Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA JAMUR TIRAM PUTIH DI MURI JAMUR KUPANG (STUDI KASUS DI MURI JAMUR KUPANG DESA BAUMATA BARAT KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG) (Income Analysis and Feasibility Study of White Oyster Mushroom at Muri Jamur Kupang (A Case Study at Muri Jamur Desa Baumata. Kecamatan Taebenu. Kabupaten Kupan. Oleh: Wili Mbuik. Maximilian M. Kapa. Paulus Un Pogram Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian,Universitas Nusa Cendana Alamat E-mail Korespondensi : wilymbuik@gmail. Diterima : 23 Juli 2023 Disetujui 30 Juli 2023 ABSTRACT The white oyster mushroom business can be said to be successful if the business can provide optimal results. Optimal results are determined from the income earned and the feasibility level of the business being run. This study aims to determine the Revenue and Feasibility of the White Oyster Mushroom Business in the Kupang Mushroom Muri Business. The research location is at the Kupang Mushroom Muri Business which was determined intentionally . urposive samplin. Data analysis was carried out using the Quantitative Method, namely income analysis, and financial feasibility which was analyzed using the investment criteria analysis The results of this study show that the income earned by the owner of the White Oyster Mushroom Business in 2022 is Rp. 68,242,952. The results of the financial feasibility analysis show an NPV value of Rp. 329,854,793. Net B/C of 5. IRR of 23%, and Payback Period of 1 year and 7 months. From the results of this analysis it is known that the White Oyster Mushroom Business at Muri Mushroom Kupang is feasible to Keywords: revenue, feasibility analysis, white oyster mushroom business ABSTRAK Usaha jamur tiram putih dapat dikatakan berhasil apabila usaha tersebut dapat memberikan hasil yang Hasil yang optimal ditentukan dari pendapatan yang diperoleh dan tingkat kelayakan dari usaha yang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tiram Putih Pada Usaha Muri Jamur Kupang. Lokasi penelitian yaitu pada Usaha Muri Jamur Kupang yang ditentukan secara sengaja . urposive samplin. Analisis data dilakukan dengan Metode Kuantitatif yaitu analisis pendapatan, dan kelayakan finansial yang dianalisis dengan metode analisis kriteria investasi. Hasil penelitian ini menunjukan pendapatan yang diperoleh pemilik Usaha Jamur Tiram Putih pada tahun 2022 sebesar Rp. 68,242,952. Hasil Analisis kelayakan finansial menunjukan nilai NPV sebesar Rp. 329,854,793. Net B/C sebesar 5. IRR sebesar 23%, dan Payback Period selama 1 tahun 7 bulan. Dari hasil analisis ini diketahui bahwa Usaha Jamur Tiram Putih pada Muri Jamur Kupang layak untuk di usahakan. Kata Kunci : pendapatan, analisis kelayakan, usaha jamur tiram putih PENDAHULUAN Latar Belakang Disebut sebagai negara agraris. Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, dan masih banyak lagi yang menjadi Sebagian besar masyarakat Indonesia, memanfaatkan kondisi alam tersebut untuk melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian maupun yang berkaitan dengan pertanian. Karena semua orang didunia ini membutuhkan makan setiap hari, maka pertanian merupakan kegiatan yang paling mendasar bagi manusia. Sektor pertanian memiliki beberapa sub sektor yaitu sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan Salah satu sub sektor yang terus berkembang dan memiiki peranan penting dalam peningkatan pendapatan masyarakat yaitu hortikultura. Sebagai sub sektor yang dapat dijadikan andalan dalam upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, hortikultura dikelompokan menjadi empat kelompok komoditas yaitu buah-buahan, sayuran. Mbuik, et al. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tirama. Page 168 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 tanaman hias, dan tanaman obat-obatan atau Salah satu kelompok sayuran yang sudah mulai banyak dibudidayakan sebagai komoditas usaha yaitu Jamur Tiram Putih. Jamur Tiram Putih merupakan salah satu dari banyaknya sayuran yang dapat dibudidayakan dan dikembangkan dengan sangat mudah serta lahan yang dibutukan untuk budidaya tidak terlalu luas, bahan-bahan yang diperlukan juga mudah didapatkan dilingkungan sekitar seperti serbuk gergaji dan tepung jagung (Zulfahmi, 2. Jamur Tiram Putih telah cukup lama dikenal oleh masyarakat di Indonesia, dan merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Jamur tiram putih mengandung Vitamin B1. Vitamin B2. Vitamin B3. Vitamin B5. Vitamin B7,Vitamin C. Protein 19-30%. Karbohidrat 50-60%, dan mengandung sejumlah asam amino (Sumarsih, 2. Pada awalnya pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap jamur tiram putih hanya mengandalkan kemurahan alam, karena Jamur Tiram Putih hanya tumbuh secara alami pada musim hujan. Namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan serta pengamatan dan penelitian, masyarakat mampu membudidayakan jamur untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat (Tim Karya Tani Mandiri, 2. Minat dan konsumsi masyarakat semakin meningkat dan banyaknya pembudidaya jamur tiram putih di Indonesia terus bertambah, sehingga jamur tiram merupakan salah satu komoditi yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi (Alex, 2. Jamur tiram putih telah dikembangkan di Nusa Tenggara Timur khususnya Kabupaten Kupang. Peluang pengembangan usaha jamur tiram putih di Kupang sangatlah terbuka lebar mengingat jamur tiram putih memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, teknik budidayanya yang tidak terlalu rumit. Salah satu lokasi usaha jamur tiram putih yang terdapat di Kabupaten Kupang yaitu Muri Jamur Kupang yang terletak di Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu. Pemilik Muri Jamur Kupang adalah Bapak Gaspar B Padja. Berdasarkan hasil pra survei di lapangan bahwa satu kali produksi jamur tiram putih mencapai hasil produksi kurang lebih 2000 baglog. Hasil jamur tiram per baglog p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 dapat mencapai 80-110 gram dan harga penjualan jamur tiram putih per kg Rp 30. Usaha jamur tiram ini sudah dijalankan sejak 2008 dan sampai saat ini masih konsisten mengusahakan jamur tiram putih. Namun berdasarkan hasil pra survei, usaha tani yang ditekuni oleh Bapak Gaspar belum terlihat adanya analisis usaha yang memadai pengembangan usaha jamur tiram putih. Usaha Jamur Tiram Putih oleh Muri Jamur Kupang telah berjalan 15 Tahun, belum pernah dilakukan analisis baik pendapatan yang diperoleh maupun analisis kelayakan dari usaha yang dijalankan. Usaha jamur tiram dapat berkembang dengan baik apabila memperoleh hasil yang Hasil yang maksimal dalam berusahatani pada akhirnya dapat di tentukan berdasarkan pendapatan yang diperoleh. Apakah pendapatan yang di peroleh melebihi biaya yang dikeluarkan selama proses produksi atau tidak. Namun kenyataan yang terjadi petani jarang menghitung secara pasti keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Dengan demikian diperlukan suatu analisis terhadap usaha Muri Jamur Kupang untuk menunjang peningkatan dan pengembangan usaha. Berdasarkan pada permasalahan yang diidentifikasi maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Jamur Tiram Putih pada usaha Muri Jamur Kupang yang berlokasi di Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengkaji besar pendapatan yang diperoleh dari Usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang dan mengkaji tingkat kelayakan Usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Kupang yaitu pada usaha MURI Jamur Kupang di Desa Baumata Barat Kelurahan Taebenu Kabupaten Kupang pada Bulan Maret 2023. Metode Pengumpulan Data Penelitian menggunakan metode Studi Kasus . ase Menurut Arikunto . , penelitian Mbuik, et al. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tirama. Page 169 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 secara studi kasus . ase stud. adalah sebuah penelitian yang dilakukan secara intensif atau terinci dan mendalam terhadap gejala maupun pada organisasi atau lembaga tertentu. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung secara berstruktur dengan responden menggunakan daftar pertanyaan . Teknik pengumpulan data primer yaitu: Wawancara. Pengamatan . , dan Dokumentasi. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literatur. Dinas/Lembaga maupun bukubuku pendukung yang berkaitan dengan penelitian ini, baik hasil penelitian terdahulu dan laporan terkait penelitian ini. Metode pengambilan sampel Sampel yang diambil dalam penelitian merupakan seorang pelaku usaha jamur tiram putih di Desa Baumata Barat Kelurahan Taebenu Kabupaten Kupang. Penentuan responden dan lokasi dilakukan secara sengaja . urposive samplin. dengan pertimbangan bahwa pelaku usaha tersebut merupakan pelaku usaha ini sudah memulai usaha dari tahun 2008, yang masih bertahan dan menggeluti usaha jamur tiram di wilayah Kabupaten Kupang. Menurut Sugiyono . dalam Rahmawati . Teknik penentuan . urposive samplin. merupakan suatu proses pengambilan sampel dengan menentukan jumlah sampel yang akan di ambil dan melakukan pemilihan terhadap sampel atas dasar tujuan-tujuan tertentu dengan tidak menyimpang dari ciri-ciri sampel yang telah Metode Analisis Data Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif. Yaitu Metode penelitian dengan menggunakan data konkrit yang diperoleh berupa angka yang dapat dianalisis dengan menggunakan alat uji perhitungan yang berkaitan dengan tujuan yang diteliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan (Sugiyono, 2. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang. Untuk menjawab tujuan pertama yaitu mengetahui besarnya pendapatan yang p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 diperoleh dari usahatani jamur tiram putih maka akan dilakukan analisis meliputi biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai Untuk Mengetahui Total Biaya TC = TFC TVC. (Soekartawi. Keterangan : TC = Total Cost / Total Biaya (R. TFC = Total Fixed Cost / Total Biaya Tetap (R. TVC = Total Variable Cost / Total Biaya Variable (R. Untuk Mengetahui Total Penerimaan TR = P x Q. (Soekartawi. Keterangan : Tr = Total Revenue / Penerimaan Total (R. P = Price / Harga Pokok Per Kg (R. Q= Quantitas / jumlah produk yang Untuk Mengetahui Besarnya Pendapatan Pd = TR Ae TC. (Soekartawi. Keterangan : Pd = Pendapatan Usahatani (R. TR = Total Revenue / Penerimaan (R. TC = Total Cost / Total Biaya (R. Untuk menjawab tujuan kedua yaitu dilakukan analisis kelayakan finansial yang dianalisis dengan metode analisis kriteria investasi yang terdiri atas: Net Present Value (NPV) Menurut Pujawan . Analisis NPV adalah analisis yang dilakukan untuk melihat nilai investasi dengan pertimbangan perubahan nilai mata uang. NPV adalah perbedaan antara nilai sekarang dari keuntungan dan biaya. Secara matematis NPV adalah sebagai berikut: Dimana : Bt = Manfaat yang diperoleh pada tahun ke-t Ct = Biaya yang dikeluarkan pada tahun ke-t I = Suku bunga yang digunakan t = Tahun ke-t n = Umur ekonomi usahatani jamur tiram dengan kriteria bahwa : Mbuik, et al. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tirama. Page 170 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Jika NPV > 0, maka usaha jamur tiram putih layak diusahakan Jika NPV < 0, maka usaha jamur tiram putih tidak layak untuk diusahakan Jika NPV = 0, maka usaha jamur tiram putih mengembalikan sama besarnya nilai uang yang diinvestasikan. Net B/C Ratio Net B/C Ratio dapat dihitung dengan membagi jumlah nilai sekarang aliran kas manfaat bersih positif dengan jumlah nilai sekarang aliran kas manfaat bersih negatif pada tahun-tahun awal proyek. Secara matematis Net B/C Ratio dirumuskan sebagai berikut: p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Jika IRR < Tingkat suku bunga maka usaha Muri Jamur Kupang tidak layak Jika IRR = Tingkat suku bunga maka usaha Muri Jamur Kupang tidak untung atau tidak rugi . Payback Period Payback period merupakan alat analisis untuk mengetahui jangka waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan, semakin cepat waktu pengembalian maka investasi itu semakin baik untuk diusahakan. Rumus payback period adalah sebagai berikut : Dengan kriteria sebagai berikut : Jika PP O Periode usaha, maka usaha Muri Jamur Kupang layak diusahakan Jika PP Ou Periode usaha, maka usaha Muri Jamur Kupang tidak layak diusahakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dimana : Net B/C = Net Benefit Cost Ratio Bt = Benefit atau manfaat yang diperoleh pada tahun ke-t Ct = Cost atau biaya yang diperoleh pada tahun ke-t i = Suku bunga yang digunakan t = Tahun Dengan kriteria sebagai berikut : Net B/C Ratio > 1, maka usaha jamur tiram putih layak diusahakan Net B/C Ratio < 1, maka usaha jamur tiram putih tidak layak diusahakan Net B/C Ratio = 1, maka usaha jamur tiram putih impas antara biaya dan manfaat . Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah tingkat suku bunga maksimum yang dapat mengembalikan biaya-biaya yang Perumusan IRR adalah sebagai Dimana: ycn1 = Suku bunga yang menghasilkan NPV Positif ycn2 = Suku bunga yang menghasilkan NPV NycEycO1 = NPV Positif NycEycO2 = NPV Negatif Dengan kriteria bahwa : Jika IRR > Tingkat suku bunga maka usaha Muri Jamur Kupang layak Karakteristik petani Petani adalah sumber daya manusia yaitu pelaku utama dalam mengelola usaha Muri Jamur Kupang. Karakteristik responden pada penelitian merupakan pemilik usaha Muri Jamur Kupang. Keberhasilan petani dalam dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah Umur. Pendidikan, dan Pengalaman berusahatani. Karakteristik responden yang merupakan pemilik usaha Muri Jamur Kupang berumur 37 Tahun. Artinya responden termasuk kedalam usia produktif sehingga cukup menunjang keberhasilan dalam mengusahakan jamur tiram putih karena masih memiliki fisik dan kemampuan kerja yang baik. Petani pendidikan yaitu Diploma i (D. sehingga mampu dengan cepat mengadopsi dan menerapkan inovasi dengan cepat dalam usaha jamur tiram putih. Pengalaman usaha dari petani responden adalah 15 tahun. hal ini menunjukan bahwa responden tergolong sudah lama dalam berusahatani jamur tiram putih sehingga memiliki kecakapan dalam menghadapi berbagai masalah usahatani jamur tiram putih mulai dari produksi hingga pada pasca panen dan pemasaran hasil usaha jamur. Profil Usaha Usaha Muri Jamur Kupang merupakan usaha yang didirikan oleh bapak Gaspar B Mbuik, et al. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tirama. Page 171 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Padja pada tahun 2008 di jln. Raya Baumata Penfui Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Usaha ini didirikan karena melihat potensi yang ada bahwa usaha jamur tiram putih memiliki potensi yang baik. Hal ini dikarenakan masyarakat mulai mengonsumsi jamur. Oleh karena itu jamur tiram menjadi menjadi salah satu sayuran pilihan, karena dilihat dari kandungan gizi dari jamur tiram sangatlah baik untuk tubuh. Selain itu harga jamur tiram yang relatif murah dan mudah dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Penggunaan Kumbung. Tenaga Kerja, dan Bibit Kumbung Kumbung merupakan sebutan rumah khusus yang dibangun untuk proses budidaya. Menurut Djarijah dan Djarijah . pembuatan rumah jamur sederhana, dapat dibuat dari tembok, kayu atau anyaman bambu dan terpal. Adapun atapnya dapat terbuat dari genting, anyaman bambu atau seng. Kumbung yang bagus dan baik memiliki kemampuan untuk menjaga suhu, kelembaban, dan melindungi dari paparan cahaya. Rumah kumbung penanaman jamur tiram tersusun rak yang dipasang secara berjajar, berderet, dan bersusun berlapis-lapis di antara sisi-sisi tiang Rak kumbung terdiri atas unit-unit rak yang dipisahkan oleh jalan utama dan jalan simpang yang membelah ruangan. Berdasarkan hasil penelitian. Muri Jamur Kupang memiliki satu rumah kumbung dengan Luas kumbungnya seluas 6 x 7 m2. Di dalam rumah kumbung penanaman terdapat rak-rak yang disiapkan untuk meletakan baglogbaglog yang telah ditanami bibit jamur. Tujuannya agar susunan baglog tertata rapi sehingga mempermudah dalam pemeliharaan dan pemanenan jamur tiram putih. Tenaga kerja Menurut Simanjuntak . , tenaga kerja mancakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja, yang sedang mencari pekerjaan, dan yang melakukan kegiatan lain seperti bersekolah dan mengurus rumah Berdasarkan hasil penelitian pemilik usaha menggunakan tenaga kerja dalam keluarga yaitu terdiri dari 1 orang petani itu sendiri dan 1 orang saudara yang tahapan pengukusan baglog, pengangkutan baglog, p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 inokulasi, penyusunan baglog, sterilisasi kumbung, panen dan pembersihan kumbung. Jumlah tenaga luar keluarga