Urecol Journal. Part A: Education and Training Vol. 1 No. eISSN: 2797-0949 Response to the Use of Radio Channels as Online Learning Media in Elementary Schools Rini Widyastuti. Tria Mardiana . Ari Suryawan Department of Primary Teacher Education. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia triamardiana@ummgl. https://doi. org/10. 53017/ujet. Received: 02/08/2021 Revised: 25/09/2021 Accepted: 30/09/2021 Abstract The study aims to know the response of parents and teachers regarding the use of radio channels as online learning media in SD Negeri Paremono 1 Kecamatan Mungkid. The study uses qualitative comparisons with case studies. The data comes from 11 pairs of students, 11 parents plus 6 teachers from class I through class VI. During the data collection stage, researchers use interviewing methods, observation and angkets. Testing the validity of data, researchers used technical triangulation . nterviews, observations, digitation of documents and angket. as well as source triangulation . tudents, parents and teacher. Data analysis runs through four components, that is: data collection, data reduction, data presentation and deduction deduction. The results of this study indicate that the students' responses is good, the parents' response is also good, while the teacherAos response is also good. This is because the three data sources have clear information on executing online learning using radio channel media, preparations are made to a maximum and when the application is not absolute. As a learning evaluation, students usually get assignments, both online and offline. Online tasks are given and collected daily through the whatsapp/googleform. While the task is offline twice a week, students take and collect assignments on Mondays and Thursdays. Keywords: Radio Channels. Online Learning Media. Primary Education Respon Penggunaan Saluran Radio Sebagai Media Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa, orang tua dan guru terkait penggunaan saluran radio sebagai media pembelajaran daring di SD Negeri Paremono 1 Kecamatan Mungkid. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Data bersumber dari 11 siswa, 11 orang tua ditambah 6 guru dari kelas I hingga kelas VI. Pada tahap pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, pencermatan dokumen dan angket. Pengujian keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi teknik . awancara, observasi dan angke. juga triangulasi sumber . iswa, orang tua dan gur. Analisis data dilakukan melalui 4 komponen, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon siswa sudah baik, respon orang tua juga baik sedangkan untuk repon guru baik Hal ini karena ketiga sumber data mendapatkan informasi yang jelas terkait pelaksanan pembelajaran daring menggunakan media saluran radio, persiapan dilakukan secara maksimal serta saat pelaksanaan tidak terhambat sarana prasarana. Sebagai evaluasi pembelajaran, biasanya siswa mendapatkan tugas, baik secara online maupun offline. Tugas online diberikan dan dikumpulkan setiap hari melalui Whatsapp/Googleform. Sedangkan tugas offline diberikan dua kali dalam seminggu, siswa mengambil dan mengumpulkan tugas dihari Senin dan Kamis. Kata kunci: Saluran Radio. Media Pembelajaran Daring. Sekolah Dasar Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Rini Widyastuti et al. Pendahuluan Penyebaran Covid-19 di Indonesia ini bisa dikatakan sangat cepat. Dilansir dari situs resmi media sosial milik Satgas Covid Indonesia (Covid. bahwasanya hingga tanggal 18 Februari 2021 data penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka 685 jiwa kasus positif dengan angka kesembuhan 1. 222 jiwa dan 33. 