Al-Mishbah Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi I Vol. 21 No. 1 (Januari Ae Juni 2. I P. 39 - 44 MEMBANGUN DAKWAH BERBASIS AKHLAK: ANALISIS HADIS TENTANG ADAB BERKOMUNIKASI DI TENGAH TANTANGAN MODERNITAS Nur Rahmat1 Muh. Tasbih2 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar 2Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar nurrahmat2285@gmail. com, 2 muh. tasbih@gmail. Keywords Da'wah. Morals. Communication Manners. Modern Challenges Kata kunci Dakwah. Akhlak. Adab Komunikasi. Tantangan Modern Abstract Communication is a key element in Islamic da'wah, especially in the modern era marked by advances in information technology and rapid social change. This article aims to examine morality-based da'wah by emphasizing the importance of communication manners as taught by the Prophet Muhammad PBUH in hadith. Through a qualitative approach with a content analysis method on relevant hadiths, this study identifies the principles of Islamic communication, such as honesty, empathy, gentleness, and respect for differences. In addition to discussing these principles, this article also highlights the challenges of da'wah in the modern era, including social polarization, the spread of hoaxes, and low digital literacy. These challenges affect the effectiveness of da'wah, so a thoughtful approach is needed in using technology and conveying Islamic messages in a relevant and ethical manner. The results of the study show that the application of hadith-based communication manners can increase the effectiveness of da'wah as well as become an ethical solution in responding to the dynamics of modern society. This article is expected to make an academic and practical contribution, especially for dai, academics, and da'wah practitioners, in developing communication methods that are relevant to the needs of the times without abandoning Islamic values. Abstrak Komunikasi adalah elemen utama dalam dakwah Islam, terutama di era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi informasi dan perubahan sosial yang pesat. Artikel ini bertujuan mengkaji dakwah berbasis akhlak dengan menekankan pentingnya adab komunikasi sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam hadis. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap hadis-hadis relevan, penelitian ini mengidentifikasi prinsip komunikasi Islami, seperti kejujuran, empati, kelembutan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Selain membahas prinsip-prinsip tersebut, artikel ini juga menyoroti tantangan dakwah di era modern, termasuk polarisasi sosial, penyebaran hoaks, dan rendahnya literasi digital. Tantangan ini memengaruhi efektivitas dakwah, sehingga diperlukan pendekatan yang bijaksana dalam menggunakan teknologi dan menyampaikan pesan Islami secara relevan dan etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan adab komunikasi berbasis hadis dapat meningkatkan efektivitas dakwah x Membangun dakwah berbasis akhlak: analisis hadis tentang adab berkomunikasi di tengah tantangan modernitas Jurnal Al-Mishbah Vol. 20 No. Jan-Juni 2025: pp 39-44 sekaligus menjadi solusi etis dalam merespons dinamika masyarakat Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi akademis dan praktis, terutama bagi dai, akademisi, dan praktisi dakwah, dalam mengembangkan metode komunikasi yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Pendahuluan Dakwah merupakan upaya menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat dengan tujuan mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan. Dalam konteks ini, komunikasi memegang peranan penting sebagai media penyampaian pesan dakwah. Efektivitas dakwah sangat ditentukan oleh bagaimana pesan tersebut disampaikan, terlebih di era modern yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi yang pesat dan perubahan sosial yang kompleks. Teknologi digital telah mengubah pola komunikasi manusia, menciptakan tantangan dan peluang baru dalam dakwah Islam. Salah satu aspek penting dalam dakwah adalah adab komunikasi, yang menekankan pentingnya etika dan tata cara berkomunikasi sesuai dengan ajaran Islam. Adab ini tercermin dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang memberikan panduan tentang bagaimana berbicara dengan jujur, menunjukkan empati, bersikap lembut, serta menghormati perbedaan. Prinsip-prinsip ini tidak hanya relevan dalam konteks dakwah tradisional, tetapi juga menjadi panduan bagi para dai dalam menggunakan media digital untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman. Namun demikian, dakwah di era modern menghadapi berbagai tantangan yang tidak dapat diabaikan. Polarisasi sosial yang semakin