NUR EL-ISLAM: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan DOI: https://doi. org/10. 51311/nuris. ISSN: 2337-7828. EISSN: 2527-6263 https://ejurnal. id/index. php/nurelislam/article/view/634 PELAKSANAAN PEMBINAAN PROGRAM BELAJAR MALAM (MUWAJJAH) UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SANTRI DI PONDOK PESANTREN RAUDHATUL ULUM DESA SAKATIGA INDRALAYA OGAN ILIR Mauhmmad Isa Ridwan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Email: elanshary. quds@gmail. Saipul Annur Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Email: saipulannur@gmail. Mardiah Astuti Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Email: mardiahastuti_uin@radenfatah. Abstrak Pelaksanaan program belajar di dalam suatu lembaga pendidikan berawal pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik. Di dalam pondok pesantren Raudhatul Ulum ada yang dinamakan dengan program belajar malam . , dengan tujuan meningkatkan kualitas belajar santri. Namun di dalam proses muwajjah tersebut para santri kurang disiplin terhadap waktu yang telah ditetapkan, sehingga kurang efisien pada pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan, strategi dan faktor yang mempengaruhi program belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga. Metode yang digunakan berjenis kualitatif dengan sifat field research dan menggunakan pendekatan Hasil yang didapatkan adalah pada pelaksanaan muwajjah agar berjalan dengan baik, maka semua pihak baik itu guru dan wali kelas ikut bertanggung jawab dengan aturan yang sudah direncanakan dan dijadwalkan. Kemudian faktor pendukung muwajjah adalah pengkondisian iklim muwajjah yang oleh guru dan wali kelas, untuk faktor penghambat adalah kelelahan dikarenakan santri dari pagi sampai sore hari telah mengikuti proses pembelajaran di kelas. Kata kunci :Pelaksanaan. Belajar Malam. Muwajjah. Hasil Belajar. Abstract The implementation of learning programs in an educational institution begins with the learning process carried out by teachers and students. In the Raudhatul Ulum Islamic boarding school there is something called an evening study program . , with the aim of improving the quality of students' learning. However, in the muwajjah process, the students were less disciplined regarding the time that had been set, so that its implementation was less efficient. This research aims to analyze the implementation, strategies and factors that influence the evening learning program at the Raudhatul Ulum Sakatiga Islamic Boarding School. The method used is qualitative type with field research characteristics and uses a descriptive approach. The results obtained are that when the implementation of muwajjah runs well, all parties, including teachers and homeroom teachers, are responsible for the rules that have been planned and scheduled. Then the supporting factor for muwajjah is the muwajjah climate conditioning by teachers and homeroom teachers, the inhibiting factor is fatigue because students from morning to evening have been following the learning process in class. Keywords: Implementation. Night Study. Muwajjah. Learning Results Pendahuluan Pondok pesantren terkenal dengan nilai kedisiplinannya, mulai dari disiplin beribadah, disiplin belajar . dan disiplin di dalam mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang ada di pondok pesantren, di mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Untuk meningkatkan kualitas belajar para santri, maka diadakanlah program belajar malam oleh guru dengan disediakannya pojok-pojok materi . awaya mawa. yang dibagi menjadi beberapa divisi. yaitu kauniyah . elajaran umu. Islamiyah . elajaran keislama. , lughowiyah . elajaran bahas. dan tahfidz . elajaran hafalan al-QurAoa. Di dalam pondok pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, pembinaan belajar malam . sudah menjadi program baku, hal ini merupakan kewajiban bagi setiap santri untuk bertemu dengan wali kelasnya di luar dari jam formal. Setiap santri per kelas akan membahas