Sosialisasi Kenakalan Remaja Di Desa Patane I Aryadi Simamora. Rolas Mangasi Sigalingging. Rinttar Marombun Manalu. Marihat Lepran Hutahaean. Tegar Pandiangan. Eben Oktavianus Zai . Fakultas Teknik. Bahasa dan Seni. Peternakan/Universitas HKBP Nommensen Medan Email simamora@student. id rolas. sigalingging@student. manalu@student. id marihot. lepranhutahaean@student. pandiangan@student. ebenzay5@gmail. ABSTRAK Desa Patane I adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Porsea. Adapun salah satu masalah sosial yang sering dialami oleh masyarakat Desa Patane I adalah masalah kenakalan remaja. Oleh karena itu, metode sosialisasi yang digunakan adalah studi kasus. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa faktorfaktor yang mempengaruhi kenakalan remaja di Desa Patane I adalah kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh pergaulan bebas, dan kurangnya fasilitas rekreasi. Sosialisasi dilakukan di kantor desa. SD Negeri 1745559 Siraituruk, dan SMP Negeri 1 Porsea. Sosialisasi ini menjadi acuan bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk mengembangkan program-program pencegahan kenakalan remaja. Kata kunci: Sosialisasi. Kenakalan Remaja. Desa Patane 1 ABSTRACT Patane I is one of the villages located in Porsea District. One of the social problems that is often experienced by the people of Patane I Village is the problem of juvenile delinquency. Therefore, the socialization method used is a case study. The results of the case study show that the factors that affect juvenile delinquency in Patane I Village are the lack of parental supervision, the influence of promiscuity, and the lack of recreational facilities. The socialization was carried out at the village office. SD Negeri 1745559 Siraituruk, and SMP Negeri 1 Porsea. This socialization is a reference for the village government and the community to develop programs to prevent juvenile delinquency. Keywords: Socialization. Juvenile Delinquency. Patane I Village. Keywords: Socialization. Juvenile Delinquency. Patane 1 Village PENDAHULUAN Kuliah Praktek pengabdian masyarakat (KPPM) adalah suatu bentuk pembelajaran yang dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok mahasiswa yang dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan untuk menunjukkan loyalitas terhadap masyarakat. KPPM menjadi salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa sebagai calon generasi yang paham akan lingkungan dan toleransi. Desa yang menjadi tujuan KPPM 48 ini adalah Desa Patane I. Desa Patane I adalah salah satu desa yang berada Kecamatan Porsea. Di Desa Patane I terdapat sekolah menangah pertama (SMP) yaitu SMPN 1 Porsea dan bisa disebut tempat remaja dan sekolah dasar (SD) yaitu SDN 174559 Siraituruk bisa disebut tempat anakanak yang akan menuju remaja, kedua tempat tersebut menjadi sasaran untuk melakukan sosialisasi kenakalan remaja. Kenakalan remaja merupakan masalah sosial yang rumit dan terus berkembang di berbagai daerah, termasuk di wilayah pedesaan. Kenakalan remaja adalah gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka mengembangkan perilaku menyimpang (Syam, 2. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu ketertiban umum dan merugikan diri sendiri, keluarga, serta masyarakat luas. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa kasus kenakalan remaja di Indonesia mencapai angka yang cukup tinggi dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bentuk-bentuk kenakalan remaja yang sering terjadi antara lain penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, tawuran, tindakan kriminalitas, dan pelanggaran norma (Rinaldi, 2. Kenakalan remaja adalah perilaku yang dilakukan oleh remaja yang tidak sesuai dengan normanorma sosial dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Perilaku ini dapat berupa tindakan yang merugikan diri sendiri, orang lain, atau lingkungan sekitar (Goffar, 2. Masa akan peralihan dari anakanak menuju kepada yang dewasa biasa disebut dengan remaja dan pada masa ini akan adanya bahkan selalu terjadi suatu pertentangan antara orang tua dan remaja itu sendiri (Indahsari, 2. Namun