Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 3830-1420 Vol. No. : 488-498 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Peserta Didik Ilham Afriansyah Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia aripanilham22@gmail. ABSTRACT The success of learning in schools is supported by the existence of adequate educational facilities in carrying out educational activities. Educational facilities need to be utilized and managed for the benefit of the learning process in schools. This management is in order to be able to use educational facilities in schools to be able to run well. management of educational facilities and infrastructure is a very important activity in schools because its existence is very supportive of the success of the learning process in schools and as a support for student learning facilities. In this article, the author discusses the management of facilities and infrastructure in improving the academic achievement of students at MIN 1 Malang City which consists of the planning, procurement, and maintenance processes. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis was carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing Sources of data in this study, namely primary data sources including the head of the madrasa. Korbid Sarpras. Korbid student. While secondary data sources are obtained from articles, journals and internet sites related to the research conducted. The purpose of this research is the planning, procurement, and maintenance of facilities and infrastructure management in increasing the academic achievement of students at MIN 1 Malang city. Keywords: Management. Facilities and Infrastructure. Academic Achievement ABSTRAK Suksesnya pembelajaran di sekolah didukung oleh adanya fasilitas pendidikan yang memadai pada menyelenggarakan aktivitas pendidikan. Fasilitas pendidikan perlu didayagunakan serta dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah. Pengelolaan ini supaya dapat menggunakan fasilitas pendidikan di sekolah mampu berjalan dengan baik. Serta pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan aktivitas yang sangat penting di sekolah karena keberadaannya sangat mendukung terhadap suksesnya proses pembelajaran pada sekolah dan sebagai penunjang fasilitas belajar peserta didik. Dalam artikel ini, penulis membahas mengenai manajemen sarana dan prasrana dalam menigkatkan prestasi akademik peserta didk di MIN 1 kota malang yang terdiri dari proses perencanaan, pengadaan, dan pemeliharaan. Metode penelitian yang digunakan adalah dekriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data pada penelitian ini yakni sumber data primer diantaranya kepala madrasah. Korbid sarpras. Korbid kesiswaan. Sedangkan sumber data sekunder didapatkan dari artikel. MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK PESERTA DIDIK Ilham Afriansyah jurnal serta situs internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah perencanaan, pengadaan, dan pemeliharaan manajemen sarana dan prasrana dalam menigkatkan prestasi akademik peserta didk di MIN 1 kota Kata-Kata Kunci: Manajemen. Sarana dan Prasarana. Prestasi Akademik PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha sadar yang sangat penting bagi kehidupan manusia dengan adanya pendidikan manusia bisa untuk mengembangkan potensi serta talenta untuk diri sendiri maupun masyarakat. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran peserta didik berhak memperoleh pelayanan pendidikan dan merupakan komponen yang sangat penting dalam pengelolaan pendidikan. Sebagaimana yang dimaksud dengan bunyi pasal 12 ayat 1 . Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwa warga Negara setiap satuan pendidikan sesuai minat, bakat, dan kemampuannya. (Undangundang RI Nomor 20 Tahun 2. Suksesnya pembelajaran disekolah didukung oleh adanya fasilitas pendidikan yang memadai dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Fasilitas pendidikan perlu didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran disekolah. Pengelolaan ini agar dapat menggunakan fasilitas pendidikan di sekolah bisa berjalan dengan baik. Dan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting disekolah karena keberadaannya sangat mendukung terhadap suksesnya proses pembelajaran disekolah dan sebagai penunjang fasilitas belajar siswa. (Imas Kurniasih,2. Sarana pendidikan berdasarkan habis tidaknya, bergerak tidaknya dan berkaitan dengan proses pembelajaran. Sarana pendidikan yang dapat dilihat dari habis tidaknya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sarana habis pakai dan sarana tahan lama. Sarana pendidikan yang habis pakai adalah alat atau bahan yang apabila digunakan dapat habis dalam waktu yang relatif singkat, misalnya kapur tulis, tinta printer, kertas tulis, bahan-bahan kimia untuk praktik. Selain itu ada sarana yang dapat berubah bentuk misalnya, kayu, besi, dan kertas karton yang sering dipakai mengajar. Sementara sarana yang tahan lama adalah alat atau bahan yang dapat digunakan secara terus-menerus atau berkali-kali dalam waktu yang relatif lama, misalnya meja, kursi, komputer, atlas, globe, dan alat-alat olahraga. Dari sisi bergerak tidaknya, sarana pendidikan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sarana bergerak dan sarana tidak bergerak. Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang dapat digerakkan atau dipindah tempatkan sesuai kebutuhan para pemakainya, misalnya meja,kursi, almari arsip, dan alat- alat praktik. Untuk sarana pendidikan yang tidak dapar bergerak adalah sarana pendidikan yang tidak dapat dipindahkan atau sangat sulit untuk dipindahkan, misalnya saluran dari perusahaan PDAM, saluran kabel listrik, dan LCD yang dipasang permanen. Manajemen sarana dan prasarana merupakan proses pengelolaan untuk menunjang seluruh sarana prasarana pendidikan berjalan dengan lancar. Manajemen sarana dan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. prasarana mempunyai tugas untuk mengatur dan mengoptimalkan kontribusi yang diberikan pada proses pendidikan. Adapun kegiatan pengelolaan ini meliputi: . Perencanan kebutuhan, . Pengadaan sarana dan prasarana, . Penyimpan sarana dan prasarana pendidikan, . Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan, . Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan . Penghapusan sarana dan prasarana pendidikan . Pengawasan sarana dan prasarana pendidikan. (Suryosubroto,2. Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya faktor tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai di sertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. (Mukhroji 2. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Malang adalah lembaga pendidikan tingkat dasar yang berciri khas agama Islam berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. MIN I Kota Malang telah menempatkan madrasah ini sejajar dengan sekolahsekolah unggulan di Indonesia. Dengan motonya: Tiada Hari Tanpa Prestasi, berbagai prestasi telah diukir oleh MIN Malang I Kota Malang baik di tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional. MIN Malang I Kota Malang telah berkembang menjadi madrasah yang diperhitungkan di berbagai ajang perlombaan. Mengingat prestasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang Yang cukup cemerlang, dalam mendukung dan meningkatkan prestasi akademik peserta didik guna meningkatkan prestasi sekolah, sarana dan prasrana membawa peran penting didalamnya. Berdasarkan pra penelitian mengenai manajemen sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang memperlihatkan bahwa sarana dan prasarana pada lembaga pendidkan tersebut cukup dikelola dengan baik, sehingga sarana prasarana tersebut dapat digunakan dengan maksimal. KAJIAN LITERATUR Manajemen Sarana dan Prasarana Pengertian sarana dan prasarana Mary Parker Follet mengatakan bahwa manajemen adalah suatu seni karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain, dibutuhkan keterampilan khusus terutama keterampilan mengarahkan, memengaruhi, dan membina para pekerja agar melaksanakan keinginan pemimpin demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. ikmat, 2. Menurut Malayu S. Hasibuan, manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia secara efektif, yang didukung oleh sumber-sumber lain dalam organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. (Husaini Usman, 2. MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK PESERTA DIDIK Ilham Afriansyah Tujuan Manajemen pendidikan bertujuan untuk memperlancar pengelolaan program pendidikan dan keterlaksanaan proses pembelajaran berdasarkan pendekatan cara belajar siswa aktif. Secara umum tujuan manajemen dalam proses pembelajaran adalah untuk menyusun suatu sistem pengelolaan yang meliputi: Administrasi dan organisasi kurikulum. Pengelolaan dan ketenagaan. Pengelolaan sarana dan prasarana. Pengelolaan pembiayaan. Pengelolaan media pendidikan. Pengelolaan hubungan dengan masyarakat. (Hani Handoko, 1. Prestasi Akademik Pengertian Prestasi Akademik Prestasi akademik atau prestasi belajar adalah proses belajar yang dialami siswa dan menghasilkan perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, penerapan, daya analisis, sintesis dan evaluasi. Prestasi akademik adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, yaitu prestasi dan akademik, yang antara prestasi dan akademik mempunyai arti yang berbeda pula. prestasi berasal dari bahasa belanda yaitu prestatie yang artinya hasil usaha. prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan dandikerjakan oleh seseorang. (Baiti. Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individual maupun kelompok. Prestasi tidak akan pernah dihasilkan tanpa suatu usaha baik berupa pengetahuan maupun berupa keterampilan. Prestasi menyatakan hasil yang telah dicapai,dilakukan, dikerjakan dan sebagainya, dengan hasil yang menyenangkan hati dan diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Faktor yang mempengeruhi prestasi akademik Secara umum prestasi akademik adalah tingkat kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah berusaha untuk melaksanakan kegiatan belajar. tersebut dimaksudkan sebagai kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan Menurut Winkel prestasi belajar ialah merupakan sebuah bukti keberhasilan yang telah dicapai seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha dalam proses belajar. (Futyartono, 1. Peran sarana dan prasarana yang ada di sekolah dalam meningkatkan prestasi akademik sanagatlah penting. sebab sarana dan prasarana yang ada di sekolah mencakup seluruh pemanfaatan alat-alat yang menunjang kegiatan belajar siswa. Perencanaan Manajemen Sarana dan Prasarana Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan suatu proses analisis dan penetapan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran sehingga muncul istilah kebutuhan yang diperlukan . dan kebutuhan yang Untuk itu maka perencanaan sarana dan prasarana membutuhkan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. kegiatan analisis kebutuhan. Kebutuhan sarana dan prasarana sekolah bersifat dinamis bukan statis. Oleh sebab itu kebutuhan sarana dan prasarana di suatu sekolah bisa berbeda pada tahun tertentu dengan tahun sebelum dan sesudahnya. Analisis kebutuhan sarana dan prasarana sekolah dilakukan bersama antara pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, wali murid, komite sekolah dan stakeholders lainnya. (Dermawan. Oki, 2. Fakry Gaffar mengartikan perencanaan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan menurut Terry dan Rue perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang Perencanaan sarana dan prasana merupakan suatu proses perancangan upaya pembelian, penyewaan, peminjaman, penukaran, daur ulang dan rekondisi, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan. (Direktorat Tenaga Kependidikan, 2. Pengadaan Manajaemen sarana dan prasrana Pengadaan sarana dan prasana proses kegiatan yang dapat dilakukan dengan cara membeli, sumbangan, hibah, dan lain-lain. Pengadaan sarana dan prasarana adalah kegiatan penyediaan semua jenis sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam lembaga sekolah, pengadaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang dilalukan dengan cara menyediakan semua keperluan barang atau jasa berdasarkan hasil perencanaan dengan maksud untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efesien sesuai dengan tujuan yang diinginkan. (Ananda and Banurea, 2. Pengadaan sarana dan prasarana bertujuan untuk menunjang proses pendidikan agar berjalan efektif dan efesien sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Pengadaan perlengkapan biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di suatu sekolah menggantikan barang-barang rusak, hilang, dihapuskan, atau sebab-sebab lainyang dapat dipertanggung jawabkan sehingga memerlukan pengganti dan untuk menjaga tingkat persediaan barang tahun dan anggaran mendatang. Pemiliharaan sarana dan prasrana Sarana dan prasarana di sekolah idealnya adalah selalu siap pakai. Untuk itu, sarana dan prasarana harus ditata, digunakan dan dipelihara dengan sebaikbaiknya. Dengan demikian, sarana dan prasarana di sekolah lebih enak dipandang, mudah digunakan dan tidak cepat rusak. (Muhammad Kristiawan, 2. Pemeliharaan adalah kegiatan merawat, memelihara dan menyimpan barang-barang sesuai bentuk bentuk jenis barangnya sehingga barang tersebut awet dan tahan lama. Pihak yang terlibat dalam pemeliharan barang adalah semua warga sekolah yang MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK PESERTA DIDIK Ilham Afriansyah terlibat dalam pemanfaatan barang tersebut. Pemeliharaan sarana dan prasana di sekolah untuk mengkondisikan sarana dan prasana tersebut senantiasa siap pakai dan tidak mengalami masalah ketika sedang digunakan. (Matin. Nurhattati Fuad. METODE Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menghasilkan data deskrptif. Metode penelitian kualitatif merupakan metode yang berlandaskan post positivisme yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah. Dimana peneliti adalah sebagai instrumen, teknik pengumpulannya secara gabungan, analis data yang dilakukan bersifat induktuif/kualitatif dan hasil penelitian bisa menekankan pada generelisasi (Sugiyono, 2. Bodgan dan Taylor berpendapat bahwa metode penelitian merupakan prosedur-prosedur riset yang menghasilkan data kualitatif yang berisi catata atau ungkapan orang itu sendiri atau tingkah laku mereka yang melakukan observasi(Bodgan et al. , 1. Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu peneliti ingin mengetahui lebih mendalam tentang proses manajemen saran dan prasarana sehingga mampu meningkatkan prestasi akademik peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang. Pada penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan tentang proses pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana di didik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dengan apa adanya dan sebaik mungkin. HASIL Dalam kegiatan manajemen sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang ada tujuh hal yang dilakukan yaitu perencanaan, pengadaan, penyaluran, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi, dan penghapusan. Dan manajemen sarana dan prasarana yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang sudah sangat mendukung dalam meningkatkan prestasi akademik pada peserta didik. Pada proses perencanaan sarana prasarana Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang berada di bawah tanggung jawab kepala sekolah dan didelegasikan kepada wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana. Perencanaan terhadap sarana prasarana ini dilaksanakan oleh pihak sekolah agar dapat dikelola dengan baik dan tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan baik pula. Dalam perencanaan sarana dan prasarana Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang terdapat pihak-pihak yang terlibat didalamnya yaitu Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah. Guru. Bendahara, dan Karyawan Tata Usaha. Perencanaan sarana prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, dilaksanakan sebelum awal tahun pembelajaran melalui beberapa langkah langlah dalam langkah ini seluruh pihak yang terlibat mengikuti rapat perencanaan sarana prasarana yang sebelumnya telah ditentukan untuk menyusun kebutuhan dan rencana pengadaan sarana dan prasarana dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian, dalam perencanaan sarana prasarana harus direncanakan dengan sebaik-baiknya agar tujuan dari kegiatan manajemen sarana prasarana dapat tercapai secara maksimal serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Pengadaan sarana prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dilaksanakan ketika sarana prasarana tersebut dibutuhkan, sehingga untuk waktu pelaksanaannya dapat dikatakan kondisional melalui menentukan skala prioritas pengadaan sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pengadaan sarana prasarana ganda dan memaksimalkan sarana prasarana yang ada. Pemeliharaan sarana prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dilaksanakan melalui beberapa langkah atau tahapan. Langkah pertama yaitu pembentukan tim khusus kebersihan sarana prasarana sebagai garda depan dalam membersihkan sarana prasarana yang ada secara rutinan. Langkah kedua yaitu membuat list daftar sarana prasarana dan prosedur pemeliharaannya, setelah tim khusus kebersihan telah dibentuk maka diperlukan list dan prosedur pemeliharaan sarana prasarana mana saja yang harus dipantau secara rutin dan secara berkala. Langkah ketiga yaitu menentukan jadwal pemeliharaan secara terus menerus dan secara berkala agar jelas pelaksanaan pemeliharaan sarana prasarana yang ada. PEMBAHASAN Manajemen sarana dan prasarana di MIN 1 kota malang agar dapat meningkatkan prestasi akademik peserta didik. Menurut Sobri, manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan menata, mulai dari merencanakan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran, pendayagunaan, pemeliharaan, penginventarisan, dan pengapusan serta penataan lahan, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah serta tepat guna dan tepat sasaran. (Nurbaiti. Manajemen sarana prasarana merupakan kegiatan yang mengatur untuk mempersiapkan segala peralatan atau material bagi terselenggaranya proses pendidikan di Manajemen sarana prasarana bertujuan untuk mengelola sebuah sarana dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan agar sarana prasarana yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik dan optimal. Keberadaan serta kualitas sarana dan prasarana akan berpengaruh terhadap jalanya proses belajar mengajar dan prestasi belajar siswa. Sarana dan prasarana merupakan hal yang tidak boleh diabaikan karena digunakan untuk mempermudah pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan. Dengan menggunakan