Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2021 Vol. Plesetan Berbahasa pada Stiker Media Percakapan Daring Whatsapp Gres Grasia Azmin1*. Kiftiawati2 Universitas Negeri Jakarta Universitas Mulawarman. Samarinda Alamat Surel azmin@unj. *Penulis Korespondensi Kata Kunci pelesetan berbahasa. stiker media daring. Abstrak Penggunaan stiker pada percakapan daring merupakan hal yang sudah menjadi keseharian di masyarakat, termasuk menggunakannya pada aplikasi percakapan Dalam percakapan melalui whatsapp, kerap digunakan stiker digital termasuk stiker yang mengandung pelesetan berbahasa. Penelitian ini bertujuan menentukan bagaimana penggunaan pelesetan berbahasa dalam stiker percakapan daring whatsapp berdasarkan tataran/klasifikasi linguistik serta menemukan fungsi penggunaan stiker tersebut menggunakan konsep mengenai bahasa pelesetan dalam bahasa Indonesia oleh Sibarani. Hasil penelitian menunjukkan adanya kreativitas berbahasa menggunakan pelesetan berbahasa pada tataran fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantik. Sedangkan fungsi yang dominan adalah fungsi humor dan fungsi komunikatif. Pendahuluan Waktu berubah dan kita . berubah juga di dalamnya . epatah Lati. Majunya perkembangan teknologi telah mengubah gaya berkomunikasi masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dewasa ini, manusia sudah terbiasa bercakap-cakap berbasis teks. Hal ini bukan hal yang sulit dilakukan karena pada awalnya, manusia memang berkomunikasi secara lisan, sebelum menggunakan tulisan sebagai media penyampaian pesan. Hadirnya internet merupakan contoh lain bagaimana manusia memasuki era kelisanan kedua di mana hal-hal yang biasa dilakukan secara lisan kini mendapat bantuan teknologi, khususnya dalam percakapan. Hal ini dilakukan antara lain melalui media internet dengan menggunakan aplikasi percakapan daring. Beberapa di antaranya yang paling popular di dunia adalah line, skype, wechat, slack, viber. WhatsApp, signal, facebook messanger, dan telegram . ttps://w. com/). Masing-masing aplikasi percakapan tersebut memilikikelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, hasil penelitian mengenai perbandingan kepuasan pengguna aplikasi chatting berdasarkan analisis sentimen menggunakan metode lexicon based menunjukkan bahwa WhatsApp merupakan aplikasi dengan tingkat kepuasan tertinggi berdasarkan 300 data komentar pada playstore. Selain itu, dilihat dari popularitasnya di Indonesia, hingga kini Indonesia termasuk tiga besar negara dengan pengguna whatasapp terbanyak . ttps://uzone. Hal ini memperkuat argumen perlunya dilakukan kajian terhadapnya. Penggunaan stiker digital dalam percakapan daring sudah menjadi bagian dari kehidupan seharihari yang kemudian akan penting untuk dikaji sebagaimana dinyatakan Shoemaker . ketika manusia berkomunikasi, maka apa yang menjadi media untuk berkomunikasi sendiri telah mengomunikasikan pesan itu sendiri atau disebut sebagai the medium is the message. Sebagai contoh, manusia dengan kreatif menggunakan kombinasi gambar dan teks sebagai cara menyampaikan pesan. Sebelum adanya stiker WA yang mengandung teks dan gambar, sudah terlebih dahulu popular penggunaan meme sebagai sarana penyampaian pesan. Jauh sebelumnya, bahkan sebelum adanya handphone, teks dan gambar dijadikan sarana ekspresi yang kreatif oleh para supir/pemilik truk antar kota/antarpropinsi atau melalui mural pada tembok-tembok kosong. Dengan kata lain, apa yang terdapat dalam kombinasi teks dan gambar, termasuk pada stiker digital, sudah sejak lama mengandung pesan dan fungsinya sendiri. Berdasarkan realita tersebut, maka