Journal of Food and Culinary Vol. No. June 2026, pp. e-ISSN 2621-8445 | p-ISSN 2621-8437 Journal homepage: https://journal2. id/index. php/jfc/ Konten TikTok dan Pengalaman Kuliner terhadap Minat Generasi X,Y,Z pada Tahu Gejrot dan Mi Koclok Cirebon Ginar Haza Fatriyania,1,*. Gita Siswharaa,2. Masroulina Sevtiania,3 a Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia 1 ginarhaza14@upi. 2 wa_egha@upi. 3 masroulina@upi. *Corresponding author ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords culinary experience generation xyz traditional food This research analyze the influence of TikTok content and culinary experiences on the interest of generations X. Y, and Z in consuming traditional Cirebon food, namely tahu gejrot and mi koclok. The changes that have occurred in social media have influenced generations X. Y, and Z to obtain information and form culinary preferences. This research explores the influence of culinary experience including taste, atmosphere and cultural values on consumers' interest in traditional food. , especially tahu gejrot and mi koclok. This study employed purposive sampling in a quantitative survey involving 100 active TikTok users who had consumed these two cuisines. A five-point Likert scale is used for data collection, and analysis is done using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) and SmartPLS. The studyAos findings indicate that promotional combinations through social media and the creation of authentic culinary experiences is effective in increasing generation X. Y, and ZAos interest in traditional food, as well as helping top reserve in the digital era. Article history Received:17/03/2026 Revised:21/05/2026 Accepted: 18/06/2026 Available online: 30/06/2026 Pendahuluan Perkembangan teknologi telah mempengaruhi berbagai generasi dalam menerima informasi, termasuk dalam konsumsi kuliner. TikTok merupakan salah satu platform yang memiliki dampak pertumbuhan yang luar biasa dan bukan hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga menjadi media penting untuk promosi produk termasuk kuliner. Konten TikTok dapat mempengaruhi persepsi dan menarik perhatian konsumen dalam pembelian berbagai produk makanan, karena sifatnya yang visual, interaktif, dan mudah viral (Amalina et al. , 2. Dalam perspektif pemasaran digital, hal ini sejalan dengan konsep digital content marketing dan digital consumer engagement yang menekankan daya tarik visual, interaktivitas, serta User Generated Content (UGC) sebagai pendorong kepercayaan dan keputusan pembelian (Bui et al. , 2023. Sokolova & Perez, 2021. Zhang et al. , 2. Dengan karakter algoritma seperti For Your Page. TikTok mampu mendistribusikan konten secara luas dan cepat, sehingga berpotensi mengangkat citra serta minat terhadap makanan tradisional Indonesia yang mulai tergeser oleh kuliner modern (Bin, 2023. Grabowska et al. , 2025. Wu & Ding, 2. Selain media digital, pengalaman kuliner menjadi dimensi penting dalam perilaku konsumsi Pengalaman kuliner bukan hanya tentang cita rasa, tetapi juga mencakup penyajian, nilai budaya, suasana, interaksi sosial, hingga perasaan yang dirasakan saat mengonsumsi makanan tertentu jfc@culinary. Journal of Food and Culinary Vol. No. June 2026, pp. e-ISSN 2621-8445 | p-ISSN 2621-8437 (Lai et al. , 2. Pengalaman kuliner memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan dan citra destinasi kuliner (Kovalenko et al. , 2. , sedangkan pengalaman yang nyata mampu memperkuat loyalitas dan minat terhadap makanan tradisional (Di-Clemente et al. , 2. Dalam kajian