BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 43 BULAN MELALUI TATARAN FONOLOGI (KAJIAN MEAN LENGTH OF UTTERANCE) Oktavia Indriyani1. Hendra Setiawan2 Universitas Singaperbangsa Karawang, 1910631080105@student. Universitas Singaperbangsa Karawang, hendra. setiawan@fkip. ABSTRAK Pemerolehan bahasa pertama merupakan proses pertama kalinya otak manusia memperoleh pengetahuan mengenai bahasa secara tanpa disadari. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini akan terfokus pada pemerolehan bahasa pertama pada anak melalui kajian MLU dan aspek fonologi. Maka, tujuan dalam penelitian ini untuk memaparkan berbagai panjang tuturan pada anak usia 43 bulan dan perubahan bunyi bahasa yang Hasil dari penelitian ini, jumlah tuturan pada anak usia 43 bulan yang paling tinggi adalah berjumlah tuturan 8 kata, kemudian setelah melakukan perhitungan MLU dapat diketahui bahwa anak yang dijadikan sebagai subjek penelitian telah memiliki kemampuan pemerolehan bahasa pertama yang sesuai dengan rata-rata tahapan seusianya, yaitu tahapan IX . Selain itu, anak tersebut sudah menguasai seluruh huruf vokal, tetapi memiliki penguasaan huruf konsonan /r/, /l/, /s/, dan /m/ yang rendah, karena seringkali mengalami perubahan bunyi pada Kata Kunci: Psikolinguistik. Pemerolehan Bahasa. MLU. Fonologi. ABSTRACT Language Acquisition is the first process the human brain acquires knowledge of language without realizing it. An approach that used on this research is a qualitative descriptive approach. The study will focus on the child's exposure to first language through mlu and the fields of phonology. The goal in this study, therefore, is to describe the length of speech in 43-month-old children and the changes in language sounds that they use. As a result of this study, the highest number of speech in 43-month-old children amounted to 8 words, and then mlu's calculations revealed that children placed on the subject of research had the ability to produce the first language to match the average age stage, namely, stage ix . Furthermore, the child already has the full vowels, but has the mastery of low consonants /r/, /l/, /s/, and /m/, because of the repeated changes in the tone. Keywords: Psycholinguitstics. Language Acquisition. MLU. Phonology. How to Cite: Indriyani. , & Setiawan. ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 43 BULAN MELALUI TATARAN FONOLOGI (KAJIAN MEAN LENGTH OF UTTERANCE). Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7. , 565Ae578. https://doi. org/10. 31943/bi. DOI: https://doi. org/10. 31943/bi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Seorang anak lahir ke dunia dalam PENDAHULUAN Bahasa memiliki keterkaitan yang erat dengan otak Ketika manusia pengetahuan tentang bahasa. Bahasa yang diperoleh oleh anak pertama kali didapatkan dari kedua orang tuanya dan menjadi bahasa ibu anak tersebut. Pemerolehan bahasa menggunakan bahasa di dalamnya terjadi proses mental. Proses mental menjadi faktor utama keberhasilan manusia dalam penggunaan bahasa yang tepat ketika Disiplin dengan otak manusia adalah psikolinguistik. Psikolinguistik berasal dari kata AupsikoAy dan AulinguistikAy, berarti psiko atau psikologi bahasa manusia. Menurut merupakan suatu proses pengenalan bahasa pertama pada anak yang awal mulanya belum memiliki sama sekali bahasa pada dirinya. Seperti pendapat yang dikemukakan oleh Chaer Hartley ilmu yang mempelajari keterkaitan bahasa Psikolinguistik bidang kajian yang dipelajari, yakni . komprehensi, kemampuan otak manusia dalam menangkap makna ujaran lawan tutur. produksi, kemampuan manusia dalam . landasan biologis dan neurologis, berupa faktor penyebab manusia dapat . bagaimana