pelajaran yang sudah dipelajari pada siang harinya, mereka diminta untuk mendiskusikan pelajaran dan wali kelas akan memberikan pengayaan materi jika anak didiknya sudah memahami Namun, beberapa masalah yang ditemukan dalam pembinaan belajar malam ini adalah kurangnya disiplin waktu ketika Volume 11. Nomor 1. April 2024 muwajjah oleh para santri dan waktu muwajjah yang sangat singkat sekali, sehingga menyebabkan tidak efisien di dalam pelaksanaannya. Oleh karena hal-hal yang telah dikemukakan, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : Bagaimana pelaksanaan dan strategi pembinaan belajar malam . di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga ? Apa saja faktor pendukung dan penghambat pembinaan belajar malam . di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga ? Kajian Pustaka Agus Sadid menyatakan bahwa manfaat yang dirasakan dari pelaksanaan pembinaan profesionalisme pamong belajar dalam kesetaraan adalah: Pertama, bagi pihak pamong belajar meningkatkan kompetensi, kinerja dan produktivitas. Kedua, bagi pihak SKB, dengan meningkatnya PB maka akan meningkatnya kualitas pelaksanaan dan hasil-hasil pembelajaran di SKB. Persamaan antara yang peneliti lakukan dengan yang dinyatakan di atas adalah sama-sama meneliti tentang pelaksanaan pembinaan, kemudian persamaannya terlihat dari segi kerangka teori dan metode penelitian. Adapun perbedaannya terletak pada penulis meneliti pembinaan program belajar malam, sedangkan yang di atas tentang profesionalisme pamong belajar dan kualitas pembelajaran. Miftahul Jannah menyatakan bahwa efektivitas program pembinaan bagi anak didik permasyarakatan di lembaga pembinaan khusus anak kelas II Maros adalah : Pertama, belum berjalan efektif dikarenakan masih adanya kekurangan belum adanya program kesadaran hukum dan pengadaan pendidikan Agus Sadid. Khairuddin Khairuddin, dan Siti Juariah. AuPelaksanaan Pembinaan Profesionalisme Pamong Belajar Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kelompok Belajar Kesetaraan,Ay JIV-Jurnal Ilmiah Visi . 120Ae30, doi:10. 21009/jiv. Volume 11. Nomor 1. April 2024 formal di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Maros. Kedua. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program pembinaan ialah faktor penegak hukum yaitu petugas LPKA dan faktor sarana prasarana. Persamaan antara yang penulis lakukan dan yang dinyatakan di atas adalah sama dari segi kerangka teori dan metode penelitian. Sedangkan perbedaanya adalah penulis meneliti tentang pelaksanaan pembinaan program belajar malam dan yang di atas tentang efektivitas pembinaan. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah kualitatif, penelitian kualitatif berakar pada latar belakang keilmuan sebagai integritas fundamental terpenting penelitian, bergantung pada orang sebagai alat penelitian, menggunakan metode kualitatif seperti analisis induktif, memandu tujuan penelitian untuk menemukan teori yang lebih terkait dengan Sebagai hasilnya, pilih kriteria untuk menulis tanggal validitas, rencana penelitian dibatasi waktu, dan hasil penelitian disepakati antara subjek penelitian3. Penelitian ini bersifat field research dengan menggunakan pendekatan deskriptif, pendekatan deskriptif bertujuan untuk mendapatkan keterangan maupun data secara mendalam dan fenomena yang dikaji berkaitan dengan realitas sosial yang bersifat Dalam penelitian kualitatif, peneliti disini merupakan key instrument dan oleh karena itu, nantinya penulis perlu menetapkan siapa saja yang nantinya menjadi alat penelitian atau mungkin setelah ada masalah dan fokus yang jelas barulah peneliti menggunakan alat Penulis juga menggunakan purposive sampling yang bersifat snowball sampling. Pada teknik pengumpulan data, penulis Miftahul Jannah. AuEfektivitas Program Pembinaan Bagi Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II MarosAy (Universitas Hasanuddin Makassar, 2. , https://repository. id/id/eprint/10844/2/B012192032_tesis_19-10-2021 12. Moleong Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2. Volume 