sarana dan prasarana yang tepat dalam program kegiatan belajar mengajar menjadi efektif dan efesien sehingga dapat berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Manajemen sarana dan prasarana adalah kegiatan yang mengatur untuk mempersiapkan segala peralatan/material bagi terselenggaranya proses pendidikan di Manajemen sarana dan prasarana dibutuhkan untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar. (Rohia, 2. Manajemen sarana prasarana selalu terlaksana di lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta. Yang membedakan hanya bagaimana pengelolaan manajemen sarana prasarana di setiap sekolah agar dapat berjalan dengan lancar dan efektif sehigga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Perencanaan manajemen sarana dan prasarana di MIN 1 kota malang dalam meningkatkan prestasi akademik peserta didik. Ditinjau dari arti katanya, perencanaan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan atau program-program yang akan dilakukan dimasa yang MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK PESERTA DIDIK Ilham Afriansyah akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, perencanaan sarana dan prasarana pendidikan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan fasilitas sekolah, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana pendidikan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. (Ibrahim Bafadal,2. Perencanaan dapat dilakukan melalui analisis kebutuhan sarana dan prasarana Untuk mengetahui kebutuhan sarana dan prasarana, diperlukan data dan informasi tentang sarana dan prasarana pendidikan, baik sarana dan prasarana yang ada di lapangan maupun yang seharusnya ada sesuai ketentuan yang berlaku. Selain didasarkan pada kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan sesuai keadaan data pada masa lalu dan masa kini, perencanaan sarana dan prasarana juga dapat dilakukan berdasarkan pada masa yang akan datang sebagai hasil proyeksi. (Matin. Nurhattati Fuad, 2. Hal ini telah sesuai dengan unsur yang terlibat dalam perencanaan sarana prasarana yang dikemukakan oleh Nur Aedi bahwa unsur-unsur yang perlu dilibatkan dalam perencanaan sarana prasarana yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, kepala tata usaha dan bendahara, serta komite sekolah. (Nur Aedi, 2. Kemudian berkaitan dengan sumber anggaran dana untuk lembaga pendidikan berasal dari berbagai pihak. Sama halnya sumber anggaran dana yang diterima oleh berasal dari pemerintah dan swasta serta swadaya dari wali murid. Hal ini sesuai dengan sumber anggaran dana Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dalam perencanaan yang dikemukakan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan bahwa sumber anggaran dana pengadaan, pemeliharaan, penghapusan, dan lain-lain dibebankan dari APBN/APBD, dan bantuan dari BP3 atau Komite Sekolah. Pengadaan sarana dan prasarana di MIN 1 kota malang dalam meningkatkan prestasi akademik peserta didik. Menurut Suryosubroto, pengadaan sarana pendidikan ada beberapa kemungkinan yang busa ditempuh, yaitu: pembelian dengan biaya pemerintah, pembelian dengan biaya dari SPP, bantuan dari BP3, dan bantuan dari masyarakat lainnya. (Suryosubroto, 2. Pengadaan sarana dan prasana adalah kegiatan penyediaan semua jenis sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan cara membeli, sumbangan, hibah, dan lain-lain. 1 Pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran merupakan kelanjutan dari perencanaan yang telah disusun oleh pihak sekolah sebelumnya. (Direktorat Tenaga Kependidikan, 2. Dalam pengadaan sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sehingga belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan mendukung dalam peningkatan prestasi peserta Pengadaan sarana dan prasarana adalah fungsi operasional pertama dalam manajemen fasilitas pendidikan. Fungsi ini pada hakikatnya merupakan rangkaian kegiatan menyediakan fasilitas pendidikan sesuai dengan kebutuhan, baik berkaitan dengan jenis dan spesifikasi, jumlah, waktu dan tempat, dan harga dan sumber terpercaya. Dalam pelaksanaan pengadaan sarpras prosedurnya menyesuaikan dengan program kerja yang sudah dibuat oleh waka sarpras. Ada yang sifatnya insidental dan memang sudah terjadwal. Insidental itu adalah pengadaan barang yang secara mendadak dan tidak ada dalam program kerja contohnya seperti saat pandemi Covid-19, maka jika sekolah ingin pertemuan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. tatap muka . aka harus memenuhi protokol kesehatan. Maka sekolah harus mengadakan kebutuhan yang ada saat pandemi tersebut. Sesuai dengan pendapat tersebut dalam proses pengadaan sarana dan prasarana Madrasah ibtidaiyah negeri (MIN) 1 Kota Malang. berdasarkan data yang peneliti dapat proses pengadaan sarana dan prasarana madrasahnya dimulai dari perencanaan. Apa yang sudah direncanakan diawal dan dibuat daftar kebutuhan, yang disesuaikan dengan dana yang ada di lembaga dan jika telah disetujui maka akan dilaksanakan pengadaan sarana dan prasarana madrasah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pemeliharaan sarana dan prasarana di MIN 1 kota malang dalam meningkatkan prestasi akademik peserta didik. Pemeliharaan perlengkapan adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara terus menerus agar setiap jenis barang berada dalam kondisi siap pakai. Kegiatan pemeliharaan itu sendiri dibedakan berdasarkan kurun waktunya dan keadaan barangnya. Berdasarkan kurun waktu, pemeliharaan terdiri dari pemeliharaan berkala. Sedangkan berdasarkan keadaan barangnya, pemeliharaan di bedakan menjadi dua, yaitu pemeliharaan barang habis pakai, pemeliharaan tidak habis pakai. (Piet Sahertian, 1. Wahyu ningrum menjelaskan bahwa pemeliharaan perlengkapan adalah suatu kegiatan pemeliaraan yang harus terus menerus untuk mengusahakan agar setiap jenis barang tetap berada dalam keadaan baik dan siap pakai. (Daryanto dan Mohammad Farid, 2. Menurut Wahyu Sri Ambar Arum pemeliharaan adalah kegiatan untuk melaksanakan pengurusan dan pengaturan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdayaguna atau pencegahan dari kerusakan suatu barang sehingga barang tersebut kondisinya baik dan siap digunakan. Pemeliharaan dimulai dari pemakaian barang yaitu dengan cara berhati-hati dalam menggunakannya. (Wahyu Sri Ambar A, 2. Matin dan Nurhatatti berpendapat bahwa adanya pemeliharaan bertujuan untuk mengoptimalkan usia pakai peralatan agar lebih lama serta menjamin kesiapan operasional untuk mendukung kelancaran pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Hal ini terjadi karena membeli suatu peralatan akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan merawat bagian dari peralatan tersebut. (Matin. Nurhattati Fuad, 2. Pendapat tersebut telah sesuai dengan realitanya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malag bahwa dengan adanya pemeliharaan mampu mengoptimalkan usia pakai Hal ini sangat penting terutama jika dilihat dari aspek biaya, karena untuk membeli suatu peralatan akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan merawat bagian dari peralatan tersebut. Selain itu dengan adanya pemeliharaan maka akan mampu mengetaui seberapa baik kondisi sarana prasarana yang ada sehingga dapat meminimalisir kemungkinan-kemungkinan permasalahan mendadak ketika proses pembelajaran. Dimana dalam pemeliharaan sarana prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang tersebut terdapat dua jenis pemeliharaan sarana prasarana. Pertama yaitu pemeliharaan secara rutin, yang dimaksud dalam hal ini pemeliharaan yang dilakukan setiap hari seperti menyapu, membersihkan meja, kursi dan sarana prasarana yang lainnya. Kemudian jenis kedua yaitu pemeliharaan secara berkala yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu seperti pengecatan tembok kemudian pemeliharaan komputer dan lainnya. MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK PESERTA DIDIK Ilham Afriansyah SIMPULAN Berdasarkan penelitian dan kajian yang telah dilakukan terkait manajemen sarana dan pasarana madrasah ibtidaiyah negeri 1 kota malang, kesimpulan yang diperoleh adalah: Dalam manajemen sarana dan prasrana yang telah dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, ada tujuh hal yang dilakukan yaitu perencanaan, pengadaan, penyaluran, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi, dan penghapusan. Dan manajemen sarana dan prasarana yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang sudah sangat mendukung dalam meningkatkan prestasi akademik pada peserta didik. Dalam perencanaan sarana dan prasarana telah dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang khususnya dengan mengutamakan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam menunjang prestasi siswa. Dan secara keseluruhan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku seperti pelaporan kebutuhan, pengolahan data, penetapan kebutuan dana analisis kebutuahan. Dalam pengadaan sarana dan prasarana yang telah dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dilaksanakan ketika sarana prasarana tersebut dibutuhkan, sehingga untuk waktu pelaksanaannya dapat dikatakan kondisional melalui menentukan skala prioritas pengadaan sesuai dengan kebutuhan. Dalam pemeliharaan yang telah dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dengan melakukan pemeliharaan secara rutin pada sarana prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan prestasi siswa. REFERENSI