Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Inovasi Pengolahan Limbah Organik UMKM Desa Gunung Muda menjadi Pupuk Organik Cair Bernilai Tinggi Redika Cindra Reranta1. Ari Ardiansyah2. Ramadhani3. Sepriyanto Andika Putra4. Ikbal5. Tyas Nabila Agustin6. Anggraini Aprilia Putri7. Wanda Novia Adana8. Nur Apriani9. Deasy Antika10 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Indonesia Program Studi Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Indonesia Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Indonesia 4,5,. Program Studi Teknik Sipil. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Indonesia 7,8,9,. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Indonesia *Korespondensi : redika. cindra@unmuhbabel. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah organik yang dihasilkan oleh UMKM di Desa Gunung Muda menjadi pupuk organik cair yang bernilai tinggi menggunakan pupuk EM4 cair sebagai agen Jenis limbah yang digunakan meliputi sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan sampah organik Penelitian dilaksanakan selama satu bulan pada Agustus 2024, dengan pendekatan mixedmethod yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Proses fermentasi menunjukkan bahwa pupuk EM4 cair efektif mempercepat penguraian limbah organik menjadi pupuk organik cair dalam waktu 14 hari. Hasil analisis menunjukkan pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki kandungan nutrisi yang baik dan memenuhi standar pupuk organik cair untuk pertanian. Selain itu, responden yang terdiri dari masyarakat desa dan pemilik UMKM menunjukkan minat tinggi untuk menggunakan dan mendukung produksi pupuk organik cair ini. Penelitian ini mengindikasikan bahwa inovasi pengolahan limbah organik ini tidak hanya menawarkan solusi lingkungan tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Dukungan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program ini, termasuk pelatihan masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah lokal. Kata kunci: pupuk organik cair. EM4 cair. UMKM Abstract This study aims to process organic waste produced by MSMEs in Gunung Muda Village into high-value liquid organic fertilizer using liquid EM4 fertilizer as a fermentation agent. The types of waste used include vegetable, fruit, and other organic waste. The study was conducted for one month in August 2024, with a mixed-method approach that combines quantitative and qualitative methods. The fermentation process showed that liquid EM4 fertilizer effectively accelerated the decomposition of organic waste into liquid organic fertilizer within 14 days. The results of the analysis showed that the liquid organic fertilizer produced had good nutritional content and met the standards for liquid organic fertilizer for agriculture. In addition, respondents consisting of village communities and MSME owners showed high interest in using and supporting the production of this liquid organic fertilizer. This study indicates that this organic waste processing innovation not only offers environmental solutions but also has the potential to improve the economic welfare of village communities. Further support is needed to ensure the sustainability of this program, including community training and collaboration with local Keywords: liquid organic fertilizer, liquid EM4. UMKM Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 8 No. November 2024 Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi limbah organik dari UMKM di Desa Gunung Muda sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Melalui pendekatan inovatif dalam pengolahan limbah, mengurangi dampak lingkungan negatif tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pengembangan produk yang bernilai jual tinggi. Kajian ini juga akan menganalisis efektivitas dan efisiensi proses pengolahan limbah, serta kualitas dan kuantitas hasil pertanian Dengan demikian, penelitian ini pengembangan teknologi pengolahan limbah organik, sekaligus menjadi referensi bagi desa-desa lain yang menghadapi tantangan serupa. Pada akhirnya, inovasi ini diharapkan mampu mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang lingkungan dan ekonomi. Desa Gunung Muda merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar dalam sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagian besar UMKM di desa ini bergerak dalam pengolahan hasil pertanian, yang menghasilkan produk-produk lokal Namun, aktivitas UMKM tersebut juga menghasilkan limbah organik yang cukup signifikan, terutama dari sisa-sisa olahan bahan Limbah organik ini, jika tidak lingkungan, termasuk pencemaran tanah dan air serta penurunan kualitas kesehatan masyarakat. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, inovasi dalam pengolahan limbah organik menjadi suatu kebutuhan mendesak. Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan adalah konversi limbah organik menjadi pupuk organik cair yang memiliki nilai ekonomis Pupuk organik cair tidak hanya dapat mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa. METODE PELAKSANAAN Penelitian mixed-method, menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mengeksplorasi potensi limbah organik dari UMKM di Desa Gunung Muda sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan, yaitu pada bulan Agustus 2024, di Desa Gunung Muda, yang dipilih karena banyaknya UMKM yang menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar. Pupuk organik cair merupakan salah satu alternatif pupuk yang dapat digunakan dalam pertanian organik, dengan manfaat yang luas, termasuk mikroorganisme, serta menyediakan nutrisi yang esensial bagi tanaman. Selain itu, pupuk ini juga lebih ramah menyebabkan kerusakan tanah dalam jangka panjang. Populasi penelitian ini mencakup seluruh UMKM di