pemerolahan bahasa pada seorang memperoleh bahasa pertamanya. Seorang anak yang baru lahir dimulai dengan bunyi-bunyi seiring bertambahnya usia seorang anak akan menggunakan bahasa pertama yang dia dapatkan dari lingkungannya tanpa melalui pendidikan formal. dengan otak manusia ketika memperoleh bahasa, serta memproses dan menghasilkan adalah upaya kerja otak manusia ketika . , psikolinguistik merupakan studi Proses dalam pemerolehan bahasa pada seorang anak dibagi menjadi dua proses, yakni pemerolehan bahasa dan pembelajaran Kedua proses pemerolehan bahasa tersebut memiliki perbedaan yang sangat signifikan, yaitu pemerolehan bahasa ialah proses pemerolehan bahasa pertama yang terjadi pada seorang anak dalam keadaan spontan dan tidak disadari, sedangkan pembelajaran bahasa merupakan proses pemerolehan bahasa kedua yang didapatkan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia oleh anak melalui pendidikan formal dan Perkembangan pemerolehan bahasa dilakukan secara sengaja. Oleh karena itu, pada anak ialah salah satu hal penting dan sebelum memasuki proses pembelajaran perlu diperhatikan oleh orang tua. Namun, bahasa, alangkah baiknya seorang anak hingga saat ini orang tua banyak yang sudah mampu menganggap hal tersebut sebagai masalah menguasai terlebih dahulu bahasa pertamanya. yang tidak serius. Padahal sebenarnya, di usia Masing-masing 0 hingga 5 tahun lah di mana anak perkembangan dalam pemerolehan bahasa memerlukan perhatian dan bimbingan dari yang berbeda-beda, sekalipun anak tersebut orang tuanya. Anggapan sepele orang tua memiliki usia yang sama. Hal tersebut dapat keberlangsungan pemerolehan bahasa pada lingkungan tempat tinggal yang berbeda. Lingkungan memiliki pengaruh terhadap penggunaan bahasa pada anak menjadi suatu perkembangan dalam pemerolehan bahasa hal yang biasa. pada anak, karena di lingkungannya seorang Perlu diketahui orang tua, jika anak akan merekam segala sesuatu yang kesalahan penggunaan bahasa terus-menerus mereka dengar, seperti variasi bahasa dan berulang pada anak akan menjadi hambatan penggunaan bahasa yang digunakan oleh pada diri anak itu sendiri kedepannya. Selaras seseorang di lingkungannya. Sehingga baik dengan pandangan dari (Madyawati, 2013: atau tidak baiknya penggunaan bahasa di 225-. , bahwa apabila anak pada rentang usia di bawah 5 tahun mengalami hambatan menjadikan hal tersebut sebagai pengetahuan mempengaruhi kemampuan belajar anak Diperkuat oleh pendapat dari fatmawati . 5: . , yang menyatakan bahwa apabila tersebut di berbagai aspek. Pada anak usia 43 bulan pemerolehan bahasa pertamanya sudah mampu menguasai penggunaan kosakata masih salah, maka berbagai bidang linguistik, seperti bidang anak akan tetap merekam ke dalam otaknya sintaksis dan fonologi. Kemampuan sintaksis dan menerapkan di kehidupannya sebagai anak usia 43 bulan sudah memasuki jumlah bahasa pertama yang diperoleh oleh anak ujaran lebih dari 5 kata, yang dimana kemampuan berujarnya sudah pada tahap mudah dimengerti, walaupun cenderung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berujar dengan terbata-bata atau kata demi kata terpisah. Dalam berupaya mengukur kemampuan sintaksis seorang anak pada usia rumus sebagai berikut: 43 bulan, dapat menggunakan pengukuran tuturannya dapat diketahui apakah sudah sesuai dengan tingkatan usianya atau berada di bawah rata-rata. Oleh karena itu, mengapa rata-rata panjang ujaran pada anak sangat mempengaruhi keterampilan berbicara anak dikemukakan oleh Brown, dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Tahapan MLU Berdasarkan Teori Brown Tahap II MLU . ,5Ai2,. gagasan, dan pendapat akan suatu hal akan 3. sangat mudah bagi anak tersebut. Selain