Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOLUME 5 NOMOR 2. SEPTEMBER 2024 https://ejournal. id/index. php/jurnalalurwatulwutsqo/ ISSN: 2721-5504 PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QURAoAN: STUDI ATAS QS. AN-NAHL AYAT 90-93 Ade Chairil Anwar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Email : 21304012006@student. uin-suka. Abstract Human character is the goal of all educational concepts. Character education programs that are promoted in Indonesia are very important after previously the education process was considered not to have achieved its goals. The Koran has provided criteria and concepts for character education, one of which is in Surah An-Nahl verses 9093. This paper aims to explore the content of Surah An-Nahl verses 90-93 about the concept of character education. In line with that, three questions were asked: . How is the interpretation of the Koran QS An-Nahl Verses 90-93. What is the concept of character education in the Koran QS An-Nahl Verse 90-93?. How is the implementation of character education in the Koran QS An-Nahl Verse 90-93?. This study uses library research . ibrary researc. which is a qualitative descriptive type. The sources in this research come from various literatures such as books, journals, theses, theses and dissertations. The results of this study indicate that the three verses include attitudes that must be possessed such as fairness, ihsan and ita' . eady to help other. as well as prohibitions to be farthest from fahsya, munkar, and baghy attitudes. Keywords: Education Concept. Character Education. QS. An-Nahl: 90-93 Abstrak Manusia yang berkarakter menjadi tujuan dari semua konsep pendidikan. Program pendidikan karakter yang digalakan di Indonesia menjadi sangat penting setelah sebelumnya proses pendidikan dianggap belum mencapai tujuan. Al-Quran sudah memberikan kriteria dan konsep pendidikan karakter, salah satunya dalam surat An-Nahl ayat 90-93. Tulisan ini bertujuan untuk menggali kandungan surat An-Nahl ayat 90-93 tentang konsep pendidikan karakter. Sejalan dengan itu, tiga pertanyaan diajukan: . Bagaimana tafsir al-Quran Q. An-Nahl Ayat 90-93. Bagaimana konsep pendidikan karakter dalam al-Quran Q. An-Nahl Ayat 90-93?. Bagaimana implementasi pendidikan karakter dalam al-Quran An-Nahl Ayat 90-93?. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan . ibrary researc. yang berjenis deskriptif kualitatif. Sumber dalam penelitian ini berasal dari berbagai literature seperti buku, jurnal, skripsi, thesis dan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam ketiga ayat itu tercakup sikap yang harus dimiliki seperti adil, ihsan dan ita' . iap membantu sesam. serta larangan untuk terjauh dari sikap fahsya, munkar, dan baghy. Kata Kunci: Konsep Pendidikan. Pendidikan Karakter. QS. An-Nahl: 90-93 PENDAHULUAN Pendidikan menjadi salah satu hal yang fundamental dalam kehidupan manusia, karena harus mencakup berbagai aspek kehidupan sehingga melahirkan manusia yang berilmu, berakhlak mulia dan bertaqwa, karena kajian tentang pendidikan tidak berhenti pada proses transfer ilmu dari guru kepada murid. Fenomena di Indonesia menunjukkan bahwa kondisi siswa sekarang mengalami penurunan kualitas moral sehingga melahirkan gagasan program pendidikan karakter (Sani dan Kadri, 2. Pendidikan karakter dipandang sebagai solusi dari fenomena yang ada dalam menanggulangi degradasi moral dan menjadi manusia yang gotong royong, kebersamaan, toleransi, saling menghormati, saling menghargai sehingga bisa memperkuat karakter bangsa. Karakter yang baik tidak hanya berkutat seputar kognitif saja, tetapi dengan karakter menjadi perantara meraih kesuksesan (Tsauri, 2. Manusia yang berkarakter menjadi tujuan dari semua konsep pendidikan, makannya program pendidikan karakter yang digalakan di Indonesia menjadi sangat penting setelah sebelumnya proses pendidikan dianggap belum mencapai tujuan. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa sistem pendidikan dianggap gagal jika lulusan sekolah hanya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ujian yang sifatnya kogitif tetapi lemah dalam urusan moral dan mental (Husaini, 2. Dalam pandangan islam, pendidikan karakter disebut juga dengan Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. 