Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 Ae 157-170 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. e-ISSN: 2622-6421 ISSN: 2088-9607 IJCCS. Vol. No. Julyx, pp. ISSN: 1978-1520 Pengaruh Fomo. Hedonic Shopping. Dan Shopping Lifestyle Terhadap Impulsive Buying Pada E-Commerce Shopee Putri Ratna Sari1. Nasrul Efendi2. Sherly Joe3 1,2,3 Universitas Mikroskil. Jl. H Thamrin No. Medan, . 1,2,3 Fakultas Bisnis. Program Studi Manajemen. Universitas Mikroskil. Medan 212110969@students. id, 2nasrul. efendi@mikroskil. id, 3sherly_juu@mikroskil. Dikirim: 25-09-2025 | Diterima: 30-10-2025 | Diterbitkan: 31-10-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle Terhadap Impulsive Buying Pada pengguna E-commerce Shopee di Kecamatan Tanjung Morawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik penentuan sampel non-probability sampling menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara online kepada 100 responden. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian secara parsial (Uji-. menunjukkan bahwa variabel Hedonic Shopping tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying pada e-commerce Shopee sedangkan Fear of Missing Out (FoMO) dan Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying pada e-commerce Shopee. Hasil pengujian secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa variabel Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Impulsive Buying. Koefisien determinasi (Adjusted R Squar. menunjukkan bahwa variabel Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle dapat menjelaskan variasi terhadap Impulsive Buying sebesar 61,9% sedangkan sisanya 38,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian tersebut. Kata kunci: Impulsive_Buying. E-Commerce. FoMO Abstract This study aims to determine and analyze the influence of Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, and Shopping Lifestyle on Impulsive Buying among Shopee E-commerce users in Tanjung Morawa District. This research is a type of quantitative study with a non-probability sampling technique using purposive sampling method. Data were obtained through the online distribution of questionnaires to 100 respondents. Data analysis used multiple linear regression analysis. The results of the partial test . -tes. show that the Hedonic Shopping variable does not have a positive and significant effect on Impulsive Buying on the Shopee e-commerce platform, whereas Fear of Missing Out (FoMO) and Shopping Lifestyle have a positive and significant effect on Impulsive Buying on the Shopee e-commerce The results of the simultaneous test (F-tes. show that the variables Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, and Shopping Lifestyle have a positive and significant effect on the variable Impulsive Buying. The coefficient of determination (Adjusted R Squar. shows that the variables Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, and Shopping Lifestyle can explain the variation in Impulsive Buying by 61. 9%, while the remaining 38. 1% is explained by other variables not examined in the study. Keywords: Impulsive_Buying. E-Commerce. FoMO Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe Received, 2012. Accepted July 10 , 2012 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dan informasi saat ini semakin pesat, membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara individu berbelanja. Jika sebelumnya aktivitas belanja hanya dapat dilakukan secara langsung di toko fisik, kini kemajuan teknologi memungkinkan masyarakat untuk melakukan transaksi secara online melalui platform e-commerce. E-commerce telah berkembang menjadi komponen penting dalam pola konsumsi masyarakat modern karena memberikan kemudahan dalam mencari, membandingkan, dan membeli produk tanpa harus keluar rumah. Salah satu platform e-commerce yang paling populer di Indonesia adalah Shopee. Shopee menawarkan berbagai fitur menarik seperti gratis ongkos kirim, diskon besar-besaran, flash sale, serta sistem pembayaran yang aman dan beragam. Selain itu. Shopee juga memiliki antarmuka yang ramah pengguna, yang semakin memudahkan konsumen dalam mencari dan membeli produk yang mereka Dengan berbagai keunggulan tersebut. Shopee menjadi platform dengan jumlah pengunjung terbanyak di Indonesia pada tahun 2023, mengalahkan pesaingnya seperti Tokopedia dan Lazada. Hal ini dibuktikan melalui survei yang dilakukan SimilarWeb yang mengatakan Shopee merupakan ecommerce kategori marketplace yang meraih kunjungan situs terbanyak di Indonesia sepanjang 2023. Gambar 1. 