itu. Tahap i MLU . ,0Ai 2,. Tahap IV MLU . ,25Ai 2,. Tahap V MLU . ,5Ai 2,. Tahap VI MLU . ,75Ai 30,. Tahap VII MLU . ,0Ai 3,. Tahap Vi MLU . ,5Ai 3,. Tahap IX MLU . ,5Ai 3,. Tahap X MLU . ) melalui perhitungan MLU juga sangat berguna bagi seorang anak yang masih memiliki panjang ujaran di bawah rata-rata 6. usianya, supaya dapat segera diberikan 7. tindakan atau perlakuan untuk membantu anak tersebut mengatasi permasalahan dalam (Dardjowidjojo, 10. MLU MLU (Mean Length Of Utteranc. yang Tahapan MLU Tahap I MLU . Ai1,. menyampaikan pikiran, perasaan, informasi, pemerolehan bahasa pertama berdasarkan semakin baik. Dengan begitu, dalam hal Brown selanjutnya membandingkan rata-rata ujaran kemampuan berbicara anak tersebut akan No. Menurut Dalam Setelah melakukan perhitungan MLU Apabila seorang anak semakin MLU yu ycAycuycyceyceyco MLU, kemampuan berujar anak dan panjang MLU = yu ycOycycaycycaycu MLU (Mean Length Of Utteranc. Melalui dilakukan melalui cara: . mengumpulkan Selain Usia usia 12 s. 22 bulan usia 22 s. 28 bulan usia 27 s. 28 bulan usia 28 s. 30 bulan usia 31 s. 32 bulan usia 33 s. 34 bulan usia 35 s. 39 bulan usia 38 s. 40 bulan usia 41 s. 46 bulan sampel sejumlah 100 tuturan, . menghitung pemerolehan fonologi pada anak perlu jumlah morfem pada 100 ujaran, . jumlah diperhatikan pula. Bunyi-bunyi bahasa yang Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia muncul pada pengucapan seorang melalui perhitungan MLU? . Bagaimana anak usia 43 bulan sangat cocok dan perlu bunyi bahasa pada pemerolehan bahasa untuk diteliti. Hal tersebut dikarenakan, pertama anak usia 43 bulan?. Peneliti seorang anak usia 43 bulan cenderung masih mengucapkan kata yang tanpa disadari telah karena memiliki tujuan untuk memaparkan melesapkan huruf tertentu. Tuturan kata pada berbagai ujaran pada anak usia 43 bulan dari anak usia 43 bulan seringkali mengalami tuturan 1 kata hingga tuturan tertingginya, perubahan pada bunyi ujarannya, baik itu vokal, konsonan, ataupun reduplikasi. perubahan pada bunyi bahasa di tuturannya. Berdasarkan Adapun manfaat penelitian secara teoritis tersebut, peneliti berminat untuk melakukan adalah mampu menambah wawasan yang penelitian pemerolehan bahasa pertama pada luas di bidang psikolinguistik dan untuk anak usia 43 bulan yang terfokus pada kajian MLU dan aspek fonologi. Pada penelitian ini, pemerolehan bahasa pertama melalui kajian peneliti akan melakukan perhitungan MLU MLU dan aspek fonologi. Sedangkan, untuk mengetahui panjang ujaran anak manfaat secara praktis hendaknya penelitian ini dapat merincikan secara detail tuturan fonologi, peneliti akan mengkaji berbagai pada anak usia 43 bulan dari yang terkecil bunyi ujaran yang dihasilkan oleh anak hingga tertinggi, serta dapat dijadikan tersebut pada tiap tuturannya. Melalui sebagai acuan dalam meneliti permasalahan penelitian pemerolehan fonologi, peneliti terkait psikolinguistik dan pemerolehan akan mengetahui berbagai perubahan bunyi bahasa pertama pada anak. ujaran pada tuturan anak usia 43 bulan seperti apa, serta mengetahui bagaimana penguasaan METODE PENELITIAN vokal ataupun konsonan pada anak tersebut. Penelitian Penelitian ini berjudul: Analisis Pemerolehan Bahasa Pertama Pada Anak Usia 43 Bulan Penelitian berbentuk metode Melalui Tataran Fonologi (Kajian Mean Length Of Utteranc. mendeskripsikan secara mendetail data-data Maka. Subjek penelitian ini, yakni . Bagaimana rata-rata panjang ujaran pada anak usia 43 bulan dalam penelitian ini ialah anak usia 43 bulan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. Indonesia. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Teknik penelitian ini menggunakan empat teknik, membutuhkan sumber data primer berupa yakni . teknik sadap, peneliti melakukan tuturan kata atau kemampuan berujar pada penyadapan kepada anak yang dijadikan subjek penelitian, serta menangkap data-data. teknik Simak Libat Cakap (SLC), peneliti terlibat langsung pendukung, seperti referensi buku, artikel dalam proses pembicaraan dengan subjek jurnal, skripsi, serta internet. Pada . pembicara untuk Instrumen penelitian pada penelitian melakukan perekaman suara kepada subjek menggunakan alat bantu, berupa handphone. instrumen peneliti itu sendiri. Maka, peneliti . memiliki peran penting sebagai penentu pencatatan terhadap data yang didapatkan setelah melakukan ketiga teknik sebelumnya. penelitian, melaksanakan suatu penelitian. Pada teknik analisis data yang dilakukan dengan menafirkan data, merivisi data, memberikan beberapa langkah, yaitu . transkrip data, menguraikan ujaran-ujaran yang diucapkan kesimpulan (Moleong, 2014: . Pada mengolah data yang disesuaikan dengan berupaya memperoleh data yang dibutuhkan, fokus penelitian yang dilakukan, yaitu maka peneliti menggunakan alat bantu dengan perhitungan MLU dan fonologi. berupa Handphone sebagai alat rekam suara klasifikasi data, mengelompokkan ujaran- ketika berbincang dengan anak usia 43 bulan ujaran berdasarkan jumlah tuturannya ke yang dijadikan sebagai subjek penelitian. dalam kartu data. menganalisis data. Selain itu, alat bantu yang diperlukan adalah alat catat sebagai pembantu dalam mencatat kemudian digolongkan berdasarkan pada berbagai tuturan yang diucapkan oleh anak teori Brown, serta peneliti juga mengukur tersebut dalam rekaman suara. Kemudian kemampuan pelafalan huruf vokal anak hasil catatan disalin ke dalam kartu data menggunakan tataran fonologi. HASIL DAN PEMBAHASAN oleh subjek penelitian. seleksi data, jumlah tuturan pada anak tersebut. MLU Peneliti dalam melakukan penelitian pemerolehan bahasa pertama yang akan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diteliti adalah anak berusia 43 bulan yang memiliki B-1 bahasa Indonesia. Untuk Emang Bobo dulu Buat siapa bahasa pada anak tersebut, maka peneliti Ko tidung Aku Makan Warnain Nanti Ayo Kuang agi Brown berdasarkan pada MLU (Mean Length Utteranc. sebagai dasar dalam menghitung tahap pemerolehan bahasa pada anak. Analisis Pemerolehan Bahasa Kajian MLU Tabel 2. Pemerolehan Bahasa Tuturan 1 Kata No. TUTURAN 1 KATA Ujaran Terjema- U Kosong Kosong Capek Lelah Abis Habis Cepetan Cepatan Mama Mama Krayon Krayon Simpen Simpan Kemana Kemana Sendang Sendal Takut Takut Nakang Nakal Nggak Tidak M No. TUTURAN 2 KATA Ujaran Terjema- U Gambang Gambar Enak ga Enak tidak Rangga Rangga Mama Mama Buat apa Buat apa M No. Memang Tidur dulu Untuk Kenapa Aku Makan Warnain Nanti Ayo Kenapa Keluar Tabel 4. Pemerolehan Bahasa Tuturan 3 Kata Tabel 3. Pemerolehan Bahasa Tuturan 2 Kata ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. TUTURAN 3 KATA Ujaran Terjema- U Ini boneka Ini boneka 1 Aku mau Aku mau 1 Ini nanti Ini nanti 1 Aku juga Aku juga 1 Aku Aku Nenek Nenek mau ciki Kita ke Kita Nanti Nanti Rangga Rangga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan M ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Matinya Itu Untuk Ibu guru Aku juga Letakkan di kamar Kenapa Bapak agi Bapak lagi Bangun udah sore Kata Ayah Mba Aya Bangun udah sore Kata Ayah Kakak Alya Kamu Kita keluar yuk Aku pakai sendal-nya Kakak kurang pas Ntar taruh Cabenya Mau Kenapa Matinya Itu Buat Bu guru Aku juga Taro Ko mobin Kamu Kita Aku pake Mba kulang pas Tal Abenya Ko tinggal No. Tabel 5. Pemerolehan Bahasa Tuturan 4 Kata Ujaran Terjemahan Kao ini Kalo ini Aku mo Aku mau Kan Kan ga muat tidak muat Itu buat Itu buat Pa Jamal