Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Edukasi Pengelolaan Dan Pemilahan Sampah Di Lingkungan Sekolah Untuk Menciptakan Sekolah Bersih Dan Sehat Pada Sdn Warnasari Kecamatan Citangkil Cilegon Harsiti1*. Deny Septiandi2. Bagas Fallah Gumilang3. Ahmad Muhajir4. Meisya Fatalwa5. Asih Wulandari6. Muhamad Farij Qurbana7. Ghaniy Ar Rasyid8. Dika Ramdhani9. Khairul Uyun10 1Program Studi Sistem Informasi Ae Fakultas Teknologi Informasi UNSERA 2, 3, 7, 8 Progran Studi Teknik Industri Ae Fakultas Teknik UNSERA . 5, 6 Program Studi Manajemen Ae Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSERA 9 Program Studi Teknik Kima Ae Fakultas Teknik UNSERA 10 SD Negeri Warnasari - Cilegon Email Koresponden : harsiti. unsera@gmail. ABSTRAK Menjaga lingkungan sekolah bebas sampah dan terhindar dari pencemaran lingkungan merupakan salah satu upaya pihak sekolah dalam rangka menciptakan kesadaran dan kepedulian lingkungan sekolah agar siswa dapat belajar dengan aman, nyaman dan sehat. Hal ini pun dilakukan di SDN Warnasari Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil Cilegon bekerja sama dengan dewan guru, siswa dan walimurid. Namun, upaya menjaga lingkungan sehat dan bersih masih perlu dioptimalkan demi memupuk kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sekolah semenjak usia dini, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan edukasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah didukung oleh Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa Universitas Serang Raya yang mendampingi para siswa selama 40 hari kerja. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk berperan dan berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah, baik sampah organik maupun sampah non organik. Rangkaian kegiatan yang dilakukan terdiri dari beberapa tahapan diantaranya observasi awal dan pengumpulan data, edukasi dan sosialiasasi mengenai sampah dan dampak lingkungan, pemilahan sampah organik dan non organik, pembuatan tempat sampah dan cara daur ulang sampah. Daur ulang sampah dilakukan terhadap sampah organik dan non organik diantaranya pembuatan tempat sampah berdasarkan jenisnya dan pot untuk tanaman dari limbah plastik serta pembuatan kompos sederhana. Hasil kegiatan ini didokumentasikan dalam bentuk video edukasi yang disebarkan melalui media sosial guru, siswa dan walimurid. Kata Kunci : Pencemaran Lingkungan. Pengelolaan dan Pemilahan Sampah. Sampah Organik dan Non Organik ABSTRACT Maintaining a waste-free school environment and avoiding environmental pollution is one of the school's efforts to create environmental awareness and concern in the school environment so that students can learn safely, comfortably and healthily. This is also being done at SDN Warnasari. Warnasari Village. Citangkil District. Cilegon in collaboration with teachers, students and parents. However, efforts to maintain a healthy and clean environment still need to be optimized to foster awareness and concern for the school environment from an early age, one of which is by organizing sustainable waste management education. The waste management and sorting education activities are supported by students participating in the Community Service Program of Universitas Serang Raya who assist students for 40 working days. This activity is carried out with the aim of playing a role and contributing to reducing environmental pollution caused by waste, both organic and nonorganic waste. The series of activities carried out consists of several stages including initial observation and data collection, education and socialization about waste and environmental impacts, sorting organic and non-organic waste, making waste bins and waste recycling methods. Waste recycling is carried out on organic and non-organic waste including making waste bins based on their types and plant pots from plastic waste as well as making simple compost. The results of this activity are documented in the form of educational videos that are distributed through social media of teachers, students and parents. Keywords: Environmental Pollution. Waste Management and Sorting. Organic and Non-Organic Waste SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Kegiatan edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah yang dilakukan di SDN Warnasari Kecamatan Citangkil Cilegon implementasi program Education for Sustainable Development (ESD) yang ditujukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah nasional. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 34,2 juta ton timbunan sampah nasional, sebesar 40,26% atau 13,77 juta ton belum terkelola dengan baik. Sekolah dasar memiliki peran strategis sebagai salah satu lingkungan ideal untuk pengelolaan sampah berkelanjutan, karena pada usia ini karakter dan kebiasaan anak sedang dalam tahap pembentukan yang Satuan pendidikan sekolah dasar mengubah perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini, di mana anak-anak harus menjadi agen-agen kebersihan, baik di lingkungan sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat . Implementasi ESD melalui pengelolaan sampah di sekolah dasar dapat dilakukan melalui penggunaan prinsip 3R . educe, reuse, recycl. , penghijauan lingkungan sekolah, pemilahan sampah, daur ulang sampah kesadaran siswa terhadap lingkungan sekitar melalui edukasi dan pendekatan kontekstual (Sari. Jubaidi, & Mulyati. Program pengelolaan sampah berbasis sekolah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap prolingkungan pembelajaran aktif dan partisipatif (Umah & Cholila, 2. pengetahuan pengelolaan sampah yang dimiliki siswa berpengaruh signifikan terhadap perilaku pemilahan sampah dan sikap peduli lingkungan (Raharjo & Santi. Implementasi program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga pada pembentukan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran berbasis lingkungan yang kontekstual. Implementasi program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga pada pembentukan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran berbasis lingkungan yang kontekstual. Keterlibatan aktif guru dalam memberikan contoh dan mentoring kepada siswa menjadi faktor kunci lingkungan hidup di sekolah dasar (Geografi, 2. Edukasi pemilahan sampah organik dan non-organik menjadi langkah penting dalam program pengelolaan sampah di Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya memisahkan jenis sampah yang berbeda sebagai dasar dari proses pengelolaan sampah yang efektif (Febriyanti. Rahayu. Pitaloka. Yakob, & Samsuri, 2. Melalui pemahaman yang diharapkan siswa dapat mengaplikasikan prinsip-prinsip pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan Program edukasi pengelolaan sampah SDN Warnasari pembelajaran yang kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menciptakan budaya sekolah yang peduli lingkungan dan menghasilkan generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap lingkungan hidup. Guru memiliki peran sentral dalam pengelolaan sampah di sekolah dasar. Penelitian Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Tujuan dan Manfaat Kegiatan Tujuan diselenggarakan kegiatan edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah di SDN Warnasari adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga pengelolaan sampah yang tepat dengan harapan siswa dapat menerapkan prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga serta lingkungan yang bersih, sehat dan dilakukan dengan Kepala Sekolah, guruguru dan perwakilan komite sekolah untuk memahami tantangan dan kebutuhan spesifik dalam pengelolaan sampah di sekolah tersebut. Tahap pelaksanaan kegiatan inti yang dilakukan dalam 4 . sesi kegiatan dengan target peserta yang berbeda, yaitu: Workshop Pengenalan Konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Kegiatan workshop yang ditujukan kepada siswa kelas 4, 5 dan 6 dengan dasar-dasar sampah ramah lingkungan, teknik pemilahan sampah organik dan anorganik serta penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepedulian siswa, guru, orang tua dan seluruh sivitas akademik terhadap permasalahan sampah yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat untuk menciptakan generasi yang memiliki karakter peduli lingkungan dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Organik Sesi pelatihan praktis bagi guru dan siswa untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan metode takakura dan teknik