CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 4 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2022 Problematika Pengembangan Karakter Disiplin (Studi Kasus pada Mahasiswa STAKPN Sentan. Dorce BuAotu1 Hasanuddin Manurung2 Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani Institut Agama Kristen Negeri Kupang Email: dorcebutu@gmail. com, 2manurunghasanuddin45@gmail. Abstrak Orientasi pengembangan pendidikan tinggi yang berbasis nilai dan karakter menjadi hal yang mendasar dan berkontribusi secara signifikan bagi kemajuan pembangunan yang berorientasi pada manusia. Sebagai pusat keunggulan bangsa Indonesia. Perguruan Tinggi dituntut untuk memainkan peran penting dalam membentuk dan mengarahkan karakter generasi bangsa. Perguruan Tinggi juga memegang kendali melalui sejumlah kebijakan untuk menerapkan disiplin bagi mahasiswa. Namun, terhadap problem pengembangan karakter disiplin pada mahasiswa STAKPN Sentani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persoalan pengembangan karakter disiplin pada mahasiswa STAKPN Sentani. Papua. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi Hasil penelitian menunjukkan terdapat problem pengembangan disiplin bagi Ketidakpatuhan terhadap aturan perkuliahan, terlambat mengikuti perkuliahan, terlambat mengumpulkan tugas, menghadiri perkuliahan tidak teratur, belum adanya kode etik dan aturan akademik bagi mahasiswa menghambat penerapan karakter disiplin. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa gambaran pengembangan karakter disiplin mahasiswa masih relatif kurang. Dalam upaya menumbuhkan karakter disiplin mahasiswa, dosen berperan sebagai teladan, menunjukkan ketegasan dan integritas. Kata Kunci: Problematika. Pengembangan. Karakter Disiplin. Mahasiswa Abstract The orientation of higher education development based on values and character is fundamental and contributes significantly to the progress of human-oriented As the centre of excellence of the Indonesian nation, college is required to play an essential role in shaping and directing the character of the nation's generation. Higher Education also holds control through several policies to implement discipline for students. However, the problem of developing disciplinary character in STAKPN Sentani students. This study analyses the problem of developing disciplinary character in STAKPN Sentani students in Papua. The approach used in this research is qualitative using the case study method. The results showed that there are problems in developing a discipline for students. Noncompliance with lecture rules, late attending lectures, late submitting assignments, irregularly attending lectures, and the absence of a code of ethics and academic rules for students hinder the application of disciplinary character. The conclusion that can be drawn from this research is that the description of the development of student discipline character is still relatively lacking. To foster student discipline character, lecturers act as role models and show firmness and integrity. Keywords: Problematics. Development. Disciplinary Character. Students JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 4 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2022 Pendahuluan Karakter dan mentalitas kewargaan yang kuat menjadi sendi-sendi yang menopang fondasi sebuah bangsa. Hati-hati sebab, keruntuhan sebuah bangsa ditandai dengan semakin lunturnya tata nilai dan karakter bangsa tersebut walaupun secara fisik bangsa itu masih berdiri tegak (Sauri, 2011: . Degradasi tata nilai dan karakter kewargaan apabila terus dibiarkan berlarut hanya akan mempercepat kerusakan sebuah bangsa yang sulit dipulihkan. Memang, karakter dan mentalitas warga yang kukuh dari suatu bangsa tidak terbentuk secara alami melainkan merupakan bagian serangkaian program penting dan kinerja pendidikan. Filsuf Confusius pernah menekankan bahwa manusia pada dasarnya memiliki potensi mencintai kebajikan namun bila potensi ini tidak diikuti dengan pendidikan dan sosialisasi setelah manusia dilahirkan maka manusia dapat berubah