Pak Jamal Yang Yang anak setan anak setan Ibu aku Ibu aku lagi hamil Aku yang Aku yang Kakak aku Kakak aku mo duduk mau Aku yang Aku yang semuwasemua-nya Padahal Padahal aku ini Kenapa tidurnya di di sofa Nabi-nabi Nabi-nabi ada tujuh ada tujuh Yuk Yuk tementemantemen sini teman sini Aku mau Aku mau U TUTURAN 4 KATA Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Tabel 6. Pemerolehan Bahasa Tuturan 5 Kata No. TUTURAN 5 KATA Ujaran Terjema- U Aku disitu Aku disitu 1 ama saja Mana ada Mana ada 1 bisa ban bisa ban Nanti kita Nanti kita 1 kemah di di sungai Yah punya Yah punya 1 bu guru Ibu guru Aku aja Aku saja 1 tidurnya di di kamang kamar Mau Mau sama mba sama Via kakak Via Telong Telor dan telor DipukuDipuku1 lin sama lin ga dikasih tidak Yuk kalo Yuk kalo 1 dapat uang Yang Yang nanti yang nanti yang Di pantai Di pantai 1 aku bisa aku bisa Aku juga Aku juga 1 mau beli mau beli Mba Aya Kakak Alya pakai M Sudah tua Aku tidak Yang Tiga laki- Tiga lakilaki dan laki dan Kepala Kepala pusing ga pusing Asya tidak Asya Tabel 7. Pemerolehan Bahasa Tuturan 6 Kata No. Dudah tua Aku Yang sama kaka ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. TUTURAN 6 KATA Ujaran Terjema- U Ini kan Ini ini aku/ Tapi yang Tapi yang 1 aku injek aku injak apaan nih apa nih Yang Yang dapet uang dapat uang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan M ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Tahap 8. Pemerolehan Bahasa Tuturan 7 Kata No. TUTURAN 7 KATA Ujaran Terjema- U Mas Kakak Rangga Rangga aku mau aku mau Kamu Kamu ga aku tidak Besok aku Besok aku 1 satu hari satu hari tiga kali tiga kali Aku mau Aku mau 2 pelampelampung/ aku pung/ aku Mba aku Kakak aku 1 udah bisa sudah bisa M Tabel 10. Keseluruhan Pemerolehan Tuturan Kata No. Tuturan Kata U Jum Tuturan 1 kata Tuturan 2 kata Tuturan 3 kata Tuturan 4 kata Tuturan 5 kata Tuturan 6 kata Tuturan 7 kata Tuturan 8 kata yu ycAycuycyceyceyco MLU = yu ycOycycaycycaycu = 100 = 3,44 Berdasarkan pada perhitungan Mean Length Utterance (MLU) di atas, maka kemampuan berujar anak yang dijadikan sebagai subjek penelitian ini adalah 3,44. Jika melihat sepuluh tahap MLU, maka subjek berada di tahap IX. Subjek pada penelitian ini berusia 43 bulan yang jika didasarkan dengan teori Brown sudah memiliki kemampuan Tabel 9. Pemerolehan Bahasa Tuturan 8 Kata berujar yang sesuai dengan perhitungan TUTURAN 8 KATA Ujaran Terjema- U Pa Jamal Pak Jamal 1 yang beli yang beli aus komat harus Siti Bu Siti 1 yang beli yang beli Ayu Ting- Ayu Tingting IX. Sehingga, dapat diketahui bahwa No. MLU, yakni sekitar . ,5 Ae 3,. di tahap anak tersebut memiliki pemerolehan bahasa yang berada di standar rata-rata Anak yang diteliti oleh peneliti juga memiliki panjang ujaran yang kemampuan berujar anak tersebut dalam kondisi yang sangat baik. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kulang Kurang /l/ Mau /o/ Konsonan Vokal Kao Kalo /o/ Vokal pemerolehan bahasa pertama melalui Haming Hamil /ng/ Kluster kajian Mean Length Utterance (MLU). Semuany Sudah /w/ peneliti menemukan data yang perlu Semuwa Udah /u/ Konsonan Vokal dianalisis juga pemerolehan bahasanya Agi Lagi /a/ Vokal melalui tataran fonologis. Hal tersebut Temanteman Pinjam /o/ Tementemen Pinjem /o/ Reduplikasi Vokal Ama Sama /a/ Vokal Dudah Sudah /d/ Worteng Wortel /ng/ Konsonan Kluster ujarannya, serta analisis data tataran Injek Injak /o/ Vokal Ngeudah Ngeludah /u/ Vokal Aus Harus /a/ Vokal Begerak Bergerak /g/ Kamang Kamar /ng/ Konsonan Kluster Benang Menang /b/ Aja Saja /a/ Wang Uang /w/ Ayisan Arisan /y/ Emang Memang /e/ Analisis Pemerolehan Bahasa Tataran Fonologis Setelah memiliki beberapa tuturan kata yang fonologis ini