fermentasi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. METODE PELAKSANAAN Program masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut: Tahap Persiapan Kebutuhan Sosialisasi Pemasangan Fasilitas Tempat Sampah Terpilah Kegiatan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah tentang pentingnya pemilahan sampah disertai dengan pemasangan tempat sampah terpilah di berbagai titik strategis sekolah dengan sistem label dan warna yang jelas. Analisis Tahap persiapan mencakup aktivitas survei awal dan koordinasi dengan pihak pengelolaan sampah di lingkungan Survei kunjungan langsung ke SDN Warnasari sebanyak 3 . kali untuk melakukan pengamatan terhadap fasilitas pengelolaan sampah yang tersedia, pola perilaku siswa ketersediaan sarana dan prasarana Diskusi Tahap Implementasi Program Pembentukan Tim Lingkungan Sekolah Peduli Pembentukan kelompok siswa sebagai duta lingkungan yang bertugas mengawasi, mensosialisasikan, dan memelihara program pengelolaan sampah berkelanjutan di sekolah. Tahap Monitoring dan Evaluasi Tahap evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap perubahan Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 perilaku siswa dalam mengelola sampah dan penilaian terhadap keberlanjutan program yang telah diimplementasikan. Evaluasi dilaksanakan dengan cara menyebarkan angket kepada guru, siswa, dan orang tua siswa untuk mengukur tingkat pemahaman dan penerapan materi yang telah diberikan. Data hasil evaluasi ini kemudian dianalisis untuk memberikan pengembangan program serupa di masa Selain itu, dilakukan juga dokumentasi visual berupa foto beforeafter kondisi lingkungan sekolah sebagai bukti dampak positif dari program yang telah dilaksanakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Program masyarakat ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi tri darma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan pihak sekolah dan komite sekolah. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan dapat dijabarkan sebagai berikut: Tahap Persiapan dan Analisis Kebutuhan Pada tahap persiapan dan analisis kebutuhan dilakukan sebanyak 3 . kali kunjungan dan diskusi dengan pihak Kunjungan pertama dilakukan bersama dengan tim mahasiswa untuk melakukan observasi awal terhadap kondisi pengelolaan sampah di lingkungan Hasil observasi menunjukkan bahwa SDN Warnasari belum memiliki terorganisir dengan baik, masih terdapat sampah berserakan di beberapa area sekolah dan belum tersedia fasilitas tempat sampah terpilah yang memadai. Gambar 1. Kondisi Tempat Sampah saat Observasi Kunjungan kedua dilakukan untuk melakukan wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah SDN Warnasari bersama permasalahan pengelolaan sampah yang dihadapi sekolah. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh informasi bahwa sekolah sangat membutuhkan program edukasi pengelolaan sampah karena kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan masih rendah dan belum adanya program khusus yang mengajarkan Kunjungan ketiga dilakukan untuk menyampaikan rencana program kepada Kelurahan Warnasari sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pihak kelurahan menyambut positif rencana kegiatan ini dan memberikan dukungan penuh karena program ini sejalan dengan program kebersihan lingkungan yang sedang digalakkan di tingkat kelurahan. Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 2. Kunjungan ke Kelurahan Warnasari Tahap Implementasi Program Pelaksanaan kegiatan program edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah dilakukan dalam beberapa tahap sebagai Pengenalan Konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dan Sosialisasi Edukasi Pembuatan Kompos Organik Workshop dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Juni 2025 mulai pukul 08. 00 di aula SDN Warnasari. Kegiatan ini diikuti oleh 54 siswa kelas 4 serta 2 orang guru yang merupakan wali kelas 4. Pengenalan konsep 3R diisi oleh tim KKM 07. Materi yang disampaikan meliputi pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dampak penerapan konsep 3R dalam kehidupan sehari-hari dan pemanfaatan limbah organic untuk dijadikan kompos organik. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan contoh penerapan 3R yang dapat dilakukan di rumah dan sekolah. Gambar 3. Pengenalan Konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dan Sosialisasi Edukasi Pembuatan Kompos Organik pada siswa Pembuatan dan Pemasangan Fasilitas Tempat Sampah Terpilah Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada hari Kamis 19 Juni 2025 mulai pukul 09. yang dihadiri oleh siswa kelas 4 serta 2 orang guru yang merupakan wali kelas 4. Dalam kegiatan ini dilakukan pemasangan 6 unit tempat sampah terpilah dengan sistem 2 warna . ijau untuk sampah organik dan kuning untuk sampah anorgani. di berbagai titik strategis sekolah seperti depan kelas, kantin dan area bermain. Setiap tempat sampah dilengkapi dengan label dan gambar yang jelas untuk memudahkan siswa dalam melakukan pemilahan. Tim mahasiswa juga memberikan simulasi cara membuang sampah dengan benar sesuai jenisnya. Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Warnasari. Kegiatan ini diikuti oleh 54 siswa dari kelas 4 dan 2 orang guru. Pelatihan dipandu oleh mahasiswa KKM 07 dengan materi cara mengolah sampah anorganik berupa galon bekas dan botol plastik menjadi pot bunga yang menarik dan fungsional. Peserta diajarkan teknik pemotongan, penghiasan dan finishing pot Bahan yang digunakan meliputi galon bekas, botol plastik ukuran 1,5 liter, cat akrilik, kuas, cutter dan alat pendukung Hasil dari pelatihan ini adalah terciptanya 15 pot bunga kecil dan 3 tempat gantungan pot dari galon bekas unik yang kemudian dipasang di berbagai sudut sekolah untuk mempercantik lingkungan sekaligus sebagai media pembelajaran tentang pengelolaan sampah anorganik. Dilanjutkan penanaman tanaman hias pada pot yang sudah dibuat Gambar 4. Pembuatan Tempat Sampah dari Ember Bekas Gambar 6. Proses Pembuatan Pot Bunga Gambar 5. Pemasangan Tempat Sampah dari Barang Bekas Pembuatan Pot Hias dari limbah Botol dan Menanam Tanaman Pembuatan pot bunga dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Juni 2025 mulai pukul 00 WIB di ruang kesenian SDN Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 7. Pemasangan Pot Bunga dari Barang Bekas Pembuatan Kompos Organik Kegiatan pembuatan kompos organik dilaksanakan sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah berbasis lingkungan di SDN Warnasari. Siswa diberikan pelatihan praktis mengenai cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos Dengan menggunakan tambahan media sekam bakar dan cairan EM4 guna mempercepat proses fermentasi atau pembusukan Proses ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekolah melalui pemanfaatan kembali sampah menjadi produk yang Kompos yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman hias yang ditanam di sekolah, lingkungan hijau, bersih, dan sehat. Kegiatan ini juga mendorong siswa untuk memahami siklus alami limbah organik dan menumbuhkan sikap peduli terhadap pelestarian lingkungan sejak usia dini. Gambar 8. Pembuatan Kompos Dari Limbah Organik Tahap Monitoring dan Evaluasi Tahap evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada guru, siswa, dan orang tua siswa untuk Penyebaran kuesioner dilakukan melalui google form dan kertas untuk mendapatkan respon Berikut adalah hasil evaluasi berdasarkan kuisioner yang sudah diisi oleh guru SDN Wanasarai : Guru yang responsive mengisi kuisioner dari total guru 12 adalah sebanyak 12 orang atau 100% yang berarti semua guru mengisi kuisioner. Guru yang tidak mengisi kuisioner Guru yang Mengisi Kuisioner Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 8. Rekapitulasi Wali Murid/Orang tua yang mengisi kuisioner Feedback terhadap pertanyaan 1 : Apakah siswa di kelas Anda sudah terbiasa membuang sampah pada Hasil survei mengenai kebiasaan siswa dalam membuang menunjukkan kondisi yang sangat Data yang diperoleh dari responden guru menunjukkan bahwa 100% guru menyatakan siswa di membuang sampah pada tempatnya (SS - Sangat Setuj. Tidak ada satu pun guru yang memberikan respon negatif, dengan 0% untuk kategori S (Setuj. TS (Tidak Setuj. , maupun ST (Sangat Tidak Setuj. Hasil ini menunjukkan bahwa program edukasi pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perubahan perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan Keberhasilan termasuk pengenalan konsep 3R dan