Annisa Khoiriah, dkk FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PMB HERASDIANA KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 Annisa Khoiriah1*. Meta Rosdiana ,Nelly Mariyam3 1*,2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah Palembang Jl. Demang Lebar Daun. Lorok Pakjo. Kec. Ilir Bar. Kota Palembang. Sumatera Selatan 30137 Email : annisakhrsjy@gmail. com1, rosdiana. meta76@gmail. com2, nellymariyam88@gmail. ABSTRAK Status gizi kurang pada balita merupakan salah satu masalah yang di anggap penting dalam tujuan pembangunan milenium. Pada tahun 2023 pravalensi status gizi kurang sebanyak 13,0%. Dari data Profil PMB Herasdiana Palembang balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 1,92%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita di PMB Herasdiana Palembang Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan tehnik accidental sampling dan pendekatan cross sectional, responden dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai balita yang datang ke PMB Herasdiana di Palembang Tahun 2024 yang berjumlah 34 responden. Status gizi balita ditentukan dengan penimbangan berat badan dan buku KMS. Hasil analisis univariat didapatkan status gizi balita dengan status gizi balita kurang 20 . ,8%) dan gizi baik 14 . ,2%), pendidikan ibu rendah 19. ,9%) dan pendidikan ibu tinggi 15 . ,1%), ibu tidak bekerja 14 . ,3%) dan ibu bekerja 20 . ,7%), serta pendapatan keluarga rendah 22 orang . ,7%), dan pendapatan keluarga tinggi 12 orang . ,3%). Hasil analisis bivariat dengan uji statistik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara pendidikan ibu dengan status gizi balita p Value < . ,02<0,. , dan ada hubungan bermakna antara pekerjaan ibu dengan pendapatan keluarga, pekerjaan ibu dengan p Value < . ,013 < 0,. , dan pendapatan keluarga p Value < . ,05 C0,. Kata kunci: Status Gizi Balita kurang. Pendidikan Ibu. Pekerjaan Ibu. Pendapatan Keluarga. ABSTRACT Malnutrition in toddlers is one of the problems considered important in the millennium development goals. In 2023, the prevalence of malnutrition was 13. From the PMB Herasdiana Palembang Profile data, 1. 92% of toddlers experienced malnutrition. The purpose of this study was to determine the Factors Related to Nutritional Status in Toddlers at PMB Herasdiana Palembang in 2024. This study used an analytical survey method with accidental sampling techniques and a cross-sectional approach, respondents in this study were mothers who had toddlers who came to PMB Herasdiana in Palembang in 2024, totaling 34 respondents. The nutritional status of toddlers was determined by weighing and the KMS book. The results of univariate analysis obtained the nutritional status of toddlers with nutritional status of toddlers lacking 20 . 8%) and good nutrition 14 . 2%), low maternal education 19 . 9%) and high maternal education 15 . 1%), unemployed mothers 14 . 3%) and working mothers 20 . 7%), and low family income 22 people . 7%), and high family income 12 people . 3%). The results of bivariate analysis with chi-square statistical test showed a significant relationship between maternal education and nutritional status of toddlers p Value < . 02 <0. , and there was a significant relationship between maternal occupation and family income, maternal occupation with p Value < . 013 < 0. , and family income p Value < . 05 C0. Keywords: Nutritional Status of Toddlers. Mother's Education. Mother's Occupation. Family Income. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Annisa Khoiriah, dkk PENDAHULUAN Menurut WHO (World Health Organitatio. mencocokkan umur anak . alam bula. dengan berat badan dan tinggi badan standar WHO_NCHS (World Health Organitation_National Center For Health Statistic. (Amalia et al. , 2. Jika hasil berat anak setelah dicocokkan dengan tabel WHO_NCHS masih kurang maka status gizi balita tersebut dinyatakan kurang begitu juga dengan tinggi badan. Jika dicocokkan tinggi badan balita masih kurang, maka termasuk Gizi kurang yang dikenal sejak pelita I . hingga sekarang masih ada kekurangan Energi Protein(Husna & Izzah. Kasus KEP merupakan salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita. KEP dikelompokkan menjadi dua, yaitu gizi kurang dan gizi buruk(Aulia. Anak kurang gizi pada tingkat ringan atau tidak sedang selalu diikuti dengan gejala sakit(Muchtar et al. , 2. Seperti anakanak lainnya akan terlihat masih bermain dan sebagainya, tetapi bila diamati dengan seksama badannya mulai kurus(Putri et al. Pendapatan adalah jumlah penghasilan riil dari seluruh anggota rumah tangga yang disumbangkan untuk memenuhi kebutuhan bersama maupun perseorangan dalam rumah tangga, dalam kehidupan sehari-hari pendapatan erat kaitannya dengan gaji, upah, serta pendapatan lainnya yang diterima seseorang setelah orang itu melakukan pekerjaan dalam kurun waktu tertentu(Ana Puspita Sari & Dwi Haryanti. Tingkatan pendapatan keluarga dipengaruhi oleh pekerjaan. Semakin rendah pendapatan keluarga semakin tidak mampu lagi ibu dalam membelanjakan bahan makanan yang lebih baik dan bergizi dalam ketersediaan pangan di tingkat keluarga tidak mencukupi(Naibaho & Aritonang, 2. Pendidikan salah satu faktor prnting dalam proses tumbuh kembang anak yaitu pendidikan orang tua. Tingkat pendidikan mempengaruhi penerimaan pesan dan informasi gizi serta kesehatan anak. Ibu dengan tingkat pendidikan tinggi akan lebih mudah menerima pesan mengenai gizi dan kesehatan anak. Tingkat pendidikan terdiri dari SD. SMP. SMA, dan perguruan tinggi(Erpida et al. , 2. Pekerjaan Ibu mempunyai potensi dan hal ini sudah dibuktikan dalam dunia kerja yang tidak kalah dengan pria. Sebagai pekerja, masalah yang dihadapi wanita lebih berat dibandingkan pria. Karena dalam diri wanita lebih dahulu harus mengatasi urusan keluarga, suami, anak dan hal-hal lain yang menyangkut tetek bengek rumah tangganya. Pada kenyataannya cukup banyak wanita yang tidak sanggup mengatasi masalah itu, sekalipun mempunyai kemampuan teknis cukup tinggi(Asri Kusuma Yanti et al. Kalau wanita tidak pandai menyeimbangkan peran ganda tersebut akhirnya balita akan terlantar (Suryaningsih et al. , 2. Ibu yang sudah mempunyai pekerjaan penuh tidak lagi dapat memberikan perhatian penuh terhadap anak balitanya, apa lagi untuk mengurusnya. Meskipun tidak semua ibu bekerja tidak mengurus anaknya, akan tetapi kesibukan dan beban kerja yang kurangnya perhatian ibu dalam menyiapkan hidangan yang sesuai untuk balitanya. Karena itu didalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa seringkali terjadi ketidak sesuaian antara konsumsi zat gizi terutama Energi dan Protein dengan kebutuhan tubuh pada kelompok anak yang berusia diatas 1 tahun(Rusliani et al. , 2. salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya KEP adalah para ibu yang menerima pekerjaan tetap sehingga harus meninggalkan balitanya dari pagi Anak-anak ditinggalkan dirumah sehingga jatuh sakit Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Annisa Khoiriah, dkk dan tidak mendapatkan perhatian, dan pemberian makanan tidak dilakukan dengan semestinya (Mardisantosa et al. , 2. Alangkah baiknya bila badan yang bergerak dibidang sosial menampung bayi dan anakanak kecil yang ditinggal bekerja seharian penuh di balai desa, masjid, gereja, atau tempat lain untuk dirawat dan diberi makanan yang cukup baik. Akibat kekurangan gizi pada balita berupa pertumbuhan lambat, perkembangan fisik terganggu, daya tahan tubuh menjadi lemah dan mudah terserang Faktor yang paling utama menentukan keadaan gizi adalah kecukupan zat gizi yang masuk kedalam tubuh yang berasal dari makanan apa yang harus Akan tetapi, masalah gizi bukanlah sekedar menentukan beberapa banyak seseorang harus makan dan bahan makanan apa yang harus dimakan. Jenis dan jumlah makanan yang dimakan seseorang ditemukan pula oleh berbagai faktor, baik faktor sosial, kebiasaan dan kesukaan, pengetahuan dan tingkat pendidikan maupun faktor ekonomi. Penurunan angka kematian pada anak merupakan salah satu hal yang dianggap penting dalam tujuan pembangunan Pada kasus kematian yang tinggi biasanya jumlah kematian terbanyak terjadi pada usia balita ketika saat itu rentan terhadap penyakit. Hasil SDKI pada tahun 2022 AKB sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita berjumlah 44 per 1. 