gastronomi, keaslian dan narasi budaya juga bagian penting dari pengalaman tersebut (Bakr et , 2025. Moura et al. , 2. Termasuk interaksi dengan penjual dan suasana tempat makan yang dapat meningkatkan keterikatan emosional konsumen (Errajaa et al. , 2025. Soonsan et al. , 2. Pengalaman kuliner juga berfungsi sebagai sarana edukasi budaya yang memperkenalkan nilai-nilai lokal kepada generasi X. Y, dan Z. Kuliner tradisional berperan sebagai representasi budaya (Hoang et al. , 2. Sementara itu, generasi X. Y, dan Z yang memahami sejarah dan makna makanan tradisional akan memperkuat keterikatan terhadap identitas budaya, yang pada gilirannya mendorong minat konsumsi (Frez-Muyoz et al. , 2. Dalam konteks ini, makanan tradisional seperti tahu gejrot dan mi koclok bukan hanya dipandang sebagai produk konsumsi, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai historis yang penting. Generasi X. Y, dan Z memiliki karakteristik konsumsi yang berbeda. Generasi X cenderung mempertahankan kebiasaan lama dan lebih memperhatikan manfaat serta aspek kesehatan dalam konsumsi kuliner, generasi Y lebih terbuka terhadap inovasi, sedangkan generasi Z dikenal sebagai generasi digital yang membangun minat kuliner melalui paparan visual media sosial serta rekomendasi influencer dan tren viral (Chen & Lin, 2024. Garcya-Carriyn et al. , 2. Perbedaan karakteristik tersebut menjadi alasan penting dipilihnya ketiga generasi dalam penelitian ini, karena Generasi XYZ memiliki cara yang berbeda dalam menerima informasi, membentuk persepsi, dan menentukan minat terhadap tahu gejrot dan mi koclok Cirebon melalui Konten TikTok maupun pengalaman kuliner, sehingga strategi promosi makanan tradisional perlu disesuaikan dengan cara pandang masing-masing generasi . nner et al. , 2. Cirebon dikenal sebagai salah satu kota dengan kekayaan kuliner tradisional, di mana tahu gejrot dan mi koclok merupakan kuliner khas daerah tersebut. Namun, popularitas makanan ini di kalangan generasi muda semakin menurun seiring meningkatnya ketertarikan terhadap kuliner modern. Minat generasi Z terhadap makanan tradisional di Indonesia cenderung mengalami penurunan karena makanan tersebut dianggap kurang praktis dan kurang menarik (Orea-Giner & Fusty-Forny, 2. sisi lain, studi menunjukkan bahwa visualisasi makanan dalam media sosial dapat memicu proses imajinatif yang membuat konsumen seolah-olah merasakan pengalaman mencoba makanan tersebut (Petit et al. , 2. , sehingga membuka peluang bagi konten TikTok untuk kembali mengemas makanan tradisional secara menarik. Meskipun konten TikTok telah banyak dimanfaatkan dalam promosi kuliner, penelitian yang secara spesifik mengaitkan pengaruhnya terhadap minat generasi X. Y, dan Z pada makanan tradisional masih Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada makanan modern (Makowska et al. , 2. Selain itu, pengalaman kuliner dalam konteks makanan tradisional Indonesia juga masih kurang digali, karena sebagian besar studi berfokus pada pariwisata kuliner internasional (Kovalenko et al. , 2. Padahal, minat terhadap makanan tradisional dipengaruhi oleh persepsi keaslian, nilai budaya, dan proses pengalaman yang berbeda pada tiap generasi (Boustani & Guiny, 2023. Bu et al. , 2020. Kalenjuk Pivarski et al. , 2. Gabungan konten TikTok dan pengalaman kuliner berpotensi menjadi strategi pemasaran yang lebih efektif dalam mengenalkan makanan tradisional kepada generasi X. Y, dan Z. Kombinasi media digital dan pengalaman budaya dapat meningkatkan minat konsumen secara signifikan melalui jfc@culinary. Journal of Food and Culinary Vol. No. June 2026, pp. e-ISSN 2621-8445 | p-ISSN 2621-8437 pengaruh emosional, fisik, dan sosial (Shoukat et al. , 2023. Tsoukala et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk menjelaskan bagaimana konten TikTok dan pengalaman kuliner mempengaruhi minat generasi X. Y, dan Z terhadap makanan tradisional seperti tahu gejrot dan mi koclok, sekaligus memperluas kajian menangani pemasaran digital, perilaku konsumen antar generasi, dan pelestarian kuliner tradisional di era digital. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di dua lokasi kuliner tradisional khas Cirebon, yaitu Tahu Gejrot Kanoman Mang Wawan yang berlokasi di Kota Cirebon dan Mi Koclok Gombang Pak Rasita yang berada di Kabupaten Cirebon. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada tingginya popularitas kedua kuliner tersebut sebagai ikon makanan tradisional Cirebon, baik di kalangan wisatawan maupun masyarakat lokal, serta tingginya intensitas pembahasan di media sosial, khususnya platform TikTok. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan tujuan menguji secara empiris pengaruh konten TikTok dan pengalaman kuliner terhadap minat generasi XYZ pada makanan tradisional tahu gejrot dan mi koclok. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan merupakan pengunjung yang telah mencoba tahu gejrot dan mi koclok. Metode penentuan sampel yang dipakai adalah purposive sampling dengan ketentuan responden, yaitu: . individu yang pernah mencoba tahu gejrot dan mi koclok, . mereka yang termasuk dalam kategori Generasi X. Y, dan Z, . termasuk individu yang aktif menggunakan media sosial TikTok. Responden yang berhasil terkumpul yaitu 100 orang. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS versi 4 untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil dan Pembahasan Karakteristik dalam penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, domisili, kelompok usia, jenis pekerjaan, penghasilan, serta pengalaman mencoba kuliner. Pengelompokan ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang karakteristik sosial demografis responden yang berpotensi mempengaruhi cara pandang, penilaian, serta pengalaman mereka terhadap aktivitas pariwisata yang diteliti. Penelitian ini melibatkan sejumlah responden yang memenuhi kriteria yaitu 100 orang. Dalam penelitian ini, 60% adalah perempuan dan 40% adalah laki-laki. Sebagian besar responden, yaitu 40% berusia 20 Ae 30 tahun yang termasuk Generasi Z dan Generasi Y. Sementara itu, responden yang berusia >40 tahun termasuk dalam kategori Generasi X sebesar 20%. Berdasarkan domisili. Sebagian responden berdomisili di Kota Cirebon sebesar 35%, dilanjutkan Kabupaten Cirebon sebesar 30%. Berdasarkan jenis pekerjaan, sebagian besar responden berprofesi pelajar/mahasiswa sebesar 45%, disusul dengan Karyawan 30%, wirausaha 15%, dan ASN 10%. Berdasarkan hasil outer model evaluation (Gambar . yang dilakukan untuk mengidentifikasi sejauh mana kemampuan indikator dalam merepresentasikan variabel yang diteliti, yaitu Pengaruh Konten TikTok (PKT). Pengalaman Kuliner (PK), dan Minat Generasi XYZ (MG). Dalam analisis PLS-SEM, indikator umumnya dinyatakan valid secara konvergen apabila nilai outer loading > 0,70, meskipun dalam penelitian eksploratif nilai 0,50 Ae 0,60 masih dapat diterima. Pada variabel PKT, indikator PKT 1 Ae PKT 6 menunjukkan nilai outer loading berkisar antara 0,507 hingga 0,867, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar indikator mampu merepresentasikan indikator dengan cukup jfc@culinary. Journal of Food