5 E-commerce dengan Pengunjung Terbanyak 2023 Kemudahan yang ditawarkan Shopee membuat seseorang cenderung melakukan pembelian secara spontan tanpa perencanaan terlebih dahulu atau disebut impulsive buying. Impulsive buying merupakan melakukan pembelian tanpa rencana dan tidak memperhatikan akibatnya. Oleh karena itu, pembeli sering merasa membeli sesuatu yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Keputusan tiba-tiba untuk membeli suatu barang atau jasa tanpa perencanaan sebelumnya, seringkali dipicu oleh perasaan dan keadaan. Ketika konsumen melihat suatu produk dan mengalami sensasi yang tiba-tiba, mereka merasakan emosi yang kuat, dan diikuti oleh keinginan emosional untuk segera membeli. Konsumen yang tidak dapat mengendalikan diri saat berbelanja dapat melakukan pembelian yang sebelumnya tidak Salah satu faktor dari perilaku impulsive buying adalah Fear of Missing Out (FoMO). Fear of Missing Out (FoMO) itu sendiri merupakan ketakutan yang muncul ketika seseorang melewatkan momen penting yang dialami oleh orang lain atau diri sendiri yang tidak dapat dihadiri atau diikuti secara langsung. Ketakutan akan kehilangan tren dapat mendorong orang untuk melakukan pembelian impulsif tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan (Muharam et al. Individu yang mengalami kecemasan akan mencari berbagai cara untuk mengalihkan perhatian mereka dari rasa cemas mereka, berbelanja adalah salah satunya. Orang yang merasa cemas cenderung memiliki pikiran emosional tanpa disadari yang menyebabkan sikap impulsif, sehingga orang-orang dengan kecemasan terlihat seperti membeli sesuatu yang mereka butuhkan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dewanta & Sidanti, 2. yang mengatakan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying. Berbanding terbalik dengan Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe No _pageAeend_page Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. penelitian yang dilakukan oleh (Astuti & Pratiwi, 2. yang mengatakan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) tidak berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying. Selain Fear of Missing Out (FoMO), terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi Impulsive Buying. Salah satunya yaitu belanja hedonis atau Hedonic Shopping. Hedonic Shopping merupakan belanja yang dilakukan untuk mendapatkan kepuasan dan pengalaman emosional daripada memenuhi Belanja yang berlebihan terkadang menyebabkan reaksi emosional positif pada pembeli, yang pada akhirnya menyebabkan impulsive buying. (Rahmasari et al. , 2. mengatakan bahwa hedonic shopping mengacu pada pandangan bahwa kesenangan dan kebahagiaan adalah hal terpenting bagi manusia. Pandangan ini memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan pembelian individu terhadap berbagai jenis hiburan, terutama pada kalangan sosial ekonomi menengah dan tinggi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Andriansah et al. , 2. yang mengatakan bahwa Hedonic Shopping memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying. Namun berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh (Purnamasari et al. , 2. yang mengatakan bahwa Hedonic Shopping tidak berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying. Faktor lain yang juga menjadi faktor perilaku Inpulsive Buying yaitu dengan adanya Shopping Lifestyle. Shopping Lifestyle merupakan istilah yang mengacu pada cara seseorang hidup, bagaimana mereka menghabiskan waktu, uang, membeli sesuatu, sikap, dan pendapat mereka tentang dunia mereka (Sopiyan & Neny, 2. Gaya hidup merupakan salah satu faktor pribadi yang ikut mempengaruhi perilaku konsumen. Seseorang yang sudah menjalani shopping lifestyle akan mengorbankan segalanya untuk memenuhi keinginan atau gaya hidup mereka, dan hal ini cenderung menyebabkan perilaku impulsive buying. Penelitian mengenai pengaruh Shopping Lifestyle terhadap impulsive buying telah dilakukan oleh (Astuti & Pratiwi, 2. yang hasil penelitiannya menyatakan bahwa Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh (Amanda et al. , 2. yang menyatakan bahwa Shopping Lifestyle tidak berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan megetahui pengaruh FoMO. Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle terhadap impulsive buying pada pengguna Shopee di Kecamatan Tanjung Morawa. Manfaat secara teoritis, yaitu Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan literatur dan pengetahuan tentang perilaku konsumen, khususnya terkait fenomena impulsive buying pada e-commerce. Penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya mengenai impulsive buying. Selain itu, penelitian ini tidak hanya berkontribusi dalam memperkaya literatur tentang perilaku konsumen dalam e-commerce, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi peneliti dalam mengembangkan pemahaman tentang metode penelitian, teknik analisis data, serta keterampilan dalam menyusun kajian ilmiah secara sistematis. Adapun manfaat bagi pihak e-commerce yaitu penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak ecommerce Shopee membuat strategi pemasaran yang lebih baik untuk menarik dan mempertahankan Penelitian ini diharapkan juga memberi Shopee pemahaman yang lebih baik tentang perilaku pelanggan untuk meningkatkan pengalaman berbelanja mereka. Penelitian ini juga dapat membantu pelaku bisnis e-commerce lainnya memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi impulsive buying di platform digital. TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Kajian Pustaka Impulsive Buying Impulsive buying merupakan keputusan pembelian spontan yang tidak terencana dan terjadi secara tiba-tiba tanpa melalui proses pemikiran yang mendalam atau pertimbangan yang matang (Saragih et al. , 2. Impulsive buying terdiri dari beberapa karakteristik yaitu tidak direncanakan, emosional, tanpa pertimbangan yang mendalam, dan spontan (Saragih et al. , 2. Indikator impulsive buying yaitu pembelian secara spontan, pembelian dilakukan secara terburu-buru, pembelian dipengaruhi emosional, pembelian tanpa memikirkan akibat (Mamuaya, 2. Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Fear of Missing Out (FoMO) Fear of missing out merupakan perasaan takut dan cemas yang terjadi ketika seseorang merasa orang lain mungkin mendapatkan pengalaman yang lebih atau bermanfaat dari dirinya, terutama melalui media sosial. Seseorang mungkin khawatir tertinggal dan melewati sesuatu yang berharga ketika melihat teman-temanya atau orang lain terlibat dalam kegiatan yang dianggap lebih menyenangkan atau Orang yang takut kehilangan kesempatan ini dapat mengalami kecemasan, stres, dan bahkan depresi (Hendrawan, 2. Indikator FoMO yaitu ketakutan, kekhawatiran, kecemasan . zsungur, 2. Hedonic Shopping Hedonic shopping merupakan keinginan seseorang untuk mencapai kepuasan dan kesenangan pribadi, merelakan waktu untuk mengunjungi pusat perbelanjaan, merasakan situasi yang ada di lokasi belanja tersebut meskipun tidak membeli apapun. Hedonic shopping juga didasari oleh keinginan untuk memuaskan suatu kebutuhan, namun motif belanja seseorang bisa saja didasari oleh berbagai hal yang bersifat pribadi dan umum (Mulyaningtyas et al. , 2. Indikato hedonic shopping yaitu adventure shopping, gratification shopping, value shopping, social shopping, idea shopping (Mulyaningtyas et al. Shopping Lifestyle Shopping lifestyle merupakan pola konsumsi yang mencerminkan pilihan individu mengenai bagaimana menghabiskan waktu dan uangnya. Gaya hidup seseorang dapat dikenali dari cara mereka mengeluarkan pendapatnya terhadap suatu hal tertentu. Shopping lifestyle seseorang yang melibatkan pengeluaran uang menciptakan kualitas dan karakteristik baru (Solomon, 2. Indikator shopping lifestyle yaitu activities, interest, opini (Sumarwan, 2. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual dalam penelitian ini menjelaskan hubungan antara variabel independen (FoMO, hedonic shopping, dan shopping lifestyl. terhadap variabel dependen . mpulsive buyin. FoMO dapat memicu pembelian impulsif melalui dorongan emosional untuk menghindari perasaan tersisih saat melihat orang lain menikmati momen tertentu. Sementara itu, hedonic shopping mendorong perilaku berbelanja yang didasarkan pada kesenangan dan pengalaman emosional, yang juga berkontribusi pada impulsive buying. Selain itu, shopping lifestyle mencerminkan bagaimana aktivitas belanja menjadi bagian dari gaya hidup seseorang, di mana konsumen dengan gaya hidup belanja tinggi lebih sering terpapar pilihan produk dan promosi, sehingga meningkatkan kecenderungan untuk melakukan pembelian impulsif. Oleh sebab itu, terbentuknya kerangka konseptual sebagai berikut: Fear Missing Out (FoMO) (X ) Hedonic Shopping (X. Impulsive Buying (Y) Shopping Lifestyle (X. : Secara parsial : Secara simultan Gambar 2. Kerangka Konseptual Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe No _pageAeend_page Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Impulsive Buying Ketika seseorang melihat teman-teman atau orang lain menikmati momen-momen yang tampak menyenangkan, baik dalam interaksi langsung maupun melalui platform media sosial, mereka sering mengalami perasaan ini. Ketika seseorang terpapar secara terus-menerus pada gambaran kehidupan ideal dan pengalaman yang menarik dari orang lain, mereka dapat tertekan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut, yang pada akhirnya dapat menyebabkan perilaku impulsif atau Impulsive Buying. Pernyataan ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) berpengaruh terhadap Impulsive Buying (Soleha & Sagir, 2. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Fear of Missing Out (FoMO) berpengaruh terhadap Impulsive Buying di E-commerce Shopee Pada Pengguna Shopee di Kecamatan Tanjung Morawa. Pengaruh Hedonic Shopping terhadap Impulsive Buying Berbelanja adalah sesuatu yang dilakukan untuk kesenangan diri atau bahkan sebagai hobi. Karena konsumen ingin memiliki produk dan barang yang belum dimilikinya hanya untuk memuaskan Hal ini menimbulkan keinginan konsumen untuk berbelanja tanpa perencanaan Oleh karena itu, kemungkinan terjadinya pembelian impulsif atau pembelian tidak Pernyataan ini diperkuat dengan peneliti sebelumnya yang mengatakan bahwa Hedonic Shopping berpengaruh terhadap Impulsive Buying (Andriansah et al. , 2. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Hedonic Shopping berpengaruh terhadap Impulsive Buying di E-commerce Shopee Pada Pengguna Shopee di Kecamatan Tanjung Morawa. Pengaruh Shopping Lifestyle terhadap Impulsive Buying Shopping Lifestyle mengacu pada pola konsumsi yang mencerminkan keputusan individu tentang bagaimana menghabiskan waktu dan uangnya. Shopping Lifestyle yang semakin berorientasi pada konsumen dapat menimbulkan perilaku pembelian impulsif, dimana konsumen secara spontan membeli produk berdasarkan keinginan tanpa perencanaan (Sopiyan & Neny, 2. Pernyataan ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Shopping Lifestyle berpengaruh terhadap Impulsive Buying (Lestari et al. , 2. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3: Shopping Lifestyle berpengaruh terhadap Impulsive Buying di E-commerce Shopee Pada Pengguna Shopee di Kecamatan Tanjung Morawa. Pengaruh Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping lifestyle terhadap Impulsive Buying FoMO merupakan perasaan cemas untuk mengikuti tren atau pengalaman populer yang dapat menyebabkan pembelian impulsif. Hedonic shopping yang berfokus pada kepuasan dan kesenangan juga memicu terjadinya impulsive buying. Selain itu, shopping lifestyle yang beragam, seperti belanja untuk ekspresi diri dan memenuhi kebutuhan emosional, memperkuat hubungan antara FoMO dan hedonic shopping terhadap impulsive buying. Secara keseluruhan ketiga faktor ini saling terkait dan menciptakan llingkungan yang mendorong keputusan pembelanjaan yang tidak terencana. Berdasarkan penjelasam tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H4: Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle berpengaruh Terhadap Impulsive Buying di E-commerce Shopee pada Pengguna Shopee di Kecamatan Tanjung Morawa. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif untuk menjawab pertanyaan mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu Fear Of Missing Out (FoMO) (X. Hedonic Shopping (X. Shopping Lifestyle (X. terhadap Impulsive Buying (Y). Berdasarkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. tersebut teknik pengumpuan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden. Data tersebut kemudian diubah menjadi data kuantitatif untuk memudahkan pengolahan data pada program SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna Shopee yang berada di Kecamatan Tanjung Morawa. Jumlah populasi tidak diketahui. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dan menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Kriteria sampel yang digunakan dalam peneitian ini yaitu pengguna Shopee di Kecamatan Tanjung Morawa yang berusia minimal 17 tahun dan telah melakukan pembelian minimal tiga kali di Shopee. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 100 responden. Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel adalah sebuah petunjuk lengkap tentang apa yang harus diamati dan mengukur suatu variabel atau konsep untuk menguji kesempurnaan definisi operasional variabel ditemukan item-item yang dituangkan dalam instrumen penelitian. Definisi operasional ini digunakan peneliti untuk menghindari kesalahan dalam pemahaman dan perbedaan penafsiran mengenai variabelvariabel yang diteliti. Tabel 1. Definisi operasional Variabel Variabel Fear of Missing Out (FoMO) (X. Hedonic Shopping (X. Shopping Lifestyle (X. Impulsive Buying (Y) Definisi Operasional Indikator FoMO merupakan perasaan cemas atau khawatir yang dialami pengguna ketika mereka melihat produk di Shopee dengan promo terbatas atau penawaran menarik yang mungkin tidak akan tersedia lagi. Hedonic shopping merupakan perilaku berbelanja yang ditentukan oleh kesenangan, kepuasan emosional, dan pengalaman positif dari proses belanja itu sendiri. Shopping lifestyle merupakan pola perilaku berbelanja dan kebiasaan yang mencerminkan nilai, preferensi, dan identitas sosial individu dalam aktivitas berbelanja online pada ecommerce Shopee. Impulsive buying merupakan tindakan membeli suatu produk secara tiba-tiba tanpa perencanaan sebelumnya, biasanya dipicu oleh emosi maupun promo menarik di e-commerce. Skala Pengukuran Ketakutan Kekhawatiran Kecemasan Likert Adventure Shopping Gratification Shopping Value Shopping Social Shopping Idea Shopping Activities Interest Opini Likert Pembelian secara spontan Pembelian secara terburuburu Pembelian dipengaruhi Pembelian memikirkan akibat Likert Likert Metode Analisis Data 1 Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif menyajikan data melalui tabel grafik, diagram lingkaran, histogram, median, mean, perhitungan desil, persentil, perhitungan sebaran data dengan perhitungan rata-rata dan deviasi standar serta perhitungan presentase. 2 Pengujian Kualitas Data Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu kuesioner. Pengukuran uji validitas dapat dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel degree of freedom = n-2, dimana n adalah jumlah responden. Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe No _pageAeend_page Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuesioner yang merupakan indikator dari konstruk atau variabel. 3 Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas Analisis grafik merupakan metode yang membandingkan data observasi dengan data distribusi yang mendekati distribusi normal dan menampilkan data residual dalam bentuk histogram. Terdapat uji statistik lainnya yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual yaitu uji statistik nonparametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Uji Multikolonieritas Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan korelasi antar variabel independen. Jika masing-masing variabel independen berkorelasi satu sama lain, maka variabel-variabel tersebut tidak membentuk variabel ortogonal. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. 1 Analisis Regresi Linier berganda Analisis regresi linier mengacu pada studi tentang ketergantungan suatu variabel dependen terhadap variabel independen. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh fear of missing out (FoMO) (X. , hedonic shopping (X. , dan shopping lifestyle (X. terhadap impulsive buying (Y). 2 Uji Hipotesis Pengujian Secara parsial (Uji-. Uji statistik t dilakukan untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh variabel-variabel bebas yaitu Fear Of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikat yaitu Impulsive Buying. Pengujian Secara Simultan (Uji-F) Uji-F merupakan uji serentak untuk mengetahui variabel independen Fear Of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen Impulsive Buying. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (R. merupakan analisis statistik yang digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Sedangkan nilai R2 yang mendekati satu menunjukkan variabel independen dapat memberikan seluruh informasi yang diperlukan untuk memprediksi variabel HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 1 Hasil Statistik Deskriptif Fear of Missing Out (FoMO) Berdasarkan analisis data variabel FoMO diperoleh skor terendah . adalah 1 dan skor tertinggi . Nilai modus (Mod. untuk sebagian besar adalah 4, hal ini mengindikasikan bahwa Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. mayoritas responden memberikan penilaian Setuju pada pernyataan yang diajukan dalam variabel Fear of Missing Out yaitu ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan. Hedonic Shopping Berdasarkan analisis data variabel hedonic shopping diperoleh skor terendah . adalah 1 dan skor tertinggi . Nilai modus (Mod. adalah 4, hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian Setuju pada pernyataan yang diajukam dalam variabel