Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN POTENSI DESA NGREJENG KECAMATAN GRABAGAN KABUPATEN TUBAN SEBAGAI OBJEK DESTINASI ETNOWISATA MELALUI PENGUATAN POKDARWIS RENGIT ASRI Sri Musrifah1*. Hesti Kurniahu2. Rizca Yunike Putri3. Egita Manda Putri Juliansa4. Heru Setyawan5. Ossy Febrianti6. Zain Al-Muhtadhi7. Yuni Tri Wandani8. Sony Setiawan9. Nur Afifatur Rodliyah10. Moch. Hasybi Asysidiqi11 1,4,5,6,7,8,9 Prodi Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe. Tuban. Indonesia Prodi Biologi Universitas PGRI Ronggolawe. Tuban. Indonesia Prodi Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma. Surabaya. Indonesia *Korespondensi : riumay99@gmail. 2,10,11 Abstrak Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban memiliki destinasi etnowisata berupa Makam Mbah Shodiqo yang telah dikenal dan dikunjungi oleh masyarakat baik dari dalam maupun luar Tuban. Desa Ngrejeng juga memiliki potensi yang belum banyak digali diantaranya potensi pertanian dan peternakan, atraksi budaya, bentang alam dan kuliner. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penguatan kepada Pokdarwis Rengit Asri Desa Ngrejeng untuk mengembangkan potensi desa sebagai Objek Destinasi Tujuan Wisata (ODTW) terpadu dengan Makam Mbah Shodiqo. Metode yang digunakan dalam pendampingan kepada masyarakat ini adalah Focus Group Discussion (FGD). Tim PKM bersama mitra melakukan diskusi dua arah untuk menggali potensi desa dan kendala pengembangannya menjadi ODTW. Hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Pokdarwis Rengit Asri mendapatkan peningkatan pengetahuan dan motivasi untuk mengelola potensi desa sebagai ODTW. Selain itu kegiatan ini juga membuka peluang untuk meningkatkan keterampilan Pokdarwis Rengit Asri terkait dengan pengelolaan desa wisata. Kata kunci: Etnowisata. Ngrejeng. Pokdarwis. Potensi desa Abstract Ngrejeng Village. Grabagan District. Tuban Regency has an ethnotourism destination in the form of Mbah Shodiqo's Tomb which is well known and visited by people from both inside and outside Tuban. Ngrejeng Village also has little potential that has been explored, including agricultural and livestock potential, cultural attractions, natural landscapes, and culinary delights. This Community Service activity aims to strengthen the Rengit Asri Pokdarwis of Ngrejeng Village to develop the village's potential as an integrated tourist destination (ODTW) with Mbah Shodiqo's grave. Focus Group Discussion (FGD) is the method used in assisting the The PKM team and partners held two-way discussions to explore the village's potential and obstacles to its development into ODTW. This Community Service activity results in Pokdarwis Rengit Asri has increased knowledge and motivation to manage the village's potential as an ODTW. Apart from that, this activity also opens up opportunities to improve the skills of Pokdarwis Rengit Asri related to managing tourist Keywords: Ethno tourism. Ngrejeng. Pokdarwis. Village potential Submit: Oktober 2024 Diterima: Oktober 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 PENDAHULUAN khususnya setiap malam Jumat dan setahun sekali diadakan peringatan haul setiap bulan Maret. Peziarah tidak hanya datang dari Kabupaten Tuban tapi juga wilayah luar kota seperti Bojonegoro. Lamongan. Surabaya. Cepu. Rembang. Jepara dan lain-lain (Musrifah, 2. Desa Ngrejeng terletak di bagian barat Kecamatan Grabagan dan berjarak sekitar 22 kilometer dari pusat Kota Tuban. Desa ini berada pada kawasan perbukitan kapur dengan ketinggian kurang lebih 350 mdpl (Huda. , 2016. Kementrian Komunikasi dan Informatika RI. , 2. Desa Ngrejeng memiliki karakteristik ekosistem karst dan berada pada dataran menengah dan memiliki potensi pertanian berupa cabai dan jagung (Gambar 1. Bentang alam di Desa Ngrejeng juga sangat unik karena memberikan pemandangan di puncak bukit yang sejuk. Pemandangan ini berbeda Kabupaten Tuban lainnya yang mayoritas merupakan wilayah dataran