Ekuivalensi J u r n a l Eko nom i B i s n i s Analisis Perbandingan Volatilitas dan Volume Perdagangan Saham Sebelum dan Setelah Pemilihan Presiden Tahun 2024 Nicolas Putra Amin Japar1. Anton Arisman2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prodi Akuntansi. Universitas Multi Data Palembang Email: nicolaspaj@mhs. id1, ariman@mdp. Abstrak Ekonomi dan politik memiliki keterkaitan yang erat, di mana keduanya saling Peristiwa politik, seperti pemilihan presiden, memberikan dampak signifikan pada berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi. Penelitian ini menganalisis bagaimana pasar modal Indonesia merespons pemilihan presiden tahun 2024 dengan mengkaji perubahan volatilitas saham dan volume perdagangan sebelum dan setelah peristiwa tersebut. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs web Bursa Efek Indonesia, dengan fokus pada perusahaanperusahaan LQ45. Sebanyak 45 perusahaan dianalisis dalam rentang waktu tujuh hari kerja sebelum dan setelah pemilihan presiden. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan dalam volatilitas saham maupun volume perdagangan selama periode yang diamati. Hasil penelitian memberikan implikasi bahwa manajer dapat fokus pada strategi jangka panjang tanpa kekhawatiran terhadap volatilitas Manajer sebaiknya memprioritaskan penguatan kinerja fundamental perusahaan untuk menarik investor, mengoptimalkan strategi perdagangan saham tanpa reaksi berlebihan terhadap peristiwa politik, serta memanfaatkan stabilitas pasar untuk penggalangan dana atau penyesuaian harga saham. Kata kunci: volatilitas saham. volume perdagangan saham. pemilihan presiden Abstract Economics and politics are closely interconnected, with each influencing the other. Political events, such as presidential elections, have significant impacts on various sectors, including the economic sector. This study analyzes how the Indonesian Nicolas Putra Amin Japar. Anton Arisman capital market responds to the 2024 presidential election by examining changes in stock volatility and trading volume before and after the event. The study uses secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange website, focusing on LQ45 companies. A total of 45 companies were analyzed over a seven-working-day period before and after the presidential election. The results indicate no significant differences in stock volatility or trading volume during the observed period. These findings suggest that managers can focus on long-term strategies without concerns over significant volatility. Managers are advised to prioritize strengthening the companyAos fundamental performance to attract investors, optimizing stock trading strategies without overreacting to political events, and leveraging market stability for fundraising or price adjustments. Keywords: stock volatility. trading volume activity presidential election PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara yang mengadopsi sistem pemerintahan berbasis demokrasi. Salah satu mekanisme utama demokrasi adalah pemilihan umum yang memungkinkan masyarakat untuk menentukan perwakilan mereka dalam menjalankan fungsi legislasi dan mengelola tata pemerintahan negara (Zoraya et al. , 2. Di Indonesia, pemilu terbesar meliputi pemilihan anggota legislatif serta pemilihan presiden dan wakil presiden, yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali (Candra et al. , 2. Setiap calon presiden dan wakil presiden memiliki visi dan misi yang berbeda sehingga dengan adanya perubahan presiden dan wakil presiden maka kemungkinan terjadinya perubahan kebijakan yang berdampak pada perekonomian negara (Purwadi & Khairunnisa, 2. Salah satu bagian dalam sektor ekonomi yang akan terpengaruhi oleh kebijakan calon presiden dan wakil presiden terpilih adalah pasar modal. Pasar modal di Indonesia berbentuk pasar efisien setengah kuat sehingga pasar bereaksi dengan cepat terhadap informasi yang diterimanya yaitu dalam satu hingga tiga hari spot atau waktu setelah diterimanya informasi tersebut (Permata & Hartati, 2. 