pembuatan tempat sampah dan pot bunga dari barang bekas telah berhasil menciptakan budaya bersih di lingkungan sekolah. Respons guru yang mencapai 100% sangat setuju juga menunjukkan bahwa program ini telah berhasil mengubah kebiasaan Apakah siswa di kelas Anda sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya? Feedback terhadap pertanyaan 2 : Berdasarkan hasil survei mengenai keberadaan program atau kegiatan rutin tentang pengelolaan sampah di sekolah, data menunjukkan bahwa mayoritas guru memberikan respon Sebanyak 59% orang tua menyatakan setuju (S) bahwa di sekolah terdapat program rutin pengelolaan sampah, diikuti oleh 33% yang menyatakan tidak setuju (TS), dan 8% yang sangat setuju (SS). Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar guru menyadari adanya upaya sekolah dalam mengelola sampah, meskipun masih terdapat sepertiga responden yang belum merasakan keberadaan program tersebut. Apakah di sekolah ada program atau kegiatan rutin tentang pengelolaan sampah? Gambar 10. Rekapituasi Jawaban Kuisoner pertanyaan 2 Feedback terhadap pertanyaan 3 : Hasil evaluasi mengenai pemahaman siswa tentang perbedaan jenis sampah . rganik, non-organik. menunjukkan respon yang sangat positif dari guru. Sebanyak 75% orang tua menyatakan setuju (S) bahwa anak mereka mengetahui perbedaan jenisjenis sampah, 17% menyatakan sangat setuju (SS), dan hanya 8% yang tidak setuju (TS). Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Data ini menunjukkan bahwa program edukasi tentang klasifikasi sampah telah berhasil meningkatkan pemahaman siswa, dengan total 92% guru memberikan respon positif. Gambar 9. Rekapituasi Jawaban Kuisoner Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 (S), dan 8% sangat setuju (SS). Tidak ada yang menjawab sangat tidak setuju (ST). Data ini menunjukkan bahwa masih diperlukan penguatan edukasi tentang dampak negatif dari perilaku membuang sampah sembarangan, mengingat hampir 60% guru merasa anak mereka belum sepenuhnya memahami konsep tersebut. Apakah siswa di kelas Anda mengetahui perbedaan jenis-jenis sampah . rganik, non-organik. ? Apakah menurut Bapak/Ibu, siswa paham bahaya membuang sampah sembarangan? Gambar 11. Rekapituasi Jawaban Kuisoner Feedback terhadap pertanyaan 4 : Survei mengenai pembelajaran cara menunjukkan hasil yang sangat Sebanyak 92% guru menyatakan setuju (S) bahwa anak sementara 8% menyatakan sangat setuju (SS). Tidak ada satu pun responden yang memberikan jawaban negatif untuk kategori tidak setuju (TS) maupun sangat tidak setuju (ST). Hasil ini menunjukkan bahwa program edukasi pemilahan sampah telah terlaksana dengan sangat baik dan dirasakan dampaknya oleh seluruh guru. 0% 0% Gambar 13. Rekapituasi Jawaban Kuisoner Feedback terhadap pertanyaan 6: Mayoritas guru . % gabungan SS dan S) menilai bahwa siswa sudah sampah sembarangan. Namun, masih pemahaman siswa perlu ditingkatkan. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi lingkungan di sekolah agar kesadaran siswa menjadi lebih merata. Apakah menurut Bapak/Ibu, siswa paham bahaya membuang sampah sembarangan? Feedback terhadap pertanyaan 5 : Hasil evaluasi mengenai pemahaman siswa tentang bahaya membuang sampah sembarangan menunjukkan pola yang serupa dengan diagram Sebanyak 58% guru tidak setuju (TS) bahwa anak mereka paham akan bahaya membuang sampah sembarangan, 34% menyatakan setuju Gambar 12. Rekapituasi Jawaban Kuisoner pertanyaan 4 Apakah siswa pernah diajarkan cara memilah sampah di sekolah? Gambar 14. Rekapituasi Jawaban Kuisoner pertanyaan 6 Feedback terhadap pertanyaan 7 : Hasil survei mengenai pentingnya edukasi pengelolaan sampah yang diberikan sejak tingkat Sekolah Dasar menunjukkan dukungan yang sangat Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 tinggi dari guru. Sebanyak 75% orang tua menyatakan setuju (S) bahwa edukasi pengelolaan sampah penting diberikan sejak SD, diikuti oleh 9% yang sangat setuju (SS). Namun, masih terdapat 8% guru yang tidak setuju (TS) dan 8% yang sangat tidak setuju (ST). Secara keseluruhan, 84% guru menunjukkan bahwa mayoritas orang menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendidikan formal. Seberapa penting menurut Bapak/Ibu, edukasi pengelolaan sampah diberikan sejak