Jurnal Adi Dharma (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. p-ISSN : e-ISSN : Volume : Nomor : Halaman : 27 - 32 PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DAN BAHAYA PENGGUNAAN GADJET PADA ANAK-ANAK TK MELATI ASRI DI KOTA BANDUNG Ria Khoirunnisa Apriyani1. Desy Puspa Rahayu2 . Nita Rustanti3. Nuke Dewi Utami Hamid4 Kebidanan. Stikes Dharma Husada. Bandung. Indonesia Teknologi Rekayasa Multimedia. Fakultas Ilmu Terapan. Telkom University. Bandung. Indonesia Perhotelan. Politeknik Pajajaran. Bandung. Indonesia Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Politeknik Piksi Ganesha. Bandung. Indonesia Abstract Melati Asri Kindergarten in Bandung City has several problems. Among them are . Lack of knowledge related to nutritional information and the use of gadgets as children's activities that have an impact on children's growth and development. Lack of information about dissemination on balanced nutrition and the negative impact of using gadgets in the local environment. This PKM activity aims to provide information to increase knowledge of parents of Melati Asri students regarding the fulfillment of balanced nutritional intake and the dangers of using gadgets in children. This PKM used counseling with acceleration learning patterns, lectures, discussions, questions and answers, and presentation using visual media as a method. This PKM activity received a positive response from the parents, which was shown by the enthusiasm of the parents during the Q&A session. Keywords: Balanced Nutrition. Sushi. Gadget. Abstrak TK Melati Asri di Kota Bandung memiliki beberapa permasalahan, diantaranya adalah . Kurangnya wawasan yang luas terkait status gizi dan penggunaan gadget sebagai aktifitas anak-anak umumnya saat ini yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Kurangnya penyebaran informasi mengenai gizi seimbang dan dampak negatif penggunaan gadget di lingkungan setempat. Kegiatan PKM ini bertujuan memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan orangtua siswa/i TK. Melati Asri mengenai pemenuhan asupan gizi seimbang dan bahaya penggunaan gadget pada anak-anak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pola acceleration learning, ceramah, curah pendapat, diskusi, tanya jawab, dan pemaparan media visual berupa poster maupun pemutaran media audiovisual berupa video terkait gizi seimbang dan dampak negatif penggunaan gadget. Kegiatan PKM ini mendapatkan respon positif dari orangtua murid yang ditunjukan dengan antusiasme orangtua ketika sesi Tanya jawab. Kata kunci : Gizi Seimbang. Sushi. Gadget Corresponding author : rustanti. nita@gmail. JURNAL ADI DHARMA (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) VOLUME 1 NOMOR 1. SEPTEMBER 2022 PENDAHULUAN TK. Melati Asri yang Berlokasi di Kelurahan Sukabungah. Kecamatan Sukajadi. Kota Bandung merupakan Taman Kanak-kanak yang berada pada lingkungan padat penduduk. Data yang diperoleh dari Kepala Sekolah TK. Melati Asri menunjukkan bahwa TK. Melati Asri terdiri atas 35 siswa, 2 guru, dan dipimpin oleh seorang kepala sekolah. Sebagian besar orangtua siswa berusia muda yaitu dibawah 30 tahun dengan latar belakang pendidikan SLTA dan sebagian kecil pernah menduduki bangku perkuliahan (D3/S. Secara ekonomi . orangtua siswa TK. Melati Asri menekuni usaha industri . , perdagangan . , dan sisanya ibu berstatus ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Berdasarkan Gambaran umum terkait usia, pendidikan dan pekerjaan orangtua siswa TK. Melati Asri, sebagian besar orangtua siswa khususnya ibu yang memiliki waktu kontak cukup banyak dengan anak-anak memiliki beberapa permasalahan diantaranya: . Kurangnya wawasan yang luas terkait status gizi dan penggunaan gadget sebagai aktifitas anak-anak umumnya saat ini yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan bagaimana peran orangtua memberikan asupan gizi anakanaknya sangat penting. Kurangnya penyebaran informasi mengenai gizi seimbang dan dampak negatif penggunaan gadget di lingkungan setempat. Solusi terhadap permasalahan di atas adalah dengan memberikan sosialisasi, penyuluhan, pengadaan media informasi baik berupa visual maupun audiovisual dan upaya-upaya lainnya yang lebih maksimal kepada orang tua anak. Rincian luaran yang ingin dicapai dalam program Pengabdian Masyarakat ini diantaranya ialah: Masalah: Kurangnya pengetahuan gizi seimbang dan dampak negatif penggunaan gadget orangtua siswa/i TK. Melati Asri Solusi: Memberikan penyuluhan dengan cara ceramah, curah pendapat, dan metode komunikatif, integratif dan edukatif. Luaran yang diharapkan: Pemahaman secara terbuka dan bertahap berkenaan dengan