SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 Januari-Juni 2020 RADIO SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI LINGKUNGAN DAN MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA SAMARINDA Kadek Dristiana Dwivayani1 Abdullah Karim2 Universitas Mulawarman kadekdristiana@gmail. Abstrak Bencana yang sering terjadi di Kota Samarinda adalah banjir. Pada bulan Juni 2019, bencana banjir di Kota Samarinda menjadi trending topic pemberitaan nasional. Peran media massa, khususnya radio lokal mendukung pelaksanaan edukasi mitigasi bencana banjir di Kota Samarinda. Salah satunya yaitu Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda bersama BPBD Provinsi Kalimantan Timur melakukan kerja sama berupa program siar terkait mitigasi bencana. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Dalam upaya pelestarian lingkungan hidup ada beberapa program siar seperti program siaran Kentongan. Dialog, dan Radio Siaga. Hasil penelitian menyebutkan bahwa RRI Kota Samarinda berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membentuk opini publik terhadap masalah lingkungan dan mitigasi RRI memposisikan diri sebagai media tanggap bencana, dengan menerapkan kedua fungsi pengawasan yaitu pengawasan peringatan dini . arly warning syste. dan pengawasan instrumental. RRI menerapkan komunikasi lingkungan sebagai media pendidikan edukasi mitigasi bencana, serta menjadi bagian dari agenda media (RRI) itu sendiri. Melalui program siarnya. RRI bersinergi dengan menjalin kerjasama . dengan para ahli lingkungan dan mitigasi bencana, seperti akademisi, aktivis lingkungan. BPBD dan lainnya. Kreativitas dan inovasi dalam membuat format program siar terkait mitigasi bencana lebih atraktif dan edutaiment. Kata kunci : Radio. Mitigasi. Bencana. Komunikasi Lingkungan Abstract The disaster that often occurs in Samarinda city is flooding. In June 2019, the flood disaster in Samarinda city has been trending topic of national news. The role of mass media, especially local radio supports the implementation of flood mitigation education in Samarinda City. One of them is Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda together with BPBD of East Kalimantan Province conducting cooperation in the form of broadcast programs related to disaster mitigation. Research method using qualitative approach, and data retrieval technique with purposive sampling. In an effort to preserve the environment there are several broadcast programs such as kentongan broadcast programs. Dialogue. Standby Radio and so on. The results stated that RRI Samarinda City plays a role in raising public awareness and shaping public opinion on environmental issues and disaster mitigation. The positions of RRI as a disaster response media, by implementing both supervisory functions, namely early warning system and instrumental supervision. It is applies environmental communication as a medium of education for disaster mitigation education, as well as being part of the media agenda (RRI). Through its broadcast program. RRI synergizes by establishing linkage with environmental and disaster mitigation experts, such as academics, environmental activists. BPBD and others. Creativity and innovation in making broadcast program formats related to disaster mitigation more attractive, educative and entertainment . Keywords: Radio. Mitigation. Disaster. Environmental Communication Diterbitkan oleh FISIP UMC | 39 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 PENDAHULUAN Permasalahan isu lingkungan merupakan masalah yang terjadi di Eksploitasi alam . ingkungan hidu. secara berlebihan dapat menimbulkan yang terjadi. Seperti disebabkan oleh ulah manusia, sampah-sampah memenuhi sungai dan lautan. Akibat menciptakan ketakutan yang pada kebudayaan