969 jiwa meninggal dunia akibat virus ini. Dampak dari penyebaran Covid-19 ini bukan hanya meluluh lantahkan dunia kesehatan dan perekonomian saja, melainkan melemahkan dunia pendidikan juga. Hampir semua aspek kehidupan terhambat, karena virus ini juga menyerang dunia pendidikan, sehingga menyebabkan sistem pembelajaran harus dirubah. Awalnya pembelajaran dilakukan secara langsung atau tatap muka, menjadi pembelajaran daring . alam jaringa. atau online. Para guru harus merubah hampir seluruh perangkat dalam proses pembelajaran. Melalui Surat Edaran Nomor 36962/MPK. A/HK/2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbu. Nadiem Anwar Makarim meminta agar aktivitas pembelajaran di daerah terdampak Covid-19 tetap berjalan dengan memanfaatkan Mengingat mahalnya biaya untuk membeli kuota internet, membuat pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang harus memutar otak. Hal ini agar siswa-siswi dapat tetap belajar namun dengan biaya yang dapat dijangkau. Maka dari itu, sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang tanggal 3 Oktober 2020. Nomor 20. 2/7011/0. 1a/2020 karena Kabupaten Magelang sendiri memiliki saluran radio Gemilang FM . 8 FM) pihak Dinas memiliki terobosan terbaru dengan menggunakan saluran radio sebagai media pembelajarannya. Pembelajaran daring dengan media saluran radio ini diterapkan disemua jenjang kelas sekolah dasar di Kabupaten Magelang. Materi pembelajaran akan disampaikan melalui siaran tersebut dipagi hari sesuai dengan jadwal kelas masing-masing. Setiap kelas mendapat jatah dua kali dalam seminggu untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Penggunaan saluran radio sebagai media pembelajaran ini menuai beragam respon atau komentar dari berbagai pihak. Baik itu respon dari guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua itu sendiri. Namun hingga saat ini terkait respon guru dan siswa tersebut belum ada yang mengungkap. Baik itu respon positif maupun negatif. Padahal jika kita analisis lebih dalam, kita akan mengetahui pro dan kontra terkait pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan saluran radio. Analisis pro dan kontra penggunaan saluran radio memiliki beberapa kegunaan, salah satunya sebagai penentuan rencana tindak lanjut bagi sekolah dalam menyongsong pembelajaran ke depan. Urgensi penelitian ini adalah untuk mengetahui beragam respon dari guru, siswa, maupun orang tua terkait penggunaan saluran radio sebagai media pembelajaran daring. Sehingga nanti akan bermanfaat juga bagi pihak sekolah untuk menentukan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan dilakukan. Manfaat bagi guru itu sendiri adalah guru akan lebih bijak dalam menentukan sikap persiapan pembelajaran ke depan. Berdasarkan uraian di atas, peneliti memilih judul AuRespon Penggunaan Saluran Radio Sebagai Media Pembelajaran Daring di SD Negeri Paremono 1Ay. Judul ini diambil berdasarkan situasi pembelajaran daring yang ditemukan di SD Negeri Paremono 1. Kecamatan Mungkid. Kabupaten Magelang. Penelitian nantinya akan ditujukan pada guru . erwakilan kelas rendah dan tingg. , siswa dan orang tua siswa. Penggunaan saluran radio saat kegiatan pembelajaran tentunya akan membawa banyak manfaat di dunia pendidikan. Penelitian tentang topik ini pernah dilakukan oleh Innayah dari Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Yogyakarta dengan Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Rini Widyastuti et al. judul Radio Edukasi Sebagai Salah Satu Sumber Belajar Dalam Kegiatan Pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2014 yang melibatkan 53 stasiun radio diseluruh Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sekolah maupun pemerintrah daerah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah konten atau materi siaran pendidikan yang disiarkan melalui Radio Edukasi (RE) terdiri atas tiga bagian, yang pertama adalah siaran untuk pendidikan dasar, menengah, tinggi dan