11. Nomor 1. April 2024 menggunakan observasi non-partisipan, wawancara menggunakan deep interview dan juga dokumentasi sebagai pendukung. Teknik analisis data menggunakan caranya Miles dan Hubberman, dengan melakukan reduksi data . ata reductio. , menyajikan data . ata displa. dan memverifikasi data . ata Uji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi, triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai wakt4. Triangulasi data digunakan sebagai proses memantapkan kepercayaan . redibilitas/validita. dan konsistensi . data, serta bermanfaat juga sebagai alat bantu analisis data di lapangan, kegiatan triangulasi dengan sendirinya mencakup proses pengujian hipotesis yang dibangun selama pengumpulan data, hipotesis di dalam kualitatif tidaklah sama di dalam penelitian kuantitatif5. Dalam pelaksanaan triangulasi, penulis menggunakan triangulasi sumber, teori dan triangulasi teknik pengumpulan data. Landasan Teori Pelaksaan Menurut Menurut G. R Terry Aupelaksanaan adalah kegiatan meliputi menentukan, mengelompokan, mencapai tujuan, penugasan orang - orang dengan memperhatikan lingkungan fisik, sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan terhadap setiap individu untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Istilah pelaksanaan juga diartikan dari serapan Bahasa Inggris yaitu implementasi . , implementasi merupakan pelaksanaan serangkaian kegiatan dalam rangka untuk memberikan kebijakan publik sehingga kebijakan dapat membawa hasil, seperti yang diharapkan. Mereka termasuk serangkaian kegiatan, persiapan. Pertama, maju menetapkan aturan yang merupakan interpretasi dari kebijakan tersebut. Kedua, mempersiapkan sumber daya untuk mendorong pelaksanaan kegiatan Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. Imam Gunawan. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 20. Volume 11. Nomor 1. April 2024 termasuk infrastruktur, sumber daya keuangan dan tentu saja penentuan siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan ini. Ketiga, bagaimana mengahantarkan kebijaksanaan konkret untuk umum6. Dengan demikian pelaksanaan dapat dipahami sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara individu atau bersama melalui wadah secara terstruktur dan sistematis untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari rangkaian kegiatan yang telah dicanangkan. Pembinaan Menurut Mitha Thoha Pembinaan adalah suatu tindakan, proses, hasil, atau pernyataan yang lebih baik. Dalam hal ini menunjukkan adanya kemajuan, peningkatan pertumbuhan, evolusi atas berbagai kemungkinan, berkembang atau peningkatan atas sesuatu. Ada dua unsur dari definisi pembinaan yaitu: Pembinaan bisa menunjukan kepada perbaikan atas sesuatu7. Dengan demikian pembinaan adalah output yang bermuara pada adanya perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih utuh dari sebelumnya, dengan proses pembinaan tersebut tentunya diawali dengan kegiatan perencanaan, upaya melakukan koordinasi, memaksimalkan pelaksanaan, melakukan evaluasi dan pengawasan pada suatu tugas atau pekerjaan demi tercapainya tujuan dengan hasil yang lebih baik lagi. Belajar Muhajirah berpendapat bahwa: AuIn general, the term learning is understood as the teacher's conscious effort to help students so that they can learn according to their interests and needs. The more aware and professional a teacher is in educating, the better the quality of students and vice versa. Ay 8 Sedangkan menurut teori mental state yang Syaukani. Afan Gaffar, dan Ryaas Rasyid. Otonomi Daerah Dalam Kesatuan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 29. Miftah Thoha. Kepemimpinan Dalam Manajemen (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2. , 34. Muhajirah. AuBasic of Learning Theory (Behaviorism. Cognitivism. Contructivism, and Humanis. ,Ay International Journal of Asian Education 1, no. : 37Ae42, doi:10. 