Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Inovasi Papercraft Dalam Pemanfaatan Limbah Kertas Fitra Muliani1. Rahmi Meutia2. Nurviana*3. Amelia4. Riezky Purnama Sari5. Ulya Nabilla6 1,3,4,5,6 Program Studi Matematika. Fakultas Teknik Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Samudra. Prof. Syarrief Thayeb. Meurandeh. Langsa, 24416. Indonesia e-mail: 1fitramuliani@unsam. id, 2rahmimeutia@unsam. id, *3nurviana@unsam. amelia@unsam. id, 4iezkypurnamasari@unsam. id, 5ulyanabilla@unsam. Abstrak Fakta di lapangan yaitu masih banyak ditemui kasus remaja putus sekolah dengan berbagai alasan termasuk salah satunya yaitu faktor Pendidikan orang tua dan ekonomi. Sementara itu, dampak dari anak yang tidak melanjutkan Pendidikan akan ada kenakalan remaja yang disebabkan oleh salah bergaul, meningkatnya angka pengangguran, serta pemikiran yang tidak dewasa sehingga mengakibatkan pada kualitas SDM yang rendah. Semakin meningkatnya keterampilan maka akan mudah mendapatkan kesempatan untuk Langsa Baro merupakan salah satu kecamatan di Kota Langsa Aceh dengan laju pertumbuhan penduduk selalu mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Hal tersebut menggambarkan kuatnya tekanan kesejahteraan rumah tangga yang membebani tingkat Permasalahan lainnya adalah terkait remaja putus sekolah, kasus ini mengalami peningkatan dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2021 yaitu masing Ae masing 19,4 % dan 20,13 %. Tujuan kegiatan yaitu membangun jiwa entrepreneur yang kreatif dan Metode pendekatan dilakukan dengan observasi permasalahan mitra dan metode ceramah dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada remaja tentang pemanfaatan limbah kertas. Hasil pengabdian ini sangat baik, dapat dilihat dari partisipasi dan antusias peserta dalam mengikuti kegiatan. Selain itu dari hasil kuesioner menunjukan bahwa 85 % kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dan berdampak dalam menambah pengetahuan bagi remaja putus sekolah untuk membangun jiwa wirausaha dan berinovasi. Kata kunci: remaja putus sekolah, wirausaha, limbah kertas. Langsa PENDAHULUAN Analisis Situasi Pendidikan adalah proses pembelajaran untuk mendapatkan pengetahuan serta membentuk keterampilan melalui pelatihan dan pengajaran. Selain itu Pendidikan dapat terjadi dibawah bimbingan orang lain dan juga dapat terjadi secara mandiri. Menurut . Pendidikan merupakan proses memperbaiki kualitas diri setiap manusia yang berhak untuk dadapatkannya secara adil tanpa memandang status ekonomi, sosial, dan pangkat. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Pasal 1 Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara . Berdasarkan hal tersebut jelas bahwa masyarakat dan Pendidikan merupakan satu satuan utuh yang tidak dapat dipisahkan. Perkembangan suatu masyarakat akan diperngaruhi oleh Pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mandiri dan memiliki kompetensi dalam menghadapi tantangan global sesuai perkembangan zaman. Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Fakta yang terjadi di lapangan masih banyak didapatkan anak/ remaja putus sekolah dengan berbagai alasan termasuk salah satunya yaitu faktor Pendidikan orang tua dan Sebagaimana yang disampaikan oleh . Putus sekolah merupakan predikat yang diberikan kepada mantan peserta didik yang tidak mampu menyelesaikan suatu jenjang pendidikan, hingga tidak dapat melanjutkan studinya ke jenjang pendidikan berikutnya. Adapun faktor yang menyebabkan remaja putus sekolah meliputi . Pengaruh orang lain. Pergaulan meliputi interaksi sosial dari dalam maupun dari luar sekolah. Kondisi keluarga. Sifat malas yang didasarkan pada sifat malas untuk belajar dan menjalani pendidikan dengan baik. Kurangnya dukungan orangtua. Sementara itu Dampak dari anak yang tidak melanjutkan Pendidikan