JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 10/C/C3/DT. 00/2025 Volume 13. N0,1. Halaman 120Ae 133 https://doi. org/ 10. 35891/heritage. Strategi Komunikasi Bisnis Berbasis Platform Digital dalam Mendorong Pengembangan Ekonomi Lokal: Studi Kasus BUMDes Ketapanrame,Mojokerto Ninuk Riswandari1. Mochamad Fatkur Rochman2 Universitas Yudharta Pasuruan. Pasuruan. Indonesia1 Institut Sain Teknologi Kesehatan Insan Cendekia Husada. Bojonegoro. Indonesia2 *Corresponding Author Email: ninuk@yudharta. Article History. Submitted: 10Juni 2025 Accepted: 29 Juni 2025 Published: 30 Juni 2025 Kata-kata Kunci: Strategi komunikasi bisnis. BUMDes, mediatization, co-creation, wisata ABSTRAK BUMDes Ketapanrame di Kabupaten Mojokerto menunjukkan model inovatif dalam pemanfaatan media sosial sebagai strategi komunikasi bisnis untuk memperkuat citra desa, memperluas jangkauan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi bisnis berbasis platform digital yang diterapkan oleh BUMDes Ketapanrame dalam mendorong transformasi model layanan dan penguatan ekonomi lokal. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta analisis konten media sosial resmi BUMDes. Teori utama yang digunakan adalah strategi komunikasi bisnis digital yang didukung oleh konsep mediatization dan cocreation. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi tidak hanya bersifat promosi, tetapi terintegrasi ke dalam struktur layanan, produksi konten edukatif, dan pelibatan warga sebagai aktor dalam sistem nilai digital. Digital Platform-Based Business Communication Strategy for Promoting Local Economic Development: A Case Study of BUMDes Ketapanrame. Mojokerto ABSTRACT Keywords: Business communication strategy. BUMDes, mediatization, co-creation, educational This is an open access article under the CCAeBY-SA BUMDes Ketapanrame in Mojokerto district shows an innovative model in utilizing social media as a business communication strategy to strengthen the village image, expand market reach. This study aims to analyze the digital platform-based business communication strategy implemented by BUMDes Ketapanrame in encouraging service model transformation and strengthening the local economy. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method, where data is obtained in-depth documentation, and content analysis of BUMDes' official social media. The main theory used is digital business communication strategy supported by the concepts of mediatization and co-creation. The research findings show that the communication strategy is not only promotional, but integrated into the service structure, educational content production, and engagement of citizens as actors in the digital value system. ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . Ketapanrame, desa ini membentuk unit-unit usaha PENDAHULUAN Ketapanrame, dan Sumber Gempong. Unit-unit tersebut awalnya berorientasi pada wisata rekreatif Perkembangan teknologi komunikasi berbasis fasilitas, namun secara bertahap berubah berbasis internet memunculkan berbagai platform menjadi wisata edukatif berbasis budaya lokal dan digital yang kini menjadi bagian integral dari pasrtisipasi warga. Perubahan ini tidak hanya interaksi ekonomi, sosial, dan budaya, termasuk mencerminkan inovasi program, tetapi juga dalam skala komunitas desa. Di Indonesia, desa transformasi dalam cara BUMDes membangun bukan hanya menjadi wilayah administratif, tetapi memosisikan diri dalam platform digital. Media kelembagaan seperti Badan Usaha Milik Desa sosial seperti Instagram. TikTok, dan Facebook (BUMDe. Inisiatif digital yang dilakukan oleh bukan sekadar alat promosi, tetapi menjadi sarana BUMDes utama dalam membangun brand, memperluas Digitalisasi menyesuaikan diri dengan tantangan dan peluang Sobo Bukti konkret atas transformasi ini terlihat Ditengah transformasi digital. BUMDes Ghanjaran, pasar, dan mengedukasi pengunjung. dalam ekosistem ekonomi digital. Taman dalam unggahan konten video edukatif pada akun TikTok @sobo. berorientasi pada pelayanan dan pengelolaan September 2023, yang menampilkan kegiatan asset, tetapi juga harus mampu mengelola "Live in Desa Wisata" selama tiga hari dua Dalam video tersebut, tampak anak-anak perubahan media dan pasar. Dalam praktiknya, sekolah mengikuti praktik edukatif menanam padi banyak BUMDes yang mengalami stagnasi karena yang dipandu oleh warga lokal, dilengkapi dengan keterbatasan strategi komunikasi bisnis yang program wisata jeruk nagami dan kunjungan ke relevan dengan perkembangan teknologi. Menurut UMKM jajanan tradisional. Konten semacam ini (Zerfass et al. , 2. , strategi komunikasi yang bukan hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi representasi visual komunikasi sebagai fungsi manajerial utama. BUMDes bukan sekadar pelengkap operasional. mengintegrasikan nilai edukatif, partisipatif, dan Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, digital secara sinergis. Keberadaan konten seperti Kabupaten Mojokerto, adalah contoh konkret dari ini memperkuat argumen bahwa komunikasi transformasi kelembagaan desa melalui strategi digital di Ketapanrame telah berfungsi tidak hanya sebagai saluran promosi, melainkan sebagai media Melalui BUMDes ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . pembentukan identitas, instrumen edukasi, dan Komunikasi penggerak nilai ekonomi berbasis komunitas. persepsi, memperluas pasar, dan mendukung fungsi pemasaran dalam ekosistem bisnis desa. Narasi ini dikuatkan melalui penggunaan platform memungkinkan visualisasi dan storytelling yang efektif. Untuk memahami lebih dalam perubahan ini, konsep mediatization menjadi pendekatan (Hjarvard, menyatakan bahwa mediatization terjadi ketika logika media mulai meresap dan memengaruhi berbagai praktik sosial dan kelembagaan. Dalam versi yang lebih mutakhir, (Hepp & Couldry, (Sumber: Tik Tok @sobo. Gambar 1. Konten video edukatif Tik Tok @sobo. September 2. melihat mediatization sebagai konstruksi memengaruhi persepsi, interaksi, dan nilai. Dalam Gamber 1. Merupakan dokumentasi yang menampilkan kegiatan tanam padi bersama siswa sekolah dalam program Live in Desa Wisata Ketapanrame organisasi desa dapat dikaji melalui pendekatan komunikasi strategis. (Zerfass et al. , 2. menegaskan bahwa strategi komunikasi dalam menyampaikan pesan, tetapi juga membentuk persepsi publik, mendukung pencapaian tujuan organisasi, dan menjadi fungsi manajerial yang strategis dalam konteks bisnis dan kelembagaan. Dalam konteks BUMDes Ketapanrame, strategi komunikasi bisnis melalui platform digital tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga secara sadar membangun positioning usaha wisata hanya sebagai alat eksternal, melainkan sebagai bagian dari struktur kerja dan model bisnis menunjukkan bahwa proses mediatization sedang Strategi kasus BUMDes, penggunaan media sosial tidak Selain mediatization, konsep transformasi bisnis digital juga penting untuk menjelaskan perubahan model usaha BUMDes. (Vial, 2. mengemukakan bahwa transformasi digital adalah proses inovasi organisasi melalui adopsi teknologi digital, yang melibatkan perubahan proses, nilai pelanggan, dan model bisnis. Dalam konteks BUMDes Ketapanrame, transformasi ini tampak dari bagaimana konten edukasi dikemas menjadi produk layanan wisata, warga berperan sebagai dilakukan melalui jejaring digital. ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . Strategi komunikasi bisnis yang berbasis platform digital menjadi kunci dalam memperluas membangun citra usaha secara umum. Belum banyak riset yang menelaah secara mendalam ekosistem kolaboratif antaraktor. Media sosial strategi komunikasi sebagai sistem produksi nilai tidak hanya digunakan sebagai alat promosi, tetapi dan sebagai bagian dari transformasi model bisnis menjadi ruang produksi nilai dan identitas desa berbasis platform digital. Dalam praktik di (Zerfass et al. , 2. Dalam konteks BUMDes, lapangan. BUMDes Ketapanrame menjadi contoh strategi ini tampak melalui integrasi layanan konkret perubahan