dipilihlah objek penelitian pada kajian ini yaitu aplikasi percakapan online WhatsApp dengan fokus mengkaji stiker digitalnya. WhatsApp memang sangat popular dan kian booming pascapenggunaan stiker pribadi yang dapat dibuat sendiri oleh pengguna dengan mudahnya. Artinya, kreativitas stiker digital ini tentu lebih variatif danmemang bersumber dari masyarakat selaku pengguna. Hal ini berbeda dengan aplikasi stiker digital pada aplikasi daring lain seperti Line yang menyediakan stiker dari aplikator yang jika pun masyarakat ingin Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta 11 | G. Azmin & Kiftiawati membuat stiker sendiri haruslah memasukkannya ke dalam market terlebih dahulu sebelum dapat Dengan demikian, dari aspek kepraktisan, stiker whatsapp terlihat lebih unggul. Penggunaan aplikasi percakapan daring yang sudah menjadi hal yang biasa ini akan menarik untuk diketahui bagaimana penggunaan stiker digital khususnya yang mengandung pelesetan berbahasa yang beredar di masyarakat serta menemukan bagaimana fungsinya. Wijana . , menjelaskan bahwa pelesetan merupakan unsur . bahasa, seperti bunyi, suku kata, bagian kata, kata, frasa, kalimat, dan wacana sebagai pembawa makna atau amanat . tuturan sedemikian rupa sehingga elemen itu secara gramatik, semantik, atau pragmatis akan hadir tidak seperti semestinya. Dengan demikian, pelesetan bahasa Indonesia mencakup bentuk yang tidak semestinya, baik bunyi, suku kata, bagian kata, kata, frasa, kalimat, singkatan, akronim, serta Pakar lain. Sibarani . , menyatakan hal senada yaitu pelesetan merupakan proses pembentukan kata dengan cara memelesetkan sebuah kata sehingga makna kata itu bertambah dari makna semula, pelesetan bahasa sebagai sebuah proses pada akhirnya akan memperlihatkan jenis bahasa pelesetan yang terdapat dalam bahasa Indonesia. Pelesetan bentuknya tidak lazim dan tidak dipahami secara umum sehingga dalam penafsirannya harus meninggalkan makna yang sudah ada. Supardo . pernah mengklasifikasikan bentuk plesetan yaitu pelesetan berbentuk singkatan, pelesetan berbentuk kata tunggal, pelesetan berbentuk kata menjadi frase plesetan, pelesetan berbentuk asing yang diplesetkan untuk mempermudah lafal kata, pelesetan berbentuk pengulangan bentuk dasar dengan perubahan fonem, pelesetan berbentuk perubahan pada salah satu unsur frasa, pelesetan berbentuk bahasa Jawa dan bahasa lain yang diplesetkan berdasarkan asosiasi bunyi, pelesetan berbentuk asosiasi bunyi pada singkatan dengan kata tunggal, pelesetan berbentuk metatesis dengan ekspansi, pelesetan berbentuk aspek semantik yang bersifat ambigu, pelesetan berbentuk bahasa Jawa atau Indonesia yang diplesetkan mirip bahasa asing, serta pelesetan berbentuk singkatan atau akronim Menurut Sibarani . pelesetan sebagai sebuah proses yang pada akhirnya akan memperlihatkan jenis bahasa plesetan yang terdapat dalam bahasa Indonesia. Jenis bahasa pelesetan dapat ditinjau dari segi tingkatan atau tataran kebahasaan yang terdapat dalam pelesetan Berdasarkan tingkatan kebahasaan. Sibarani . membagi pelesetan menjadi enam jenis yaitu . pelesetan fonologi bunyi yaitu pelesetan sebuah fonem atau lebih dalam leksikon . pelesetan grafis . yaitu pelesetan gabungan huruf dengan menjadikannya sebagai singkatan . pelesetan morfologi leksikon yaitu pelesetan sebuah kata dengan cara menjadikan atau menganggapnya sebagai singkatan berupa akronim . pelesetan frasal . elompok kat. yaitu pelesetan kelompok kata dengan cara menjadikannya sebagai singkatan sebagai akronim. pelesetan kalimat . yaitu pelesetan seuah kalimat dengan cara mengikuti struktur dan intonasi