Original Article Gambaran Pelaksanaan Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA) Rumah Sakit Swasta di Yogyakarta Jurnal Kesehatan Yullya Permina1*. Vivi Retno Intening1 Korespondensi nama penulis : Yullya Permina afiliasi: STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta email: yullya@stikesbethesda. STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta1 e-ISSN: 2502-0439 Informasi artikel Diterima : 26 Maret 2025 Revisi : 10 April 2025 Diterbitkan : 31 Juli 2025 *diisi editor Sitasi: Permina. Intening. I . Gambaran Pelaksanaan Perawat penanggung Jawab Asuhan (PPJA) Rumah Sakit Swasta di Yogyakarta. Jurnal Kesehatan. Vol 13. ABSTRAK Peningkatan tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit menuntut adanya strategi yang tepat untuk memenuhi harapan ini. Dalam hal ini, koordinasi yang efektif di dalam organisasi sangat penting untuk menciptakan sinergi yang baik. Pelayanan keperawatan yang menyeluruh memerlukan profesionalisme dari perawat pengelola maupun perawat pelaksana. Salah satu metode yang dapat memaksimalkan pelayanan keperawatan adalah sistem Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA). Rumah sakit swasta di Yogyakarta telah mulai menerapkan metode PPJA ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan PPJA di rumah sakit swasta di Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 40 responden PPJA. Alat ukur yang diterapkan adalah kuesioner, dan analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia antara 36 hingga 45 tahun, dengan pendidikan terbanyak adalah profesi ners. Berdasarkan lamanya bekerja, sebagian besar responden memiliki pengalaman kerja lebih dari 4 tahun, dan 30 responden mengindikasikan bahwa pelaksanaan PPJA dalam katergori baik menjalankan tugas dalam pemberian pelayanan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PPJA di rumah sakit swasta di Yogyakarta berada pada tingkat yang baik. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan melalui penerapan metode PPJA. Kata kunci: Perawat. PPJA. Rumah sakit ABSTRACT The increasing demands of the community for the quality of hospital services require an appropriate strategy to meet these expectations. In this case, effective coordination within the organization is very important to create good synergy. Comprehensive nursing services require professionalism from both managing nurses and implementing nurses. One method that can maximize nursing services is the Nurse in Charge of Care (PPJA) Private hospitals in Yogyakarta have begun to implement this PPJA method. This study aims to describe the implementation of PPJA in private hospitals in Yogyakarta. The method used is quantitative descriptive, involving 40 PPJA respondents. The measuring instrument applied was a questionnaire, and data analysis was carried out univariately. The results showed that the majority of respondents were between 36 and 45 years old, with the most education being the nursing profession. Based on the length of service, most respondents had more than 4 years of work experience, and 30 respondents indicated that the implementation of PPJA in the good category carried out tasks in providing services. The conclusion of this study shows that the implementation of PPJA in private hospitals in Yogyakarta is at a good level. Therefore, it is recommended that hospitals continue to maintain and improve the quality of service through the implementation of the PPJA method. Keywords: Nurse. Nurse in Charge of Care. Hospital Pendahuluan Rumah sakit adalah lembaga yang Profesional (MAKP) dirancang untuk menyediakan layanan kesehatan secara menyeluruh bagi