Jurnal Humaniora Vol. No. 617 - 629 http://jurnal. id/index. php/humaniora p-ISSN: 2684-9275 e-ISSN: 2548-9585 Tindak Tutur Dalam Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari Meri Yulizar1. Zesi Ariani1 . Intan Munawarah1 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP. Universitas Abulyatama. Indonesia zesiariani2017@gmail. https://doi. org/10. 30601/humaniora. v%vi%i. Published by Universitas Abulyatama Artikel Info Submitted: 21-10-2024 Revised: 22-10-2024 Accepted: 28-10-2024 Online first : 28-10-2024 Abstract This research aims to examine the types and factors that influence the speech acts of characters in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari. This study used descriptive qualitative method. The data in research is in the form of words, sentences, paragraphs, or dialogue that are in accordance with the research objectives. The main data source is the novel Home Sweet Loan published by Gramedia Pustaka Utama in February 2022. Data collection techniques were carried out using reading and note-taking techniques. The research results reveal that in the novel Home Sweet Loan there are three types of speech acts, namely locution, illocution, and perlocution. Locutionary speech acts are divided into statements, questions and commands. Illocutionary speech acts involve assertive, directive, commissive, and expressive. Perlocutionary speech acts include various forms such as denying, correcting, prohibiting, nodding, depressed, and regretful. Apart from that, the research results also show the factors that influence the speech acts of characters in the These factors are the speaker, the purpose of the speech, the situation, the context, the path, the media, and the event. This research provides in-depth insight into the dynamics of speech acts in the context of the novel "Home Sweet Loan" and contributes to further understanding of the use of language and communication in literary works Keywords: Locution. Illocutionary. Perlocutionary. Speech Act. Factor. Novel Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis dan faktor yang memengaruhi tindak tutur tokoh dalam novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Data dalam penelitian berupa kata-kata, kalimat, paragraf, atau dialog yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sumber data utama adalah novel Home Sweet Loan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada Februari 2022. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan Teknik catat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam novel Home Sweet Loan terdapat tiga jenis tindak tutur, yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak tutur lokusi terbagi menjadi pernyataan, pertanyaan, dan perintah. Tindak tutur ilokusi melibatkan asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Tindak tutur perlokusi mencakup berbagai bentuk seperti menyangkal, mengkoreksi, melarang, mengangguk, tertekan, dan menyesal. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi tindak tutur tokoh dalam novel. Faktor tersebut adalah faktor pembicara, tujuan tutur, situasi, konteks, jalur, media, dan peristiwa. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika tindak tutur dalam konteks novel "Home Sweet Loan" serta memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang penggunaan bahasa dan komunikasi dalam karya sastra. Kata Kunci: Lokusi. Ilokusi. Perlokusi. Tindak Tutur. Faktor. Novel This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah PENDAHULUAN Sastra populer merupakan fenomena budaya yang telah menjadi bagian integral dari perkembangan kesusastraan modern. Sebagai sebuah genre yang lahir dari dinamika sosial masyarakat industrial, sastra populer hadir untuk memenuhi kebutuhan hiburan dan konsumsi literasi massa. Di era kontemporer, sastra populer telah berkembang menjadi industri kreatif yang sangat berpengaruh, menghasilkan karya-karya yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai, aspirasi, dan kegelisahan masyarakat modern. Meskipun sering dianggap sebagai "sastra ringan" yang berbeda dengan sastra serius atau kanon, eksistensi sastra populer tidak dapat dipungkiri telah memberikan kontribusi signifikan dalam demokratisasi