kalimat, tetapi mengubah kata-katanya sehingga mengubah makna keseluruhan struktur itu . pelesetan ideologis . yaitu pelesetan sebuah ide menjadi ide lain dengan bentuk linguistik yang sama. Menurut Supardo . alam Safitri 2. mengemukakan ada 6 fungsi permainan bahasa yaitu . fungsi komunikatif, terkait dengan adanya permainan bahasa menyebabkan komunikasi tidak membosankan, karena permainan bahasa terkadang dapat menimbulkan efek humor dalam Komunikasi yang mengandung humor dapat mengubah situasi formal menjadi lebih . Fungsi Humor, permainan bahasa yang terkandung dalam wacana humor berfungsi untuk menghibur, karena penciptaanya memang ditujukan untuk menghibur pembaca, . Fungsi Kritik Sosial. Fungsi Kreatif. Fungsi Eufimisme di mana eufimisme berfungsi untuk mengubah pernyataan atau ungkapan yang kasar atau tidak sopan menjadi lebih halus, sehingga pernyataanpernyataan yang ada tidak menyinggung perasaan orang lain, serta tidak terkesan sangat vulgar dan akan terlihat lebih sopan. Fungsi Estetis dalam permainan bahasa diperlukan adanya fungsi estetis atau keindahan. Dalam membuat kata-kata diperlukan adanya keindahan dan keunikan agar dapat menarik pembaca dan bisa menghibur para penikmatnya serta memberikan kesegaran tersendiri supaya terhindar dari rasa bosan. Fungsi yang lebih spesifik mengenai fungsi kultural pelesetan bahasa diberikan oleh Sibarani yaitu . pelesetan bahasa berfungsi sebagai olok-olokan dengan mengambil sebuah objek tertentu menjadi topic pembicaraan. pelesetan bahasa berfungsi sebagai sindiran atau celaan secara tidak langsung kepada situasi atau orang tertentu, pada fungsi ini terdapat perbedaan dengan lelucon karena sindiran tidak dimaksudkan agar orang yang mendengar tertawa, tetapi agar orang yang disindir menyadari kesalahannya. pelesetan bahasa berfungsi sebagai protes sosial laten Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. | 12 terhadap penguasa atau terhadap kekacauan yang terjadi di masyarakat maupun pemerintahan. pelesetan bahasa berfungsi sebagai pencerminan diri pada situasi yang menguntungkan. pelesetan bahasa sebagai eufimisme, yaitu pelesetan sebagai penghalusan untuk menggantikan kata-kata yang dianggap kurang berterima atau dirasakan agak kasar dalam masyarakat. pelesetan bahasa berfungsi sebagai ungkapan rahasia agar orang lain tidak mengetahui maksud yang diungkapkan. pelesetan bahasa berfungsi sebagai lelucon atau hiburan komunikasi. Dengan demikian, terdapat beragam kategorisasi dan fungsi stiker aplikasi percakapan daring. Pandangan pakar-pakar yang telah diuraikan di atas memperlihatkan adanya kesepakatan dengan adanya pandangan yang sejalan. Dapat pula kita lihat bahwa dari aspek fungsi, terdapat fungsi yang positif seperti sebagai humor dan terdapat fungsi yang negatif misalnya sebagai sarana untuk Berdasarkan paparan tersebut maka permasalahan dalam kajian ini ialah bagaimanakah pelesetan digunakan dan bagaimana fungsi stiker percakapan daring whatsapp? Sedangkan tujuan kajian ini ialah menemukan penggunaan pelesetan berbahasa dalam stiker percakapan daring whats app beserta memaparkan fungsi-fungsinya. Kebermanfaatan kajian ini dapat diperoleh oleh pembaca ialah lebih memahami kategorisasi kreativitas dalam bentuk pelesetan berbahasa dari tataran linguistik, sebagai panduan dalam membuat stiker daring, serta memahami fungsi stiker percakapan daring. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan yang dilakukan pada Objek penelitian ini adalah stiker media daring yang diperoleh dari Whatsapp. Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik purposive yaitu mengumpulkan stiker yang memenuhi ketentuan berupa gambar dan teks, berbahasa Indonesia. Pada penelitian ini ditemukan lebih dari 100 data stiker namun hanya beberapa saja yang dipaparkan sebagai sample sesuai dengan tujuan penelitian ini. Data yang diperoleh dikategorisasikan berdasarkan jenis pelesetan dan fungsi stiker digital tersebut. Lebih spesifik, stiker yang terkumpul diklasifikasi berdasarkan jenis pelesetan berdasarkan tataran kebahasaan yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Kemudian, juga dikategorikan berdasarkan fungsi yang diemban stiker digital yaitu fungsi komunikatif, fungsi humor, fungsi kritik sosial, fungsi kreatif, fungsi eufimisme, dan fungsi estetis. Namun demikian, pada pembahasan dibuka kemungkinan ada kategori dan fungsi lain yang diemban stiker yang belum terdapat dalam kerangka teori. Hasil dan Pembahasan Pada bagian ini akan dibahas hasil analisis berupa kategorisasi stiker berdasarkan tataran kebahasaan dan analisis fungsi masing-masing data stiker. Pelesetan Fonologis Stiker digital pada gambar 1 berupa gambar keran dengan kata AuheranAy di bawahnya. Keduanya memanglah tidak berhubungan, tetapi ada permainan bahasa pergantian fonologis yang terjadi antara huruf AukAy dan AuhAy. Melalui stiker ini, yang ingin disampaikan adalah pernyataan keheranan namun dibungkus dengan pertukaran fonem. Pemberi pesan ingin menyatakan bahwa ia sedang heran, namun pernyataan tidak disampaikan secara langsung. Ia menggunakan media stiker seperti pada gambar 1. Fungsi stiker ini adalah komunikatif dan humor. Stiker terkait dengan adanya permainan bahasa menyebabkan komunikasi tidak membosankan, karena permainan bahasa terkadang dapat menimbulkan efek humor dalam berkomunikasi. Komunikasi yang mengandung humor dapat mengubah situasi formal menjadi lebih santai. Gambar 1. Stiker heran 13 | G. Azmin & Kiftiawati Stiker 2 di atas berisi kalimat Ausabar jangan tempe ramenAy dengan gambar sepiring tempe dan semangkuk ramen. Kreativitas berbahasa terlihat dari bagaimana kata AutemperamenAy disampaikan menggunakan penggabungan dua benda yaitu tempe dan ramen dengan permainan fonologis khususnya pada fonem AueAy. Gambar 2. Stiker temperamen Hal menarik adalah bagaimana stiker ini seakan mengalami proses morfologis karena kata AutemperamenAy seakan terbentuk dari dua kata. Padalah kedua kata pembentuk kata AutemperamenAy pada stiker tersebut tidaklah tepat atau berupa pelesetan semata. Fungsi yang terdapat dalam stiker ini adalah eufimisme. Eufimisme berfungsi untuk mengubah pernyataan atau ungkapan yang kasar atau tidak sopan menjadi lebih halus, sehingga pernyataan-pernyataan yang ada tidak menyinggung perasaan orang lain, serta tidak terkesan sangat vulgar dan akan terlihat lebih sopan. Berdasarkan teks terlihat bahwa sebenarnya pemberi pesan memperingatkan penerima pesan agar tidak Jika disampaikan secara langsung, mungkin dapat membuat penerima pesan menjadi lebih marah atau tersinggung. Oleh karena itu, diperlukan bungkus humor dengan permainan bahasa agar pesan tetap sampai meskipun sebenarnya terdapat hinaan di dalamnya. Pelesetan Tataran Morfemis Stiker pada gambar di bawah menunjukkan kreativitas berbahasa pembuat stiker pada tataran Terdapat teks yang bertuliskan Ause7Ay. AuSe-Au merupakan imbuhan yang berguna untuk membentuk kata keterangan dan dalam penggunaannya. Dalam bahasa Indonesia, makna se- cukup beragam, antara lain untuk menyatakan makna satu, menyatakan makna waktu, menyatakan makna seperti, menyatakan makna seluruh, menyatakan makna sesudah, menyatakan makna bersamasama, menyatakan makna paling, menyatakan