rendah (Kementrian Komunikasi dan Informatika RI. , 2. Selain itu Desa Ngrejeng juga memiliki objek destinasi tujuan wisata religi berupa makam Makam Mbah Shodiqo. Makam ini berada pada bukit tertinggi di Desa Ngrejeng yaitu Puncak Rengit dengan ketinggian 460 mdpl (Gambar 2. ) (Sumartik, 2. Gambar 2. Wisata Religi Makam Mbah Shadiqo di Desa Ngrejeng Tuban. Pintu gerbang ke kompleks makam b. masuk ke makam (Sumber: Dokumentasi Tim Pengabd. Terdapat beberapa atraksi budaya di Desa Ngrejeng diantaranya upacara adat manganan yaitu upacara adat yang diselenggarakan sebagai perwujudan rasa syukur karena dikaruniai hasil bumi yang melimpah (Husna et al. , 2. Dari sisi kuliner. Desa Ngrejeng juga memiliki olahan khas diantaranya karon yang merupakan nasi jagung yang diolah dengan teknik khusus. Berbagai potensi Objek Destinasi Tujuan Wisata (ODTW) yang dimiliki oleh Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban ini memberikan peluang bagi Desa Ngrejeng untuk dikembangkan menjadi desa Gambar 1. Ladang di Desa Ngrejeng (Sumber: Dokumentasi Tim Pengabd. Mbah Shodiqo merupakan tokoh yang pertama kali membuka kawasan Desa Ngrejeng sekaligus tokoh penyiar agama Islam pertama di Kecamatan Grabagan khususnya di Desa Ngrejeng (Kabar Tuban, 2. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat diketahui bahwa makam Mbah Shodiqo ramai dikunjungi oleh peziarah untuk melakukan tahlil Upaya yang dilakukan masyarakat untuk mewujudkan Desa Ngrejeng menjadi salah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 satu desa tujuan wisata di Kabupaten Tuban Pokdarwis Rengit Asri yang tertuang dalam dalam Surat Keputusan Kepala Desa Ngrejeng No. /12/KPTS/414. 11/2022. Pokdarwis ini menggerakkan berbagai unsur yang terlibat dalam industri wisata dalam mendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi tumbuh kembang kepariwisataan dan terciptanya Sapta Pesona Wisata guna meningkatkan pembangunan daerah dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat (Dharomesz, 2023. Lestari. Safitra, 2. Namun sayangnya. Pokdarwis Rengit Asri belum menjalankan perannya dengan optimal. dengan pendampingan pengembangan potensi Desa Ngrejeng melalui penguatan Pokdarwis Rengit Asri ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu: Tahap Pra-Pendampingan Tahap Observasi dilakukan secara langsung di Desa Ngrejeng untuk mengetahui kondisi faktual di Desa Ngrejeng khususnya di Puncak Rengit. Sedangkan wawancara dilakukan pada pihak-pihak yang terkait diantaranya Pokdarwis Rengit Asri. Pemerintahan Desa Ngrejeng, tokoh masyarakat dan juru kunci Makam Mbah Shodiqo, pengunjung Puncak Rengit dan masyarakat lokal. Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam . ndept intervie. (Assyakurrohim et al. , 2. Narasumber didapatkan dari rekomendasi narasumber sebelumnya yang memiliki pengetahuan terkait dengan potensi Desa Ngrejeng. Teknik penentuan narasumber ini adalah teknik snowball sampling (Amin et al. Data dan informasi yang didapatkan pada kegiatan ini selanjutnya dianalisis menggunakan penelitian terdahulu dan pustaka gunak mendapatkan permasalahan prioritas dan potensi penyelesaiannya secara komprehensif. Berbagai kendala dimiliki oleh kelompok ini dalam mengembangkan sektor wisata di Desa Ngrejeng diantaranya mereka belum mengenali potensi desa dengan baik. Pokdarwis ini menganggap hanya kompleks pemakaman Mbah Shodiqo yang berpotensi untuk menarik pengunjung. Padahal suatu ODTW berbagai destinasi dan atraksi wisata agar membuat pengunjung terkesan dan memiliki keinginan untuk mempromosikan ODTW tersebut dan berkunjung kembali. Oleh karena itu, tim PKM berupaya untuk Pokdarwis Rengit Asri untuk melakukan pengenalan potensi Desa Ngrejeng untuk dikembangkan menjadi objek destinasi tujuan etnowisata. Target luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Pokdarwis Rengit Asri mampu mengenali potensi desa yang akan dikembangkan sebagai ODTW selain itu Pokdarwis Rengit Asri kembali aktif menjadi motor penggerak pengembangan etnowisata berbasis religi dan kearifan lokal Puncak Rengit Tahap pendampingan Pada dilakukan kegiatan berupa sosialisi dengan tujuan untuk melakukan penguatan kembali tujuan terbentuknya Pokdarwis rengit Asri. Hal ini dilakukan guna memotivasi bagi Pokdarwis tersebut untuk kembali aktif sebagai motor penggerak kegiatan wisata di Desa Ngrejeng. Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan pemaparan potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Ngrejeng diantaranya dari sektor pertanian dan peternakan, bentang METODE PELAKSANAAN Pada pengabdian kepada masyarakat terkait Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 alam . , atraksi budaya, kuliner dan lain-lain. Kegiatan pendampingan dilakukan dalam Focus Group Discussion (FGD). Pokdarwis Rengit Asri sebagai mitra berperan aktif dalam kegiatan FGD ini sehingga bersama-sama tim PKM dapat merumuskan sumber daya Desa Ngrejeng yang potensial dikembangkan sebagai ODTW. Selain itu, lokasi kegiatan FGD ini juga disediakan oleh mitra yaitu di kompleks makam Mbah Shodiqo. Monitoring dan Evaluasi Monitoring berkala selama beberapa kali oleh tim PKM melalui kunjungan langsung untuk mengetahui keberlangsungan program yaitu memantau aktivitas Pokdarwis rengit Asri. Sedangkan evaluasi dilakukan untuk pendampingan kepada Pokdarwis Rengit Asri. Evaluasi dilakukan pendampingan dan pasca pendampingan untuk mengukur pengetahuan mitra terkait dengan potensi desa dan gambaran pengembangan potensi desa menjadi ODTW serta keberlanjutan program dengan kesediaan mengikuti pelatihanpelatihan selanjutnya. fenomena yang ditemui. Dari hasil observasi diketahui bahwa di bidang pertanian Desa Ngrejeng merupakan sentra penghasil cabai rawit yang hasil panennya sampai di kirim ke luar Jawa bahkan sampai ke Malaysia. Cabai rawit yang ditanam merupakan cabai rawit lokal. Selain itu desa ini menghasilkan jagung yang dikirimkan ke pabrik sebagai bahan baku makanan ringan atau pakan ternak. Di bidang peternakan, penduduk desa ini memelihara ayam potong, kambing dan Pada ternak ayam potong, terdapat suplyer yang mengirimkan anak ayam, pakan dan obat-obatan untuk peternak. Sedangkan untuk ternak lain diusahakan dalam skala rumahan sehingga semua kebutuhan ternak disediakan oleh peternak secara mandiri. Di bidang kuliner, terdapat beberapa warung makan di desa ini, namun makanan yang dijual bukan merupakan makanan khas, warung makan menjual berbagai makanan modern seperti bakso, mi ayam, kopi, teh dan lain-lain. Kegiatan wawancara (Gambar 1. dilakukan oleh tim pengabdian pada pihakpihak yang terkait dengan Pokdarwis Rengit Asri. Menurut (Ramdhan, 2. metode wawancara adalah suatu teknik dalam mengumpulkan informasi atau data yang berjalan searah. Dari hasil wawancara diketahui bahwa di Desa Ngrejeng terdiri dari 3 Dusun yaitu Ledok. Geneng Galeh (Kementrian Komunikasi dan Informatika RI. , 2. Bentang alam yang ada di desa Ngrejeng adalah bukit yang menjadi makam sesepuh Desa Ngrejeng Mbah Shodiqo yaitu Puncak Rengit, perbukitan kapur, sumber mata air misalnya Sendang Plongko. Sendang Nglisem dan lain-lain. Atraksi budaya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ngrejeng diantaranya manganan dan haul Mbah Shodiqo. Pada acara manganan ditampilkan kesenian wayang kulit sementara pada acara haul Mbah Shodiqo ditampilkan kesenian hadroh. Terdapat beberapa makanan tradisional khas Ngrejeng seperti karon . asi jagung yang diolah dengan teknik khusu. , emplek HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat yang dilakukan pada mitra Pokdarwis Rengit Asri Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban mengenai pengembangan potensi Desa sebagai objek destinasi tujuan etnowisata diawali dengan kegiatan observasi dan Pada kegiatan ini tim pengabdian melakukan observasi dan Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap kondisi di Desa Ngrejeng. Menurut Salniwati et