SD? 8% 9% Gambar 15. Rekapituasi Jawaban Kuisoner Feedback terhadap pertanyaan 8 : Data mengenai kesediaan guru untuk pengelolaan sampah menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Seluruh responden . %) menyatakan sangat setuju (SS) untuk menerima pelatihan tersebut, dengan 0% untuk kategori setuju (S), tidak setuju (TS), maupun sangat tidak setuju (ST). Hasil ini memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya pengetahuan pengelolaan berpartisipasi dalam program edukasi pembelajaran siswa-siswa mereka. Apakah Bapak/Ibu pernah menerima pelatihan tentang pengelolaan sampah? Gambar 16. Rekapituasi Jawaban Kuisoner pertanyaan 8 Feedback terhadap pertanyaan 9 : Survei mengenai dukungan guru pengelolaan sampah di sekolah menunjukkan hasil yang sangat Sebanyak 75% guru menyatakan setuju (S) mendukung kegiatan sosialisasi tersebut, dan 25% menyatakan sangat setuju (SS). Tidak ada satu pun responden yang memberikan jawaban negatif baik tidak setuju (TS) maupun sangat tidak setuju (ST). Hasil ini menunjukkan dukungan penuh dari guru . %) pengelolaan sampah di sekolah, yang mengindikasikan kesiapan guru untuk berkolaborasi dengan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Apakah Bapak/Ibu bersedia mendukung kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah di sekolah? Gambar 17. Rekapituasi Jawaban Kuisoner Kemudian berikut adalah hasil evaluasi berdasarkan kuisioner yang sudah diisi oleh siswa kelas 4 SDN Wanasari : Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Feedback terhadap pertanyaan 1: Berdasarkan hasil survei mengenai kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, data menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan respon sangat positif. Sebanyak 94% responden menyatakan sangat setuju (SS) bahwa mereka selalu membuang sampah pada tempatnya, diikuti oleh 4% yang menyatakan setuju (S), dan 2% yang tidak setuju (TS). Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Hasil ini kesadaran tinggi tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Gambar 18. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 1 Feedback terhadap pertanyaan 2: Berdasarkan hasil survei mengenai sampah organik dan anorganik, data responden memberikan respon sangat Sebanyak 88% responden menyatakan sangat setuju (SS) bahwa mereka tahu cara membedakan sampah organik dan anorganik, diikuti oleh 8% yang menyatakan setuju (S), dan 4% yang tidak setuju (TS). Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian pengetahuan yang baik tentang klasifikasi sampah. Gambar 19. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 2 4% 0% Feedback terhadap pertanyaan 3: Berdasarkan hasil survei mengenai partisipasi dalam kegiatan daur ulang sampah di sekolah atau rumah, data menunjukkan distribusi yang lebih Sebanyak 45% responden menyatakan setuju (S) bahwa mereka pernah mengikuti kegiatan daur ulang, diikuti oleh 29% yang sangat setuju (SS), dan 26% yang tidak setuju (TS). Tidak memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun mayoritas responden pernah terlibat dalam kegiatan daur ulang, masih terdapat seperempat responden yang belum pernah 26%. % Gambar 20. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 3 Feedback terhadap pertanyaan 4: Berdasarkan hasil survei mengenai lingkungan, data menunjukkan bahwa Sebanyak responden menyatakan sangat setuju Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 (SS) bahwa mereka merasa penting lingkungan, diikuti oleh 24% yang menyatakan setuju (S). Tidak ada responden yang memberikan jawaban tidak setuju (TS) atau sangat tidak setuju (ST). Hasil ini mengindikasikan bahwa seluruh responden memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Gambar 21. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 4 Gambar 22. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 5 18%0% Feedback terhadap pertanyaan 5: Berdasarkan hasil survei mengenai kebiasaan mengajak teman untuk sembarangan, data menunjukkan memberikan respon sangat positif. Sebanyak 80% responden menyatakan sangat setuju (SS) bahwa mereka suka membuang sampah sembarangan, diikuti oleh 18% yang tidak setuju (TS), dan hanya 2% yang setuju (S). Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki inisiatif untuk mengajak orang lain peduli Feedback terhadap pertanyaan 6: Berdasarkan hasil survei mengenai jenisnya di rumah, data menunjukkan distribusi yang cukup beragam. Sebanyak 57% responden menyatakan sangat setuju (SS) bahwa di rumah berdasarkan jenisnya, diikuti oleh 35% yang tidak setuju (TS), dan 8% yang setuju (S). Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun mayoritas responden sampah di rumah, masih terdapat sepertiga responden yang belum menerapkan praktik ini. Gambar 23. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 6 Feedback terhadap pertanyaan 7: Berdasarkan hasil survei mengenai pengetahuan bahwa sampah plastik bisa didaur ulang, data menunjukkan memberikan respon sangat positif. Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Sebanyak 69% responden menyatakan sangat setuju (SS) bahwa mereka tahu sampah plastik bisa didaur ulang, diikuti oleh 25% yang tidak setuju (TS), dan 6% yang setuju (S). Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian pengetahuan tentang daur ulang seperempat responden yang belum Gambar 24. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 7 Feedback terhadap pertanyaan 8: Berdasarkan hasil survei mengenai pengalaman membuat kerajinan dari barang bekas, data menunjukkan memberikan respon negatif. Sebanyak 67% responden menyatakan tidak setuju (TS) bahwa mereka pernah membuat kerajinan dari barang bekas, diikuti oleh 31% yang sangat setuju (SS), dan hanya 2% yang setuju (S). Tidak memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden belum pernah terlibat dalam aktivitas praktis daur ulang seperti membuat Gambar 25. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 8 Feedback terhadap pertanyaan 9: Berdasarkan hasil survei mengenai perasaan tidak suka melihat orang membuang sampah sembarangan, data menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan respon sangat Sebanyak 84% responden menyatakan sangat setuju (SS) bahwa mereka tidak suka melihat orang membuang sampah sembarangan, diikuti oleh 12% yang setuju (S), dan 4% yang tidak setuju (TS). Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju (ST). Hasil ini kepedulian tinggi terhadap perilaku membuang sampah sembarangan. Gambar 26. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 9 Feedback terhadap pertanyaan 10: Berdasarkan hasil survei mengenai keinginan untuk belajar lebih banyak Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 tentang cara mengelola sampah dengan benar, data menunjukkan memberikan respon positif. Sebanyak 86% responden menyatakan sangat setuju (SS) bahwa mereka ingin belajar lebih banyak tentang pengelolaan sampah, diikuti oleh 14% yang setuju (S). Tidak ada responden yang memberikan jawaban tidak setuju (TS) atau sangat tidak setuju (ST). Hasil ini responden memiliki motivasi tinggi untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang pengelolaan sampah. P10 14%0% Gambar 27. Rekapitulasi Jawaban Kusioner Siswa Pertanyaan 10 KESIMPULAN Berdasarkan artikel tersebut, dapat disimpulkan bahwa program edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah di SDN Warnasari Kecamatan Citangkil Cilegon telah berhasil menciptakan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku siswa terhadap lingkungan. Melalui implementasi konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. , pembuatan tempat sampah terpilah, dan pelatihan daur ulang sampah menjadi produk bermanfaat seperti pot bunga, program ini tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang pengelolaan sampah . engan 94% siswa menyatakan selalu membuang sampah pada tempatnya dan 88% memahami perbedaan sampah organik-anorgani. , tetapi juga menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% guru mendukung program ini dan seluruh siswa . %) termotivasi untuk terus belajar tentang pengelolaan sampah, partisipatif dan pembelajaran kontekstual di tingkat sekolah dasar merupakan strategi efektif untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini dan menjadikan siswa sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan program ini, khususnya kepada pihak sekolah terkhusus siswa kelas 4, dosen pembimbing lapangan dan rekan sejawat selama KKM. DAFTAR PUSTAKA