JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. No. Februari 2022, pp. A 173 Pengelolaan Limbah Ternak Sapi menjadi Pupuk Kompos di Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Management Of Cattle Waste into Compost in Banjaratma Village Bulakamba District Brebes Regency Novi Tiara Yanti1. Suci Nur Utami2 Program Studi Agribisnis. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Muhadi Setiabudi e-mail: 1novitiarayanti11@gmail. com, 2 sucinurutami@umus. Abstrak Kelompok Tani Bahagia IV merupakan usaha peternakan sapi yang terletak di Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, jenis sapi yang diternak yaitu Sapi Simmental atau yang sering disebut dengan sapi metal. Sapi metal adalah jenis sapi yang jinak dan mudah untuk dikelola, sapi ini lebih populer sebagai sapi penghasil daging / sapi potong dan juga sapi perah / sapi susu. Namun di Kelompok Tani Bahagia IV ini hanya memanfaatkan kotorannya untuk bahan utama pembuatan pupuk kompos. Dalam proses pembuatan pupuk kompos membutuhkan waktu 1 bulan, adapun bahan Ae bahan yang digunakan adalah kotoran sapi, tebu, ragi, sekam padi. Zaman sekarang petani lebih mengandalkan pupuk kimia sebagai media utama dalam pembudidayaan. Namun, penggunaan pupuk kimia yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada tanah serta dapat menghilangkan unsur zat hara pada tanah, selain itu biaya pembelian pupuk kimia juga relatif mahal dibandingkan dengan pupuk Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan serta memberikan contoh proses pembuatan pupuk kompos dengan bahan dasar kotoran sapi. Kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan pupuk kompos sudah dilaksanakan di kelompok tani tersebut. Hasil pupuk kompos yang diperoleh diharapkan dapat diaplikasikan pada lahan pertanian untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia agar dapat memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah. Kata kunciAiKelompok Tani, kotoran Sapi. Pupuk Kompos, pupuk kimia, dan Sapi Simmental. Abstract Kelompok Tani Bahagia IV is a cattle farming business located in Banjaratma Village. Bulakamba District. Brebes Regency, the type of cattle raised is Simmental Cattle or often referred to as metal cattle. Metal cattle are a breed of cattle that are tame and easy to manage, these cows are more popular as beef cattle / beef cattle and also dairy cows / milk cows. However, the Happy Farmers Group IV only uses the manure as the main ingredient for making In the process of making compost it takes 1 month, while the materials used are cow dung, sugar cane, yeast, rice husks. Nowadays, farmers rely more on chemical fertilizers as the main medium in cultivation, but prolonged use of chemical fertilizers can cause demage to the soil, and will eliminate nutrients in the soil, besides the cost of purchasing chemical fertilizers is also relatively expensive compared to compos. The implementation of this community service program aims to introiduce and provide examples of the process of making compost with cow dung as the basic ingredients. Extention activities and practice of making compost have been carried out in the farmers groups. The results of the compost obtained are expected to be applied to agricultural land to reduce the use of chemical fertilizers in order to improve the physical and biological of the soil. Submitted: Januari 2022. Accepted: Februari 2022. Published: Februari 2022 ISSN 2746-6345 . edia onlin. ISSN 2746-6345 . edia onlin. KeywordsAiHappy Farmer. Cow dung. Compost Fertilizer. Chemical Fertilizer, and Simmental Cattle. PENDAHULUAN Kabupaten Brebes selain daerah pesisir pantai sebagian wilayahnya persawahan. Salah satu produktivitas uggulan hasil