al. observasi adalah kegiatan untuk mendapatkan informasi atau data dengan cara turun langsung ke lapangan aau objek yang diteliti, kegiatan ini meliputi pengamatan dan pencatatan fenomena296 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 menyok . mbi ketela pohon yang diolah dengan cara dicampurkan dengan bumbu khas dan digore. Namun makanan tradisional tersebut sekarang mulai jarang disajikan oleh masyarakat Ngrejeng. Gambar 4. Focus Group Discussion (FGD) tim pengabdian dengan mitra yaitu Pokdarwis Rengit Asri Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban (Sumber : Dokumentasi Tim Pengabd. Gambar 3. Wawancara tim pengabdian kepada Sekertaris Desa Ngrejeng (Sumber: Dokumentasi Tim Pengabd. Diskusi dua arah dilakukan setelah Hasil didapatkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh Pokdarwis Rengit Asri diantaranya mereka belum mengenali secara spesifik potensi desanya ketrampilan dan peralatan yang memadai dalam melakukan pengelolaan ODTW. Selain itu dalam diskusi ini Pokdarwis rengit Asri mengutarakan keinginannya untuk meningkatkan daya tarik wisata di Puncak Rengit diantaranya ingin membuat spot foto, membuat track untuk wisata jelajah di puncak rengit dan membuat oleh-oleh khas dengan cara menanam beberapa komoditas pertanian seperti sukun dan petai. Sedangkan dari tim pengabdian menggali potensi desa selain Puncak Rengit seperti bentang alam, pertanian dan peternakan, atraksi budaya serta kuliner. Tim pengabdian juga menyarankan untuk mengembangkan oleholeh khas wisata Desa Ngrejeng dari hasil pertanian dan pengembangan resep kuliner tradisional yang sudah ada dan dimiliki oleh Desa Ngrejeng. Kegiatan pendampingan berupa mengaktifkan kembali Pokdarwis Rengit Asri dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) (Gambar 2. Hal ini dilakukan agar terbentuk komunikasi dua arah untuk menentukan sumber daya yang dimiliki oleh Desa Ngrejeng yang potensial untuk dikembangkan sebagai ODTW. Menurut Wijaya & Perdana, . Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik diskusi yang memiliki tujuan Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh tim pengabdian yaitu mengenai peran dan fungsi pokdarwis, sapta pesona wisata, contoh keberhasilan pokdarwis dalam mengelola potensi wisata di wilayah lain serta beberapa potensi Desa Ngrejeng yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara tim pengabdian sebelumnya. Pemaparan menambahkan pengetahuan sehingga membangkitkan motivasi mitra Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) desanya dan sisanya yaitu 17 % masih ragu-ragu. Selanjutnya 100% anggota pokdarwis Rengit Asri memiliki kemauan untuk mengembangkan potensi desa sebagai ODTW dari yang sebelumnya Anggota Pokdarwis Rengit Asri secara keseluruhan atau 100% bersedia mengikuti pelatihan pengelolaan objek destinasi tujuan wisata sejenis baik sebelum maupun sesudah kegiatan Gambaran Pengembangan Potensi Desa Pengenalan Potensi Desa Vol. 8 No. November 2024 Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah KESIMPULAN Kesimpulan yang didapatkan dari kegiatan Pendampingan Pengembangan Potensi Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban sebagai Objek Destinasi Etnowisata melalui Penguatan Pokdarwis Rengit Asri adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan motivasi mitra yaitu Pokdarwis Rengit Asri untuk mengembangkan dan mengelola potensi Desa Ngrejeng menjadi Objek Destinasi Etnowisata Selain itu dari kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan lanjutan berupa pelatihan pengelolaan objek destinasi tujuan wisata seperti manajemen keuangan, penataan spot wisata, keselamatan dan kesehatan kerja (K. , pelayanan prima dan lain-lain. Kesediaan Mengikuti Pelatihan Pengelolaan ODTW Kemauan untuk Melakukan Pengembangan Potensi Desa sebagai ODTW Sebelum Sebelum Sesudah Gambar 5. Grafik analisis angket peserta Focus Group Discussion (FGD) penguatan Pokdarwis Rengit Asri. UCAPAN TERIMA KASIH