nonformal sebesar 67%. Kedua adalah siaran informasi tentang pendidikan dengan presentase 32% dan yang lain-lain atau pendukung sebesar 1%. Metode Penggunaan saluran radio saat kegiatan pembelajaran tentunya akan membawa banyak manfaat di dunia pendidikan. Penelitian tentang topik ini pernah dilakukan oleh Innayah dari Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Yogyakarta dengan judul Radio Edukasi Sebagai Salah Satu Sumber Belajar Dalam Kegiatan Pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2014 yang melibatkan 53 stasiun radio diseluruh Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sekolah maupun pemerintrah daerah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah konten atau materi siaran pendidikan yang disiarkan melalui Radio Edukasi (RE) terdiri atas tiga bagian, yang pertama adalah siaran untuk pendidikan dasar, menengah, tinggi dan nonformal sebesar 67%. Kedua adalah siaran informasi tentang pendidikan dengan presentase 32% dan yang lain-lain atau pendukung sebesar 1%. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini dilakukan guna mengkaji respon siswa, orang tua dan guru terkait penggunaan saluran radio sebagai media pembelajaran daring di SD Negeri Paremono 1. Metode/teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini mencakup empat metode/teknik, yaitu metode/teknik wawancara, observasi, pencermatan dokumen dan angket. Keempat metode/teknik tersebut ditujukan untuk tiga responden/sumber data penelitian, yakni siswa, orang tua dan guru. Secara lebih mendalam, berikut peneliti sajikan hasil dari penelitian yang sudah peneliti lakukan di SD Negeri Paremono 1: Respon Siswa Kemudahan akses Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan dilapangan, dapat diperoleh hasil terkait kemudahan akses bahwa suara dari radio dapat didengar dengan baik oleh siswa di rumah, termasuk di tempat siswa biasanya belajar. Selama proses pembelajaran berlangsung tidak ditemui gangguan baik dibagian sarana maupun prasarana. Signal dari radiopun juga dapat tertangkap dengan bagus dan cukup stabil hingga pembelajaran Kejelasan informasi/materi Menurut hasil penelitian mengenai kejelasan informasi/materi ini dapat diketahui materi yang disampaikan oleh pemateri sudah bagus, menarik dan dapat tersampaikan secara menyeluruh. Selain memberikan materi sesuai yang ada dibuku Tema dan LKS, pemateri juga memberikan pengetahuan pada siswa seputar Covid-19 . erutama tentang bagaimana cara kita untuk menjaga diri dan lingkungan selama pandemi ini berlangsun. Setelah pemaparan materi dari pematei selesai, terkadang siswa juga masih meminta penjelasan tambahan dari guru jika masih ada materi yang dirasa susah untuk dipelajari. Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Rini Widyastuti et al. Jadi nanti akan ada perwakilan siswa yang bertanya pada guru melalui grup Whatsapp kelas, sehingga materi tambahan tersebut biasanya siswa terima melalui grup Whatsapp. Proses penyampaian materipun juga sudah sesuai dengan jadwal yang ditentukan, tidak ada jadwal maupun materi yang berubah. Pemateri menyampaikan materi secara jelas dan terstruktur atau runtut. Materi yang disampaiakan juga linear dengan materi yang diajarkan oleh guru sehingga siswa mudah untuk memahami. Saat siswa mengikuti pembelajaran biasanya sambil menyimak buku Tema yang siswa miliki. Apabila ada kata/kalimat yang masih susah dipahami, siswa akan menulisnya dibuku tulis dan mencari penjelasan melalui buku/internet/orang tua maupun guru setelah pembelajaran selesai. Petunjuk tugas/LKS Sesuai dengan hasil penelitian mengenai petunjuk tugas/LKS, menunjukan siswa sering mendapatkan pengarahan dari pemateri sebelum pembelajaran dimulai, seperti mengingatkan untuk menyiapkan keperluan belajar serta memberi gambaran awal terkait materi yang akan