2, 2024 pendidikan Akhlak menjadi bagian dari konsep pendidikan islam yang tak terpisahkan Pendidikan karakter atau dikenal dengan pendidikan akhlak dalam perspektif Islam, juga dipandang sangat penting dan merupakan bagian tak terpisahkan sehingga setiap pemeluk agama islam bisa menjalankan semua aktifitas kehidupannya berdasarkan petunjuk Alquran, serta ajaran dari Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul-Nya (Yudianto, 2. Ibn Qayyim menyebutkan bahwa "sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak adalah perhatian besar terhadap perilakunya" (Suwaid, 2. Kebiasaan yang dilakukan oleh seorang anak sejak kecil hingga ia dewasa . adalah dasar dan modal yang mesti ditanamkan dan menjadi orientasi dari pendidikan Kehidupan menjelang dewasa akan sangat tergantung dengan keberlanjutkan dari kebiasaan yang dilakukan sejak dini (Ulwan, 2. Sebab prioritas utama dalam sistem pendidikan Islam adalah menuangkan materi pelajaran agama, pendidikan akhlak, dan kerohanian, kemudian barulah memperhatikan pengisian bidang mata pelajaran umum (Abdurrahman, 2. Al-Quran sebagai kitab terpadu, menghadapi, dan memperlakukan peserta didiknya dengan memperhatikan keseluruhan unsur manusiawi, jiwa, akal, dan jasmaninya (Shihab, 1. Sebagai agama yang sempurna. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimulai dari hal yang terkecil . sampai yang besar . Keteraturan Islam dibuktikan dengan paranan al-Quran sebagai kitab induk rujukan aktifitas manusia seperti aqidah, ibadah, muAoamalah dan lainlain. Dalam hal ini konsep pendidikan islam yang bertujuan untuk membentuk manusia berkarakter pun sudah diatur dalam al-Quran (Marzuki, 2. Sejauh ini, kajian tentang pendidikan dalam al-Quran khususnya surat An-Nahl sudah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Dari beberapa literature yang penulis dapatkan, kecenderungan kajian diklasifikasikan menjadi beberapa macam, diantaranya: Pertama, metode pendidikan dalam al-Quran (Abdillah, 2021. Afriyanti, 2018. Fajrin, 2017. Mangsur, 2015. Rakasiwi, 2018. Ramadhan, 2018. Somantri Kedua, nilai-nilai pendidikan dalam al-Quran (Imran 2018. Sakinah 2. Ketiga, pendidikan akhlak (Al-Mawardi, 2019. Anwar, 2017. Hartono, 2013. Intan, 2. Dari beberapa kecenderungan di atas, belum didapati kajian tentang pendidikan karakter dalam Q. An-Nahl Ayat 90-93. Tulisan ini bertujuan untuk menambah literature yang ada. Sejalan dengan itu, beberapa pertanyaan diajukan: . Bagaimana tafsir al-Quran Q. An-Nahl Ayat 90-93. Bagaimana konsep pendidikan karakter dalam al-Quran Q. An-Nahl Ayat 90-93?. Bagaimana implementasi pendidikan karakter dalam al-Quran An-Nahl Ayat 90-93?. Tiga pertanyaan ini dianggap penting untuk menunjukan bahwa konsep pendidikan islam tidak terlepas dari konsep pendidikan dalam al-Quran. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan . ibrary researc. yang berjenis deskriptif kualitatif. Library research adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, informasi dan berbagai data lainnya yang terdapat dalam kepustakaan (Subagyo, 1. Penelitian ini didukung oleh sejumlah data yang bersumber dari berbagai literature seperti buku, jurnal, skripsi, thesis dan disertasi. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif, maka dalam penelitian ini Al-qurAoan dianggap sebagai data yang berbicara. Proses analisis data diawali dengan menelaah dan mengkaji data yang telah terkumpul, baik dari Alquran ataupun sumber-sumber lain yang relevan dengan judul penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum QS. An-Nahl Ayat 90-93 aA OaOAaOe a eN a NA-- AaEO aIA a AcEEa aOeI aE ae e aE O auE eA AN IA a AI aOuaOa aO Ee aC ea aOOa eI aNO a aI Ee aA eA eAacA a AcEE uaa aA a ea a ca A aOE aeII aE a aOEea e aO Oaa aE eI E aaEac aE eI aA a a Aua acI NA a a a A a eaaEa aII e a Ca acOs aI aEU aA a aAOe EaeOa aI e a aOEA Aac aO aIA e AA AcEEa aEaOe aE eI aE aAOEU ua acI NA AO aN aOCa e aaEea aI NA a A aOEa a aEOIaOe aEEacaa Ia aCA-- AaI aI a eAaEaO aIA a AaOEa aI aCA e a a AcEEa Oa eEA UAcEEa aaEaaEa aE eI acaIA A aOE eaO a NA-- AcEEa aN aOEaOaa ONaIa acI Ea aE eI Oa eO aI EeCOa aI aI aEIa eI AON aeaE aAO aIA AaeOaIa aE eI a aEU a eO Ia aE eI aI a aEO aI acaIU N aO eaa I eI acaI uaacIa Oa e EaOaE aI NA aAOA a A aU OEEaI OA -- AaI a acI aEIa eI a e aIEaO aIA ca Aa aOEaa eaEA a a aOOa eN aO aII OA a aA IE aII OA a a Sesungguhnya Allah Menyuruh . berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia Melarang . perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia Memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah Ade Chairil Anwar Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. 2, 2024 seba-gai Saksimu . erhadap sumpah it. Sesungguhnya Allah Mengetahui apa yang kamu perbuat. Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah . mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Allah hanya Menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan Dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. Dan jika Allah Menghendaki niscaya Dia Menjadikan kamu satu umat . , tetapi Dia Menyesatkan siapa yang Dia Kehendaki dan Memberi petunjuk kepada siapa yang Dia Kehendaki. Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. (Q. An-Nahl . : 90-. Secara umum, surat ini tergolong ke dalam surat makiyyah kecuali tiga ayat terakhir dengan jumlah ayat sebanyak 128 ayat. Diturunkan berkaitan dengan waktu Rasulullah kembali dari perang uhud. An-Nahl berarti AolebahAo, surat ini dinamai demikian karena dalam surat ini terdapat ayat yang membahas lebah, seperti dalam ayat 68 yang artinya. AuDan Tuhanmu yang mewahyukan kepada lebahAy. Dinamai juga demikian karena kebermanfaatan lebah bagi manusia, sehingga ada makna tersirat yaitu persamaan antara makna inti yang terkandung dalam al-QurAoan dengan madu yang dihasilkan lebah. Terdapat kesamanaa antara makna inti alQuran dan madu yang dihasilkan. Al-Quran sebagai intisari dari dari kitab-kitab terdahulu yang diturunkan kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad dan ditambah syariat yang sesuai dengan kebutuhan oleh manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, sedangkan madu berasal dari bunga yang menjadi obat bagi manusia (Departemen Agama RI, 2. Turunnya ayat ini tidak lepas dari Asbab Nuzulnya. Secara etimologi, kata asbab al-nuzul berarti ayatayat al-QurAoan yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad SAW secara berangsur-angsur bertujuan untuk memperbaiki aqidah, ibadah, akhlak dan pergaulan manusia yang sudah menyimpang dari kebenaran. Karena itu, dapat dikatakan bahwa terjadinya penyimpangan dan kerusakan dalam tatanan kehidupan manusia merupakan sebab diturunkannya al-QurAoan. Asbab al-nuzul . ebab turun aya. dalam konteks ini dapat difahami sebaia fenomena yang terjadi di masa itu dan berkaitan dengan diturunkannya ayat tertentu (Djalal. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa. Rasulullah selalu membaiAoat orang yang baru masuk dan memeuk agama islam. Kebiasaan ini yang menjadi sebab turunnya ayat ini. Dalam ayat-ayat ini ditegaskan bahwa seorang yang memeluk agama islam kemudian sudah berbaiAoat kepada Rasul, jangan sekali-kali untuk mengingkari baiAoat . Diturunkannya ayat ini memerintahkan keada semua orang yang sudah berbaiAoat kepada Rasul untuk memegang dan mempertahankan janjinya, serta melaksanakan dan mempertahankan keislamannya dengan konsekwen dalam berbagai kondisi (Mahali, 1. Pandangan Mufassirin Terhadap QS. An-Nahl Ayat 90 Al-Maraghi Ayat ini, secara umum dianggap sebagai ayat yang mengandung tiga dasar pokok dari konsep kebaikan dan tiga dasar pokok dari konsep keburukan. Tiga kebaikan universal itu adalah al-Aoadl, al-ihsan dan al-tA sementara tiga keburukan itu adalah al-fasyA, al-munkar dan al-bagya. Tidak ada kebaikan atau pun keburukan yang keluar dari tiga prinsip ini (Al-Hamdi, 2. Al-Maraghi mula-mula memberikan definisi terhadap enam kata kunci yang disebutkan pada ayat ini. AlAoAdl (A )EEAadalah kesetaraan atau keseimbangan setiap sesuatu tanpa adanya pengurangan maupun pengurangan . l-musAwah f kulli syaiAoin bilA ziyAdah wa lA nuqan fh. Sedangkan al-iusAn (A ) uEIAadalah membalas kebaikan lebih dari kebaikan tersebut dan membalas keburukan dengan memberikan permaafan . uqAbalah al-khair bi akar minhu wa al-syarr bi al-Aoafwi Aoanh. Adapun al-tA yang disandingkan dengan al-qurbA adalah memberikan kepada kaum kerabat hak-hak mereka dalam bentuk silaturahmi dan tindak kebaikan (IAoA`u al-aqArib uaqqahum min al-ilah wa al-bir. Inilah makna bahasa dari nilai pokok kebaikan yang dijelaskan oleh al-Maraghi (Al-Maraghi, 1. Tiga selanjutnya adalah ul al-syarr, yaitu: . al-fausyA`, yang diartikan sebagai segala sesuatu yang dianggap buruk, baik itu perkatan maupun perbuatan . A qubiua min al-qaul wa al-fiAoi. Dengan definisi yang bersifat umum ini, al-Maraghi banyak mencakupkan maknanya pada tindakan seperti perbuatan zina minum khamr, tamak, rakus, dan pencurian, atau dengan sederhana setiap tindakan buruk, baik berskala kriminalitas maupun keburukan yang tidak digolongkan sebagai tindak kriminal juga masuk pada kategori ini. Adapun almunkar adalah segala sesuatu yang ditolak oleh akal yang sehat, seperti tindak kekerasan dalam bentuk fisik, pemukulan, pembunuhan dan kelaliman kepada orang lain . A tunkiruhu al-Aouql min dawAAo al-quwwah alghadabiyyah ka al-sarb al-syadd wa al-qatl wa al-taAwal AoalA al-nA. Sementara tindakan al-bagy lebih Ade Chairil Anwar Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. 