2 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Analisis Perbandingan Volatilitas dan Volume Perdagangan SahamA. Pada pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2024, ditemukan adanya 342 saham yang menguat, 204 saham yang melemah dan 212 saham yang diam (Melani, 2. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sebanyak 1,39% setelah dilakukannya pemilihan presiden dan investor asing membukukan net buy sebanyak Rp 2,73 triliun atas 9,5 juta saham (Malik. Penguatan IHSG diduga disebabkan adanya euforia dari pemilihan presiden dan wakil presiden yang berlangsung dan hasil pemilihan sesuai dengan harapan investor bahwa pemilihan hanya akan berlangsung dalam satu putaran apabila dilihat dari hasil quick count (Melani, 2. Penelitian-penelitian sebelumnya yang mengkaji volatilitas saham dan volume perdagangan saham di sekitar peristiwa pemilihan presiden menghasilkan temuan yang beragam. Menurut penelitian oleh Nurlita & Naomi . pemilihan presiden tahun 2014 memberikan dampak yang signifikan terhadap volatilitas saham di Bursa Efek Indonesia. Sebaliknya, studi yang dilakukan oleh Wahyuni . terkait volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan selama pemilihan presiden tahun 2009, 2014, dan 2019 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada volatilitas indeks tersebut. Ditemukan perbedaan signifikan atas reaksi pasar dalam saham LQ45 sebelum dan setelah pemilu serentak tahun 2019 dalam bentuk trading volume activity dalam penelitian yang dilakukan oleh Manurung . Sebaliknya, penelitian yang dilakukan oleh Arif & Sudjono . memperlihatkan hasil sebaliknya yaitu tidak adanya perbedaan signifikan pada trading volume activity saham LQ45 pada saat pemilihan presiden Penelitian ini mendesak dilakukan karena pemilu 2024 berpotensi memberikan sinyal kuat bagi investor terkait stabilitas politik dan ekonomi di Vol. 11 No. 1 April 2025 Ekuivalensi | 3 Nicolas Putra Amin Japar. Anton Arisman Indonesia. Hal ini tercermin dari kenaikan IHSG sebesar 1,39% serta net buy investor asing sebesar Rp 2,73 triliun (Malik, 2. Inkonsistensi hasil penelitian sebelumnya terkait pengaruh pemilu terhadap volatilitas dan volume perdagangan saham menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut untuk memastikan bagaimana sinyal politik dari pemilu memengaruhi perilaku pasar modal. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan yang lebih komprehensif bagi investor, pelaku pasar, dan pembuat kebijakan dalam memahami reaksi pasar terhadap sinyal politik selama pemilu. TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal Teori sinyal adalah konsep yang menjelaskan bagaimana perusahaan menyampaikan kondisi internalnya kepada pihak eksternal melalui penyajian informasi, baik yang bersifat finansial maupun non-finansial (Brigham & Houston dalam Anisa et al. , 2. Dalam implementasinya, pihak internal perusahaan umumnya memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi dibandingkan dengan pihak eksternal (Agus & Sutanto, 2. Perbedaan tingkat informasi yang dimiliki oleh pihak internal dan eksternal disebut sebagai asimetri informasi (Wilopo dalam Adwitya & Sari. Asimetri informasi dapat bervariasi dari yang bersifat kecil dan tidak signifikan yang tidak mempengaruhi manajemen hingga yang cukup besar sehingga dapat memengaruhi manajemen dan harga saham (D. Dewi & Suryono, 2. Di dalam teori sinyal, dikemukakan bahwa pihak manajemen perusahaan seharusnya memberikan sinyal atau petunjuk bagi investor terkait prospek perusahaan (Paputungan et al. , 2. Informasi yang disampaikan oleh perusahaan dapat memberikan sinyal kepada investor, yang bisa berupa kabar baik atau kabar buruk, yang kemudian memengaruhi pengambilan keputusan investasi (Ariani & 4 