budaya membaca dan perkembangan industri penerbitan. Salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Menurut Wijayanti & Bagiya . Novel merupakan suatu karya sastra fiksi yang disusun melalui unsur-unsur intrinsik, yang sengaja diciptakan oleh penulis untuk menciptakan kesan yang serupa dengan kehidupan nyata manusia. Tindak tutur merupakan ujaran untuk mempengaruhi lawan tutur dan mengandung maksud tertentu. Ujaran yang memiliki tujuan dan berpengaruh pada pendengaran dapat berupa kata, frase, kalimat, atau wacana. Meskipun demikian, penutur harus menggunakan tindak tutur untuk mengungkapkan maksudnya. Tindak tutur yang akan dipilih akan bergantung pada sejumlah faktor termasuk bahasa yang digunakan, mitra tutur yang dituju, konteks tuturan itu dilakukan, serta struktur manakan yang digunakan (Silvia, 2. Tindak tutur dibagi menjadi tiga jenis, yaitu tindak lokusi, tindak ilokusi, dan tindak Tindak lokusi adalah ujaran yang mengandung makna tanpa memperhitungkan tujuan lain di baliknya. Tindak ilokusi merupakan ujaran yang memiliki maksud tertentu selain dari maknanya. Sedangkan, tindak perlokusi adalah dampak atau pengaruh yang dihasilkan pada mitra bicara sebagai akibat dari ujaran penutur (Sihombing, 2. Menurut Umalila et al. , wujud tindak tutur tidak hanya dijumpai dalam komunikasi nyata kehidupan sehari-hari, tetapi juga dapat dijumpai dalam karya sastra, salah satunya adalah film dan novel. Tindak tutur dianggap sebagai fenomena individu yang bersifat psikologis dan bergantung pada kemampuan bahasa penutur dalam menyesuaikan diri dengan situasi komunikasi. Seseorang yang dikatakan menguasai bahasa bukan hanya mengetahui arti dari ribuan kata, tetapi juga mampu membentuk kalimat-kalimat baru yang belum pernah A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah didengarnya sebelumnya. Oleh karena itu, agar seseorang dapat menggunakan bahasa dengan baik, ia perlu mempelajari cara berbahasa (Tantra et al. , 2. Teks yang terdapat dalam novel tidak terlepas dari tindak tutur yang terjadi dalam percakapan antar tokoh. Dialog atau percakapan antar tokoh tersebut dapat dianalisis melalui pendekatan pragmatik. Pada penelitian ini difokuskan untuk meneliti tindak tutur pada novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari sebagai objek kajian dalam penelitian. Novel "Home Sweet Loan" karya Almira Bastari mengisahkan perjalanan hidup Dana, seorang wanita berusia 27 tahun yang bekerja sebagai pegawai bank di Jakarta. Cerita dimulai ketika Dana menghadapi tekanan dari orangtuanya yang terus mendesak untuk segera membeli rumah, mengingat usianya yang sudah dianggap matang. Novel ini menjadi cerminan realitas yang dihadapi banyak kaum milenial urban dalam usaha mencapai kemandirian finansial, khususnya dalam hal kepemilikan properti. Adapun tujuan penelitian secara teoretis untuk mengkaji tindak tutur dalam novel Home sweet loan karya Almira Bastari berdasarkan kajian pragmatik, sehingga pembaca dapat memahami dan membayangkan suasana yang diciptakan dalam cerita melalui interaksi antar KAJIAN PUSTAKA Tindak Tutur Menurut Sihombing . , tindak tutur adalah sebuah kegiatan di mana seseorang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan sesuatu kepada lawan tuturnya, dan lawan tutur tidak hanya dapat menerima makna komunikasi yang diberikan, melainkan juga dapat mengerti situasi tutur dalam komunikasi tersebut. Tindak tutur merupakan kegiatan yang menggunakan media bahasa sebagai sarana dasar untuk menyampaikan ide, saran atau bahkan pendapat dan perasaan yang diungkapkan secara lisan (Agustine & Amir, 2. Pada penggunaan tindak tutur sendiri, terdapat dua macam yaitu tindak tutur lisan . ahasa lisa. dan tindak tutur tulisan . ahasa tulisa. Tindak tutur lisan sering kita jumpai dalam praktik komunikasi dengan orang lain, namun tidak menutup kemungkinan bahwa tindak tutur tulisan juga dipraktikkan. Pada tindak tutur tulisan . ahasa tulisa. biasanya manusia menuangkan pendapat dan idenya melalui tulisan. Pemikiran seseorang tentunya akan A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah lebih mendapat pengakuan ketika sudah dituliskan, sehingga orang yang membaca akan mengetahui apa yang ingin disampaikan (Ijie