berfokus solusi: Merumuskan tujuan Tujuan dari pengembangan media media buku panduan konseling kelompok singkat berfokus solusi ialah untuk menghasilkan produk media penunjang pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling konseling dalam menangani permasalahan berupa peserta didik yang mengalami prokrastinasi akademik yang tinggi. Menentukan sasaran Buku panduan konseling kelompok singkat berfokus solusi dirancang untuk membantu guru bimbingan dan konseling dalam memberikan konseling kelompok singkat berfokus solusi kepada peserta didik untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik dengan tingkat prokrastinasi akademik Merumuskan materi Materi yang ada di dalam buku panduan ini dirancang berdasarkan teori dari para ahli yang telah dianalisis dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan permasalahan peserta didik. Teori yang digunakan sebagai acuan analisis peserta didik pada variabel motivasi berprestasi yakni menggunakan teori dari McClelland . Disamping itu, teori yang digunakan sebagai acuan analisis peserta didik pada variabel prokrastinasi akademik yakni menggunakan teori dari Ferrari . Mengenai hal tersebut, konseling kelompok singkat berfokus solusi yang diberikan kepada peserta didik didasarkan pada teori dari Corey . Merancang desain dan konten Pengembangan media buku panduan dirancang dengan menggunakan perangkat Microsoft Word dengan desain dan ilustrasi yang menunjang. Merancang buku panduan Buku panduan ini berisi panduan umum dan panduan pelaksanaan konseling. Adapun pada bab panduan umum berisi materi dasar, tujuan konseling, sasaran konseling, tempat dan karakteristik subjek, peran pemimpin dan anggota, serta jadwal pelaksanaan konseling. Disamping itu, bab panduan pelaksanaan konseling berisi rencana pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan empat sesi yang disusun secara lengkap dan sistematis serta dicantumkan penjelasan mengenai pra konseling dan pasca konseling. Tahap Pengembangan Produk Awal Pada produk/media dikembangkan sesuai dengan tahap perencanaan yang telah dijabarkan Produk yang dikembangkan ialah Buku Panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa yang Memiliki Prokrastinasi Akademik Tinggi. Uji Validasi Ahli Pada proses pengembangan produk/media, uji validasi ahli materi dilakukan oleh Bamang Dibyo Wiyono. Pd. selaku Dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya. Setelah dilakukannya uji validasi menggunakan kriteria penilaian aspek yang telah ditentukan, didapatkan hasil bahwa media panduan yang telah diuji dinyatakan layak untuk uji coba lapangan tanpa revisi. Berikut disajikan tabel hasil uji validasi materi yang telah dilakukan: Pengembangan Panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa yang Memiliki Prokrastinasi Akademik Tinggi Tabel 1. Hasil Uji Validasi Materi Aspek Presentase. %) Kategori Kegunaan Sangat Baik Kelayakan Sangat Baik Ketepatan Sangat Baik Kepatutan Sangat Baik Buku panduan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagaimana melakukan sesi konseling dengan lebih efektif dan efisien. Ditinjau berdasarkan Ferisa, dkk . buku panduan yaitu sebagai salah satu media bimbingan dan konseling yang dapat dimanfaatkan sebagai media pelaksanaan Perihal Wahyuningsih . manfaat buku panduan ini sangat diperlukan bagi guru bimbingan dan konseling untuk membantu dan mempermudah pelaksanaan konseling kelompok. Berdasarkan pelaksanaan validasi kepada ahli materi, didapatkan hasil bahwa media panduan yang telah diuji dinyatakan layak untuk uji coba lapangan tanpa revisi karena telah memenuhi kriteria akseptabilitas produk yang berupa kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Pembahasan Pengembangan media didasarkan pada observasi yang dilaksanakan pada peserta didik kelas X-3 SMAN 1 Driyorejo. Hasil observasi didapatkan bahwa peserta didik memiliki problematika mengenai prokrastinasi akademik yang tinggi. Sebagai upaya dalam mengatasi problematika tersebut, maka dilaksanakanlah layanan konseling meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik yang memiliki prokrastinasi akademik tinggi. PENUTUP Simpulan Pengembangan buku panduan konseling kelompok singkat berfokus solusi dilakukan untuk mengatasi masalah prokrastinasi akademik yang tinggi pada siswa kelas X-3 SMAN 1 Driyorejo. Buku panduan ini dirancang untuk membantu guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan prokrastinasi akademik tinggi melalui layanan konseling kelompok. Validasi dari ahli materi menunjukkan bahwa buku panduan ini layak untuk digunakan tanpa revisi karena memenuhi kriteria akseptabilitas produk seperti kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Ditinjau berdasarkan permasalahan yang terjadi, maka dikembangkanlah media berupa buku panduan konseling kelompok singkat berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dengan tingkat prokrastinasi akademik tinggi. Adapun buku panduan dirancang untuk membantu guru bimbingan dan konseling dalam memberikan konseling kelompok singkat berfokus solusi kepada peserta didik untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik dengan tingkat prokrastinasi akademik tinggi. Buku panduan konseling singkat berfokus solusi ini disusun secara lengkap sebagai upaya untuk memudahkan guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan konseling kelompok. Perihal tersebut sejalan dengan Febrianti, dkk . yakni fungsi dari buku panduan konseling adalah sebagai petunjuk mengenai langkah-langkah dalam melaksanakan Tujuan buku panduan ini adalah untuk memudahkan pelaksanaan layanan konseling kelompok singkat berfokus solusi dalam menangani rendahnya motivasi berprestasi siswa yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik tinggi, sehingga upayanya lebih terkonsentrasi. Saran Sebagai penelitian lebih lanjut, disarankan melaksanakan evaluasi jangka panjang untuk melihat dampak penggunaan buku panduan terhadap pelaksanaan konseling kelompok singkat berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi yang memiliki prokrastinasi akademik tinggi. Serta perlunya dilakukan pengembangan isi buku panduan berdasarkan umpan balik dan integrasi dengan teknologi digital. Pengembangan Panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa yang Memiliki Prokrastinasi Akademik Tinggi DAFTAR PUSTAKA