hedonic shopping yaitu adventure shopping, gratification shopping,value shopping, social shopping, dan idea shopping. Shopping Lifestyle Berdasarkan analisis data variabel shopping lifestyle diperoleh skor terendah . adalah 1 dan skor tertinggi . Nilai modus (Mod. adalah 4, hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian Setuju pada pernyataan yang diajukan dalam variabel shopping lifestyle yaitu activities, interest, dan opini. Impulsive Buying Berdasarkan analisis data variabel impulsive buying diperoleh skor terendah . adalah 1 dan skor tertinggi . Nilai modus (Mod. adalah 4, hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas responden menjawab Setuju pada pernyataan yang diajukan dalaam variabel impulsive buying yaitu pembelian secara spontan, pembelian secara terburu-buru, pembelian dipengaruhi emosional, dan pembelian tanpa memikirkan akibat. 2 Hasil Uji Kualitas Data Uji Validitas Berdasarkan hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel dalam penelitian ini mempunyai nilai rhitung > rtabel yaitu 0,3338 sehingga pernyataan dalam kuesioner dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Uji Reliabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha untuk semua variabel memiliki nilai > 0,70 sehingga kuesioner dalam penelitian dinyatakan reliabel dan dapat diteruskan. 3 Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 3. Hasil Uji Normalitas Histogram Sumber: Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Berdasarkan gambar diatas, dapat dilihat grafik histogram menunjukkan bahwa pola regresi berdistribusi karena berbentuk kurva simetris, tidak miring ke kiri maupun ke kanan sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan memenuhi asumsi normalitas. Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe No _pageAeend_page Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. -taile. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Sig. 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound ,0000000 6,16603368 ,118 ,074 -,118 ,118 ,002c ,115d ,107 ,124 Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Based on 10000 sampled tables with starting seed 2000000. Sumber: Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Berdasarkan data pada table 2. diatas, menunjukkan nilai tes statistik Kolmogorove-Smirnov adalah 0,118 dan signifikan 0,115 atau Monte Carlo Sig. -taile. > 0,05. Dengan demikian asumsi normalitas terpenuhi, dan residu data dalam model regresi berdistribusi normal. Uji Multikolonieritas Table 3. Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Unstandardized Standardized T Sig. Collinearity Statistics Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constan. 2,897 3,618 ,801 ,425 Fear of Missing Out X1 ,451 ,104 ,361 4,347 ,000 ,557 1,794 Hedonic Shopping X2 -,091 ,096 -,093 -,951 ,344 ,404 2,473 Shopping Lifestyle X3 ,928 ,167 ,582 5,561 ,000 ,351 2,846 Dependent Variable: Impulsive Buying Y Sumber: Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Hasil uji multikolonieritas menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10 maka dapat disimpulkan tidak terdapat gejala multikolonieritas atau lolos uji Uji Heteroskedastisitas Gambar 4. Hasil Uji Scatterplot Sumber: Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Berdasarkan gambar scatterplot diatas, menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak atau tidak membentuk suatu pola tertentu, serta menyebar diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Table 4. Hasil Uji Glejser Coefficientsa Model 1 (Constan. Fear of Missing Out X1 Hedonic Shopping X2 Shopping Lifestyle X3 Dependent Variable: ABS Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients 5,250 -,118 ,070 -,047 Std. Error 2,488 ,071 ,066 ,115 Sig. Beta 2,110 -1,647 1,067 -,408 -,221 ,168 -,069 ,037 ,103 ,289 ,684 Sumber: Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Hasil uji glejser menunjukkan bahwa nilai Sig. Setiap variabel lebih besar dari 5% atau 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tidak terdapat heteroskedastisitas. Hasil Regresi Linear Berganda Table 5. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients 1 (Constan. 