desa tersebut, dengan sampel yang dipilih secara purposive sampling sebanyak 10 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) UMKM yang menghasilkan limbah organik dalam jumlah signifikan. Data lapangan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah limbah, wawancara mendalam dengan pemilik UMKM dan masyarakat, eksperimen pengolahan limbah di laboratorium untuk menguji menggunakan pupuk EM4 cair, serta masyarakat desa guna mengukur penerimaan mereka terhadap pupuk organik cair yang dihasilkan. dengan pupuk EM4 cair sebagai agen Eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan EM4 cair mampu mempercepat proses penguraian limbah organik. Waktu rata-rata menghasilkan pupuk organik cair yang siap pakai adalah 14 hari, dengan pH akhir berkisar antara 6,5 hingga 7,0. Analisis kandungan nutrisi pupuk menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki kadar nitrogen (N) sebesar 2,5%, fosfor (P) sebesar 1,2%, dan kalium (K) sebesar 3,1%. Kualitas pupuk organik cair yang dihasilkan dianggap baik berdasarkan standar pupuk organik cair yang Pada tahap eksperimen, pupuk EM4 cair digunakan sebagai agen fermentasi untuk mempercepat proses penguraian limbah organik menjadi pupuk organik cair. Variabel yang diukur meliputi pH, kandungan nutrisi, dan waktu fermentasi, untuk menilai efektivitas EM4 dalam proses ini. Data kuantitatif dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif, sementara data kualitatif dianalisis menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul. Validitas dan reliabilitas data dijamin melalui triangulasi metode dan uji reliabilitas dengan Cronbach's Alpha. Semua prosedur penelitian dilakukan dengan memperhatikan etika penelitian, termasuk mendapatkan izin dari pihak terkait dan memastikan informed consent dari semua partisipan. Vol. 8 No. November 2024 Dari hasil kuesioner, 85% responden yang terdiri dari masyarakat desa dan pemilik UMKM menunjukkan ketertarikan untuk menggunakan pupuk organik cair hasil olahan limbah ini. Responden menyatakan bahwa produk ini memiliki potensi besar untuk digunakan dalam pertanian lokal, terutama dalam pertanian sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu, 70% responden menyatakan bahwa mereka siap untuk berkontribusi dalam pengelolaan limbah secara lebih teratur jika hasilnya dapat memberikan nilai ekonomi tambahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pupuk EM4 cair sebagai agen fermentasi efektif dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk organik cair dalam waktu yang relatif singkat. Pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, dengan kandungan nutrisi yang memadai untuk digunakan dalam Ini mengindikasikan bahwa limbah organik yang sebelumnya HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian mengidentifikasi jenis limbah organik yang dihasilkan oleh UMKM di Desa Gunung Muda, yang meliputi sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan sampah organik lainnya. Sebagian besar limbah ini diolah menjadi pupuk organik cair Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dianggap sebagai masalah lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya Vol. 8 No. November 2024 berkelanjutan dan terintegrasi dengan program pertanian desa. Secara keseluruhan, penelitian ini pengolahan limbah organik UMKM menggunakan EM4 cair memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas dalam skala komunitas, sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat. Penggunaan pupuk EM4 cair tidak hanya mempercepat proses fermentasi tetapi juga meningkatkan kualitas pupuk yang dihasilkan, sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa EM4 cair efektif mikroorganisme yang menguntungkan dalam proses dekomposisi. Dengan demikian, penelitian ini mendukung temuan-temuan dengan menguji aplikasi EM4 cair dalam skala komunitas UMKM di desa. KESIMPULAN Penelitian bahwa limbah organik dari UMKM di Desa Gunung Muda, seperti sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan sampah organik lainnya, dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bernilai tinggi dengan menggunakan pupuk EM4 cair sebagai agen fermentasi. Proses fermentasi dengan EM4 cair terbukti efektif, menghasilkan pupuk organik cair berkualitas baik dalam waktu relatif singkat, yaitu 14 hari, dengan kandungan nutrisi yang memenuhi standar untuk pertanian. Dari perspektif pemberdayaan menunjukkan penerimaan yang baik dari masyarakat terhadap inovasi ini. Tingginya minat masyarakat untuk menggunakan dan terlibat dalam menunjukkan bahwa inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Penerimaan kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang Tingginya penerimaan dan minat masyarakat desa serta pemilik UMKM terhadap inovasi ini menunjukkan potensi besar untuk implementasi skala lebih luas di masa depan. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi atas permasalahan limbah organik, tetapi juga menawarkan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat setempat melalui produksi pupuk organik cair yang dapat digunakan dalam pertanian Namun, penelitian ini juga mengungkapkan beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti kebutuhan akan pelatihan lebih lanjut bagi masyarakat tentang teknik pengolahan limbah yang lebih efisien dan Selain itu, keberlanjutan program ini memerlukan dukungan yang lebih besar dari pemerintah lokal memastikan bahwa produksi pupuk organik cair dapat dilakukan secara Meskipun membutuhkan dukungan lebih lanjut, termasuk pelatihan masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah lokal pengolahan limbah organik ini dapat Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) lingkungan yang berkelanjutan di Desa Gunung Muda. Vol. 8 No. November 2024 REFERENSI