apabila pada masa yang sebelumnya . nak-ana. dimana hubungan antara orang tua dan anak yang telah dibina dan terjalin secara baik, pada umumnya remaja tersebut akan mampu dapat mengikuti akan pendapat dan juga pandangan dari orang tuanya sendiri (Rulmuzu, 2. Desa Patane I, sebagai bagian dari wilayah yang lebih luas, juga tidak terlepas dari permasalahan kenakalan remaja. Pengaruh dari lingkungan, kurangnya pengawasan keluarga, modernisasi, dan pergaulan bebas menjadi faktor-faktor yang dapat memicu munculnya perilaku menyimpang pada Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penanggulangan yang menyeluruh yang melibatkan banyak orang, seperti keluarga, keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan sekolah dan masyarakat juga dapat memberikan pengaruh positif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah. Misalnya, orang tua dapat menghadiri pertemuan komite sekolah, mengikuti seminar parenting, atau berpartisipasi dalam kegiatan komunitas yang membahas tentang perkembangan anak dan remaja. Dengan begitu, orang tua tidak hanya menjadi pihak yang mengawasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih positif bagi anak-anak mereka. Selain keluarga, pihak sekolah juga memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah kenakalan remaja. Guru dan tenaga pendidik di SMPN 1 Porsea dan SDN 174559 Siraituruk diharapkan dapat memberikan pendidikan karakter yang lebih intensif kepada para siswa. Pendidikan karakter ini dapat dilakukan dengan memasukkan nilai-nilai moral dalam setiap pembelajaran, mengajarkan pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta memberikan bimbingan dan konseling secara berkala kepada siswa yang membutuhkan. Program bimbingan dan konseling di sekolah dapat menjadi salah satu solusi dalam menangani masalah yang dihadapi oleh remaja, baik yang berhubungan dengan keluarga, pergaulan, maupun tekanan akademik. Pendekatan lain yang dapat diterapkan dalam pencegahan kenakalan remaja di Desa Patane I adalah dengan membangun lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan kegiatan positif yang dapat mengisi waktu luang mereka, seperti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, pelatihan keterampilan, olahraga, serta kegiatan keagamaan dan budaya. Dengan adanya aktivitas yang bermanfaat, remaja akan lebih terarah dalam mengembangkan potensi diri serta menjauhkan diri dari perilaku yang menyimpang. Kegiatan ekstrakurikuler seperti organisasi siswa intra sekolah (OSIS), pramuka, seni musik, tari, atau olahraga dapat menjadi wadah bagi remaja untuk menyalurkan energi dan kreativitas mereka ke arah yang lebih positif. Selain itu, dengan mengikuti berbagai kegiatan sosial di lingkungan sekitar, remaja juga dapat belajar tentang nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, dan disiplin. Menurut pandangan daripada (Hasanah, 2. salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui sosialisasi mengenai kenakalan remaja kepada para remaja itu Tujuan dari sosialiasi adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang berbagai aspek kenakalan bentuk-bentuknya. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan remaja dapat lebih bijak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan mampu menghindari perilaku yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang jelas dan mendalam tentang pelaksanaan sosialisasi kenakalan remaja dilaksanakan di Desa Patane I, termasuk metode yang digunakan, efektivitasnya, serta kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja di Desa Patane I, serta dapat menjadi acuan bagi daerah lain yang memiliki permasalahan serupa. METODE Kuliah Praktek Pengabdian Masyarakat (KPPM) dilaksanakan sebagai berikut: Pra pelaksanaan C Melakukan survey kepada SMP N 1 porsea dan SD Negeri 174559 Siraituruk C Menyebarkan pemberitahuan tentang sosialisasi kepada peserta didik SMP N 1 PORSEA Dan SD Negeri 174559 Siraituruk C Persiapan materi Peralatan dan Ruangan C Berbaur kepada masyrakat Desa Patane I C Pelaksanan Pembukaan Penyampaian materi Diskusi/tanya-jawab HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi tentang kenakalan remaja dilakukan di sekolah SD Negeri 174559 Siraituruk dan di SMP Negeri 1 Porsea. Sosialisasi yang dilakukan di SD Negeri 174559 dilaksanakan pada Rabu, 19 Februari 2025, pukul 07. 