pertanian Kabupaten Brebes adalah bawang merah sedangkan sayuran sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Tanah merupakan factor penting dalam budidaya tanaman terutama kadar tingkat keasaman dan kebasaan tanah . H). Tanah dengan pH 0-7 bersifat asam, sedangkan pH 7-14 bersifat basa dan tanah yang baik untuk lahan persawahan yaitu dengan pH 5 Ae 7, selain tanah untuk semakin meningkatkan produktivitas pertanian yaitu bibit yang berkualitas petani juga memerlukan pupuk sebagai bahan yang diperlukan tanaman yaitu pupuk kompos sebagai media dasar penanaman dan pupuk kimia sebagai media pertumbuhan tanaman. Pupuk kandang merupakan semua produk sisa pembuangan dari binatang yang dipelihara agar dapat digunakan untuk menambah unsur hara, memperbaiki sifat fisik tanah, dan sifat biologi tanah (Suhartono dkk. , 2. Pupuk kandang sapi mempunyai kadar serat yang tinggi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman. Pupuk berasal dari kotoran sapi sangat banyak manfaatnya. Beberapa manfaat ketika menggunakan pupuk kompos dari kotoran sapi, keuntungan tersebut antara lain adalah : Struktur tanah menjadi lebih baik, memperbesar kemampuan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, dan banyak kandungan bahan makanan untuk mikroba yang sangat penting untuk penguraian dan menggemburkan tanah, serta mengurangi pencemaran lingkungan dan pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk kandang dapat menjadi peluang bagi peternak untuk meningkatkan pendapatan secara ekonomi (Arif, 2. Dusun Sipugur Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes merupakan desa dengan mayoritas masyarakatnya sebagai petani, masyarakat didesa tersebut membuat sebuah kelompok yang bernama Kelompok Tani Bahagia IV kemudian membangun sebuah peternakan sapi yang dikelola oleh kelompok, pembangunan peternakan sapi tersebut merupakan dukungan serta bantuan dari kedinasan Au BPTP. LitbangAy. Pada peternakan sapi ini bukan hanya fokus pada pengemukan sapi tetapi juga pemanfaatan limbahnya untuk pembuatan pupuk kompos. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di peternakan sapi Kelompok Tani Bahagia IV yang bertempat di Dusun Sipugur Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Program pengabdian ini terdiri dari 3 tahap. Tahap 1 Observasi lingkungan peternakan dan Wawancara yaitu menanyakan secara langsung tatap muka dengan narasumber dengan harapan mendapatkan pengalaman yang di butuhkan dalam pengabdian. Tahap 2 pelaksanaan kegiatan dan tahap 3 wawancara kepada salah satu masyarakat pengguna pupuk Metode pengabdian yang digunakan adalah wawancara mendalam dan angket terbuka. kepada ketua Kelompok Tani Bahagia IV peternak sapi . ntuk mendapat informasi berbagai cara pembuangan kotoran sapi dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan kandan. dan salah satu petani . ntuk mendapatkan informasi berbagai cara pendayagunaan kotoran sapi dalam budidaya bawang merah dan kembang ko. Jadwal pelaksanaan program pengabdian pembuatan pupuk kompos dari limbah ternak sapi, disusun dengan rencana solusi sebagai berikut : Sosialiasi pengenalan pupuk kompos Penyuluhan pembuatan pupuk kompos dengan beberapa faktor antara lain jenis kotoran ternak, langkah-langkah pembuatan pupuk kompos Praktek pembuatan pupuk kompos JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 173 Ae 179 ISSN 2746-6345 . edia onlin. Wawancara kepada salah satu petani pengguna pupuk kompos HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian Pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos dapat menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi bau yang dihasilkan oleh kotoran sapi, dan juga menjaga kesehatan masyarakat sekitar lingkungan