untuk produksi 6000 baglog yaitu terdiri dari 3 orang yang tanam. dengan besaran upah yaitu Rp. 350 per 1 baglog. Jumlah pengeluaran untuk pembayaran upah pada tahun 2022 adalah Rp. 000 dengan Rata-rata adalah Rp. Bibit Bibit merupakan bahan dasar yang digunakan untuk memulai suatu budidaya ataupun usahatani. Penggunaan bibit yang dimaksud adalah proses ataupun cara petani dalam mendapatkan bibit sebagai modal dasar usahatani jamur tiram putih. Penggunaan bibit di Muri Jamur Kupang yaitu menggunakan bibit F1 yang di beli dari jawa sebanyak 6 botol untuk produksi 6. Dari 6 botol bibit yang dibeli. Bapak Gaspar B Padja kemudian membuat bibit F2 yang merupakan turunan dari bibit F1. Satu botol bibit jamur F1 dapat menghasilkan turunan sebanyak 100 botol bibit F2. Aspek Produksi Menurut Downey dan Erickson . Produksi merupakan suatu kegiatan atau proses mengubah input agar menghasilkan output berupa barang atau jasa. Proses produksi diartikan sebagai teknik, metode atau cara untuk menambah atau menciptakan kegunaan dari suatu produk dengan menggunakan daya suatu produksi yaitu tenaga kerja, peralatan dan bahan baku. Sarana Produksi Sarana produksi yang dibutuhkan dalam produksi jamur tiram putih adalah sejumlah peralatan dan bahan-bahan utama maupun bahan penunjang lainnya. Sarana produksi yang dibutuhkan, dipersiapkan sebelum melakukan kegiatan produksi jamur tiram putih adalah sebagai berikut. Tabel 1. Sarana Produksi pada usaha Muri Jamur Kupang. Sarana Produksi Jumlah Kumbung 1 unit Rumah inkubasi 1 unit Drum streril 1 unit Timbangan 1 unit Mbuik, et al. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tirama. Page 172 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Sarana Produksi Jumlah Ember 2 unit Skop 2 unit Bunsen 1 unit Spayer 1 unit Thermometer 1 unit Mesin press 1 unit Kompor Kompor modifikasi 1 unit Ayakan 1 unit Keranjang 5 unit Serbuk kayu 9 reit Bekatul 18 karung Kapur 9 kg Minyak tanah 14 liter Plastik polypropilen 39 kg Bibit 120 botol Alkohol 70%. 3 botol Spritus 3 liter Oli bekas 300 liter Karet gelang 6 bungkus Tenaga kerja Luar 2 orang Keluarga Sumber: Data Primer 2023 Budidaya Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang Tahapan budidaya jamur tiram putih adalah dengan pembuatan media tanam hingga panen dan pasca panen. Alur budidaya jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 1. Alur budidaya jamur tiram putih Pembuatan baglog Baglog adalah media tanam jamur tiram Media tanam jamur tiram putih di kemas p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 dalam plastik dengan bentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai botol. Pembuatan media atau baglog meliputi kegiatan pencampuran media dan pengisian baglog. Pencampuran media yaitu pencampuran bahan baku menggunakan alat sekop yang terdiri dari serbuk kayu/serbuk gergaji, bekatul, dan Dengan Komposisi perbandingan yaitu 100 kg serbuk kayu, 10 kg bekatul dan 1 kg Pencampuran media dilakukan merata dengan kelembaban 30-60% kemudian di fermentasi atau di diamkan selama 12 jam. Setelah proses fermentasi. Selanjutnya pengisian media ke dalam polypropilen kemudian dipadatkan dengan mesin press agar media tidak mudah rusak atau busuk. Sterilisasi baglog Tujuan dari sterilisasi baglog adalah untuk mencegah tumbuhnya mikroba atau bakteri yang berada didalam baglog yang terbawa bersama bahan baku dan dapat mengganggu pertumbuhan dari bibit jamur yang akan Sterilisasi baglog dilakukan dengan menggunakan uap air panas yang tekanannya tinggi dengan menggunakan alat drum Baglog yang telah di sterilisasi kemudian di dinginkan selama 12 jam. Inokulasi . enanaman bibi. Inokulasi merupakan proses penanaman bibit jamur tiram putih pada baglog yang telah di dinginkan. Bibit yang di tanam berasal dari miselium jamur. penanaman dilakukan dengan membuat lubang dibagian tengah media kemudian di isikan bibit dan bagalog ditutup Penanaman bibit menggunakan ruangan dan alat-alat yang telah disteril menggunakan alkohol. Setelah inokulasi, baglog kemudian di simpan didalam rumah Inkubasi . Setelah inokulasi, baglog kemudian disimpan didalam rumah inkubasi yang bersih. Inkubasi adalah tahap pertumbuhan bibit atau miselium jamur didalam baglog. Suhu untuk pertumbuhan adalah 28-30C. Masa inkubasi adalah kurang lebih 30 sampai 40 hari setelah dilakukan inokulasi atau penanaman bibit hingga seluruh permukaan media dalam baglog terlihat putih. Pertumbuhan miselia jamur yang berhasil akan terlihat sejak dua minggu setelah inkubasi. Pemeliharaan Setelah selesai masa inkubasi, tahapan selanjutnya yaitu pemindahan baglog ke dalam Mbuik, et al. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tirama. Page 173 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 rumah kumbung. Baglog di letakan atau disusun pada rak-rak di dalam kumbung. Pemeliharaan baglog dilakukan secara optimal untuk kualitas hasil panen yang baik. Kelembaban udara dalam kumbung selalu dijaga di perhatikan dengan penyiraman dan penggabutan air secara teratur. Penyiraman dilakukan pagi dan sore menjelang malam. Panen atau pasca panen Apabila tingkat pertumbuhan jamur telah mencapai tingkat optimal atau cukup besar tetapi belum mekar penuh maka dilakukan Pemanenan biasanya dilakukan lima hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegaran jamur tiram putih. Jamur yang telah dipanen dibersihkan pada bagian akar untuk daya simpan dapat lebih Jamur tiram putih dipanen sebanyak empat kali per baglog dalam setiap proses Selanjutnya dikemas menggunakan dengan plasttik kemudian diikat dengan meninggalkan udara didalam plastik dan jamur tiram putih siap di pasarkan. Pasar dan Pemasaran Salah satu aspek yang penting untuk menguji pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tiram Putih Pada Usaha Muri Jamur Kupang adalah aspek pasar dan pemasaran. Kehadiran pasar adalah sebagai tempat untuk segala usaha yang menimbulkan perpindahan hak milik dari pada barang-barang serta pemeliharaan dari pada penyebaran disebut pemasaran (Faot, 2. Produk Produk yang dihasilkan oleh Usaha Muri Jamur Kupang adalah jamur tiram putih Harga Harga jamur tiram putih yang digunakan dalam Usaha Muri Jamur Kupang per Kilo gram adalah Rp. Promosi Usaha Muri Jamur kupang melakukan promosi dengan menggunakan media sosial (Faceboo. , maupun pemasaran dan pejualan langsung ke berbagai tempat distribusi sehingga mendorong konsumen untuk membeli Distribusi Jamur Tiram Putih yang dihasilkan oleh Usaha Muri Jamur Kupang didistribusikan menggunakan sistem distribusi langsung dan sistem distribusi tidak langsung. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Biaya Investasi Biaya investasi merupakan sejumlah biaya yang di keluarkan pada saat akan melakukan usaha jamur tiram putih. Biaya-biaya investasi yang dikeluarkan memiliki umur ekonomis yang berbeda-beda. Tabel 2. Rata-Rata Biaya Investasi Usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang. Total Komponen biaya (R. Kumbung Rumah Inkubasi Transportasi Motor Peralatan Drum Timbangan Ember Skop Bunsen Sprayer Thermometer 100. Mesin Press Kompor Kompor Modifikasi Ayakan Keranjang Drum Steril 3. Jumlah Sumber: Data Primer diolah 2023 Biaya tetap Biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan petani jamur tiram putih dalam kegiatan produksi namun tidak mempengaruhi besarnya produksi jamur tiram putih yang Biaya tetap pada usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Rata-rata Biaya Tetap pada usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang. Komponen Total Biaya (R. Mbuik, et al. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tirama. Page 174 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Per Proses Pertahun Biaya Komunikasi Biaya Transportasi Biaya Listrik dan Air Total Sumber: Data Primer diolah 2023. Biaya Penyusutan alat Penggunaan transportasi dan peralatan pada usaha jamur tiram putih menyebabkan penyusutan nilai dari transportasi dan peralatan tersebut. Untuk menghitung nilai penyusutan transportasi dan peralatan yang digunakan pada usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang dengan metode garis Biaya penyusutan transportasi dan peralatan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. Rata-rata Biaya Penyusutan Peralatan Pada Usaha Muri Jamur Kupang. Penyusutan Komponen (Hb/U. Transportasi Motor Peralatan