masyarakat, termasuk Adapun tujuan dalam MAKP inap, dan perawatan jalan (Permenkes. Peningkatan kesadaran publik keperawatan, memberikan pelayanan mengenai hak-hak mereka sebagai keparawatan yang terstruktur sehingga pasien telah meningkatkan tuntutan keperawatan yang komprehensig dan Peningkatan Perawat adalah garda terdepan akan hak-hak mereka sebagai pasien telah mendorong rumah sakit untuk keperawatan kepada pasien selama 24 Mereka memantau kondisi pasien, jawab dalam memberikan pelayanan memberikan obat-obatan, melakukan keperawatan yang berkualitas. Hal ini menuntut rumah sakit untuk tidak hanya fokus pada aspek klinis, tetapi Kehadiran perawat yang terus menerus juga pada akuntabilitas dan kepuasan Perawat memegang peranan pasien mendapatkan perawatan yang yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit (Wulandari & Wihardja, 2. Tenaga (Listyaningsih keperawatan memiliki tanggung jawab Sukoco. Pemberian pelayanan yang terbaik Pelayanan keperawatan (Nursalam, 2. Nilai keperawatan yang optimal akan terus sebagai suatu tuntutan bagi organisasi pelayanan kesehatan (Kuntoro, 2. Metode keahlian perawat. Dengan demikian. Asuhan Keperawatan saat kepada pasien, bertanggung jawab melaksanakannya tanpa bertentangan dengan standar yang telah ditetapkan untuk profesi ini. Keyakinan bahwa keperawatan adalah sebuah profesi pemulangan Penerapan metode PPJA harus diiringi dengan upaya untuk (Perawat Penanggung Jawab Asuha. hubungan dan koneksi yang baik antara dikenal dengan istilah profesionalisme perawat dan pasien. Hal ini merupakan (Mukhoirotin et al. , 2. Pelayanan memberikan asuhan keperawatan yang holistik dan berpusat pada pasien. Dengan membangun hubungan yang perawat pengelola maupun perawat baik, perawat dapat lebih memahami Salah satu metode yang efektif untuk memberikan pelayanan keperawatan secara optimal adalah sistem Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA). PPJA diharapkan dapat (Wessel dan Manthey . dalam Christiana et al . lebih efektif. Studi Awal dalam penelitian ini pasien selama masa perawatan. Hal ini didapatkan bahwa rumah sakit swasta berpotensi memiliki hubungan yang di Yogyakarta sudah mulai memberikan erat dengan kepuasan kerja perawat pelayanan profesional dengan adanya dalam memberikan pelayanan di rumah Perawat Penanggung Jawab Asuhan Kompetensi seorang PPJA sangat (PPJA) untuk meningkatkan pelayanan menentukan dalam mengkoordinasikan kepada pasien. setiap kegiatan keperawatan. PPJA memberikan asuhan keperawatan yang Metode teori pelaksanaan tugas PPJA yang Metode penelitian ini merupakan terdiri dari 40 pernyataan, yang telah pendekatan deskriptif kuantitatif, yang diuji validitas dan reliabilitasnya kepada gambaran objektif mengenai suatu product moment rhitung>rtabel sedangkan dijadikan objek penelitian adalah PPJA uji reabilitas menggunakan cronbach yang bekerja di rumah sakit swasta di alpha nilai lebih dari 0,6. Untuk analisis Yogyakarta. Populasi sebanyak 45 orang. Dari populasi metode univariat. Penelitian ini juga berjumlah 40 responden melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang STIKES Bethesda digunakan adalah kuesioner yang telah nomor 089/KEPK. 01/VI/2022. Yakkum di buat peneliti berdasarkan landasan Hasil Tabel 1 Distibusi frekuensi akarkteristik responden Gambaran Pelaksanaan Perawat Penanggung Jawab Asuhan . JA) Rumah Sakit Di Yogyakarta Karakteristik Resonden Usia 17-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun 46 Ae 55 tahun Jumlah Pendidikan Ners Jumlah Lama Kerja 1-2 tahun 2-4 tahun Lebih dari 4 tahun Jumlah Sumber: data primer terolah Analisis: Berdasarkan Frekuensi Persentase (%) terbanyak pada usia 36 Ae 45 tahun atau 37,5%, berdasarkan lama bekerja, responden bekerja selama lebih dari 4 tahun atau profesin ners dengan jumlah 40 taua 52,5%, Tabel 2 Distibusi frekuensi Gambaran Pelaksanaan Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA) Rumah Sakit Di Yogyakarta Kategori Baik Cukup Kurang Jumlah Frekuensi Persentase (%) Sumber : Data primer terolah Analisis : tabel 2 diatas dapat di lihat Pelaksanaan Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA) Rumah Sakit Di Yogyakarta dalam Perawat (Nadila. Calon i Keperawatan dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun, atau lulusan Ners dengan pengalaman kerja minimal dengan pendekatan yang terintegrasi. 3 tahun. Selain itu, diharapkan juga tugas-tugas mandiri, berkolaborasi, dan melakukan memiliki latar belakang pendidikan D- perawatan kepada pasien dan keluarga seorang Perawat Klinis II yang memiliki Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang Kualifikasi untuk posisi PPJA adalah Setiawan. Rizany, 2. PPJA adalah Kapadia. Soeli, 2. bidang asuhan keperawatan sekelompok pasien (Suharianto. Djojo, pelayanan kesehatan, terutama dalam Centered Car. , di Pembahasan PPJA yang berfokus pada pasien (Patient interdisiplin dengan konsep pelayanan kategori baik. Dengan jumlah 30 atau (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2. PPJA PPJA bertanggung jawab mulai dari handover mencakup beberapa elemen pasien masuk sampai pasien keluar dari penting, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, serta penilaian klinis (Nela. Machmud. Susanti, 2. memberikan asuhan keperawatan yang PPJA berperan penting dalam menjaga hubungan kerja yang harmonis antara PPJA Mengkoordinasikan perawatan pasien dengan tim kesehatan lainnya, dan Selain melakukan evaluasi serta memberikan hak-hak solusi terhadap berbagai permasalahan pasien dan bertindak sebagai advokat yang muncul dalam pekerjaan, guna Dengan PPJA PPJA meningkatkan kompetensi dan kualitas memberikan asuhan keperawatan yang PPJA (Suhariyanto et al. , 2. PPJA mempunyai tanggung jawab asuhan keperawatan pasien. Dalam penuh terhasap pasien dari kedatangan (Heryyanoor & Febriana, 2. berkualitas dan berpusat pada pasien PPJA (Meredith, 2. Metode penugasan pelayanan, dan berkolaborasi dengan PPJA menetapkan standar perawatan DPJP maupun PPA lainnya . -Diklat. Penelitian yang dilakukan oleh (Suhariyanto et al. , 2. Membuktikan Perawat Profesional konteks perawatan primer. Dalam hal dalam Jasa Asuhan (PPJA) sangat ini, para perawat yang terlibat berperan secara sentral, dengan memiliki akses keperawatan yang dapat berkolaborasi terhadap informasi klinis pasien secara menyeluruh (Betoldi, 2. Penelitian yang dilakukan Nela. Machmud dan Susanti. Centered Care/PCC). Kompetensi PPJA Aspek kompetensi PPJA dalam melakukan (Patient mengkoordinasikan Saran Bagi Rumah Sakit perawatan pasien (Atik et al. , 2. Hasil PPJA diharapkan untuk menunjukkan peran dan tanggung jawabnya, serta evaluasi tentang pelaksanaan PPJA kemampuan dalam berkolaborasi saat Hal terintegrasi, dan penerapan konsep Person-Centered Care sehingga pelayanan yang diberikan kepemimpinan yang tepat, kemampuan semakin baik. (PCC). Bagi Institusi Pendidikan (Wulandari & Wihardja, 2. Menambahkan rumah sakit swasta di Yogyakarta pelaksanaan PPJA dapat berjalan baik sudah dilaksanakan dengan baik, karena dalam melakukan peran dan perlunya memperbanyak referensi tugas sebagai PPJA sesuai dengan terkait pelayanan dengan metode PPJA. Isi saran ditulis dengan font pemberian asuhan keperawatan untuk Tahoma 10. Saran sebaiknya ditulis dalam satu paragraf. Saran dapat