suatu bangsa. Contohnya Jepang, bangunan perkantoran dan rumahrumahnya tahan terhadap gempa. Edukasi mitigasi bencana gempa sejak dini disosialisasikan di Jepang. Selain adanya perubahan pada kondisi alam, faktor campur tangan manusia yang tidak bertanggungjawab, misalnya buang sampah ke sungai, selokan dan penebangan pohon berlebihan yang menyebabkan banjir dan tanah Bencana banjir juga terjadi di Ibukota Provinsi Kalimantan Timur, yakni Kota Samarinda. Penyebab dari hidrologis dan campur tangan Dampak dari bencana ini, bangunan dan hunian, susahnya air bersih, serta dampak kesehatan yang ditimbulkan pasca banjir. Adapun penyakit yang ditimbulkan pasca banjir yakni penyakit kulit, influenza, diare dan lain sebagainya. Pada bulan Juni 2019 terjadi peristiwa banjir di Kota Samarinda, yang menjadi pemberitaan nasional. Trending topic media sosial twitter dengan #SamarindaCalap. Intensitas Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 hujan tinggi terjadi, air Sungai Mahakam meluap hingga sebagian besar wilayah Samarinda tergenang banjir. Banjir juga meluas dibeberapa kawasan pemukiman Gambar 1. Foto Pantauan udara Banjir di Kota Samarinda Sumber: w. Dalam menghadapi bencana, media massa memiliki peranan penting. Media dapat menjadi sebuah sistem peringatan dini serta memunculkan kearifan lokal yang dapat membantu dalam meningkatkan peluang dalam mengurangi korban dan kerusakan yang disebabkan oleh bencana (BNPB, 2. Salah satunya Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Samarinda, mempunyai beberapa program siaran yang lingkungan dan edukasi mitigasi bencana, seperti program siaran Kentongan. Dialog. Radio Siaga dan sebagainya. Menurut UU Nomor 24 Tahun 2007, mengatakan bahwa mitigasi dapat didefinisikan sebagai serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapai ancaman bencana (DF Niode, 2. Permasalahan yang terjadi dalam peran media diungkapkan Dian Purworini . alam Hamid, 2. , organisasi media di cap kurang konsisten dan sistematis dalam membidik isu lingkungan karena latar belakang media yang kebanyakan cenderung menuruti kebutuhan pasar. Akibatnya banyak editor dan produser yang | 40 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 menggunakan isu lingkungan sebagai selingan saja, hingga pada akhirnya kerusakan lingkungan menjadi suatu bencana yang menyedot banyak perhatian publik. Namun sebaliknya. RRI dengan visi dan misinya, menciptakan dan memilih isu lingkungan dan mitigasi bencana yang diwujudkan dalam berbagai program siaran. Tidak hanya disajikan informasi dan berita ketika bencana terjadi, namun secara rutin dan intens juga menggundang para ahli yang berkompeten untuk lingkungan hidup dan mitigasi Kerjasama yang dilakukan RRI dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencan. , merupakan prakarsa dari pusat, yang kemudian dilanjutkan ke perwakilan RRI BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daera. di provinsi maupun kota di Indonesia. Kerjasama ini juga diharapkan bahwa media, khususnya radio menjadi radio mitigasi bencana untuk keselamatan banyak orang. RRI memberikan pelatihan penyiaran radio kepada petugas BNPD, dalam menyampaikan informasi di radio. Komunikasi dipelajari sebagai memahami proses pemaknaan dan penyampaian pesan tentang alam, bencana dan dampak yang terjadi, kemudian diteruskan dari satu generasi ke generasi Dalam proses pemaknaan dan pesan alam dapat disampaikan dengan menggunakan media massa, baik dari dan untuk pemerintah maupun masyarakatnya. Dalam menyampaikan pesan merancang program siar terkait mitigasi bencana dan pelestarian Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 Rancangan tersebut termasuk ke dalam teori agenda setting. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian berada di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, yaitu teknik untuk menentukan pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif (Sugiyono, 2. Berikut kriteria penentuan key informan dan informan sebagai berikut: Informan kunci Seseorang yang bekerja di RRI Samarinda yang mengetahui dan bertanggung jawab dalam program siaran Kentongan dan Radio Siaga Bencana yaitu Mokh. Ansori. SE sebagai Kepala Bidang Program Siaran RRI Kota Samarinda Informan 1 Seseorang yang mengerti dan memahami kerja sama antara RRI Samarinda dan BPBD Provinsi Kalimantan Timur yaitu Sugeng Priyanto. Hut. Si sebagai Koordinator Pusdalops PB. BPBD Provinsi Kalimantan Timur. Akademisi dan praktisi media di Kota Samarinda yang pernah mendengar mengetahui siaran terkait lingkungan hidup dan mitigasi bencana yaitu: Drs. Andik Riyanto. Si sebagai akademi dan Praktisi Media di Samarinda. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah peran media massa menurut Dominick yakni sebagai (Panuju, 2. Pengawasan (Surveillanc. Interpretasi Mediasi atau hubungan . ediated and Penyebaran nilai-nilai . ransmission of Hiburan . Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan radio sebagai media yang menyiarkan informasi dan edukasi komunikasi | 41 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 lingkungan mitigasi bencana banjir di Kota Samarinda. HASIL DAN PEMBAHASAN Komunikasi Lingkungan Komunikasi memegang peranan penting dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan Cox mendefinisikan komunikasi lingkungan sebagai sebuah studi tentang cara kita berkomunikasi tentang lingkungan, pengaruh dari komunikasi tersebut terhadap persepsi kita terhadap lingkungan, diri kita sendiri dan hubungan kita dengan lingkungan. Jika menggunakan formula SM-C-R-E milik Floyd Shoemaker, bahwa proses komunikasi yang terjadi berawal dari source . , message . , channel . , receiver . , dan effects . RRI Samarinda berperan sebagai komunikator. Komunikator disini merupakan gabungan dari berbagai individu . irektur, produser, penyiar, reporter, dan lainny. dalam Sedangkan . diwujudkan dalam program siaran yang RRI miliki. Isi pesan dari program siaran tersebut ialah mengenai lingkungan hidup dan mitigasi bencana. Nurudin . , berita dan informasi merupakan hal pokok yang harus dimiliki oleh media massa. Setiap hari media massa memberikan informasi dan berbagai kejadian di seluruh dunia kepada audience-nya. Bagi Ray Eldon Hieber dkk isi media setidak-tidaknya bisa dibagi ke dalam lima kategori yakni: . berita dan informasi, . analisis dan sosialisasi, . hubungan masyarakat dan persuasi, . iklan dan bentuk penjualan lain, dan . hiburan Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 (Nurudin, 2. Isi pesan RRI dalam program siaran Kentongan. Dialog dan Radio Siaga yakni mengandung kategori berita dan pendidikan, sosialisasi, dan iklan layanan Audience yang dimaksud dalam komunikasi massa sangat beragam. Audience dalam radio disebut dengan pendengar. Sedangkan media disini adalah media radio yang digunakan untuk menyampaikan pesan lingkungan dan mitigasi bencana. Feedback . mpan bali. , yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada Sedangkan efek merupakan dampak sebagai pengaruh dari pesan atau dapat juga dikatakan sebagai hasil dari proses Perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan (Romli, 2. Efek yang diharapkan oleh RRI adalah efek behavioral, afektif dan kognitif, dimana pendengarnya menjadi sadar dengan untuk menjaga lingkungan hidup dan mengetahui cara-cara mencegah dampak dari bencana yang terjadi. Menurut Bapak Andik Riyanto, selaku akademisi dan praktisi media di Provinsi Kalimantan Timur, terdapat tuntutan terhadap penyiaran radio saat ini, dimana harus siap berkompetisi dengan