tajam, maraknya penyebaran informasi palsu . , serta rendahnya literasi digital menjadi hambatan dalam menciptakan komunikasi yang efektif dan produktif. Situasi ini tidak hanya memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap pesan dakwah, tetapi juga menciptakan potensi disinformasi yang merusak citra Islam. Adab komunikasi yang berlandaskan hadis menawarkan solusi etis dalam menghadapi tantangan tersebut. Panduan ini menekankan pentingnya membangun komunikasi yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai Islami. Dengan cara ini, dakwah dapat memainkan perannya sebagai sarana transformasi sosial yang positif di tengah dinamika masyarakat modern. Agus Hermanto. Teknologi dan Dakwah Islam: Peluang dan Tantangan di Era Digital (Jakarta: Pustaka Islam, 2. , hlm. Muhammad ibn Ismail al-Bukhari. Sahih al-Bukhari. Kitab al-Adab. Bab Keutamaan Berkata Jujur (No. Hadis: 6. Azyumardi Azra. Islam Substantif: Dialog tentang Islam. Demokrasi, dan Kebebasan (Bandung: Mizan, 2. , hlm. Dewi Sartika, "Literasi Digital dalam Dakwah: Studi Kasus pada Komunitas Dai Milenial," Jurnal Komunikasi Islam 10, no. : 158-160. x Membangun dakwah berbasis akhlak: analisis hadis tentang adab berkomunikasi di tengah tantangan modernitas Jurnal Al-Mishbah Vol. 20 No. Jan-Juni 2025: pp 39-44 Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan adab komunikasi berbasis hadis dalam konteks dakwah modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis isi . ontent analysi. terhadap hadis-hadis yang relevan, penelitian ini berupaya menggali nilai-nilai etis yang dapat memperkuat dakwah sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan metode komunikasi Islami yang kontekstual dan Pada akhirnya, penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi teoretis dalam kajian dakwah, tetapi juga menawarkan panduan praktis bagi para dai, akademisi, dan praktisi dakwah. Dengan demikian, dakwah Islam dapat terus relevan, adaptif, dan tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam yang universal. Metode Penelitian Penelitian ini adalah studi kepustakaan . ibrary researc. yang menghimpun informasi yang relevan dengan topik dan masalah yang menjadi objek penelitian, informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lainnya. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi yang ada kaitannya dengan penelitian dengan cara menelaah dan menganalisis sumber-sumber tersebut dan mencatat hasilnya untuk dituliskan sesuai dengan hasil yang Hasil dan Pembahasan Urgensi Dakwah di Era Digital Dakwah merupakan sarana utama untuk menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia. Di era digital, peran dakwah menjadi semakin kompleks karena masyarakat terhubung melalui teknologi yang memungkinkan penyebaran informasi dengan cepat dan masif. Hal ini membawa dampak positif berupa luasnya jangkauan dakwah, tetapi juga menimbulkan tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak akurat dan potensi kesalahpahaman terhadap pesan Islam. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang bijaksana untuk menjawab tantangan-tantangan ini. Prinsip Adab Komunikasi dalam Islam Adab komunikasi dalam Islam bersumber dari ajaran Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Prinsip-prinsip seperti berbicara dengan jujur . awl sadi. , menunjukkan empati . , dan bersikap lembut . merupakan inti dari etika komunikasi Islami. Dalam surah An-Nahl ayat 125. Allah SWT memerintahkan Tarmizi Taher. Komunikasi Dakwah: Pendekatan dan Strategi (Yogyakarta: Gadjah Mada Press, 2. , hlm. Abdurrahman Wahid, "Analisis Hadis tentang Komunikasi Islami: Perspektif Dakwah Modern," Jurnal Studi Islam 15, no. : 95-97. Al-Qaradawi. Fiqh al-Da'wah: Qawa'id wa Adab wa Usus. 2002, hlm. x Membangun dakwah berbasis akhlak: analisis hadis tentang adab berkomunikasi di tengah tantangan modernitas Jurnal Al-Mishbah Vol. 20 No. Jan-Juni 2025: pp 39-44 berdakwah dengan hikmah dan pelajaran yang baik, serta berdialog dengan cara yang Prinsip ini relevan dalam segala bentuk komunikasi, termasuk melalui media Hadis-Hadis sebagai Sumber Panduan Komunikasi Nabi Muhammad SAW memberikan banyak contoh tentang komunikasi yang efektif dan santun. Dalam salah satu hadis, beliau bersabda: AuBarang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diamAy (HR. Bukhari dan Musli. Hadis ini menekankan pentingnya menjaga kualitas ucapan sebagai bagian dari adab komunikasi. Panduan ini menjadi landasan moral bagi para dai dalam menyampaikan pesan mereka dengan bertanggung jawab. Transformasi Dakwah dalam Konteks Teknologi Digital Teknologi digital telah mengubah pola interaksi manusia, termasuk