menjadi binatang bahkan lebih buruk lagi (Megawangi, 2. Arah pembangunan pendidikan tinggi yang bertata nilai dan berkarakter menjadi esensi dan memberikan sumbangan besar bagi pembangunan yang berorientasi pada manusia . uman-oriented developmen. Perguruan Tinggi sebagai Center of Excellence (CoE) bangsa Indonesia dituntut memainkan peran sentral untuk mengembangkan dan menata karakter generasi bangsa. Perguruan tinggi menjadi ladang menyemai ilmu yang berbasis karakter positif dan bukan Aupabrik gelarAy yang hanya menghasilkan lulusan bertitel. Jadi yang terpenting adalah bagaimana AumencetakAy generasi terdidik yang berkarakter sehingga dapat memberikan solusi bagi persoalan kebangsaan (Darmawan, 2011: . Meski begitu, dunia perguruan tinggi masih saja dililit oleh beragam persoalan kemanusiaan, kebangsaan dan kenegaraan, khusus terkait karakter warga bangsa Dari sejumlah persoalan yang melilit perguruan tinggi, tulisan ini menyoroti secara khusus terkait dilema pengembangan karakter disiplin mahasiswa sebagai warga kampus. Sebab, sebuah penelitian menemukan terdapat kesenjangan antara kebijakan kampus dan praktik disiplin oleh mahasiswa (Wiley dkk, 2018: . Padahal, kampus memegang kendali melalui sejumlah kebijakan untuk menerapkan disiplin bagi mahasiswa. Hasil temuan lainnya melalui riset bahwa di era 4. tingkat kedisiplinan mahasiswa tergolong rendah dan tidak berkembang bagi kampus yang tidak menawarkan pendidikan karakter serta kegiatan pengembangan diri bagi mahasiswa (Urbanus: 2021: . Dalam kajian Suryono dkk, . 0: . menemukan mahasiswa di perguruan tinggi, masih banyak yang kurang disiplin dan memiliki motivasi belajar yang berdampak pada rendahnya daya serap ilmu. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai peran yang sangat strategis dalam proses pembentukan karakter disiplin mahasiswa melalui berbagai kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstrakurikuler, sehingga outputnya adalah sarjana yang memiliki ilmu pengetahuan berteknologi tinggi dengan karakter yang sangat disiplin, sesuai dengan nilai kemanusiaan (Suryono dkk, 2020: . Fenomena kuranganya disiplin mahasiswa dapat dijumpai hampir pada setiap kampus di Indonesia. Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani yang merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN) mengalami persoalan yang sama. Realitas menunjukan perilaku JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 4 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2022 mahasiswa yang masih bermalas-malasan dalam belajar, santai tanpa kerja keras, mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan tugas-tugas dengan cara copy-paste dari internet maupun dari teman, tidak mengumpulkan tugas, tidak mengikuti ujian. Persoalan ini menjadi dilema bagi kampus sebagai lembaga yang berdiri di ujung Timur Indonesia, yang memiliki tugas mulia untuk mengembangkan karakter mulia anak bangsa sehingga menjadi bermartabat dan ulet di masa depan. Mungkin pembaca merasa hal ini berlebihan, dibesar-besarkan dan tendensius. Namun penulis meyakini, potret pengembangan karakter disiplin di perguruan tinggi sungguh memprihatinkan dan masih banyak menemui kendala. Konteks ini meyakinkan kita berapa rapuhnya sistem ketahanan yang bangun oleh perguruan Memang menerapkan disiplin merupakan kebaikan yang rumit dan paling Karena itu perguruan tinggi mesti menerapkan peraturan dan tata tertib kepada mahasiswa secara tegas agar persoalan kedisplinan secara perlahan dapat teratasi (Nurfitriyani, 2015: . Demi menyusun kebijakan yang baik, penting bagi pimpinan perguruang tinggi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dampak sebenarnya dari penerapan aturan terkait disipliner (Anderson dkk, 2019: . Penerapan disiplin dapat dilakukan dengan menggunakan penciptaan dan penegakan aturan agar mendorong mahasiswa dalam kepatuhan sukarela terhadap aturan yang pada giliranya akan berdampak pada sikap saling menghormati, bertanggungjawab, dan terciptanya lingkungan kampus yang demokratis (Lozano, 2020: . Disiplin menjadi hal yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan. Sikap disiplin selalu ditunjukkan kepada orangorang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Sebaiknya, sikap yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang-orang yang tidak mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku (Annisa, 2019: . Karakter disiplin menjadi salah satu nilai karakter yang sangat penting dimiliki oleh mahasiswa, karena akan memunculkan nilai-nilai karakter yang lain. Karakter disiplin yang baik akan menimbulkan dampak positif seperti tumbuhnya sikap dan perilaku tanggung jawab dan bertambahnya kesadaran akan kewajiban mahasiswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen (Urbanus: 2021: Mengingat begitu pentingnya pengembangan karakter disiplin bagi mahasiswa, maka tema dalam penulisan ini amat menarik dan penting untuk dikaji. Karena, penulis meyakini bahwa akan terjadi banyak kerugian apabila tema dalam penulisan ini tidak dikaji dan dicarikan solusi terbaik atas problema disipilin yang masih melilit kampus STAKPN Sentani. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Alasan peneliti memilih pendekatan ini karena ingin menghasilkan data akurat, mendalam, dan komprehensif yang berkaitan dengan pengembangan karakter disiplin pada mahasiswa STAKPN Sentani. Lokasi penelitian yaitu STAKPN Sentani. Papua. Adapun partisipan/informan dalam JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 4 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2022 penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Kristen yang berjumlah 30 orang. Peneliti menggunakan teknik melalui wawancara secara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi berupa pengumpulan data-data atau dokumentasi yang berkaitan penelitian ini. Sementara teknik analisis data sesuai langkah-langkah yang digunakan Miles dan Huberman . , melalui tahapan . reduksi data, . sajian data, . penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk menjelaskan data penelitian terkait pengembangan karakter disiplin pada mahasiswa STAKPN Sentani. Hasil Penelitian dan Pembahasan Problem Mendasar Pengembangan Karakter Disiplin Masih terdapat problem pengembangan karakter disiplin pada mahasiswa STAKPN Sentani. Hasil penelitian menemukan beberapa persoalan mendasar diantaranya: Kesatu, terdapat sebagian mahasiswa yang belum menaati aturan di kampus khususnya dalam hal ketepatan waktu mengikuti perkuliahan, ketepatan waktu dan ketaatan dalam mengumpulkan tugas-tugas, kesetiaan dalam mengikuti Bahkan mahasiswa sering terlambat mengikuti perkuliahan khususnya mata kuliah yang dilaksanakan pada pukul 08. 00 WIT. Keterlambatan ini disebabkan oleh ketersediaan alat transportasi untuk menuju ke kampus sangat terbatas sehingga harus menunggu antrian di terminal mobil angkut. Selain itu, masih banyak tidak memiliki kendaraan pribadi Kedua, menanamkan kedisiplinan dapat dilakukan dengan cara dosen atau membangun kesepakatan atau berkomitmen dengan mahasiswa terhadap kontrak Yang menjadi persoalan adalah tidak semua dosen menegakkan aturan kedisiplinan atas dasar kesepakatan yang telah dibuat bersama mahasiswa. Penegakan aturan kepada mahasiswa yang tidak menaati tata tertib sangat perlu sehingga tidak terkesan melakukan pembiaran. Ketiga, tidak adanya aturan yang seragam di kampus menyebabkan mahasiswa kurang disiplin dalam mengikuti perkuliahan. Aturan dibuat secara berbeda-beda oleh masing-masing dosen. Dengan kata lain, tidak semua dosen membuat aturan yang sama atau seragam untuk diberlakukan kepada seluruh Keempat, masih ada mahasiswa yang tidak konsentrasi saat perkuliahan berlangsung karena mengantuk dan juga kurang mengerti dengan topik yang dibahas, hal ini dipengaruhi oleh kurang motivasi belajar, kurangnya kenyamanan, kebersihan, dan metode pembelajaran yang digunakan dosen membosankan. Kelima, sebagaian mahasiswa yang tidak hadir dalam proses perkuliahan. UTS bahkan UAS tanpa memberikan alasan yang jelas, tetapi mereka ingin mendapatkan nilai yang baik. Terkadang mahasiswa meminta dosen untuk memberikan tugas kepada mereka sebagai syarat untuk