p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Vol. No. 6, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENENTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI BERDASARKAN PRICE EARNING RATIO PADA INDUSTRI BARANG KONSUMSIAiINDONESIA Dwi Hesti Lukwardani1. Mursalim Laekkeng2. Darwis Lannai3. Suwandi Suwandi4 Article History Received: 25-01-2025 Revision: 27-01-2025 Accepted: 27-01-2025 Published: 15-02-2025 Universitas Muslim Indonesia Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada Email: dwihestilukwardani@gmail. Abstract. Investors need a comprehensive assessment to identify investment feasibility and minimize risk in making stock investment decisions. This quantitative study aims to analyze the impact of Current Ratio (CR). Return on Assets (ROA), and Total Asset Turnover (TATO) on Price Earning Ratio (PER). The sample of this study consisted of 24 consumer goods industry companies on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2022. The determination of this sample used a purposive sampling technique. The research data was collected using a documentation method in the form of annual reports and financial reports. Data analysis used a multiple linear regression approach. These findings suggest that CR has a negative and significant impact on PER. Meanwhile. ROA and TATO have a positive and significant impact on PER. Following up on these findings, management needs to optimize liquid asset investment and prioritize operational efficiency to increase profit and PER value. Keywords: Current Ratio. Price Earning Ratio. Return on Assets. Stock Investment. Total Asset Turnover Abstrak. Investor membutuhkan penilaian yang komprehensif guna mengidentifikasi kelayakan investasi dan meminimalkan risiko dalam pengambilan keputusan investasi saham. Studi kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis dampak Current Ratio (CR). Return on Assets (ROA), dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap Price Earning Ratio (PER). Sampel penelitian ini terdiri dari 24 perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2022. Penentuan sampel ini menggunakan teknik purposive Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi yang berupa laporan tahunan dan laporan keuangan. Analisis data menggunakan pendekatan regresi linear berganda. Temuan ini mengemukakan bahwa CR memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap PER. Sementara itu. ROA dan TATO berdampak positif dan signifikan terhadap PER. Menindaklanjuti temuan ini, manajemen perlu mengoptimalkan investasi aset likuid dan memprioritaskan efisiensi operasional guna meningkatkan laba dan nilai PER. Kata Kunci: Current Ratio. Price Earning Ratio. Return on Assets. Investasi Saham. Total Asset Turnover How to Cite: Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi Berdasarkan Price Earning Ratio pada Industri Barang KonsumsiAiIndonesia. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 4. , 3620-3633. 54373/ifijeb. Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi A PENDAHULUAN Investor perlu melakukan penilaian saham guna memastikan harga saham mencerminkan nilai intrinsik perusahaan (Lannai, et al. , 2014. Rahim, 2. Salah satu metode yang digunakan dalam penilaian saham adalah Price Earning Ratio (PER). Rasio ini memberikan gambaran tentang jumlah yang bersedia dibayar investor untuk setiap unit laba yang dihasilkan perusahaan (Pinem & Dahliana, 2023. Wahyuni & Rahim, 2. Saham dengan PER rendah termasuk undervalued dan memiliki peluang keuntungan lebih besar, sedangkan saham dengan PER tinggi termasuk overvalued dan cenderung lebih berisiko. Dengan demikian. PER menjadi alat bagi investor dalam membuat keputusan investasi saham yang lebih strategis (Karim & Mursalim, 2019. Liong & Su'un, 2. Pasar modal Indonesia berkembang pesat yang ditandai dengan meningkatnya investor, termasuk di industri barang konsumsi. Pergerakan PER yang ditampilkan pada Gambar 1 menunjukkan perkembangan saham perusahaan di sektor industri barang konsumsiAiIndonesia periode 2017-2022. PER meningkat stabil dalam tiga tahun pertamaAi59,93% . , 61,49% . , 66,09% . Namun, pada tahun 2020 terjadi lonjakan drastis hingga 96,83%. Selanjutnya. PER turun signifikan menjadi 54,68% . sebelum naik kembali ke 56,60% . Fluktuasi ini mencerminkan risiko investasi karena perubahan PER dapat berdampak pada keuntungan atau kerugian jangka panjang. 