10 - 08. 00 wib pada saat apel pagi. Gambar 1 Sosialisasi di SD Negeri 174559 Siraituruk Kemudian sosialisasi dilakukan di SMP Negeri 1 Porsea pada Kamis, 20 Februari 2025 pukul 11. 30 WIB di dalam kelas. Gambar 2 Sosialsasi di SMP Negeri 1 Porsea Materi yang dibawakan antara lain: Mengenai contoh kenakalan remaja yang marak dilakukan oleh anak remaja. Ada 4 contoh kenakalan remaja yang menjadi materi untuk sosialisasi ke SD Negeri 174559 Siraituruk dan SMP Negeri 1 Porsea yaitu: Bully Perilaku bullying adalah salah satu bentuk kekerasan dan agresif siswa di sekolah (Pramudia, 2. Bully bertujuan untuk menindas korban, hal itu dilakukan untuk mendapatkan rasa senang dari pelaku tanpa memikirkan dampak negatif yang dihasilkannya. Bullying memiliki dampak yang sangat merugikan, baik bagi korban maupun pelaku. Korban bullying sering mengalami gangguan psikologis seperti stres, depresi, rendah diri, bahkan dalam kasus ekstrem dapat mendorong tindakan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. Merokok Merokok merupakan kegiatan menghisap tembakau yang bertujuan untuk mencari kesenangan sesaat, pada umumnya mereka mencobanya karena rasa penasaran dan kurangnya edukasi tentang bahaya Rokok mengandung ribuan zat berbahaya, termasuk nikotin yang menyebabkan kecanduan. Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit serius seperti gangguan pernapasan, kanker paru-paru, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Bolos sekolah Bolos sekolah adalah perilaku siswa yang tidak hadir di sekolah tanpa izin dari orang tua atau wali ((Katz & Fodor, 1. Bolos sekolah merupakan kegiatan yang merugikan diri karena akan ketinggalan materi pelajaran. Perilaku ini sering kali disebabkan oleh rasa malas, pengaruh teman sebaya, kurangnya motivasi belajar, atau adanya masalah di sekolah seperti bullying atau tekanan akademik yang tinggi. Dampak dari bolos sekolah sangat besar terhadap masa depan siswa. Siswa yang sering bolos akan ketinggalan materi pelajaran, mengalami penurunan prestasi akademik, dan sulit memahami konsepkonsep yang diajarkan. Selain itu, kebiasaan bolos dapat membuat siswa terbiasa melanggar aturan dan berpotensi melakukan kenakalan lain seperti berkeliaran di tempat yang tidak semestinya, merokok, atau bahkan terjerumus dalam tindakan kriminal Rasis Rasisme merupakan pemahaman tentang ras atau suku diri sendiri yang paling berkuasa dan benar, sehingga membuat perbedaan sikap atau perilaku terhadap ras atau suku orang lain (Desty, 2. Rasis menjadi salah satu pemicu adanya perpecahan antarindividu maupun kelompok. Di sekolah, sikap rasis sering muncul dalam bentuk perundungan verbal, pengucilan teman yang berbeda latar belakang, atau memperlakukan seseorang secara tidak adil hanya karena perbedaan etnis, suku, atau warna kulit. Jika dibiarkan, rasisme dapat memicu konflik sosial, perpecahan, bahkan tindakan kekerasan di masyarakat. Dampak yang terjadi jika mereka melakukan kenakalan tersebut. Kenakalan remaja memiliki dampak negatif yang luas, baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar. Jika tidak dicegah, kebiasaan buruk ini dapat berkembang menjadi tindakan yang lebih berbahaya di masa depan. Berikut adalah beberapa dampak utama yang dapat ditimbulkan oleh perilaku kenakalan remaja: Merugikan diri sendiri Setiap tindakan kenakalan yang dilakukan oleh remaja memiliki konsekuensi yang dapat merugikan mereka secara fisik, mental, dan akademik. Contohnya: Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya seperti gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga kanker paru-paru. Selain itu, ketergantungan pada rokok juga akan menguras keuangan mereka sejak usia dini. Bolos sekolah menyebabkan siswa kehilangan banyak materi pelajaran yang penting bagi masa depan mereka. Kebiasaan ini juga dapat menurunkan prestasi akademik, yang berdampak pada keterbatasan peluang kerja di masa