dipelajari dihari tersebut. Terkadang pemateri juga memberikan kuis pada siswa diakhir pembelajaran untuk mengukur tingkat pemahaman siswa lalu siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya pada guru/wali kelas masing-masing untuk diperiksa. Selama pembelajaran daring melalui saluran radio berlangsung, buku yang digunakan sebagai sumber belajar utama adalah buku yang diperoleh dari sekolah . uku Tema dan LKS) juga didukung oleh buku yang disediakan secara mandiri oleh wali murid/siswa . amus bahasa Inggris-Indonesia. Kawruh Basa Jawa. RPUL, poster pengetahuan umum, dan atla. Buku tugas yang dipakai pun menggunakan dua buku yang berbeda. Jika menggunakan dua buku, maka siswa tetap memiliki satu buku untuk mengerjakan tugas selanjutnya apabila tugas sebelumnya sedang dikumpulkn pada guru untuk dinilaikan. Siswa menerjakan tugas yang diberikan oleh guru secara rutin. Bahkan siswa juga membuat jadwal pengumpulan tugas secara mandiri, dengan demikian siswa tidak akan terlambat atau bahkan lupa untuk mengumpulkan tugas. Tugas tersebut semua mengacu pada materi yang disampaikan oleh pemateri melalui saluran radio. Proses pemberian tugas dilakukan dalam dua cara, yaitu secara online dan juga offline. Jika online, guru dan siswa hanya mengirim tugas serta mengumpulkan jawaban melalui Whatsapp ataupun platfom lain (Googlefor. Namun bila tugas diberikan secara offline, maka siswa bersama orang tua harus datang ke sekolah secara langsung untuk mengambil tugas dan mengumpulkan tugas yang sudah selesai dikerjakan dihari lalu. Kejelasan pengumpulan Hasil penelitian seputar kejelasan pengumpulan tugas menunjukan setiap hari siswa menerima satu hingga dua tugas dari guru, baik itu berupa tugas online maupun offline. Prosedur pemberian dan pengumpulan tugas antar kelaspun hamper seragam. Biasanya siswa diminta datang ke sekolah setiap hari Senin dan Kamis untuk mengambil tugas serta mengumpulkan pekerjaan dari tugas lalu . erlaku untuk tugas yang offlin. Namun untuk tugas yang bersifat online, maka siswa harus mengumpulkan dihari itu juga karena batas pengumpulan tugas maksimal hanya dua belas jam saja. Melalui prosedur seperti ini, siswa merasa mudah dalam pengumpulan tugas. Siswa selalu membuat jadwal pengumpulan tugas . aik itu ditempel dibuku tugas, dinding maupun meja belajar sisw. , untuk tugas online pengumpulan maksimal sore hari dan jika offline maka dilaksanakan hari Senin dan Kamis. Saat pemberian tugas, guru selalu memberikan pengarahan pada siswa tentang tata cara pengumpulan pekerjaan, sebelum hari H atau waktu yang ditentukan guru selalu mengingatkan siswa tentang tugas tersebut. Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Rini Widyastuti et al. Kejelasan penilaian Hasil penelitian kejelasan penilaian menunjukan nilai siswa selama mengikuti pembelajaran daring melalui saluran radio sudah bagus, namun terkadang masih ada nilai yang kurang memuaskan, hal ini tergantung dari tingkat kesukaran materi yang dipelajari Nantinya setelah semua tugas siswa terkumpul, guru akan segera memeriksa pekerjaan siswa untuk dinilai. Perolehan nilai tugas online biasanya akan diberitahukan pada siswa dihari itu juga, tapi jika tugas bersifat offline maka nilai akan diinformasikan sekalian saat siswa mengumpulkan tugas yang selanjutnya. Bagi siswa yang nilainya belum memenuhi standar, maka harus mengikuti program perbaikan nilai yang diselenggarakan oleh guru/wali kelas masing-masing. Apabila dalam kegiatan belajar siswa masih terdapat kendala, guru akan memberikan pendampingan khusus bagi siswa baik itu secara langung . ome visi. maupun melalui Whatsapp pribadi. Berdasarkan penjabaran diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa respon siswa terkait penggunaan saluran radio ini sudah baik. Hal ini akan berdampak baik