makna dengan, menyatakan makna sesuai atau menurut, menyatakan keterangan, menyatakan bentuk bilangan, dan menyatakan bentuk tugas. Namun, dari beragam fungsi imbuhan se- jika dipadankan pada stiker di atas, pelesetan Ause7Ay tidak ada yang memenuhinya. Gambar 3. Stiker setuju Kata AutujuhAy yang merupakan numeralia berubah fungsinya bukan untuk menyatakan bilangan, tetapi pelesetan yang akan dapat dimaknai jika digabungkan dengan Ause-Au dan dihilangkan huruf AuhAy sehingga dibaca AusetujuAy. Pelesapan huruf AuhAy merupakan proses fonologis yang kemudian hasil proses fonologis ini digabungkan sehingga terjadi proses morfologis. Setuju merupakan kata yang bermakna sepakat/mufakat/sependapat. Selain itu kata AusetujuAy merupakan kata turunan dari kata AutujuAy. Permainan bahasa di sini mengandung kreativitas yang tinggi, meskipun pelesetan ini sudah lama beredar di masyarakat. Pembuat stiker terlihat memindahkan pelesetan pada ragam tulis menjadi bentuk stiker dengan menambahkan gambar bunga sebagai background sebagai penambah estetis stiker. Fungsi stiker ini menyatakan persetujuan dan mengandung fungsi kreatif. Bahasa diolah atau dipelesetkan seakan proses linguistik yang terjadi merupakan penggabungan imbuhan dengan kata Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. | 14 numeralia, tetapi ternyata bukan itu yang dimaksud. Dengan demikian, kreativitas berbahasa melalui pelesetan berbahasa terlihat sangat dominan. Gambar 4. Stiker sapi Stiker dengan permainan bahasa dalam tataran frase terdapat pada gambar 4 berupa seekor sapi berwarna hitam dan putih sedang diperah oleh seorang laki-laki yang sedang tersenyum. Stiker dilengkapi dengan teks Aumencoba meresapiAy Secara gramatikal, terlihat tidak ada yang salah dalam teks. Aumencoba meresapiAy dapat dimaknai sebagai mencoba untuk menikmati. Berdasarkan KBBI, kata AumeresapiAy memang dapat bermakna Aumenikmati. Namun, ada ketidaksesuaian antara gambar dan teks pada stiker ini. Apabila ingin disinkronkan maka seharusnya teks yang sesuai dengan gambar adalah Aumeres sapiAy atau bermakna Aumemerah sapiAy Hal ini diperkuat dengan gambar ember di bawah sapi sebagai penampung susu hasil perahan. Pada stiker ini terdapat kreativitas penggabungan kata AumeresAy dan kata AusapiAy kemudian melesapkan salah satu huruf AusAy. Dengan pelesapan tersebut, terbentuklah kata AumeresapiAy yang menjadi makna yang ingin disampaikan. Fungsi stiker ini adalah menyampaikan pesan berbalut Pelesetan Tataran Sintaksis Berikut ini beberapa contoh pelesetan berupa permainan bahasa. Gambar 5. Stiker seblak Stiker di atas berupa gambar makanan seblak, yaitu makanan khas Jawa Barat yang diberi tulisan Auih sebl aqAy jika dibaca secara langung maka pembaca akan membaca kata-kata tersebut menjadi Auih seblakAy sehingga ada kesesuaian antara gambar dan kata. Namun, pada data ini terdapat permainan bahasa karena kata AuseblAy sebenarnya dapat dibaca AusebelAy dan kata AuaqAy dapat dibaca AuakuAy. Dengan demikian, stiker ini memberikan makna baru berupa pesan yaitu Auih, sebal akuAy Fungsi yang diemban stiker ini adalah menyampaikan perasaan dengan dibungkus humor. Ekspresi kekesalan pemberi pesan menjadi lebih lembut karena penggunaan humor pelesetan dengan melakukan permainan bahasa menggunakan seblak secara kreatif. Gambar 6. Stiker lodeh 15 | G. Azmin & Kiftiawati Stiker . di atas berupa gambar makanan sayur lodeh dengan tulisan terserah lodeh. Secara gramatika memang tidak ada masalah kalimat tersebut. Namun, secara semantis tentu mengandung makna yang membingungkan bagaimana sayur lodeh bisa melakukan