2, 2024 kepada tindakan dominansi kepada orang lain dengan melakukan kekerasan kepada mereka dengan hasrat kezhaliman dan bentuk permusuhan . l-istAolA` AoalA al-nAs wa at-tajabbur Aoalaihim bi al-eulm wa al-AoudwA. (Al-Maraghi, 1. Pendefinisian ini menunjukkan bahwa bagi al-Maraghi ketiga istilah itu berjejer secara hirarkis di mana al-fausyA lebih umum dari pada al-munkar dan al-bagy lebih khusus dari al-munkar. Setelah menjelaskan maknanya secara perkata, al-Maraghi kemudian merekonstruksi makna global ayat tersebut dengan melakukan pertalian . unasAba. dengan ayat sebelumnya dan ayat setelahnya. Ia menjelaskan bahwa di ayat sebelumnya Allah telah memberi janji gembira kepada orang beriman dan ancaman kepada orang kafir. Kemudian reward and punishment itu ditegaskan kembali. Sehingga pada ayat ini Allah kemudian menunjukkan ciri orang beriman yang berhak mendapatkan janji balasan itu, dan kriteria kekafiran yang mengakibatkan orang tergolong sebagai yang diancam Allah. Oleh karena itu, di ayat 90 menyebutkan tiga kata kunci . dil, ihsan dan berbag. tadi sebagai tiga peristilahan yang menghimpun akhlak mulai dan adab baik, begitu juga tiga kata kunci . ahsya, munkar dan bagy. sebagai tiga istilah yang mengumpulkan segala bentuk keburukan. Lalu diakhir ayat Allah menutup dengan perkataan wallahu yaAoieukum laAoallakum taakkarn, yang menurut al-Maraghi adalah dorongan agama untuk meingandahkan nilai-nilai dasar akhlak dan adab tersebut, karena hal itulah . i ayat selanjutny. yang akan menjadi pangkal stabilitas keadaan jiwa manusia, stabilitas ummat dan bangsa . lAh uAl al-nufs wa alAh uAl al-umAm wa al-syuAo. (Al-Maraghi, 1. Al-Misbah Ayat ini menjelaskan tentang perintah Allah agar senantiasa dan senantiasa untuk berlaku adil dalam berbagai kegiatan dan perbuatan serta mengutamakan yang paling baik diantara yang baik. Memberikan yang terbaik untuk sesama manusia dan yang paling dekat adalah keluarga. Pemberian ini yang akan memperkuat jalinan cinta dan kasih sayang diantara sesama anggota keluarga. Selain perintah untuk berbuat baik, ayat ini pun meberikan larangan untuk melakukan kejelekan, pelanggaran, dan semua yang termasuk ke dalam kategori Peintah dan larangan yang Allah berikan bertujuan untuk menghadirkan kebaikan dan kemaslahatan dalam kehidupan manusia, karena kehiduan manusia harus bersandar pada apa yang tertuliskan dalam al-Quran dan sunnah. Narasi yang digunakan dalam ayat ini menggunakan nama-Nya yang mengindikasikan pentingnya melaksanakan pesan yang terkandung di dalamnya, bahwa: Allah memerintahkan kepada seluruh manusia untuk berlaku adil dalam berbagai aspek kehidupan baik secara perbuatan ataupun perkataan. Adil diperuntukan untuk tindakan atau ucapan kepada orang lain, dan ihsan diperuntukan untuk memanej tindakannya sendiri. Namun, melalui ayat ini Allah memberikan pesan bahwa berbuat baik lebih baik dari berbuat ihsan. Diantara perbuatan baik yang Allah perntahkan adalah membantu sesama selagi mampu dengan penuh ketulusan dan keikhlasan kepada Allah. Selain perintah, ayat ini pun memberikan larangan kepada manusia untuk menjauhi perbuatan keji, munkar, dan seluruh dosa dengan segala keyakinan bahwa tindakantindakan yang termasuk dosa itu sudah pasti di larang oleh Allah. Dosa yang termask fahsya diantaranya adalah zina dan homoseksual. Adapun dosa yang termasuk kemunkaran adalah segala sesuatu yang bertantangan dengan nilai agama, dan adat isitiadat seperti penganiayaan dan tindakan yang melampaui batas kewajaran Perintah dan larangan yang Allah berikan dalam narasi berdekatan memberikan pelajaran bahwa segala sesuatu yang terjadi harus bisa diambil pelajaran dan senantiasa menebar kebajikan serta kebermanfaatan (Shihab, 2. Ayat ini pun menjelaskan tentang perintah Allah untuk menepati janji yang telah diikrarkan, terlebih sumpah yang mengatasnamakan Allah. Jangan sekali-kali mencoba untuk membatalkan janji dan sumpah yang telah diikrarkan. Betapa ruginya ketika menjadikan Allah sebagai saksi dalam janji dan sumpah tetapi kemudian janji dan sumpah itu dilanggar juga. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang dilakukan, diucapkan, yang bersifat rahasia, nyata dan seluruh tindakan serta ucapan kita (Shihab, 2. Dalam ayat ini, membatalkan sumpah menggunakan kata (A )UCOAtanqudhu yang berarti melakukan tindakan atau ucapan yang tidak sesuai dengan ikrar sumpah/janji. Sedangkan janji/sumpah menggunakan kata (A )N NEEAbiAoahd Allyh yang berarti perjanjian atas nama Allah yang diucapkan di hadapan Nabi Muhammad SAW untuk tidak mempersekutukan Allah serta tidak melanggar perintah Nabi SAW yang mengakibatkan mereka durhaka. Redaksi ayat ini mencakup segala macam janji dan sumpah serta ditunjukkan kepada siapa pun dan dimana pun mereka berada (Shihab, 2. Ade Chairil Anwar Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. 2, 2024 Al-Jalalain (Sesungguhnya Allah menyuruh kalian berlaku adi. bertauhid atau berlaku adil dengan sesungguhnya . an berbuat kebaika. menunaikan fardu-fardu, atau hendaknya kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya sebagaimana yang telah dijelaskan oleh hadis . epada kaum keraba. mereka disebutkan secara khusus di sini, sebagai pertanda bahwa mereka harus dipentingkan terlebih dahulu . an Allah melarang dari perbuatan kej. yakni zina . an kemungkara. menurut hukum syariat, yaitu berupa perbuatan kekafiran dan kemaksiatan . an permusuha. menganiaya orang lain. Lafal al-baghyu disebutkan di sini secara khusus sebagai pertanda, bahwa ia harus lebih dijauhi. dan demikian pula halnya dengan penyebutan lafal al-fahsyaa (Dia memberi pengajaran kepada kalia. melalui perintah dan larangan-Nya . gar kalian dapat mengambil pelajara. mengambil pelajaran dari hal tersebut. Di dalam lafal tadzakkaruuna menurut bentuk asalnya ialah huruf ta-nya diidghamkan kepada huruf dzal. Di dalam kitab Al-Mustadrak disebutkan suatu riwayat yang bersumber dari Ibnu Masud yang telah mengatakan, bahwa ayat ini yakni ayat 90 surah An-Nahl, adalah ayat yang paling padat mengandung anjuran melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan di dalam Alquran (Asy-Syuyuthi and Al-Mahalliy, n. Konsep Pendidikan Karakter Terminologi karakter dalam pendidikan Islam dikenal dengan istilah akhlak. Akhlak merupakan bahasa arab dan bentuk jamaAo dari AukhuluqunAy yang berarti tabia, tingkah laku, budi pekerti atau perangai. Akhlak tidak hanya berlaku dalam hubungan antar makhluk tetapi juga hubungan antara makhluk dan khaliq (Alla. (Fauziah dan Roestamy, 2. Karakter biasa diartikan dengan budi pekerti atau akhlak, sifat kejiawaan, tabiAoat dan waktak yang menjadi pembeda antara dirinya dengan orang lain (Marzuki, 2. Karakter lebih baik daripada bakat, sehingga karakter yang baik tentu lebih layak mendapat pujian dari bakat yang luar biasa. Semua skill yang dimiliki oleh manusia adalah anugerah dari Allah. Karakter, skill itu harus dikembangkan sedikit demi sedikit dengan usaha yang dibarengi dengan keberanian (Megawangi, 2. Akhlak atau karakter merupakan tindakan yang tidak terpikir dan refleks ketika melakukan sesuatu. Apa yang dilakukan dan apa yang diucapkan dari lisan adalah bentuk spontanitas seseorang. Dengan kata lain, ketika seseorang melakukan sesuatu dengan banyak berfikir berarti itu bukan akhlak, karena akhlak ada dan berada di setiap jiwa manusia. Dalam hal ini, pendidikan karakter bisa diartikan sebagai upaya berlatih jiwa, fisik, dan mental untuk melahirkan manusia-manusia yang bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbudaya tinggi, menunjung tinggi nilai-nilai kebenaran yang dibawa oleh tuhan (Abdullah. Esensi dari pendidikan bukan hanya sekedar interaksi yang terjadi di ruang kelas antara guru dan murid atau upaya untuk mewujudkan kondusifitas pembelajaran di ruang kelas tetapi lebih dari pada itu (Fadilah et al, n. Pendidikan tidak sebatas menambah pengetahuan, mendapatkan pencerahan tetapi menjadi perantara seseorang melaju ke arah yang lebih baik. Pendidikan karakter atau pendidikan akhlak ialah proses internalisasi nilai-nilai kebaikan dan akhlak mulia ke dalam diri siswa sehingga nilai-nilai itu mengkristal dan tertanam dalam jiwa serta pola pikir. Setiap tindakan dan ucapannya, serta interaksinya baik dengan sesama manusia ataupun dengan alam tidak terlepas dari ketaatannya kepada Allah. Dalam perspektif islam, pendidikan akhlak ini tercerminkan dalam setiap tindakan yang berusaha untuk berpegang dan menjalankan setiap kebaikan serta menjauhi kemunkaran kan kejelekan (Hafidz dan Kastolani, 2. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya pendidikan, karena pendidikan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan. Kehidupan tanpa dibarengi dengan pendidikan hanya akan melahirkan generasi yang bodoh dan mudah utuk dibodohi bangsa lain yang memiliki pengetahuan Namun selain pendidikan, yang harus menjadi perhatian bersama adalah akhlak. Jaya dan hancurnya suatu bansa akan sangat ditentukan oleh akhlak yang dimiliki oleh peserta didik nya (Nata, 2. Pendidikan karakter menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh para guru untuk mengajarkan dan menularkan nilai-nilai kehidupan kepada murid-muridnya. Karena seorang individu yang berkarakter pasti akan melakukan dan memberikan yang terbaik baik untuk sesama manusia ataupun ibadah terbaik di hadapan Allah (Saepuddin, 2. Pendidikan karakter sejalan dengan konsep pendidikan dalam islam, hal ini bisa dilihat dari orientasi pendidikan islam bahwa hakikat dari proses belajar mengajar adalah beribadah kepada Allah. Proses pembelajaran yang tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi mengenalkan juga proses penciptaan, pertumbuhan, pemeliharaan manusia adalah dilakukan oleh Allah, dan tugas manusia adalah beribadah serta memberikan kebermanfaatan kepada sesama manusia. Melihat dasar itu, tentu bahwa hakikat pendidikan adalah menggali, melatih, membimbing skill yang dimiliki siswa agar siswa bisa tumbuh dan berkembang Ade Chairil Anwar Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. 2, 2024 menjadi manusia yang seutuhnya dengan kepribadian muslim sejati dan menjadi hamba yang taat (Yunus and Kosmajadi, 2. Dalam Undang-undang No. 20 tahun 20003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan: AuPendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan NegaraAy (Anon, 2. Peserta didik harus berubah ketika sudah mengalami proses Perubahan ini berlaku baik secara personal ataupun secara komunal (Maunah, 2. Secara umum, pendidikan karakter atau pendidikan akhlak bertujuan untuk menciptakan orang-orang yang selalu berada dalam jalan kebenaran sehingga menciptakan tatanan kehidupan yang baik. Kehidupan dengan masyarakat yang selalu memegang nilai-nilai kebaikan, keadilan dan mengedepankan musyawarah. Akhlak atau karakter manusia akan dianggap baik dan mulia jika mencerminkan nilai-nilai yang terdapat dalam al-Quran, maka tujuan pendidikan akhlak adalah menghadirkan akhlak yang mulia dalam kehidupan bermasyarakat (Mahmud, 2. Seperti sudah disinggung sebelumnya, pendidikan karakter berarti menanamkan nilai-nilai kebaikan ke dalam jiwa murid. Maka untuk mencapai hal ini harus dicontohkan oleh para guru, karena anak-ana atau siswa akan melihat dan meniru setiap yang ia temui di sekelilingnya. Tindakan baik yang dicontohkan oleh guru, secara tidak langsung akan diikuti oleh murid sehingga melahirkan anak dengan moral yang baik pula. Seperti diungkapkan oleh Ibn Sina, bahwa kehidupan adalah akhlak dan tidak ada kehidupan jika tanpa akhlak (Assegaf, 2. Tabel 1. Perbedaan Akhlak. Etika, dan Moral Aspek Akhlak Etika dan moral Sumber kebenaran wahyu . l-QurAan dan hadi. kebudayaan yang dilandasi oleh hasil pemikiran manusia Obyek benar dan salah, haq dan bathil, serta maAoruf dan baik dan buruk . idak selalu sama dengan penafsiran menurut akhla. Cakupan berlaku umum dan universal, tidak terikat waktu dan tempat terikat oleh waktu dan tempat, serta adat kebiasaan yang berlaku Sumber: Tim Dosen PAI UNM . Nilai Pendidikan Karakter dalam QS. An-Nahl Ayat 90 Dalam al-Quran Q. An-Nahl ayat 90 setidaknya terdapat beberapa kandungan nilai-nilai pendidikan. AoAdil Kata (A )EEAal-Aoadl berasal dari kata (AAo )EAadala yang terdiri dari huruf Aoain, dal dan lam. Secara makna, kata itu memiliki dua makna, yaitu lurus/sama dan bengkok/berbeda. Seorang yang berlaku adil tidak menggunakan ukuran ganda atau ukuran yang selalu sama dalam setiap tindakannya sehingga sikapnya selalu Ukuran yang selalu sama itu berimplikasi terhadap sikap seorang adil tidak pernah berpihak ke salah satu dalam menyikapi perselisihan (Shihab 2009:. Sikap adil ini berlaku dalam berbagai hal, seperti seimbang dalam pemasukan dan pengeluaran, berkata yang bijak, keputusan yang adil, dan pembagian yang merata. Pun demikian dalam kehidupan bersosial dengan masyarakat tidak membedakan satu sama lain baik dalam asal-usul, aliran, agama, etnis, golongan, pro-kontra ataupun kelompok sosial (Rahmawati, n. Ihsan Kata Ihsan (A )uEIApun berasal dari Bahasa arab yang digunakan dalam dua keadaan. pertama, memberi nikmat kepada pihak lain, dan yang kedua adalah perbuatan baik. Oleh sebab itu, makna ihsan lebih luas dari sebatas ungkapan Aumemberi nikmat atau nafkahAy. Makna ihsan pun lebih tinggi dari maknaAuadilAy, karena adil Ade Chairil Anwar Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. 