memperoleh nilai. Ada dosen yang langsung memberikan nilai mengecek beberapa alasan, ada yang memberikan tugas, dan ada juga yang menyarankan untuk mengontrak ulang mata JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 4 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2022 Keenam, kode etik mahasiswa dan peraturan akademik yang dapat mendisiplinkan mahasiswa belum diterapkan, karena masih dalam kajian oleh tim yang dibentuk oleh pimpinan kampus. Alhasil, masih terjadi banyak penyimpangan di lingkungan kampus terutama terkait pengembangan karakter disiplin. Upaya Perguruan Tinggi Disiplin pada perguruan tinggi menjadi alat yang efektif untuk menertibkan dan membuat mahasiswa menjadi patuh terhadap aturan (Hirschfield 2008a. Kupchik dan Monahan, 2. Banyak ahli telah mencatat pelaksanaan kebijakan di perguruan tinggi banyak diarahkan mengatur tentang kedisiplinan (Ackerman. Clark, 2. Pimpinan perguruan tinggi diberikan kebijaksanaan luas dalam mendisiplinkan mahasiswa (Lunenburg dan Ornstein, 2008: . Esensi dari disiplin adalah teratur, taat, tertib, dan setia dalam melaksanakan sesuatu yang didasari oleh kesadaran tanpa merasa terbebani. Disiplin akan terbentuk dalam diri seseorang melalui kegiatan yang dilakukan secara terus menerus atau latihan, kemudian akan berkembang menjadi kebiasaan, sehingga muncul keyakinan dalam diri untuk berbuat disertai kesadaran tanpa adanya paksaan. Adanya disiplin dalam diri seseorang akan menimbulkan dampak yang positif, karena dengan disiplin akan tercipta kehidupan yang teratur dan tertata. Memang, disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental seseoramg dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya (Harning, 2005: . Disiplin ditegakkan melalui aturan dan sanksi, namun dalam implementasinya masih menemui banyak kendala dan dilema (Findlay, 2015: 447. Malatuny, 2020: . Sebab, realitas menunjukan masih ada mahasiswa STAKPN Sentani yang tidak menaati aturan kampus, semisal tidak tepat waktu untuk mengikuti perkuliahan, tidak tepat waktu mengumpulkan tugas, ketidaksetiaan dalam mengikuti perkuliahan secara baik dan teratur. Persoalan ini terjadi karena penegakan aturan yang masih lemah, tidak konsisten, dan belum adil. Memang, kampus dengan gangguan internal yang lebih besar juga telah terbukti memiliki masalah disiplin yang umum, termasuk aturan yang tidak jelas, tidak konsisten, dan ditegakkan secara tidak adil (Gottfredson dan Gottfredson, 1. Padahal, disiplin akan membuat mahasiswa mempunya kompetensi yang tinggi mengenai cara belajar yang haik sehingga memperoleh prestasi belajar yang baik pula untuk masa depan yang lebih cerah dan terarah. Disiplin merupakan salah satu sikap ketaatan yang harus dimiliki mahasiswa supaya memiliki karakter individu yang baik. Disiplin dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa (Nurholis, 2019, . Sikap dan perilaku disiplin tidak terbentuk dengan sendirinya dan dalam waktu yang singkat, akan tetapi, harus melalui proses yang sangat panjang. Sikap disiplin akan terealisasi melalui pembinaan yang dilakukan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga dan berlanjut dalam pendidikan di tingkat universitas. Keluarga dan kampus menjadi tempat penting bagi perkembangan disiplin belajar mahasiswa (Nurholis, 2019, . Seorang mahasiswa yang sukses mengikuti aturan. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 4 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2022 menerima disiplin, dan melakukan tugas akademiknya seperti yang diinstruksikan (Dishon & Goodman, 2017: . Kampus semestinya membuat peraturan dengan ketat dan rinci. Mahasiswa yang berada dalam lingkungan disiplin itu diminta untuk mematuhi dan menaati peraturan yang berlaku. Apabila ada yang melanggar disiplin tersebut, maka akan mendapatkan sanksi atau hukuman berat. Sebaliknya, apabila berhasil mematuhi peraturan kurang mendapatkan penghargaan karena disiplin otoritarian sudah dianggap sebagai kewajiban (TuAou, 2004: . Pihak kampus harus menghukum mahasiswa yang memiliki perilaku bermasalah (Gregory, dkk 