and Culinary Vol. No. June 2026, pp. e-ISSN 2621-8445 | p-ISSN 2621-8437 Pada variabel PK 1 Ae PK 9 memiliki nilai loading antara 0,563 hingga 0,859, di mana beberapa indikator menunjukkan kontribusi yang kuat dalam mempresentasikan pengalaman kuliner. Sementara itu, pada variabel MG, indikator MG 1 Ae MG 9 mempunyai nilai outer loading antara 0,626 hingga 0,799, yang mengindikasikan bahwa indikator tersebut cukup baik dalam merepresentasikan konstruk Minat Generasi XYZ terhadap makanan tradisional. Gambar 1. Diagram Model PLS-SEM Berdasarkan diagram model struktural terlihat bahwa variabel Pengaruh Konten TikTok (PKT) memiliki koefisien jalur sebesar 0,416 terhadap Minat Generasi XYZ (MG), yang menunjukkan adanya pengaruh positif antara konten TikTok terhadap minat generasi XYZ pada makanan Selain itu, variabel Pengalaman Kuliner (PK) memiliki koefisien jalur sebesar 0,594 terhadap Minat Generasi XYZ (MG), yang menunjukkan bahwa pengalaman kuliner memberikan pengaruh positif yang lebih kuat dalam meningkatkan minat generasi XYZ. Nilai R-square sebesar 0,929 pada variabel MG menunjukkan bahwa variasi minat generasi XYZ dapat dijelaskan oleh variabel Pengaruh Konten TikTok dan Pengalaman Kuliner, sehingga model penelitian ini memiliki kemampuan penjelasan yang sangat kuat. jfc@culinary. Journal of Food and Culinary Vol. No. June 2026, pp. e-ISSN 2621-8445 | p-ISSN 2621-8437 Tabel 1. Beban Eksternal Konstruk Item Beban Eksternal Pengaruh Konten TikTok PKT1 0,753 PKT 2 0,867 PKT 3 0,720 PKT 4 0,867 PKT 5 0,686 PKT 6 0,507 Pengalaman Kuliner PK1 0,859 PK 2 0,706 PK 3 0,682 PK 4 0,798 PK 5 0,859 PK 6 0,595 PK 7 0,604 PK 8 0,563 PK 9 0,624 Minat Generasi XYZ MG1 0,626 MG2 0,635 MG3 0,640 MG4 0,703 MG5 0,739 MG6 0,716 MG7 0,768 MG8 0,799 MG9 0,747 Berdasarkan hasil outer loadings, terdapat 14 indikator yang memiliki nilai >0,70 sehingga dapat dinyatakan memenuhi syarat validitas konvergen dengan baik, yang berarti indikator tersebut mampu merepresentasikan variabel secara kuat dalam model penelitian. Selain itu, terdapat 16 indikator yang memiliki nilai >0,50, yang masih dapat diterima dalam analisis PLS-SEM, terutama pada penelitian yang bersifat eksploratif, karena indikator tersebut masih cukup mampu menjelaskan konstruk yang diukur meskipun tingkat kekuatannya tidak setinggi indikator dengan nilai >0,70. Berdasarkan hal tersebut, seluruh indikator penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan masih memenuhi kelayakan untuk dianalisis lebih lanjut. Tabel Average Variance Extracted (AVE) menunjukkan bahwa seluruh variabel pada penelitian ini menunjukkan telah memenuhi standar validitas konvergen karena memiliki nilai AVE > 0,50. Variabel Pengaruh Konten TikTok memiliki nilai AVE sebesar 0,553, variabel Pengalaman Kuliner sebesar 0,500, dan variabel Minat Generasi XYZ sebesar 0,505. Oleh karena itu, seluruh variabel dalam penelitian ini dapat dinyatakan mampu menjelaskan indikatornya dengan baik dan memenuhi kriteria yang diprasyaratkan dalam analisis PLS-SEM. jfc@culinary. Journal of Food and Culinary Vol. No. June 2026, pp. Konstruk Pengaruh Konten TikTok Pengalaman Kuliner Minat Generasi XYZ e-ISSN 2621-8445 | p-ISSN 2621-8437 Tabel 2. AVE Average Variance Extracted (AVE) 0,553 0,500 0,505 Tabel reliability di bawah ini, mengindikasikan bahwa semua variabel dinyatakan mempunyai nilai reliabilitas yang sangat baik. Variabel Pengaruh Konten TikTok memiliki nilai 0,878, variabel Pengalaman Kuliner sebesar 0,898, dan variabel Minat Generasi XYZ sebesar 0,901. Keseluruhan nilai yang diperoleh