P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM MENANAMKAN SIKAP SOSIAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V DI MI AL-MUJTAHIDIN SUMBER HARAPAN 12IAI Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur. Jl. Irigasi Desa Tanah Merah Kec. Belitang Madang Raya Kab. OKU Timur Prov. Sumatera-Selatan Oleh: Sinta Nuriya 1 . Kholis Aniyati2 Email: 1sintanuriya454@gmail. com , 2kholisaniyati. @gmail. Abstrak Pendidikan merupakan salah satu aspek mendasar yang berperan penting dalam pembangunan bangsa dan membentuk karakter siswa, baik dari aspek kognitif maupun Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif, guru perlu menggunakan metode yang bervariasi dan inovatif. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode role playing atau bermain peran, terutama dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Metode role playing memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami peran sosial dalam kehidupan nyata, serta mengembangkan sikap sosial seperti kerja sama, empati, dan komunikasi yang baik. Namun, berdasarkan hasil observasi di MI AlMujtahidin Sumber Harapan, penerapan metode ini masih kurang maksimal karena banyak siswa yang kurang aktif dan kurangnya kontribusi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode role playing dalam menanamkan sikap sosial siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dari penerapan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan Analisis data menggunakan tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi, yang mencakup triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing sudah digunakan dalam pembelajaran, khususnya pada materi dialog dan teks drama. Metode ini mampu meningkatkan partisipasi siswa, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan sikap sosial seperti kerja sama, tanggung jawab, toleransi, dan empati. Namun, pelaksanaan masih kurang optimal karena keterbatasan waktu, media pembelajaran, dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa. Faktor pendukung penerapan metode role playing antara lain adanya dukungan dari pihak madrasah, pemahaman guru terhadap konsep metode, antusiasme Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 89 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 siswa, serta kesesuaian materi pelajaran. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kurangnya fasilitas, sikap pasif sebagian siswa, serta adanya perilaku mengganggu dari teman sebaya. Kata kunci : Pembelajaran Bahasa Indonesia. Role Playing. Sikap Sosial. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu sarana penting dalam membentuk karakter dan perkembangan siswa, baik dalam aspek kognitif maupun sosial. Pendidikan adalah langkah nyata kearah tercapinya humanisasi yang paripurna, dengan rumusan lain pendidikan merupakan kegiatan, tindakan dari, oleh dan untuk Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa pendidikan adalah segala kegiatan, tindakan untuk membantu mengembangkan kemampuan siswa dalam aspek mental, sosial, dan moral. 3 Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa di suatu negara. Hal ini dikarenakan pendidikan berpengaruh besar dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan suatu bangsa. 4 Bangsa akan maju apabila memiliki generasi penerus yang menguasai ilmu pendidikan dan teknologi. Oleh karena itu, perlu dukungan dari setiap pihak dari proses pendidikan ini. Guru merupakan salah satu komponen dalam pembelajaran. Guru memiliki peran diantaranya adalah menentukan kualitas pembelajaran yang dilakukan. Guru juga berperan penting di kelas dalam proses pembelajaran. Peran guru yakni mengevaluasi pembelajaran. Guru merupakan tokoh penting dalam menentukan keberhasilan siswa dalam menerima pelajaran yang disampaikan. Salah satu alternatif yang diambil oleh seorang guru dalam proses belajar mengajar, guna tercapainya tujuan pembelajaran yang sejalan dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Guru harus mampu menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam proses belajar mengajar di sekolah. Proses belajar guru menjadi Jusnimar Umar. Peranan Nilai Sosial dalam Pengembangan Pendidikan Umum , (Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung, 2. , h. Novi Mulyani. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, (Yogyakarta: Kalimedia, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 90 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif yakni interaksi guru dengan siswa, siswa dengaan siswa, dan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar. Dalam pendidikan SD/MI terdapat beberapa mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa. Salah satunya adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia sangat bermanfaat sepanjang masa, karena akan membantu para siswa dalam pembentukan karakter berbahasa sopan, budaya, peningkatan kemampua analisis, mengemukakan pendapat dengan baik serta Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan baik, akurat, dan tepat dalam bahasa tulis dan lisan. Sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah tingkat dasar. Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai sosial yang penting bagi perkembangan sikap dan perilaku siswa. Salah satu kompetensi yang perlu dikuasai oleh siswa adalah sikap sosial, yang mencakup kemampuan untuk bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, serta berempati terhadap teman Hal ini penting untuk membentuk pribadi yang dapat hidup berdampingan dengan orang lain dalam masyarakat yang majemuk. Namun, dalam praktiknya, pengajaran tentang sikap sosial di sekolah tingkat dasar sering kali kurang mendapat perhatian yang memadai, padahal hal ini sangat penting untuk membangun karakter siswa sejak dini. Pembelajaran yang lebih sering berfokus pada aspek akademis dan kurangnya pendekatan yang menyentuh aspek emosional dan sosial siswa menyebabkan pembentukan sikap sosial tersebut tidak maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif sangat diperlukan. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode role playing atau bermain peran. Sinta Muslimah dan Maulfi Syaiful Rizal Pengoptimalan Sikap Sosial Siswa SMP melalui Media Pembelajaran Berbasis Permainan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan (Vol 7. No. 3, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 91 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 Dengan menerapkan metode role playing, dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk berperan dalam berbagai situasi yang memungkinkan mereka untuk lebih memahami peran sosial meraka dalam kehidupan nyata. Dalam konteks mata pelajaran Bahasa Indonesia, role playing dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai situasi sosial yang relevan dengan tema yang diajarkan, mengembangkan sikap sosial yang baik seperti kerjasama, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi dengan baik. Melalui penerapan metode role playing, diharapkan siswa dapat lebih aktif dalam belajar, merasakan langsung dampak dari interaksi sosial dalam berbagai peran, dan secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, siswa berada dalam suasana yang relatif aman dan terkendali untuk mengeksplorasi dan mempertunjukkan masalahmasalah diantara kelompok maupun individu. II. METODE Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan, yaitu berdasarkan pengalaman peneliti, untuk mengungkap dan memahami sesuatu dibalik fenomena yang sedikitpun belum diketahui untuk mendapatkan wawasan tentang sesuatu yang baru sedikit diketahui, dapat memberi rincian yang kompleks tentang fenomena yang sulit Oemar Hamalik. Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 92 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 diungkapkan dengan metode lain. Sampel dan Sumber Data Data dalam penelitian ini adalah semua data dan informasi yang diperoleh dari para informan yang dianggap mengetahui secara detail tentang fokus penelitian yang diteliti yaitu. Penerapan Metode Role Playing dalam Menanamkan Sikap Sosial pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan. Data primer yang peneliti dapatkan melalui penelitian yang dilakukan di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan diperoleh dengan wawancara yang dilakukan kepada pihak Madrasah antara lain waka kurikulum, wali kelas V dan siswa kelas V MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan. Sedangkan data skunder dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen dan bahan rujukan lain yang relevan dengan penelitian ini yang dapat peneliti peroleh dari bagian keadministrasian, serta segala aktivitas yang ada di MI Al-Mujtahidin Kecamatan Belitang II yang dapat memberikan gambaran nyata tentang kondisi objektif MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Penerapan Metode Role Playing dalam Menanamkan Sikap Sosial Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan Pengertian penerapan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses, cara, perbuatan melaksanakan suatu rancangan, keputusan dan Penerapan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci, implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap. 8 Bisa Ahmad Zaki Fasya, 2022 Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Siswa Unwanul Khairiyyah Depok. Unduh https://repository. id/dspace/handle/123456789/62067 tanggal 24 Mei 2025 Moch Riyan Firdaus, 2023. Penerapan Metode Bermain Peran Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Unduh di Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 93 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 disimpulkan yakni penerapan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Penerapan merupakan aktivitas atau usaha-usaha yang dilaksanakan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijaksanaan yang telah dirumuskan dan ditetapkan dengan dilengkapi segala kebutuhan, alat-alat yang diperlukan, siapa yang melaksanakan, dimana tempat pelaksanaannya mulai dan bagaimana cara yang harus dilaksanakan, suatu proses rangkaian kegiatan tindak lanjut setelah program atau kebijaksanaan ditetapkan yang terdiri atas pengambilan keputusan, langkah yang strategis maupun operasional atau kebijaksanaan menjadi kenyataan guna mencapai sasaran dari program yang ditetapkan semula. Penerapan ialah sebagai proses dalam bentuk rangkaian kegiatan, yaitu berawal dari kebijakan guna mencapai suatu tujuan maka kebijakan itu diturunkan dalam suatu program dan proyek. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan adalah tindakan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya dalam rangka agar bisa mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan oleh guru dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dari hasil temuan ditemukan bahwa dalam pelaksanaan seluruh siswa akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk memaikan sebuah peran dalam drama dengan tema yang yang sedang Setelah melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, diperoleh hasil dari penelitian bahwa penerapan metode role playing dalam menanamkan sikap sosial pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V di MI Al-Mujtahidin meliputi: Metode role playing sudah diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama pada materi teks drama. http://id. com/social-sciences/sociology/2205936-pengertian-penerapan-actuating/, tanggal 04 Agustus 2025 Rahardjo Adisasmita. Pengelolaan Pendapatan dan Anggaran Daerah. (Graha Ilmu: Yogyakarta, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 94 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 Metode ini mampu meningkatkan partisipasi siswa, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan sikap sosial seperti kerja sama dan tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan pendapat Hamalik yang menyatakan bahwa role playing dapat menumbuhkan keberanian dan kerja sama siswa serta meningkatkan keaktifan dan sikap sosial siswa. Antusiasme siswa cukup tinggi namun tidak merata. Sebagian siswa masih malu-malu atau tidak percaya diri untuk tampil. Role playing mampu mendorong siswa lebih aktif, meskipun implementasinya memerlukan dukungan guru agar tidak ada sisw yang pasif. Sikap sosial seperti kerja sama, tanggung jawab, toleransi, dan percaya diri sudah mulai terlihat, tetapi belum merata pada seluruh siswa kelas V. Banyak siswa yang masih pasif atau hanya mengikuti arahan tanpa Pembelajaran dengan metode bermain peran dapat membiasakan siswa belajar melalui interkasi sosial sehingga sikap sosial dapat terbentuk lebih optimal. Pelaksanaannya masih kurang optimal karena beberapa kendala, diantaranya keterbatasan waktu pembelajaran di kelas, kurangnya media pendukung seperti alat bantu peraga atau properti , dan tidak semua siswa memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan kelas. Metode ini masih memiliki potensi yang besar jika direncanakan dan dilaksanakan dengan lebih matang. Hal ini sesuai dengan pendapat Syaodih, bahwa role playing memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan efektif untuk menanamkan sikap sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan telah berjalan dengan baik, terutama pada materi teks drama. Siswa Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. Djamarah dan Syaiful Bahri. Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. Syaodih. Metode Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 95 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 tampak antusias dan aktif memerankan tokoh-tokoh yang mencerminkan nilai sosial seperti kerja sama, tanggung jawab, dan empati. Namun, pelaksanaan belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat siswa yang pasif, keterbatasan waktu, serta kurangnya media pendukung. Temuan ini sejalan dengan teori yang dikemukakan Djamarah dan Nasution memungkinkan siswa memahami perasaan orang lain melalui pengalaman Selain itu, sesuai pendapat Sardiman , metode ini efektif menanamkan nilai sosial melalui penghayatan peran. Hal tersebut tampak dalam penelitian, dimana siswa mulai menunjukkan sikap sosial seperti kerja sama dan tenggang Dari segi langkah pelaksanaan, guru telah menerapkan tahapan dasar sebagaimana dijelaskan oleh Lestari, yaitu pembagian kelompok, pemilihan tokoh, dan penampilan peran, meskipun tajap evaluasi dan refleksi belum maksimal. Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Metode Role Playing dalam Menanamkan Sikap Sosial pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan Menanamkan sikap sosial perlu memperhatikan lingkungan sekitar mereka agar siswa benar-benar dapat mengimplementasikan dan memahami dengan betul tentang sikap sosial. Dalam penerapan metode role playing terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat yang dapat mempengaruhi proses penanaman sikap sosial. Faktor mempercepat, serta memperlanca suatu proses untuk mencapai tujuan yang Faktor pendukung merupakan kondisi yang berasal dari dalam maupun luar individu yang dapat memberikan dorongan positif terhadap pencapaian hasil 13 Sedangkan faktor penghambat adalah segala sesuatu yang dapat memperlambat, menghalangi, atau mengurangi efektivitas suatu proses dalam Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 96 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 mencapai tujuan. Faktor penghambat merupakan keadaan atau kondisi, baik internal maupun eksternal, yang menimbulkan kesulitan dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan. Faktor pendukung yang dapat membantu proses pembelajaran dalam penerapan metode role playing untuk menanamkan sikap sosial adalah adanya dukungan dari pihak madrasah, guru sudah memahami konsep dasar role playing. Selain itu siswa juga memiliki antusias terhadap praktik dan menyenangkan, serta materi Bahasa Indonesia pada kelas V mendukung dengan penerapan metode role Hal ini dapat mempelancar dan mempermudah penanaman sikap sosial pada siswa. Metode role playing memang dapat menanamkan sikap sosial pada siswa yang mendorong kerja sama, tanggung jawab, dan ekspresi diri siswa, siswa bebas berekspresi, belajar mengambil keputusan, menumbuhkan kerja sama, dan tanggung jawab kelompok, serta membina bahasa lisan. 15 Selain itu antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dengan semangat siswa yang sangat tinggi dapat memberikan dampak positif dan mempermudah proses pembelajaran. Faktor penghambat penerapan metode role playing dalam menanamkan sikap sosial yaitu kurangnya waktu yang tersedia dalam jam pelajaran, karena untuk menanamkan sikap sosial pada diri anak tidak hanya membutuhkan waktu 10-35 menit saja tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama, dengan alokasi 35 menit dirasa hanya sampai pada tahap pengenalan sikap sosial saja. Tidak semua siswa memiliki keberanian untuk tampil di depan kelas. Keterbatasan media dan fasilitas untuk mendukung kegiatan role playing. Tidak semua siswa menanamkan sikap sosial pada penerapan metode role playing. Siswa yang gaduh dapat mempengaruhi konsentrasi siswa. Keberhasilan role playing juga ditentukan oleh dukungan lingkungan belajar yang kondusif. Pemahaman siswa atau respon siswa terhadap materi yang mempengaruhi pola pikir sehingga terdapat siswa yang Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. , h. Kokom Komalasari. Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi, (Bandung: Refika Aditama, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 97 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 sangat aktif dalam proses pembelajaran dan juga terdapat siswa yang cenderung diam meskipun sudah diberikan perhatian yang berlebih. Terkadang guru menjelaskan materi terburu-buru. Waktu yang sangat singkat pada saat melaksanakan metode role playing pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Kendala utama role playing adalah keterbatasan waktu dan kesiapan siswa, sehingga guru perlu strategi tambahan untuk mengatasi hambatan tersebut. Dari faktor pendukung dan penghambat penerapan metode role playing dalam menanamkan sikap sosial yang dipaparkan tersebut tertuju pada hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dari penerapan metode role playing dalam menanamkan sikap sosial pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan. IV. PENUTUP Berdasarkan analisis data dari pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: penerapan metode role playing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks drama, telah berjalan dengan baik meskipun belum sepenuhnya optimal. Metode ini mampu terbukti meningkatkan partisipasi siswa, menumbuhkan rasa percaya diri, serta melatih sikap sosial seperti kerja sama dan tanggung jawab. Antusiasme siswa terhadap kegiatan ini cukup tinggi, walaupun masih ada sebagian siswa yang merasa malu atau kurang percaya diri untuk tampil di depan kelas. Sikap sosial seperti toleransi, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian sudah mulai terlihat, namun belum merata pada seluruh siswa. Masih terdapat siswa yang cenderung pasif dan hanya mengikuti arahan tanpa menunjukkan inisiatif. Faktor pendukung penerapan metode role playing dalam menanamkan sikap sosial pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas V di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan adalah adanya dukungan dari pihak madrasah, guru sudah memahami konsep dasar role playing, siswa memiliki antusias terhadap praktik dan menyenangkan, dan materi Bahasa Indonesia pada kelas V mendukung dengan penerapan metode role playing, teman- teman yang bersemangat menjadi pemicu Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 89 Ae . 98 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 8 9 - 1 0 0 semangat diri, serta guru yang selalu membimbing siswa. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya adalah kurangnya waktu yang tersedia dalam jam pelajaran, tidak semua siswa memiliki keberanian untuk tampil di depan kelas, keterbatasan media dan fasilitas untuk mendukung kegiatan role playing, tidak semua siswa menanamkan sikap sosial pada penerapan metode role playing, siswa yang gaduh dapat mempengaruhi konsentrasi siswa, terkadang guru menjelaskan materi terburu-buru. DAFTAR PUSTAKA