ini. Melalui kanal digital edukatif dengan konten digital yang dibangun seperti akun Instagram @sobo. ketapanrame dan secara partisipatif oleh warga dan konsumen. @tamanghanjaran. Selain itu, model komunikasi yang digunakan co-creation, keterlibatan pengguna dalam penciptaan nilai partisipatif warga desa sebagai bagian dari produk layanan secara langsung (Ramaswamy & Ozcan, wisata edukatif. Aktivitas ini menandai pergeseran dari komunikasi satu arah menuju strategi komunikasi partisipatif berbasis narasi. Dalam Digitalisasi komunikasi dalam bisnis desa platform, yakni model bisnis yang menekankan antaraktor, termasuk komunitas lokal, wisatawan, dan mitra eksternal (Parker et al. , 2. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang diterapkan BUMDes tidak cukup bila hanya mengaalkan pendekatan tradisional. Diperlukan desain strategi komunikasi yang terintegrasi dan adaptif terhadap dinamika media sosial serta pola konsumsi digital. Penelitian mengenai komunikasi bisnis dalam konteks desa dan BUMDes pada umumnya masih terbatas pada pendekatan promosi dan komunikasi pemasaran tradisional. Beberapa studi seperti (Subejo et al. , 2. , serta (Dwinarko et BUMDes umumnya hanya diarahkan untuk konteks global, studi seperti (Ramaswamy & Ozcan, 2. maupun (Zerfass et al. , 2. menyoroti pentingnya peran komunikasi strategis dan co-creation dalam era ekonomi jaringan, namun belum dikaitkan secara spesifik dalam kerangka kelembagaan lokal berbasis komunitas seperti BUMDes. Oleh karena itu, penelitian ini mengisi celah antara teori strategi komunikasi digital dan praktik transformasi bisnis desa, khususnya dalam pemanfaatan platform digital sebagai media komunikasi strategis dan instrumen perubahan kelembagaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: . bagaimana strategi komunikasi bisnis BUMDes Ketapanrame, . bagaimana bentuk transformasi model bisnis akibat penggunaan platform digital, dan . bagaimana kontribusi strategi ini terhadap ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . pengembangan Tujuan Kerangka teoritik utama yang digunakan penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik komunikasi bisnis digital BUMDes Ketapanrame komunikasi bisnis berbasis digital (Zerfass et al. dan menilai dampaknya terhadap transformasi 2. dan mediatization (Hepp & Couldry, 2. , model bisnis serta kontribusinya pada ekonomi yang menjelaskan bagaimana media menjadi komunitas berbasis digital. Penelitian ini mengacu pada teori strategi komunikasi bisnis sebagai kerangka utama, yang digunakan untuk memahami bagaimana BUMDes merancang dan mengelola komunikasi melalui Perspektif digunakan untuk menjelaskan peran media digital sebagai institusi yang mengubah cara komunikasi dan struktur relasi sosial dalam organisasi co-creation Selain co-creation (Ramaswamy & Ozcan, 2. digunakan sebagai membentuk konten serta layanan digital yang ditawarkan oleh BUMDes. Ketiga kerangka ini digunakan tidak hanya sebagai latar konseptual, tetapi juga sebagai dasar dalam menafsirkan data dan merumuskan temuan penelitian. memperkuat analisis atas partisipasi warga dalam membentuk nilai layanan wisata edukatif secara Subjek penelitian ini adalah pengelola utama BUMDes Ketapanrame yang terdiri dari ketua, manajer unit usaha wisata, penasehat, dan koordinator digital. Sedangkan objek penelitian METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pendekatan komunikasi bisnis berbasis platform digital yang diterapkan oleh BUMDes Ketapanrame dan kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi Metode studi kasus memungkinkan peneliti menelusuri dinamika sosial dan ekonomi secara kontekstual serta memahami transformasi model bisnis secara holistik (Yin, 2. mendukung transformasi model layanan wisata edukatif dan penguatan ekonomi lokal yang terjadi dalam tubuh organisasi BUMDes Ketapanrame, khususnya sejak pergeseran konsep wisata dari rekreatif menjadi edukatif berbasis nilai lokal. Penelitian Desa Ketapanrame. Kecamatan Trawas. Kabupaten