juga dilakukan untuk mengukur kemampuan pelafalan huruf vokal anak tersebut. Tabel 11. Pemerolehan Bunyi Ujaran No. Data Bunyi Ket Abis Makna Sebenar Habis /a/ Vokal Cepetan Cepatan /u/ Vokal Simpen Simpan /o/ Vokal Sendang Sendal /ng/ Kluster Nakang Nakal /ng/ Kluster Gambang Gambar /ng/ Kluster Tidung Tidur /ng/ Kluster Barengbareng Bentolbentol Jatuh /l/ /ng/ Balengbaleng Bentongbentong Jatoh Reduplikasi Reduplikasi Vokal Mobin Mobil /n/ Keluang Keluar /ng/ Konsonan Kluster Pake Pakai /e/ Vokal /o/ Berdasarkan Konsonan Vokal Konsonan Konsonan Vokal tersebut, dapat diketahui bahwa subjek penelitian berusia 43 bulan . tahun 6 bula. sudah menguasai seluruh huruf vokal, yakni /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /o/, dan /u/. Pelafalan yang berada di awal kalimat, tengah kalimat, atau akhir kalimat sudah mampu digunakan dengan baik oleh subjek penelitian. Hal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut dapat dibuktikan dengan sudah sesuai dengan rata-rata tahapan anak pelafalan vokal yang sudah dapat didengar seusianya, yaitu 3,44. Hasil rata-ratanya dengan jelas ujarannya. Kemudian, setelah terdapat pada tahapan pemerolehan bahasa melakukan analisis pemerolehan bahasa pertama ke IX sekitar . ,5 -3,. untuk rentang usia 41-46 bulan. Berarti, subjek dijadikan sebagai subjek penelitian tidak penelitian tidak mengalami keterlambatan dalam berbicara dan berbahasa karena konsonan /r/, /l/, /s/, dan /m/. Pada panjang ujarannya sudah sesuai dengan tahapan seusianya. Selain itu, berdasarkan seringkali terjadi perubahan bunyi pada penelitian pemerolehan bahasa pertama pada aspek fonologi dapat diketahui bahwa subjek dikatakan kalau subjek sudah mampu penelitian mampu menguasai keseluruhan menguasai huruf konsonan, tetapi perubahan penggunaan huruf vokal, yakni /a/, /i/, /u/, /e/, bunyi pada beberapa huruf konsonan masih /o/, /o/, dan /u/. Akan tetapi, subjek penelitian seringkali terjadi. Perubahan bunyi sering memiliki kemampuan yang rendah pada ditemukan pada pengucapan huruf konsonan penggunaan huruf konsonan /r/, /l/, /s/, dan /l/, dan /r/ yang mengalami perubahan /m/. Ketika dalam tuturannya terdapat menjadi konsonan gabungan . /ng/. keempat huruf konsonan tersebut, cenderung Selain itu, terjadi perubahan bunyi pada terjadi perubahan bunyi pada tuturannya. Walaupun konsonan /r/ menjadi konsonan /l/. Terjadi Maka dapat disimpulkan bahwa, anak perubahan bunyi konsonan /s/ menjadi usia 43 bulan . tahun 6 bula. yang konsonan /d/, serta vokal /a/ dan /u/. dijadikan sebagai subjek penelitian, sudah Ditemukan pula perubahan bunyi pada memiliki panjang ujaran yang sempurna. penggunaan konsonan /m/ yang berubah Seain itu, kemampuannya dalam pengucapan menjadi konsonan /b/ dan vokal /e/. huruf vokal juga sudah mampu digunakan dengan baik. KESIMPULAN hanya saja terdapat huruf konsonan yang masih belum mampu dikuasai Berdasarkan penelitian yang telah seutuhnya oleh subjek penelitian. Dalam dilakukan pada anak usia 43 bulan . tahun 6 mengatasi hal tersebutnya, hal yang dapat bula. melalui perhitungan MLU (Mean dilakukan adalah melatih seorang anak dalam Length Of Utteranc. dapat diketahui bahwa belajar pengucapan huruf konsonan /r/, /l/, anak tersebut memiliki panjang ujaran yang /s/, dan /m/ dengan baik, misalnya apabila Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia anak tersebut mengalami kesalahan ketika mengoreksi ucapannya dengan cara memberi perintah untuk mengulang ucapannya, serta sangat dilarang sekali para orang tua atau orang-orang sengaja mengucapkan kata yang seringkali diucap salah oleh anak tersebut, karena akan membuatnya merasa bahwa pengucapannya itu sudah benar. DAFTAR PUSTAKA