peternakan, karena limbah ternak sapi ini dapat menghasilkan (NH. atau bahaya amonia yang apabila menyatu dengan debu dalam jangka waktu lama akan menyebabkan beberapa penyakit, risiko terkena penyakit pada tubuh akibat senyawa (NH. yang terkait dengan paru-paru, batuk-batuk, dan menyebabkan luka bakar langsung pada saluran pernapasan akibat paparan yang berlebih dan mencemari udara di sekitar masyarakat karena baunya (Sukamta dkk. , 2. Pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk ternyata hanya sebagian kecil masyarakat yang tertarik untuk melakukannya, hal ini berdasarkan jawaban serta perilaku masyarakat tentang keberadaan peternakan sapi di tengah pemukiman yang sangat mengganggu, baik itu bangunan, peralatan serta proses pengolahan limbah ternak sapi (Ningrum et al. , 2. Sejarah pembangunan peternakan sapi Desa banjaratma mengelompokan warganya menjadi 4 kelompok dan salah satunya Kelompok Bahagia IV, kelompok ini membangun sebuah peternakan sapi dengan dukungan serta bantuan dari kedinasan AuBPTP. LitbangAy. Dana awal pencairan yaitu dengan pemberian peranakan sapi dengan jumlah 35 ekor sapi betina, alat penggiling, alat pengayakan, dan alat pendukung lainnya, serta biaya pembangunan gudang untuk pengelolaan pupuk kompos. Jumlah anggota kelompok bahagia IV sekitar 70 orang yang merupakan masyarakat sekitar. Dalam pemeliharaan sapi tersebut sudah ada penjadwalan perharinya dengan system bergantian, untuk kapasitas makannya 3x sehari dan ada makanan tambahan khusus 1x dalam satu minggu yaitu air kedelai dan air tebu yang sudah direbus. Gambar 1. Wawancara kepada ketua kelompok tani bahagia IV Proses pembuatan pupuk kompos dari limbah ternak sapi Eo Alat yang harus dipersiapkan Cangkul dan sekop Terpal Tanah lapang untuk proses penjemuran kotoran Gudang untuk menyimpan kompos Ember Karung untuk mengemas kompos Alat penggilingan Alat pengayakan Pengelolaan Limbah Ternak Sapi menjadi Pupuk Kompos di Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes (Novi Tiara Yanti1. Suci Nur Utami. ISSN 2746-6345 . edia onlin. Eo Proses pembuatan pupuk kompos dari limbah ternak sapi Pertama. kotoran sapi basah yang sudah dikumpulkan kemudian dijemur dibawah terik matahari agar cepat kering, untuk penjemuran tersebut memerlukan waktu sekitar 3- 4 Kedua. kotoran sapi yang sudah kering akan di fermentasi dengan beberapa campuran yaitu: tebu, ragi, dan sekam padi. Kemudian ditutup dengan terpal selama 2 minggu untuk proses fermentasi. Ketiga. setelah melalui proses fermentasi kemudian lanjut ke proses penggilingan untuk menciptakan kotoran sapi yang berbentuk granul. Keempat. setelah melewati proses penggilingan kemudian proses pengayakan dengan alat pengayak agar mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan kebutuhan. Kelima. setelah proses pengayakan kemudian dilanjutkan deangan pengemasan menggunakan karung yang sudah berlabel AuPupuk Organik Tiga DaunAy. Keenam. kemudian pupuk kompos tersebut dikirimkan ke alamat orang yang sudah memesan sebelumnya, dan juga dipasarkan di masyarakat sekitar. Gambar 2. Alat penggilingan dan alat pengayakan Pengemasan Dan Pemasaran Pengemasan menggunakan karung yang sudah berlabel AuPupuk Organik Tiga DaunAy dengan berat 1 karung mencapai 40 kg = Rp 35. Media pemasaran yaitu ke masyakat sekitar dan juga dari perusahaan pertanian yang sudah bekerjasama dengan peternakan sapi ini, dengan jumlah 1. 