Mojokerto. Provinsi Jawa Timur. Lokasi dipilih karena BUMDes Ketapanrame merupakan salah satu BUMDes dengan reputasi regional dan nasional dalam pengelolaan wisata berbasis ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . komunitas Waktu dengan menjadikan teori strategi komunikasi penelitian adalah antara bulan Maret hingga Mei bisnis digital sebagai kerangka utama, dan dibantu oleh perspektif mediatization serta co-creation sebagai pendekatan pelengkap dalam memahami Instrumen meliputi pedoman wawancara terbuka, form dokumentasi kegiatan digital BUMDes, dan Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik utama, yaitu: . wawancara mendalam dengan dinamika komunikasi berbasis platform. Untuk menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik, yaitu mencocokkan data hasil wawancara dengan observasi dan dokumentasi yang tersedia. empat informan kunci yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pengelolaan komunikasi HASIL DAN PEMBAHASAN digital BUMDes. dokumentasi berupa arsip Pembahasan ini dibangun berdasarkan kegiatan, foto, video, dan laporan tahunan BUMDes periode 2019Ae2024. observasi langsung terhadap akun media sosial resmi seperti @tamanghanjaran. id, @sobo. ketapanrame, dan dikembangkan oleh (Zerfass et al. , 2. , yang menempatkan komunikasi bukan sekadar aktivitas @sumbergempong. menyampaikan pesan, tetapi sebagai fungsi Pemilihan informan dilakukan dengan strategis dalam manajemen organisasi. Dalam teknik purposive sampling, yaitu memilih individu konteks BUMDes Ketapanrame, strategi ini pengalaman, dan peran strategis dalam proses konten digital sebagai bagian integral dari proses transformasi komunikasi dan bisnis BUMDes. Pengelolaan ini meliputi pembentukan tim Teknik ini sesuai dengan pendekatan kualitatif khusus komunikasi digital yang bertanggung yang berorientasi pada kedalaman informasi, jawab terhadap ideasi, produksi, dan distribusi bukan pada representasi statistic (Miles et al. konten melalui media sosial. Konten yang diproduksi tidak bersifat acak atau reaktif, melainkan dirancang dengan mempertimbangkan Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis tematik. Proses analisis dilakukan melalui tiga tahap utama: . reduksi data untuk menyaring informasi relevan. pengelompokan tema-tema pergeseran narasi konten, digitalisasi layanan, dan siklus kegiatan desa, kalender edukasi wisata, . ekolah Wawancara lapangan menunjukkan bahwa setiap unit usaha BUMDes . eperti Sobo Eduwisata. Sumber Gempong. Taman Ghanjara. partisipasi warga. interpretasi dilakukan ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . memiliki struktur kerja organisasi dan praktik sosial dikonsolidasikan ke dalam satu identitas digital Hal ini tercermin pada BUMDes Jenis konten diklasifikasikan menjadi tiga: Ketapanrame melalui pembentukan SOP konten, . edukatif, seperti tutorial menanam padi atau jadwal publikasi yang terkoordinasi antar-unit, pengolahan hasil bumi, . partisipatif, seperti serta adopsi WhatsApp sebagai kanal layanan testimoni video dari pengunjung atau warga, dan Proses bisnis, koordinasi warga, dan . informatif, seperti jadwal reservasi dan bahkan persepsi publik terhadap desa, seluruhnya pengumuman kegiatan. Editorial konten ini diatur telah ditransformasikan melalui logika media secara bulanan dan disesuaikan dengan momen Media tidak lagi bersifat pelengkap, tetapi tematik . isal Hari Tani, liburan sekola. untuk menjadi infrastruktur institusional baru dalam tata meningkatkan resonansi audiens. Proses ini kelola BUMDes. Sementara itu, konsep co- dijalankan melalui koordinasi antar pengelola unit dan koordinator digital desa, serta dimonitor (Ramaswamy & Ozcan, 2. tampak nyata dengan metrik keterlibatan . dari dalam bagaimana warga tidak hanya menjadi Instagram Insights pelaksana layanan wisata, tetapi juga aktor konten Pendekatan digital yang merepresentasikan nilai lokal kepada strategi komunikasi bisnis digital yang tidak audiens eksternal. Pengunjung pun dilibatkan hanya