et al. , 2. Tindakan yang ditampilkan dengan menghasilkan suatu tuturan akan mengandung tiga tindak yang saling berhubungan. Yaitu tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi. Tindak tutur lokusi adalah tindak tutur yang merupakan tindak dasar tuturan atau menghasilkan suatu ungkapan linguistik yang bermakna atau tuturan yang dianggap biasa saja dan tidak ada maksud didalamnya, tindak tutur ilokusi adalah tidak hanya menginformasikan saja tetapi mengandung makna atau pengaruh kepada mitra tuturnya, sedangkan tindak tutur perlokusi selain menginformasikan dan mempengaruhi tindak tutur perlokusi juga ada tindakan atau efek didalamnya (Putri, 2. Strategi bertutur terbagi menjadi 5 strategi yang dapat menjaga AumukaAy penutur. Kelima strategi tersebut adalah . strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, . strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, . strategi bertutur terus terang dengan basabasi kesantunan negatif, . strategi bertutur samar-samar, dan . strategi bertutur dalam hati. Di dalam novel juga terdapat tindak tutur. Hal tersebut dikarenakan di dalam novel juga terdapat komunikasi yang dilakukan antartokoh. Tindak tutur yang terdapat dalam novel penting untuk diteliti. Hal tersebut dikarenakan setiap pembaca novel memiliki pemahaman yang berbedabeda dalam memaknai dialog atau tuturan yang ada di dalam sebuah novel (Chudori, 2. Tindak tutur yang dilangsungkan dengan kalimat performatif dirumuskan sebagai tiga peristiwa tindakan yang berlangsung sekaligus yaitu, . tindak tutur lokusi, . tindak tutur ilokusi, dan . tindak tutur perlokusi (Hidayah et al. , 2. Jenis-Jenis Tindak Tutur Tindak tutur terbagi menjadi tiga yaitu: Tindak tutur lokusi adalah tindak bertutur dengan kata, frasa, dan kalimat sesuai dengan makna yang di kandung oleh kata, frasa, dan kalimat itu. Lokusi dapat dikatakan sebagai the act of saying something (Astri, 2. Tindak tutur ilokusi ialah sebuah tindakan melakukan sesuatu dengan maksud dan fungsi tertentu di dalam kegiatan bertutur sesungguhnya (Nurhaliza et al. , 2. Tindak tutur perlokusi merupakan aksi yang digunakan buat pengaruhi mitra tutur semacam memalukan, mengintimidasi, membujuk serta lain- lain (Mutmainah & Budiana. A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah Palupi et al. , menyatakan bahwa tindak tutur terbagi menjadi tiga jenis yaitu, lokusi, ilokusi, perlokusi. Tindak tutur lokusi adalah tindak tutur yang makna tutur sesuai dengan tuturan penutur. Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur menginformasikan sesuatu atau tindak tutur untuk melakukan sesuatu atau tindak tutur untuk melakukan sesuatu. Tindak tutur perlokusi adalah tuturan yang dapat memberikan efek. Pragmatik Pragmatik adalah sebagai cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yaitu bagaimana satuan sebuah kebahasaan itu digunakan dalam berkomunikasi. Kajian ilmu pragmatik sendiri tidak terlepas dari kajian ilmu yang lainnya, pragmatic berintegrasi dan saling berhubungan dengan kajian fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik (Putri, 2. Pragmatik adalah bidang linguistik yang menelusuri kaitan fungsi tuturan dan tatanan wacana yang menyajikan fonetik (Nugraheni et al. , 2. Pragmatik merupakan salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dalam situasi tertentu. Pragmatik . tau semantic behaviora. menelaah keseluruhan perilaku insan, terutama dalam hubungannya dengan tanda-tanda atau lambang-lambang. Pragmatic memusatkan perhatian pada insan berperilaku dalam keseluruhan situasi pemberian dan penerimaan tanda (Mutmainnah, 2. Kajian pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara Artinya setiap tuturan perlu dikaitkan dengan konteks. konteks dalam hal ini terkait mengkaji karya sastra pada bidang primer atau bahasa. Hal ini disebabkan karena cara pengucapan bahasa dalam prosa . sangat berpengaruh terhadap kualitas estetika karya sastra dan hanya karya sastra yang berkualitas yang mampu membangkitkan tanggapan emosional pembaca (Simarmata & Agustina, 2. Sedangkan menurut Al Farizi et al. Pragmatik dapat diartikan sebagai studi yang menjelaskan bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi. Ini juga merupakan cabang