akan ada kenakalan remaja yang disebabkan oleh salah bergaul, kemudian meningkatnya angka pengangguran, serta pemikiran yang tidak dewasa sehingga mengakibatkan pada kualitas SDM yang rendah. Sumber daya manusia yang berkompeten dapat dilihat dari keterampilan serta ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Selain itu, digambarkan dari pendidikan yang ditamatkannya. Seseorang yang menamatkan pendidikannya hingga jenjang pendidikannya yang tinggi dapat mempunyai pengetahuan yang luas serta keterampilan/keahlian yang tinggi. Semakin meningkatnya keterampilan/keahlian akan semakin mudah mendapatkan kesempatan untuk Indikator tingkat pendidikan yang ditamatkan juga dapat digunakan untuk mengetahui keberhasilan program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah Pusat dan Daerah. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah Aceh memiliki komitmen terhadap pentingnya pembangunan sektor pendidikan untuk membangun Aceh pada masa kini dan masa depan. Komitmen ini telah tertuang dalam Visi dan Misi Pemerintah Aceh dan dilaksanakan melalui Program Unggulan AuAceh CarongAy. Program unggulan ini, bertujuan menjadikan anak-anak Aceh yang cerdas , kreatif, inovatif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, berkarakter, dan mampu bersaing, sehingga mereka siap menghadapi dunia kerja . Laju pertumbuhan penduduk di Langsa Baro yang merupakan salah satu kecamatan di Kota Langsa Aceh selalu mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Tingginya laju pertumbuhan penduduk menggambarkan kuatnya tekanan terhadap kesejahteraan rumah tangga, yang pada akhirnya akan membebani tingkat perekonomian rumah tangga tersebut. Oleh sebab itu, untuk menunjang keberhasilan pembangunan, pemerintah tidak saja mengarahkan pada upaya pengendalian jumlah penduduk tapi juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya . Sementara itu, remaja putus sekolah juga merupakan permasalahan yang juga masih membutuhkan perhatian. Kasus ini juga mengalami peningkatan yaitu yang terangkum pada data . masing-masing 19,4 % dan 20,13 % dari tahun 2020 samapai dengan tahun 2021 . Seperti yang dikemukakan oleh salah seorang kepala Desa di Kecamatan Langsa Baro bahwa permasalahan anak/remaja putus sekolah masih perlu perhatian secara khusus untuk dapat diatasi, yaitu melalui beberapa pendekatan untuk dapat mengubah cara berfikir dan melakukan terobosan/ inovasi dalam membangun jiwa entrepreneur yang kreatif dan inovatif. Sementara itu. Desa Paya bujok Seulemak yang juga merupakan target mitra dalam kegiatan pengabdian memerlukan kegiatan yang memberdayakan remaja putus sekolah melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan. Selain itu, diharapkan kegiatan yang dilakukan dapat berdampak kepada remaja sehingga mereka menjadi masyarakat yang mandiri melalui kegiatan yang produktif dan berwirausaha dengan memanfaatkan bahan yang murah dan mudah ditemui. Limbah kertas limbah merupakan sampah kertas yang telah selesai digunakan dan tidak bisa dipakai kembali namun dapat di lakukan pengolahan lebih lanjut. Limbah kertas memiliki potensi untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi yang lebih baik jika dikembangkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk kreatif . Penelitian yang dilakukan oleh . tentang pemanfaatan limbah kertas menjadi kertas daur ulang bernilai tambah oleh mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dengan memanfaatkan limbah kertas ini dapat meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam pengolahan limbah akademik dan mengurangi pencemaran lingkungan serta mewujudkan mahasiswamahasiswa yang kreatif dalam pendaurulangan limbah akademik. Selain itu pengolahan limbah kertas dapat menambah pendapatan mahasiswa. Sementara itu, kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh . terkait pengolahan limbah kertas, hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat ini dinyatakan berhasil berdasarkan indikator peserta. Peserta Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X pelatihan bertambah pengetahuan dan ketrampilannya dalam pemanfaatan limbah kertas bekas menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis, yaitu cawan buah dan kap lampu hias. Berdasarkan analisis situasi yang terjadi saat ini, maka perlu dilakukannya AuPemberdayaan Remaja putus sekolah melalui PaperCraft dalam Pemanfaatan Limbah Kertas Berbasis Ekonomi Kreatif menuju mascecar . asyarakat Aceh caron. Kegiatan bertujuan untuk memberikan pendampingan serta pembinaan bagi remaja berupa pelatihanpelatihan keterampilan yang dapat dijadikan bekal bagi remaja untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja melalui kemandirian dalam berwirausaha. Justifikasi Solusi Atas Permasalahan Mitra Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan yang dihadapi oleh mitra, maka tim pelaksana PKM menawarkan solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang diuraikan pada tabel berikut ini: Tabel 1. Solusi permasalahan mitra Solusi Pemecahan Masalah Peningkatan jumlah Mengadakan putus interaktif dan sosialisasi sekolah setiap tahunnya. Bersama mitra dengan berdampak memberdayakan sumber SDM yang mendapatkan berkomitmen dan membangun pada Pendidikan Aceh. perekonomian daerah. Kurangnya motivasi Pemberdayaan remaja remaja putus sekolah putus sekolah melalui dalam membangun jiwa pembinaan remaja putus yang sekolah kreatif dan inovatif. kreatif dan inovatif. Mitra membangun Aceh pada masa kini dan masa depan. Selain itu peserta mengikuti kegiatan PKM dengan aktif dan Menambah pengetahuan dan wawasan peserta kegiatan PKM dalam hal membangun jiwa entrepreneur yang kreatif dan inovatif. Remaja putus sekolah terkendala dalam hal membangun ide usaha yang berbasis ekonomi Pelatihan membangun usaha yang Peserta mampu secara mandiri membangun ide dan usaha melalui inovasi PaperCraft dalam pemanfaatan limbah kertas menjadi suatu produk home decor yang menarik. Kurangnya pemahaman atau pengetahuan remaja inovasi yang dibuat Pendampingan langsung dan media social atau e-commerce Adanya akun shopee sabagai media pemasaran produk dan adanya pembelian via media instagram/facebook Permasalahan Target Luaran Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X METODE Metode Pendekatan Masalah Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi mitra dan solusi yang ditawarkan oleh tim PKM untuk mencapai target serta luaran, program kemitraan masyarakat ini dilakukan melalui dialog interaktif dan sosialisasi yang melibatkan kepala Desa Paya Bujok Seuleumak, lembaga pengembangan masyarakat pedesaan dan pihak yang terkait lainnya dalam kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan remaja putus sekolah PaperCraft dalam pemanfaatan limbah kertas berbasis ekonomi kreatif menuju masyarakat Aceh carong dan mandiri. Adapun uraian kegiatan yang dilakukan oleh tim pelaksana PKM di Desa paya bujok seuleumak yaitu: survey lapangan yang meliputi observasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, dilanjutkan sosialisasi dan pemberdayaan remaja putus sekolah baik dalam aspek produksi dan pemasaran hasil karya inovasi PaperCraft , serta kegiatan pendampingan untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangan hasil kegiatan untuk keberlanjutan program PKM pada desa tersebut dalam rangka membangun jiwa entrepreneur yang kreatif, inovatif serta mandiri pada remaja putus sekolah. Tahapan kegiatan dapat digambarkan pada diagram berikut : Gambar. 