fokus pada penyebaran informasi, tetapi melalui testimoni digital, tagging akun, serta pengelolaan identitas, dan penciptaan hubungan dibagikan ulang oleh akun resmi BUMDes. Pola dua arah yang berorientasi pada nilai. Senada ini menunjukkan bahwa nilai layanan bukan dengan yang disampaikan oleh (Safitri et al. semata hasil desain organisasi, tetapi hasil 2. , yang menekankan bahwa pengelolaan interaksi antara penyedia, komunitas lokal, dan media digital BUMDes secara terstruktur dengan konsumen digital. Dengan demikian, strategi pendekatan SMART Goals dapat meningkatkan komunikasi BUMDes Ketapanrame tidak hanya efektivitas penyampaian pesan dan keterlibatan memperkuat sisi promosi, tetapi menjadi bagian audiens, sekaligus membangun sistem komunikasi dari sistem co-creation dan mediatization yang yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan mengonstruksi model bisnis baru berbasis relasi Strategi ini diperkuat oleh dua konsep digital dan nilai bersama. penting, yaitu mediatization dan co-creation, yang Transformasi model bisnis di BUMDes menjadi kerangka pendukung dalam memahami BUMDes. Dalam perspektif mediatization (Hepp & Couldry, 2. , media digital bukan hanya menjadi alat bantu komunikasi, tetapi telah menjadi bagian dari Ketapanrame bermula dari pergeseran paradigma wisata yang sebelumnya berfokus pada fasilitas pengalaman, nilai lokal, dan narasi partisipatif. ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . Proses ini berlangsung bertahap sejak 2019 dan lapangan, tetapi juga tampil sebagai narator dan mengalami percepatan antara tahun 2020 hingga ikon visual dalam konten. Mereka muncul dalam 2024, terutama setelah terbitnya Peraturan Desa video TikTok, carousel edukatif, dan story yang menampilkan aktivitas edukatif secara langsung. Desa Wisata Dalam hal ini, terjadi praktik co-creation yang BUMDes. Temuan ini sejalan dengan (Riyanto, bermakna, di mana pengguna Ai baik pengunjung 2. , yang menegaskan bahwa media sosial maupun warga lokal Ai secara aktif membentuk memiliki peran strategis dalam mendukung narasi yang menjadi bagian dari nilai produk promosi dan transformasi kelembagaan desa wisata edukatif. (Ramaswamy & Ozcan, 2. wisata secara partisipatif. menyatakan bahwa dalam dunia digital yang terdiferensiasi, nilai merek dan layanan tidak lagi Penggunaan media sosial oleh BUMDes Ketapanrame tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, melainkan sebagai sistem representasi dan distribusi nilai. Narasi edukatif dikemas dalam bentuk konten visual, carousel edukasi, dokumentasi kegiatan, dan live video yang Instagram TikTok. Konten-konten ini mengangkat isu pertanian lokal, proses edukasi di alam, partisipasi warga, serta Melalui BUMDes tidak hanya menjual paket wisata, tetapi juga membangun citra digital dan pengalaman bermakna yang mampu menarik kelompok target sepenuhnya ditentukan oleh organisasi penyedia, tetapi diciptakan melalui interaksi dinamis antara Dalam BUMDes Ketapanrame, bentuk co-creation ini tidak hanya hadir dalam bentuk keterlibatan langsung warga dalam layanan edukasi, tetapi juga dalam partisipasi digital yang memperkuat persepsi nilai. Misalnya, warga desa menjadi subjek utama dalam konten TikTok dan Instagram yang menampilkan proses bertani, pengolahan hasil bumi, hingga menyambut kunjungan anakanak sekolah. Mereka tidak sekadar hadir sebagai seperti sekolah dan komunitas belajar. Temuan ini tenaga kerja, tetapi sebagai Aico-storytellerAn yang sejalan dengan (Puspitawati et al. , 2. , yang merepresentasikan identitas budaya lokal ke menekankan bahwa strategi komunikasi digital publik digital yang lebih luas. Pengunjung juga berbasis narasi lokal mampu membentuk identitas tidak lagi hanya menerima pengalaman, tetapi ikut merek yang kuat dan menjalin keterikatan membagikan cerita mereka melalui tagging akun emosional dengan audiens secara lebih dalam. Keterlibatan warga dalam produksi konten menjadi kunci dalam strategi komunikasi digital BUMDes. Berdasarkan