dalam bidang Media sosial, podcast, dan video streaming menjadi alat utama dalam menyebarkan pesan-pesan keislaman. Namun, penggunaan teknologi ini harus disertai dengan pemahaman etis yang mendalam agar pesan dakwah tetap sesuai dengan prinsip Islam. Misalnya, dai perlu memeriksa validitas informasi yang disampaikan untuk menghindari penyebaran hoaks. Tantangan Polarisasi Sosial dalam Dakwah Polarisasi sosial yang terjadi di banyak masyarakat modern menjadi tantangan serius bagi dakwah Islam. Polarisasi ini sering diperparah oleh penggunaan media digital yang cenderung memisahkan individu ke dalam kelompok-kelompok ideologis yang Dalam situasi ini, adab komunikasi yang menekankan dialog dan penghormatan terhadap perbedaan sangat penting untuk meredakan ketegangan sosial. Meningkatkan Literasi Digital untuk Dakwah Literasi digital menjadi aspek penting dalam meningkatkan efektivitas dakwah Dai harus memahami bagaimana menggunakan teknologi dengan bijaksana, seperti memilih platform yang tepat, menyusun konten yang menarik, dan menyampaikan pesan yang mudah dipahami. Dalam hal ini, pelatihan literasi digital dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan para dai. Peran Empati dalam Komunikasi Dakwah Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan situasi orang lain. Dalam dakwah, empati memainkan peran penting untuk menjangkau hati audiens. Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik dalam menunjukkan empati, seperti dalam (Al-Ghazali. Ihya' 'Ulum al-Din. 2011, hlm. (Ibn Hajar al-Asqalani. Fath al-Bari bi Sharh Sahih al-Bukhari. 2003, hlm. (Nasrullah, 2018. Komunikasi Antarbudaya di Era Digital. (Putnam, 2020. Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. (Jenkins, 2009, hlm. x Membangun dakwah berbasis akhlak: analisis hadis tentang adab berkomunikasi di tengah tantangan modernitas Jurnal Al-Mishbah Vol. 20 No. Jan-Juni 2025: pp 39-44 peristiwa ketika beliau berdialog dengan seorang Badui yang tidak memahami adab di Pendekatan empati ini dapat menciptakan hubungan yang lebih baik antara dai dan mad'u. Pentingnya Konsistensi dalam Penyampaian Pesan Salah satu kunci keberhasilan dakwah adalah konsistensi dalam menyampaikan Hal ini mencakup konsistensi antara ucapan dan tindakan, yang mencerminkan integritas seorang dai. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang selalu konsisten dalam tutur kata dan perilakunya, sehingga menjadi teladan bagi umat Islam. Mencegah Penyebaran Hoaks dalam Dakwah Penyebaran informasi palsu menjadi salah satu masalah utama dalam komunikasi Islam mengajarkan pentingnya tabayyun . sebelum menyebarkan Dalam surah Al-Hujurat ayat 6. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk memverifikasi berita yang diterima agar tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain. Prinsip ini harus diterapkan secara ketat dalam dakwah digital untuk menjaga kredibilitas Mengintegrasikan Nilai-Nilai Islam dengan Teknologi Integrasi nilai-nilai Islam dengan teknologi dapat menciptakan pendekatan dakwah yang inovatif dan relevan. Misalnya, penggunaan aplikasi interaktif berbasis AlQur'an dan hadis dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam. Namun, integrasi ini harus dilakukan dengan tetap mengutamakan prinsip-prinsip etika Islami. Dakwah sebagai Alat Transformasi Sosial Dakwah tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga sebagai alat untuk transformasi sosial. Dengan mengedepankan nilai-nilai keadilan, persaudaraan, dan kasih sayang, dakwah dapat membantu menciptakan masyarakat yang Etika komunikasi Islami yang diterapkan dalam dakwah dapat menjadi katalis untuk perubahan sosial yang positif. Kesimpulan Adab komunikasi berbasis hadis memiliki relevansi yang tinggi dalam dakwah Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, para dai dapat menyampaikan pesan Islam secara efektif dan etis, serta mengatasi tantangan yang muncul di era digital. (Al-Mubarakfuri, 1995. Ar-Raheeq Al-Makhtum (The Sealed Necta. (Ibn Kathir, 2004. Tafsir al-Qur'an al-'Azim,hlm. (Shihab, 2007. Tafsir Al-Mishbah: Pesan. Kesan, dan Keserasian al-Qur'an,hlm. (Rahman, 2021. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Traditionhlm. x Membangun dakwah berbasis akhlak: analisis hadis tentang adab berkomunikasi di tengah tantangan modernitas Jurnal Al-Mishbah Vol. 20 No. Jan-Juni 2025: pp 39-44 Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan metode komunikasi dakwah yang lebih kontekstual dan aplikatif. Selain itu, penting bagi para dai untuk terus meningkatkan literasi digital dan memahami dinamika sosial agar dakwah Islam tetap relevan dan bermanfaat bagi umat manusia. Referensi