Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. April, 2025, pp. Implementasi Digitalisasi pada Usaha Retail Ribath Mart di Pesantren Ribathul Mujtaba Ummy Gusti Salamah1. Rizki Ramadhan2. Kamilia Syaputra3. Rizky Novrianty4. Iga Apria5. Lola Fadilah6. Dwi Mei Rita Sari7. Andry Meylani8 1,3,4,5,6,7,8 Politeknik Negeri Sriwijaya, 2 Universitas Global Jakarta *Corresponding author E-mail: ummygs@polsri. Article History: Received: Apr, 2025 Revised: Apr, 2025 Accepted: Apr, 2025 Abstract: Perubahan signifikan dibawa oleh era digital di sejumlah industri, termasuk ritel. Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) Ribathul Mujtaba, yaitu Ribath Mart, menjadi studi kasus yang digunakan dalam pengabdian ini untuk mengkaji bagaimana pengembangan perusahaan ritel diterapkan di era digital. Observasi, analisis dokumen, dan wawancara mendalam merupakan beberapa metode pengumpulan data yang digunakan dalam pengabdian ini. Hasilnya. Ribath Mart telah menerapkan sistem penjualan berbasis online, mengoptimalkan layanan berbasis aplikasi, dan menggunakan media sosial untuk pemasaran. Selain memperluas pasar, tindakan ini telah meningkatkan efektivitas operasional. Selain itu, keunggulan tersendiri dalam menumbuhkan loyalitas klien ditawarkan oleh manajemen yang didasarkan cita-cita Namun, implementasinya terdapat beberapa permasalahan salah satunya kemampuan teknologi yang tidak memadai dan kurangnya infrastruktur digital pada usaha retail Ribath Mart. Keywords: Digitalisasi. Bisnis Ritel. Badan Usaha. Pesantren. Transformasi Digital Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri secara global, termasuk sektor retail. Digitalisasi memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal (Amidi & Baharuddin. Namun, transformasi digital juga menghadirkan tantangan, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang seringkali menghadapi keterbatasan sumber daya dan infrastruktur (Dave Chaffey & PR Smith, 2. Dalam konteks ini. Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) memainkan peran strategis, tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas (Khaidar Ahmad Albirruni, 2. https://wnj. westscience-press. com/index. php/jpws Vol. No. April, 2025, pp. Ribath Mart, sebagai salah satu BUMP yang dimiliki oleh Pesantren Ribathul Mujtaba, merupakan contoh nyata dari usaha retail yang mencoba beradaptasi dengan dinamika era digital. Sebagai bagian dari pesantren yang berkomitmen pada nilai-nilai keagamaan dan pemberdayaan umat. Ribath Mart tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial dan pemberdayaan ekonomi santri dan masyarakat sekitar. Namun, implementasi strategi digital dalam usaha retail seperti Ribath Mart memerlukan pendekatan yang tepat. Hal ini mencakup integrasi teknologi dalam operasional, penerapan strategi pemasaran digital, serta pengelolaan yang berkelanjutan dengan tetap mempertahankan identitas pesantren (Syamsudin, 2. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana proses digitalisasi diterapkan di Ribath Mart, tantangan yang dihadapi, dan dampaknya terhadap pertumbuhan usaha. Melalui pengabdian ini, diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai penerapan strategi digital dalam usaha retail berbasis pesantren, serta memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan BUMP di era digital. Pengabdian ini juga diharapkan mampu menjadi referensi bagi pelaku usaha serupa yang ingin memanfaatkan potensi teknologi digital untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis. Metode Ribath Mart adalah sebuah unit usaha retail yang berlokasi di Jl. Kp. Rawageni Kelurahan. RT. 4/RW. Ratu Jaya. Kec. Cipayung. Kota Depok. Jawa Barat dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) Ribathul Mujtaba. Ribath Mart sendiri didirikan pada Tanggal 15 Desember 2024. Namun Ribath Mart baru resmikan pada tanggal 28 Desember 2024. Ribath Mart awal Mula di inisiasi melalui Program Pemerintah Republik Indonesia Melalui Program Kemandirian Pesantren pada tahun 2020 yang diusung oleh Kementerian Agama RI. Ribath Mart dirancang sebagai salah satu upaya pesantren untuk mendukung pemberdayaan ekonomi santri dan masyarakat sekitar. Sebagai bagian dari ekosistem pesantren. Ribath Mart mengusung nilai-nilai religius yang berpadu dengan prinsip-prinsip bisnis modern, sehingga tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berfokus pada kebermanfaatan sosial. Vol. No. April, 2025, pp. Gambar 1. Tampak Bangunan Ribath Mart Ribath Mart berperan sebagai tempat penyedia kebutuhan sehari-hari bagi komunitas pesantren dan masyarakat umum. Dalam pengelolaannya. Ribath Mart mengintegrasikan konsep usaha retail dengan pendekatan komunitas berbasis nilainilai keislaman, seperti kejujuran, keberkahan, dan