wawancara, warga bukan hanya menjadi pelaku kegiatan edukasi di memberikan testimoni yang kemudian diolah menjadi narasi baru oleh tim konten BUMDes. Begitu juga yang disampaikan dalam temuan (Khairan et al. , 2. bahwa pelibatan warga ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . BUMDes memperkuat kapasitas lokal dan memungkinkan kehidupan sehari-hari tidak hanya menggunakan terbentuknya representasi identitas yang lebih media, tetapi juga diatur oleh logika media digital. otentik dan partisipatif melalui platform digital. Dalam konteks ini. BUMDes Ketapanrame tidak lagi memandang media sosial sebagai kanal Praktik Aiengagement platformsAn dalam co-creation, yaitu ketika organisasi menciptakan lingkungan digital sekunder atau alat pelengkap promosi, tetapi telah menanamkan sistem kerja yang secara substantif digerakkan oleh siklus dan struktur media digital. yang memungkinkan pengguna terlibat dalam produksi nilai melalui partisipasi simbolik dan Hal ini tampak dalam berbagai dimensi sosial (Ramaswamy & Ozcan, 2. Dalam kasus ini, media sosial menjadi ruang di mana warga organisasi, telah dibentuk tim konten internal yang memiliki kewenangan dan alur kerja tersendiri, persepsi tentang layanan BUMDes, bukan hanya termasuk peran sebagai perencana editorial, sebagai wisata edukatif, tetapi juga sebagai produser visual, hingga pengelola interaksi digital. identitas kolektif desa. Hal ini membentuk Kedua, dari aspek operasional, telah disusun SOP ekosistem nilai bersama . hared value syste. (Standar Operasional Prosedu. khusus untuk yang tidak terikat pada struktur organisasi semata, produksi dan publikasi konten, termasuk waktu tetapi pada relasi dinamis antar-aktor dalam unggah, tipe visual, dan narasi yang disesuaikan platform digital. Dengan demikian, nilai produk dengan tren media . isalnya penggunaan reel, wisata tidak dibentuk secara top-down, melainkan carousel, dan tagar popule. Ketiga, kegiatan melalui proses kolaboratif dan representasional layanan seperti reservasi wisata dan diskusi paket yang terus diperbarui. Co-creation dalam konteks edukatif kini seluruhnya dialihkan ke kanal ini juga berperan sebagai penghubung antara Instagram DM, yang diintegrasikan ke dalam bersama-sama pemberdayaan komunitas. Pertama. WhatsApp Business sistem kerja harian BUMDes. Bahkan, kegiatan Lebih lanjut, proses ini menunjukkan terjadinya integrasi mediatization yang mendalam di tubuh BUMDes Ketapanrame, yaitu ketika logika media digital menjadi bagian yang tak representasi langsung terhadap aktivitas desa yang membangun trust, dan menghadirkan pengalaman digital bagi calon pengunjung. terpisahkan dari praktik sosial, pola kerja, dan struktur ekonomi lokal. Konsep ini merujuk pada Dalam kondisi ini, media tidak lagi hanya pemikiran (Hepp & Couldry, 2. , yang sebagai alat penyampaian informasi, melainkan telah menjadi infrastruktur pengorganisasian, di mediatization Ai kondisi ketika institusi dan mana jadwal kegiatan, agenda branding, hingga ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . persepsi warga disesuaikan dengan ekspektasi dan bahwa organisasi modern tidak lagi hanya algoritma platform digital. Hal ini sejalan dengan bertindak sebagai produsen layanan atau produk, pernyataan (Hepp & Couldry, 2. bahwa melainkan sebagai penghubung . mediatization tidak hanya berdampak pada bentuk antara berbagai aktor dalam sebuah ekosistem komunikasi, tetapi pada logika institusional Ai Dalam kerangka ini, keberhasilan bukan organisasi yang terdampak deep mediatization hanya bergantung pada produk yang ditawarkan, akan menyesuaikan sistem keputusannya dengan waktu media, bentuk media, dan respons digital. informasi, dan koneksi nilai antar pemangku mengatur kegiatan lapangan seperti simulasi kepentingan yang saling berinteraksi melalui edukasi tanam padi bukan hanya berdasarkan platform digital. BUMDes Ketapanrame, jadwal kunjungan, tetapi juga pada ketersediaan BUMDes Ketapanrame menunjukkan pola dokumentasi media dan potensi