pengetahuan gizi seimbang dan dampak negatif penggunaan gadget kepada orangtua siswa/i TK. Melati Asri Masalah: Kurangnya informasi mengenai gizi seimbang dan dampak negatif penggunaan gadget orangtua siswa/i TK. Melati Asri Solusi: Pengadaan media informasi untuk siswa/i TK. Melati Asri berupa media visual dalam bentuk poster maupun audiovisual berupa video. Luaram yang diharapkan: Tersedianya media komunikasi bagi peningkatan pengetahuan orangtua siswa/i TK. Melati Asri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan orangtua siswa/i TK. Melati Asri mengenai pemenuhan asupan gizi seimbang dan bahaya penggunaan gadget pada anak-anak mereka sehingga dapat membantu mewujudkan program pemerintah dalam mengurangi angka kejadian malnutrisi pada anak dan menciptakan generasi anak-anak yang sehat dan cerdas. KAJIAN PUSTAKA JURNAL ADI DHARMA (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) VOLUME 1 NOMOR 1. SEPTEMBER 2022 Anak-anak merupakan tahap usia emas . olden ag. , yaitu periode pekembangan pesat yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah, kemudian berkembang setara dengan tahuntahun sekolah dasar. Anak-anak merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan yang pesat, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang maksimal setiap kilogram berat badannya guna menunjang pertumbuhan dan perkembangannya, terutama organ otak yang menentukan tingkat kecerdasan anak baik bersifat intelektual maupun emosional. Gizi seimbang adalah susunan makanan sehariAehari yang mengandung zatzat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal (Soekirman. Zat-zat gizi tersebut terdapat dalam pola makanan empat sehat lima sempurna yang telah digalangkan pemerintah dari tahun Zat-zat tersebut diantaranya adalah karohidrat sebagai sumber tenaga . asi, kentang, jagung, dl. , lemak untuk cadangan energy . lpukat, kacang-kacangan, dl. , protein sebagai zat pembangun . usu, tahu, tempe, dl. , mineral untuk metabolism tubuh . almon, kale, kerang-kerangan, dl. , vitamin untuk membantu mengatur metabolisme tubuh . uah-buaha. , dan air untuk menjaga keseimbangan tubuh. Permasalahan gizi balita adalah kurangnya pemenuhan gizi seimbang yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi yang harus dipenuhi balita pada masa pertumbuhan (Sibagariang, 2. Jika masalah gizi pada balita tidak mampu teratasi maka akan menyebabkan berat badan kurang, mudah terserang penyakit, badan letih, penyakit defisiensi gizi, malas, perkembangan baik fisik maupun psikomotor dan mental (Widodo, 2. Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan 165 juta anak usia di bawah lima tahun mengalami gizi yang buruk. Resiko meninggal dari anak yang bergizi buruk 13 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang normal. Salah satu makanan yang memiliki gizi seimbang adalah sushi. Sushi adalah makanan yang terbuat dari nasi kepal dengan dibumbui cuka, garam dan gula yang kemudian dibungkus dengan irisan ikan laut mentah, udang mentah, dsb (Anis, 2. Seiring dengan perkembangan zaman serta budaya, kini sushi tidak hanya menggunakan dikombinasikan dengan sayuran, buah ataupun daging yang telah dimasak Farrel dalam (Perdana, 2. berpendapat bahwa dalam satu sushi terdapat: protein pada ikan, serat pada sayuran kukus dan segar serta lemak pada Faktor lainnya yang juga terkait dengan kurangnya asupan gizi seimbang pada anakanak adalah penggunaan gadget tanpa pengawasan orang tua. Gadget adalah alat komunikasi yang memiliki banyak fungsi dan sifat yang berbeda dibandingkan dengan alat elektronik lainnya (Arifin, 2. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan gadget terkait asupan gizi seimbang adalah . tumbuh kembang yang lambat karena penggunaan gadget pada anak dapat membatasi gerak fisiknya yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. penggunaan televisi serta video game berkaitan dengan 8 meningkatkatnya kasus obesitas pada anak JURNAL ADI DHARMA (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) VOLUME 1 NOMOR 1. SEPTEMBER 2022 yang berdampak pada meningkatnya kejadian penyakit diabetes, hingga memiliki resiko tinggi stroke dini atau serangan jantung, serta usia harapan hidup yang dan . gangguan pertumbuhan serta perkembangan otak, stimulasi berlebih dari gadget . p, internet, tv, ipad, dl. pada otak anak yang sedang berkembang dapat gangguan dalam proses belajar, tantrum, menurunnya kemampuan anak untuk mandiri (Fitriyani, 2. METODE PENELITIAN Tahap pertama merupakan tahap perencanaan kegiatan. Proses perencanann kebutuhan dan kelemahan yang ada, menentukan solusi . alan kelua. , perizinan pelaksanaan kegiatan, dan