mendatang. Bullying dan Rasisme bisa berakibat pada penyesalan di kemudian hari ketika mereka menyadari bahwa tindakan mereka telah menyakiti orang lain. Selain itu, pelaku bullying bisa mendapatkan sanksi sosial maupun hukum yang merugikan dirinya sendiri. Merugikan orang lain Kenakalan remaja tidak hanya berdampak pada pelakunya, tetapi juga terhadap orang-orang di sekitar mereka. Beberapa dampak yang dirasakan oleh orang lain antara lain: Bullying dapat menyebabkan trauma mendalam bagi korban. Korban yang mengalami perundungan bisa kehilangan rasa percaya diri, mengalami gangguan kecemasan, bahkan dalam beberapa kasus, dapat berujung pada depresi dan tindakan menyakiti diri sendiri. Merokok di tempat umum dapat membahayakan kesehatan orang-orang di sekitar, terutama bagi perokok pasif seperti anak-anak dan wanita hamil. Rasisme dapat menyebabkan ketegangan sosial yang berujung pada perpecahan antarindividu maupun kelompok. Sikap diskriminatif ini menciptakan lingkungan yang tidak harmonis, baik di sekolah maupun di masyarakat. Merusak lingkungan dan masa depan. Jika kenakalan remaja dibiarkan, maka dampaknya akan terasa hingga masa depan mereka. Kebiasaan buruk seperti bolos sekolah dan pergaulan bebas bisa menghambat mereka dalam meraih cita-cita. Selain itu, kenakalan remaja juga dapat menyebabkan: Meningkatnya angka kriminalitas, karena remaja yang tidak terkontrol berpotensi terlibat dalam kejahatan seperti pencurian, narkoba, dan tawuran. Menurunnya kualitas sumber daya manusia, karena remaja yang mengabaikan pendidikan akan kesulitan mendapatkan pekerjaan dan memiliki masa depan yang tidak stabil. Cara menghindari kenakalan remaja Untuk mengatasi maraknya tindak kenakalan remaja. Orang tua memiliki tanggung jawab penting untuk mengawasi anak-anak mereka saat berpartisipasi dalam kegiatan agar mereka tidak terjebak dalam pergaulan bebas yang dapat membahayakan karakter mereka. Setelah menyampaikan materi, mereka diberi pertanyaan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang materi yang sudah disampaikan. Mereka juga diajak untuk melakukan kegiatan positif seperti bergotong royong membersihkan lingkungan desa. Gambar 3 Gotong royong di SMP Negeri 1 Porsea Gambar 4 Gotong royong di SD Negeri 174559 Siraituruk SIMPULAN DAN SARAN Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang perlu mendapatkan perhatian khusus, termasuk di Desa Patane I. Faktor-faktor seperti kurangnya pengawasan keluarga, pengaruh lingkungan, serta modernisasi menjadi penyebab utama meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif melalui berbagai pendekatan, seperti sosialisasi di sekolah, keterlibatan keluarga, pendidikan karakter, serta program ekstrakurikuler dan pelatihan keterampilan. Peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter remaja. Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka, memberikan bimbingan yang positif, serta aktif dalam memantau lingkungan pergaulan anak. Selain itu, sekolah juga memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan moral dan bimbingan konseling agar remaja memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dampak negatif kenakalan remaja. Pencegahan kenakalan remaja juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, aparat keamanan, serta komunitas sosial. Program-program seperti seminar, penyuluhan, dan pendampingan dapat memberikan wawasan lebih luas kepada remaja mengenai pentingnya menjalani kehidupan yang positif. Selain itu, regulasi desa yang mendukung pembinaan remaja juga dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif. Dengan adanya kerja sama yang baik antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan Desa Patane I dapat mengatasi permasalahan kenakalan remaja secara efektif. Upaya ini tidak hanya bermanfaat bagi remaja itu sendiri, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan Dengan pendekatan yang tepat dan berkelanjutan, generasi muda di Desa Patane I dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, memiliki moral yang baik, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan desa dan bangsa. Daftar Pustaka