terserah. Pada stiker ini bukan majas personifikasi yang ditampilkan melainkan permainan bahasa dengan menggabungkan frase Aulo dehAy tanpa spasi. Dengan demikian, makna yang dikandung adalah Auterserah kamu, lahAy. Fungsi yang tersemat dalam stiker ini adalah penyampaian perasaan pasrah atau dapat pula berupa penghalusan perasaan marah/kekesalan pengirim pesan kepada penerima pesan yang dibungkus secara tidak langsung berbalut humor. Pelesetan Semantik Pelesetan semantik merupakan plesetan sebuah ide menjadi ide lain dengan bentuk linguistik yang Hal tersebut dapat ditemukan pada gambar 7 di bawah ini. Gambar 7. Stiker degan Pada gambar 7 terdapat permainan bahasa berupa pelesetan yang memerlukan pengetahuan Tanpa memahami konteks bahasa percakapan yang beredar dalam masyarakat, stiker digital ini bisa salah dimaknai. Pada stiker Aujadi deg deganAy terlihat stiker itu ingin menyampaikan pesan bahwa pemakai stiker sedang merasa berdebar-debar. Namun, munculnya gambar kelapa/degan di tengah stiker membuat rancu makna yang ingin disampaikan tersebut. Meski demikian, dapat dipahami bahwa pesan yang ingin disampaikan adalah perasaan pemberi pesan yang berdebar. Fungsi dari stiker digital ini ialah komunikatif karena terkait dengan adanya permainan bahasa menyebabkan komunikasi tidak membosankan, sehingga dapat mengubah situasi formal menjadi lebih santai. Gambar 8. Stiker mantul Pada kedua contoh stiker berikut merupakan stiker digital yang mengandung kata AumantulAy di mana pada stiker pertama terdapat gambar pantulan pada cermin dari titik P dengan derajat yang sama dengan hasil pantulan pada titik Q. Gambar ini merupakan teori yang kerap digunakan dalam ilmu IPA. Kemudian, pada contoh kedua terdapat gambar bola basket yang sedang memantul disertai dua ikon jempol ke atas. Namun, sebenarnya maksud stiker ini bukanlah mengenai pantulan cahaya ataupun pantulan bola meski sama-sama terdapat kata AumantulAy Mantul yang ada dalam stiker ini merupakan singkatan dari Aumantap betulAy. Jadi, pada kata mantul terjadi proses morfologis yaitu singkatan, kemudian mengalami proses pelesetan semantik. AuMantulAy atau Aumantap betulAy bermakna memberi pujian. Hal ini dipertegas pada stiker kedua dengan adanya penggunaan ikon jempol ke atas. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa kedua stiker tersebut mengandung fungsi untuk memberikan pujian secara kreatif. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni. Vol. | 16 Penggunaan Produk dalam Pelesaten Kategorisasi ini tidaklah ditemukan dalam paparan teori namun ditemukan cukup signifikan dalam data sehingga dirasa perlu dibahas secara tersendiri yaitu pelesetan yang menggunakan nama produk/merek yang sudah terkenal di masyarakat. Gambar 9. Stiker larutan Gambar di atas, secara sekilas terlihat sebagai produk minuman penyegar/pencegah panas Namun, jika diperhatikan baik-baik terdapat perbedaan nama produk dan gambar yang ada pada bagian lingkaran di tengah kaleng produk. Seharusnya tertulis AuLarutan cap kaki tigaAy yang dipelesetkan menjadi AuLarutan cap orang ketigaAy selanjutnya, pada produk yang asli, terdapat gambar tiga kaki pada bagian tengah kaleng yang pada stiker ini diubah menjadi gambar sepasang kekasih dengan satu orang yang dapat diasumsikan sebagai orang ketiga di belakang mereka. Fungsi yang tersemat pada stiker daring ini akan tergantung pada konteks di mana stiker dipakai. Secara umum, stiker ini mengandung humor namun pada konteks percakapan tertentu dapat mengandung fungsi sindiran atau celaan secara tidak langsung kepada situasi atau orang tertentu agar orang yang disindir