linguistik yang membahas makna dari tuturan yang bergantung pada konteksnya. Pragmatik meneliti tujuan di balik tuturan atau pernyataan, yang berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari manusia sesuai dengan tujuannya. Dalam konteks ini, tujuan tersebut merujuk pada keinginan si penutur. Tindak tutur merupakan salah satu elemen penting dalam pragmatik yang melibatkan interaksi antara pembicara dan pendengar. A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah Pragmatik merupakan cabang ilmu lingustik yang mempelajari bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dalam situasi tertentu (Nisak, 2. Novel Novel merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyampaikan keadaan sosial dalam masyarakat karena novel merupakan salah satu prosa yang dapat membantu manusia untuk mengerti dan memahami persoalan kehidupan melalui penggambaran tokoh serta memiliki pesan moral, sosial, psikologi, kultural yang terkandung di dalamnya (Agustina & Simarmata, 2. Menurut Syah Tantra & Karawang . , novel berkembang dan tumbuh di masyarakat Masyarakat pembaca yang menyenangi imajinasi. Imajinasi yang digunakan untuk membayangkan setiap kalimat yang berimaji. Sehingga tulisan tersebut divisualisasikan di dalam bayangbayang. Agar dapat menikmati keelokan karya sastra, seseorang penikmat sastra wajib bisa menganalisis serta mengapresiasi karya sastra itu sendiri. Novel ialah suatu karya sastra prosa fiksi. Menceritakan suatu keadaan atau kejadian yang terjadi pada kehidupan tokohtokoh di dalamnya. Kejadian luar biasa itu lahir dari suatu pertikaian, konflik, sehingga dapat mengubah nasib tokoh. Novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang mengambil wujud prosa fiksi dengan ukuran yang panjang, minimal 40. 000 kata, dan memiliki kompleksitas lebih tinggi dibandingkan cerpen. Dalam strukturnya, novel menyajikan konflik-konflik kehidupan manusia yang mampu mengubah nasib tokohnya. Beda dengan cerpen, novel mampu menggali konflik kehidupan para tokoh secara lebih dalam dan halus. Selain tokoh-tokoh, berbagai peristiwa dan latar cerita disusun secara rinci, menjadikan novel memiliki bentuk yang lebih luas daripada prosa rekaan lainnya (Nurhaliza et al. , 2. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa jenis-jenis tindak tutur tokoh dalam novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari. Data tersebut berbentuk verbal yang berupa kata- kata dalam kalimat, paragraf yang berupa narasi, atau dialog, dan kalimat yang sesuai dengan tujuan dalam penelitian ini. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Home Sweet Loan. Novel ini merupakan karya Almira Bastari yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada bulan Februari tahun 2022. A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis pragmatis yaitu analisis bahasa berdasarkan pada sudut pandang pragmatik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan secara menyeluruh data yang diperoleh selama proses penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Tindak Tutur Lokusi Tokoh dalam Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari Dalam novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari ditemukan adanya tindak tutur lokusi pernyataan . , tindak tutur lokusi pertanyaan . , dan tindak tutur lokusi perintah . Berikut ini dipaparkan data yang tergolong tindak tutur lokusi. Tindak Lokusi Pernyataan . Data 1: Kalau studio ini luasnya 21-meter persegi, mbak,Ay jawab Rusli. Apartemen studio 21-meter persegi di rusunami seharga 350 juta rupiah. Lokasinya di tengah-tengah Kota Jakarta . Kalimat . merupakan lokusi pernyataan yang diungkapkan oleh Rusli selaku agen marketing Tuturan tersebut bermaksud untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Kalona mengenai luas studio. Rusli lalu menginformasikan bahwa apartemen studio itu memiliki luas 21 meter Konteks pada kalimat tersebut yaitu berbicara tentang luas studio yang adalah 21 meter persegi. Data 2: Aku mengangguk. "Iya, bibir aku juga nggak kering. Kayak fresh terus. Model wajahnya udah datang?Ay Zanita mengangguk. Ay Tapi telat. Lagi di ruang make up. Ay . Kalimat . merupakan lokusi pernyataan yang terlihat pada ungkapan yang dilontarkan oleh