media baru . Artinya secara teknis dalam menyampaikan informasi harus sampai ke pelosok baik itu informasi keberhasilan pembangunan maupun kendala dalam kebencanaan, sehingga ada control terhadap arus informasi. Teori Agenda Setting Pada Peran Radio Teori agenda setting merupakan salah dikemukakan oleh Maxwell McComb dan Donald Shaw. Teori ini menyatakan bahwa media massa mempunyai kemampuan untuk pemberitaan kepada agenda publik. Sesuatu yang dianggap penting oleh media, maka hal | 42 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 tersebut akan menjadi penting untuk dipublikasikan (Romli, 2. Dalam menerapkan komunikasi lingkungan mitigasi bencana. RRI Kota Samarinda AumenangkapAy isu lingkungan dan kebencanaan dalam agenda pemberitaan melalui program siaran yang RRI hadirkan seperti Kentongan. Dialog dan Radio Siaga. Ketiga program siaran tersebut menjadi agenda publik, dimana RRI kota Samarinda isu-isu lingkungan dan edukasi kebencanaan adalah hal penting untuk dipublikasikan kepada pendengarnya. Ada dua hal yang disebutkan oleh Maxwell McComb dan Donald Shaw untuk menunjukkan sebab dari penunjukkan agenda oleh publik, yaitu kebutuhan akan orientasi dan indeks dari ketidakpastian akan membuat pendengar hanya terpaku pada satu media untuk mendapatkan informasi tersebut (Romli. Berdasarkan konsep yang dikemukakan di atas, bahwa khalayak RRI . akan terpaku pada RRI dalam mencari informasi tentang isu lingkungan dan kebencanaan. Hal ini disebabkan oleh kekhasan RRI memiliki pelestarian lingkungan dan tanggap Romli . Dari sebagian penelitian, didapatkan hasil bahwa mempengaruhi opini, tetapi juga mempengauhi perilaku khalayak. RRI terhadap program siaran tersebut dapat mempengaruhi perilaku lingkungan hidup, hemat energi dan teredukasi upaya pencegahan, serta penanggulanag bencana. Maxwell McCombs dan Donald Shaw menuliskan bahwa audience tidak Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 hanya mempelajari berita-berita dan hal-hal lainnya melalui media massa, tetapi juga mempelajari seberapa besar arti penting diberikan pada suatu isu (Daryanto, dkk. Isu permasalahan yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas, sehingga dapat disebut sebagai agenda publik. RRI juga menekankan isu lingkungan ke dalam program siaran dan menjadikan agenda RRI. Agenda Setting dalam praktik media inilah yang mengarahkan pemberitaan dan pilihan angle atau bahkan framing dari suatu isu yang ditampilkan oleh media massa (Puspitasari, 2. Tentu peran RRI membuat pilihan angle dari sudut komunikator menggunakan para ahli yang kredibel untuk menyampaikan pesan mengenai komunikasi lingkungan dan mitigasi bencana, misalnya BPBD dan aktivis lingkungan. Oleh karena itu. Florr mengatakan bahwa dalam agenda lingkungan komunikasi semestinya bukan hanya sekedar melakukan support semata, tetapi jadi bagian dari aspek tersebut (Yenrizal, 2. Media massa merupakan jenis komunikasi massa dapat berperan lebih dalam kampanye lingkungan, dan bersifat pastisipatif sehingga dapat memberdayakan semua pelaku komunikasi. Radio Sebagai Pengawasan (Surveillanc. Media pengawasan yang merujuk pada fakta dan data terhadap kejadian atau peristiwa disekitar Di dalam beberapa program siarannya. RRI Kota Samarinda melakukan peran pengawasan . dalam menerapkan komunikasi lingkungan mitigasi RRI Kota Samarinda menjadikan salah satu media yang mampu memberi peringatan dini terhadap bencana yang terjadi di masyarakat . arly warning syste. Pernyataan tersebut telah tertuang dalam profil RRI yakni peran RRI sebagai media terdepan tanggap Dimana RRI berperan sebagai Radio Based Disaster Management. Sedangkan pengawasan instrumental, | 43 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 merupakan aktualisasi dari fungsi penyebaran informasi yang berguna bagi masyarakat (Nurudin, 2. Fungsi pengawasan instrumental terwujud pada program siaran Radio Siaga. RRI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur. Sebelumnya kebijakan dan kerja sama telah dibuat antara RRI Pusat (Jakart. dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kalimantan Timur implementasi di lapangan dilanjutkan dalam bentuk Program Siaran Radio Siaga, yang disiarkan setiap hari pukul 08. 