berada di atas batas minimum yang direkomendasikan yaitu 0,70. Hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh variabel mempunyai tingkat konsistensi internal yang tinggi, dengan demikian instrumen penelitian dinilai reliabel. Konstruk Pengaruh Konten TikTok Pengalaman Kuliner Minat Generasi XYZ Tabel 3. Reliability Composite Reliability 0,878 0,898 0,901 Tabel 4 tentang CronbachAos Alpha mengindikasikan bahwa semua variabel penelitian menunjukkan tingkat reliabilitas yang tinggi. Variabel Pengaruh Konten TikTok memiliki nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,834, variabel Pengalaman Kuliner sebesar 0,871, dan variabel Minat Generasi XYZ sebesar 0,877. Semua nilai tersebut berada di atas batas minimum reliabilitas yaitu 0,70. Dengan demikian, seluruh variabel dalam penelitian ini menunjukkan tingkat konsistensi internal yang baik. Tabel 4. CronbachAos Alpha Konstruk CronbachAos Alpha Pengaruh Konten TikTok 0,834 Pengalaman Kuliner 0,871 Minat Generasi XYZ 0,877 Metode bootstrapping pada analisis PLS-SEM digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis serta menilai tingkat signifikan hubungan antar variabel dalam metode penelitian. Teknik bootstrapping digunakan karena PLS-SEM bersifat non-parametrik sehingga tidak mengharuskan data terdistribusi normal, serta mampu menghasilkan estimasi parameter yang lebih stabil melalui proses pengambilan sampel ulang dari data asli. Hasil pengujian bootstrapping kemudian dievaluasi berdasarkan nilai T-statistics dan P-value sebagai dasar untuk menentukan penerimaan atau penolakan hipotesis yang diajukan. Signifikansi hubungan antar variabel ditentukan berdasarkan nilai T-statistics lebih besar dari 1,96 dan p-value lebih kecil dari 0,05. Ketentuan tersebut mengindikasikan bahwa hubungan antar variabel dalam model penelitian bersifat signifikan secara statistik sehingga hipotesis penelitian dapat diterima (Lamberti & Rocca, 2. jfc@culinary. Journal of Food and Culinary Vol. No. June 2026, pp. e-ISSN 2621-8445 | p-ISSN 2621-8437 Tabel 5. Pengujian Hipotesis Konstruk Original Sample (O) 0,594 Pengalaman Kuliner Ie Minat Generasi XYZ 0,416 Pengaruh Konten TikTok Ie Minat Generasi XYZ 0,000 0,000 T Statistics 11,570 7,663 Berdasarkan hasil uji hipotesis pada tabel, variabel Pengalaman Kuliner memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Generasi XYZ. Hal tersebut dibuktikan oleh nilai koefisien jalur (Original Sampl. sebesar 0,594, yang menunjukkan arah hubungan positif antara kedua variabel. Selain itu, nilai T-statistics sebesar 11,570 yang lebih besar dari 1,96, serta nilai p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, mengindikasikan bahwa pengaruh tersebut bersifat signifikan secara Oleh karena itu, hipotesis yang menyatakan bahwa pengalaman kuliner mempengaruhi Minat Generasi XYZ dapat diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa pengalaman langsung yang autentik dalam menikmati makanan tradisional mampu meningkatkan ketertarikan generasi XYZ secara lebih kuat dan berpotensi membentuk minat jangka panjang. Selanjutnya, variabel Pengaruh Konten TikTok juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Generasi XYZ. Hal tersebut dibuktikan oleh nilai koefisien jalur terbesar 0,416, yang mengindikasikan bahwa konten TikTok memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan minat generasi XYZ terhadap makanan tradisional. Hasil ini diperkuat dengan nilai T-statistics sebesar 7,663 yang lebih besar dari 1,96, serta nilai P-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hubungan