viralitas konten. ini secara nyata. Alih-alih hanya menyediakan Temuan ini memperlihatkan bahwa media jasa wisata edukatif. BUMDes telah memosisikan telah menjadi struktur tata kelola baru dalam diri sebagai platform sosial yang mengorkestrasi komunitas lokal. Dalam hal ini, transformasi peran warga . enyedia konten dan layanan digital bukan hanya bersifat kosmetik atau adaptif, edukati. , pengunjung . engguna pengalama. , tetapi telah mencapai titik institusionalisasi logika sekolah dan komunitas pendidikan . itra pasa. , media di mana semua fungsi organisasi, termasuk pelayanan, partisipasi warga, dan pembentukan Fungsi penghubung ini dijalankan nilai, berada dalam kerangka kerja media digital. dengan membangun narasi digital bersama. Dengan demikian. BUMDes Ketapanrame dapat menyediakan kanal interaksi dua arah secara organisasi komunitas yang mengalami deep Sebagai contoh, sekolah yang hendak mediatization, di mana keberhasilan bisnis tidak berkunjung dapat langsung berkomunikasi melalui hanya ditentukan oleh inovasi layanan, tetapi juga WhatsApp Business untuk merancang paket . anal kunjungan, yang lalu didokumentasikan dan dibagikan di media sosial, menciptakan siklus strategis dan berkelanjutan. pengalaman nyata. Strategi diterapkan oleh BUMDes Ketapanrame juga sebagaimana dijelaskan oleh (Parker et al. , 2. Lebih dari itu, tim pengelola BUMDes influencer lokal, komunitas tani, hingga jaringan ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . edukasi luar daerah, menjadikan platform digital sebelumnya tidak terhubung. Model ini sejalan dengan temuan (McAfee & Brynjolfsson, 2. yang menyebutkan bahwa organisasi yang mampu platform digital akan lebih adaptif terhadap perubahan dan memiliki potensi pertumbuhan yang lebih inklusif. Strategi ini juga memperkuat fungsi strategis komunikasi, di mana media sosial bukan hanya alat publikasi, tetapi menjadi arena negosiasi identitas, relasi, dan transaksi sosial. Dengan demikian, strategi komunikasi BUMDes Ketapanrame Tujuan Teori Strategis Pendukung Engageme Storytellin nt dan Co-creation, g video. TikTok partisipasi Mediatizatio Reservasi Pelayanan digital & langsung Platformisas WhatsApp komunikas dan sistem i layanan pelanggan digital Video Representa dokument si Strategi YouTube er dan pengalama Komunikasi testimoni n dan nilai Bisnis edukatif lokal Platform Jenis Konten (Sumber: Hasil Penelitian, 2. mengekspresikan citra organisasi, tetapi juga menjadi mekanisme koordinatif yang menyatukan Selain strategi formal yang dirancang berbagai aktor dalam satu sistem nilai terintegrasi. secara institusional, identitas digital desa juga Ini BUMDes berbasis komunitas yang telah berhasil melakukan keseharian warga dan interaksi digital. Narasi transisi dari model layanan konvensional menuju yang tumbuh dari media sosial baik yang organisasi berbasis platform, dengan komunikasi diunggah oleh akun resmi BUMDes maupun sebagai penggerak utamanya. konten dari warga dan pengunjung secara perlahan membentuk representasi publik tentang karakter. Untuk memperkuat temuan ini, berikut nilai, dan citra desa. Warga mulai menyadari disajikan ringkasan strategi komunikasi digital bahwa mereka bukan hanya bagian dari komunitas BUMDes Ketapanrame berdasarkan kanal media lokal dalam arti geografis, tetapi juga menjadi dan orientasi tujuan komunikatifnya: aktor dalam narasi digital yang bersifat simbolik dan terbuka. Ini memperkuat pandangan (Belk. Tabel 1. Jenis Strategi Komunikasi Digital dan Fungsi Platform BUMDes Ketapanrame 2. tentang extended self, di mana identitas personal dan kolektif diperluas melalui artefak Jenis Konten Carousel Instagram (@sobo. Platform Tujuan Strategis Branding dan citra Teori Pendukung Strategi Komunikasi Bisnis. Mediatizatio digital, seperti foto, video, dan keterlibatan dalam ruang daring. Di BUMDes Ketapanrame, kontenkonten yang menampilkan wajah warga dalam ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . unggahan ulang dari pengunjung menjadi bagian kios