30 WITA selama kurang lebih 10 menit. Program Radio Siaga adalah program yang menyiarkan informasi tentang bencana yang terjadi dan hal-hal yang harus diwaspadai sebagai upaya pencegahan terjadinya bencana. Selain itu. BPBD Provinsi Kaltim juga bekerja sama dengan Basarnas. BMKG, dan beberapa organisasi lainnya dalam memberikan Isi pesan media yang disampaikan masyarakat maupun pemerintah dalam hal kebijakan pengelolaan lingkungan (Hamid, 2. Pernyataan tersebut sebagaimana dengan Radio Republik Indonesia (RRI) adalah satu-satunya radio yang menyandang nama negara Indonesia. RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik berfungsi memberikan informasi, pendidikan, pelestari budaya, hiburan yang sehat, perekat dan kontrol sosial, serta menjaga citra positif bangsa di dunia Internasioal. Isi pesan dalam program siaran RRI dapat dijadikan pembelajaran bersama antara pemerintah dan masyarakat . dalam pengelolaan lingkungan hingga mitigasi Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 Fungsi Interpretasi . Media massa memiliki standar siaran, kebijakan siaran/liputan, dan basis ideologi. Dengan kata lain, media massa memiliki tradisi untuk membantu masyarakat memberi makna pada fakta dan atau peristiwa. Apa yang dianggap penting oleh media diasumsikan penting bagi masyarakat (Panuju, 2. Dalam fungsi interpretasi. RRI mengambil peran sebagai media pendidikan sesuai dengan salah satu misi RRI yakni, menjadi media yang Khususnya tentang lingkungan hidup dan mitigasi bencana. RRI membuat suatu kebijakan terhadap program siarannya. Program siaran merupakan inti dari pesan apa saja yang akan disampai kepada khalayaknya . Dalam perspektif McQuails . memandang media massa sebagai filter, atau gatekeeper yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media senantiasa memilih isu, informasi atau bentuk content yang lain berdasar standar para Disini khalayak AudipilihkanAy oleh media tentang apa-apa yang layak diketahui dan mendapat perhatian. Program siaran tersebut mendapat perhatian dari pendengar dan menjadi agenda publik, masyarakat lebih sadar untuk menjaga Kurang sadarnya masyarakat terhadap mitigasi bencana dan lingkungan hidup, menjadi salah satu alasan RRI membuat beberapa program siaran bertema tersebut. Fungsi Mediasi atau Hubungan . ediated and linkag. Media massa merupakan institusi yang menjembatani komunikasi antara berbagai kelompok dalam masyarakat, seperti antara produsen dan konsumen, antara pemerintah dan rakyat, antara elite politik dan Dalam penelitian ini, peran mediasi dilakukan RRI sebagai media penyiaran publik milik pemerintah. RRI dapat dikatakan sebagai mediator . Salah satunya kerja sama yang | 44 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 RRI BPBD kepentingan yang sama atau tujuan yang sama yakni pencegahan bencana atau mitigasi bencana. Informasi dan edukasi kebencanaan di sekitar masyarakat. Berbagai kerja sama yang dilakukan RRI menunjukkan sebagai media mediasi, menjembatani antara pemerintah dengan masyarakat. Fungsi mediasi ini, kemudian menciptakan . kepentigan dan minat yang sama tentang Fungsi Penyebaran Nilai-Nilai (Transmission of Valu. Media massa memberikan model bagaimana sebuah tayangan dapat menjadi tuntunan . untuk ditiru . Program siaran RRI seperti kentongan dan radio siaga diharapkan