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Analisis Perbandingan Volatilitas dan Volume Perdagangan SahamA. Kristianto, 2. Sinyal-sinyal tersebut bisa diperoleh melalui laporan keuangan yang disampaikan oleh perusahaan kepada investor, harga saham, atau informasi lain yang mencerminkan kondisi perusahaan (Sariroh, 2. Sinyal positif menggambarkan kinerja perusahaan yang solid, yang dapat mendorong kenaikan harga saham dan pada akhirnya meningkatkan imbal hasil saham. Sebaliknya, sinyal negatif mencerminkan kinerja perusahaan yang buruk, yang berpotensi menurunkan harga saham dan mengurangi imbal hasil saham (Khaerumuda & Pohan, 2. Pasar Modal Pasar modal adalah wadah di mana proses jual beli instrumen keuangan dilakukan (Zulfikar dalam N. Dewi et al. , 2. Menurut Permata & Ghoni . , fungsi pasar modal secara umum, yaitu: Sarana bagi perusahaan untuk menambah dananya melalui penjualan saham dalam pasar modal yang selanjutnya akan dibeli oleh berbagai Sarana pemerataan pendapatan dengan pemberian dividen kepada pemegang saham. Sarana peningkatan kapasitas produksi melalui penambahan modal yang diterimanya dari penjualan saham. Sarana penciptaan tenaga kerja melalui penambahan lapangan kerja baru dikarenakan keberadaan pasar modal yang akan mendorong munculnya industri lain. Sarana peningkatan pendapatan negara melalui peningkatan dalam pajak yang diterima oleh pemerintah melalui pembagian dividen yang akan dikenakan pajak. Sebagai tolok ukur perekonomian suatu negara, pasar modal dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, baik yang bersifat Vol. 11 No. 1 April 2025 Ekuivalensi | 5 Nicolas Putra Amin Japar. Anton Arisman ekonomi maupun non-ekonomi, baik pada skala mikro maupun Volatilitas Saham Volatilitas saham adalah perubahan atau fluktuasi pada return sekuritas dalam periode tertentu (Ariani & Kristianto, 2. Volatilitas saham juga dapat digunakan sebagai resiko return saham. Semakin tinggi volatilitas saham maka semakin besar resiko yang dimiliki saham tersebut (Erawati. Untuk menghitung volatilitas saham dapat menggunakan rumus sebagai berikut: Mengukur volatilitas historis saham ycIyc = yaycA( Menghitung rata-rata fluktuasi harga harian ycIyco = ycu ycIyc ycu Menentukan rata-rata variasi fluktuasi harga harian . cIyc Oe ycIyco )2 ycuOe1 yua= ycIyc ycIycOe1 Menghitung volatilitas historis dalam persentase tahunan yaycO = Keterangan: ycIyc2 ycu = Nilai saham pada periode t St-1 = Nilai saham pada periode sebelumnya = Imbal hasil saham pada periode t = Durasi waktu Trading Volume Activity Trading volume activity mencerminkan respons pasar modal terhadap informasi yang berasal dari perubahan dalam volume perdagangan saham (Widayanto & Sunarjanto dalam Kudusia et al. , 2. Selain itu, aktivitas 6 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Analisis Perbandingan Volatilitas dan Volume Perdagangan SahamA. volume perdagangan juga menggambarkan tingkat likuiditas suatu saham. Semakin tinggi nilai trading volume activity menunjukkan banyaknya investor yang menanamkan modal pada saham sehingga semakin likuid saham-saham tersebut (Yolla, 2. Trading volume activity dapat dihitung Keterangan: Vi,t = Akumulasi total transaksi saham perusahaan i pada periode ke-t Vm,t = Volume saham perusahaan i yang tercatat di BEI Pengembangan Hipotesis Teori sinyal mengemukakan bahwa informasi yang berasal baik dari pihak eksternal maupun internal perusahaan akan menghasilkan sinyal yang langsung mempengaruhi fluktuasi harga saham perusahaan terkait (Fanni dalam Darmayanti et sal. , 2. Dalam konteks teori sinyal, peristiwa politik seperti pemilihan presiden dapat memberikan sinyal kepada pasar, karena pemenang pemilu biasanya akan menerapkan kebijakan tertentu yang berdampak pada pasar modal, yang kemudian menjadi perhatian bagi investor (Raya & Paramita, 2. Peristiwa tersebut sering kali menimbulkan ketidakpastian politik yang signifikan, yang berdampak