kuliner lokal, penyedia suvenir berbasis dari proses konstruksi identitas digital desa yang edukasi, penyewaan alat outbound, hingga jasa tidak bisa dikendalikan secara penuh, namun memiliki kekuatan representasional yang besar. Narasi memperkuat diferensiasi produk, menciptakan Representasi ini juga membentuk relasi sosial baru antara desa dan dunia luar, karena terhadap pelayanan berbasis komunitas. identitas yang ditampilkan bukan hanya citra estetis, tetapi juga nilai-nilai budaya seperti Lebih kebersamaan, edukasi berbasis alam, dan kearifan Identitas digital desa tidak dibentuk melalui menyatukan dimensi ekonomi, sosial, dan budaya satu arah komunikasi dari lembaga ke publik, dalam satu sistem layanan yang terorkestrasi tetapi tumbuh melalui interaksi partisipatif, like, melalui komunikasi. Dalam kajian yang dilakukan komentar, repost, dan bahkan kritik. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi digital telah mengatakan bahwa digitalisasi dalam layanan menjelma menjadi infrastruktur budaya yang publik di tingkat lokal tidak hanya meningkatkan menyatukan aspek promosi, partisipasi, dan efisiensi dan transparansi, tetapi juga memperkuat makna kolektif dalam satu sistem representasi partisipasi warga dalam proses pembangunan. yang dinamis. Desa sebagai komunitas bukan Dalam kasus BUMDes Ketapanrame, digitalisasi hanya menjadi subjek pembangunan, tetapi juga bukan hanya alat teknis, tetapi menjadi ruang menjadi entitas digital yang hidup dalam imajinasi produksi sosial di mana nilai diciptakan bersama publik, sejalan dengan perkembangan masyarakat oleh warga, pengelola, dan audiens digital dalam satu jaringan layanan yang kolaboratif dan (Bolyvar Bwalya. Dengan demikian, komunikasi Strategi komunikasi ini juga membawa dampak konkret terhadap ekonomi lokal, yang tercermin dalam berbagai indikator pertumbuhan bukan hanya saluran informasi, tetapi fondasi dan inovasi warga. Berdasarkan dokumentasi dan peningkatan omzet yang signifikan, dengan segmen pasar meluas dari pengunjung umum ke institusi formal seperti sekolah dasar. SMP. SMA. Selain bisnis-bisnis mendukung ekosistem pariwisata edukatif, seperti ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . munculnya inisiatif bisnis warga yang mendukung ekosistem wisata. Lebih dari itu. BUMDes (Sumber: Instagram @sobo. Gambar 2. Konten instagram @sobo. Desember 2. Ketapanrame platform kolaboratif yang menyatukan warga, pengunjung, dan institusi mitra dalam satu sistem nilai digital. Penelitian ini memberikan kontribusi menunjukkan narasi edukatif dan keterlibatan pada pengembangan kajian komunikasi bisnis warga dalam kegiatan BUMDes Ketapanrame. digital di sektor kelembagaan desa dan ekonomi Gambar Secara praktis, temuan ini dapat menjadi SIMPULAN acuan bagi BUMDes lain untuk membangun Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi bisnis berbasis platform digital yang diterapkan oleh BUMDes Ketapanrame berperan penting dalam mendorong transformasi model bisnis desa dari wisata rekreatif menjadi wisata edukatif yang berbasis nilai lokal dan partisipasi Strategi sistematis melalui pembentukan tim konten digital, perencanaan editorial media sosial, serta integrasi kanal komunikasi seperti Instagram. TikTok, dan WhatsApp dalam sistem layanan. Komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi sebagai infrastruktur strategis menciptakan nilai bersama . o-creatio. , dan sosial-ekonomi pemangku kepentingan. Proses ini mencerminkan terjadinya mediatization dalam struktur organisasi desa, di mana media digital menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, desain layanan, dan pengalaman pengguna. Dampak dari strategi ini tercermin dalam peningkatan omzet unit usaha edukatif, perluasan partisipasi warga dan penguatan identitas digital. Ke depan, strategi komunikasi bisnis berbasis platform digital perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan dinamika teknologi dan kebutuhan komunitas agar lebih adaptif, inklusif, dan DAFTAR PUSTAKA