2, 2024 adalah Aumemperlakukan orang lain sama dengan pelakunya terhadap AndaAy, adapun ihsan adalah memberlakukan orang lain lebih dari perlakuan terhadap diri sendiri. Dalam urusan lain, adil ialah memberikan seluruh hak orang lain atau mengambil seluruhnya hak kita, adapun ihsan mengambil lebih sedikit dari yang menjadi hak kita dan memberi lebih dari yang menjadi hak orang lain (Shihab, 2. Ihsan bisa menjadi tolok ukur kulaitas amal seorang hamba di hadapan Allah. Seorang hamba yang memiliki sikap ihsan akan mengerjakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan berdampak terhadp kehidupannya bukan sebatas menggugurkan kewajiban ibadahnya semata. ItaAo Kata itaAo (A )uOAberasal dari kata (-AO OOA,) yang bermakna pemberian (Shihab, 2. Memberikan bantuan, saling tolong menolong adalah kewajiban setiap muslim terhadap muslim lainnya jika ada kerabat atau orang lain yang membutuhkan. Bentuk bantuan yang diberikan bisa dalam bentuk apapun, baik secara materi yang berbentuk uang atau imateri yang berbentuk jasa seperti membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi atau gotong royong dalam membangun rumah. Fahsya dan Munkar Kata fahsya (A )EAAdalam ayat ini bisa dimaknai dengan keji atau setiap tindakan, ucapan, perbuatan yang dinilai jelek oleh akal dan jiwa yang sehat serta berimplikasi buruk terhadap diri dan lingkungannya. Adapun kata al-munkar (A )EUIIEAmemiliki makna tidak dikenal dan diingkari. Dalam berbagai narasi, kata almunkar selalu berhadapan dengan kata al-maAoruf yang berarti dikenal. Ini bermakna, kata al-munkar merupakan kebalikan dari kata al-maAoruf, seperti dalam ungkapan AoBila maAoruf tidak dikerjakan, akan berlaih menjadi munkar dan sebaliknya bila munkar sering dikerjakan akan dinilai menjadi maAorufAo (Shihab 2009:. Al-Baghy Kata al-Baghy (A )EOAberasal dari kata (A )Ayang berarti penganiayaan. Secara Bahasa, bagha memiliki arti menuntut atau meminta hak kepada pihak lain dengan cara yang tidak wajar. Kata ini berlaku dalam seluruh aspek yang melanggar hak baik itu dalam aspek social, pencurian, perampokan atau bahkan menggunakan dalih menegakan hukum tetapi dengan cara yang melampaui batas wajar (Shihab, 2. Pendidikan karakter atau akhlak adalah jiwa inti dari pendidikan islam. Hal ini senada dengan tujuan utama proses pendidikan islam, yaitu upaya yang optimal untuk mencapai akhlak yang baik. Oleh karena itu pendidikan Akhlak menepati posisi yang sangat penting dalam pendidikan Islam, sehingga setiap aspek proses pendidikan Islam selalu dikaitkan dengan pembinaan akhlak yang mulia (Makbullah, 2. Implementasi Pendidikan Karakter dalam al-Quran Surat An-Nahl Ayat 90-93 Pendidikan agama islam mencakup teori dan praktik tentang pengajaran dan penerapan nilai-nilai agama. Secara teoritis, peserta didik harus bisa memahami semua yang berkaitan dengan nilai agama yang berdasarkan kepada al-Quran dan hadis, dan secara praktik peserta didik mampu dan berani untuk menjalankan nilai-nilai itu dalam kehidupannya. kemudian dari praktiknya siswa diharapkan mampu mengimplementasikan teori dalam kehidupan sehari-hari. Pembicaraan al-Quran tidak sebatas berkutat dalam kajian teologis, seperti tuhan. Rasul, akhirat, kehancuran alam semesta. Tapi juga pembicaraan yang meluas seperti amar maAoruf nahyi munkar, pembinaan generasi muda, ilmu pengetahuan, masalah pendidikan, bahkan penegakan kedisiplinan (Yahya, 2. Al-Syaibany (Al-Syaibany, 1. menjelaskan bahwa konsep dasar pendidikan islam berbanding lurus dengan tujuan islam itu sendiri. Karena keduanya memiliki sumber yang sama, yaitu al-Quran dan hadis. Para pemikir pendidikan islam pun memiliki pandangan yang sama, sehingga atas dasar pemikiran ini para pemikir melakukan pengembangan terhadap pendidikan islam yang bersandar pada dua sumber di atas. Dalam pengembangannya, tentu tidak sendiri tetapi juga dibantu oleh disiplin ilmu lain salah satunya adalah pendekatan tafsir, ijtihad, ijmaAo, dan qiyas. Titik keberangkatan inilah yang kemudian melahirkan satu rumusan pemahaman yang komprehensif untuk melihat manusia, masyarakat, bangsa, bahkan alam semesta. Konsep yang terdapat dalam al-Quran tentunya wajib untuk diimplementasikan, atau upaya penanaman akidah islam kepada para siswa sebegai generasi muda islam yang harus bisa menghayati, memahami, dan meyakini kebenaran ajaran islam. Tidak berhenti disana, tetapi siswa juga harus dibekali dengan keberanian untuk mengamalkan ajaran islam dimanapun dan kapanpun. Ade Chairil Anwar Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. 