pula pada perolehan hasil belajar siswa. Salah satu hal yang mendukung hasil belajar siswa saat pembelajaran daring adalah kemandirian siswa dalam belajar. Melalui kemandirian belajar, siswa akan diajak untuk berproses untuk berinisiatif dengan atau tidak dengan bantuan orang tua dalam mendiagnosis kebutuhan dalam belajar, mengidentifikasi sumber belajar yang akan digunakan, mengimplementasikan serta memilih strategi belajar yang digunakan juga mengevaluasi hasil belajar . Respon Orang Tua Kejelasan informasi Berdasarkan penelitian yang sudah peneliti lakukan tentang kejelasan informasi, menunjukan bahwa orang tua memperoleh informasi yang jelas tentang pelaksanaan pembelajaran daring melalui media saluran radio ini dari guru/wali kelas masing-masing digrup Whatsapp. Saat mengikuti kegiatan pembelajaran ini, siswa tidak hanya diminta untuk mendengarkan aja, tetapi juga mempelajari dan meresume materi yang disampaikan oleh pemateri . husus kelas tingg. Guru juga mengirimkan jadwal pembelajaran yang akan diikuti oleh siswa pada orang tua. Pembelajaran dihari Senin dan Kamis untuk kelas i serta IV, hari Selasa dan JumAoat untuk kelas VI juga VI, hari Rabu bagi kelas I dan hari Sabtu khusus kelas II. Siaran dilakukan dalam dua kloter, untuk kloter pertama dimuai 00 WIB sampai dengan pukul 07. 30 WIB. Sedangkan untuk kloter kedua dimulai dari pukul 07. 30 WIB sampai pukul 08. 00 WIB. Jadi masing-masing kloter hanya berdurasi waktu 30 menit saja. Saat pembelajaran berlangsung, biasanya orang tua selalu mendampingi anak . rang tua ikut mendengarkan dan menyimak pemaparan mater. Setelah mendengarkan pemaparan materi dari radio, siswa memanfaatkan waktu untuk belajar . 00 sampai dengan pukul 10. 00 lalu dilanjutkan lagi unuk belajar setelah dzuhur/malam har. Kemudahan dalam mencari sumber belajar Menurut penelitian mengenai kemudahan dalam mencari sumber belajar menunjukan selama pembelajaran daring menggunakan media saluran radio ini siswa dapat menerima suara dari radio dapat dengan baik. Apabila suara radio kurang dapat diterima dengan jelas, biasanya orang tua mengarahkan siswa untuk bertanya pada teman ataupun orang tua mengarahkan anak untuk berpindah tempat belajar hingga suara radio bisa didengar dengan jelas. Alat belajar yang disiapkan oleh orang tua untuk menunjang belajar siswa berupa buku tulis dan alat tulis. Lalu untuk sumber belajarnya yaitu buku Tema. LKS. RPUL, kamus, atlas dan referensi dari internet ( google maupun youtub. Namun jika Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Rini Widyastuti et al. ditengah pembelajaran orang tua ada kendala dalam pengadaan sumber belajar, nanti orang tua pasti akan terus berkoordinasi/konsultasi dengan wali kelas. Sebelum pembelajaran daring melalui saluran radio berlangsung, orang tua selalu memeriksa dan menyediakan buku yang akan digunakan oleh siswa. Orang tua juga memeriksa serta memahami terlebih dahulu materi yang akan dipelajari oleh siswa, nantinya jika siswa ada kendala diharapkan orang tua dapat membantu menyelesaiakan kendala tersebut. Kejelasan materi untuk pendampingan Sesuai dengan penelitian seputar kejelasan materi untuk pendampingan menunjukan orang tua biasanya menjelaskan kembali materi yang sudah selesai disampaikan oleh pemateri secara pelan-pelan, terutama untuk kata-kata/kalimat yang dianggap susah dipahami oleh siswa. Apabila orang tua masih kesulitan dalam menjelaskan ulang, maka orang tua akan mencarikan penjelasan tersebut melalui internet atau siswa disuruh bertanya pada teman, baru langkah terakhir adalah bertanya pada guru. Pada pelaksanaan pembelajaran ini, tentunya membutuhkan kerjasama yang baik antara orang tua dengan siswa, orang tua selalu mendampingi siswa saat pelaksanaan pembelajaran daring melalui media saluran radio berlangsung, orang tua ikut menyimak dan mendengarkan pemaparan materi tersebut serta membantu dalam pengerjaan tugas siswa. Apabila materi yang disampaikan oleh pemateri dirasa kurang lengkap, orang tua akan memeriksa dan mencarikan tambahan referensi melalui internet . elalui google dan juga youtub. Peran orang tua tentunya sangatlah penting dalam menggantikan posisi guru untuk mengajar siswa selama mengikuti pembelajaran daring. Terdapat empat peran penting orang tua dalam pembelajaran daring, yakni. orang tua sebagai guru, orang tua sebagai fasilitator, orang tua sebagai motivator dan yang terakhir adalah orang tua sebagai pengaruh atau director . Respon Guru Kesesuaian dengan buku ajar Berdasarkan hasil penelitian tentang kesesuaian dengan buku ajar menunjukan jadwal yang disampaikan oleh dinas sudah sesuai dengan jadwal yang ada di lapangan serta jadwal yang seharusnya dilaksanaan di sekolah saat pembelajaran biasa. Terkait jadwal itu sendiri selama pembelajaran berlangung tidak ada perubahan jadwal. Materi yang disampaikan oleh pemateripun juga mudah diakses karena materi hanya bersumber dari buku Tema . uku guru dan sisw. dan sesuai dengan yang akan disampaikan oleh guru di Jika ada kendala dalam pengaksesan materi, guru akan memaparkan kembali materi tersebut kepada siswa secara pelan-pelan dengan bersumber pada buku guru dan Guna menunjang lebih maksimalnya pembelajaran daring, maka guru mensiasati dengan tetap melaksanakan pembelajaran luring atau offline. Model pembelajaran ini hampir sama dengan model pembelajaran home visit, guru akan berkunjung ke rumahrumah siswa secara bergantian. Melalui home visit ini diharapkan guru bisa menerapkan parenting untuk membantu dan membimbing perkembangan sikap serta kesulitan siswa selama mengikuti proses pembelajaran yang berpengaruh pada psikologi dan kejiwaan sesuai dengan tingkat dan situasi termasuk juga motivasi . Kejelasan materi yang disampaikan lewat radio Menurut hasil penelitian mengenai kejelasan materi yang disampaikan mealui radio menunjukan penggunaan saluran radio sebagai media pembelajaran daring ini dirasa kurang efektif karena siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran secara konkrit, kurang Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Rini Widyastuti et al. mengugah keaktifan siswa dalam belajar serta keterbatasan waktu untuk pemaparan materi . ekali belajar hanya 30 meni. Guru lebih menghendaki penggunaan aplikasi lain, misalnya Zoom meeting. Whatsapp,Youtube dan Googleform. Bahkan ada juga platform yang benar-benar khusus untuk memfasilitasi pembelajaran, misalnya Rumah Belajar. Ruang Guru. Zenius dan Quipper . Namun dibalik itu semua, materi yang disampaikan oleh pemateri sudah dikemas dengan sedemikian rupa, sudah disesuaikan dengan kondisi dan daya tangkap anak, sehingga guru maupun siswa tertarik untuk mendengarkan, dengan durasi yang hanya sebentar materi sudah dapat dipaparkan dengan jelas dan meyeluruh pada poin-poin pentingnya. Saat penyampaian materi berlangsung, pemateri sudah menggunakan diksi/pemilhan kata sesuai dengan tingkat pemahaman siswa sesuai kelasnya, penyampaian juga dilakukan secara pelan-pelan . ntuk kelas renda. dan cenderung cepat untuk kelas tinggi. Pada penggunaan Whatsapp sebagai salah satu media pembelajaran, tentunya dari pihak guru sudah mengkaji beberapa pertimbangan. Selain hampir semua orang memiliki platform tersebut, aplikasi ini juga dirasa mudah diakses dan tidak membutuhkan biaya atau kuota data yang banyak . Kemudahan materi untuk memberikan tugas pada siswa Sesuai dengan hasil penelitian seputar kemudahan materi untuk memberikan tugas pada siswa menunjukan guru menuturkan bahwa materi yang disampaikan oleh pemateri dapat ditangkap dengan mudah oleh siswa, hal ini juga akan mempermudah guru dalam pemberian tugas pada siswa berdasarkan materi yang disampaikan oleh pemateri tersebut. Persentase pemahaman siwa terhadap materi sudah di atas 50% untuk setiap kelasnya. Tugas yang diberikan pada siswa mengacu pada materi yang disamapaikan oleh pemateri melalui saluran radio. Selain tugas dari guru, terkadang pemateri juga memberikan kuis sebagai penjajagan pemahaman siswa. Kuis dari pemateri nantinya harus dikumpulkan pada guru untuk diperiksa. Berikut ini adalah prosedur pemberian tugas yang dilakukan oleh guru di SD Negeri Paremono 1 Kecamatan Mungkid: Tugas bersifat online: Guru memberikan tugas melalui Whatsapp grup. Siswa diberikan durasi waktu untuk menerjakan . aksimal 12 ja. Siswa mengumpulkan pada guru melalui Whatsapp secara personal. Guru memeriksa pekerjaan siswa dan memberitahukan nilai siswa hari itu juga. Tugas bersifat offline: Siswa datang ke sekolah hari Senin untuk mengambil tugas. Siswa mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang sudah diberikan. Siswa datang kembali hari Kamis untuk mengumpulkan tugas dihari Senin dan mengambil tugas untuk hari JumAoat serta Sabtu. Siswa bisa mengetahui nilai yang diperolehnya dihari Senin depan. Jadi konsepnya adalah siswa mengambil tugas, mengumpulkan tugas sekaligus mengetahui nilai yang diterima dihari itu juga. Sedangkan prosedur pemberian tugas pada siswa seharusnya melalui beberapa tahap, antara lain . Tahap pemberian tugas Pada saat guru akan memberikan memperhatikan beberapa hal, antara lain: Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Rini Widyastuti et al. Tujuan yang akan dicapai melalui tugas tersebut. Jenis tugas harus jelas dan tepat,hal ini untuk mempermudah siswa dalam menangkap tugas yang diberikan. Tugas disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Adanya petunjuk/sumber yang bisa membantu tugas siswa. Pemberian alokasi waktu yang cukup untuk siswa mengerjakan. Langkah pelaksanaan tugas . Guru memberikan bimbingan dan pengawasan. Guru memberikan dorongan agar siswa mau mengerjakan tugas yang diberikan. Guru mengupayakan agar siswa menerjakan tugas secara mandiri, tidak dikerjakan oleh orang lain. Guru menganjurkan siswauntuk mencatat hasil yang diperoleh dengan baik dan Tahap mempertanggungjawabkan tugas . Laporan dari apa yang sudah siswa kerjakan, baik secara lisan maupun tulisan. Adanya kegitan diskusi/tanya jawab di dalam kelas. Penilaian pekerjaan siswa, baik secara tes atau nontes maupun dengan cara Guna menunjang lebih maksimalnya proses pembelajaran daring, tentunya juga harus mengoptimalkan peran dari pihak guru, yakni. guru sebagai sumber belajar, guru sebagai demonstrator, guru sebagai motivator, guru sebagai pengelola dan peran saat evaluasi pembelajaran . Apabila peran guru dapat dilaksanakan secara maksimal, tentunya pembelajaran daring akan berjalan dengan lancar. Pada penelitian ini, peneliti menemui beberapa kendala, antara lain keterbtasan perizinan pada proses pengambilan data . ihak sekolah menyarankan pengambilan data melalui angket dan wawancara dilakukan di sekola. , pihak sekolah tidak memberikan izin untuk melakukan kunjungan ke rumah siswa dalam jumlah banyak dan waktu yang lama serta tidak semua orang tua maupun siswa berkenan untuk dijadikan sumber data . ari total 18 pasang orang tua dan siswa, yang berkenan hanya 11 pasang saj. Pihak siswa, orang tua maupun guru juga meyayangkan, meskipun pembelajaran daring telah dibantu melalui media saluran radio, namun masih dirasa kurang maksimal. Seharusnya dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang mengupayakan untuk membuat situs/platform belajar lain sebagai pendamping saluran radio tersebut juga pihak kepala sekolah seharunya lebih memberikan dukungan/motivasi untuk bawahannya. Selain kendala, tentunya peneliti juga menemukan beberapa