96,83% 59,93% 61,49% 66,09% 54,68V,60% Gambar 1. Pergerakan PER Industri Barang Konsumsi 2017-2022 Studi ini menelusuri berbagai rasio yang diduga mempengaruhi PER, mencakup liquidity ratio, profitability ratio, dan activity ratio. Liquidity ratioAidiukur menggunakan Current Ratio (CR)Aimengindikasikan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek (Fridson & Alvarez, 2. CR yang tinggi menunjukkan stabilitas keuangan dan likuiditas yang baik (Alhassan & Islam, 2. Likuiditas yang tinggi dapat mempengaruhi PER, karena menunjukkan risiko keuangan perusahaan rendah (Werang, et al. , 2. Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi A Profitability ratioAidiproyeksikan dengan Return on Assets (ROA)Aimengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (Mursalim, et al. , 2. ROA yang tinggi mencerminkan efisiensi pengelolaan aset dan kinerja keuangan yang baik (Alarussi, 2. Informasi ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi laba dan manajemen aset yang efektif (Hardiyanti, et al. , 2021. Suwandi, 2. Kinerja ini mempengaruhi PER sehingga perusahaan lebih menarik bagi investor (Firdiyanti & Rahmani, 2. Activity ratioAidinilai berdasarkan Total Asset Turnover (TATO)Aidigunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan pendapatan (Nianty, et al. , 2. TATO yang tinggi mencerminkan kinerja keuangan yang baik, bahwa perusahaan mampu menghasilkan pendapatan lebih besar dari setiap unit asetnya (Anthony, et , 2. Efisiensi ini mempengaruhi PER sehingga menarik minat investor pada perusahaan yang memaksimalkan aset guna meningkatkan pendapatan (Sihaloho, 2. Berbagai penelitian telah dilakukan terkait dampak CR. ROA, dan TATO terhadap PER. Beberapa penelitian telah mengemukakan CR berpengaruh terhadap PER (Wahyuni, et al. , sementara penelitian lain CR tidak berpengaruh terhadap PER (Dakhi, 2. Di sisi lain, penelitian mengemukakan bahwa ROA memiliki dampak signifikan terhadap PER (Putriana, 2019. Sari, et al. , 2. , sedangkan penelitiannya lainnya ROA memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap PER (Firdaus, 2. Lebih lanjut, hasil penelitian menegaskan TATO berdampak signifikan terhadap PER (Kowoon, et al. , 2. , sementara penelitian lainnya TATO tidak memiliki efek terhadap PER (Sari, et al. , 2. Penelitian sebelumnya memberikan hasil yang tidak konsisten. Hal ini menimbulkan research gap yang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Fokus penelitian ini adalah keputusan investasi saham yang diukur melalui PER pada industri barang konsumsi yang menunjukkan fluktuasi signifikan selama periode 2017-2022, sehingga membutuhkan kajian lebih lanjut. Penelitian ini mengacu pada studi Rahayu & Utami . serta Rahman & Martini . , yang keduanya meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi PERAisebagai proksi keputusan investasiAidengan Return on Equity (ROE) sebagai faktor signifikan. Namun, variabel lain yang digunakan berbeda. Rahayu & Utami meneliti CR. Earning Per Share (EPS). Kepemilikan Institusional, dan TATO, sedangkan Rahman & Martini menambahkan Debt to Equity Ratio (DER). Inventory Turnover, dan Firm Size, meski hasilnya sebagian besar tidak signifikan. Penelitian ini berbeda karena fokus pada ROA sebagai faktor baru dengan periode 2017-2022 pada industri barang konsumsiAiIndonesia. PER mengukur nilai yang bersedia dibayarkan investor untuk setiap rupiah laba PER yang tinggi mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi A pertumbuhan laba dan kinerja perusahaan di masa depan. CR mencerminkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan stabilitas dan likuiditas yang baik (Effiong & Ejabu, 2. Namun. CR tinggi dapat mengindikasikan pengelolaan dana kurang efisien sehingga dapat menurunkan daya tarik investasi (Firdaus, 2. ROA yang tinggi mencerminkan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan laba bersih (Choiriyah, et al. , 2. ROA yang tinggi menarik investor karena menunjukkan potensi laba yang tinggi dan kinerja profitabilitas yang baik (Su'un, 2015. Susilo & Sapitri, 2022. Suwandi, et al. , 2. TATO mengukur efisiensi penggunaan aset perusahaan dalam menghasilkan penjualan (Patin, et al. , 2020. Rajagukguk & Siagian, 2. TATO yang tinggi mencerminkan efektivitas aset dalam meningkatkan laba dan menarik minat investor (Astuti, et al. , 2020. Kowoon, et al. , 2. Dengan demikian, hipotesis (H) yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut. H1. CR