menyadari kesalahannya. Gambar 10. Stiker sadis Stiker berikutnya berupa gambar flashdisk bermerek sandisk dengan tulisan AuterlaluAy dan AucaramuAy pada bagian atas dan bawah gambar flashdisk. Cara penerima pesan membaca stiker ini adalah terlalu sandisk caramu. Terdapat pelesetan kata sandisk dengan pengurangan fonem AunAy pada kata AusandiskAy serta membaca AudiskAy sebagai AudisAy. Dengan demikian, stiker ini bermakna Ausungguh sadis caramuAy. Kalimat tersebut ternyata dapat ditelusuri lebih lanjut sumbernya adalah lagu berjudul AuSadisAy yang dipopulerkan oleh penyanyi ternama. Afgan. Adapun potongan lirik lagu tersebut sebagai berikut: Terlalu sadis caramu/Menjadikan diriku/Pelampiasan cintamu agar dia kembali padamu/Tanpa perduli sakitnya aku. Jika terkait dengan lagu tersebut, maka fungsi stiker ini adalah eufimisme. Eufimisme memang berfungsi untuk mengubah pernyataan atau ungkapan yang kasar atau tidak sopan menjadi lebih halus, sehingga pernyataan-pernyataan yang ada tidak menyinggung perasaan orang lain, serta tidak terkesan sangat vulgar dan akan terlihat lebih sopan. Pada stiker ini, ada upaya mengungkapkan perasaan dari pemberi pesan, namun mengatai seseorang sadis secara langsung tentu saja kurang santun sehingga pemberi stiker membalut pesan tersebut dengan pelesetan sehingga tetap ada humor di dalamnya. Selain itu, stiker ini juga bisa mengandung fungsi kritik pada konteks percakapan yang berbeda. Kritik terhadap perilaku yang sadis ini dapat disampaikan menggunakan stiker tersebut sehingga tidak terlalu frontal dalam mengkritik. Simpulan Permainan bahasa pada stiker yang beredar biasanya bersifat universal, dalam artian, fenomena tersebut juga dapat ditemui dalam humor dengan menggunakan media komunikasi lain. Pelesetan berbahasa dalam stiker percakapan daring whatsapp ternyata dapat ditemukan pada tataran pelesetan fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantik. Pada stiker percakapan daring, stiker 17 | G. Azmin & Kiftiawati memiliki manfaat yang terkait dengan komunikasi yaitu dapat terciptanya keakraban melalui humor yang disajikan melalui stiker. Bentuk ungkapan perasaan pun jadi lebih menarik dan tidak frontal. Penggunaan merek yang sudah popular di masyarakat pun menunjukkan betapa kreatifnya pengguna bahasa. Kajian ini pun menghasilkan beberapa saran yaitu dalam pembuatan stiker daring, yaitu dengan adanya dampak positif penggunaan stiker daring, maka pemanfaatan stiker daring dalam percakapan whatsapp ataupun media lainnya dapat digunakan sebagai sarana komunikasi penyampaian pesan, mengasah kreativitas dan kecerdasan, serta menambah keakraban. Namun demikian, diperlukan ketelitian pengguna agar fungsi stiker dapat dimaknai sama baik oleh pemberi pesan maupun penerima pesan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Daftar Rujukan Untari. Januari . Sejarah whatsapp, aplikasi paling populer saat Ini. https://techno. com/read/2020/01/18/207/2154693/sejarah-WhatsApp-aplikasi-chatpaling-populer-saat-ini Safitri. Permainan bahasa dalam wacana plesetan stiker humor di wilayah Bantul dan Yogyakarta (Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Yogyakart. http://eprints. id/22228/ Sarlina. Alasan penggunaan pelesetan bahasa Indonesia di media sosial facebook. Jurnal Idiomatik, 1. , 10Ai16. https://ejournals. id/index. php/idiomatik/article/view/194 Shoemaker. , & Reese. Mediating the message. New York: Longman Publisher. Sibarani. Fenomena bahasa pelesetan dalam bahasa Indonesia. Linguistik Indonesia: Jurnal Ilmiah Masyarakat Lingusitik Indonesia, 253Ai267. http://linguistik-indonesia.