46966/ijae. Volume 11. Nomor 1. April 2024 dikembangkan oleh J. Herbart menyatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan melalui alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang-perangsang dari luar. Pengalaman-pengalaman berasosiasi dan bereproduksi. Oleh sebab itu, latihan memegang peranan penting, lebih banyak ulangan dan latihan maka akan lebih banyak dan lebih lama pengalaman dan pengetahuan yang tinggal di dalam kesadaran dan ingatan seseorang. Sebaliknya apa bila kurang ulangan dan latihan maka pengalaman dan pengetahuan akan cepat Belajar dari kutipan di atas merupakan usaha sadar guru untuk mendorong siswa belajar sesuai dengan minat dan kebutuhan kreatifnya, semakin termotivasi dan profesional guru dalam pelatihan, semakin baik tingkat pengalaman dan pengetahuan siswa. Pembahasan Pelaksanaan dan strategi pembinaan program belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga. Pelaksanaan pembinaan belajar malam bisa dilakukan di ruang terbuka atau gazebo . ondok-pondoka. , di masjid dan kelas. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara kepada waka kurikulum MTs dan MA Raudhatul Ulum, adapun isi wawancarnya sebagai berikut: AuPertemuan yang dilakukan santri dengan wali kelas masing-masing yang lazim disebutkan di pesantren yaitu muwajjah, dan ini menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan pembinaan program belajar di pesantren yang diadakan pada malam hari. Pertemuan semacam ini dilakukan di ruang terbuka atau di pondok-pondokan . atau juga bisa dilakukan di kelas dan ada pula dilakukan di masjid. Adapun yang bertanggung jawab pelaksanaan belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga yaitu terdiri dari wali kelas, guru mata pelajaran atau guru ekstrakurikuler yang ditunjuk langsung oleh pihak sekolah melalui jadwal tertulis, terkadang diumumkan secara rutin via whatsApp, dan pihak pengurus madrasah mulai dari kepala Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 37. Volume 11. Nomor 1. April 2024 sekolah hingga staf madrasah yang ditugasi untuk kontroling belajar Ay10 Kemudian ada juga yang menyatakan: Auwali kelas diberi amanah tidak hanya bertemu pada jam formal sekolah saja, tetapi juga mengayomi peserta didiknya di luar jam formal terutama pada jam belajar malam. Dalam kondisi ini agar wali kelas tahu kondisi peserta didiknya apakah dalam keadaan sehat atau sedang sakit atau sedang izin pulang ke rumah. Peran wali kelas juga dapat memberikan sedikit waktu untuk memotivasi peserta didiknya terkait semangat belajar. Ay11 Hasil wawancara diperkuat oleh observasi langsung untuk mengetahui peran wali kelas dalam pembinaan program belajar malam santri, melihat ketika belajar malam keharmonisan antara wali kelas terhadap santrinya sangat lebih akrab dan relaks 12 . Dengan demikian santri akan merasa diperhatikan oleh wali kelas karena berbagai upaya dilakukan untuk peningkatan hasil belajar santri yang signifikan meski tidak semua santri memiliki kemampuan belajar yang sama, tetapi setidaknya dengan dibiasakan dengan penugasan, pelatihan, dan pembinaan ketika belajar malam dilaksanakan secara kontinyu maka akan ada peningkatan hasil belajar pada santri. Adapun strategi pembinaan program belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga dengan melakukan hal-hal sebagai berikut: Pengulangan materi yang belum dipahami sepenuhnya oleh santri Melanjutkan materi yang belum selesai pada jam formal sekolah Pengerjaan kisi-kisi soal untuk menghadapi ujian Pengayaan materi pembelajaran Penyetoran hafalan al-QurAoan Peningkatan bahasa resmi pondok Wawancara dengan waka Kurikulum Madrasah Aliyah, al-Ustadz Tengku Bashiruddin diKantor Madrasah Aliyah, 2 Juni 2023 Wawancara dengan Ustadz Nurdin Sarim di MTs Raudhatul Ulum, 5 Juni 2023 Hasil observasi lapangan kegiatan belajar malam di kelas. Pondok Pesantren RaudhatulUlum Sakatiga, tanggal 14 Juni 2023 Volume 11. Nomor 1. April 2024 Faktor pendukung dan penghambat pembinaan program belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga Adapun faktor pendukung pembinaan belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga adalah kondisi lingkungan dan sarana yang memadai, hal ini senada dengan hasil wawancara sebagai berikut: AuHal yang mendukung muwajjah seperti ruang kelas yang dilengkapi lampu dan kipas angin, jadwal pengawas yang sudah diatur harinya, pihak madrasah menyiapkan makanan dan minuman ringan untuk para pengawas dan pembimbing belajar malam sehingga menambah kondusif13. Kemudian hal yang penting dalam mendukung terlaksananya muwajjah adalah pemberian motivasi, menurut informan sebagai berikut: Aumotivasi sangat dibutuhkan anak-anak dalam proses mereka untuk menghafal, karena motivasi inilah yang bisa membantu mereka untuk menguatkan semangat belajar mereka, baik motivasi dari guru, teman ataupun motivasi dari diri sendiriAy14. Kemudian untuk faktor penghambat pembinaan belajar malam adalah kelelahan santri dan aturan tegas dari madrasah, hal ini berdasarkan hasil wawancara sebagai berikut: AuPenerapan program belajar malam belum maksimal dikarenakan kegiatan santri yang pada dari pagi sampai sore. Di samping para santri malamnya harus mengikuti kegiatan ekstrakulikuler belajar malam bersama wali jadi santri sudah tidak semangat karena sudah merasa lelah, dan juga program belajar malam ini belum tersistem secara rapi seperti pondok pesantren yang lain. Kemudian muatan materi dan evaluasi belum berjalan dengan lancar, hal ini disebabkan karena belajar malam bukan program resmi seperti belajar pagi, ia hanya bersifat ekstrakulikuler jadi perhatiannya belum maksimal15. Kemudian juga, ada beberapa santri yang kurang disiplin16. Tidak adanya kesadaran Wawancara dengan Waka. Kurikulum MTs Raudhatul Ulum. Ustadz Nurdin Sarim di ruangguru MTs Raudhatul Ulum, 10 Juni 2023 Wawancara dengan Nabilah Maisa Tsara di Masjid As Shafwah, 30 Maret 2021 Wawancara dengan Waka. Kurikulum Madrasah Aliyah, al-Ustadz Tengku Bashiruddin diKantor Madrasah Aliyah, 2 Juni 2023 Wawancara dengan Waka. Kesiswaan. Ustadzah Heni Fitrianti di Kantor MTs Raudhatul Ulum, 15 Juni 2023 Volume 11. Nomor 1. April 2024 dan aturan yang tegas dari pihak madrasah sehingga baik wali kelas maupun santri belum maksimal dalam kehadiran kegiatan belajar malamAy17. Penulis juga melaksanakan observasi untuk memperkuat faktor penghambat kegiatan belajar malam, adapun temuan yang penulis dapati adalah kegiatan sekolah yang full time dari pagi sampai sore memang menjadi penghambat anak untuk melakukan kegiatan belajar malam . , pagi sekolah seperti biasa, membuat tugas di kelas yang diberikan guru di kelas, ada PR yang harus dikerjakan di asrama dan kegiatan belajar belangsung sampai sore. Belum lagi ketika ada kegiatan ekstrakulikuler lainnya, tenaga mereka mereka sudah terkuras ketika pembelajaran pada pagi hari, oleh sebab itu belajar malam mereka tidak menjadi fokus, tidak disiplin, dan mengantuk saat belajar malam berlangsung18. Kesimpulan Pelaksanaan pembinaan program belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga dilakukan di ruang terbuka atau gazebo . ondok-pondoka. , di masjid dan kelas. Adapun strategi pembinaan program belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga dengan cara: . Pengulangan materi yang belum dipahami sepenuhnya oleh santri. Melanjutkan materi yang belum selesai pada jam formal sekolah. Pengerjaan kisi-kisi soal untuk menghadapi ujian. Pengayaan materi pembelajaran. Penyetoran hafalan al-QurAoan. Peningkatan bahasa resmi pondok. Faktor pendukung pembinaan program belajar malam di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga adalah kondisi lingkungan dan sarana yang memadai. Untuk faktor penghambat pembinaan program belajar malam adalah kelelahan santri dan aturan tegas dari madrasah pada pelaksanaan belajar malam. Wawancara dengan Waka. Kurikulum MTs Raudhatul Ulum. Ustadz Nurdin Sarim diKantor MTs Raudhatul Ulum, 15 Juni 2023 Hasil observasi di lapangan ketika belajar malam di masjid Al-Bukhari PPRU, tanggal 18Mei 2023 Volume 11. Nomor 1. April 2024 Daftar Pustaka