berdampak negatif dan signifikan terhadap PER. H2. ROA berdampak positif dan signifikan terhadap PER. H3. TATO berdampak positif dan signifikan terhadap PER. METODE Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif dengan pendekatan explanatory research yang berlangsung dari bulan Juli 2024 hingga September 2024. Populasi penelitian ini mencakup sektor industri barang konsumsi periode 2017 hingga 2022 yang terlibat dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun karakteristik penentuan sampel meliputi: . perusahaan yang secara konsisten tercatat di BEI. perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan lengkap. perusahaan yang aktif memperdagangkan sahamnya. Totalnya, terdapat 24 perusahaan yang memenuhi kategori dan dipilih menjadi sampel penelitian (Tabel Dengan demikian, terdapat 144 data observasi yang diperoleh dari periode pengamatan selama 6 tahun . Data sekunder penelitian ini berupa laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan sampel dengan pendekatan teknik dokumentasi. Data penelitian diperoleh melalui situs Data ini dikategorikan sebagai data panel yang mencakup berbagai objek yang berbeda dan dikumpulkan secara berurutan sepanjang tahun 2017-2022. Variabel independen penelitian ini adalah Current Ratio (CR). Return on Assets (ROA), dan Total Asset Turnover (TATO), sementara variabel dependen yang diteliti adalah Price Earning Ratio (PER). CR mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi A pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia (Kliestik, et al. , 2. ROA mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari total aset yang dimilikinya. (Fangohoi, et al. , 2. TATO mengukur efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan seluruh asetnya untuk menghasilkan penjualan (Jaya & Aruan, 2. Lebih lanjut. PER mengukur pertumbuhan laba perusahaan dengan menunjukkan jumlah yang dibayar investor untuk setiap satu rupiah laba yang dihasilkan perusahaan (Andamari, et al. , 2. Variabel dan pengukurannya ditampilkan pada Tabel 2. Tabel 1. Sampel sektor industri barang konsumsiAiIndonesia 2017-2022 Kode Nama perusahaan UNVR PT Unilever Indonesia Tbk KINO PT Kino Indonesia Tbk MBTO PT Martina Berto Tbk MYOR PT Mayora Indah Tbk MLBI PT Multi Bintang Indonesia Tbk CLEO PT Sariguna Primatirta Tbk ADES PT Akasha Wira International Tbk CAMP PT Campina Ice Cream Industry Tbk SKLT PT Sekar Laut Tbk CEKA PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk BUDI PT Budi Starch & Sweetener Tbk HOKI PT Buyung Poetra Sembada Tbk CINT PT Chitose Internasional Tbk LMPI PT Langgeng Makmur Industri Tbk KICI PT Kedaung Indah Can Tbk KLBF PT Kalbe Farma Tbk SIDO PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk TSPC PT Tempo Scan Pacific Tbk KAEF PT Kimia Farma (Perser. Tbk DVLA PT Darya-Varia Laboratoria Tbk MERK PT Merck Tbk INAF PT Indofarma Tbk PYFA PT Pyridam Farma Tbk GGRM PT Gudang Garam Tbk Sumber: Bursa Efek Indonesia . Penelitian ini menggunakan program SPSS untuk mengolah data. Hasil olah data kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi A menilai hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Sebelum analisis ini, uji asumsi klasik dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan model regresi yang digunakan Lebih lanjut, uji hipotesis penelitian ini dilakukan melalui uji statistik t. Tabel 2. Pengukuran variabel Variabel Current Ratio (CR) Return on Assets (ROA) Total Asset Turnover (TATO) Price Earning Ratio (PER) Pengukuran Aktiva Lancar CR = Utang Lancar Laba Bersih setelah Pajak ROA = Total Aktiva Penjualan TATO = Rata Oe rata Total Aset Harga Saham PER = yaycaycycuycnycuyci ycyyceyc ycIEaycaycyce Skala Rasio Rasio Rasio Rasio Sumber: Andamari, et al. Fangohoi, et al. Jaya & Aruan . Kliestik, et al. HASIL Model regresi yang digunakan dalam penelitian harus berkualitas. Karena itu, data harus melalui pengujian untuk memastikan bebas dari masalah asumsi klasik. Pengujian ini penting dilakukan guna menjamin keandalan hasil analisis regresi. Pengujian asumsi klasik yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup uji normalitas (Nor. , multikolinearitas (Mul. , dan heteroskedastisitas (Hete. (Tabel . Tabel 3. Hasil uji asumsi klasik Variabel Norm ROA TATO Sumber: Hasil output SPSS v. 0,793 Mult Tolerance VIF 0,973 1,028 0,943 1,060 0,969 1,032 Heter 0,072 0,056 0,602 Bertolak dari Tabel 3, hasil uji normalitas menunjukkan nilai sebesar 0,793 lebih besar dari 0,05, sehingga data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Sementara, hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai Tolerance setiap variabel independen lebih dari 0,10 dan nilai VIF di bawah 10, sehingga model regresi yang digunakan bebas dari masalah Lebih lanjut, hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan semua variabel memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat masalah heteroskedastisitas. Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi A Regresi linear berganda digunakan untuk mengukur pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis ini diasumsikan bahwa hubungan antara variabel dependen dan masing-masing prediktor bersifat linear. Hasil analisis regresi linear berganda ditampilkan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil analisis regresi linear berganda Variabel independen Constant ROA TATO Variabel dependen: PER Sumber: Hasil output SPSS v. Coefficient value . 159,720 -9,881 163,384 39,978 Standard error 28,657 4,641 80,630 19,159 Berdasarkan Tabel 4, diperoleh persamaan regresi: PER = 159,720 Ae 9,881CR 163,384ROA 39,978TATO C. Nilai konstanta bernilai positif 159,720, diartikan bahwa jika Current Ratio (CR). Return on Assets (ROA), dan Total Asset Turnover (TATO) nilainya adalah 0 maka Price Earning Ratio (PER) adalah 159,720. Nilai koefisien CR sebesar -9,881, diartikan bahwa jika CR mengalami kenaikan 1% maka PER akan mengalami penurunan sebesar -9,881. Di sisi lain, nilai koefisien ROA sebesar 163,384, diartikan bahwa jika ROA mengalami kenaikan 1% maka PER akan mengalami kenaikan sebesar 163,384. Lebih lanjut, nilai koefisien TATO sebesar 39,978, diartikan bahwa jika TATO mengalami kenaikan 1% maka PER akan mengalami kenaikan sebesar 39,978. Uji statistik t digunakan untuk menentukan apakah masing-masing variabel independen secara individu berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Uji ini dilakukan untuk menjawab hipotesis yang diajukan. Hasil uji statistik t dalam penelitian ini disajikan pada Tabel Tabel 5. Hasil uji statistik t Variabel independen Beta -0,174 ROA 0,168 TATO 0,171 Variabel Dependen: PER Sumber: Hasil output SPSS v. -2,129 2,026 2,087 (Sig. < 0,. 0,035 0,045 0,039 Kesimpulan Diterima Diterima Diterima Table 5 mengindikasikan bahwa CR memiliki nilai thitung -2,129 dengan tingkat signifikansi 0,035, serta nilai Beta negatif -0,174. Berdasarkan nilai signifikansi 0,035 < 0,05 Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi A maka disimpulkan bahwa CR memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap PER. ini berarti hipotesis (H. yang diajukan diterima. Selain itu. ROA memiliki nilai thitung 2,026 dengan tingkat signifikansi 0,045, serta nilai Beta positif 0,168. Berdasarkan nilai signifikansi 0,045 < 0,05 maka disimpulkan bahwa ROA memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap PER. hal ini berarti hipotesis (H. yang diajukan diterima. Lebih lanjut. TATO memiliki nilai thitung 2,087 dengan tingkat signifikansi 0,039, serta nilai Beta positif 0,171. Berdasarkan nilai signifikansi 0,039 < 0,05 maka disimpulkan bahwa TATO memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap PER. hal ini berarti hipotesis (H. yang diajukan Model hubungan interaksi antara CR. ROA, dan TATO dengan PER ditampilkan pada Gambar 2. Gambar 2. Hubungan Interaksi Antarvariabel DISKUSI Diskusi Dampak Current Ratio terhadap Price Earning Ratio Temuan menunjukkan Current Ratio (CR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio (PER) pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia periode Hubungan antara CR dan PER mencerminkan pengaruh likuiditas perusahaan terhadap persepsi pasar terhadap prospek pertumbuhan laba. Likuiditas yang tinggi sering dianggap sebagai tanda konservatisme manajemen dalam memanfaatkan aset lancar untuk investasi produktif (Mulyana, et al. , 2. Informasi ini dapat menurunkan ekspektasi terhadap kinerja masa depan perusahaan. CR yang tinggi memberikan sinyal negatif kepada investor. Berdasarkan Signalling Theory, informasi dari laporan keuangan perusahaan dipersepsikan sebagai indikator kondisi internal dan prospek masa depan. CR yang tinggi sering diartikan sebagai tanda adanya aset likuid yang menganggur. Kondisi ini mencerminkan kurang efisiensi pemanfaatan sumber daya Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi A untuk menghasilkan laba (Nadiya, et al. , 2. Hal ini membuat investor memandang potensi pengembalian di masa depan lebih rendah, sehingga minat terhadap saham perusahaan Akibatnya. CR yang terlalu tinggi justru dapat mengurangi daya tarik saham dan menekan nilai PER (Alifatussalimah & Sujud, 2. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian bahwa CR yang tinggi berpotensi menurunkan laba perusahaan, sehingga harga saham mengalami penurunan dan berdampak pada rendahnya nilai PER (Firdaus, 2. Diskusi Dampak Return on Assets terhadap Price Earning Ratio Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio (PER) pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2022. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ROA maka semakin tinggi pula PER. ROA yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset secara efisien untuk menghasilkan laba. Kondisi ini memberikan sinyal positif kepada investor tentang prospek keuangan perusahaan. Investor cenderung melihat perusahaan dengan ROA tinggi sebagai entitas dengan prospek keuangan yang lebih baik dan potensi pertumbuhan laba yang berkelanjutan (Septiyarina, 2. Dengan demikian. ROA menjadi indikator penting dalam pengambilan keputusan investasi (Karyati & Sudama, 2. ROA yang tinggi memberikan sinyal positif bagi investor. Menurut Signalling Theory, informasi keuangan seperti ROA digunakan investor untuk menilai kinerja dan prospek perusahaan di masa depan (Aprianingrum, 2. ROA yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset secara efisien untuk menghasilkan laba. Hal ini menjadi indikator efisiensi dan stabilitas keuangan. Informasi ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan laba dan indikasi meningkatnya harga saham. Kondisi ini secara langsung berpengaruh pada peningkatan nilai PER. Penelitian ini sejalan bahwa ROA yang tinggi dapat menaikkan harga saham yang pada gilirannya meningkatkan nilai PER (Sari, et , 2. Diskusi Dampak Total Asset Turnover terhadap Price Earning Ratio Penelitian menunjukkan bahwa Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio (PER) pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2022. TATO yang tinggi mencerminkan efisiensi perusahaan dalam mengoptimalkan aset untuk meningkatkan penjualan. Kondisi ini menunjukkan kemampuan perusahaan menciptakan pendapatan dan laba bersih secara konsisten (Arum Ardianingsih. Hal ini dapat menarik minat investor untuk membeli saham, mendorong kenaikan harga saham, dan meningkatkan nilai PER. Dengan demikian. TATO dapat dijadikan indikator penting yang mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola aset untuk Lukwardani. , et al. Penentu Pengambilan Keputusan Investasi A menciptakan nilai bagi pemegang saham (Siregar, 2. Investor memandang TATO tinggi sebagai tanda manajemen yang produktif, sehingga memperkuat kepercayaan pasar dan meningkatkan daya tarik investasi. Menurut Signalling Theory. TATO yang tinggi memberikan sinyal positif kepada investor mengenai kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aset secara optimal untuk menghasilkan pendapatan. Perusahaan dengan TATO yang tinggi dipandang memiliki manajemen yang efisien, strategi operasional yang baik, dan potensi laba yang lebih besar. Hal ini meningkatkan keyakinan investor terhadap prospek keuangan perusahaan. Kepercayaan ini menarik minat investor untuk berinvestasi, yang mendorong kenaikan harga saham dan peningkatan nilai PER. Karena itu. TATO menjadi salah satu indikator utama dalam proses pengambilan keputusan investasi (Budianto & Dewi, 2. Beberapa penelitian sejalan dengan temuan ini bahwa TATO berpengaruh positif dan signifikan terhadap PER (Kowoon, et al. , 2022. Wansani & Mispiyanti, 2. KESIMPULAN Penelitian ini menganalisis pengaruh Current Ratio (CR). Return on Assets (ROA), dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap Price Earning Ratio (PER) pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian mengemukakan bahwa CR memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap PER. Hasil ini menunjukkan semakin meningkat CR maka semakin menurun PER. Lebih lanjut, hasil temuan mengindikasikan bahwa ROA memiliki dampak positif dan signifikan terhadap PER. Hal ini berarti semakin tinggi ROA juga semakin tinggi PER. Begitu pula. TATO memiliki dampak positif dan signifikan terhadap PER. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi TATO maka semakin tinggi pula PER. REKOMENDASI