200 kg / bulan dan permintaan yang semakin hari semakin meningkat. Gambar 3. Kemasan pupuk AuPupuk Organik Tiga DaunAy JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 173 Ae 179 ISSN 2746-6345 . edia onlin. Contoh Penerapan Pupuk kompos Pada Sayuran Gambar 4. Bunga Kol dengan media tanam menggunakan polybag . dan Bawang merah . Berdasarkan hasil wawancara langsung kepada Bapak Suripto seorang petani sayuran bunga kol dan bawamg merah. Pemberian pupuk kompos pada tanah yang akan ditanami sayuran yaitu dengan jarak minimal 1 hari sebelum penanaman, namun untuk hasil yang lebih maksimal yaitu dengan jarak 1 minggu sebelum penanaman. Beberapa manfaat dari pupuk kompos tersebut diantaranya : mendapatkan hasil yang maksimal, menambah hasil panen, mengurangi penggunaan pupuk kimia sekitar 25 %, memperbanyak akar, memiliki daun yang besar, dan batang yang besar, mempercepat pertumbuhan, ramah lingkungan, dapat menambah pendapatan peternak dan dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik . secara berlebihan. Jumlah hasil panen sayuran dipengaruhi oleh pemberian pupuk kompos dan juga pupuk kimia (Sutrisno & Priyambada, 2. Pupuk kompos sebagai penunjang pada kesuburan tanah, sedangkan pupuk kimia sebagai pemenuhan zat unsur hara yang tidak terdapat pada pupuk kompos. Penelitian menunjukkan bahwa persentase sayuran bunga kol layak jual sekitar lebih dari 80%. Sekitar 20% bunga kol yang tidak layak jual karena adanya gangguan dari hama, penyakit dan juga Bawang merah Allium ascalonicum L. memiliki berbagai manfaat yang luas bagi masyarakat di Indonesia seperti untuk sayuran, bumbu masakan, obat tradisional, dan juga untuk pembuatan olahan makanan. Kebutuhan masyarakat terhadap bawang merah memperlihatkan kecendrungan meningkat per tahunnya seshingga untuk membantu dalam meningkatkan hasil per tahunnya memerlukan pupuk sebagai penunjang pertumbuhannya. (Faisal & Yelni, 2. Keberhasilan usaha tani bawang merah dipengaruhi oleh pemeliharaan tanaman yang dilakukan oleh petani, insensitas cahaya, udara, dan juga lingkungan. Besar kecilnya pendapatan usaha bawang merah dipengaruhi oleh besarnya biaya produksi dan harga Pada umumnya penerimaan usaha tani bawang merah pada penerapan pupuk kompos, dan pupuk kimia memiliki pengeluaran lebih besar dibandingkan dengan penerimaan (Barokah & Amin, 2. Beberapa jenis perlakuan pada bawang merah pasca panen diantaranya: 1. Petani menjualnya langsung kepada pengepul, 2. Mendistribusikan langsung ke pedagang penjual sayuran, 3. Mengelola sendiri untuk menjadi bawang merah sayur kemudian menjualnya langsung ke pasar induk, 4. Pengelolaan menjadi makanan kemudian mendistribusikan langsung kepada konsumen, 5. Dikeringkan untuk menjadi bibit bawang merah kembali (Hidayat dkk. , 2. Pengelolaan Limbah Ternak Sapi menjadi Pupuk Kompos di Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes (Novi Tiara Yanti1. Suci Nur Utami. ISSN 2746-6345 . edia onlin. Tabel. 1 Alur pembuatan pupuk kompos dari limbah ternak sapi Packing menggunakan karung AuPupuk Organik Tiga Daun Au Penjemuran kotoran sapi dibawah sinar matahari Pengayakan dengan mesin pengayak Menyiapkan alat dan Pencampuran kotoran sapi dengan tebu, ragi, dan sekam padi Tutup dengan terpal untuk Penggilingan dengan KESIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kita bukan hanya fokus pada pemeliharaan sapi tetapi juga memanfaatkan limbah dari sapi menjadi sesuatu yang bisa menjadi peluang bagi peternak untuk meningkatkan pendapatan secara ekonomi, membangun lapangan kerja untuk masyarakat termasuk anggota yang bergabung dalam Kelompok Tani Bahagia IV, meningkatkan secara fisik pada tanah diantaranya: struktur tanah menjadi lebih baik, memiliki unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, dan banyak kandungan bahan makanan untuk mikroba yang sangat penting untuk penguraian dan menggemburkan tanah, serta memotivasi para petani agar menggunakan pupuk kompos sebagai media awal sebelum penanaman agar mendapatkan hasil yang maksimal. DAFTAR PUSTAKA