000 kelahiran hidup, pada tahun 2023 tedapat 41 kematian balita dari per 000 kelahiran hidup. Statistik menunjukan bahwa lebih dari 70% kematian balita disebabkan diare, pneumonia, campak, malaria, dan malnutrisi(Saraswati. D & Khariri, 2. Berdasarkan data Riset Dasar 2023, secara umum prevalensi gizi buruk di Indonesia adalah 5,4% dan gizi kurang 13,0% atau 18,4% untuk gizi buruk dan kurang. Bila bila dibandingkan dengan target pencapaian program perbaikan gizi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah(RPJM) tahun 2022 sebesar 20%, meskipun target Nasional tercapai, namun pencapaian tersebut belum merata di 33 provinsi(Selatan. Berdasarkan profil sumatra selatan tahun 2022 jumlah seluruh balita sebanyak 661. dan yang mengalami gizi kurang sebanyak 315 balita . ,1%). Tahun 2011 dari 744. balita, sebanyak 6. 091 balita . ,81%) yang mengalami gizi kurang dan tahun 2012 dari 344 balita sebanyak 5. ,80%) yang mengalami gizi kurang(Yulianto et al. Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2023, dari data tahun 2022 balita yang mengalami gizi buruk berjumlah 26 balita . ,016%) dan gizi kurang berjumlah 876 balita . ,55%) dari 004 balita. Dan tahun 2023 yang mengalami gizi buruk berjumlah 16 balita . ,010%) dan gizi kurang berjumlah 724 balita . ,479%) dari 151. Data yang diperoleh dari PMB Herasdiana tahun 2023 dari 124 balita, balita yang ditimbang penimbangan balita yang gizi kurang berjumlah 27 . ,16%). Tahun 2023, 1320 balita, balita yang memiliki gizi baik berjumlah 1249 orang . ,6%), balita memiliki gizi kurang berjumlah 67 orang . ,07%). METODE PENELITIAN Desain penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling. Jenis penelitian ini adalah bersifat survey analitik yaitu surveiatau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesahatan itu terjadi(Lestari & Priyanggasari. Dengan pendekatan cross sectional yaitu pngumpulan data dimana variabel independen dengan varibel dependen di bersamaan(Maharani & Prasetiya, 2. Jenis Penelitian Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Annisa Khoiriah, dkk Pada penelitian ini variabel dependen atau faktor risiko dalam penelitian ini adalah status gizi balita dan variabel independen atau variabel diobservasi dalam penelitian ini dalah pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan Penelitian menggunakan pendekatan pendekatan Survey Analitik Cross Sectional(Firenza et al. , 2. Waktu dan Tempat Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di PMB Herasdiana palembang. Palembang dari Januari sampai Oktober tahun 2024 Target / Subjek Penelitian Sampel penelitian ini adalah sebagian dari jumlah keseluruhan ibu yang mempunyai anak balita yang datang PMB Herasdiana Palembang tahun 2024. Prosedur Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah suatu uraian dan visualisasi hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainnya atau antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dai masalah yang ingin diteliti. Maka kerangka konsep serta variabel dalam penelitian ini secara sistematis dapat digambarkan sebagai berikut : variable yang diteliti tentang pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan Gambar 1. Variabel dalam Penelitian Data. Intrumen. Pengumpulan Data Teknik Teknik pengumpulan data pada penelitian ini mengunakan data primer. Data primer adalahdata yang diproleh langsung dari responden penelitian atu hal-hal yang akan diteliti pada saat melakukan penelitian. Pada penelitian ini data primer didapat dengan cara melihat kartu KMS balita yang telah di timbang serta pengisian kuesionerpada ibu Pengumpulan data di laksanakan di PMB Herasdiana di Palembang. Teknik Analisis Data Analisis Univariat Analisis univariat merupakan analisis data yang dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase dari variabel dependen dan independen(Nurmantoro et al. Analisi unuvariat pada penelitian ini dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian yaitu variabel dependen status gizi balita kurang, dan variabel independen yaitu pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan keluarga yang dianalisis dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Analisis Bivariat Analisis bivariat merupakan analisis data yang dilakukan terhadap dua variabel yang berkolerasi(Ardianty, 2. Pada penelitian ini analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan variabel dependen status balita kurang dengan variabel independen pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan keluarga di PMB Herasdiana Palembang. Analisis menggunakan komputerisasi dengan uji Chi-square 0,05 95%. Jika p value C 0,05, berarti ada hubungan bermakna dan p value> 0,05 berarti tidak ada hubungan antara variabel dependen dan independen Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Annisa Khoiriah, dkk HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Analisi Univariat Analisis dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuansi dan persentase variabel dependen status gizi balita dan variabel independen pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan keluarga. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada variabel berikut : SMA/Sederajat. Hasil analisis univariat dapat dilihat pada tabel 2 : Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Di BPM Hj. Sri Nirmala Palembang 2024 Pendidikan Persentase Rendah Tinggi Jumlah Status Gizi Balita Penelitian ini dilakukan pada 34 responden, variabel status gizi balita dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu status gizi kurang bila indeks BB/U yaitu C 60-80% dan status gizi baik bila indeks BB/U yaitu > 80 berdasarkan melihat buku penelitian status gizi balita menurut berat badan dan umur. Hasil analisis univariat dapat dilihat pada tabel 1 : Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Status Gizi Balita Di PMB Herasdiana Palembang Status Gizi Balita Persentase Kurang Baik Jumlah Dari tabel 2 menunjukan dari 34 responden didapatkan status gizi balita rendah berjumlah 19 responden . ,9%), lebih banyak dari yang status gizi balita tinggi berjumlah 15 responden . ,1%). Pekerjaan Ibu Penelitian ini dilakukan pada 34 responden, variabel pekerjaan ibu dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu bekerja bila menghasilkan uang dan tidak bekerja bila tidak menghasilkan uang. Hasil analisis univariat dapat dilihat pada tabel 3 : Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Di PMB Herasdiana Palembang 2024 Dari tabel 1 menunjukan dari 34 responden didapatkan yang satus gizi balita kurang berjumlah 20 responden . ,8%), lebih banyak dari status gizi balita baik berjumlah 14 responden . ,2%). Pendidikan Ibu Penelitian ini dilakukan pada 34 responden, variabel pendidikan ibu dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu pendidikan rendah C SMP/Sederajat pendidikan tinggi C Pekerjaan Persentase Bekerja Tidak Jumlah Dari tabel 3 menunjukan dari 34 responden didapatkan yang bekerja berjumlah 20 responden . ,8%), lebih banyak dari yang Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Annisa Khoiriah, dkk tidak bekerja berjumlah 14 responden . ,2%). Pendapatan keluarga Penelitian ini dilakukan pada 34 responden, variabel pendapatan keluarga dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu tinggi bila penghasilan C Rp 1. 000/ bulan. Dan rendah bila penghasilan Rp 1. 000/ bulan. Hasil analisis univariat dapat dilihat pada tabel 4 : Berdasarkan hasil penelitian dilakukan pada 34 responden, variabel pendidikan ibu dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu pendidikan rendah C SMP/Sederajat pendidikan tinggi C SMA/Sederajat, dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 5. Hubungan Pendidikan Ibu Dengan Status Gizi Balita Di PMB Herasdiana di Palembang Pendidik Tabel 5. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendapatan keluarga Di PMB Herasdiana Palembang 2024 Pendapatan Keluarga Rendah Tinggi Jumlah Status gizi balita Jumlah Kurang Rendah Tinggi Jumlah Analisis Bivariat Analisis ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan membandingkan nilai P Value dan tingkat kemaknaan = 0,05 dan CI 95%. Bila nilai P Value C 0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara variabel independen dan Tetapi apabila nilai P value 0,05 maka tidak ada hubungan antara du variabel. Hubungan Pendidikan Ibu dengan Gizi Balita Baik Persentase Dari tabel 4 menunjukan dari 34 responden didapatkan yang berpendapatan rendah berjumlah 22 responden . ,7%), lebih banyak dari yang berpendapatan tinggi berjumlah 12 responden . ,5%). Odds Ratio 7,50 Dari berpendidikan rendah dengan status gizi balita kurang berjumlah 15 responden ,9%), berpendidikan tinggi dengan status gizi balita kurang berjumlah 5 responden( 33,3%). Berdasarkan hasil uji statistic Chi-square didapat nilai p value < . ,020<0,. , hal ini menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan responden dengan status gizi balita kurang, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan responden dengan status gizi balita kurang, terbukti secara statistik dengan odds ratio 7,5 artinya responden pendidikan rendah berpeluang 7,5 kali lebih dibandingkan pendidikan tinggi. Hubungan Pekerjaan Ibu Dengan Status Gizi Balita Kurang Berdasarkan hasil penelitian dilakukan pada 34 responden, variabel pekerjaan responden dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu bekerja bila menghasilkan uang dan tidak Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Annisa Khoiriah, dkk bekerja bila tidak menghasilkan uang, dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 6. Hubungan Pekerjaan Ibu Dengan Status Gizi Balita Di Di PMB Herasdiana di Palembang Pekerja Status gizi balita Kurang Baik Bekerja Tidak Jumlah Jumlah Pendapatan Status gizi balita Jumlah Kurang Value 0,05 Rendah Odds Ratio Tinggi Dari 20 responden yang pekerjaanya rendah dengan status gizi balita kurang berjumlah 8 responde . ,0%) lebih kecil dari yang pekerjaanya tinggi dengan status gizi balita kurang berjumlah 12 responden ( 85,. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value < . ,013 < 0,. , hal ini menunjukan ada hubungan bermakna antara pekerjaan responden dengan status gizi balita bahwa ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi balita terbukti secara statistik dengan odds ratio 9 artinya responden pekerjaan rendah berpeluang 9 kali lebih mempengaruhi status gizi balita dibandingkan pekerjaan tinggi. Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Balita Berdasarkan dilakukan pada 34 responden, variabel pendapatan keluarga dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu tinggi apabila penghasila C Rp 1. 000,-/ bulan dan rendah bila pengasilan < Rp 1. 000,-/ bulan, dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 7. Hubungan Pendapatan Ibu Dengan Status Gizi Balita Di PMB Herasdiana 2024 Odd Rati Value 0,021 Baik Jumlah 9,000 Dari berpendapatan rendah dengan status gizi balita kurang berjumlah 17 responden ,3%) berpendapatan tinggi dengan status gizi balita kurang berjumlah 3 responden . ,0%). Berdasarkan ChiSquaredidapatkan nilai p value < ( 0,05 C 0,. , ini menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pendapatan keluarga dengan status gizi balita kurang, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan bermakna antara pendapatan keluarga dengan status gizi balita terbukti secara statistik dan odds ratio 10,2 artinya responden pendapatan rendah berpeluang 10,2 kali lebih mempengaruhi status gizi balita dibandingkan berpendapatan tinggi. KESIMPULAN Distribusi frekuensi pendidikan rendah 19 orang . ,9%) , bekerja 20 orang . ,8%), dan pendapatan rendah sebanyak 22 orang ( 64,7%). Ada hubungan bermakna pendidikan ibu dengan status gizi balita dengan P Value < . ,020<0,. Ada hubungan bermakna pekerjaan ibu dengan status gizi balita dengan P Value < . ,013 < 0,. Ada hubungan bermakna pendapatan keluarga dengan status gizi balita dengan P Value < ( 0,05 C 0,. SARAN Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Annisa Khoiriah, dkk Diharapkan kepada petugas kesehatan agar lebih memperhatikan responden yang berpendidikan rendah, yang bekerja serta memberikan penyuluhan secara promotif berhubungan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada LPPM Stik Siti Khadijah Palembang dan Terim kasih kepada PMB Herasdiana Palembang. DAFTAR PUSTAKA