1 Alur tahapan pelaksanaan kegiatan Rencana Kegiatan Rencana Kegiatan PKM tentang pemberdayaan remaja putus sekolah PaperCraft dalam pemanfaatan limbah kertas berbasis ekonomi kreatif menuju masyarakat Aceh carong dijabarkan dalam beberapa tahapan berikut: Survey Lapangan Kegiatan survey lapangan bertujuan untuk menganalisis peningkatan jumlah remaja yang putus sekolah di desa Paya Bujok seuleumak Kota langsa dan permasalahan peningkatan jumlah remaja yang putus sekolah setiap tahunnya, sehingga berdampak pada kualitas SDM dalam mendapatkan pekerjaan dan berdampak pada perekonomian daerah. Hasil survey akan menjadi gambaran untuk tim PKM dalam menentukan dan menawarkan solusi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi Sosialisasi Sosialiasi kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah, dialog interaktif serta tanya jawab dengan memaparkan tentang pemberdayaan remaja putus sekolah melalui PaperCraft Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X dalam pemanfaatan limbah kertas berbasis ekonomi kreatif menuju masyarakat Aceh Sosialisasi dilakukan secara tatap muka dengan tujuan untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada peserta dalam membangun jiwa entrepreneur yang kreatif dan inovatif. Pelatihan Kegiatan pelatihan akan diadakan dengan mempratikkan secara langsung pada inovasi PaperCraft dalam pemanfaatan limbah kertas menjadi produk home decor yang menarik dan unik. Kegiatan pelatihan dilakukan secara langsung oleh tim PKM Bersama mitra, dimana persertanya adalah remaja putus sekolah di Desa Paya Bujok Seuleumak Langsa Baro. Kegiatan pelatihan ini dilakukan secara bertahap yaitu sebanyak 2 kali pertemuan. Pendampingan Kegiatan pendampingan akan dilakukan meliputi 2 kegiatan, yaitu : Pendampingan dalam pemasaran produk home decor PaperCraft meliputi pendampingan pembuatan akun bisnis pada media sosial atau aplikasi ecommerce Tim pelaksana PKM melakukan Pendampingan pembuatan akun bisnis pada media sosial dan aplikasi e-commerce/ shopee, tim PKM bersama mitra mempersiapkan foto produk home decor PaperCraft untuk diunggah pada media instagram dan shopee. Selanjutnya mendampingi mitra dalam mempromosikan home decor PaperCraft hasil karya remaja putus sekolah melalui instagram dan shopee dan melakukan evaluasi melalui banyaknya followers dan pemesanan yang dilakukan melalui instagram dan shopee. Monitoring dan evaluasi keberlanjutan usaha mandiri home decor Tim PKM melakukan pendampingan dalam bentuk monitoring dan evaluasi, hal ini bertujuan untuk meninjau lebih lanjut perkembangan dari hasil kegiatan. Pada saat kunjungan, tim pelaksana akan berdiskusi dengan mitra mengenai perkembangan kegiatan pembelajaran, penggunaan dan permasalahan yang dihadapi pada saat membuat home decor dan pemasaran, selain itu tambahan informasi guna memotivasi pengembangan usaha. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian yang dilaksanakan merupakan kegiatan kolaborasi antara dosen Matematika dan dosen Ekonomi Universitas Samudra. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan solusi terkait permasalahan yang dialami, yaitu melalui pembinaan remaja putus sekolah melalui Inovasi PaperCraft dalam Pemanfaatan Limbah Kertas Berbasis Ekonomi Kreatif menuju Masyarakat Aceh Carong. Kegiatan tersebut dilakukan guna menambah wawasan dan saling sharing begitu pentingnya secara mandiri remaja untuk membangun suatu usaha dengan memanfaatkan limbah kertas. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2022, yaitu bertempat di balai desa dusun Bukit dan diikuti oleh beberapa remaja yang merupakan warga paya bujok Seuleumak Langsa Baro. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan berjalan dengan sangat baik, dimana Geuchik. Kepala Dusun serta ketua pemuda juga ikut hadir serta sangat mendukung dalam kegiatan tersebut. Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Gambar 2. Sosialisasi pemahaman awal terkait pentingnya berinovasi dan membangun jiwa enterprenuer Pada kegiatan sosialisasi tim PKM memberikan wawasan terkait membangun ide dan pentingnya berinovasi dalam berwirausaha menuju masyarakat yang mandiri, cerdas dan Peserta dengan seksama mengikuti kegiatan sosialisasi. Selain itu, peserta dan tim PKM saling berdiskusi dan sharing terkait pemanfaatan limbah kertas sebagai bahan baku yang akan digunakan dalam inovasi papercraft. Gambar 3. Praktik langsung pembuatan produk limbah kertas Dari gambar diatas terlihat bahwa peserta sangat antusias dalam berinovasi melalui pemanfaatan limbah kertas untuk dijadikan suatu produk home dycor yang menarik. Peserta juga sangat berperan aktif dan terlibat langsung dalam pembuatan berbagai macam produk Gambar. 4 Poto Bersama peserta setelah kegiatan Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Selanjutnya tim PKM melakukan evaluasi pada saat kegiatan berlangsung untuk melihat keberhasilan kegiatan PKM yang dilakukan yaitu sebagai berikut : Berdasarkan hasil kuesioner yang diisi oleh peserta maka dapat disimpulkan bahwa Sebanyak 32% peserta berpendapat bahwa mereka setuju, artinya peserta tertarik dan puas serta terlibat langsung dalam kegiatan PKM. Selain itu, sebanyak 68% menyatakan sangat setuju bahwa peserta terlibat secara langsung dalam kegiatan. 24% peserta menyatakan setuju bahwa peserta dalam hal ini telah memahami dan terampil dalam inovasi papercraft dalam pemanfaat limbah kertas. Selanjutnya 76% menyatakan bahwa peserta sangat setuju bahwa telah terampil dalam pembuatan produk home dycor serta, sehingga tim berharap dengan adanya PKM ini dapat memberikan motivasi dan wawasan dala membangun usaha secara mandiri. Gambar. 5 Peserta paham dan terampil dalam inovasi papercraft Berdasarkan penilaian peserta kegiatan ini sangat berdampak dalam memotivasi serta membukan wawasan berfikir, terlihat pada diagram sebanyak 20% menyatakan setuju dan 80% menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan berdampak dan tim terlibat langsung dalam sosialisasi dan pelatihan. Selanjutnya dilaksanakan pendampingan yang merupakan bagian dari kegiatan evaluasi diluar kegiatan inti. Hal ini bertujuan untuk meninjau lebih lanjut terkait usaha papaercraft yang dirintis oleh kelompok usaha dalam memasarkan produk melalui e-commers yaitu akun KESIMPULAN Adapun Kesimpulan yang diperoleh dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat yaitu, antara lain: Tingkat partisipasi peserta pemanfaatan limbah kertas dalam kegiatan cukup baik dan interaktif, selain itu peserta yang terdiri atas remaja putus sekolah terlibat aktif selama pelatihan berlangsung dengan saling berdiskusi dengan tim terhadap kesulitan yang dihadapi dalam pemanfaatan limbah kertas untuk membuat produk yang menarik. Pelaksanaan program pengabdian ini diharapkan berkontribusi pada masyarakat yaitu dengan pemberdayaan remaja putus sekolah akan berdampak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat untuk berwirausaha secara mandiri melalui pemanfaatan limbah Kegiatan PKM ini dapat memberikan wawasan bagi masyarakat dalam membangun ide dan berinovasi secara mandiri untuk berwirausaha. SARAN Saran yang diharapkan oleh penulis atau tim PKM yaitu sebagai berikut : Peserta dapat terus berkreasi dalam menghasilkan produk kreatif dan unik dengan bahan baku limbah kertas bernilai jual tinggi. Adanya tambahan produk yang bervariansi yg diupload ke akun shopee yang merupakan toko usaha kelompok remaja putus sekolah. Jurnal Abdimas PHB Vol. 6 No. 2 Tahun 2023 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim PKM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Selain itu uacapan terimakasi juga dari beberapa pihak akademik dan masyarakat yang juga ikut memberikan dukungan sehingga terlaksananya kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA