Kajian Tafsir al-Mishbah Karya Muhammad Quraish Shihab Abd. Aziz Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Email: abdaziz76@gmail. Diayah Sofarwati Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Email: diyahati@gmail. Abstract: Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab, is a contemporary interpretation written by an Indonesian commentator. Tafsir Al-Mishbah when viewed from the point of view of the target and order of the interpreted verses are compiled using the Tahlily method, in terms of the source of the interpretation, including the interpretation of bi alRa'yi . i al-Dirayah bi al-Ma'qu. , in terms of the way of explanation on the interpretation of the verses of the Qur'an, using the Muqorin (Comparativ. method, in terms of the breadth of the explanation of the interpretation, then using the itnabi method. The style of Tafsir AlMishbah, namely the Lughawi/Adabi interpretation, is also Ijtima'i. Keywords: Quraish Shihab. Al-Mishbah. Tafsir. Methods. Patterns of interpretation. Abstrak: Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, merupakan tafsir kontemporer yang ditulis oleh seorang pakar tafsir Indonesia. Tafsir Al-Mishbah bila ditinjau dari segi sasaran dan tertib ayat-ayat yang ditafsirkan disusun dengan metode Tahlily, dari segi sumber penafsirannya termasuk tafsir bi al-RaAoyi . i al-Dirayah bi al-MaAoqu. , dari segi cara penjelasannya terhadap tafsiran ayat-ayat AlQurAoan, maka menggunakan metode Muqorin (Komparas. , ditinjau dari segi keluasan penjelasan tafsirnya, maka menggunakan metode itnabi. Corak Tafsir Al-Mishbah, yaitu tafsir Lughawi/Adabi, juga bercorak IjtimaAoi. Keywords: Quraisy Shihab. Al-Mishbah. Tafsir. Metode. Corak tafsir. Pendahuluan Dalam catatan sejarah Islam telah melahirkan para ulamaAo yang berusaha mengkaji ayat-ayat Al-QurAoan dari berbagai sisi. Tafsir Al-QurAoan berkembang terus sesuai dengan perjalanan Upaya menafsirkan Al-QurAoan bukan menjadi sesuatu yang final dan kita hanya mencukupkan upaya pemahaman dengan merujuk pada kitab tafsir yang telah ada, kadang kala pada tingkatan tertentu kitab-kitab itu sudah tidak releven lagi, karena ditulis pada masa dan tempat yang berbeda-beda, yang dapat mempengaruhi produk tafsirnya, sehingga akan sangat mungkin produk tafsir pada suatu waktu kurang cocok bahkan tidak cocok pada masa lainnya. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Shahrul seperti yang dikutip oleh Abdul Mustaqim dahwa AlQurAoan harus selalu ditafsirkan sesuai dengan tuntunan era kontemporer yang dihadapi umat manusia. Di Indonesia. Mufasir periode kontemporer antara lain M. Dawam Raharjo. Amin Abdullah. Buya Hamka. Quraish Shihab. Dalam makalah ini penulis akan mengkaji tentang tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Study Al-QurAoan. Riwayat Hidup M. Quraish Shihab Muhammad Quraish Shihab lahir tanggal 16 Februari 1944 di Rapang. Sulawesi Selatan. 2 Ia berasal dari keluarga keturunan Arab yang terpelajar. Ayahnya. Prof. Abdurrahman Shihab adalah seorang ulama dan guru besar dalam bidang tafsir. Abdurrahman Shihab dipandang sebagai salah seorang ulama, pengusaha, dan politikus yang memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Kontribusinya dalam bidang pendidikan 1Abdul Mustaqim. Aukata pengatar EditorAy dalam Studi Al-QurAoan kontemporer, ed. Abdul Mustaqim dan Sahiran Syahbuddin, (Yoqyakarta: Tiara Wacana, 2. , ix 2Saiful Amin Ghofur. Profil Para Mufasir Al-QurAoan (Yoqyakarta: Pustaka Insan Madani, 2. , 236 terbukti dari usahanya membina dua perguruan tinggi di Ujungpandang, yaitu Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebuah perguruan tinggi swasta terbesar di kawasan Indonesia bagian timur, dan IAIN Alauddin Ujungpandang. Ia juga tercatat sebagai rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut: UMI 1959-1965 dan IAIN 1972Ae1977. Sebagai seorang yang berpikiran progresif. Abdurrahman percaya bahwa pendidikan adalah merupakan agen perubahan. Sikap dan pandangannya yang demikian maju itu dapat dilihat dari latar belakang pendidikannya, yaitu JamiAoatul Khair, sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Murid-murid yang belajar di lembaga ini diajari tentang gagasan-gagasan pembaruan gerakan dan pemikiran Islam. Hal ini terjadi karena lembaga ini memiliki hubungan yang erat dengan sumber-sumber pembaruan di Timur Tengah seperti Hadramaut. Haramaian dan Mesir. Banyak guru-guru yang diAdatangkarn ke lembaga tersebut, di antaranya Syaikh Ahmad Soorkati yang berasal dari Sudan. Afrika. Sebagai putra dari seorang guru besar. Quraish Shihab mendapatkan motivasi awal dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk bersama setelah magrib. Pada saat-saat seperti inilah sang ayah menyampaikan nasihatnya yang kebanyakan berupa ayatayat al-Qur'an. Quraish kecil telah menjalani pergumulan dan kecintaan terhadap al-QurAoan sejak umur 6-7 tahun. Ia harus mengikuti pengajian al-QurAoan yang diadakan oleh ayahnya Selain menyuruh membaca al-QurAoan, ayahnya juga menguraikan secara sepintas kisah-kisah dalam al-QurAoan. sinilah, benih-benih kecintaannya kepada al-QurAoan mulai 3http://id. org/wiki/Muhammad_Quraish_Shihab 4Kusmana. AuProf. Dr. Quraish Shihab. MA. Membangun citra InstitusiAy dalam Badri Yatim, et. Membangun Pusat Keunggulan Studi Islam : Sejarah dan Profil Pimpinan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta1957-2002 ( Jakarta: IAIN Jakarta Press, 2. , 254-255 Pendidikan formalnya di Makassar dimulai dari sekolah dasar sampai kelas 2 SMP. Pada tahun 1956, ia di kirim ke kota Malang untuk AunyantriAy di Pondok Pesantren Darul Hadis alFaqihiyah. Karena ketekunannya belajar di pesantren, 2 tahun berikutnya ia sudah mahir berbahasa arab. Melihat bakat bahasa arab yg dimilikinya, dan ketekunannya untuk mendalami studi keislamannya. Quraish beserta adiknya Alwi Shihab dikirim oleh ayahnya ke al-Azhar Cairo melalui beasiswa dari Propinsi Sulawesi, pada tahun 1958 dan diterima di kelas dua I'dadiyah Al Azhar . etingkat SMP/Tsanawiyah di Indonesi. sampai menyelasaikan tsanawiyah Al Azhar. Setelah itu, ia melanjutkan studinya ke Universitas al-Azhar pada Fakultas Ushuluddin. Jurusan Tafsir dan Hadits. Pada tahun 1967 ia meraih gelar LC. Dua tahun kemudian . Quraish Shihab berhasil meraih gelar M. pada jurusan yang sama dengan tesis berjudul Aual-IAojaz at-TasryriAoi al-Qur'an al-Karim . emukjizatan al-Qur'an al-Karim dari Segi Huku. Ay. Pada tahun 1973 ia dipanggil pulang ke Makassar oleh ayahnya yang ketika itu menjabat rektor, untuk membantu mengelola pendidikan di IAIN Alauddin. Ia menjadi wakil rektor bidang akademis dan kemahasiswaan sampai tahun Di samping mendududki jabatan resmi itu, ia juga sering mewakili ayahnya yang uzur karena usia dalam menjalankan tugas-tugas pokok tertentu. Berturut-turut setelah itu. Quraish Shihab diserahi berbagai jabatan, seperti koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia bagian timur, pembantu pimpinan kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental, dan sederetan jabatan lainnya di luar kampus. Di celahcelah kesibukannya ia masih sempat merampungkan beberapa tugas penelitian, antara lain Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia . dan Masalah Wakaf Sulawesi Selatan . Untuk mewujudkan cita-citanya, ia mendalami studi tafsir, pada 1980 Quraish Shihab kembali menuntut ilmu ke almamaternya, al-Azhar Cairo, mengambil spesialisasi dalam studi tafsir al-Qur'an. Ia hanya memerlukan waktu dua tahun untuk meraih gelar doktor dalam bidang ini. Disertasinya yang berjudul AuNazm ad-Durar li al-BiqaAoi Tahqiq wa Dirasah (Suatu Kajian dan analisa terhadap keotentikan Kitab Nazm ad-Durar karya alBiqaAo. Ay berhasil dipertahankannya dengan predikat dengan predikat penghargaan Mumtaz MaAoa Martabah asy-Syaraf al-Ula . umma cum laud. Tahun 1984 adalah babak baru tahap kedua bagi Quraish Shihab untuk melanjutkan kariernya. Untuk itu ia pindah tugas dari IAIN Makassar ke Fakultas Ushuluddin di IAIN Jakarta. Di sini ia aktif mengajar bidang Tafsir dan Ulum Al-Quran di Program S1. S2 dan S3 sampai tahun 1998. Di samping melaksanakan tugas pokoknya sebagai dosen, ia juga dipercaya menduduki jabatan sebagai Rektor IAIN Jakarta selama dua periode . 2-1996 dan 1997-1. Setelah itu ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Menteri Agama selama kurang lebih dua bulan di awal tahun 1998, hingga kemudian dia diangkat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk negara Republik Arab Mesir merangkap negara Republik Djibouti berkedudukan di Kairo. Di samping mengajar, ia juga dipercaya untuk menduduki sejumlah jabatan. Di antaranya adalah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat . , anggota Lajnah Pentashhih Al-Qur'an Departemen Agama sejak 1989. Dia juga terlibat dalam beberapa organisasi profesional, antara lain Asisten 5http://id. org/wiki/Muhammad_Quraish_Shihab Quraish Shihab. Membumikan Al-QurAoan, (Bandung: Mizan, 1. , ix 7Saiful. Profil, 237 Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), ketika organisasi ini didirikan. Selanjutnya ia juga tercatat sebagai Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah, dan Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan. Aktivitas lainnya yang ia lakukan adalah sebagai Dewan Redaksi Studia Islamika: Indonesian journal for Islamic Studies. Ulumul Qur 'an. Mimbar Ulama, dan Refleksi jurnal Kajian Agama dan Filsafat. Karya-Karyanya Quraish Shihab sangat aktif sebagai penulis. Beberapa buku yang sudah Ia hasilkan antara lain: 9 Tafsir al-Manar. Keistimewaan dan Kelemahannya (Ujung Pandang. IAIN Alauddin, 1. Untaian Permata Buat Anakku (Bandung: Mizan 1. Pengantin al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hati, 1. Haji Bersama Quraish Shihab (Bandung: Mizan, 1. Sahur Bersama Quraish Shihab (Bandung: Mizan 1. Shalat Bersama Quraish Shihab (Jakarta: Abdi Bangs. Puasa Bersama Quraish Shihab (Jakarta: Abdi Bangs. Fatwa-fatwa . Jilid. Bandung: Mizan, 1. Satu Islam. Sebuah Dilema (Bandung: Mizan, 1. Filsafat Hukum Islam (Jakarta: Departemen Agama, 1. Pandangan Islam Tentang Perkawinan Usia Muda (MUI & Unesco, 1. Kedudukan Wanita Dalam Islam (Departeman Agam. Membumikan al-Qur'an (Bandung: Mizan, 1. Lentera Hati (Bandung: Mizan, 1. Studi Kritis Tafsir al-Manar (Bandung: Pustaka Hidayah. Wawasan al-Qur'an (Bandung: Mizan, 1. Tafsir al-Qur'an (Bandung: Pustaka Hidayah, 1. 8http://id. org/wiki/Muhammad_Quraish_Shihab 9Ibid, http Hidangan Ilahi. Tafsir Ayat-ayat Tahlili (Jakarta: Lentara Hati, 1. Jalan Menuju Keabadian (Jakarta: Lentera Hati, 2. Tafsir Al-Mishbah . Jilid. Jakarta: Lentera Hati, 2. Jilbab Pakaian Wanita Muslimah. dalam Pandangan Ulama dan Cendekiawan Kontemporer (Jakarta: Lentera Hati. Dia di Mana-mana. Tangan Tuhan Di balik Setiap Fenomena (Jakarta: Lentera Hati, 2. Perempuan (Jakarta: Lentera Hati, 2. Logika Agama. Kedudukan Wahyu & Batas-Batas Akal Dalam Islam (Jakarta: Lentera Hati, 2. Rasionalitas al-Qur'an. Studi Kritis atas Tafsir al-Manar (Jakarta: Lentera Hati, 2. Menabur Pesan Ilahi. al-Qur'an dan Dinamika Kehidupan Masyarakat (Jakarta: Lentera Hati, 2. Wawasana al-Qur'an. Tentang Dzikir dan Doa (Jakarta: Lentera Hati, 2. Asma' al-Husna. Dalam Perspektif al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hat. Al-Lubab. Makna. Tujuan dan Pelajaran dari al-Fatihah dan Juz 'Amma (Jakarta: Lentera Hat. 40 Hadits Qudsi Pilihan (Jakarta: Lentera Hat. Berbisnis dengan Allah. Tips Jitu Jadi Pebisnis Sukses Dunia Akhirat (Jakarta: Lentera Hat. Menjemput Maut. Bekal Perjalanan Menuju Allah Swt. (Jakarta: Lentera Hat. Quraish Shihab Menjawab. 101 Soal Perempuan yang Patut Anda Ketahui (Jakarta: Lentera Hat. Quraish Shihab Menjawab. 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui (Jakarta: Lentera Hat. Seri yang Halus dan Tak Terlihat. Jin dalam al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hat. Seri yang Halus dan Tak Terlihat. Malaikat dalam al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hat. Seri yang Halus dan Tak Terlihat. Setan dalam al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hat. Al-Qur'an dan Maknanya (Jakarta: Lentera Hat. Membumikan al-Qur'an Jilid 2. Memfungsikan Wahyu dalam Kehidupan (Jakarta: Lentera Hat. Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW, dalam sorotan AlQuran dan Hadits (Jakarta: Lentera Hati. Juni 2. Tafsir Al-Mishbah Dari sekian banyak karya M. Quraish Shihab. Tafsir AlMishbah Tafsir membumbungkan namanya sebagai salah satu mufasir Indonesia yang disegani, karena mampu menulis tafsir AlQurAoan 30 juz dengan sangat akbar dan mendetail hingga 15 jilid/volume, yaitu : - Tafsir Al-Mishbah 01 = QS. Al-Fatihah s/d Al Baqarah - Tafsir Al-Mishbah 02 = QS. Al-Imran s/d An-Nisa - Tafsir Al-Mishbah 03 = QS. Al-Maidah - Tafsir Al-Mishbah 04 = QS. Al-AnAoam - Tafsir Al-Mishbah 05 = QS Al-AAoraf s/d At-Taubah - Tafsir Al-Mishbah 06 = QS. Yunus s/d Ar-RaAoad - Tafsir Al-Mishbah 07 = QS. Ibrahim s/d Al-IsraAo - Tafsir Al-Mishbah 08 = QS Al-Kahfi s/d Al-AnbiyaAo - Tafsir Al-Mishbah 09 = QS. Al-Hajj s/d Al-Furqan - Tafsir Al-Mishbah 10 = QS. Asy-SyuAoara s/d Al-Ankabut - Tafsir Al-Mishbah 11 = QS. Ar-Rum s/d Yasin - Tafsir Al-Mishbah 12 = QS. Ash-Shaffat s/d Az-Zukhruf - Tafsir Al-Mishbah 13 = QS. Ad-Dukhan s/d Al-Waqiah - Tafsir Al-Mishbah 14 = QS. Al-Hadid s/d Al-Mursalat - Tafsir Al-Mishbah 15 = QS Juz Amma Dari segi penamaannya. Al-Mishbah berarti lampu, pelita, atau lentera. 10 yang mengindikasikan makna kehidupan dan berbagai persoalan umat diterangi oleh cahaya Al-QurAoan. Penulisnya mencitakan Al-QurAoan agar semakin AomembumiAo dan mudah dipahami. Pemilihan nama Al-Mishbah tentu melalui berbagai alasan, hal ini juga bisa dilacak dan dianalisis dari uraian-uraian yang diungkap M. Quraish Shihab dalam kata sambutan yang diberi judul AuSekapur SirihAy11 dalam Tafsir Al-Mishbah, juga dalam bab AuPengantarAy12 bila diteliti tersirat argumen yang mendasari pemilihan nama tersebut. Metode Tafsir Al-Mishbah Sebelum mulai menafsirkan surah. Quraisy terlebih dahulu memberi pengantar. Isinya antara lain, nama surah tersebut, jumlah ayat . erkadang disertai penjelasan tentang perbedaan penghitunga. , tempat turun surah, nomor surah berdasarkan urutan mushaf dan urutan turun, tema surah atau tujuan surah, sejarah turunnya suatu surah, masa turun suatu surah berikut penjelasan yang lebih lengkap tentang maknah nama surah dan menjelaskan nama-nama lain kalau ada dari sebuah surah. Penulisan ayat-ayat Al-QurAoan dikelompokkan dalam tema-tema tertentu sesuai dengan urutannya, tanpa ada batasan tertentu jumlah ayat yang ditempatkan pada kelompok yang sama. Munawwir. Kamus Al-Munawwir Arab Indonesia Terlengkap, (Yoqyakarta: Pustaka Proqresif, 1. , 447 Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah Pesan. Kesan dan Keserasian AlQurAoan Vol 1 (Jakarta: Lentera Hati, 2. , v Ae xi 12Ibid, xvii Ae xxvi 13Misalnya. Surah AoAli Imran dibagi menjadi Sembilan kelompok dan masing- masing kelompok jumlah ayatnya tidak seragam/sama, seperti kelompok I . yat 1 Ae . , kelompok II . yat 33 Ae . , kelompok i . yat 92 Ae . , kelompok IV . yat 96 Ae . , kelompok V ( ayat 121 Ae . , kelompok VI . yat 130 Ae . , kelompok VII . yat 139 Ae . , kelompok Vi ( ayat 181 - . , kelompok IX . yat 190 Ae . Sebelum menjelaskan ayat demi ayat, ia kembali menjelaskan keserasian antara kelompok ayat yang sedang Kadang-kadang keserasian itu ditempatkan pada awal pembahasan kelompok ayat14. Kadang juga ditempatkan diakhir pembahasan kelompok. 15 Selain bentuk keserasian diatas, ia juga memaparkan keserasian antar ayat ketika menjelaskan ayat demi Model penelitian tafsir yang dikembangkan oleh Quraish lebih banyak bersifat eksploratif, deskriptif, dan perbandingan. Beliau berupaya menggali sejauh mungkin produk tafsir yang dilakukan ulamaAo-ulamaAotafsir terdahulu berdasarkan berbagai literatur tafsir baik yang bersifat primer, yakni yang ditulis oleh ulamaAo tafsir yang bersangkutan, maupun ulamaAo lainnya. Tafsir Al-Mishbah banyak mengemukakan uraian penjelas terhadap sejumlah ulamaAo-ulamaAo terdahulu dan kontemporer, khusunya pandangan pakar tafsir Ibrahim Ibn AoUmar al-BiqaAoi, juga Sayyid Muhammad Thanthawi. Syekh Mutawalli asySyaAorawi. Sayyid Quthub. Muhammad Thahir Ibn Asyur. Sayyid MuhammadHusein ThabathabaAoi, serta beberapa pakar tafsir yang Metode Tafsir Al-Mishbah bila ditinjau dari segi sasaran dan tertib ayat-ayat yang ditafsirkan disusun dengan metode Tahlily17, yang artinya seorang Mufasir menguraikan makna yang 14Misalnya. Al-Mishbah Vol 1, 138 15Misalnya. Al-Misbah Vol 1, 372 16Quraish. Membumikan, 73 17Di samping itu beliau juga cenderung menggunakan metode mawdhyAoy, menurut Quraish Shihab metode mawdhyAoy mempunyai dua pengertian : pertama, penafsiaran menyangkut satu surah dalam Al-QurAoan dengan menjelaskan tujuan-tujuannya secara umum dan yang merupakan tema sentralnya, menghubungkan persoalan-persoalan yang beraneka ragam dalam surah tersebut antara satu dengan yang lainnya dan juga dengan tema tersebut, sehingga satu surah tersebut dengan berbagai masalahnya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kedua, penafsiran yang menghimpun ayat-ayat dikandung Al-QurAoan, ayat demi ayat dan surah demi surah sesuai dengan urutannya dalam mushaf. Bila ditinjau dari segi sumber penafsirannya Tafsir AlMishbah termasuk tafsir bi al-RaAoyi . i al-Dirayah bi al-MaAoqu. , yaitu cara menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan yang didasarkan atas sumber ijtihad dan pemikiran mufassir terhadap tuntutan kaidah bahasa Arab dan kesusteraannya, teori ilmu pengetahuan setelah dia menguasai sumber-sumber tadi. Jika ditinjau dari segi cara penjelasannya terhadap tafsiran ayat-ayat Al-QurAoan, maka Tafsir Al-Mishbah menggunakan metode Muqorin (Komparas. , membandingkan ayat-ayat yang berbicara dalam masalah yang sama, ayat dengan hadits . si dan mata. , antara pendapat mufassir dengan mufassir lain dengan menonjolkan segi-segi Tafsir Al-Mishbah bila ditinjau dari segi keluasan penjelasan tafsirnya, maka menggunakan metode itnabi, yaitu penafsiran dengan cara menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan secara mendetail / rinci, dengan uraian-uraian yang panjang lebar. Al-QurAoan yang membahas satu masalah tertentu dari berbagai ayat atau surah, lihat M. Yatim Abdullah. Studi Islam Kontemporer (Jakarta: Amzah, 2. , 268. Dalam tafsir Al-Mishbah ini, beliau menggunakan bentuk pertama. Hal ini terlihat dari pengelompokan ayat-ayat pada setiap surah. Misal : Pada Surah AlFatihah, tiga ayat pertama mencakup makna-makna yang dikandung oleh alAsmaAo al-Husna, tiga ayat terakhir, mencakup segala yang meliputi urusan makhluq dalam mencapai Allah. Sedang segala sesuatu yang menjadi penghubung antara makhluq dengan Khaliq terinci dalam ayat ke 4, lihat Tafsir Al-Mishbah vol 1 hal 7. 18Nasruddin Baidan. Metode Penafsiran Al-QurAoan (Yoqyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 112 Ridlwan Nasir. Memahami Al-QurAoan Perspektif Baru Metodologi Tafsir Muqarin (Surabaya: cv. Indra media, 2. , 15 20Ibid, 16 sehingga cukup jelas dan terang yang banyak disenangi oleh para cerdik pandai. Corak Tafsirnya /Kecenderungannya Yang dimaksud kecenderungan di sini adalah arah penafsiran yang menjadi kecenderungan mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan. 22 Corak Tafsir Al-Mishbah, yaitu tafsir Lughawi / Adabi, yaitu tafsir yang menitik beratkan pada unsur bahasa, meliputi segi iAorab dan harakat bacaannya. Penggunaan bahasa Tafsir Al-Misbah dengan penulisan bahasa populer, yaitu model penulisan karya tafsir yang menempatkan bahasa sebagai media komunikasi dengan karakter yang lugas, jelas, kata dan kalimat yang digunakan dipilih yang sederhana dan mudah dipahami. Corak tafsirnya juga termasuk corak IjtimaAoi, yaitu penafsiran yang melibatkan kenyataan sosial yang berkembang 24 Ini dipengaruhi oleh latar belakang keluarga atau setting perjalanan hidup beliau. Contoh Penafsiran Tafsir Al-Mishbah Contoh penafsiran Quraisy Shihab yang bercorak tafsir Lughawi / Adabi, seperti ketika menafsirkan Surah Al-Fatihah ayat 6:25 ANI EA EICOIA AuBimbing . lah kami . jalan lebar dan Ay Kata A NIAterambil dari akar kata yang terdiri dari huruf haAo, dal dan yaAo , maknanya berkisar pada dua hal. pertama Tampil ke depan memberi petunjuk dan kedua menyampaikan dengan 21Ibid, 16 22Dari kecenderungan tersebut, maka timbullah aliran / corak tafsir, yaitu : tafsir Lughawi / Adabi, tafsir al-Fighi, tafsir Shufi, tafsir IAotiqadi, tafsir Falsafi, tafsir AoAshari / Ilmi, dan tafsir IjtimaAoi. Lihat: Nasir. Memahami, 18 23Ibid, 18 24Ibid, 19 25Shihab. Tafsir Al-Mishbah,63-70 lemah lembut. dari sini lahir kata hadiah yang merupakan penyampaian sesuatu dengan lemah lembut guna menunjukkan Allah menganugerahkan petunjuk. Petunjuk-Nya bermacam-macam sesuai dengan peranan yang diharapkan dari Kata A EAAterambil dari kata A A, dan karena huruf sin dalam kata ini bergandengan dengan huruf roAo , maka huruf sin terucap shod atau zai . Asal katanya sendiri bermakna menelan. Jalan yang lebar dinamai A AAkarena sedemikian lebarnya sehingga ia bagaikan menelan si pejalan. A AAyang luas yang dimohonkan dalam surah al-Fatihah ini adalah yang AICOIA yakni lurus. Kata ini terambil dari ACI OCOIA yang arti asalnya adalah mengandalkan kekuatan betis atau memegangnya secara teguh sampai yang bersangkutan dapat berdiri tegak lurus. Dalam surah al-Fatihah kata A ICOIAdiartikan Dengan demikian yang diharapkan bukan hanya a yakni jalan yang lebar dan luas, tetapi juga yang lurus, karena kalau jalan hanya lebar dan luas lagi berliku-liku, maka sungguh panjang jalan yang harus ditempuh guna mencapai tujuan. Jalan luas lagi lurus itu adalah segala jalan yang dapat mengantar kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Keistimewaan Tafsir Al-Mishbah Ayat Al-QurAoan dan Hadits Nabi yang dijadikan penguat atau bagian dari tafsir hanya ditulis terjemahannya, karena tafsir ini ditulis dengan bahasa Indonesia. Dilihat dari susunan yang demikian, ini merupakan hal baru yang diperkenalkan. Ini juga dapat disebut sebagai ciri has dari Tafsir Al-Mishbah. Kesimpulan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, merupakan tafsir kontemporer yang bercorak tafsir Lughawi /Adabi dan bercorak IjtimaAoi , ditulis oleh seorang pakar tafsir Indonesia yang dapat menjadikan kitab suci Al-QurAoan membumi di Indonesia karena penafsiran ayat-ayatnya menyentuh realitas sosial, berhubungan dengan persoalan-persoalan yang dihadapi Daftar Pustaka