Drum Timbangan Ember Skop Bunsen Sprayer Termometer 3 Mesin Press Kompor Kompor Modifikasi Ayakan Keranjang Drum Total Sumber: Data Primer diolah 2023 Biaya Variabel Biaya Variabel merupakan biaya yang dikeluarkan pada Usaha Jamur Tiram putih di Muri Jamur Kupang, yang harus dikeluarkan setiap tahunnya dan dapat mempengaruhi hasil produksi pada saat panen. Rincian biaya variabel usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang adalah sebagai berikut. Tabel 5. Biaya Variabel Pada Usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Komponen Harga Total Per Proses Per Tahun Biaya Bahan Baku Serbuk Kayu Bekatul Kapur Plastik Kemasan Karet Gelang Bibit Alkohol Spritus Oli Bekas Minyak Tanah Jumlah Tenaga Kerja TK Dalam Keluarga 1,400. TK Luar Keluarga Jumlah 2,100. Total Sumber: Data Primer diolah 2023. Produksi Produksi yaitu volume produksi atau jumlah produksi jamur tiram putih yang dihasilkan Muri Jamur Kupang pada tahun Tabel 6. Penerimaan Usaha Jamur Tiram Putih Pada Muri Jamur Kupang Tahun 2022. Kapasitas Produksi (Baglo. Kegagalan (Baglo. Hasil (K. Harga/Kg (K. Penerimaan (R. Rp153. Total Penerimaan Rp153. Sumber: Data Primer diolah 2023. Pendapatan Usaha Keberhasilan sebuah usahatani dapat dilihat pada jumlah pendapatan yang diperoleh. Pendapatan yang diperoleh pada usaha jamur tiram putih yaitu penerimaan dikurangi dengan jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Mbuik, et al. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tirama. Page 175 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Nilai berdasarkan masing-masing kriteria investasi pada usaha Muri Jamur Kupang adalah sebagai berikut: Tabel 7. Pendapatan Usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang Tahun 2022. Keterangan Biaya(R. Penerimaan Hasil Penjualan Biaya-Biaya Biaya Investasi Biaya Operasional Biaya Variabel Biaya Tetap Total Biaya Pendapatan 68,242,952 Sumber: Data Primer diolah 2023. Pendapatan dari usaha jamur tiram putih di Muri Jamur adalah sebesar Rp. Pendapatan usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang lebih tinggi di bandingkan dengan penelitian di Kabupaten Sleman yang Angraeni memperoleh pendapatan sebesar 8. 183,33, hal ini karena dari satu masa produksi yaitu 4 bulan kapasitas produksi yang dihasilkan 650 baglog sedangkan pada Usaha Muri Jamur Kupang lebih tinggi karena pada satu masa produksi dilakukan 3 kali proses dengan kapasitas produksinya adalah sebanyak 6000 baglog sehingga pendapatan yang diperoleh lebih tinggi di bandingkan dengan penelitian Kriteria Kelayakan Finansial Kriteria kelayakan adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui layak atau tidaknya sebuah usaha. adapun kriteria analisis yang digunakan untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha jamur tiram pada usaha Muri Jamur Kupang yaitu Net Present Value (NPV). Internal Rate Of Return (IRR). Net Benefit Rasio (Net B/C). Dan Payback Period. Asumsi dalam menganalisis kelayakan usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang yaitu: Discount Factor atau tingkat suku bunga yang digunakan yaitu sebesar Period proyek yang di teliti adalah selama 4 tahun. Tabel 8. Nilai NPV. Net B/C. IRR. Dan Payback Period Pada Usaha Muri Jamur Kupang. Kriteria Investasi >0. Layak >1. Layak >14%, IRR Layak 1 Tahun 7 Payback Bulan. Period 1, 719518463 Layak Sumber: Data Primer diolah 2023. Teknik Analisis NPV NET B/C Nilai 329,854,793 5,812096709 Analisis Net Present Value (NPV) NPV atau Net Present Value merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa mendatang dengan di diskonkan pada saat ini. Apabila hasil NPV pada suatu usaha > 0 maka dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan nilai NPV pada usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang sebesar Rp. 329,854,793. Nilai tersebut menunjukan bahwa nilai NPV > 0 sehingga usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang Layak Untuk diusahakan. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Suryati . Analisis Kelayakan Finansial Usaha Jamur Tiram Di Kabupaten Musi Rawas. Dimana Nilai Npv yang dihasilkan adalah sebesar Rp. maka Usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang ditinjau dari hasil analisis NPV-nya lebih tinggi dibandingkan di Kabupaten Musi Rawas. Analisis Net Benefit Cost Ratio (B/C) Kriteria perhitungan Net B/C merupakan nilai yang mengeluarkan biaya sebesar 1 rupiah untuk usaha tersebut. Usaha atau proyek dapat dikatakan layak menurut perhitungan Net B/C apabila nilai Net B/C > 1. Berdasarkan analisis kriteria Net B/C yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang layak untuk di usahakan karena menghasilkan nilai Net B/C sebesar 5. Artinya Mbuik, et al. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Jamur Tirama. Page 176 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 menghasilkan pendapatan kotor sebesar 5 yang artinya usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang layak untuk dijalankan. Perbandingan Net B/C yang dihasilkan peneliti dengan penelitian Suryati . , tentang Analisis Kelayakan Finansial usaha jamur tiram di Kabupaten Musi Rawas yang menghasilkan Nilai Net B/C sebesar 2,19. Artinya dari setiap Rp 1 yang di investasikan akan memperoleh nilai sebesar 2,19 sehingga usaha yang dijalankan layak. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat diketahui memiliki nilai Net B/C lebih tinggi dari penelitian Suryati sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha layak untuk di kembangkan. Analisis Internal Rate Of Return (IRR) Analisis Kriteria Investasi yang ketiga yaitu IRR atau Internal Rate Of Return yaitu tingkat suku bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan pada masa Hasil perhitungan dengan menggunakan discount faktor 14% didapatkan IRR sebesar 23% artinya usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang layak untuk dijalankan karena memiliki IRR melebihi diskonto rate. Hal ini sejalan dengan penelitian Suryati 2017 yang menghasilkan nilai IRR sebesar Maka ditinjau dari hasil IRR di Muri Jamur Kupang lebih kecil dibandingkan dengan usaha yang dilakukan di Kabupaten Musi Rawas. Analisis Payback Period (PP) Analisis Payback Period merupakan analisis yang digunakan untuk melihat jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan biaya investasi. Besarnya nilai Investasi pada usaha Muri Jamur Kupang adalah sebesar Rp. Hasil perhitungan, diperoleh nilai Payback Period usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang yaitu 1 tahun 7 bulan. Artinya jangka waktu pengembalian investasi pada usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang lebih cepat atau lebih singkat dari umur usaha sehingga usaha jamur tiram putih di Muri Jamur Kupang layak untuk dijalankan. Hasil perbandingan paybabck period dengan penelitian terdahulu Suryati . yang memperoleh payback period selama 2,19 atau 2 tahun 2 bulan yang artinya dalam waktu 2 tahun 2 bulan petani dapat mengembalikan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 modal yang telah dikeluarkan dalam usaha jamur tiram putih tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usaha jamur tiram di Muri Jamur Kupang penelitian oleh Suryati. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijabarkan di Hasil dan Pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Rata-rata Penerimaan Usaha Jamur Tiram Putih di Muri Jamur Kupang adalah sebesar Rp. 000 sedangkan Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. Sehingga Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. Analisis kelayakan Usaha Jamur Tiram Putih Muri Jamur Kupang menggunakan 4 Kriteria Investasi sehingga didapatkan hasil Net Present Value sebesar Rp. 329,854,793 dimana Nilai NPV lebih besar dari 0. Net B/C Ratio di dapatkan nilai > 1 yaitu senilai 5. IRR atau Internal Rate Of Return > 14% yaitu sebesar 23%. Sedangkan Payback Period usaha Jamur Tiram Putih selama 1 Tahun 7 bulan dapat mengembalikan biaya yang telah di keluarkan, dimana umur proyek yang digunakan adalah 4 tahun, sehingga dapat memenuhi Kriteria kelayakan yang digunakan. Saran Berdasarkan hasil yang telah disimpulkan maka saran yang dapat diberikan yaitu Bagi usaha Muri Jamur Kupang perlu adanya pencatatan dan pembukuan keuangan sehingga keuangan untuk menunjang peningkatan dan pengembangan usaha Jamur Tiram Putih. DAFTAR PUSTAKA