besar pada pasar saham serta meningkatkan volatilitas harga saham (Leherr dalam Basit & Haryono, 2. H1 = Ada perbedaan signifikan antara volatilitas saham sebelum dan setelah pemilihan presiden tahun 2024 H2 = Ada perbedaan signifikan antara volume perdagangan saham sebelum dan setelah pemilihan presiden tahun 2024 METODE Pendekatan penelitian dalam studi ini menggunakan metode event study dengan pendekatan kuantitatif, yang membandingkan volatilitas Vol. 11 No. 1 April 2025 Ekuivalensi | 7 Nicolas Putra Amin Japar. Anton Arisman dan volume perdagangan saham selama periode pemilihan presiden. Rentang waktu penelitian meliputi 7 hari kerja sebelum dan sesudah pemilihan presiden. Subjek penelitian mencakup seluruh entitas perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan pendekatan pengambilan sampel berupa sampling jenuh, sehingga semua perusahaan dalam kelompok LQ45 dijadikan sampel. Data penelitian berupa informasi sekunder yang dikumpulkan melalui dokumentasi dari situs resmi Bursa Efek Indonesia. Pengolahan SPSS melibatkan analisis statistik deskriptif, pengujian normalitas, serta pengujian hipotesis untuk variabel volatilitas saham dan volume perdagangan saham. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Volatilitas Setelah 8,17% 91,42% 33,6506% 17,03827% Volatilitas Sebelum 6,97% 115,48% 32,5126% 20,93461% TVA Setelah 0,00% 14,59% 0,6095% 2,15355% TVA Sebelum 0,00% 19,36% 0,6755% 2,85969% Hasil uji statistik deskriptif yang dilakukan pada variabel volatilitas menunjukkan nilai minimum sebesar 8,17% sebelum dan 6,97% setelah pemilihan presiden. Sedangkan nilai maksimum sebesar 91,42% sebelum dan 115,48% setelah pemilihan presiden. Nilai rata-rata sebelum pemilihan presiden sebesar 33,6506% dan 32,5126% setelah pemilihan presiden. Nilai standar deviasi sebelum dan setelah pemilihan presiden masing-masing sebesar 17,03827% dan 20,93461%. 8 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Analisis Perbandingan Volatilitas dan Volume Perdagangan SahamA. Hasil uji statistik deskriptif yang dilakukan pada variabel volume perdagangan saham menunjukkan nilai minimum sebesar 0,00% sebelum dan setelah pemilihan presiden. Sedangkan nilai maksimum sebesar 14,59% sebelum dan 19,36% setelah pemilihan presiden. Nilai rata-rata sebelum pemilihan presiden sebesar 0,6095% dan 0,6755% setelah pemilihan Nilai standar deviasi sebelum dan setelah pemilihan presiden masing-masing sebesar 2,15355% dan 2, 85969%. Uji Normalitas Pada penelitian ini, terdapat total 45 sampel perusahaan, sehingga pengujian normalitas dilakukan menggunakan metode Shapiro-Wilk. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan metode pengujian hipotesis yang sesuai. Volatilitas Volatilitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Volatilitas Saham Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic ,158 ,006 ,845 ,141 ,025 ,919 Sig. ,000 ,004 Berdasarkan hasil uji pada variabel volatilitas saham, diperoleh nilai signifikansi yang lebih rendah daripada tingkat signifikansi sehingga dapat disimpulkan data tersebut tidak memiliki distribusi TVA Setelah TVA Sebelum Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Volume Perdagangan Saham Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic ,394 ,000 ,228 ,426 ,000 ,192 Sig. ,000 ,000 Berdasarkan hasil uji pada variabel volume perdagangan saham, diperoleh nilai signifikansi yang lebih rendah daripada tingkat Vol. 11 No. 1 April 2025 Ekuivalensi | 9 Nicolas Putra Amin Japar. Anton Arisman signifikansi sehingga dapat disimpulkan data tersebut tidak memiliki distribusi normal. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis yang dilakukan adalah uji non parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test dikarenakan hasil uji normalitas yang tidak memiliki distribusi normal. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Volatilitas Saham Volatilitas sebelum - Volatilitas setelah -,198 Asymp. Sig. -taile. ,843 Hasil pengujian hipotesis terhadap volatilitas saham memperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0,843 yang melebihi ambang batas signifikansi. Hal ini menunjukkan tidak terdapat perubahan signifikan dalam volatilitas saham sebelum dan setelah pemilihan presiden. Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Volume Perdagangan Saham TVA sebelum - TVA setelah -1,304 Asymp. Sig. -taile. ,192 Hasil pengujian hipotesis terhadap volume perdagangan saham memperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0,192 yang melebihi ambang batas Hal ini menunjukkan tidak terdapat perubahan signifikan dalam volume perdagangan saham sebelum dan setelah pemilihan presiden. Pembahasan Hasil dari penelitian menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada volatilitas dan volume perdagangan saham sebelum dan setelah dilakukannya pemilihan presiden 2024. Temuan ini sejalan dengan temuan (Wahyuni, 2. yang menyatakan bahwa volatilitas saham tidak menunjukkan perubahan signifikan sebelum dan setelah pemilihan presiden. Selain itu, temuan ini sesuai dengan temuan dari (Manurung, 2. , (N. Dewi et al. dan (Arif & Sudjono, 2. yang juga menunjukkan tidak adanya 10 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 1 April 2025 Analisis Perbandingan Volatilitas dan Volume Perdagangan SahamA. perubahan signifikan dalam volume perdagangan saham di sekitar pemilihan Faktor yang menyebabkan ketidakhadiran perbedaan signifikan dalam volatilitas saham adalah situasi politik yang tidak stabil selama pemilihan presiden berlangsung. Pada saat dilakukannya pemilihan presiden, terdapat 19 permasalahan dalam pemungutan dan perhitungan suara dan terdapat 27 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia (BBC News, 2. Hal ini mengakibatkan investor memutuskan untuk memilih menunggu dan melihat . ait and se. terkait siapa yang akan menjadi pemimpin Indonesia dan kebijakan-kebijakan apa yang akan diterapkan. Selain dari adanya situasi politik yang tidak kondusif, hasil quick count juga menyebabkan tidak adanya perbedaan signifikan pada volatilitas dan. Dalam hasil quick count pada tanggal 15 Februari 2024, pasangan calon yang unggul adalah pasangan calon Prabowo Ae Gibran (Permana, 2. Pasangan calon tersebut telah mengemukakan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dicanangkan presiden-presiden sebelumnya pada saat kampanye akbarnya yang dilakukan beberapa hari sebelum pemilihan presiden (Nababan & Rahayu, 2. Dikarenakan pasangan calon yang unggul ingin melanjutkan program-program presiden-presiden sebelumnya, maka investor berasumsikan bahwa tidak akan ada perubahan kebijakan yang drastis yang akan mempengaruhi pasar modal. PENUTUP Simpulan dan Saran Berdasarkan temuan dari penelitian ini, dapat disimpulkan tidak terdapat perubahan yang signifikan pada volatilitas dan volume perdagangan saham baik sebelum maupun setelah pemilihan presiden Tidak adanya perbedaan signifikan pada kedua variabel Vol. 11 No. 1 April 2025 Ekuivalensi | 11 Nicolas Putra Amin Japar. Anton Arisman tersebut disebabkan adanya situasi politik yang tidak kondusif ketika pemilihan presiden dan wakil presiden berlangsung sehingga membuat investor memilih untuk menunggu dan melihat . ait and se. Selain itu, pernyataan komitmen keberlanjutan program presiden sebelumnya oleh pasangan calon yang unggul dalam quick count sehingga investor berasumsikan tidak akan ada perubahan kebijakan yang drastis yang akan mempengaruhi pasar modal. Studi ini diharapkan menjadi referensi bagi investor dalam menentukan strategi investasi pada periode sekitar peristiwa pemilihan Untuk peneliti selanjutnya, disarankan memperluas cakupan sampel atau menggunakan jenis sampel yang berbeda, serta mempertimbangkan penambahan atau modifikasi variabel penelitian guna memperkaya wawasan dan menghasilkan kajian yang lebih DAFTAR PUSTAKA