menjadi bahan pembelajaran dan dapat diterapkan oleh masyarakat . tentang upaya menjaga llingkungan hidup dan pencegahan dampak bencana yang terjadi seperti Siaran Kentongan tersebut mengandung banyak upaya pencegahan kerusakan alam seperti, perang melawan limbah plastik, normalisasi sungai yang terkontaminasi limbah dan konservasi terumbu karang garbagel, rehabilitasi hutan bakau sebagai banteng Tsunami, perang melawan pembalakan liar, dan Sedangkan penyebaran nilai-nilai melalui media juga diyakini BPBD Provinsi Kaltim mengenai program siaran radio maupun bentuk media massa lainnya. RRI Kota Samarinda maupun BPBD Provinsi Kaltim akan mengembangkan program siaran Radio Siaga. Tidak dapat dipungkiri beberapa kendala teknis terjadi dalam proses Transformasi nilai-nilai Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 diterapkan RRI dalam program siaran Kentongan. Program ini membuat format yang cukup menarik diawal siarannya, yakni suara ketukan kentongan yang dibunyikan seperti Autong. tong waktunya kentongan AAy. Pada dasarnya, kentongan adalah salah satu komunikasi yang paling cangih pada masanya. Terdapat ketukan-ketukan kentongan memiliki makna yang hanya dipahami oleh masyarakat masa lalu Indonesia. Di Yogyakarta ketika masa kerajaan Majapahit, kentongan Kyai Gorobangsa pengumpul warga. Dengan kentongan pula terjadi interaksi yang disepakati bersama seluruh masyarakat. Dalam perkembangannya kentongan banyak terdapat di balai-balai padukuhan, kelurahan, masjid, gardu ronda dan bahkan setiap rumah masyarakat (Kreasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa RRI Kota Samarinda adalah: Radio yang berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membentuk opini masalah-masalah lingkungan dan mitigasi bencana. Melalui beberapa program siaran seperti Kentongan dan Radio Siaga yang rutin disiarkan setiap hari, bukan hanya ketika krisis lingkungan Memposisikan diri sebagai media tanggap bencana, sangat berperan dalam fungsi . arning surveillance . engawasan peringata. dan instrumental surveillance . engawasan Pada pengawasan peringatan. RRI berperan sebagai media terdepan tanggap bencana. Dimana RRI memberikan informasi atau peringatan dini . arly warning syste. kepada masyarakat sekitar terhadap bencana yang akan dan atau sedang terjadi. Mengambil | 45 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 lingkungan dan memberi edukasi mitigasi bencana sebagai agenda media (RRI). Bersinergi dalam menjalin kerjasama . ertalian/linkag. dengan para ahli lingkungan dan mitigasi bencana, seperti akademisi, aktivis lingkungan. BPBD. Basarnas. BMKG dan Kerja sama ini penting dilakukan untuk menambah kualitas pesan yang disampaikan kepada Mentranformasikan nilai-nilai budaya, sebagai pelestari budaya Hal tersebut diterapkan dalam komunikasi mitigasi bencana melalui program siarnya, yakni Kentongan. Dimana didalam program tersebut mengingatkan bunyi ketukan . diperdengarkan yang memiliki makna atau pesan terhadap tanda bahaya yang akan atau sedang terjadi. Berdasarkan kesimpulan yang dijabarkan peneliti, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran terkait penelitian, yaitu: Kreativitas dan inovasi dalam membuat format program siar lebih dikembangkan, sehingga isu-isu lingkungan dan mitigasi bencana dapat diperdengarkan lebih menarik baik melalui radio maupun radio streaming. Menambah waktu dan variasi . esi interaktif, konsultatif dan sebagainy. pada program siaran Radio Siaga, karena informasi kebencanaan dengan segala pembelajaran untuk khalayak Meningkatkan muatan lokal . earifan loka. dalam program siaran di Kalimantan Timur, sehingga memunculkan kekhasan Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 lingkungan dan bencana yang terjadi di Kaltim. DAFTAR PUSTAKA