2, 2024 Jika menyaksikan fenomena terkini, terdapat di media sosial dan lainnya, yaitu banyaknya penceramah, guru, tokoh agama atau politik, mereka sering menyampaikan ujaran kebencian, berita yang tidak benar . , memprovokasi masyarakat agar tertanam kebencian, hasud dan fitnah, padahal seharusnya mereka memberikan pencerahan yang membuat hati terasa damai dan nyaman serta memberikan keilmuan yang mudah diamalkan dan harusnya mereka itu bisa dijadikan suri tauladan. Dikalangan pelajar juga sering kali kejadian tawuran, perzinaan, narkotika dan sifat-sifat yang tidak terpuji, semua itu adalah sebuah persoalan besar yang dihadapi oleh bangsa ini dan harus cepat direaksi dan dicarikan solusi, agar tidak mentradisi dan berkembang lebih besar lagi, juga adanya konflik dan ketidak nyamanan hidup. Hadirnya model pendidikan perdamaian sebagai terobosan dan jalan keluar, karena kedamaian, kenyamanan dan kesejahtetaan serta kemakmuran merupakan cita-cita luhur bagi setiap manusia, untuk itu bila cita-cita ingin terlaksana dengan sukses, hendaknya pendidikan perdamaian harus diajarkan kepada peserta didik sejak dini. Karenanya, pendidikan yang bernafaskan Islam sebagai jawaban dan kontribusi dari permasalahan yang dialami oleh bangsa khususnya umat Islam. Akhlak al-karimah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sanggup meredam pihak-pihak yang bersetru dan bertikai sampai akhirnya tidak ada persetruan dan pertikaian, karena sesungguhnya akhlak yang mulia dapat menciptakan kasih sayang untuk seluruh alam . ahmatan lil Aoalamii. , dan kasih sayang tersebut bisa diwujudkan dengan cara memahami ajaran dan pendidikan Islam dengan baik dan menjadikan manusia yang berbudi luhur dan bermartabat. Suri tauldan Nabi Muhammad SAW dalam proses pembelajaran adalah perwujudan model yang sempurna, baik dari segi ucapan maupun tingkah laku, karena sesungguhnya apa yang diucapkan dan apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW adalah wahyu Ilahi yang tidak ada unsur hawa Seperti dalam kandungan ayat di atas, maka pendidikan agama islam berusaha untuk mewujudkan anak didik yang berkarakter. Modal karakter ini yang manjadikan seseorang memiliki integritas di masa yang akan Dalam perspektif al-Quran surat An-Nahl ayat 90, setidaknya peserta didik memiliki sikap adil, ihsan, dan memberikan bantuan kepada sesame sehingga bisa melahirkan tatanan kehidupan yang baik. Namun, dibalik itu terdapat sikap yang mesti dijauhi oleh setiap peserta didik, seperti fahsya, munkar, dan baghy yang tergolong kepada akhlak tercela . PENUTUP Berdasarkan uraian pada pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa. Para mufassir cenderung sama dalam menafsirkan surat An-Nahl ayat 90 ini, baik dalam tafsiran al-maraghi, al-misbah dan al-jalalain. Ketiganya menjelaskan bahwa ayat ini berisi tentang perintah dan larangan. Perintah untuk memiliki sikap adil, ihsan dan ita' . iap membantu sesam. serta larangan untuk terjauh dari sikap fahsya, munkar, dan baghy. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam surat An-Nahl ayat 90 adalah: . adil dalam melihat segala realitas kehidupan karena memiliki satu standar kebenaran yaitu al-Quran dan sunnah. ihsan, atau memperlakukan orang lain lebih dari memperlakukan diri sendiri sebagai tolok ukur kualitas ibadah di hadapan Allah. ita', yaitu memberikan bantuan kepada orang lain sehingga bisa menebar kebermanfaatan kapan saja dan dimana saja ia berada. Selanjutnya, terjauh dari serbagai sikap seperti: . fahsya, sebagai tindakan yang menyalahi norma agama dan norma sosial. munkar sebagai tindakan yang banyak diigkari dan dijauhi. baghy, tindakan penganiayaan atau tindakan yang melampaui batas sehingga menghadirkan kejelekan baik secara personal maupun komunal. Pendidikan agama islam mencakup dua aspek, yaitu teoritis dan praktik. secara teori, siswa memiliki pemahaman tentang nilai-nilai agama dan secara praktik berani untuk mengimplementasikannya. Pun dengan pendidikan karakter yang terdapat dalam surat An-Nahl ayat 90, mesti ditanamkan sejak dini sehingga ketika menginjak usia dewasa para siswa memiliki sikap yang baik . dil, ihsan, dan ita'), serta terjauh dari sikap jelek . ahsya, munkar dan bagh. DAFTAR PUSTAKA