2,897 Fear of Missing Out X1 ,451 Shopping X2 -,091 Shopping Lifestyle X3 ,928 Dependent Variable: Impulsive Buying Y Std. Error 3,618 ,104 ,096 ,167 Standardized Coefficients Beta ,801 4,347 -,951 5,561 ,361 -,093 ,582 Sig. ,425 ,000 ,344 ,000 Sumber: Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Hasil uji analisis regresi linier berganda pada tabel diatas yang didapatkan pada penelitian tersebut menghasilkan persamaan sebagai berikut: Impulsive Buying = 2,897 0,451 Fear of Missing Out Ae 0,091 Hedonic Shopping 0,928 Shopping Lifestyle 5 Hasil Uji Hipotesis Pengujian Secara parsial (Uji-. Tabel 6. Hasil Uji-t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients 1 (Constan. 2,897 Fear of Missing Out X1 ,451 Hedonic Shopping X2 -,091 Shopping Lifestyle X3 ,928 Dependent Variable: Impulsive Buying Y Std. Error 3,618 ,104 ,096 ,167 Standardized Coefficients Beta ,361 -,093 ,582 ,801 4,347 -,951 5,561 Sig. ,425 ,000 ,344 ,000 Sumber: Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Hasil uji untuk variabel Fear Of Missing Out menunjukkan nilai thitung sebesar 4,347 > ttabel 1,985 dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel Fear Of Missing Out (FoMO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying. Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe No _pageAeend_page Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Hasil uji untuk variabel Hedonic Shopping menunjukkan nilai thitung sebesar -0,951 < ttabel 1,985 dengan nilai Sig. 0,344 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya variabel Hedonic Shopping tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Impulsive Buying. Hasil uji untuk variabel Shopping Lifestyle menunjukkan nilai thitung sebesar 5,561 > ttabel 1,985 dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying. Pengujian Secara Simultan (Uji F) Tabel 1. Hasil Uji F Model Sum of Squares 1 Regression 6423,063 Residual 3763,977 Total 10187,040 Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X3. X1. X2 ANOVAa Mean Square 2141,021 39,208 54,607 Sig. ,000b Sumber: Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Berdasarkan hasil Uji-F pada tabel Anova, menunjukkan bahwa nilai Fhitung 54,607 > Ftabel 2,70 dan nilai Sig. 0,000 < 0,05, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel bebas yaitu Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying. Pengujian Koefisien Determinasi (R. Tabel 2. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model ,794a Predictors: (Constan. X3. X1. X2 R Square ,631 Model Summary Adjusted R Square ,619 Std. Error of the Estimate 6,26164 Sumber: Hasil Penelitian, 2024 (Data Diola. Berdasarkan output Model Summary, dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,619 yang menunjukkan bahwa 61,9% variasi pada variabel Impulsive Buying dapat dijelaskan oleh variasi pada variabel Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping (X. , dan Shopping Lifestyle. Sementara sisanya yaitu 38,1% dijelaskan oleh variabel lain diluar model regresi ini. Pembahasan Pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) Terhadap Impulsive Buying Hasil pengujian variabel Fear Of Missing Out (FoMO) menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 4,347 > ttabel 1,985 dengan signifikan 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya secara parsial variabel Fear Of Missing Out (FoMO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying pada e-commerce Shopee, sehingga hipotesis pertama diterima. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa Fear of Missing out (FoMO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying (Dewanta & Sidanti, 2. Namun, hasil penelitian tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa Fear of Missing out (FoMO) tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying (Astuti & Pratiwi, 2. Pengaruh Hedonic Shopping Terhadap Impulsive Buying Hasil pengujian variabel Hedonic Shopping menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 0,951 < ttabel 1,985 dengan signifikan 0,344 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya secara parsial variabel Hedonic Shopping tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying pada e-commerce Shopee, sehingga hipotesis kedua ditolak. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa Hedonic Shopping tidak berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Buying (Purnamasari et al. , 2. Namun, hasil penelitian tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan Hedonic Shopping berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying (Andriansah et al. , 2. Pengaruh Shopping Lifestyle Terhadap Impulsive Buying Hasil pengujian variabel Shopping Lifestyle menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 5,561 > ttabel 1,985 dengan signifikan 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya secara parsial variabel Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying pada e-commerce Shopee, sehingga hipotesis ketiga diterima. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying (Astuti & Pratiwi, 2. Namun, hasil penelitian tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa Shopping Lifestyle tidak berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying (Amanda et al. , 2. Pengaruh Fear Of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle Terhadap Impulsive Buying Berdasarkan hasil uji simultan yang disajikan pada tabel 4. 21, dapat diketahui nilai Fhitung sebesar 54,607 > Ftabel 2,70 dan signifikan 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya secara simultan variabel Fear Of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying pada e-commerce Shopee, sehingga hipotesis keempat Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, dapat dilihat dari R square sebesar 0,619 atau sama dengan 61,9%, dimana nilai tersebut mengandung arti bahwa variabel Fear Of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle berpengaruh terhadap Impulsive Buying sebesar 61,9% sedangkan sisanya 38,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar dari variabel penelitian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle terhadap Impulsive Buying Pada e-commerce Shopee maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan uji parsial (Uji-. menunjukkan bahwa variabel fear of missing out dan shopping lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying pada e-commerce Shopee sedangkan hedonic shopping tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying pada e-commerce Shopee. Berdasarkan uji simultan (Uji F) menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas yaitu fear of missing out, hedonic shopping, dan shopping lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying pada e-commerce Shopee. Nilai koefisien determinasi . djusted R Squar. yang diperoleh dapat dilihat bahwa ketiga variabel yang diteliti yaitu fear of missing out, hedonic shopping, dan shopping lifestyle mempengaruhi impulsive buying sebesar 61,9% sementara sisanya sebesar 38,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian tersebut seperti karakteristik produk, diskon, dan flash sale. KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN Keterbatasan Penelitian dalam penelitian ini adalah: Penelitian hanya dilakukan pada pengguna Shopee di Kecamatan Tanjung Morawa sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke wilayah lain atau platform e-commerce lainnya. Jumlah sampel yang digunakan relatif sedikit, yaitu 100 responden, sehingga mungkin belum sepenuhnya mewakili seluruh populasi pengguna Shopee. Keterbatasan variabel independen, variasi variabel independen yang mempengaruhi Impulsive Buying baru mencakup FoMO. Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle. Meskipun ketiga variabel ini mempu menjelaskan 61,9% variabel Impulsive Buying, masih terdapat 38,1% sisanya yang dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalan penelitian. Putri Ratna Sari. Nasrul Efendi. Sherly Joe No _pageAeend_page Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Berdasarkan penelitian dan kesimpulan dalam penelitian tersebut maka saran-saran yang dapat peneliti sampaikan adalah: Bagi Perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping, dan Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying di Shopee, dengan Shopping Lifestyle sebagai faktor paling dominan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk Mengembangkan strategi pemasaran yang selaras dengan gaya hidup konsumen, seperti program loyalitas dan komunitas pengguna. Menciptakan rasa urgensi melalui flash sale dan stok terbatas secara etis untuk menjaga kepercayaan konsumen. , etap meningkatkan fitur belanja yang menyenangkan guna membangun emosi positif dan kepuasan pelanggan. Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dan bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya. Peneliti yang tertarik mengkaji aspek serupa yaitu Fear of Missing Out (FoMO). Hedonic Shopping. Shopping Lifestyle disarankan agar melakukan penelitian tentang variabel lain yang dapat mempengaruhi impulsive buying, misalnya social influence, flash sale, price discount. Selanjutnya diharapkan juga memperluas cakupan penelitian dan wilayah geografis yang lebih luas untuk memperoleh sampel lebih banyak sehingga dapat mengetahui pengaruh impulsive buying yang lebih luas pada e-commerce shopee. UCAPAN TERIMA KASIH