kebersamaan. Di era digital. Ribath Mart juga mulai mengadopsi teknologi untuk meningkatkan daya saingnya. Beberapa inisiatif yang telah dilakukan meliputi pemasaran digital melalui media sosial, penggunaan platform e-commerce, dan penerapan sistem layanan berbasis aplikasi. Hal ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar dan memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mendapatkan produk yang dibutuhkan (Yusuf dan Wibowo, 2. Secara keseluruhan. Ribath Mart tidak hanya menjadi pusat ekonomi bagi pesantren, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pelatihan kewirausahaan bagi santri. Dengan menjalankan usaha berbasis pesantren. Ribath Mart turut mendukung misi besar pesantren dalam mencetak generasi mandiri yang mampu berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi umat. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data sebagai berikut: Observasi Partisipatif Pengabdian ini diawali dengan melakukan observasi langsung di Ribath Mart untuk memahami bagaimana operasional sehari-hari dilaksanakan, serta penerapan teknologi digital dalam kegiatan usaha Observasi ini juga bertujuan untuk menggali tantangan yang dihadapi dalam penerapan digitalisasi. Analisis Dokumen Pengumpulan data dari dokumen internal perusahaan, seperti laporan Vol. No. April, 2025, pp. penjualan, catatan pemasaran, serta kebijakan dan prosedur yang diterapkan oleh Ribath Mart. Dokumen-dokumen ini digunakan untuk menganalisis efektivitas penerapan digitalisasi dalam operasional dan Wawancara Mendalam Dilakukan wawancara dengan pihak manajemen dan karyawan Ribath Mart untuk mendapatkan perspektif mendalam mengenai tantangan dan keberhasilan dalam mengimplementasikan digitalisasi. Wawancara juga dilakukan beberapa pelanggan mengetahui pengaruh digitalisasi terhadap pengalaman dan kepuasan Studi Kasus Sebagai bagian dari pendekatan ini, studi kasus dilakukan untuk menggali lebih dalam bagaimana Ribath Mart menerapkan sistem penjualan berbasis online, pengelolaan aplikasi, serta pemanfaatan media sosial dalam pemasaran. Studi ini juga mencakup analisis terhadap aspek-aspek yang telah berhasil diterapkan dan masalah yang masih Metode pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pengembangan usaha retail di era digital (Ahmad Sugiyanto, 2. , serta memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan infrastruktur digital di Ribath Mart. Hasil Transformasi Digital di Sektor Retail Perkembangan teknologi telah mendorong transformasi digital di sektor retail, mencakup perubahan pada operasional, pemasaran, hingga pengalaman pelanggan. Teknologi seperti e-commerce, media sosial, dan aplikasi mobile menjadi alat utama dalam meningkatkan daya saing usaha retail (Nasution & Sari, 2. Implementasi transformasi digital memungkinkan usaha retail untuk menjangkau pelanggan lebih luas dan memberikan layanan yang lebih efisien. Bagi usaha berbasis komunitas, seperti Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), transformasi ini juga menghadirkan peluang untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan memperkuat ekonomi lokal (Hamidi & Baharudin, 2. Vol. No. April, 2025, pp. Gambar 2. Sistem Aplikasi Management Ribath Mart Profil dan Pendekatan Bisnis Ribath Mart Ribath Mart, sebagai bagian dari BUMP Ribathul Mujtaba, didirikan dengan tujuan utama mendukung pemberdayaan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar. Usaha ini memadukan nilai- nilai religius dengan pendekatan bisnis modern. Dalam konteks transformasi digital. Ribath Mart telah mulai mengadopsi beberapa inisiatif. Pemasaran Digital Menggunakan media sosial sebagai sarana promosi untuk menjangkau pelanggan lebih luas, termasuk komunitas pesantren dan masyarakat Sistem Penjualan Online Penggunaan platform e-commerce dan aplikasi untuk mempermudah pelanggan dalam melakukan pembelian. Inovasi Produk dan Layanan Menyediakan produk berbasis kebutuhan masyarakat lokal dan mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan inventori dan layanan Vol. No. April, 2025, pp. Gambar 3. Tampak Dalam Ribath Mart Tantangan dalam Implementasi Digitalisasi Meskipun telah melakukan beberapa langkah menuju digitalisasi. Ribath Mart menghadapi sejumlah tantangan: Keterbatasan Infrastruktur Akses internet yang kurang optimal di beberapa wilayah menghambat pengembangan layanan berbasis teknologi. Literasi Teknologi Pengelola dan staf yang belum terbiasa dengan teknologi modern memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi digital. Persaingan Pasar Kehadiran retail modern dan platform e-commerce besar menciptakan persaingan yang semakin ketat bagi usaha kecil seperti Ribath Mart. Vol. No. April, 2025, pp. Gambar 4. Produk Layanan yang Tersedia di Ribath Mart Diskusi