temuan saat melakukan penelitian di lapangan, yaitu ada oknum guru di SD Negeri Paremono 1 yang masih mengandalkan pembuatan RPP dari hasil KKG atau bahkan merental RPP di tempat fotokopi dan guna menunjang lebih maksimalnya pembelajaran daring maka pihak guru juga menerapkan pembelajaran luring. Kesimpulan Berikut adalah simpulan dari artikel yang sudah penulis susun berdasarkan data hasil penelitian di lapangan: Respon siswa, orang tua dan juga guru bak terkait penggunaan saluran radio sebagai media pembelajaran daring. Prosedur pembelajarannya juga sangat mudah, siswa hanya tinggal mendengarkan, memahami serta meresume pemaparan materi dari pemateri tersebut. Pemaparan materipun juga dilakukan seara pelan-pelan . ntuk kelas renda. dan cenderung cepat Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Rini Widyastuti et al. ntuk kelas tingg. Apabila ada kata/kalimat yang belum bisa diphami, siswa dan orang tua akan bekerjasama mencari sumber referensi lain . uku tema, internet, bertanya pada teman dan langkah terakhir barulah bertanya pada gur. Proses pembelajaran ini dilakukan setiap hari, sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Dinas dan dibagikan kepada setiap sekolah, kemudian wali kelas menginformasikan jadwal tersebut kepada orang tua melalui grup Whatsapp. Jadwal untuk kelas I dilaksanakan setiap hari Rabu, kelas II dihari Sabtu, kelas i dan IV bersamaan dihari Senin juga Kamis, sedangkan kelas V dan VI dihari yang sama yaitu Selasa serta JumAoat. Pada pelaksanaannya, untuk kelas yang menempati pembelajaran dihari yang sama, maka akan dibagi ke dalam dua kloter. Kloter pertama dilaksanakan mulai pukul 07. 00 WIB sampai dengan pukul 07. 30 WIB. Kloter kedua berlangsung dari 30 WIB sampai puku 08. 00 WIB. Jadi untuk setiap pertemuan dalam satu kloter hanya diberikan waktu 30 menit saja pada pemateri untuk memaparkan materinya pada siswa Cara yang dapat dilakukan oleh pemateri maupun guru untuk mengukur tigkat pemahaman siswa tentang materi yang telah dipaparkan, bisa berupa pemberian tugas pada siswa yang berasal dari guru . atau dari pemateri . Namun tugas yang berasal dari pemateri hanya berupa kuis diakhir pembelajaran dan itupun hanya terkadang. Jadi tugas yang utama adalah tugas yang berasal dari guru. Tugas tersebut bisa berbentuk dua macam, tugas online maupun offline. Pemberian tugas secara online akan dilakukan setiap hari oleh guru, siswa akan diberikan durasi waktu maksimal dua belas jam untuk mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Hari itu juga guru akan memeriksa pekerjaan siswa, memberikan nilai dan siswa dapat mengetahui nilainya melalui Whatsapp. Tugas offline berupa pengambilan soal serta pengumpulan tugas siswa yang sudah dikerjakan dihari yang lalu secara langsung ke sekolah. Pengambilan serta pengumpulan tugas biasanya dilaksanakan seminggu dua kali dihari Senin dan Kamis pada guru kelas masing-masing. Bila nantinya diketemui ada nilai siswa yang dirasa kurang memuaskan, maka guru akan mengarahkan untuk mengikuti kegiatan perbaikan/remidial. Namun jika dengan cara melakukan program perbaikan nilai siswa tetap belum baik, maka guru akan melakukan kegiatan pendamingan secara personal Guna menunjang terlaksananya pembelajaran dengan baik, sebelum pembelajaran dilaksanakan,maka guru harus mempersiapkan dahulu perangkat pembelajaran yang akan digunakan. Persiapan dari segi siswa berupa persiapan alat tulis dan buku yang akan digunakan. Buku yang digunakan oleh siswa sendiri juga ada dua macam,buku yang berasal dari sekolah . uku Tema dan LKS) serta buku yang diusahan oleh siswa/orang tua . tlas, kamu, poster pengetahuan umum dan RPUL). Sedangkan persiapan dari orang tua sendiri pastinya akan selalu mengupayakan alat penunjang belajar, misalnya HP, kuota data dan buku. Referensi