pengorganisasian kegiatan melalui rapat koordinasi tim pelaksana pengabdian dengan masyarakat Tahap kedua merupakan tahap pelaksanaan kegiatan. Metode dilaksanakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan dengan pola acceleration learning, ceramah, curah pendapat, diskusi, tanya jawab, dan pemaparan media visual berupa poster maupun pemutaran media audiovisual berupa video terkait gizi seimbang dan dampak negatif penggunaan gadget. Tahap ketiga merupakan tahap monitoring dan evaluasi Proses ini dilakukan oleh tim bersama-sama dengan orangtua siswa/i TK. Melati Asri selaku masyarakat sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat di TK. Melati Asri dihadiri oleh Kepala Sekolah, guru dan orangtua siswa/i TK. Melati Asri. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat diawali dengan penyuluhan dan pemaparan materi Gizi Seimbang pada Anak-anak. Pemaparan materi dilakukan melalui media audiovisual berupa poster dan penjelasan pemateri dengan durasi waktu pemaparan materi selama 30 menit. Setelah pemaparan materi selesai, dilanjutkan oleh sesi tanya jawab yaitu interaksi dua arah antara pemateri dengan orangtua. Pada Sesi diskusi dan tanya jawab ini, sebagian besar orang tua sangat antusisas mengajukan pertanyaan terkait asupan makanan dan minuman yang syarat gizi bagi anak-anak Sebagian besar pertanyaan yang diajukan menggambarkan bahwa masih banyak orangtua siswa yang belum mengetahui kebutuhan dan komposisi asupan gizi seimbang per harinya untuk anak-anak disesuaikan dengan berat badan dan aktifitas masing-masing anak. Pemaparan materi kedua yaitu mengenai Penyuluhan Cara Membuat Sushi Sebagai Makanan Syarat Gizi Asal Budaya Jepang yang masih terkait dengan penyuluhan Gizi Seimbang. Pemaparan materi dilakukan melalui media audiovisual berupa video dan penjelasan tambahan secara audio oleh pemateri dengan durasi waktu pemaparan materi selama 15 menit. Pemaparan yang dilakukan, menjelaskan mengenai komposisi Sushi sebagai salah satu makanan syarat gizi yang terdiri atas karbohidrat . iperoleh dari nas. , protein . iperoleh dari nori/rumput laut dan telur terutama putih telu. , lemak . iperoleh dari telur terutama kuning telu. , dan vitamin serta mineral . iperoleh dari sayuran seperti JURNAL ADI DHARMA (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) VOLUME 1 NOMOR 1. SEPTEMBER 2022 zukini/timun jepang dan worte. Setelah pemaparan materi selesai, dilanjutkan oleh sesi tanya jawab yaitu interaksi dua arah antara pemateri dengan orangtua siswa terkait modifikasi atau substitusi bahan dan cara membuat Sushi. Pemaparan materi mengenai Penyuluhan Bahaya Penggunaan Gadget pada Anak-anak. Pemaparan materi dilakukan melalui media audiovisual berupa video dan penjelasan tambahan secara audio oleh pemateri dengan durasi waktu pemaparan materi selama 30 menit. Materi ini cukup penting dipaparkan kepada orangtua siswa karena penggunaan gadget bukan hal yang asing bagi anak- anak saat ini. Terlebih anak-anak sebagian besar meniru kebiasaan orangtua dalam menggunakan gadget. Sehingga penggunaan gadget pada anak bukanlah kesalahan anak sepenuhnya melainkan dalam hal ini orangtualah yang berperan penting pada pembentukan perilaku dan kebiasaan anak sehari-hari. Pemaparan menjelaskan definisi dan jenis-jenis gadget, serta beberapa dampak negatif penggunaan gadget pada anak-anak seperti . meningkatkatnya kasus obesitas pada anak. gangguan pertumbuhan serta perkembangan otak. Stimulasi berlebih dari gadget pada anak yang sedang berkembang dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, menurunnya kemampuan anak untuk Setelah pemaparan materi selesai, dilanjutkan oleh sesi tanya jawab yaitu interaksi dua arah antara pemateri dengan orangtua siswa terkait frekuensi, durasi, perbandingan antara dampak positif dan dampak negatif, serta cara menghilangkan kecanduan penggunaan gadget pada anak. KESIMPULAN DAN SARAN Penyuluhan gizi seimbang dan bahaya penggunaan gadget pada anak-anak di TK. Melati mendapatkan respon positif. Hal ini terlihat dari antusiasme orangtua murid yang bertanya mengenai gizi dan bahaya penggunaan gadjet pada anak-anak. Para orang tua juga memahami bagaimana cara membuat makanan dengan gizi seimbang, salah satunya adalah membuat sushi sederhana di rumah, bagaimana cara penanganan anak yang kecanduan gadjet, salah satunya dengan cara mengatur jam penggunaan gadget, serta tersedianya media komunikasi bagi para orang tua, seperti whatsapp group. Permasalahan mengenai gizi seimbang di setiap daerah berbeda-beda. Ada baiknya penyuluhan mengenai topik ini dapat diselenggarakan di berbagai daerah selain di Bandung. DAFTAR PUSTAKA