Kaluna. Tuturan tersebut bertujuan untuk menginformasikan bahwa lip gloss yang dipakai oleh Kaluna memang bagus untuk digunakan. Pada kalimat dalam pernyataan tersebut berbicara tentang lip gloss yang baru dibeli oleh Kaluna sehingga dapat disarankan kepada temannya . Tindak Lokusi Pertanyaan Data 1: "Rumah Kakak di mana?Ay Zanitha bertanya ramah. "Lumayan kalau naik ojekAy Aku menjawab sekenanya. "Habis ini Kakak mau balik atau gimana?" tanya Zanitha ramah. Pertanyaan Kalimat . merupakan tindak tutur lokusi pertanyaan yang tampak dari A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah percakapan antara Zanitha dengan Kaluna dengan tujuan untuk menanyakan rumah Kaluna. Tuturan tersebut sebagai bentuk interogasi Zanitha dengan Kaluna. Pernyataan tersebut membuat dialog menjadi lokusi pernyataan dalam konteks informasi rumah Kaluna. Data 2: "Lo nggak instastory. Mi?Ay tanyaku pada Miya. Aku terkekeh. "Emang ada pengikut lo di sana. Mi?" . Kalimat . merupakan tindak tutur lokusi pertanyaan yang bertujuan untuk menanyakan kepada Miya mengenai status di instastory yang biasa sering diupload oleh Miya. Tuturan lokusi pertanyaan ditunjukkan pada pertanyaan Kaluna kepada Miya mengenai kebiasaannya di media sosial. Pada kalimat yang digunakan dalam pernyataan tersebut, yaitu berbicara tentang kebiasaan Miya meng-update story. Tindak Lokusi Perintah Data 1: Ibu melambai-lambaikan tangan. "Sudah, sudah, nggak usah diributin. Itu lemari tua. Sudah bagus ada yang mungutAy Ibu memberi alasan. Kalimat . merupakan tindak tutur lokusi yang bertujuan untuk menenangkan hati Kaluna mengenai lemarinya yang telah diberikan kepada kakak ipar Kaluna. Tuturan lokusi perintah ditunjukkan pada pernyataan Ausudah, sudahAAy Pernyataan tersebut bermakna agar Kaluna tidak lagi mempermasalahkan lemarinya yang telah diambil oleh kakak iparnya. Pada kalimat atau ekspresi yang digunakan dalam pernyataan tersebut, yaitu berbicara tentang sikap Ibu Kaluna terhadap lemari Kaluna yang telah diberikan kepada kakak iparnya. Tindak Tutur Ilokusi Tokoh dalam Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari Berdasarkan hasil analisis data tindak tutur lokusi yang terdapat dalam novel Home Sweet Loan terdiri dari empat jenis, yaitu asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak Tutur Ilokusi Asertif Data 1 : Aulift ini nggak rusak kok. Mbak. Cuma terbuka sedikit. Ay Rusli menambahkan keterangan yang justru membuat mataku semakin membulat. Tidak rusak tapi suka kebuka itu artinya apa? Korslet? . Kalimat . merupakan tindak tutur ilokusi asertif yang bermakna tindakan yang sebenarnya dilakukan oleh pembicara melalui pernyataannya. Dalam hal ini, pembicara sedang memberikan informasi bahwa lift dalam keadaan baik, tanpa kerusakan. Jadi, pernyataan tersebut adalah tindak tutur ilokusi asertif karena berisi pernyataan tentang Aukondisi liftAy yang tidak rusak yang disampaikan oleh A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah . Tindak Tutur Ilokusi Direktif Data 1: "Kamu bisa tolong ambil alih pekerjaan Annisa sementara dia cuti?Ay tanya Bu Sonia. "Kamu tolong gantikan Annisa sementara, karena sejak pan-demi kita jadi hati-hati untuk merekrut pegawai baru. Lagi pula Annisa akan kembali lagi, sehingga bisa-bisa menerima karwayan baru dianggap tidak efisien. Sementara ini bisa tolong kamu atur?" . Kalimat . merupakan tindak tutur ilokusi yang bermakna tindakan yang sebenarnya dilakukan oleh pembicara melalui pernyataannya. Dalam hal ini, pembicara sedang melakukan tindakan untuk meminta karyawannya mengambil alih tugas Annisa. Tuturan ilokusi direktif ditunjukkan pada pernyataan "Kamu tolong gantikan AnnisaAy. Jadi, pernyataan tersebut adalah tindak tutur ilokusi direktif karena berisi perintah untuk melakukan tindakan yang diarahkan penutur. Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Data 1: "Lip gloss-nya emang bagus sih. Ay Zanitha senang, pembawaannya ringan, senyumnya lepas tanpa beban. Au Bagus, kan? Aku juga suka. Sekarang aku nggak bisa hidup tanpa lip gloss ini. Di antara market lipstik matte gitu, kayaknya lebih pengin tampil segar, natural, dan bibir kayak lembap aja, glowing. Ay . Kalimat . merupakan tindak tutur ilokusi yang bermakna tindakan yang sebenarnya dilakukan oleh pembicara melalui pernyataannya. Dalam hal ini, pembicara sedang melakukan pujian suatu objek. Tuturan ilokusi ekspresif ditunjukkan pada pernyataan AuLip gloss-nya emang bagus sihAy. Jadi, pernyataan tersebut adalah tindak tutur ilokusi ekspresif karena pujian tentang lip gloss yang dipakai oleh penutur. Faktor Yang Memengaruhi Tindak Tutur dalam Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tindak tutur tokoh dalam novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah faktor pembicara, faktor tujuan tutur, faktor situasi, faktor konteks, faktor jalur, faktor media, dan faktor peristiwa. Faktor pembicara mencakup identitas, status sosial, dan peran dari penutur dan lawan tutur dalam komunikasi. Faktor tujuan tutur dalam komunikasi merujuk pada maksud atau tujuan dari komunikasi yang dilakukan oleh penutur dan lawan tutur. Dalam setiap interaksi komunikasi, pesan yang disampaikan memiliki tujuan tertentu, baik itu untuk memberikan informasi, meminta bantuan, menyampaikan perasaan, memerintah, meyakinkan, dan sebagainya (Fitriana, dkk. , 2. A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah Faktor situasi dalam konteks tindak tutur mengacu pada kondisi atau konteks fisik dan sosial tempat sebuah tuturan atau interaksi komunikatif terjadi. Faktor konteks dalam komunikasi merujuk pada faktor-faktor budaya dan sosial yang memengaruhi komunikasi, seperti norma-norma sosial, nilainilai, dan kebiasaan. Faktor jalur dalam komunikasi merujuk pada media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Jalur komunikasi dapat berupa lisan atau tulisan, dan dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti tatap muka, telepon, surat, email, atau media sosial. Faktor media apa dalam komunikasi merujuk pada alat atau teknologi yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Faktor peristiwa dalam tindak tutur merujuk pada kejadian atau situasi yang sedang berlangsung pada saat tuturan disampaikan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan beberapa hal berikut: Dalam novel "Home Sweet Loan" karya Almira Bastari terdapat tiga jenis tindak tutur, yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak tutur lokusi terdiri dari tiga bentuk utama yaitu pernyataan . sebanyak 16 data, pertanyaan . sebanyak 31 data, dan perintah . hanya ditemukan satu data. Tindak tutur ilokusi dalam novel mencakup empat jenis, yaitu asertif, direktif, komisif, dan Ilokusi asertif ditemukan sebanyak 24 data dengan berbagai bentuk seperti menyatakan, menyarankan, mengeluh, dan mengklaim. Tindak tutur ekspresif sebanyak 23 data, mencakup berbagai bentuk seperti meminta maaf, memuji, berterima kasih, memprotes, menyalahkan, mengkritik, marah, dan merasa empati. Tindak tutur direktif ditemukan sebanyak 9 data dengan bentuk seperti memerintah, memohon, menasehati, dan Tindak tutur komisif hanya ditemukan satu data dalam bentuk menawarkan sesuatu. Tindak tutur perlokusi sebagai hasil atau efek yang ditimbulkan oleh ungkapan pada pendengar, juga ditemukan dalam penelitian ini. Ada 23 data perlokusi yang mencakup berbagai bentuk seperti menyangkal, mengkoreksi, melarang, mengangguk, tertekan, dan Jenis tindak tutur paling dominan adalah tindak tutur lokusi berupa pertanyaan . Ini disebabkan oleh kecenderungan penggunaan pertanyaan dalam komunikasi sehari-hari A Meri Yulizar. Zefi Ariani. Intan Munawarah untuk mendapatkan informasi atau respons dan jenis tindak tutur paling sedikit ditemukan adalah tindak tutur perlokusi. Faktor-faktor yang memengaruhi tindak tutur tokoh dalam novel melibatkan identitas dan peran penutur, tujuan komunikasi, faktor situasional, konteks budaya, media dan jalur komunikasi, serta peristiwa SARAN Peneliti peneliti-peneliti pengembangan studi ini dengan menggali lebih dalam mengenai tindak tutur yang lebih Selain itu, upaya untuk menjelajahi keterkaitan antara berbagai bentuk tindak tutur juga diharapkan dapat dilakukan, sehingga hasil Penelitan ini dapat lebih dioptimalkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, penelitan ini dapat diperbaiki dan diperkaya sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih baik dalam perkembangan bidang ini DAFTAR PUSTAKA