tersebut dinyatakan signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat Pengaruh Konten TikTok terhadap Minat Generasi X. Y, dan Z dapat diterima. Hasil menunjukkan bahwa meskipun promosi digital melalui konten TikTok efektif dalam menarik perhatian dan membangun minat awal Generasi XYZ terhadap makanan tradisional, pengalaman kuliner secara langsung memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam membentuk ketertarikan yang lebih Konten TikTok dapat berperan sebagai media informasi dan inspirasi yang membangun keinginan untuk mencoba, sedangkan pengalaman nyata saat mencoba, merasakan suasana, serta memahami nilai budaya makanan tradisional cenderung memperkuat minat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kombinasi antara strategi promosi digital dan penyediaan pengalaman kuliner yang autentik menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat generasi XYZ. Hasil penelitian ini juga menunjukkan keselarasan dengan temuan studi empiris yang telah dilakukan di wilayah atau negara lain. Penelitian yang dilakukan di kawasan wisata pertanian Xinhua Ziquejie Terraces. China, menunjukkan bahwa promosi makanan lokal melalui media sosial TikTok mampu meningkatkan perhatian generasi muda terhadap kuliner tradisional dan memperkuat daya tarik wisata kuliner daerah (Wang et al. , 2. Selain itu, penelitian terkait gastronomi Thailand menunjukkan bahwa pengalaman kuliner autentik yang didukung oleh unsur budaya, suasana, dan interaksi lokal mampu meningkatkan keterlibatan serta kepuasan konsumen yang lebih mendalam (Na Nakornphanom Chaipatiyutpong et al. , 2. Temuan dari berbagai wilayah ini mengindikasikan bahwa kombinasi antara strategi promosi digital dan penyediaan pengalaman kuliner autentik memiliki pola pengaruh yang relatif serupa dalam konteks budaya. Penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi pelaku usaha kuliner tradisional dalam menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik Generasi XYZ. Pelaku usaha tidak hanya jfc@culinary. Journal of Food and Culinary Vol. No. June 2026, pp. e-ISSN 2621-8445 | p-ISSN 2621-8437 memanfaatkan TikTok sebagai media promosi, tetapi juga menciptakan pengalaman kuliner autentik melalui penyajian makanan, suasana tempat, pelayanan, serta nilai budaya yang ditampilkan. Selain promosi digital melalui TikTok dan pengalaman kuliner. Minat Generasi XYZ terhadap kuliner tradisional juga kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas pelayanan, citra destinasi kuliner, serta tren konsumsi makanan di media sosial. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam mencoba maupun mengunjungi kuliner tradisional. Kesimpulan Hasil penelitian mengindikasikan bahwa konten TikTok dan pengalaman kuliner berpengaruh positif terhadap Minat Generasi XYZ terhadap makanan tradisional tahu gejrot dan mi koclok di Cirebon. Konten TikTok berperan sebagai media digital yang mampu menarik perhatian, memberikan informasi, serta membangun ketertarikan awal generasi XYZ terhadap kuliner tradisional melalui tampilan visual yang menarik dan mudah diakses. Sementara itu, pengalaman kuliner secara langsung terbukti memberikan pengaruh yang lebih kuat dalam membentuk minat tersebut, karena melalui pengalaman nyata konsumen dapat merasakan cita rasa, suasana, serta nilai budaya yang melekat pada makanan tradisional. Dengan demikian, kombinasi antara promosi digital melalui media sosial dan pengalaman kuliner yang autentik menjadi faktor penting dalam meningkatkan ketertarikan generasi XYZ terhadap kuliner khas daerah. Pustaka