2011. Hirschfield Persoalan kode etik mahasiswa dan peraturan akademik di lingkungan STAKPN Sentani mesti dikaji dengan cepat sehingga dapat diterapkan secara ketat dan adil bagi mahasiswa, guna mendisiplinkan mereka. Sebab, dosen mengalami dilema dalam mengembangkan karakter disiplin, mengingat aturan baku belum Alhasil, masih terjadi banyak penyimpangan di lingkungan kampus terutama terkait pengembangan karakter disiplin. Lebih lanjut, untuk mengembangkan karakter disiplin di lingkungan kampus STAKPN Sentani, maka dosen semestinya melakukan beberapa hal penting diantaranya: Memberikan keteladanan dalam bersikap seperti disiplin waktu. Memiliki ketegasan dan integritas yang tinggi bagi mengenai permasalahan kedisiplinan dalam berbagai aspek. Pemberian reward kepada mahasiswa yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi. Melakukan beberapa pelatihan kepada mahasiswa mengenai sikap kedisiplinan. Penanaman sikap disiplin dengan asas menjunjung tinggi nilai-nilai proporsionalitas yang akan menumbuhkan sikap disiplin mahasiswa. Disiplin itu amat penting dikembangkan, karena melalui disiplin akan memunculkan kesadaran diri sehingga membuat mahasiswa berhasil dalam Sebaliknya, mahasiswa yang kerap kali melanggar ketentuan kampus pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya. Tanpa disiplin yang baik, suasana kampus menjadi kurang kondusif bagi kegiatan akademik. Secara positif, disiplin memberi dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses akademik (TuAou, 2004: . Dosen harus membiasakan mahasiswa untuk bertindak sesuai normanorma, nilai kehidupan, dan disiplin. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadi individu yang tertib, teratur dan disiplin. Disiplin merupakan jalan bagi mahasiswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seorang Untuk proses perkuliahan, aspek yang paling penting bukanlah kemampuan wacana dan tumpukan materi ajar, melainkan perlunya keselarasan dan penanaman konsistensi nilai-nilai tersebut. Bukan hanya nasihat yang dibagikan, tetapi juga perlunya konsistensi antara perkataan dan perbuatan (Gainau. Malatuny, & Elwarin, 2021: . Konsep semacam ini perlu diperhatikan secara seksama oleh seluruh masyarakat akademik, terutama dosen ketika terlibat dalam proses perkuliahan di kelas. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 4 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2022 Simpulan Pengembangan karakter disiplin pada mahasiswa STAKPN Sentani Masih mengalami problem hari-hari ini. Realitas menunjukan terdapat sejumlah persoalan disiplin mahasiswa STAKPN Sentani. Tidak menaati aturan perkuliahan, tidak tepat waktu untuk mengikuti perkuliahan, tidak tepat waktu mengumpulkan tugas, ketidaksetiaan dalam mengikuti perkuliahan secara baik dan teratur, serta belum adanya kode etik dan aturan akademik bagi mahasiswa membuat dilema implementasi karakter disiplin. Sebagai upaya mengembangkan karakter disiplin mahasiswa, maka dosen dapat melakukan beberapa hal penting diantaranya: Memberikan keteladanan dalam bersikap seperti disiplin waktu. Memiliki ketegasan dan integritas yang tinggi bagi mengenai permasalahan kedisiplinan dalam berbagai aspek. Pemberian reward kepada mahasiswa yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi. Melakukan beberapa pelatihan kepada mahasiswa mengenai sikap kedisiplinan. Penanaman sikap disiplin dengan asas menjunjung tinggi nilainilai proporsionalitas yang akan menumbuhkan sikap disiplin mahasiswa. Dosen harus membiasakan mahasiswa untuk bertindak sesuai norma-norma, nilai kehidupan, dan disiplin. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadi individu yang tertib, teratur dan disiplin. Disiplin merupakan jalan bagi mahasiswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seorang Pada intinya, penerapan disiplin harus dapat dilakukan dengan menggunakan penciptaan dan penegakan aturan agar mendorong mahasiswa dalam kepatuhan sukarela terhadap aturan yang pada giliranya akan berdampak pada sikap saling menghormati, bertanggungjawab, dan terciptanya lingkungan kampus yang Referensi